Kembali
16
1
1999 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 2 · 2 ISSN 1410-5551

Jaringan Perpustakaan Digital

Institut Pertanian Bogor

Abstrak

Tulisan ini menjelaskan upaya membangun jaringan perpustakaan menggunakan suinber dayayang ada. Software database perpustakaan yang murah seperti CDS/ISIS dari UNESCO (http://www.unesco.org) digunakan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan khususnya di Indonesia. Software FreeWAIS (dapat diainbil dari http://www.lib.itb.ac.id/isis/resources.html) digunakan untuk menampilkan database dalam format CDS/ISIS tersebut ke dalam sebuah search engine yang dapat diakses dari internet melalui web (http://www.lib.itb.ac.id/isis). Saat ini jaringan perpustakaan memiliki 15 buah lebih database CDS/ISIS dari berbagai perpustakaan dilndonesia. Sedangkan jumlah server web untuk search engine CDS/ISIS di Indonesia dan sudah diintegrasikan dalam jaringan perpustakaan ini ada empat (4) buah yaitu di ITS, POll LlPI, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Lampung. Perpustakaan lain yang tidak memiliki server sendiri, bisa memanfaatkan fasilitas Free Hosting di server ITS. Seberapa perpustakaan telah memanfaatkannya antara lain: IPS, UNILA, UKM, SKKSN, dan lainnya. Untuk mengakomodasi diskusi diantara pustakawan Indonesia bisa menggunakan mailing list misalnya pustakawan@itb.ac.id. Sedangkan mailing list untuk diskusi antara pustakawan Indonesia dan Internasional bisa melalui librarynetwork@itb.ac.id. Saat ini, kita sedang mengupayakan'hubungan antara jaringan perpustakaan di Kanada dengan di Indonesia.

Introduction

1. Perpustakaan Digital Perkembangan Internet telah memberikan dampak terhadap perpustakaan khususnya di perguruan tinggi. Dengan dibangunnya masyarakat informasi ini, fungsi perpustakaan sebagai sebuah infrastruktur perguruan tinggi telah berubah dengan sangat cepat. Khususnya dalam hal aktivitas pencarian telah berubah dari "Book Searching" ke "Participating WorlEi Information Community." Sebuah perpustakaan digital adalah sistem untuk menuju World Information Community. Meski demikian, karena sistem 'ini memiliki banyak faktor yang bersifat eksperimental, dianjurkan untuk memulai melakukan apa yang mungkin dilakukan, tahap demi tahap, dan berusaha agar diperoleh hasil yang jelas tiap tahunnya. Disini seolah kita akan melalukan lompatan, langsung menuju Janngan perpustakaan digital. Namun sebenarnya yang kita lakukan adalah melakukan yang mungkin dilakukan Pembangunan perpustakaan digital yang sebenarnya, akan memakan biaya yangbesar, mulai dari penyediaan fasilitas katalog digital, pencarian informasi melalui CD-ROrvr, fasilitas self learning, multimedia, dan komunikasi elektronik. Saat ini, kita telah memiliki fasilitas katalog elektronik, baik menggunakan CDSIISIS, Dynix, maupun software lain seperti Access, Dbase III, dan sebagainya: Dan seperti disinggung di atas, kehadiran Internetini telah memberi dampak pada perpustakaan. Salah satu ciri dari keberadaan "perpustakaan digital", yaitu fasilitas pencarian katalog secara digital inilah yang akan kita manfaatkan untuk membangun "jaringan perpustakaan digital." Dan kita telah mengenal dan memanfaatkan Internet. Sagi sebagian orang di Indonesia, Internet bahkan telah menjadi kebutuhan. Mereka mencari informasi, berkomunikasi, dan bekerja dengan Internet. Ini merupakan indikasi bahwa pengguna akan bisa menggunakan sisteni elektronik yang dibuat pada jaringan perpustakaan. 