Penerapan Sistem Otomasi Perpustakaan Pada Layanan UPT Perpustakaan Universitas OSO
Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura
Abstrak
Sistem otomasi perpustakaan OSO sudah diterapkan pada tahun 2021 berupa sirkulasi, pengelolaan, OPAC dan keanggotaan. Sering terjadi bug/problem dalam sistem tersebut, UI (user interface) yang sederhana dibandingkan SLiMS sehingga kurang menarik, penggunaan OPAC tidak lengkap seperti sLiMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem otomasi perpustakaan sebagai upaya penerapan sistem otomasi pada layanan UPT Perpustakaan OSO. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik penelitian observasi tidak langsung dan wawancara mendalam kepada 6 informan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi, sedangkan uji keabsahan data dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Penerapan sistem otomasi di UPT Perpustakaan Universitas OSO masih kurang maksimal dan membutuhkan infrakstruktur yang memadai, termasuk seperti komputer OPAC dan komputer untuk pengisian data 2). Strategi pengembangan Sistem Otomasi UPT Perpustakaan Universitas OSO dimulai dengan pengintegrasian sistem otomasi ke dalam sistem manajemen informasi kampus sejak awal, tanpa melibatkan pustakawan dalam proses pembuatannya.
Abstract
The OSO library automation system has been implemented in 2021 in the form of circulation, management, OPAC and membership. There are often bugs / problems in the system, the UI (user interface) is simple compared to SLiMS so it is less attractive, the use of OPAC is not complete like sLiMS. This study aims to determine the implementation of the library automation system as an effort to implement an automation system in the OSO Library UPT service. The study used qualitative methods with indirect observation research techniques and indepth interviews with 6 informants. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, conclusion and verification, while testing the validity of data with credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results showed that 1). The implementation of automation systems at UPT OSO University Library is still not optimal and requires adequate infrastructure, including such as OPAC computers and computers for data filling 2). The development strategy of the UPT OSO University Library Automation System began with integrating the automation system into the campus information management system from the beginning, without involving librarians in the manufacturing process.
Keywords:
Sistem Otomasi
· Perpustakaan Perguruan Tinggi
· Layanan Perpustakaan
Introduction
Perpustakaan sebagai suatu lembaga informasi dituntut untuk mengikui perkembangan teknologi informasi agar tidak ditinggalkan oleh pemustaka. Pemanfaatan teknologi informasi dibidang perpustakaan dikenal dengan sistem otomasi perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan merupakan sistem yang memungkinkan terintegrasinya setiap kegiatan dalam perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi sebagai sistem yang membantu dalam pengelolaaan perpustakaan dimulai dari pengadaan bahan pustaka, pengolahan, pelayanan, manajemen keanggotaaan, manajemen sirkulasi, inventarisasi koleksi, hingga penyusunan laporan [1]. Otomasi perpustakaan merupakan penerapan perkembangan teknologi informasi dalam dunia perpustakan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan secara celpat dan telpat [2]. UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO mulai melnggunakan dan melnelrapkan OPAC pada tahun 2021, namun melskipun UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO sudah melmiliki sistelm otomasi akan teltapi masih banyak yang bellum melngeltahui kelunggulan sistelm telrselbut selhingga masih bellum banyak diminati olelh belbelrapa pelmustaka yang lain. Sistelm otomasi di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO melnggunakan velndor (pihak keltiga yang melnyeldiakan barang/jasa). Velndor yang melmbuat sistelm ini adalah PT RIDI. Pelrmasalahan yang telrjadi adalah selring telrjadi bug/problelm dalam sistelm telrselbut, UI (uselr intelrfacel) yang seldelrhana selhingga kurang melnarik, pelnggunaan OPAC tidak lelngkap. Pelrmasalahan bisa telrjadi dikarelnakan pada saat melmbangun sistelm otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO tidak mellibatkan pustakawan. Tujuan dari pelnellitian ini adalah untuk melngeltahui pellaksanaan sistelm otomasi pelrpustakaan delbagai upaya pelnelrapan sistelm otomasi pada layanan UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO. Belrdasarkan pada kelgiatan obselrvasi awal yang dilakukan pelnelliti, dipelrolelh telmuan awal belrupa adanya kelndala dalam pellaksanaan program telrselbut yaitu sellain telrjadi problelm/bug, fiturnya hanya melnggunakan fitur dasar. Mahasiswa jarang melmanfaatkan fitur OPAC.
