Implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan Slims Versi Cendana, Akasia dan Bulian
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Abstrak
Tulisan ini membahas tentang Implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS Versi Cendana, Akasia dan Bulian. Pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS versi Cendana, Akasia dan Bulian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berdasar pada metode penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian kepustakaan (library research) dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan, implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS versi Cendana, Akasia dan Bulian telah dimanfaatkan di berbagai perpustakaan seperti di perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus hingga perpustakaan perguruan tinggi. Pemanfaatan SLiMS 7 versi Cendana digunakan untuk pangkalan data serta layanan referensi seperti koleksi direktori yang dilakukan Direktori Indonesians Adapun implementasi SLIMS 8 versi Akasia seperti yang dilakukan di perpustakaan khusus, yaitu perpustakaan BNPB dengan memanfaatkan katalog daring SLiMS dengan metode Checklist, meski terdapat kekurangan namun metode ini masih bisa dikembangkan. Adapun implementasi SLiMS 9 versi Bulian seperti yang dilakukan di perpustakaan sekolah, yaitu Perpustakaan SMAN 1 Cicalengka, pemanfaatan fitur anggota perpustakaan yang sangat membantu.
Abstract
This paper discusses the Implementation of Library Information Systems with SLiMS Sandalwood, Akasia and Bulian Versions. The main problem raised in this study is how to implement a library information system with SLiMS versions of Cendana, Akasia and Bulian. The type of research used is qualitative research based on library research methods or library research. Library research (library research) was carried out using literature (library) from previous studies. The results of this study indicate that the implementation of the Library Information System with SLiMS versions of Cendana, Akasia and Bulian has been used in various libraries such as school libraries, special libraries to university libraries. The use of the Sandalwood version of SLiMS 7 is used for databases and reference services such as directory collections carried out by the Indonesians Directory. As for the implementation of the Akasia version of SLiMS 8, as was done in a special library, namely the BNPB library by utilizing the SLiMS online catalog with the Checklist method, although there are drawbacks, this method can still be developed. As for the implementation of the Bulian version of SLiMS 9 as was done in the school library, namely the SMAN 1 Cicalengka Library, the use of library member features was very helpful.
Keywords:
Aplikasi SLIMS
· Sistem Informasi Perpustakaan
Introduction
Kenyataannya bahwa pada era informasi abad ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara tidak langsung telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dampak yang dialami oleh perpustakaan. Salah satu pengaruh dari perkembangan tersebut adalah meledaknya informasi yang begitu mudah untuk diakses. Pengaruh tersebut menuntut perpustakaan untuk beradaptasi, mengintegrasikan teknologi informasi sehingga mampu bersaing. Bentuk adaptasi yang dilakukan perpustakaan adalah mengimplementasikan sistem informasi perpustakaan. Menurut Firman, sistem informasi adalah perpaduan yang secara teratur dari sumber daya manusia, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi dan sumber daya data yang menghimpun, mengolah, dan mempublikasikan informasi dalam suatu instansi atau organisasi (Firman, Wowor, & Najoan 2016: 29). Kemudian Purwanto mengemukakan, sistem informasi berbasis komputer di suatu instansi atau organisasi terdiri dari komponen-komponen yaitu; perangkat keras untuk memaksimalkan aktivitas input data, proses data dan output data, perangkat lunak yaitu program atau aplikasi yang ter-install pada komputer, database kumpulan data dan informasi yang telah diorganisasi sedemikian rupa, telekomunikasi yaitu sistem yang menghubungkan antara pengguna dengan komputer secara bersama-sama ke dalam jaringan dengan efektif dan SDM sebagai personel dari sistem informasi yang melakukan semua aktivitas serta sebagai penanggung jawab terhadap sistem informasi itu sendiri (Purwanto, 2017: 25). Menurut Firman, sistem informasi perpustakaan merupakan proses komputerisasi untuk mengolah data di suatu perpustakaan. Semua diproses menggunakan software tertentu seperti software pengolah database. Pengelola perpustakaan dapat selalu memonitor data/informasi ketersediaan koleksi bahan pustaka, daftar koleksi baru, sirkulasi peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan (Firman, Wowor, & Najoan 2016: 29). Perkembangan yang pesat terhadap perpustakaan yang mulanya berkonsep konvensional, kemudian beralih ke perpustakaan hibrida bahkan digital. Adanya sistem informasi perpustakaan lebih memudahkan pustakawan maupun pemustaka dalam mengolah dan memanfaatkan koleksi bahan pustaka secara otomasi. Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak terhadap perkembangan sistem informasi perpustakaan. Sistem informasi perpustakaan bukan hanya mengotomatisasi sebagian proses yang secara rutin yang dilakukan di perpustakaan, tetapi juga menciptakan suatu aliran informasi yang baru secara sistematis dan terintegritas disusun menjadi sebuah sistem yang terpadu. Hingga saat ini, terdapat berbagai sistem informasi perpustakaan berbentuk aplikasi dan web, seperti INLis Lite, E-Libray, GoLib (Go Library), Repository, Website Perpustakaan dan Media Sosial Perpustakaan. Namun sistem informasi perpustakaan yang paling umum diimplementasi di perpustakaan sampai saat ini adalah SLIMS. SLiMS atau Senayan Library Management System merupakan salah satu FOSS (Free Open Source Software) berbasis web yang dapat digunakan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak, SLiMS mampu berjalan sempurna di dalam sistem jaringan lokal (intranet) ataupun internet. Saat ini, SLiMS banyak diminati masyarakat Indonesia khususnya para pustakawan dikarenakan berbagai fitur yang dimiliknya dapat memenuhi kebutuhan sistem otomasi suatu perpustakaan. Dengan mengguankan SLiMS, pemustaka dapat mengakses layanan inofmrasi perpustakaan jauh lebih cepat dibandingkan saat masih manual. Di samping itu, software SLiMS juga bisa diakses melalui akses internet, sehingga pemustaka dapat menelusuri katalog perpustakaan dari mana saja kapan saja (Azwar, 2013: 24). Jika melihat sistem informasi atau berbagai perangkat lunak yang digunakan saat ini, perpustakaan lebih cenderung menggunakan perangkat lunak berbasis web disebabkan fleksibilitasnya yang dapat diakses melalui jaringan local dan internet dengan menggunakan berbagai sistem operating komputer (multi platform). Sampai saat ini SLIMS terus dikembangkan, diantaranya versi Cendana, Versi Akasia dan Versi Bulian yang terus dikembangkan fitur-fiturnya, desain hingga kemudahan untuk mengoprasikan sistem informasi tersebut. Pada dasarnya perkembangan perpustakaan dan hadirnya sistem informasi perpustakaan didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan tersebut membawa perpustakaan harus beradaptasi, memandang sebagai peluang bukan sebagai tantangan. Perpustakaan harus mampu mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah pesatnya era informasi, memaksimalkan sistem informasi perpustakaan sebagai media untuk mengorganisasi informasi dengan efektif dan efisien. Berbagai sistem informasi perpustakaan telah hadir mendukung aktivitas perpustakaan hingga hari ini, bahkan sistem informasi perpustakaan menjadi komponen yang memiliki peran penting dan menjadi komponen yang sangat dinilai saat dilakukan audit dan akreditasi di perpustakaan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelusuran, pengumpulan dan pengkajian, baik literatur maupun penelitian-penelitian sebelumnya yang meninjau implementasi sistem informasi perpustakaan khususnya SLiMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS versi Cendana, Akasia dan Bulian. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS versi Cendana, Akasia dan Bulian.
Method
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berdasar pada metode penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian kepustakaan (library research) dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. Penelitian kepustakaan (library research) merupakan suatu jenis penelitian yang digunakan dalam pengumpulan informasi dan data secara mendalam melalui berbagai literatur, buku, catatan, majalah dan referensi lainnya, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan, untuk mendapatkan jawaban dan landasan teori. Data yang didapatkan dalam penelitian ini bersumber dari bahan-bahan rujukan yang terkait erat dengan judul atau topik pembahasan dalam penelitian ini, artikel jurnal sistem informasi perpustakaan, maupun literatur-literatur yang menguraikan dengan spesifik perkembangan aplikasi sistem informasi, seperti slims dan fitur-fiturnya. Adapun tahap pengumpulan data pada penelitian ini adalah: a. Observasi, yaitu melakukan penelusuran dengan kata kunci "sistem informasi perpustakaan, SLiMS versi Cendana, versi Akasia dan versi Bulian" b. Mengumpulkan literatur, melalui jurnal online seperti portal garuda kemendikbud, ejournal perpusnas, khizanah al- hikmah dan lainnya c. Kemudian melakukan pengamatan secara menyeluruh pada literatur-literatur yang telah dikumpumpulkan secara seksama dan berulang-ulang, sehingga memahami konten dan subjeknya d. Dari pengamatan tersebut selanjutnya peneliti mengidentifikasi sesuai dengan tujuan penelitian yang menguraikan implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS e. Hasil pengamatan akan dikaji dan diuraikan kemudian dideskripsikan dengan literatur-literatur pendukung menggunakan metode kepustakaan (library research) sesuai dengan subjek penelitian).
