Kembali
16
1
2024 Journal of Library and Archival Science Vol 1 · 1 ISSN 3048-3158

Satire dan Kritik Sosial dalam Stand-Up Roasting Mamat Alkatiri

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi elemen-elemen satir dalam materi stand-up comedy yang dibawakan oleh Mamat Alkatiri, dengan menggunakan analisis semiotik Charles Sanders Peirce untuk mendekode makna yang disampaikan. Menggunakan pendekatan kualitatif, riset ini mengidentifikasi komponen-komponen kunci dari teori segitiga makna Peirce—tanda, objek, dan interpretasi—untuk menganalisis teks dan imaji dalam komedi yang memiliki nuansa satir. Temuan menunjukkan bahwa materi Alkatiri, yang ditandai dengan teknik roasting yang menggabungkan retorika yang lugas, jujur, dan peningkatan analogi, berfungsi sebagai sarana kritik sosial. Studi ini menekankan efektivitas satire dalam stand-up comedy sebagai cermin reflektif terhadap isu-isu sosial, menyarankan potensinya sebagai alat yang kuat dalam diskursus dan kritik sosial
Keywords: satir · semiotika · komedi stand-up · kritik sosial · retorika

Introduction

Bahasa merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam kegiatan sehari-hari manusia menggunakan Bahasa sebagai media untuk menyampaikan pesan dan maksud tertentu untuk dikirim oleh penerima pesan. Komunikasi yang digunakan tersebut akan mengarahkan manusia untuk menciptakan komunikasi social. Interaksi atau komunikasi yang terbentuk melalui individu kepada khalayak atau masyarakat tentu mempunyai maksud tertentu. Salah satu jenis komunikasi yang tercipta dan memiliki maksud tertentu adalah humor. [1] pada dasarnya komunikasi adalah penyampaian pesan atau interaksi antara komunikator dan komunikan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) komunikasi merupakan “pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.Humor merupakan sebuah salah satu bentuk komunikasi yang sengaja dilakukan untuk membangkitkan rasa gembira dan memicu gelak tawa.[2] Humor juga mempunyai peran yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Humor bukan hanya sekedar sebagai hburan untuk melepaskan ketegangan dan beban psikologis dari penikmatnya. Namun juga sebagai sarana kritik social terhadap penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Melalui humor, kritik sosial dapat diungkapkan dengan Bahasa yang harmonis dan mempunyai kesan santai serta menggelitik bagi penikmatnya. Perlu kecerdasan baik dari penutur ataupun lawan tutur untuk menciptakan humor. Penutur perlu menempatkan humor pada saat yang tepat, sebab jika humor dilepaskan pada saat yang tidak tepat maka humor tersebut bukan hanya tidak lucu namun dapat juga mengakibatkan lawan tutur merasa tersakiti. Lawan tutur juga harus bersikap arif dalam menanggapi sebuah humor, sebab setajam apapun kritikan dalam sebuah humor, tetaplah sebuah humor.[3] Kritik social adalah perwujudan kepedulian masyarakat terhadap peristiwa dan kondisi social sebuah masyarakat tertentu, baik positif maupun negatif. Pada dasarnya, kritik sosial dapat disampaikan secara formal maupun informal, dan secara tertulis maupun lisan. Penyampaian kritik sosial secara lisan menjadi alternatif tersendiri dalam menyampaikan muatan kritis, terutama melalui humor. Melalui humor, muatan kritis dibalut dengan penyampaian yang lucu, jenaka dan menggelitik hati sehingga lebih mudah diterima. Dan juga menyangkut dalam aspek tentang kritik sosial, ada berbagai jenis bentuk atau media yang digunakan masyarakat dalam menyampaikan dalam muatan bentuk kritik sosial seperti melalui televisi, komik, poster, majalah, film, dan music, dll. Seperti halnya dalam era pimpinan presiden kedua Republik Indonesia, dalam era kejayaan salah satu grup lawak asal Indonesia yang dibentuk oleh Nanu, Rudy, Dono, Kasino, dan Indro. Nanu, Rudy, Dono, Kasino merupakan mahasiswa dari Univrsitas Indonesia, sedangkan Indro berasal dari Universitas Pancasila. Mereka membuat film komedi dengan judul yang cukup unik, namun film tersebut tidak hanya mengandung humor belaka saja tetapi juga mengandung sebuah pesan yang mengandung muatan kritik sosial pada zamannya. Dan juga kritik sosial juga dapat disampaikan melalui lantunan musik, karena dengan melalui musik sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh musisi dengan muatan pesan kritik sosial dapat diterima dengan senang selain menyukai irama dan juga lirik yang dibawakan oleh musisi. Namun memasuki zaman globalisasi, yang