2. Resource Jaringan Perpustakaan Digital di Internet Kita mengenal istilah Free Software di Internet. Ini merupakan faham yang sudah umum dan lama berkembang -·sejak adanya Internet, bahwa seharusnya software-software itu free dan be bas digunakan. Dari faham ini, muncullah sistem operasi -yang freeware dan kini terkenal seperti Unix FreeBSDdan Linux. Selanjutnya; berkembanglah softwaresoftware lain yang berjalan diatas OS tersebut dan juga free.Siapapun bisa berkarya membuat software yang bermanfaat dan menyebarkannya di Internet. Jika software tersebut banyak diminati orang karena manfaatnya, software terse but akan terus berkembang dengim dukungan semakin banyak orang. Kontribusi untuk perbaikan software tersebut terus diberikan sehingga terciptalah software yang bagus dan free. Software seperti ini banyak kita temukan di Internet. Dan, jika kita tertarik untuk mengembangk~m ,IT perpl!sta~aan, kita pun bisa menemukan software yang berhubungan ' denganny,a dilntemet. Yang cukup terkenal adalcih 'CDsJrSIS," yang dibuat oleh UNESCO khususnya bagi negara-negara berkembang. Kita memaflg sulit menemukan . perpustakaan di negara maju yang menggunak~lIi CDS/ISIS, orang di Internet, yaitu web browser. Kita bisa temukan software seperti wwwisis, ISISfreeWAIS, YNIS, dan lain-lain. Programprogram ini intinya merupakan gateway atau interface antara database CDS/ISIS dengan Internet. 3. Wais dan CDS/ISIS Dimulai dari tidak tahu sama sekali tentang software untuk perpustakaan, penulis mencoba menelusuri internet' menggunakan Yahoo. Tujuannya ingin mengetahui software apa yang terbaik untuk menampilkan database CDS/ISIS ke Internet. Beberapa software penulis temukan dan dicoba. Dan yang terbaik menurut penulis adalah WAIS yang telah dimodifikasi sehingga bisa membaca database CDS/ISIS tanpa perlu konversi. WAIS atau Wide Area Information Service sudah lama berkembang di Internet, dan telah lama menjadi sistem pencarian informasi untuk area yang luas. WAIS yang mendukung CDS/ISIS ini diberi nama ISIS-freeWAIS dan menggunakan protqkol search engine yang. terkenal yaitu Z39.50. Sebagian besar search. engine jaringan perpustakaan, diin,ternet menggunakan protokolini. Dengari'prQtokol ini pula database katalog mereka bisac:iictkses dari internet. Dengan Protokol Z39.50, komunikasi bisa dilakukan antar server .dengan server dan antara client dengan server. karena nierekaiidak, meridapat -ijiri untuk 4. Persyaratan Hardware dan Software ," ; ,menggunakannya. Tetapi sebenarnya., ' Software ini cukup powerful mudah, dan murah Software _ISlS:-fr~eWAI~ ini dapat; didownload khususnya bagi perpustakaan di Indonesia. 'bebas di internet (Iittp:ltWwW.lib.itb.ac.id/isiS ); Untuk dapat menginstalnya, 'sya;rat pertama Kekurangan CDS/ISIS adalah sifatnya yang adalah SDM, , Sumber Daya ;1~Manusia . .stand alone atau hanya bekerja di LAN saja. -; Diperlukan - SOM; yang' menguasai sistem Oleh karenanya sulit mengakses databasenya operasi UNIX citali lJNUX ka'rena software ini isecara remote sehingga penyebaran informasi berjalan diatas sistem operasi tersebut. Berikut di'" CDSIISIS " r'nanjaar'<terbatas. "Untuk ini persyaratanhardware dansbfiWare untuk mengatasi masalah ini, beberapa software membangun server WAIS: telah dibuat di Internet agar data CDS/ISIS bisa diakses melalui internet menggunakan program yang sudah umum digunakan oleh Hardware: • PC minimal Pentium 100 MHz • Memori minimal 32 MB • HD minimal 1 GB Software: • Sistem Operasi UNIX (Unix FreeBSD) atau LlNUX. • Memiliki IP Address dan terhubung ke jaringan baik intranet maupun internet. Agar hasil pencarian oleh server WAIS dapat ditampilkan melalui web, demikian juga dengan pemasukan kata kunci juga melalui web, perlu dipasang dua software pendukung, yaitu: • Server web, misal Apache. • Interface· dari WAIS ke web, dalam o hal ini kamimenggunakan program YNIS yang dibuat oleh netter dari Italy. 