SERANGAN MILLENIUM BUG TAHUN 2000: Apakah berdampak bagi sistem jaringan perpustakaan ?
N/A
Introduction
Tahun 2000, saat Millenium III, sebentar lagi datang! Apa yang akan terjadi pada saat pergantian tahun 2000 nanti? Detik-detik pergantian tahun tersebut, bagi sebagian orang akan menganggap seba-gai dunia penuh dengan teknologi dan infor-masi abad 21. Akan tetapi banyak juga orang yang menghadapi waktu ini dengan perasaan was-was, serba takut, pesimis dan perasaan negatif lainnya. Perasaan ini timbul karena ke-mungkinan berkaitan dengan adanya kekacau-an akibat apa yang dinamakan dengan Mille-nium Bug. Apakah "Millenium Bug" ini? Sebangsa hewan, manusia, virus atau apa? Mari kita klarifikasi masalah ini! Millenium Bug adalah kesalahan pada program komputer akibat penggunaan format dua digit untuk mempresentasikan tahun. Gara-gara masalah ini, maka pada tanggal 1 Januari 2000 nanti, dimungkinkan terjadi banyak kekacauan. Misalnya, kita tidak dapat menarik uang pada ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine), bunga deposito tiba-tiba minus, tagihan telepon, listrik, air PAM melonjak tajam, sistem lampu merah di persimpangan jalan tidak berjalan dengan semestinya, jalannya lift di gedung-gedung kacau, dan sebagainya. Semuanya terjadi keanehan-keanehan, dimana fenomena keanehan ini bisa diterima secara logika-ekali. Sebetulnya, sejak tahun 1988 sudah dilontarkan issu bahwa issu Millenium Bug atau orang juga menyebutnya "Year 2000 Problem" (Y2K Problem). Permasalahan ini sendiri bukan hal yang baru, karena penggunaan format dua digit untuk menunjukkan tahun telah lama digunakan di berbagai sektor aktivitas yang menggunakan perhitungan komputer. Hingga tahun 1970-an, komputer masih menggunakan Punched card yang hanya mampu menampung data sebanyak 80 karakter. Selain itu, memori komputer juga masih sangat kecil, sehingga penggunaan data harus seefisien mungkin. Padahal harga Punched Card masa itu sangatlah mahal, sehingga diperlukan penghematan dua karakter. Dengan demikian, solusi yang dilakukan adalah pemakaian dan penggunaan format "dd-mm-yy" (kepanjangan dari day=tanggal, month=bulan dan year=tahun). Contohnya: untuk tanggal 21 Mei 1998 akan diwakili dengan penulisan "21-05-98". Kesalahan Penghitungan Cara tersebut diatas tidak akan menimbulkan masalah sampai akhir tahun 1999, alias aman dan tidak ada resiko kesalahan pencatatan dan penghitungan. Namun, mulai tanggal 1 Januari 2000, komputer akan mengalami kebingungan, karena pada tanggal tersebut akan menjadi "010100". Komputer akan menganggap 00 menunjukkan tahun 1900 bukannya tahun 2000. Akibatnya, komputer akan melakukan perhitungan-perhitungan yang aneh, salah dan semuanya serba membingungkan!. Dalam perbankan misalnya bisa jadi kita bukannya akan mendapat bunga tetapi malah memiliki hutang. Atau cicilan kredit kita akan menjadi luar biasa mahal dan tingginya. Bagaimana mungkin? Misalnya, kita mengambil kredit rumah type 21-RSS (Rumah Sedikit Semennya, atau Rumah Sangat Sedih, atau istilah lainnya barangkali Anda punyai) selama 15 tahun dan akad kreditnya dilakukan pada tahun 1995. Menurut perhitungan yang benar, kredit dan perhitungan bunga yang benar dan harus lunas dibayar adalah tahun 2010. Namun, Millenium Bug membuat perhitungan ini menjadi 10-95 = -85. Jika komputer mengambil harga absolut perhitungan tersebut maka bunga cicilan kredit yang harus kita bayar akan sangat mahal karena jangka waktu yang seharusnya 15 tahun menjadi 85 tahun, dimana pelunasan akan jatuh pada tahun 2080 ! Padahal ini terjadi pada masyarakat Tentu, saya akan menyalin teks dari gambar yang Anda berikan. kecil kelas bawah, yang sudah jatuh makin jatuh lagi, alias berba krisis. Inipun akan berlaku pula pada bidang perpustakaan yang telah menggunakan sistem komputerisasi dalam operasionalisasinya. Termasuk didalamnya pada sistem peminjaman, pengembalian, sistem denda, pencatatan statistik dan sebagainya, seperti yang telah dikembangkan dengan gencarnya oleh Tim SIPISIS UPT Perpustakaan IPB tiga tahun terakhir ini pada program SIPISIS. Sistem peminjaman yang diberlakukan di UPT Perpustakaan IPB adalah peminjaman dengan jangka waktu sehari dan 2 minggu (dan telah mengkonversi hari-hari libur). Kini masalah ini sudah diantisipasi melalui SIPISIS versi 3.0 dengan formula 4 digit untuk tahun. Bila misalnya seorang peminjam melakukan transaksi pada tanggal 31 Desember 1999 dan kembali pada tanggal 02 Januari 2000 untuk meminjamkan kembali (karena tanggal 01 Januari 2000 dianggap libur dan tidak diperhitungkan terhadap lamanya peminjaman). Maka, apabila buku dikem-balikan pada tanggal 02 Januari 2000 secara tepat waktu, peminjam akan terkagetkaget dan mungkin marah serta kesal kepada petugas meja sirkulasi, karena di komputer akan tertera hari keterlambatan dalam perhitungan selama 98 tahun (baca: sembilan puluh sembilan