Kembali
16
1
2017 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 16 · 2 ISSN 1410-5551

USABILITY TESTING PADA ANTARMUKA KATALOG DARING SLIMS 8.0 AKASIA DI PERPUSTAKAAN BNPB

Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor

Abstract

Library catalogues are used to search collections and simplify the retrieval process. Currently, most library catalogues have built in the online form known as the Online Public Access Catalog (OPAC). The OPAC interface is important because it plays as a medium for connecting people with applications or systems. The interface can determine the effectiveness and efficiency of the software. It analyzed by usability testing. The usability testing has not been conducted on Senayan Library Management System (SLiMS) OPAC interface. This research aims to analyze the usability of the SLiMS's OPAC interface at the Library of Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB Library). The research conducted by Checklist and Think Aloud method. This research result identifies the shortcomings of the SLiMS-based OPAC interface in BNPB Library.
Keywords: interface · online public access catalog · SLiMS Senayan · usability testing

Introduction

Katalog perpustakaan digunakan untuk melakukan pencarian koleksi berdasarkan kriteria tertentu seperti judul, pengarang, dan subjek sehingga mempermudah proses temu kembali. Saat ini, umumnya perpustakaan sudah membuat katalog dalam jaring (katalog daring) atau dikenal juga dengan istilah Online Public Access Catalog (OPAC). Antarmuka katalog daring perpustakaan menjadi penting karena berfungsi sebagai media penghubung antara manusia dengan aplikasi atau sistem (Darmawan, 2013). Tampilan antarmuka katalog daring yang baik akan memudahkan penggunaannya (user-friendly). Hal ini dapat dianalisis dengan uji kebergunaan (usability testing). Kebergunaan (usability) mendeskripsikan seberapa baik para pengguna perangkat lunak dapat menggunakan fungsi-fungsi dari perangkat lunak tersebut (Nielsen, 1993). Senayan Library Management System (SLiMS) merupakan sistem otomasi perpusta-kaan berlisensi open source yang sejarah perkembangannya dimulai di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2007 (Ridho, 2011). Berdasarkan Tabel 1, jumlah institusi pengguna SLiMS sudah cukup banyak. Di Indonesia, sudah ada 1.919 institusi yang menggunakan SLiMS. Perpustakaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perpustakaan BNPB) merupakan salah satu institusi pengguna SLiMS. Antarmuka katalog daring SLiMS yang digunakan Perpusta-kaan BNPB belum pernah dievaluasi sebelumnya. Penelitian mengenai uji kebergunaan terhadap antarmuka katalog daring SLiMS juga masih sangat jarang ditemukan. Tabel 1 Jumlah Institusi Pengguna SLiMS Berdasarkan Negara Sumber: http://forum.slims.web.id/ Perpustakaan BNPB menggunakan SLiMS versi delapan titik nol (SLiMS 8.0 Akasia). Tampilan antarmuka katalog daring yang digunakan merupakan tampilan bawaan (default), lihat Gambar 1. Modifikasi hanya dilakukan pada gambar logo, nama perpustakaan, dan gambar latar belakang tanpa ada perubahan bentuk dasar. Dengan kata lain, meneliti antarmuka katalog daring Perpustakaan BNPB akan merepresentasikan hasil yang sama dengan antarmuka bawaan SLiMS 8.0 Akasia juga. Gambar 1 Antarmuka Katalog Daring Perpustakaan BNPB Berangkat dari pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kebergunaan antarmuka katalog daring perpustakaan berbasiskan SLiMS 8.0 Akasia yang digunakan Perpustakaan BNPB. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi antarmuka katalog daring di Perpustakaan BNPB. Lebih lanjut, hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi untuk pengembangan antarmuka katalog daring perpustakaan berbasiskan SLiMS 8.0 Akasia.