5. Kemampuan WAIS/ISIS Kemampuan (feature) yang dimiliki ISIS-freeWAIS ini antara lain: I. Oapat membaca database format CDSIISIS secara lang sung tanpa perlu konversi. Database format lain bisa . digunakan juga dengan cara dikonversi dulu ke format CDSIISIS. 2. Dapat diakses melalui internet, sehingga jangkauannya semakin luas. 3. Dapat berkomunikasi dengan server WAIS lain, sehingga dapat membentuk jaringan search engine . katalog COSIISIS. 4. Dapat digunakan untuk pencarian full teks. 5. Dapat menangani database dalam jumlah yang banyak Berikut ini gambar peta database yang telah menjadi koleksi server WAIS-ISIS Perpustkaan Pusat ITS. Gambar 1: Peta database katalog berdasarkan perpustakaan sumber 6. Cara kerja jaringan WAISIISIS ini adalah sebagai berikut: ]. Client, misal menggunakan web browser seperti Netscape atau Internet Explorer, membuka sebuah situs (misal http://www.lib.itb.ac.id/isis) yang memberi layanan pencarian " katalog CDSIISIS. Oi situs ini terdapat server WAISIISIS dan koleksi database dalam format CDSIISIS. Gambar 2a: Koleksi. database milik Perpustakaan Pusat ITS Gambar 2b: Koleksi database dari berbagai perpustakaan sumber 2: Client memilih satu atau lebih database. Database yang dipilih bisa yang berada di server tersebut maupun yang berada di server lain. 3. Selanjutnya pengguna diminta memasukkan sebuah kata kunci yang akan dicari berdasarkan jucful, pengarang, abstrak, maupun di seluruh field. Gambar3: Memasukkan kata kunci 4. Server akan mencari record database yang mengandung kata kunci tersebut pada database yang dipilih. Jika database berada lokal di server, pencarian dilakukan secara lang sung dan hasilnya dikirim ke client. Jika . database yang dipilih ada di server lain, makan server akan . mengirim kata kunci ke server remote yang dimaksud dan menunggu jawaban dari server remote' tersebut lalu mengirim hasilnya ke client. Gambar 4: Hasil pencarian Cara kerja diatas dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 5: Jaringan Wais . 7. Pemesanan <;i,:ln Reppon secara Qn.Lineh;·· Setelah melakukan pencarian dan ditemukan record yang dimaksud (gC3mbar dibawah), pengguna bisa. menghubungi. pustakClwanuotuk mendapatkan jnformasi lebih lanjut· tentang bagaimana mendapatkan bahan~ersebut. . ' .. Hal ini bisa dilakukan dengan cara: ~. Mengirim surat' melalui . pos .' ke a'iamat pustakawan pengelola (jika tidak tersedia email kontak) . .; • Mengirim perfanyaan atau pesanan' nlE:!laluiemaU ke alamatemail pustakawan yang mengelola dan memiliki database tersebut (jika tersedia email kontak). • Mengisipesanan atau pertanyaan langsung ke form isian yang telah disediakan.-Semua pesarian dimasukkan ke database yang setiap saat bisa dibuka lagi oleh pustakawan juga oleh " pengguna untuk melihat respon atau jawaban dari pustakawan. Gambar 6:" Menemukan informasi yangdibutuhkan Cara ketiga lebih' ;katena '""baik "pengunJung mmil,m.gll 'maupun pustakawan yang tidak memiliki email address dapat melnulis pesahan dan memberi respon melalui web dan akan tersimpan didatabase yang siapdibuka kapanpun d.an dimanapun melalui internet.Cara ini yangsekarang digunakan. Sebelumnya pengguna perlu menuliskan identitas dirinya seperti nama, ala mat surat, alamat email, dan pekerjaan~ Gambar 7: Registrasi pengguna Setelah registrasi ini, Nama Depan Nama Belakal\g pekeijaan OrgiU'iisa$i' , t;engkap Email ~a~SWoI'd koniirmPasswotd ICNRGITB', J l','Ganesha,"10 "Bandunq teih022..,2S1'4264 'li,smelJ@nelinonJib.aC:id e: I~ ,Ft l~ beberapa detik kemudian, pengguna akan mendapatkan account dan password untuk menulis pesanan dan membuka pesanannya, melihat respon pustakawan. Ini dilakukan secara'otomatis dan lDlSin'ail1 tidak perlu'AIi9~P:~du mel'icat:aflD,ilii' !Jntuk ;1<~peTIJlan ,rnendat~r)g. menunggu Nama ISiTlailfahrrii ' "" , '" persetujuan dari'PeRerjaan ,!V1a~E1s1s~ pustakawan. . ~tma~)J'ij'i ~~~":n.l., ·1 OJI,,,,,un 9 "1.W,~l ~264 Gambar 8: ... 