tahun!), karena perhitungan dua digit tersebut. Tahun 2000 dibaca 00, sementara tahun 1999 dibaca 99. Dengan perhitungan mundur, dihitung 99-00 menjadi = -99 !? Anda dapat bayangkan bila itu terjadi! Mengapa Millenium Bug bisa terjadi? Kemungkinan hardware dan software yang dikembangkan sebelum munculnya isu millenium bug, selalu diasumsikan kompatibel dengan versi terdahulu. Metodologinya tetap sama, hanya saja lebih besar dan lebih cepat. Pasalnya, jika diubah maka diperlukan pekerjaan tambahan untuk mengkonversi semua file-file yang digunakan. Kecenderungan sekarang, pada dua tahun terakhir, aplikasi yang dibuat umumnya sudah Y2K compliant atau tidak mengalami masalah millenium bug lagi. Solusi Millenium Bug Mengingat pentingnya masalah "MB" ini, terutama dalam dunia perbankan termasuk bidang teknologi informasi, maka Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan bahwa sistem komputerisasi perbankan nasional harus sudah bebas masalah millenium bug paling lambat tanggal 31 Desember 1998. Di negara maju, penggunaan komputer sudah merambah ke setiap segi kehidupan masyarakat. Langkah-langkah untuk mengatasi masalah Y2K ini, bahkan sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Pada kenyataannya, memang belum ada yang berpengalaman mengenai Y2K ini karena persoalannya sendiri belum terjadi dan bahkan belum dihadapi (baca: akan dihadapi!). Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk tindakan preventif dalam menghadapi millenium bug ini meliputi assessment, strategic planning, implementation, testing dan public announcement. Tahap Assessment merupakan tahap analisis terhadap seluruh sistem. Pada tahap ini dilakukan inventarisasi seluruh sistem, baik software maupun hardware, dan dideteksi bagian mana yang mengalami masalah millenium bug. Seluruh program aplikasi, termasuk software komunikasi, computer, sistem operasi dan komputer serta BIOS, perlu dicatat. Inventarisasi hardware tidak hanya komputer, tetapi juga peralatan lain seperti mesin ATM, alat gesek kredit, kontrol ini, dan lain-lain. Lebih lanjut dalam analisa assessment, dapat ditentukan sejauh mana dampak masalah millenium bug terhadap sistem sehingga dapat disusun skala prioritas, bagian mana saja yang paling kritis dan berakibat fatal. Bagian inilah yang didahulukan penanganannya untuk diperbaiki (problem solving). Selain itu, yang cukup berpengaruh pada tahap strategic planning adalah masalah finansial. Pada tahap ini diputuskan, apakah masalah Y2K ini diserahkan pada konsultan sepenuhnya, melakukan up-grade dengan melakukan outsourcing. Tahapan berikutnya adalah yang tergolong sangat kritis ialah implementasi solusi Y2K dan pengujian hasilnya. Pada tahap pengujian, harus dipastikan bahwa masalah Y2K di semua bagian sistem telah lulus uji. Tidak heran jika pada tahapan ini dibutuhkan cukup banyak sumberdaya dan waktu relatif lama karena semua kemungkinan harus diuji (testing). Setelah tahapan tersebut dilalui, selanjutnya dilakukan penyampaian informasi yang transparan kepada khalayak publik (public announcement). Pengumuman ini bertujuan bahwa sistem dan perangkatnya telah lulus uji Y2K (Y2K compliant). Hal ini diperlukan agar di kemudian hari tidak muncul tuntutan (komplain) dari para konsumennasabah yang merasa dirugikan. Perlu juga dipikirkan suatu lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat lulus uji terhadap masalah Y2K ini. Di Luar Negeri ada lembaga yang mengeluarkan kelulusan uji ini, misalnya adalah ITAA (Information Technology of America). Permasalahannya sekarang ini adalah bagaimana kesiapan dunia perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang dalam dekade terakhir ini mengembangkan sistem jaringan automasi. Apakah sudah dilakukan tindakan dan langkah-langkah preventif terhadap Millenium Bug ini? Dengan kata lain, apakah memang berdampak juga pada sistem jaringan automasi yang dikembangkan di dunia pusdokinfo? Problem ini paling tidak juga harus dilakukan antisipasi ke depan, mumpung masih ada "sedikit" waktu menjelang tanggal 1 Januari 2000. Sebagai contoh Tim Automasi UPT Perpustakaan IPB telah mengadakan revisi terhadap formula penulisan dua digit ini, terutama pada penulisan angka tahun menjadi empat digit. Ini telah diterapkan hingga tanggal 01 Januari 1999 ditulis dengan 01-01-1999, bukan 01-01-99 seperti pada sistem penulisan tanggal SIPISIS 2.7 yaitu versi sebelumnya. Proses ini tidak perlu menunggu atau menghentikan transaksi yang sedang berjalan tiap hari di pelayanan sirkulasi (peminjaman, pengembalian, perpanjangan, denda pemesanan atau pencatatan statistik-nya). Dengan membiarkan transaksi yang telah berjalan, walaupun ada sedikit kebingungan dalam perhitungan, akan tetapi dengan jangka waktu uji coba selama satu bulan (pada bulan Pebruari 1999), proses perhitungan transaksi kembali berjalan normal dan aman (Mas Budiyono P. Seputra).