Result & Discussion
Berdasarkan hasil penelusuran menggunakan metode library research pada sumber-sumber resmi; ejournal.perpusnasgo.id, lipi.go.id, Ijer.com, Doaj.org, Google Scholar, garuda.kemendikbud.go.id, khizanah al-hikmah, dan laman jurnal-jurnal perpustakaan yang dapat dijangkau oleh peneliti dengan kata kunci “sistem informasi perpustakaan, slims 7 versi Cendana, slims 8 versi Akasia dan slims 9 versi Bulian" maka peneliti menemukan sejumlah literatur berbentuk artikel jurnal maupun penelitian-penelitian sebelumnya yang dapat menjadi rujukan untuk dikaji sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini. Implementasi SLIMS 7 versi Cendana SLIMS 7 versi Cendana pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementrian Pendidikan Nasional pada Tahun 2007, yang merupakan sebuah perangkat lunak untuk sistem manajemen perpustakaan. Sampai saat ini SLiMS telah digunakan oleh banyak perpustakaan yang ada di Indonesia, bahkan sudah digunakan oleh perpustakaan di luar negeri. Perangkat lunak ini telah empat belas kali mengalami upgrade sistem mulai dari Senayan 3 Stable 3 hingga mencapai Senayan 7, 8 dan 9. SLiMS bersifat open resource (terbuka didistribusikan dan dimodiikasi secara bebas oleh semua orang. Aplikasinya dibagikan secara gratis melalui laman http://SLiMS.web.id/landing (Andi Saputra, 2017: 130). Berikut adalah hasil penelusuran literatur-literatur berbentuk artikel jurnal dan penelitian sebelumnya dengan topik implementasi SLiMS 7 versi cendana: a. Artikel Jurnal Pustakawan Indonesia, Volume 14, No.2 yang berjudul "Pembuatan Prototipe Pangkalan Data Direktori Indonesians Menggunakan SLIMS 7 versi Cendana" ditulis oleh Rudianto, Meuthia Rachmaniah dan Sulistyo Basuki (2015). Penelitian ini memberikan kesimpulan, SLiMS 7 versi cendana dapat dimanfaatkan untuk keperluan pangakalan data direktori Indonesians. Layanan referensi terutama koleksi direktori yang selama ini dilayankan dalam versi tercetak dapat digantikan dengan layanan online. Dengan memanfaatkan teknologi web, pemustaka cukup membuka browser dan terhubung ke internet sehingga dapat mengakses pangkalan data direktori Indonesianis ini. Data Indonesianis yang diperlukan pemustaka dapat dengan mudah dicari dan ditelusur meliputi data nama, domisili, cabang ilmu sosial, topik penelitian, area penelitian, latar belakang pendidikan, judul penelitian, judul jurnal publikasi, negara domisili, dan kantor tempat Indonesianis bekerja. Bahkan tautan publikasi Indonesianis yang dimaksud juga dapat ditampilkan dengan sempurna. b. Artikel Jurnal Visi Pustaka, Volume 19, No. 2, dengan judul "Modifikasi SLiMS 7 Cendana Sesuai dengan Kebutuhan Perpustakaan Perguruan Tinggi" ditulis oleh Andi Saputra (2017). Penelitian ini memberikan kesimpulan, aplikasi apapun yang dibuat di perguruan tinggi tetap menjadikan kolom tersebut sebagai basis pengelopokan anggotanya. Oleh karena itu modifikasi terhadap kolom ini atau fitur keanggotaan SLiMS pada umumnya menjadi suatu hal yang mutlak dilakuka sebelum diimplementasikan di perguruan tinggi. Akan tetapi perlu diingat aplikasi SLiMS merupakan sebuah sistem informasi perpustakaan yang merupakan satu kesatuan daru beberapa fungsi perpustakaan, dalam bentuk moduk- modul dengan database yang saling berelasi satu sama lainnya. Perubahan yang dilakukan terhadap satu modul, bisa saja memberikan pengaruh terhadap kinerja modul-modul yang lainnya. c. Artikel Jurnal Pari Volume 3, No. 2, yang berjudul "Pemanfaatan Aplikasi SLiMS 7 Versi Cendana Portable dalam Pembuatan Barcode Koleksi Perpustakaan Pusat Riset Perikanan” ditulis oleh Arief Gunawan (2017). Penelitian ini memberikan kesimpulan, bahwa dengan memanfaatkan aplikasi SLiMS 7 versi Cendana dan penggunaan hardware “barcode scanner”, perpustakaan Pusat Riset Perikanan memanfaatkan proses pembuatan barcode sehingga bisa digunakan