'nllismail@i~~tmon:rtb.~c.id ' "" ", Penggunjung langsung mendapat 10 dan password Jika ingin menulis pesanan, pengguna diminta menuliskan accout dan password. Gambar9: I\n",,,,.:>c:,, Jika account dan password sudah terdaftar, pengguna dapat langsung mengisi form pesanan misal meliputi: • Kode panggi\ (bisa secara otomatis terisi) Yth;PQsiak~!!,pp,rrai. ' " Sa.¥a llerrmiksudmemeSlln'infomiasiibahan berikut ihi: .Krid~,pilriggil ;;!",dul "I004'INr I~ IINTE~'TJQ!'W,.,COI\lFERENCE:QNCOI~ Perii!Ue ICOmp,uterSocielyPress • ,Judul (bisa otomatis terisi) secara Penetbit ICtlmi'iU(l!lfS(lciEif)' Pr¢$S I~ 1121 • Pengarang (bisa otomatis terisi) secara ''(ahun 11985; , 1:12J • ,Keterangan: pesan yang ditulis pengguna untuk pustakawan. Gambar 10: Mengisi form pesanan S~telah menekan tombol penglnman, pesanan akan masuk ke database dan akan dikirim juga ke email address pustakawan. Dengan cara ini pustakawan . akan tahu bahwa ada pengunjung yang mengirim pesan untuk dijawab. Pustakawan yang akan memberi respon diminta juga untuk menuliskan account dan password, agar tidak semua orang bisa memberi respon dengan tak bertanggung jawab. Gambar 11: Login bagi pustakawan Login Password Jika account dan password benar pustakawan bisa membuka daftar pesanan yang harus direspon. Selain itu dia juga dapat akses untuk melihat log pengunjung dan daftar pengunjung. Selamat Diiian9 Sdr.·PustakawanPP.ITB, Anda iermasuk dalam:Group·' PuStakawan. Apayang,inginAnda laktlkan? o Melihat LQ9.pernakai~nWAlSllSIS 0Melihaf dan nierespon .daftar pesanari daripengunjting· Gambar 12: Fasilitas yang dimiliki oleh pustakawan Gambar 13: Daftar pesanan Gambar 14: Menulis respon Respon yang ditulis ole,h pustakaw;:ln, akan'dimasukkan juga ke database sehingga bisa dibuka oleh pengunjung setelah memasukkan account dan passw6rdnya. Gambar 15:ID dan password un!ukmelihatstatus pesanan Pengunjung hanya akan bisa melihat respon untuk dirinya saja. Gambar 16: Status pesanan dilihat dari web Jika pengunjung memiliki email address, respon akan dikirim juga melalui email. Ismail fahrm JI.Gilh&Slia 10BaridlihgleL022.251:4264 ismair@neftnon: ilb.~cLid . • te:'Thu, ll:Fe~ 199918;:fl9:·'67 GMT '. Uebmaster PP lTa <uu(J@l..!uu;lib. i tb .ac .ld> lsmail@l'letmon .. l.tb .. ac.id Respon.daHPP ITB Gambar 17: Respon pustakawan yang diterima pengunjung via email iaya CQPY Rp69. 9 per h~mbar . ' . lahkan kirimkePP .JTBvia lJeselatauke rekening 123445567896 . rang dikIrimsele1ahblaya ditetima. erimakasih . Untuk melerigkapi server dengan kemampuan on line yang menarik di atas,ada bebarapa software yang perlu dipasang di server, yaitu: • Server database. Penulis menggunakan MySQL. • Scripting language yang terintegrasi dengan server web se6agai modul. Penulis menggunakan Personal Home Page (PHP)' sebagai modul server web Apache. 8. SIPISIS ke Internet Sistem . Informasi Perpustakaan berbasis CDSIISIS (SIPISIS) yang dibuat o/eh pustakawan IPB telah membuat CDSIISIS menjadi software yang cukup powerfull untuk menangani sirkulasi. Dalam perkembangan ke depan, riset yang penulis lakukan telah melihat kemungkinan bahwa informasi sirkulasi ini juga bisa diakses melalui internet, sehingga pengunjung bisa melihat apakah buku yang diabutuhkantersedia, sedang dipinjang, dan sebagainya. 