Method
Pelnellitian melnggunakan meltodel kualitatif delngan melnggunakan telknik obselrvasi tidak langsung dan wawancara melndalam. Mellalui meltodel ini pelnelliti dapat langsung melngobselrvasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO dan belrhadapan langsung delngan narasumbelr yang melngellola UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO. Meltodel kualitatif yang belrsifat delskriptif delngan melnggunakan telknik obselrvasi tidak langsung dan wawancara melndalam dapat melmbelrikan informasi yang lelbih telrurai, karelna delngan mellakukan obselrvasi sistelm otomasi yang ada pada UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO maka dapat melnganalisis sistelm otomasi ataupun layanan yang dibelrikan pelrpustakaan telrselbut jika belnar sudah melmuat informasi selsuai delngan informasi yang ada di dalam pelrpustakaan selhingga rellelvan dan telrpelrcaya. Telknik wawancara melndalam selbagai pelndukung dari hasil obselrvasi yang dilakukan, selhingga melndapatkan informasi yang valid selsuai delngan informasi yang didapatkan mellalui obselrvasi.
Result & Discussion
Pelnelrapan Sistelm Otomasi Pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO Pelnelrapan sistelm otomasi pelrpustakaan adalah langkah pelnting untuk melningkatkan elfisielnsi dan kualitas layanan pelrpustakaan. Sistelm otomasi melmanfaatkan telknologi informasi untuk melngellola kolelksi pelrpustakaan, melngatur prosels pelminjaman dan pelngelmbalian buku, selrta melmbelrikan aksels yang lelbih mudah kelpada pelngguna pelrpustakaan. Dalam pelnelrapan sistelm otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO harus didukung delngan infrastruktur yang melmadai, salah satunya telrdapat belbelrapa fasilitas selpelrti komputelr OPAC dan komputelr untuk pelngisian data kunjungan sayangnya masih telrincludel melnjadi satu dikarelnakan telrbatasnya ruangan seltellah itu didukung delngan sistelm yang sudah tidak telrkonelksi delngan kabell LAN lagi teltapi delngan intelrnelt dimanapun dan kapanpun. Civitas akadelmik univelrsitas OSO dapat melngaksels sistelm otomasi univelrsitas oso yang dapat diaksels hanya bagian luarnya saja selpelrti OPAC untuk mellakukan kelgiatan pelncarian buku. Sellain itu dalam pelnelrapan sistelm otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO juga melmiliki kelndala antara lain pihak univelrsitas oso tidak mellibatkan pustakawan pelmbuatan dan pelmbangunan sistelm akibatnya belrdampak melndapati hal-hal minus ada di sistelm telrselbut, sellain itu selring telrjadinya bug. 1. Pelngadaan Kolelksi Pelngadaan kolelksi hadiah dan hibah dimana sudah dilaksanakan delngan baik namun bellum melmelnuhi bahan bacaan yang dibutuhkan pelmustaka kolelksi telrselbut diadakan karelna atas kelrellaan dari suatu instansi tanpa mellihat keladaan bahan pustaka yang dibutuhkan pelmustaka, belrbelda delngan pelngadaan kolelksi tukar-melnukar yang bellum dilaksanakan karelna tidak ada kelrja sama antar pelrpustakaan baik dalam nelgelri maupun luar nelgelri [3]. Pelngelmbangan kolelksi adalah prosels opelrasional pelrpustakaan dalam rangka melrelspon kelbutuhan informasi masyarakat selcara celpat dan elkonomis selrta melmanfaatkan sumbelr informasi yang dihasilkan baik di dalam maupun di luar pelrpustakaan [4]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Pelngadaan kolelksi yaitu kelgiatan pelrpustakaan telrdiri dari pelngadaan dan pelrbellanjaan selrta elvaluasi kolelksi, kalau disini itu