Method

Penelitian ini dilakukan terhadap antarmuka katalog daring berbasis SLiMS 8.0 Akasia di Perpustakaan BNPB (http:// perpustakaan.bnpb.go.id/index.php). Antarmuka halaman kerja (backoffice) SLiMS 8.0 Akasia tidak termasuk dalam cakupan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan uji kebergunaan (usability testing) menggunakan metode Checklist dan Think Aloud, lihat Gambar 2. Gambar 2 Diagram Alur Penelitian Studi literatur dilakukan untuk memilih daftar periksa (checklist) yang cukup lengkap dan dapat gunakan untuk menilai fitur dan antarmuka katalog daring perpustakaan khusus. Sepuluh area penilaian yang terdiri dari sembilan puluh satu parameter Checklist dari Mahmood (2008) dipilih untuk mengevaluasi katalog daring Perpustakaan BNPB secara mandiri oleh peneliti. Hasil dari evaluasi didiskusikan dengan pihak SLiMS Developer Community sebagai bentuk validasi. Hasil uji kebergunaan dengan metode Checklist ini akan menentukan tugas-tugas (tasks) lanjutan yang akan diuji lebih lanjut menggunakan Think Aloud. Think Aloud merupakan pengujian kebergunaan dengan cara mengobservasi pengguna melalui beberapa tugas dan memintanya mengutarakan pendapatnya, perasaannya, dan pikirannya selama pengerjaan tugas yang diberikan (Norlin dan Winters, 2002). Responden yang dilibatkan dalam proses Think Aloud berjumlah lima orang yang terdiri dari unsur pemustaka dan pustakawan Perpustakaan BNPB. Menurut Nielsen dan Krug dalam Turnbow et al. (2005), jumlah ini cukup untuk menyaring informasi terkait masalah kebergunaan dari pengguna. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria: 1. Pustakawan atau pemustaka Perpustakaan BNPB. 2. Pernah menggunakan katalog daring Perpustakaan BNPB. 3. Terbiasa menggunakan komputer dan internet. 4. Bersedia menjadi responden. Terdapat sepuluh skenario tugas yang harus diselesaikan oleh responden sambil berkomentar secara jelas. Setiap langkah penyelesaian skenario tugas dan komentar responden direkam menggunakan aplikasi OBS Studio. Responden diminta mengisi survei post-test yang diadaptasi dari Software Usability Measurement Inventory (SUMI) setelah menyelesaikan skenario tugas. Data dianalisa untuk menemukan permasalahan kebergunaan antarmuka katalog daring Perpustakaan BNPB. Komentar responden dikelompokkan menjadi tanggapan positif dan tanggapan negatif. Tanggapan positif mengungkapkan kepuasan, sedangkan tanggapan negatif mengungkapkan ketidak-puasan. Post-test Think Aloud yang diadaptasi dari SUMI dianalisa dengan analisis deskriptif. Rekomendasi diberikan berdasarkan permasa-lahan kebergunaan yang berhasil diidentifikasi.

Result & Discussion

Hasil Pengujian Kebergunaan dengan Checklist Hasil evaluasi katalog daring SLiMS secara mandiri berdasarkan Checklist dari Mahmood (2008) menunjukkan bahwa lima dari sepuluh area penilaian memiliki nilai dibawah 70%. Hal tersebut dapat kita lihat pada Tabel 2. Area penilaian jenis dan metode pencarian, batasan dan strategi pencarian, titik akses, tampilan bibliografi, serta keluaran/layanan/fasilitas/tautan eksternal merupakan lima area penilaian yang nilainya di bawah 70%. Tabel 2 Hasil Guidelines Checklist No Area Penilaian Evaluasi Parameter Hasi l (%) Ada Tidak 1 Jenis dan metode pencarian 5 3 63 2 Batasan dan strategi pencarian 2 4 33 3 Titik akses 6 9 40 4 Tampilan bibliografi 3 3 50 5 Keluaran/layanan/fasili tas/tautan eksternal 4 5 44 6 Bantuan pengguna (informasi instruksional) 8 1 89 7 Tata letak 10 0 100 8 Label 10 0 100 9 Teks 10 3 77 10 Umum 4 1 80 Total 62 29 68 Ada 62 parameter dari total 91 parameter Checklist yang terpenuhi oleh katalog daring SLiMS 8.0 