Enhancing Student Communication in Distance Learning through Zoom and Google Meet
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Abstract
This article conducts a bibliometric analysis of recent literature on the effectiveness of Zoom and Google Meet in enhancing student communication quality in higher education, particularly during the COVID-19 pandemic. Analyzing a dataset of 1000 papers from 2013 to 2023 sourced via Crossref, the study identifies trends, key themes, and prevalent research methodologies. Results indicate a significant rise in scholarly publications focusing on these virtual platforms. Visualizations highlight temporal publication patterns and densely researched areas. The findings underscore the growing importance of virtual platforms in education and provide insights for future research and educational practices.
Keywords:
Zoom
· Google Meet
· distance learning
· student communication
· bibliometric analysis
Introduction
Pandemi Covid-19 telah menciptakan banyak tantangan, menghambat berbagai kegiatan manusia, dan melibatkan hampir setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. COVID-19 adalah penyakit menular yang dapat menyebar secara langsung maupun tidak langsung. Guna menghentikan penyebaran virus Covid-19, pemerintah menerapkan langkah-langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibatnya, banyak bisnis, organisasi, dan lembaga pendidikan menerapkan program Bekerja dari Rumah (Work from Home, (WFH) [1] [2] [3] [4] [5]. Semua aktivitas pembelajaran dilakukan secara online setelah sistem (WFH) diterapkan. Karyawan, siswa, dan individu lainnya dapat terus berkomunikasi dan berinteraksi melalui platform konferensi video. Dengan kebijakan pemerintah yang sudah diterapkan, seluruh aktivitas tentunya akan sedikit terbatas dalam hal pekerjaan, pembelajaran dan komunikasi satu sama lain. Tentunya tidak mudah bagi semua orang dalam kebijakan WFH ini, namun ada platform video yang banyak digunakan dalam pembelajaran online yaitu aplikasi Zoom Cloud & Google Meet. Dengan adanya aplikasi Zoom Cloud & Google Meet ini akan mudah bagi semua untuk melakukan pekerjaan dan pembelajaran berbasis online. [6] [7] [8] [9]. Aplikasi Zoom memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi secara virtual, baik melalui panggilan video, suara, atau kombinasi keduanya. Aplikasi Zoom dilengkapi dengan fitur rekaman otomatis selama pelaksanaan konferensi video, memungkinkan pengguna untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut agar dapat diputar ulang. Melalui pemanfaatan aplikasi Zoom Cloud & Google Meet sebagai sarana pembelajaran online. Zoom Cloud & Google Meet memiliki kapasitas untuk lebih dari 100 pengguna atau lebih. Oleh karena itu sangat banyak yang menggunakan Zoom Cloud & Google Meet untuk kegiatan pembelajaran, aplikasi zoom meeting ini masih digunakan dengan jaringan internet, oleh karena itu keefektivitasan tidak selalu 100 persen berjalan dengan lancar. Pembelajaran melalui platform seperti Zoom Cloud dan Google Meet dapat mengubah cara siswa berperilaku. Pendidik dapat menggunakan berbagai sumber daya untuk menyampaikan materi pelajaran secara langsung kepada siswa mereka dalam ruang virtual atau pembelajaran daring, salah satunya adalah Google Meet. Menurut Pohan (dalam Febrianti, 2021), "berbagai media yang bisa dimanfaatkan untuk belajar secara online yaitu Google Meet & Zoom Cloud". [10] [11] [12] [13] [14]. Dalam penelitian ini menjelaskan tentang keefektifitasan aplikasi Zoom dalam komunikasi mahasiswa, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa gambaran umum penelitian yang telah dilakukan terkait efektivitas pembelajaran Zoom dalam konteks komunikasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan Database Crossref dan perangkat lunak Publish or Perish, dengan dukungan dari VOSViewers [15] [16] [17]. Perangkat lunak yang populer untuk penelitian bibliometrik adalah Vosviewer. Fokusnya adalah untuk menggambarkan atau memetakan data penelitian dengan mempertimbangkan hubungannya dengan jaringan saat ini. Penelitian tentang penggunaan aplikasi Zoom dalam pembelajaran online dalam penelitian ini dianalisis dan digambarkan dengan VOSviewer [18] [19] [20] [21
Method
Analisis bibliometric merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini. Analisis ini digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami isi bibliografi serta menganalisis kutipan dari artikel yang telah dipublikasikan dalam jurnal dan karya ilmiah. Analisis bibliometric ini dimanfaatkan untuk menilai karya-karya ilmiah yang terkait dengan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom & Google Meet dengan tujuan mengungkapkan tren penelitian, ide-ide pokok, dan kata kunci yang krusial melalui penerapan pemetaan bibliometric. Data publikasi nasional dan internasional yang diperoleh dari Crossref dari tahun 2013–2023 digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil pencarian tersebut diperoleh data sebanyak 1000 papers [16] [23] [24].