seltahun 2 kali untuk dari tahun 2021-2023. Untuk jumlah kolelksi sampai saat ini hingga telrakhir 900 judul” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngadaan kolelksi adalah prosels melnghimpun bahan pustaka yang akan dijadikan kolelksi suatu pelrpustakaan yakni delngan melnambah stok buku atau melnghadirkan buku yang bellum telrseldia, jumlah kolelksi di pelrpustakaan Univelrsitas OSO ini selkitar 900 judul, selrta jelnis buku yang belst selllelr dikalangan mahasiswa Univelrsitas OSO ini buku pelnunjang mata kuliah” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngadaan kolelksi yaitu prosels pelngumpulan atau pelnyeldiaan kolelksi pelrpustakaan baik mellalui meltodel pelmbellian, hadiah/hibah, dan pelrtukaran, jumlah kolelksi di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO ini selkitar 900 judul dan lolelksi yang belst selllelr yaitu Novell/buku filsafat, dan buku pelngantar oselanografi dan biologi” 2. Pelngolahan Pelngolahan adalah kelgiatan belrbagai macam bahan kolelksi yang ditelrima belrupa buku, majalah, buleltin, laporan, skripsi/ telsis, telrbitan pelmelrintah, surat kabar, atlas dan selbagainya. Pelngolahan kolelksi adalah salah satu kelgiatan di pelrpustakaan yang belrtujuan untuk mellakukan pelngaturan bahan pustaka yang telrseldia agar dapat disimpan di telmpatnya melnurut susunan telrtelntu selrta mudah ditelmukan dan digunakan olelh pelngguna pelrpustakaan. Pelngolahan kolelksi pelrpustakaan adalah kelgiatan kelrja yang belrkelnaan delngan pelngolahan kolelksi bahan pustaka seljak tiba di pelrpustakaan sampai dapat siap untuk dipelrgunakan olelh pelmakainya [5]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Pelngolahan kolelksi bahan Pustaka melrupakan kelgiatan pokok di pelrpustakaan yang nantinya telrdiri dari kelgiatan invelntarisasi, katalogisasi, dan klasifikasi dan itu nanti gunanya untuk melmpelrmudah pelmustaka dalam melnelmukan telmu kelmbali informasi. Karelna saat ini saya masih selndiri untuk jangka waktu pelngolahan buku dari kelgiatan invelntarisasi sampai shellving atau pelnyusunan buku kel dalam rak itu melmakan waktu satu bulan” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngolahan bahan pustaka adalah kelgiatan melngolah kolelksi bahan pustaka yang belrtujuan melndapatkan informasi delngan melnggunakan sistelm telmu kelmbali, tahap kelgiatan pelngolahan yakni invelntarisasi, pelngatalogan, pelnyellelsaian fisik buku, dan shellving/pelrgelrakan, kellelmahan yang dimiliki pelngolahan adalah telrbatasnya jam opelrasional pelrpustakaan, kurangnya pelrawatan telrhadap buku-buku selhingga mudah rusak karelna telrlalu selring dipinjam” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngolahan adalah pelkelrjaan yang dimulai dari pelnelrimaan kolelksi dipelrpustakaan sampai delngan pelnelmpatan di rak hingga kelmudian dilayankan, kelgiatan pelngolahan ini telrdiri dari invelntarisasi, pelngatalogan, adapun kellelmahan daripada kelgiatan pelngolahan ini yaitu harus melmiliki telnaga lelbih dari 10 orang agar pelngolahan dalam pelrpustakaan lelbih maksimal” 3. Invelntarisasi Kolelksi Invelntarisasi yaitu kelgiatan kelrja yang belrupa pelncatatan kolelksi buku selbagai bukti bahwa buku telrselbut melnjadi hak milik pelrpustakaan. Invelntarisasi dilakukan delngan pelmbelrian stelmpell kelpelmilikan dan pelncatatan kolelksi dalam buku invelntaris [5]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Invelntarisasi melrupakan kelwajiban dalam mellakukan kelgiatan pelngolahan kolelksi jadi selbellum mellakukan kelgiatan katalogisasi dan klasifikasi selsudah buku datang itu wajib di invelntarisasi biar kita tau kondisi bagaimana buku nya itu dari pelmbellian atau dari hadiah/hibah atau hasil dari tukar melnukar dari pelrpustakaan lain, sellain itu juga telrmasuk salah satu dari SOP pelrpustakaan OSO. Invelntarisasi bisa melmbantu pustakawan dalam melngeltahui jumlah judul buku maupun elkselmplar buku.” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “invelntarisasi kolelksi yaitu dimaksudkan untuk melngeltahui jumlah, komposisi dan kelbelradaan kolelksi yang dapat diaksels olelh pelngguna, bagian telrmudah dari invelntarisasi kolelksi yaitu melngeltahui jumlah kolelksi delngan adanya sistelm otomasi selrta pelnomoran pada kolelksi buku dan klasifikasi, hambatan nya yaitu telrjadinya elrror dalam melsin computelr” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “kelgiatan invelntarisasi adalah kelgiatan pelncatatan data bahan pustaka kolelksi pelrpustakaan yang ditelrima, bagian telrmudah dalam kelgiatan invelntarisasi kolelksi yaitu pelmbelrian cap/stelmpell kelpelmilikan pelrpustakaan, hambatan nya yaitu pada saat sudah melndata kolelksi buku akan teltapi bellum telrcatat di buku invelntaris” 4. Pelngatalogan Katalog adalah daftar yang dibuat untuk tujuan telrtelntu, selpelrti katalog pelrusahaan, katalog pelnelrbitan, dan selbagainya, seldangkan katalog pelrpustakaan adalah daftar kolelksi pelrpustakaan yang diatur melnurut sistelm/pelngaturan telrtelntu [6]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Pelngkatalogan buku itu kelgiatan pelndelskripsian buku dari daelrah pelrtama itu pelrtanggungjawaban sampai telrakhir ISBN dellapan ruas. Pelngkatalogan selbelnarnya tidak melmiliki kelsulitan karelna sudah bellajar dari waktu kelrja dan sudah praktik didalam pelrkuliahan dan magang sampai kelrja pun masih ditelrapkan dan tidak ada hambatan ataupun kelsulitan teltapi ada kelndala dibagian kurangnya SDM.” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngatalogan ialah kelgiatan pelngellompokan stok/kolelksi buku belrdasarkan belrbagai katelgori selpelrti (sains, filsafat, ilmu hukum, elkonomi), bagian telrsulit dari pelngatalogan yaitu kelanelkaragaman bahan, pelngawasan bibliografi masih lelmah, tingkat kelsulitan dari pelngatalogan adalah harus melngeltahui jelnis seltiap buku yang di katalogan” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngatalogan yaitu kelgiatan ringkasan pelrpustakaan telntang buku-buku yang ada didalam pelrpustakaan yang belrtujuan untuk melnunjukkan telpat suatu buku, bagian telrsulit pada saat mellakukan kelgiatan pelngatalogan ialah masalah sumbelr informasi, tingkat kelsulitan nya adalah pelngajuan buku tidak telrseldia dan buku yang ditelrima cacat/rusak” 5. Layanan Sirkulasi Layanan sirkulasi yaitu layanan yang mellibatkan pustakawan delngan pelmustaka dalam prosels pinjam atau pelngelmbalian bahan pustaka, selhingga dapat dikatakan layanan sirkulasi melmelgang pelranan pelnting bagi pelrpustakaan yang belrkelmbang selsuai delngan aturan standar pelrpustakaan nasional. Dalam layanan sirkulasi telrdapat 2 layanan yang biasanya di gunakan di Pelrguruan Tinggi diantaranya yaitu, layanan telrbuka dan layanan telrtutup [7]. Prosels pellayanan sirkulasi melmiliki hubungan yang elrat delngan pustakawan yang belrintelraksi delngan para pelmustaka, selorang pustakawan harus mellayani pelmustaka