dimana kemajuan teknologi kian hari kian berkembang pesat, masyarakat juga sangat mudah menyampaikan kritik atau sebuah opini melalui berbagai cara dan berbagai alat, ini dikarenakan perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang pesat seiring berkembangnya zaman.Beberapa akademisi telah meneliti kritik social melalui humor, seperti penelitian jurnal dengan judul “Kritik Sosial Dalam Stand-up Comedy (Analisis Semiotika Show “Pragiwaksono World Tour”)” dari penelitian ini menemukan bahwa pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yaitu Pragiwaksono World Tour menyelipkan beberapa kritik social antara lain kritik nama anak, kritik youtuber anak-anak, kritik ketua PSSI, kritik tentang profesi orang, kritik kemanusiaan, kritik tentang fans, kritik tentang satwa, dan kritik sikap warga Indonesia, oleh sebab itu stand-up comedy bukan menjadi alat untuk menghibur masyarakat namun juga menyelipkan kritik social dalam bentuk komedi kritik yang dibuat dengan satir dan komedi sehingga pesanyang diterima dapat ditangkap dengan mudah oleh pendengarnya [4]. Kemudian jurnal selanjutnya adalah “Penggunaan Gaya Bahasa Sindiran Kiky Saputri Untuk Kritik Sosial Pada Tayangan “Lapor Pak!”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya Bahasa sindiran dalam tayangan Lapor Pak! Segmen Kiky Saputri roasting pejabat atau tokoh politik, dari penelitian ini menemukan gaya Bahasa yang digunakan oleh Kiky Saputri memiliki fungsi memperhalus dan menyamarkan maksud sebenarnya yang ingin disampaikan untuk melontarkan kritikan kepada pejabat yang di roasting.Penyusunan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. [5] pendekatan kualitatif merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk dapat memahami suatu hal tentang apa yang sedang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan masih banyak lagi hal ini dilakukan dengan menggunakan kata-kata atau Bahasa untuk menjelaskan suatu konteks.[6] Pada penyelenggaraan sebuah negara, kritik sosial adalah sebuah bentuk komunikasi rakyat yang yang berfungsi sebagai alat control sosial terhadap jalannya pemerintahan. Saat ini terdapat sebuah media alternatif dalam menyampaikan sebuah opini atau gagasan masyarakat atas sebuah keresahan, yaitu stand-up comedy. Stand-up comedy merupakan seni dari berkomedi yang dimana pembawa materi komedi tersebut atau biasa dsebut dengan komika membawakan materi komedinya dengan diatas panggung dengan cara bermonolog. Di kalangan masyarakat sekarang saat ini bentuk sebuah komedi yang makin luas penyebaran nya saat ini adalah stand-up comedy. [7] Stand-up comedy di Indonesia mulai popular pada saat mulai muncul di televisi nasional tahun 2011. Materi stand-up comedy yang dibuat langsung oleh komika biasanya membawa isu-isu yang sedang terjadi di masyarakat. Dan juga dalam arti secara harfiah stand-up comedy,[8] Kata “stand up” disini juga bermakna sebagai sebuah proses berdiri untuk membela opini atau menyampaikan hal yang lagi diperjuangkan berdasarkan fenomena yang ada di masyarakat, yang dirasa ada yang salah dari fenomena ini. Kurang lebih stand-up comedy serupa dengan musik, yaitu dibuat untuk menghibur, namun dibeberapa orang membuat untuk menjadi media menyampaikan kritik. Pemanfaatan stand-up comedy sebagai sarana menyampaikan kritik tidak bisa dihindarkan oleh pemanfaatan media sosial. Karena melalui media sosial juga masyarakat jadi lebih mengenal dan mengetahui mengenai stand-up comedy. Hal ini juga yang membuat stand-up comedy menjadi semakin populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak muda. Walaupun stand-up comedy berasal dari dunia komedi, tetapi stand-up comedy mempunyai ciri tersendiri pada pola penyampaiannya. Alasan mengapa stand-up comedy menjadi berbeda dengan komedi yang lainnya adalah karena penyusunan dan pembuatan materi yang dibuat oleh penulis atau komika meliputi seperti set up, punch line, rules of three. Yang dimana set up merupakan bagian pembuka kalimat dalam menyampaikan materi stand-up comedy sebelum memasuki humor atau bagian lucu, hal ini dilakukan penulis untuk mengajak para penonton terlebih dahulu membayangkan apa yang hendak disampaikan oleh komika, kemudian punch line yang merupakan isi atau bagian lucu dari materi stand-up comedy, dalam bagian punch line berfungsi untuk mematahkan bayangan penonton menjadi lucu, kemudian rule of three teknik ini menggunakan tiga kalimat yaitu dua kalimat awal