Akasia yang digunakan Perpustakaan BNPB. Dua puluh sembilan parameter lainnya tidak terpenuhi. Hal ini berarti ada sekitar 32% dari keseluruhan parameter Checklist yang dapat dijadikan bahan perbaikan katalog daring perpustakaan tersebut. Jadi, ada sekitar 68% parameter penilaian sudah terpenuhi (pembulatan dari 68,13%). Nilai ini lebih baik dari pada katalog-katalog daring perpustakaan yang pernah diuji oleh Mahmood (2008). Dari 16 katalog daring perpustakaan di Pakistan yang diuji, nilai tertinggi diperoleh katalog daring United Nations Reference Library di The National University of Modern Languages, Islamabad yaitu sebesar 65%. Ini artinya, SLiMS 8.0 Akasia yang digunakan Perpustakaan BNPB masih lebih baik 3% dibandingkan katalog daring United Nations Reference Library di The National University of Modern Languages, Islamabad yang berbasiskan perangkat lunak WWWISIS buatan Unesco. Lebih dari separuh area penilaian tidak mencapai nilai 100% (Tabel 2). Lima diantaranya bahkan memiliki nilai dibawah 70%. Area penilaian Batasan dan Strategi Pencarian menjadi area penilaian dengan nilai terkecil (33%). Area penilaian Titik Akses menjadi area penilaian dengan jumlah parameter tidak terpenuhi terbanyak yaitu 9 parameter tidak terpenuhi. Tercatat hanya area penilaian Tata Letak dan Label saja yang seluruh parameternya terpenuhi sedangkan delapan area penilaian lainnya memiliki parameter yang tidak terpenuhi. Area penilaian Jenis dan Metode Pencarian memiliki 5 parameter terpenuhi dan 3 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti ada 37% parameter yang tidak terpenuhi. Tiga parameter yang tidak terpenuhi pada area penilaian ini terdiri atas (1) menawarkan beberapa jenis pencarian seperti pencarian sederhana (dasar), umum, kompleks atau lanjutan; (2) memiliki kemampuan pencarian penuh pada jalur akses konvensional, seperti judul, kata kunci, penulis, subjek, nomor kelas, ISBN, ISSN, dll.; (3) tersedianya fasilitas untuk pencarian kedekatan kata (adjacency atau proximity). Area penilaian Batasan dan Strategi Pencarian memiliki 2 parameter terpenuhi dan 4 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti ada 67% parameter tidak terpenuhi. Empat parameter yang tidak terpenuhi terdiri atas (1) pilihan untuk melihat riwayat pencarian; (2) tersedianya batasan penelusuran menyeluruh seperti batasan tahun, bahasa, jenis publikasi, lokasi, status publikasi, dll.; (3) fasilitas untuk mengurutkan cantuman bibliografi; (4) pemeringkatan hasil berdasarkan relevansi. Area penilaian Titik Akses memiliki 6 parameter terpenuhi dan 9 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti ada 60% parameter yang tidak terpenuhi. Sembilan parameter yang tidak terpenuhi terdiri atas (1) pencarian gabungan seperti pengarangjudul, pengarang-kata kunci; (2) nomor kelas; (3) ISBN/ISSN; (4) seri; (5) nomor kode bar; (6) menyediakan authority control nama; (7) menyediakan authority control subjek; (8) mendukung referensi silang/saling merujuk; (9) tersedianya titik akses untuk lokasi eksemplar. Area penilaian Tampilan Bibliografi memiliki 3 parameter terpenuhi dan 3 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti terdapat 50% parameter yang tidak terpenuhi. Tiga parameter yang tidak terpenuhi terdiri atas (1) tingkat tampilan yang berbeda (misal Grid, List, dsb.); (2) membatasi jumlah tampilan cantuman bibliografi (output control); (3) mendukung format MARC. Area penilaian Keluaran/Layanan/ Fasilitas/Tautan Eksternal memiliki 4 parameter terpenuhi dan 5 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti terdapat 56% parameter yang tidak terpenuhi. Lima parameter yang