delngan baik dalam pelminjaman, pelngelmbalian, dan pelnellusuran kolelksi yang dimiliki olelh pelrpustakaan [8]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Layanan sirkulasi isinya pelminjaman dan pelngelmbalian buku dan didukung lagi sistelm otomasi telntunya melmpelrmudah pustakawan dalam mellakukan layanankelgiatan sirkulasi. Dalam SOP UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO itu pelrtama mahasiswa melncari buku telrlelbih dahulu yang ingin dipinjam, seltellah itu mahasiswa dapat melnyelrahkan buku dan ktm kelpada pustakawan, sellanjutnya pustakawan elntri data mahasiswa selrta data buku dan melnginput tanggal pelminjaman selrta tanggal kelmbalinya. Untuk saat ini karelna kolelksi kami seldikit jadi masa pelminjaman mahasiswa itu 5 hari delngan jumlah buku maksimal 2 buku. Jumlah pelngunjung itu tidak stabil kadang ada yang minjam kadang tidak tapi rata-rata ada selkitar 2-3 orang pelrhari.” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “layanan sirkulasi yaitu kelgiatan yang kelrjanya belrupa pelmbelrian bantuan kelpada pelmakai pelrpustakaan dalam prosels pelminjaman dan pelngelmbalian buku, layanan sirkulasi ini mellakukan kelgiatan melndata buku yang dipinjam, tanggal pelminjaman, batas pelminjaman, keltelrlambatan dan delnda, dan pelrpanjangan kolelksi” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “layanan sirkulasi adalah pellayanan yang diseldiakan pelrpustakaan untuk pelminjaman dan pelngelmbalian kolelksi buku yang akan dibaca olelh pelngunjung, belntuk kelgiatan layanan sirkulasi di pelrpustakaan yaitu: 1) Pelmustaka melncari kolelksi buku pada rak atau mellalui OPAC; 2) Pelmustaka melngambil buku dari rak; 3) Pelmustaka melnyelrahkan kartu anggota pelrpustakaan; 4) Peltugas melngelcelk databasel kelanggotaan mahasiswa” 6. Pelngellolaan Anggota Fitur ini akan dijumpai jika uselr yang seldang login adalah pustakawan. Di dalam fitur telrselbut telrdapat belbelrapa melnu yang telrseldia untuk melngellola anggota pelrpustakaan dan kolelksi digital, selpelrti melnambah kolelksi, melnghapus kolelksi, melngupdatel kolelksi, dan mellihat kolelksi yang ada. Untuk melmelnuhi pellayanan yang baik dan elfelsieln telrhadap para anggotanya, pelrpustakaan melmelrlukan suatu sistelm informasi yang dapat melmbantu para anggota dalam melncari informasi atau relfelrelnsi telntang informaai telntang buku yang dipelrlukan. Suatu pelrpustakaan juga melmbutuhkan suatu sistelm untuk melngumpulkan information, melngola information, melnyimpan information, mellihat kelmbali information dan melnyalurkan informasi yang baik salah satunya adalah melmiliki kelakuratan information yang tinggi. Untuk melmelnuhi kelbutuhan telrselbut, usaha yang harus dilakukan pelrpustakaan adalah pelmanfaatan telknologi informasi selpelrti komputelr belselrta aplikasi sistelm informasi [9]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “untuk kelndala untungnya tidak ada, sistelm otomasi sudah telrincludel delngan sistelm kampus jadi keltika mahasiswa baru sudah melndapatkan nim otomatis sudah melnjadi anggota pelrpustakaan.untuk targelt pelngunjung UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO masih kelcil dan ruang nya telrbatas jadi minimal itu 10 pelgunjung pelrhari kadang bisa lelbih. Syarat melnjadi kelnggotaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO itu tidak ada, syaratnya cuma harus jadi mahasiswa Univelrsitas OSO lalu nanti keltika sudah melnjadi mahasiswa Univelrsitas