Result & Discussion
Dari hasil penelitian berhasil ditemukan 1000 artikel melalui aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci yang telah ditentukan. Jumlah sitasi total dari 3369 dengan rata-rata sitasi per tahun sebanyak 336,90 dan rata-rata sitasi per artikel sebanyak 3,37. Jumlah penulis rata-rata dalam setiap artikel adalah 2,25, dan indeks h rata-ratanya adalah 11, dan indeks g rata-ratanya adalah 44. Data disimpan dalam RIS file dan digunakan VosViewer untuk melakukan analisis bibliometric, analisis yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi tahun terendah dan terbesar. Menurut penelitian ini, tahun terendah adalah 2013 dan tahun tertinggi adalah 2023, terdapat fakta bahwa publikasi ilmiah yang membahas pembelajaran online hanya ada di tahun 2019–2022. A. Analisis Kepenulis (Co-Authorship) Gambar 1. Network Visualisai Kepenulisan Analisis co-authorship digunakan untuk mengamati jaringan kepenulisan. Melalui analisis kepenulisan, penulis tidak selalu bekerja secara individu, melainkan dapat berkolaborasi dengan penulis lain. Kita dapat mengidentifikasi jejaring penulis dengan siapa saja dalam penulisan artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1984 penulis, namun hanya 12 penulis yang memenuhi syarat untuk divisualkan. Dari 12 penulis tersebut, mereka saling terhubung, dan di antara mereka, terbentuk kerjasama yang tercermin dalam total 12 tautan yang terpilih [25]. Pada gambar 2 menunjukkan analisa bahwa semua penulis saling berkaitan (berjejaring), terdapat 1 kluster yang ditandai dengan warna merah. Terdapat 5 item pada kluster tersebut yakni, (hill,denise m.), (lenning, Oscar t.), (saunders, kevin t.), (solan, alisha), (stokes, andria). Gambar di bawah adalah hasil pemetaan hubungan antar penulis dalam pembuatan jurnal. Gambar 2. Overlay Visualisasi Kepenulisan Pada peta analisis selanjutnya (gambar 2) menunjukan jejaring tahun penulis melakukan penelitian, Semakin mendekati warna kuning menunjukkan semakin terkini waktu tersebut. Tampilan pada gambar 2 menunjukan bahwa semua penulis melakukan penelitian ilmiah di tahun yang sama yakni tahun 2023. Kecerahan dan intensitas warna yang tinggi menunjukkan tingkat keterkaitan atau kekuatan yang besar dari jaringan penulis dalam klaster tersebut. Sebaliknya, jika warna pada peta terlihat redup, hal tersebut menandakan bahwa kekuatan jaringan penulis di klaster tersebut cenderung rendah. Berdasarkan gambar 3 dapat dapat diketahui bahwa semua penulis memiliki intensitas terang yang sama berarti jejaring antar penulis sangat kuat, serta tegolong baru peneliti yang membahas Efektivitas Pembelajaran Zoom Terhadap Komunikasi Mahasiswa [26] [27] [28]. Gambar 3. Density Visualisasi Kepenulisan B. Analisis Kata Kunci (Keyword) Dengan merujuk pada artikel yang diperoleh, langkah selanjutnya melibatkan pemetaan menggunakan aplikasi VOSViewer, hasil dari pemetaan dibagi menjadi 4 kluster. Kluster 1 dibedakan dengan warna Merah, dengan total 105 item yang termasuk dalam kluster Ability, Student, Outcome, Effect, Experience, Reletionship, Communication Skills, Effectiveness, Zoom class, Teacher, Course, Medium, Level, Pandemic, Interaction, Model, Dll. Kluster 2 dapat diidentifikasi melalui warna Hijau, dengan jumlah item sebanyak 87 pada kluster yaitu, Bibliometric Analys, Author, paper, field, Keyword, Publication, Journal, country, database, Trend, Area, Institution, Number, Evolution, Dll. Kluster 3 identifikasi dengan