dijadikan sebagai set up sementara satu bagian kalimat terakhir berfungsi sebagai punch line. Dan dalam dunia stand-up comedy, komika juga memiliki persona atau materi tersendiri selama membawakan atau berada diatas panggung. Seperti contoh Praz Teguh dengan persona act out yang ditampilkan diatas panggung, kemudian Fico Fachriza dengan persona diatas panggung sebagai orang dengan pura-pura bodoh. Kemudian dengan tema masing-masing yang dibawakan mereka juga beragam jenis materi, seperti Mamat Alkatiri, Abdur Arsyad, dan juga Arie Kriting dengan materi khasnya yang membahas tentang Indonesia Timur, kemudia ada Ernest Prakasa yang sering membawakanmateri mengenai minoritas etnis Tionghoa di Indonesia, Lalu ada Raditya Dika dengan materi mengenai persoalan cinta dan juga Tretan Muslim mengenai materi tentang sebagai orang Madur yang tinggal di perantauan di kota Jakarta. Ini semua merupakan persona melalui tema yang mereka ciptakan agar dapat memiliki ciri khas tersendiri dan agar mudah dikenali oleh para penonton. Selain dengan menciptakan persona dan ciri khas tersendiri, ada beberapa komika yang terkenal dengan penggunaan teknik stand-up comedynyayaitu Mamat Alkatiri. Mamat Alkatiri terkenal akan keberaniannya dalam membawakan materinya menggunakan teknik roasting terhadap pejabat pemerintah. Berkat keberanian Mamat Alkatiri meroasting para pejabat, gagasan serta kritik yang disampaikan dapat di sampaikan melalui komedi.Roasting di dalam stand-up comedy memiliki kesinambungan dengan sebuah sindiran ataupun satire terhadap berbagai suatu fenomena sosial yang berhubungan dengan seseorang atau bintang tamu yang menjadi bahan roasting dalam stand-up comedy. [9] roasting dapat berfungsi sebagai penyampaian kritik dari masyarakat kepada seseorang yang di roasting. Penyampaian kritik dalam roasting dilakukan dengan lelucon secara langsung, sehingga seseorang yang akan diroasting harus berada dilokasi. Roasting dilakukan dengan cara membuat jokes berisi ejekan atau mengolok-olok berdasarkan fakta, sehinga ejekan tersebut bukan kejadian yang dibuat-buat. Oleh karena itu, roasting harus dilakukan dengan persetujuan pihak yang akan di roasting. Target yang akan diroasting biasanya diadakan seseorang yang penting atau terkenal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Marshel Widianto seorang komika membawakan jokes dan materi stand-up comedynya mengenai kinerja pejabat pemerintah yang masih muda dengan menggunakan teknik roasting yang dinarasikan di depan tokoh politik yang menjadi objek roasting dan menjadi bintang tamu di youtube Bahri Sb dengan judul “NGERI!!! MAMAT ALKATIRI ROASTING BADAN PENGAWAS PEMILU dan ingin mengeksplorasi mengenai pesan dan makna yang disampaikan melalui stand-up comedy dengan Teknik roasting sebagai alat kritik.

Method

Penulis melakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. [10] Penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk aktivitas, karakteristik, perubahan,hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena yang lainnya.Semiotika adalah suatu metode analisis yang digunakan untuk menggali makna yang terkandung dalam sebuah tanda. Menilai suatu symbol atau tanda adalah sesuatu yang penting, kehidupan hewan dimediasi melalui perasaan(feeling) tetapi perasaan manusia dimediasi oleh sejumlah konsep, symbol, dan Bahasa [11].Semiotika atau semiologi merupakan studi tentang hubungan antara tanda (lebih khusus lagi simbol atau lambang) denga apa yang dilambangkan. Semiotika secara umum juga merupakan pendekatan kritis dalam arti pendekatan ini tidak hanya memaparkan mengenai makna-makna di balik simbol-simbol yang ada. Semiotika diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai salah segala sesuatu yang berhubungan dengan simbol dan tanda yang ada dalam kehidupan manusia [12].Oleh sebab itu penelitian ini ditulis dan disusun menggunakan pendekatan analisis semiotika model Charles Sanders Pierce untuk dapat memperoleh dan memahami mengenai pesan dan makna dari materi stand-up comedy yang mengandung pesan berbentuk sebuah kritik. Analisis semiotika Charles Sanders Pierce dikenal dengan model komponen tiga sisinya, dari ketiga komponen tersebut terdapat Representamen, Object, dan Interpretant. Menurut [13] sesuatu bisa dikatakan representitif bila memenuhi dua syarat; yang pertama bisa dirasakan (oleh semua panca indra, pikiran/emosi), kedua bertindak sebagai tanda; itu berarti mewakili