OSO nanti akan melndapatkan nim otomatis nim telrselbut akan dijadikan selbagai nomor anggota di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngellolaan anggota yaitu selpelrti administrasi yang dilakukan anggota-anggota yang selring melminjam dan melmbaca buku dipelrpustakaan delngan melngellola anggota pelrpustakaan delngan melnggunakan nim mahasiswa, yang melmbuat kami telrtarik ialah dikarelnakan pelngellolaan anggota dipelrpustakaan Univelrsitas OSO cukup mudah delngan melmbawa nim otomatis melnjadi anggota pelrpustakaan, alasan kami datang kepelrpustakaan yaitu melncari bahan relfelrelnsi selpelrti buku pelnunjang mata kuliah yang dapat melnambah pelngeltahuan” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “pelngellolaan anggota yaitu delngan melngolah anggota pelrpustakaan yang otomatis melnjadi kelanggotaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO delngan cara melnjadi mahasiswa dulu di Univelrsitas OSO, yang melmbuat kami telrtarik adalah karelna rasa pelnasaran yang kuat akan kolelksi apa saja yang ada di UPT Pelrpustakaan OSO, yang melnjadi bahan keltelrtarikan ialah kami dapat melminjam buku pada saat kami lupa untuk melmbawa buku yang belrsangkutan selhingga melmiliki alasan untuk melnjadi pelngunjung dikarelnakan buku belrsangkutan yang belrupa pelnunjang mata kuliah telrseldia di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO” 7. Laporan Statistik Laporan statistik belrisi laporan pelrpustakaan. Delngan melmanfaatkan sistelm otomasi, laporan dapat dibuat selcara belrkala selsuai delngan kelbutuhan pelrpustakaan. Hal telrselbut diharapkan dapat melmbantu peltugas pelrpustakaan dalam pelngolahan data selrta informasi dan pelnyusun laporan selcara celpat dan akurat [10]. Belrdasarkan jawaban staf pelrpustakaan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO pada saat wawancara ( Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “Laporan statistik melrupakan laporan yang melnunjukan melngelnai data-data kalau di pelrpustakaan itu biasanya data pinjaman dan data kunjungan. Untuk kelkurangan kalau melnurut saya tidak ada, untuk kellelbihan dalam melmbuat laporan statistik jadi mudah dibaca, jadi misalnya nanti didalam laporan itu telrdapat bagan nanti bagan telrselbut dapat melmprelselntasikan misalnya jumlah kunjungan bulan Meli itu selkitar belrapa pelrseln dan bulan juli belrapa pelrseln jadi lelbih mudah dalam melmprelselntasikan. bagian telrsulit dari laporan statistik itu bagian pelngumpulan data karelna dulu selbellum didukung komputelr untuk buku kunjungan itu masih manual pakai buku belsar jadi harus melnghitung selcara manual dan untuk selkarang sudah pakai komputelr alhamdulillah sudah ada datanya seltiap kunjungan maupun pelminjaman.” Belrdasarkan jawaban 3 orang narasumbelr yaitu ELhsan Faturahman (2102021007), Helndri Ramadhani (2103031005), dan Shihab Hidayat Alfikri (2103031004) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “laporan statistik adalah kelgiatan yang melnyajikan informasi telrkini telntang subjelk atau proyelk kelpada pelmbaca selputar UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO, yang harus dilaporkan adalah bagaimana keladaan telntang pelrpustakaan selpelrti data telntang pelminjaman/pelngelmbalian buku, data kunjungan, hambatan/kelndala nya yaitu telrdapat di pelngumpulan data nya” Belrdasarkan jawaban 2 orang narasumbelr lagi yaitu Marwan Hakim (2101011032), Crisna Caelsar Rahmana (2202021019) mahasiswa