dalam pelayanan jasa perpustakaan dan bisa bermanfaat bagi pemustaka dan pustakawan sehingga bisa tercipta manajemen pelayanan perpustakaan yang lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi. Berdasarkan kajian pustaka pada artikel jurnal dan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah diuraikan di atas, implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS 7 versi Cendana di perpustakaan khusus hingga perguruan tinggi telah dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan itu sendiri. Pemanfaatan SLiMS 7 versi Cendana digunakan untuk pangkalan data serta layanan referensi seperti koleksi direktori yang dilakukan Direktori Indonesians. Adapun di perpustakaan perguruan tinggi, pemanfaatan SLIMS 7 versi Cendana terus dikembangkan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi, seperti mengintegrasikan fitur anggota dengan kolom pengelopokan mahasiswa di perguruan tinggi. Sementara di perpustakaan khusus sendiri memanfaatkan SLiMS 7 versi Cendana untuk mengembangkan penggunaan hardware “barcode scanner” seperti yang telah dilakukan di Perpustakaan Pusat Riset Perikananan. Oleh sebab itu Azwar mengemukakan bahwa terdapat beberapa tujuan dan manfaat adanya SLiMS sebagai sistem informasi perpustakaan yaitu: a. Meringankan beban pekerjaan. Khususnya yang rutin dan berulang-ulang b. Menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam berkeja c. Memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dilakukan secara manual d. Memberikan hasil pekerjaan yang konsisten dan akurat e. Memberikan kualitas layanan kepada pengguna f. Meningkatkan pencitraan yang positif terhadap perpustakaan g. Meningkatkan daya saing h. Meningkatkan kerja sama antara perpustakaan (Azwar, 2013: 21). Maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS 7 versi Cendana telah dimanfaatkan di berbagai perpustakaan seperti di perpustakaan khusus hingga perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini karena didukung dengan berbagai kelebihan yang dimiliki aplikasi SLiMS, seperti meringankan bebean pekerjaa, menghemat waktu dan tenaga, memenuhi kebutuhan manajemen perpustakaan, memberikan hasil yang konsisten, kualitas layanan, meningkatkan citra perpustakaan, daya saing dan meningkatkan kerja sama perpustakaan. Implementasi SLiMS 8 versi Akasia SLIMS 8 versi Akasia merupakan apliaksi untuk sistem informasi manajemen perpustakaan. Seiring berjalannya waktu aplikasi ini semakin banyak digunakan oleh berbagai jenis perpustakaan, seperti perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus. Menurut informasi dari website resminya, sampai pertengahan bulan Juni 2017, untuk software Portable SLiMS 8 versi Akasia sudah diunduh lebih dari 700.00 kali. (Andi Saputra, 2017: 130). Berikut adalah hasil penelusuran literatur-literatur berbentuk artikel jurnal dan penelitian sebelumnya dengan topik implementasi SLiMS 8 versi Akasia: a. Artikel Jurnal JIPER (Jurnal Ilmu Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram, Volume 1, No.1, yang berjudul "Penerapan Aplikasi SLiMS Akasia dalam Pelayanan Informasi Pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Mataram Periode 2019" ditulis oleh Ridwan dan Supriadin Susanto (2019). Penelitian ini memberikan kesimpulan, penerapan Aplikasi SLIMS 8 versi Akasia di UPT Perpustakaan UNRAM sangat cocok dengan manajemen informasi Perpustakaan. Karena memiliki fitur-fitur yang lengkap dengan tampilan muka yang lebih menarik. Penerapan SLIMS Akasia dilakukan dalam beberapa pelayanan yaitu: layanan sirkulasi terdiri dari peminjaman bahan pustaka, pengembalian bahan pustaka, Perpanjangan masa pinjam bahan pustaka, pembuatan kartu anggota Perpustakaan, perpanjang masa keanggotaan perpustakaan, penentuan denda, OPAC, bibliografi dan keanggotaan. b. Artikel Jurnal Pustakawan Indonesia, Volume 16, No.2, yang berjudul "Usability Testing