suatu yang lain. Elemen lainnya ialah object. Menurut Peirce, object adalah elemen yang mewakili tanda; dapat dikatakan bahwa itu adalah “sesuatu yang lain” juga bisa berupa materi yang ditangkap oleh indra, juga mental atau imajiner. Komponen ketiga ialah interpretan. Peirce mengatakan bahwa interpretan adalah makna/tafsiran. Peirce menggunakan istilah lain untuk interpretan yaitu, “signification”, dan “interpretation”.Charles Sanders Peirce lahir pada tanggal 10 September 1839 di Cambridge, Massachusetts, dan meninggal pada tanggal 19 April 1914 di Milford, Pennsylvania. Pierce tumbuh dalam keluarga intelektual, kuliah di Universias Harvard dan mengajar logika dan fisafat di Universitas John Hopskin dan Harvard. Pierce adalah pragmatis yang memprkenalkan istilah “semiotika” pada akhir abad ke19 di Amerika yang mengacu pada “doktrin formal tentang tanda”. Dasar semiotika adalahkonsep tanda; tidak hanya Bahasa dan system komunikasi yang tersusun dari tanda-tanda, tetapi dunia itu sendiri yang berhubungan dengan pikiran manusia seluruhnya terdiri dari tanda-tanda.Menurut Pierce, simbol dan maknanya bukanlah suatu susunan melainkan sebuah proses pemahaman yang diketahui sebagai penanda. Semiosis merupakan penghasilan dan pemahaman makna melalui penggunaan tanda atau simbol. Dalam semiosis tanda atau symbol digunakan untuk mereprentasikan suatu konsep atau ide yang lebih luas. Dalam semiosis, proses pemahaman mengenai suatu tanda dapat berbeda penafsiran antara individua tau kelompok, hal ini disebabkan pengaruh konteks sosial, budaya, dan pengalaman pribadi personal yang mempengaruhi penafsiran dan pemaknaan tanda. Oleh karenanya, semiosis juga dapat ditinjau sebagai proses penginterpretasian makna dalam komunikasi. Teknik penelitian ini menggunakan metode pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Pendekatan melalui analisis semiotika dengan menggunakan Teknik analisis Charles Sanders Peirce digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini karena dapat memberikan pemahaman dan penginterpretasian mengenai makna-makna pada simbol yang terdapat terhadap suatu lambing-lambang pesan atau teks. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan sejenisnya dan melalui deskripsi verbal, ucapan dan bahasa, dalam konteks tertentu yang wajar dengan menggunakan berbagai metode ilmiah [14]. Data primer yang terdapat dalam proses penelitian merupakan data utama dari materi stand-up comedy Mamat Alkatiri pada saat melakukan roasting atau meroasting Bawaslu yang hadir menjadi bintang tamu dalam acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta. Kemudian tayangan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian-bagian yang dipilih dan yang mengandung berupa gagasan atau pesan yang mengandung sebuah kritik yang menjadi fokus untuk tujuan penelitian ini. Penelitian ini di lakukan dengan melakukan analisis melalui observasi pada tayangan di youtube Awaluddin AK Official dengan judul “Heboh!! Mamat Alkatiri Stand up Comedy Roasting Ketua Bawaslu RI.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknik analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Analsis semiotika Charles Sanders Peirce dikenal juga sebagai semiotika Peirce atau semiotika triadik atau segitiga makna, Peirce mengembangkan system semiotika yang kompleks dengan melibatkan konsep-konsep seperti tanda, objek, interpretan, dan hubungan diantara individua tau kelompok. Peirce membagi tanda menjadi tiga kategori utama berdasarkan hubungan dengan objek yang direpresentasikan dalam komponen utama semiotika Charles Sanders Pierce tanda, objek, dan interpretan. Tiga komponen semiotika Charles Sanders Pierce adalah tanda yang merupakan segala sesuatu yang merujuk pada objek tertentu dan meberikan informasi mengenai objek tersebut, objek adalah sesuatu yang diarahkan kepada tanda, kemudian interpretan merupakan rancangan atau ide yang dimiliki oleh pengguna tanda sebagai respons terhadap tanda. Peneliti memilih menggunakan Teknik analisis semiotika untuk dapat mengamati audiovisual dari materi stand-up comedy Mamat Alkatiri pada saat membawakan materi stand-up comedy nya dengan meroasting ketua BAWASLU yang hadir menjadi bintang tamu dalam tayangan acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta. Hasil dari penelitian akan di bentuk sebagai sebuah makna pesan dan informasi yang akan memberikan hasil dari penelitian ini melalui pembahasan dan kesimpulan.