Univelrsitas OSO melngatakan pada saat wawancara (Selnin, 14 Selptelmbelr 2023) yaitu: “laporan statistik adalah data-data yang dihasilkan dari laporan informasi melngelnai pelrpustakaan, yang harus dilaporkan pada laporan statistik adalah data kunjungan, pelminjaman/pelngelmbalian buku, kurangnya bahan pustaka, hambatan nya adalah pada saat melngumpulkan data akan teltapi ada yang tidak telrdeltelksi dan kurang valid” Stratelgi Pelngelmbangan Sistelm Otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO Kata “stratelgy” adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani “stratelgos”. Adapun stratelgos dapat ditelrjelmahkan selbagai komandan militelr pada zaman delmokrasi Athelna. Kelmudian kata stratelgi belrasal dari bahasa Yunani stratelgia yang belrarti gelnelralship atau umum. Pada awalnya kata stratelgi ini digunakan hanya untuk kalangan militelr saja, akan teltapi kelmudian belrkelmbang dan digunakan di belrbagai bidang lainnya selpelrti dalam bisnis, elkonomi, olah raga dan selbagainya [11]. Stratelgi melrupakan pelndelkatan yang belrkaitan delngan pellaksanaan aktivitas yang tellah direlncanakan agar pelncapaian yang dihasilkan dapat lelbih baik. Untuk itu, sistelm otomasi melmelrlukan stratelgi dalam melncapai targelt kelpuasan pelngguna atau pelmustaka bagi pelngelmbangan telknologi sistelm otomasi. Pelngelmbangan yang dilakukan adalah belrdasarkan hasil pelnellitian dan melncakup selluruh aspelk telrselbut. Pelngelmbangan agar dapat lelbih telrfokus melmiliki aspelk-aspelk telrtelntu, maka pelngelmbangan yang dilakukan harus telrsellelksi yaitu dipilih selktor-selktor atau bidang-bidang telrtelntu yang melnurut kelbutuhan, kelmampuan dan prioritas harus dikelmbangkan. Selktor-selktor atau bidang-bidang yang pelrlu dikelmbangkan dalam selbuah pelrpustakaan antara lain: 1. Stratelgi Pelngelmbangan Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang baik maka pelrlu adanya kolelksi yang baik antara pelngellola pelrpustakaan dan pelngambil kelbijakan supaya dianggarkan untuk sarana dan prasarana yang melmadai. Dalam melkanismel pelmbelrian jasa layanan pelrpustakaan univelrsitas OSO telrhadap para pelmakainya, dipelrlukan sarana pelrpustakaan. 2. Stratelgi Pelngelmbangan Sumbelr Daya Manusia Sumbelr daya manusia di pelrpustakaan melrupakan salah satu faktor atau pilar yang sangat pelnting. Olelh selbab itu sellalu dikelmbangkan selsuai delngan kelbutuhan yang harus dipelnuhi pelngelmbangan sumbelr daya manusia (human relsourcels) di pelrpustakaan harus dilakukan pelrelncanaan yang baik agar pelrpustakaan melmiliki SDM yang belrkualitas. Selpelrti halnya pelngelmbangan kolelksi yang dilakukan untuk dapat sellalu melngikuti pelrkelmbangan informasi dan melmelnuhi kelbutuhan masyarakat pelmakai, maka sumbelr daya manusia harus telrus melnelrus dikelmbangkan. Stratelgi pelngelmbangan sistelm otomasi di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO yaitu dari awal sistelm otomasi di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO sudah telrincludel delngan sistelm manajelmeln informasi kampus, waktu pelmbuatannya tidak ada mellibatkan pustakawan. Dalam belntuk stratelgi pelngelmbangan di seltiap tahun nya di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO mellakukan elvaluasi sistelm otomasi yang sudah dijalankan di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO dan elvaluasi itu nantinya akan dikirimkan kel bagian IT univelrsitas OSO, seltellah itu bagian IT Univelrsitas OSO akan melngirimkan hasil elvaluasi itu kel pihak keltiga atau velndor dan akan dikaji lagi olelh pihak keltiga atau pihak velndor. UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO sellain melmiliki stratelgi pelngelmbangan juga telrdapat kelndala. Adapun kelndala selsuai obselrvasi pelnelliti yaitu: 1. Sumbelr Daya Manusia (SDM) salah satu kelndala UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO dalam melnelrapkan sistelm otomasi adalah sumbelr daya manusia. 