9. Bergabung dengan jaringan WAISIISIS Saat ini perpustakaan sudah ditunttituntuk bisa melayani pemakai dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin umum dan semakin berkembang pesat dikalangan masyarakat Indonesia, yaitu internet. Memang tidak semua pengguna siap dengan layanan melalui internet, tetapi yang kita lakukan adalah investasi untukmasa depan.' Kita berpikir beberapa tahun ke depan, dua atau tiga tahun lagi, sa at semua bangsa sudah memiliki infrastruktur informasi dan telekomunikasi globalnya. Bangsa Indonesia pun sudah mempersiapkan diri ke arah tersebut, misal dengan konsep Nusantara-21, Telematika, dan lain-lain. Kita perlu bersiap diri. Kita mulai dari tahap yang bisa kita lakukan. Kita memiliki database dan sudah dalam bentuk elektronik (CDS/ISIS, Dynix, Access, Excel, Dbase III, dan lain-lain). Sebagian sudah memiliki akses ke internet baik secara dial up maupun dedicated. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mencoba membuka akses bagi pemakai untuk memanfaatkan database katalog kita melalui internet. Tujuan kita adalah untuk membiasakan diri kita sendiri dan pengguna dengan teknologi baru yang di masa depan pasti akan digunakan. Jika kita memiliki koneksi dedicated ke internet, kita bisa pasang sendiri server WAIS di perpustakaan, dan bersama-sama membentuk jaringan search engine katalog. Jika kita hanya memiliki koneksi lewat dial up – yang saat ini pulsa telepon semakin mahal – kita bisa menitipkan database katalog kita ke server lain yang menyediakan layanan hosting seperti dapat dilihat contohnya di http://www.lib.itb.ac.id/isis/all.html. Jika keduanya tidak kita miliki, kita bisa konsentrasikan pada digitalisasi katalog dalam database yang disukai (kami merekomendasikan CDS/ISIS yang murah meriah). Para pustakawan dan pengguna setempat dibiasakan dahulu dengan CDS/ISIS. Pada saatnya nanti jika fasilitas internet sudah masuk, database sudah siap untuk ditampilkan. 10. Database Penelitian Lokal Mungkin di setiap perguruan tinggi, telah dilakukan upaya untuk memasukkan abstrak penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa dalam bahasa inggris ke database CDS/ISIS. Database seperti ini sangat diperlukan dan dalam kerangka kerja sama dengan pihak luar negeri (perpustakaan dan peneliti luar negeri), informasi di atas sangat diperlukan. Terlebih informasi penelitian tentang kondisi Indonesia sendiri. Dari database-database ini nantinya akan dapat dibentuk jaringan database penelitian di Indonesia yang sangat bermanfaat dan merupakan cikal bakal dan langkah awal untuk meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai knowledgebase. Perumusan format standard untuk beberapa database yang penting, seperti abstrak, katalog, dan sebagainya.

Conclusion

Pada penelitian ini telah dibuat sebuah server search engine untuk katalog perpustakaan pusat ITB serta perpustakaan lain yang menyimpan datanya di server ini. Server ini dapat diakses dari internet dengan alamat http://www.lib.itb.ac.id/search.html dan http://www.lib.itb.ac.id/isis/ Saat ini telah ada 12 perpustakaan di Indonesia yang tergabung dalam CDS/ISIS NET. Empat perpustakaan telah memiliki server sendiri dan terintegrasi dengan baik dalam CDS/ISIS NET. Katalog buku, majalah, abstrak dan sebagainya yang tersimpan dalam format CDS/ISIS telah dapat diakses melalui internet. Database dalam format lain yang dapat dikonversi ke format CDS/ISIS juga memungkinkan untuk ditampilkan di internet. Permintaan informasi dan pemesanan melalui internet telah dimungkinkan, dengan dukungan sistem database.