tidak terpenuhi terdiri atas (1) tersedianya fitur untuk mengekspor/ mengunduh cantuman bibliografi hasil temu kembali; (2) tersedianya fasilitas pengiriman cantuman bibliografi hasil temu kembali melalui email; (3) tersedianya fasilitas untuk menyimpan cantuman bibliografi hasil temu kembali; (4) akses ke Z39.50; (5) tersedianya opsi seperti Inter Library Loan (ILL), pembaharuan, pemesanan, dll. Area penilaian Bantuan Pengguna (Informasi Instruksional) memiliki 8 parameter terpenuhi dan 1 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti terdapat 11% parameter yang tidak terpenuhi. Satu parameter yang tidak terpenuhi tersebut adalah tersedianya fasilitas untuk mempelajari prosedur. Area penilaian ini merupakan area penilaian yang hasilnya masuk dalam tiga besar terbaik dengan 89% parameter tersedia. Area penilaian Teks memiliki 10 parameter terpenuhi dan 3 parameter tidak terpenuhi. Ini artinya terdapat 23% parameter yang tidak terpenuhi. Tiga parameter yang tidak terpenuhi terdiri atas (1) tersedia tautan hypertext dalam cantuman bibliografi melalui nomor kelas; (2) tersedia tautan hypertext dalam cantuman bibliografi melalui pemilik koleksi; (3) tersedia tautan hypertext dalam cantuman bibliografi melalui lokasi koleksi. Area penilaian Umum memiliki 4 parameter terpenuhi dan 1 parameter tidak terpenuhi. Ini berarti terdapat 20% parameter yang tidak terpenuhi. Satu parameter yang tidak terpenuhi tersebut adalah memiliki fitur time out. Secara keseluruhan, total terdapat 29 parameter yang tidak terpenuhi oleh katalog daring Perpustakaan BNPB. Hal ini berarti ada 32% parameter Checklist yang dapat dijadikan bahan perbaikan katalog daring Perpustakaan BNPB. Parameter yang tidak terpenuhi tersebut tersebar pada 8 area penilaian. Inilah yang diformulasikan menjadi skenario tugas (tasks) dalam Think Aloud. Hasil Pengujian Kebergunaan dengan Think Aloud Area penilaian yang memiliki nilai di bawah 70% dan parameter yang tidak terpenuhi kemudian diformulasikan menjadi skenario tugas (task) yang diujikan dengan Think Aloud. Berbeda dengan metode Checklist yang berdasarkan pendapat dari ahli, Think Aloud dilakukan untuk memperoleh hasil evaluasi kebergunaan dari sisi pengguna (Astuti 2016). Uji kebergunaan ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan kebergunaan pada katalog daring Perpustakaan BNPB dan memberikan rekomendasi untuk permasalahan yang berhasil teridentifikasi. Tugas-tugas yang perlu diselesaikan oleh para responden antara lain: 1) Carilah buku “Menjaga asa bebas asap” karya Sutopo Purwo Nugroho dan Theopilus Yanuarto! 2) Berapakah jumlah koleksi buku perpustakaan tentang “Tsunami” yang ditulis dalam Bahasa Inggris? 3) Unduhlah (download) salah satu volume atau edisi dari koleksi Jurnal Penanggulangan Bencana yang ada pada katalog daring perpustakaan BNPB! 4) Carilah koleksi dengan nomer ISBN 978-979-99975-8-6? 5) Tampilkanlah sepuluh hasil pencarian koleksi dengan kata kunci “bencana” dalam suatu pencarian! 6) Tuliskanlah komentar pada kolom komentar salah satu bibliografi koleksi buku yang ada! 7) Cobalah untuk mereservasi buku Anak-anak Merapi karya Joko Bambang Susilo? 8) Cobalah untuk memperoleh bantuan secara online dalam melakukan pencarian koleksi? 9) Bagaimana cara Anda mengetahui berita terbaru kegiatan perpustakaan? 