warna biru dan terdiri dari 8 elemen pada kluster yaitu, Average, facebook, pbl, Social Media, Social Medium, Student Performance, Medical Education, Knowladge Synthesis. Kluster 4 dapat diidentifikasi dengan warna Kuning dan terdiri dari enam item, Assesment, Inquiry, Science Learning, Simulation, social study, Style [29] [30] [20]. Gambar 4. Network Visualisasi Keyword Dimensi lingkaran mencerminkan frekuensi kata kunci, di mana semakin besar lingkaran menunjukkan tingginya frekuensi atau seberapa sering kata kunci tersebut diperbincangkan dalam artikel ilmiah. Sebaliknya, semakin kecil lingkaran menunjukkan frekuensi yang lebih rendah atau seberapa jarang kata kunci tersebut dibahas dalam artikel ilmiah. Pada gambar 4 menunjukan kata kunci yang sering di pakai adalah “Student” dan “Bibliometric Analysis” [31] [32] [33]. Gambar 5. Overlay Visualisasi Keyword Informasi yang diperoleh dari hasil Overlay Visualization pada gambar ke-5 dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengidentifikasi dan menentukan state of the art dari penelitian dalam domain efektivitas pembelajaran Zoom terhadap komunikasi mahasiswa yang dilakukan pada periode 2020-2022. Dari analisis bibliometrik menggunakan metadata dari Publish or Perish yang diimpor ke dalam perangkat lunak Vosviewer, terhasil visualisasi Overlay. Dalam visualisasi ini, warna pada simpul (node) mencerminkan kata kunci yang menunjukkan tahun penerbitan. Sebagai contoh, kata kunci "zoom" memiliki simpul berwarna hijau, menandakan bahwa artikel yang mencakup kata kunci tersebut diterbitkan pada rentang tahun 2021-2022. Sebagai contoh lain, istilah "course" dalam visualisasi Overlay ditampilkan dengan simpul berwarna ungu, yang menunjukkan pembahasan oleh peneliti pada tahun 2020-2021. Gambar 6. Density Visualisasi Keyword Dari hasil Density visualisasi yang terlihat pada Gambar 6, dapat dikenali adanya area-area padat dengan tingkat kerapatan tinggi antar node. Kata kunci seperti siswa, proses pembelajaran, dan analisis bibliometri adalah beberapa contoh kata kunci yang telah diidentifikasi dan diindeks oleh Crossref. Tingkat kepadatan yang ditemukan, yang ditunjukkan dengan warna kuning, menunjukkan bahwa topik tersebut telah banyak diselidiki dan diindeks. Namun, node yang ditandai dengan warna gelap menunjukkan bahwa sedikit penelitian telah dilakukan tentang masalah ini. Hal ini dapat meningkatkan peluang untuk melakukan penelitian tentang topik-topik ini. Analisis bibliometrik density visual menunjukkan intensitas yang rendah, menunjukkan bahwa penelitian mengenai efektivitas pembelajaran zoom terhadap komunikasi siswa yang berkaitan dengan metaverse masih relatif rendah. Ini menunjukkan bahwa penelitian tentang topik tersebut masih sangat luas untuk diteliti [34] [35] [36].
Conclusion
Dari hasil penelitian ini, sudah teridentifikasi pemetaan berdasarkan jejak history atau tahun terbit penelitian, dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengenali dan menemukan perkembangan terkini dalam penelitian dibidang efektivitas dilakukan dalam kurun waktu 2020-2022. Hasilnya adalah visualisasi overlay dengan ditandai warna hijau yang berarti artikel yang menyebut kata kunci tersebut di publikasikan pada tahun 20212022 dan yang berwarna ungu pada tahun 2020-2021. Sementara itu, dapat dilihat dari analisis blibiometrik yang menggunakan visualisasi densitas bahwa terdapat wilayah padat yang telah banyak diteliti dan diindeks oleh Crossref.