Result & Discussion

Pada pembahasan penelitian, peneliti berusaha memaparkan hasil dari analisis dan pengumpulan data mengenai pemaknaan satire pada materi komedi Mamat Alkatiri dalam Stand-up comedy pada acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta, 11 November 2022.Stand up ComedyStand up comedy atau pelawak tunggal merupakan sebuah seni pertunjukan berkomedi atau genre dari komedi yang dimana materi yang berisikan sebuah unsur komedi dibawakan di depan penonton atau audience diatas panggung dengan dilakukan secara monolog oleh stand up comedian tersebut. Materi dan tema-tema yang dibawakan oleh stand up comedian merupakan hasil dari sebuah interpretasi pribadi stand up comedian yang diangkat dari hasil keresahannya masing-masing kemudian dibawakan atau disampaikan dengan nuansa komedi. Walaupun stand up comedy merupakan genre dari sebuah komedi dan materi yang disampaikan memuat berbagai hal-hal yang mengandung humor, stand up comedy juga tidak dapat dipandang sebelah mata hanya karena muatan gagasan yang disampaikan mengandung komedi tetapi stand up comedy juga dapat digunakan sebagai alat atau medium untuk digunakan sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat sebagai bentuk kritik sosial akan suatukejadian yang tidak sesuai dengan norma sosial. Manusia dalam menjalani kehidupan sosial tidak akan pernah lepas dari yang Namanya komunikasi karena dengan melakukan komunikasi manusia dapat menyampaikan keinginan atau perasaanya dengan caranya masing-masing. Humor dipilih sebagai bentuk sarana komunikasi dipilih oleh manusia agar masyarakat dapat menyampaikan informasi baik itu informasi yang menyangkut mengenai perasaannya atau hal-hal sosial yang cukup serius dapat diatasi dengan disampaikan melalui komedi. Selain dapat mengubah situasi emosional, humor juga dapat di gunakan sebagai fungsi kritik sosial. [15] Stand up comedy ini pada awalnya dibawakan berupa pertunjukan teater tepatnya pada tahun 1800-an di Amerika bukan langsung berupa panggung satu performer dan ia perform seperti program Kompas TV, namun stand up comedy ini terus berkembang lalu masuk abad 20-an mulai trend dengan lawak berformatkan dua orang ada diatas panggung dengan satu orang berbicara mengenai isu-isu yang terjadi pada saat itu, dan maraknya adalah isu mengenai diskriminasi.Kritik SosialMasyarakat dalam menjalani kehidupan sebagai mahluk sosial tidak akan pernah luput dari yang Namanya komunikasi. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, semakin luas pergaulan maka otomatis semakin besar juga fungsi, peranan, dan tanggung jawab sosial seseorang. Semakin sering manusia terlibat dalam proses komunikasi, maka akan berpengaruh kepada diri dan tingkah lakunya karena komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan lambing-lambang (pesan) yang mengandung arti dan makna antara komunikator dengan komunikan dengan tujuan mewujudkan kesamaan makna dan kebersamaan. Dengan komunikasi masyarakat dapat memberi dan meyampaikan informasi, pendapat, ide, mengajar dan diajar, serta menghibur dan dihibur. Seperti halnya dalam berpendapat atau menyampaikan sebuah pendapat. Manusia memiliki model dan pola dalam berkomunikasi dengan beragam cara dan metode yang sangat banyak, seperti contoh dalam menemukan pendapat atau mencapai sebuah keputusan yang adil maka masyarakat melakukan metode komunikasi dengan melakukan kegiatan musyawarah agar mencapai mufakat, kemudian demo dengan turun ke jalan juga merupakan sebuah bentuk komunikasi bagi masyarakat yang dimana sekelompok masyarakatmelakukan aksi turun ke jalan dengan melakukan demo secara beramai-ramai sebagai sebuah bentuk protes atas ketidak setujuan akan suatu fenomena yang sedang menimpa bagi pari aksi atau masa demo yang merasa dirugikan. Oleh karena itu masyarakat dalam menyampaikan sebuah gagasan dan pendapat di latar belakangi oleh rasa kekecewaan dan ketidak puasan sehingga timbul lah yang dinamakan dengan istilah kritik sosial. Kritik sosial merupakan suatu bentuk penilaian masyarakat yang timbul dari rasa kekecewaan atauketidakpuasan masyarakat akan suatu peristiwa yang tidak sesuai dengan norma, nilai, dan sistem tatanan sosial yang ada. [16] Pengertian dari kritik sosial sendiri adalah suatu tanggapan terhadap suatu hal yang dirasa menyimpang dari nilai-nilai yang berlaku di masyarakat (masalah sosial), bisa berupa masukan, sanggahan, kritikan, sindiran, atau bahkan penilaian. Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi pada masyarakat yang bertujuan untuk mengontrol system sosial. Terdapat berbagai berbagai carayang dapat digunakan untuk dapat menyampaikan gagasan dan pendapat berupa kritik sosial salah satunya dengan melalui stand up comedy.Kritik Sosial Dalam KomediMenyampaikan pendapat tentu merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh manusia sebagai mahluk sosial dalam menjalani kehidupan. Komunikasi merupakan suatu unsur yang terdapat di dalam kehidupan manusia dan juga komunikasi merupakan sebuah kebutuhan yang penting, manusia melakukan komunikasi sebagai sebuah alat dalam memberi dan menerima suatu informasi yang hendak disampaikan. Kata komunikasi secara etimologis sebenarnya merupakan terjemahan dari bahasa Inggris communication. Communication sendiri berasal dari bahasa latin communis yang berarti “sama atau sama makna”, communico atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common) (siapa). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling banyak digunakan sebagai asal-usul dari kata komunikasi. Komunikasi merupakan proses berbagi makna dalam bentuk pesan komunikasi antara pelaku komunikasi. Pesan komunikasi bisa berupa gagasan atau ide pikiran yang diwujudkan dengan symbol yang mengandung makna dan dianut secara sama oleh pelaku komunikasi [17].Menyampaikan pendapat menjadi sebuah bentuk dalam proses komunikasi yang di lakukan agar dapat menyampaikan suatu gagasan dan opini yang ingin disampaikan terhadap yang hendak dituju. Salah satu bentuk dari sebuah proses menyampaikan pendapat yaitu berupa bentuk sebuah kritik. Kritik merupakan sebuah proses terhadap suatu proses menilai pada sebuah gagasan, opini, dan kebijakan seseorang atau kelompok. Terdapat dua jenis kritik yaitu kritik yang bersifat positif dan kritik yang bersifat negatif. Kritik yang bersifat positif merupakan kritik yang dilakukan dengan mengapresiasi kepada kelebihan dankeunggulan seseorang, sedangkan kritik yang bersifat negatif merupakan kritik yang difokuskan kepada kekurangan dan kelemahan. Mengkritik dapat di terapkan kepada berbagai aspek dalam kehidupan yang salah satunya dapat diterapkan dalam aspek sosial. Kritik sosial merupakan proses penilaian yang ditujukan terhadap suatu fenomena yang terjadi di dalam aspek masyarakat seperti masalah sosial yang terdapat di kehidupan masyarakat. Kritik sosial digunakan sebagai proses evaluasi dalam mengkritisi fenomena-fenomena perubahan sosial yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang terdapat pada masyarakat. Kritik sosial dapat disalurkan pada berbagai media salah satunya adalah melalui bidang kesenian seperti film, drama teater, sastra, dan juga musik. Salah satu sarana yang dapat digunakan sebagai media dalam menyampaikan kritik sosial adalah melalui humor. Melalui humor pesan yang sebenarnya mengandung tema yang serius dapat disampaikan dengan nuansa komedi dan dapat ditanggapi dengan senang oleh yang dituju.Komunikasi Massa[18] Komunikasi merupakan suatu ilmu yang ditujukan kepada audien dengan melalui media massa. Komunikasi massa juga merupakan proses menyebar luaskan pesan-pesan dan makna yang dapat di berikan dan diterima oleh masyarakat secara khalayak. Komunikasi massa ditujukan dan digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan yang ditujukan untuk skala yang lebih luas agar komunikan dapat menerima pesan secara serentak. Penyebaran informasi yang dimana ditujukan kepada masyarakat secara global dapat disampaikan melalui komunikasi massa yang dapat menggunakan berbagai media dan sarana seperti melalui Televisi, Majalah dan Tabloid berita harian, Radio, Smartphone, dan juga Film. Pemanfaatan media dalam meyampaiakan informasi berskala global atau komunikasi massa dapat juga dimanfaatkan melalui kesenian, salah satunya melalui Stand-up comedy melalui aplikasi media sosial pada Youtube. Mamat Alkatiri merupakan salah satu komika yang menggunakan sarana Stand-up Comedy sebagai media dalam mengungkapkan pesan yang memuat kritik sosial yang di kemas dengan nuansa komedi dalam beberapa materi komedinya yang terselip sebuah gagasan dan pendapat mengenai kritik sosial.SatireSatire merupakan cara dan teknik berkomunikasi atau gaya bahasa yang berisikan mengenai pesan dan kalimat sindiran mengenai suatu fenomena atau terhadap seseorang. [19] Satire merupakan gaya Bahasa yang digunakan untuk menertawakan atau menolak sesuatu. [20] Satire adalah gaya Bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu keadaan atau seseorang. Penggunaan kalimat atau gaya bahasa bersifat satire ini sering digunakan dan diselipkan dalam berbagai hal, salah satunya dalam dunia komedi yang sering kali kalimat atau gaya bahasa satire digunakan selain ditujukan sebagai menghibur masyarakat juga dapat dimanfaatkan sebagai alat kritik mengenai kritik sosial. Menyampaikan sebuah pendapat atau komentar mengenai hal tertentu, dapat disalurkan melalui beragam cara salah satunya dengan humor satire. Penelitian ini akan memamparkan bagian mana saja dalam materi-materi Mamat Alkatiri yang berisi pesan kritik sosial yang bermuatan unsur satire saat membawakan materi Stand-up Comedy nya dengan