10) Apakah Anda menemukan hal yang janggal dalam tampilan katalog daring perpustakaan BNPB? Lima pengguna katalog daring perpustakaan sebagai responden diminta menyelesaikan 10 skenario tugas sambil mengutarakan pendapat, perasaan, dan pikirannya secara jelas untuk direkam dan dianalisa. Sebelum memulai Think Aloud, responden diminta mengisi koesioner untuk mengetahui karakteristik responden. Karak-teristik responden dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Karakteristik Responden Think Aloud No. Profil Uraian Jumlah (%) 1 Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 2 40 3 60 2 Pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas 3 60 Sarjana 1 20 Magister 1 20 3 Pekerjaan Pegawai negeri BNPB 2 40 Pegawai swasta 1 20 Mahasiswa 2 40 4 Mengalami buta warna Tidak 5 100 5 Frekuensi penggunaan internet Setiap hari 5 100 6 Gawai dan koneksi internet di rumah/kos dan kantor/kamp us Memiliki komputer (PC atau Laptop) dan tersambung koneksi internet 5 100 Memiliki mobile phone dan tersambung koneksi internet 5 100 Responden perempuan lebih banyak dari pada responden laki-laki (Tabel 3). Lebih dari separuh jumah responden berpendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Lebih dari separuh jumlah responden merupakan pekerja dan dua responden masih mahasiswa. Tidak ada responden yang mengalami buta warna sehingga dapat menilai tampilan antarmuka dengan baik. Semua responden terbiasa mengakses internet setiap hari melalui gawai komputer dan mobile phone. Prioritas penggunaan internet oleh responden mulai dari yang tertinggi hingga terendah adalah (1) jejaring sosial dan chatting; (2) browsing dan searching; (3) surat elektronik (Email); (4) mengakses berita daring; (5) mengunduh (download) file; (6) mencari informasi produk/ E-Commerce; (7) bermain game. Tabel 4 Permasalahan dan Rekomendasi Hasil Think Aloud STT Permasalahan Rekomendasi STT1 Navigasi kurang terlihat. Navigasi Beranda (Home) diletakkan di bagian yang lebih terlihat. STT2 Tidak dapat melakukan pencarian spesifik. Menambahkan fitur penelusuran lanjutan. STT3 Lokasi dokumen digital untuk diunduh kurang terlihat. Mempermudah akses untuk mengunduh dokumen digital. STT4 Tidak dapat diakses melalui ISBN. Menambah titik akses ISBN. STT5 Tidak dapat mengatur tampilan hasil pencarian. Menambah fitur untuk membatasi tampilan jumlah hasil pencarian (output control). STT6 Fitur komentar tidak terlihat apabila responden tidak masuk area anggota. Memunculkan kolom komentar tanpa perlu masuk (login) anggota terlebih dulu. STT7 Fitur reservasi tidak terlihat apabila responden tidak masuk area anggota. Proses reservasi membuat responden frustasi. Mempermudah tahapan reservasi koleksi perpustakaan. STT8 Tombol fitur Chat kurang terlihat dan menu Bantuan Pencarian kurang informatif. Menampilkan fitur Chat pada bagian Footer dan menambah informasi dengan Frequently Asked Question (FAQ). STT9 Fitur berita perpustakaan kurang terlihat. Berita terbaru perpustakaan diletakkan di bagian yang lebih mudah terlihat. STT10 Tampilan sederhana membuat banyak fitur kurang terlihat. Penggunaan istilah yang kurang dipahami pengguna. Menampilkan fitur-fitur penting yang tersembunyi pada halaman beranda (home page). Memilih istilah yang lebih sesuai dengan persepsi pengguna. STT: skenario tugas think aloud Skenario tugas pertama Think Aloud berkaitan dengan area penilaian Jenis dan Metode Pencarian. Terdapat 40% ekspresi dominan positif, 20% ekspresi dominan negatif, dan 40% ekspresi seimbang. Semua responden sukses menyelesaikan skenario tugas ini. Meski demikian, terdapat temuan menarik di mana ada 40% responden menggunakan tombol Back pada browser untuk menuju ke Beranda (Home page). Perilaku ini menunjukkan adanya permasalahan pada tombol Navigasi katalog daring Perpustakaan BNPB. Oleh sebab itu, navigasi Beranda (Home page) disarankan untuk diletakkan di bagian yang lebih terlihat (Tabel 4). Skenario tugas kedua Think Aloud berkaitan dengan area penilaian Batasan dan Strategi Pencarian. Hasilnya menunjukkan bahwa 100% responden menunjukkan ekspresi dominan negatif. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan pada kolom pencarian (Gambar 3). Kolom pencarian katalog daring Perpustakaan BNPB hanya memiliki fasilitas pencarian sederhana sehingga menyulitkan pencarian yang lebih spesifik. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang responden “...harusnya ada pencarian spesifik...”. Rekomendasi berdasarkan skenario tugas ini adalah disarankan untuk menambahkan fitur penelusuran lanjutan (spesifik). Gambar 3 Fasilitas Pencarian Katalog Daring Perpustakaan BNPB Skenario tugas ketiga dan keempat Think Aloud berkaitan dengan area penilaian Titik Akses. Skenario tugas ini untuk kebutuhan mengunduh dokumen digital. Hasilnya menunjukkan bahwa 60% ekspresi responden dominan positif, 20% ekspresi dominan negatif, dan 20% ekspresi seimbang. Responden menilai letak dokumen digital yang tersedia untuk diunduh agak sulit ditemukan. Hal ini terlihat dari komentar salah satu responden “Owh ada ini nih (di bawah)”. Rekomendasi berdasarkan skenario tugas ketiga adalah mempermudah akses untuk mengunduh dokumen digital. Hasil skenario tugas keempat menunjuk-kan 100% ekspresi dominan negatif. Lebih dari separuh responden mengungkapkan rasa frustasi seperti “...nyerah deh”, “Gak tahu soal nomer empat gak tahu caranya”, dan “Duh gak bisa. Gak tahu nih gimana caranya”. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan karena tidak tersedianya titik akses untuk ISBN. Rekomendasinya adalah menambah titik akses seperti ISBN. Skenario tugas kelima Think Aloud berkaitan dengan area penilaian Tampilan Bibliografi. Hasilnya menunjukkan bahwa 100% responden memberikan ekspresi dominan negatif. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan karena tidak tersedianya fitur untuk mengatur tampilan hasil pencarian. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang responden “...harusnya ada di sini ya gak sih (sebelah tombol NextPrevious hasil pencarian) Pas deh” Rekomendasi dari tugas ini adalah disediakannya fitur untuk membatasi tampilan jumlah hasil pencarian (output control). Skenario tugas keenam dan ketujuh Think Aloud berkaitan dengan area penilaian peluaran/Layanan/Fasilitas/Link Eksternal. Hasil skenario tugas keenam menunjukkan bahwa ekspresi responden 100% dominan negatif. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan karena fitur komentar baru muncul setelah pengguna masuk (log in) area anggota dengan ID Anggota dan kata sandi masingmasing. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang responden “Owh di sini ada ya? Gak tahu saya caranya”. Oleh sebab itu, direkomendasikan untuk memunculkan fitur kolom komentar tanpa perlu masuk (login) area anggota terlebih dulu. Hasil skenario tugas ketujuh menunjuk-kan bahwa 100% responden menunjukkan ekspresi dominan negatif. Sama seperti fitur komentar, fitur reservasi tidak akan terlihat apabila pengguna katalog daring Perpustakaan BNPB belum masuk area anggota. Hal ini membuat fitur ini jarang diketahui oleh pengguna katalog daring. Permasalahan lain ada pada proses reservasi yang cukup panjang dan rumit sehingga membuat responden merasa frustasi. Bahkan responden yang telah menyelesaikan tugas ini merasa bingung (sudah berhasil atau gagal reservasi koleksi) akibat kurang informatifnya keterangan pada proses ini. Hal ini diungkapkan seorang responden “Kok gini banget, Reservation email sent, tapi gak ada perubahan (tampilan), udah. Ini sudah reserve atau belum kok masih muncul tampilannya?”