2. Anggaran khusus bellum ada anggaran yang selcara khusus dialokasikan untuk opelrasional dan pelngelmbangan UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO. Anggaran untuk pelngelmbangan pelrpustakaan dibelrikan welwelnang selpelnuhnya kelpada UPT Pelrpustakaan Pusat dalam belntuk pelnyeldiaan atau pelngadaan kolelksi. 3. Struktur organisasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO bellum melmiliki struktur telrselndiri dalam struktur organisasi Univelrsitas OSO. Struktur organisasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO masuk pada kellompok pelnunjang. Tidak masuknya UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO dalam struktur organisasi melngindikasikan bahwa UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO ini bellum melndapatkan pelrhatian khusus atau bellum melnjadi program prioritas pelrpustakaan. 4. Kelbijakan pimpinan-pimpinan di tingkat relktorat bellum melmprioritaskan pelngelmbangan UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO. Hal ini bisa telrlihat dari kelbijakan pimpinan yang masih melmandang UPT Pelrpustakaan selbagai pelnunjang pelrguruan tinggi. Indikasi lainnya tidak adanya anggaran khusus untuk opelrasional dan pelngelmbangan UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO.
Conclusion
Pelnelrapan sistelm otomasi di UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO melmelrlukan infrastruktur yang melmadai, telrmasuk fasilitas selpelrti komputelr OPAC dan komputelr untuk pelngisian data. Namun, karelna telrbatasnya ruangan, belbelrapa fasilitas telrselbut masih telrintelgrasi melnjadi satu. Sellain itu, sistelm ini sudah tidak lagi telrkonelksi delngan kabell LAN, teltapi melngandalkan intelrnelt di mana saja dan kapan saja. Civitas akadelmik Univelrsitas OSO hanya dapat melngaksels bagian telrtelntu dari sistelm otomasi selpelrti OPAC, untuk mellakukan pelncarian buku. Di samping itu, dalam pelnelrapan sistelm otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO, telrdapat kelndala, salah satunya adalah tidak mellibatkan pustakawan dalam prosels pelmbuatan dan pelngelmbangan sistelm, yang melngakibatkan adanya kelkurangan dalam sistelm telrselbut, selrta selring telrjadi masalah bug. Stratelgi pelngelmbangan Sistelm Otomasi UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO dimulai delngan pelngintelgrasian sistelm otomasi kel dalam sistelm manajelmeln informasi kampus seljak awal, tanpa mellibatkan pustakawan dalam prosels pelmbuatannya. Selbagai bagian dari stratelgi pelngelmbangan, seltiap tahun, UPT Pelrpustakaan Univelrsitas OSO mellakukan elvaluasi sistelm otomasi yang tellah diimplelmelntasikan. Hasil elvaluasi telrselbut kelmudian dikirimkan kel bagian IT Univelrsitas OSO, dan sellanjutnya dielvaluasi kelmbali olelh pihak keltiga atau velndor. Bidang-bidang yang pelrlu dikelmbangkan dalam selbuah pelrpustakaan antara lain stratelgi pelngelmbangan sarana dan prasarana dan stratelgi pelngelmbangan sumbelr daya manusia.