meroasting dari ketua BAWASLU RI Rahmat Bagja, SH. LL. M pada acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta, 11 November 2022. SignMamat Alkatiri : “Saya tuh suka yaa mengikuti proses demokrasi di bangsa ini karena, kita kalo dinamakan kita tumbuh, demokrasinya ya pasti dari penyelenggaranya bagus dulu gitu. Semuanya clear dulu gitu dari penyelenggara, kalo ibarat kita bermain sepak bola peserta itu adalah pemainnya, iya kan, KPU adalah panitia pelaksana. Nah ini masalahnya BAWASLU adalah wasitnya menjalankan semua aturan sekaligus mengawasi jalannya pertandingan. Cuma masalahnya ini kita ini hidup di Indonesia dimana satu pertandingan yang salah tetap wasit. Tim A lawan tim B, tim A menang yang salah wasit, tim B menang tetap yang salah wasit, tim A selingkuh dengan tim B yang wasit juga salah”.ObjectDi depan bangku barisan pertama terdapat beberapa jajaran dari komisi BAWASLU salah satunya dari ketua BAWASLU RI Rahmat Bagja, SH. LL. M yang sedang menyaksikan secara langsung Stand-up Comedy dari Mamat Alkatiri. Mamat Alkatiri memberikan sebuah analogi dengan memberikan contoh dan mengibaratkan seperti permainan sepak bola pada penyelenggaraan pelaksanaan PEMILU . Masyarakat adalah pesertanya, KPU adalah panitia pelaksana, dan BAWASLU adalah wasit. Cuma masalahnya ini kita ini hidup di Indonesia dimana satu pertandingan yang salah tetap wasit. Tim A lawan tim B, tim A menang yang salah wasit, tim B menang tetap yang salah wasit, tim A selingkuh dengan tim B yang wasit juga salah”.InterpretanPada gambar 1 Mamat Alkatiri memaparkan sebuah kalimat yang mengandung unsur satire mengenai berjalannya pelaksanaan PEMILU dan menyindir denganmengatakan “Cuma masalahnya ini kita ini hidup di Indonesia dimana satu pertandingan yang salah tetap wasit. Tim A lawan tim B, tim A menang yang salah wasit, tim B menang tetap yang salah wasit, tim A selingkuh dengan tim B yang wasit juga salah”. Perkara mengenai hasil pemungutan dan perolehan suara yang kerap kali terjadi pada saat melakukan voting suara pada saat terjadinya pelaksanaan dan penyelenggaraan PEMILU.Membahas Mengenai Berjalannya Pelaksanaan PemiluPada pertunjukan acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta, 11 November 2022, peneliti menemukan pada materi stand-up comedy Mamat Alkatiri terdapat pesan dan kalimat yang mengandung sebuah unsur satire, materi satire yang ditampilkan oleh Mamat Alkatiri adalah mengenai aturan-aturan pemilu yang dilaksanakan oleh KPU sebagai pelaksana dalam menyelenggarakan PEMILU. Hal ini diungkapkan Mamat Alkatiri sebagai bentuk kritik sosial dalam ranah PEMILU yang dimana kerap terjadi masalah atau berita-berita mengenai persoalan PEMILU yang sebenarnya kinerja BAWASLU sudah benar dalam menjalankan tugasnya, namun tetap saja masyarakat yang terlibat dalam proses PEMILU kerap kali menyalahkan BAWASLU. Hal ini yang menjadi keresahan Mamat Alkatiri, ketika ingin memperbaiki sistem PEMILU, perbaiki dahulu sistem demokrasinya dengan memberikan edukasi mengenai ilmu politik. Karena kesadaran masyarakat sangatlah penting akan kesadaran dalam ranah politik agar masyarakat dapat tumbuh bersinergi sehinggadapat mewujudkan PEMILU yang sehat.Gambar 2: Mamat Stand Up di acaara SIPSSign“Kemarin 2020 daerah saya pilkada dong, saya datang diundang sebagai host di salah satu calon Bupati, professional saya datang. Masalahnya Bupatinya dilaporkan ke BAWASLU black campaign ada orang hitam diatas panggung”. “ saya 2004 saya masih SMP sudah liat orang-orang kampanye, sepuluh ribu ini kurang nah seratus ribu ini yang banyak, ahh serratus ribu tidak bisa tiga ratus nih kau dapat”.ObjectMamat Alkatiri sedang menjelaskan kepada penonton dengan semangat dan ditambah dengan gesture untuk mempertebal kembali penjelasan mengenai black campaign yang dilakukan saat menjelang PEMILU.InterpretanPada gambar 2 Mamat Alkatiri membahas mengenai persoalan tentang blackcampaign dengan memberikan kalimat satire yang berisikan “sepuluh ribu ini kurang nah seratus ribu ini yang banyak, ahh serratus ribu tidak bisa tiga ratus nih kau dapat”. Dalam kalimat tersebut yang dimaksud adalah ketika menjelang pada kegiatan pelaksanaan dan penyelenggaraan PEMILU, banyak hal-hal tentang mengenai suap atau menyogok kepada masyarakat dengan memberika sejumlah uang yang memiliki nominal berjumlah banyak, hal ini bertujuan untuk memperoleh atau meraih suara masyarakat pada partai calon bakal dalam PEMILU agar dapat memenangkan hasil pada saat pemungutan suara.Membahas Mengenai Persoalan Black CampaignPada materi komedi selanjutnya, Mamat Alkatiri membahas mengenai persoalan adanya praktik black campaign yang terjadi pada menjelang pelaksanaan PEMILU. Praktik black campaign atau biasa disebut dengan kampanye hitam merupakan salah satu strategi politik dalam menyebarkan informasi