. Hasil rekomendasi skenario tugas ketujuh adalah mempermudah tahapan reservasi koleksi perpustakaan. Skenario tugas kedelapan Think Aloud berkaitan dengan area penilaian Bantuan Pengguna (Informasi Instruksional). Hasilnya menunjukkan bahwa ekspresi responden 60% dominan positif dan 40% dominan ekspresi negatif. Permasalahan kebergunaan pada katalog daring Perpustakaan BNPB yang berhasil diidentifikasi dari skenario tugas ini ada pada fitur Chat dan menu Bantuan Pencarian. Fitur Chat berada diposisi yang kurang terlihat dan menu Bantuan Pencarian kurang informatif. Hasil rekomendasi tugas ini adalah menampilkan fitur Chat pada bagian Footer dan membuat menu Frequently Asked Question (FAQ). Skenario tugas kesembilan menghasilkan 100% ekspresi responden dominan positif. Fitur berita perpustakaan kurang terlihat sehingga direkomendasikan untuk menampil-kan berita terbaru perpustakaan di posisi yang mudah terlihat. Tugas kesepuluh memberikan keleluasaan kepada responden untuk memberikan ulasan secara menyeluruh. Responden menyampaikan apresiasi dan saran untuk pengembangan katalog daring Perpustakaan BNPB. Permasalahan kebergunaan yang terungkap pada skenario tugas terakhir ini adalah penggunaan istilah yang kurang dimengerti oleh responden. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan “Version Related ini maksudnya apa gak ngerti”. Gambar 4 Hasil Survei post-test Think Aloud Gambar 4 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil survei post-test Think Aloud, lebih dari separuh total responden menyatakan bahwa katalog daring Perpustakaan BNPB merespon terhadap masukan (input) dengan cepat. Responden cenderung setuju untuk menganjurkan temannya membuka katalog daring Perpustakaan BNPB. Petunjuk dan pengarahan dalam katalog daring Perpustakaan BNPB dinilai telah membantu responden. Lebih dari separuh total responden tidak setuju dengan pernyataan yang menyatakan bahwa katalog daring Perpustakaan BNPB kadang berhenti tanpa diharapkan. Responden cenderung tidak setuju apabila katalog daring Perpustakaan BNPB dikatakan sulit untuk dipelajari. Responden terkadang merasa tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan berikutnya ketika menggunakan katalog daring Perpustakaan BNPB. Meskipun merasa senang menggunakan katalog daring Perpustakaan BNPB, sebagian besar responden merasa informasi bantuan yang disediakan tidak terlalu bermanfaat. Lebih dari separuh total responden tidak merasa kesulitan membuka katalog daring Perpustakaan BNPB apabila terjadi galat (error). Lebih dari separuh total responden juga merasa tidak membutuhkan waktu lama untuk memperlajari perintah-perintah yang ada dalam katalog daring Perpustakaan BNPB.

Conclusion

Hasil pengujian kebergunaan katalog daring SLiMS di Perpustakaan BNPB dengan metode Checklist menunjukkan bahwa katalog daring SLiMS tersebut memiliki beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan itu perlu diperbaiki karena berdasarkan pengujian dengan metode Think Aloud, hal tersebut dapat menghasilkan kesan-kesan negatif terhadap pengalaman penggunaannya. Pengujian kebergunaan dapat dilaku-kan secara berkala untuk memastikan antar-muka katalog daring SLiMS di Perpustakaan BNPB sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan penggunanya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menguji kebergunaan antarmuka katalog daring SLiMS menggunakan metode lain. Selain itu, penelitian yang dapat dilakukan selanjutnya berupa perancangan ulang antarmuka katalog daring SLiMS di Perpustakaan BNPB berdasarkan hasil pengujian kebergunaan yang menggunakan metode Checklist dan Think Aloud tersebut.