yang salah tentang citra lawan politik, yang kerap terjadi pada saat PEMILU. Pemanfaatan strategi yang salah ini dapat mengakibatkan rusaknya reputasi partai politik dan menghilangkan rasa simpati dan kepercayaan masyarakat dalam mengikuti kegitan PEMILU. Mamat Alkatiri memaparkan bagaimana praktik black campaign yang terjadi pada daerah asal Mamat Alkatiri ini yaitu di daerah Papua Barat, kota Fakfak tersebut melakukan siasat dengan memberikan sogokan berupa sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar sebagai bentuk dukungan dalam memilih dan memperoleh suara dalam memenangkan bakal calon PEMILU.Gambar 3: Mamat Stand Up di acara SIPSSign“Dulu sumpah jangankan sinyal, saya SD SMP SMA di kota Fakfak Papua Barat, menurut kami maju tapi menurut teknologi kita tidak maju, menurut teknologi yaa menurut kami kami maju, ada orang bilang kita tertinggal ehh kurang ajar sa pukul ko disini yaa. Saya SD tidak ada pelajaran computer dan juga bahasa Inggris, SMP bahasa Inggris ada computer juga ada masalahnya lab computer tidak ada jadi pelajarannya di papan terus, kita tidak pernah lihat tidak ada prakteknya sumpah.ObjectMamat Alkatiri membandingkan daerah asalnya dulu dengan sekarang mengenai perihal teknologi yang tidak merata dengan daerah-daerah lainnya yang sudah maju. Pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan bahasa Inggris yang belum dikuasai oleh Mamat AlkatiriInterpretanPada gambar 3 Mamat Alkatiri dalam materi komedinya menjelaskan tentang bagaimana masyarakat Indonesia Timur pada saat dahulu dengan sekarang berbeda dengan saat ini dalam perihal teknologi. Mamat Alkatiri mengungkapkan keresahannya tersebut dengan memanfaatkan kalimat satire yang berisikan dengan mengatakan “menurut kami, kami maju tetapi menurut teknologi kami tidak maju, ada orang bilang kita tertinggal ehh kurang ajar sa pukul ko disini yaa”Membahas Mengenai Persoalan Tentang Teknologi Informasi KPUPada persoalan selanjutnya, Mamat Alkatiri membawakan materi komedinya dengan mengungkapkan keresahannya dalam ranah teknologi pada daerah kota asal Mamat Alkatiri yaitu Papua Barat. Mamat Alkatiri menyampaikan gagasannya dengan menertawakan kesedihan di daerah asalnya dulu pada saat itu ada warnet dengan harga sewa yang cukup tinggi namun kinerja dari internet yang terbilang sangat lama, hal ini diperjelas Mamat Alkatiri dengan mengatakan “disana itu ada warnet, harganya sepuluh ribu, tapi kita hanya bayar loading saja”,dan juga fasilitas sarana dan pra sarana yang tidak mendukung. (travel.detik.com) Untuk wilayah Papua dan Papua Barat, internet atau jaringan telepon seluler 4G hanya terdapat di perkotaan dan ibukota kabupaten. Tower telepon seluler sangat sulit dijumpai di daerah pedalaman atau wilayah yang jauh dari bukota kabupaten, namun walaupun suatu distrik terdapat tower telepon seluler di distrik bukan berarti akses internet mudah, karena itu hanya tower telepon 2G. Terutama pada lingkup pemungutan suara yang dilakukan oleh KPU, pemanfaatan teknologi sangat diperlukan agar dapat menunjang dalam membantu kinerja pekerjaan para anggota KPU dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dibuktikan menurut Nurlela[21] bahwa, Ketika kantor menyediakan teknologi informasi yang memadai kepada pegawai maka pegawai tersebut akan meningkatkan kinerjanya. Tetapi jika teknologi informasi yang disediakan oleh kantor tidak sesuai denga apa yang dibutuhkan maka kinerja pegawai cenderung menurunbahkan bukan tidak mungkin kinerja pegawai akan lebih lama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis penelitian pada materi stand-up comedy Mamat Alkatiri melalui roasting pada acara Launching Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Versi 3 (SIPS V.3) di Grand Sahid Jaya Jakarta, 11 November 2022, materi stand-up comedy Mama Alkatiri mengandung muatan kalimat satire yang digunakan Mamat Alkatiri sebagai alat kritik sosial yang terjadi berdasarkan pada realita-realita yang terjadi. Stand-up comedy dipilih oleh Mamat Alkatiri menjadi sarana dalam salah satu dunia kesenian yakni dunia komedi sebagai alat mengkritik dalam muatan kritik sosial dengan menggunakan metode roasting. Pengungkapan gagasan yang membahas mengenai persoalan serius yang memuat pesan kritik sosial namun dapat disampaikan dengan melalui komedi. Komedi melalui stand-up comedy dapat digunakan sebagai proses menyampaikan suatu pesan yang bermuatan kritik sebagai sebuah evaluasi yang ditujukan kepada hal-hal yangterkait dan juga dapat digunakan sebagai fungsi alat control sosial dalam lingkup masyarakat juga penmerintahan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dan dibawakan dengan santai dan juga dapat diterima dengan senang tanpa mengeluarkan bahasa-bahasa yang menyinggung dan menghindari adanya konflik yang menyebabkan pertikaian.