pada Antarmuka Katalog Daring SLIMS 8 versi Akasia di Perpustakaan BNPB" ditulis oleh Danang Dwijo Kangko, Wisnu Ananta Kusuma dan Pudji Muljono (2019). Penelitian ini memberikan kesimpulan, Hasil pengujian kebergunaan katalog daring SLiMS di Perpustakaan BNPB dengan metode Checklist menunjukkan bahwa katalog daring SLiMS tersebut memiliki beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan itu perlu diperbaiki karena berdasarkan pengujian dengan metode Think Aloud, hal tersebut dapat menghasilkan kesan-kesan negatif terhadap pengalaman penggunaannya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menguji kebergunaan antarmuka katalog daring SLiMS menggunakan metode lain. c. Artikel Jurnal Visi Pustaka, Volume 24, No. 1, yang berjudul "Analisis Usability Antarmuka Halaman Kerja (Back Office) SLIMS 8 versi Akasia Menggunakan Nilesen Attributes od Usability” ditulis oleh Safira Almaida, Danag Dwijo Kangko dan Wardiyono (2022). Penelitian ini memberikan kesimpulan, Berdasarkan analisis saran dan pendapat yang telah disampaikan responden dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak responden (sebagian besar) yang menyampaikan antarmuka back office SLiMS Versi 8 Akasia sudah cukup membantu pekerjaan mereka, tampilannya bagus, dan menarik. Terdapat responden yang menyatakan bahwa tema dan tampilan dari antarmuka back office SLiMS Versi 8 Akasia masih terlalu kaku atau monoton, sehingga saran yang diterima lebih banyak terkait tema dan warna pada antarmuka. Selain itu, saran lain adalah penambahan menu-menu ataupun fitur-fitur baru yang dapat semakin mempermudah pekerjaan mereka.Berdasarkan kajian pustaka pada artikel jurnal dan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah diuraikan di atas, implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS 8 versi Akasia di perpustakaan khusus hingga perpustakaan perguruan tinggi, seperti yang dilakukan UPT Perpustakaan Universitas Mataram. Hal ini karena fitur-fitur yang ada di SLiMS 8 versi Akasia dapat memenuhi beberapa pelayanan dengan efisien, seperti layanan sirkulasi, pembuatan kartu anggota, penentuan denda, OPAC, bibliografi dan keanggotaan.Adapun implementasi SLiMS 8 versi Akasia seperti yang dilakukan di perpustakaan khusus, yaitu perpustakaan BNPB dengan memanfaatkan katalog daring SLiMS dengan metode Checklist, mesti terdapat kekurangan namun metode ini masih bisa dikembangkan. Sementara dalam analisis Usability antarmuka menggunakan Nilesen’s Attributes od Usability sudah cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan pengguna, hanya saja dari segi tampilannya yang masih monoton hingga perlu dilakukan modifikasi desain tampilan.Kebermanfaatan SLiMS 8 versi Akasia didukung oleh fitur-fitur dan kelebihan-kelebihan yang sangat memudahkan pekerjaan di perpustakaan, seperti yang dikemukakan oleh Azwar, yaitu:a.Memenuhi kebermanfaatan sistem dan manajemen administrasi di perpustakaan yang meliputu, layanan OPAC, manajemen bibliografi, manajemen keanggotaan, manajemen sirkulasi, master file, manajemen inventarisasi koleksi, manajemen pelaporan dan manajamen kontrol terbitan berserib.Mendukung sistem barcodingc.Memenuhi kebutuhan katalogisasi dari berbagai jenis General Material Designation (GMD) danjenis koleksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaand.Memenuhi kebutuhan konten digital dengan berbagai format, sepertu .doc, .rtf, .xls, .pdf, .ppt, .mp3, .mp4, .jpeg, .gif. dan lainnyae.Menampilkan konten digital seperti ebooks, video, audio, animasi dan gambar secara streamingf.SLiMS merupakan aplikasi berbasis web, yang artinya dapat diakses baik jaringan local maupun internet menggunakan browser Chrome, Mozilla dan atau Edgeg.Mudah dalam instalasi (Azwar, 2013: 28).Maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS 8 versi Akasia telah dimanfaatkan di berbagai perpustakaan seperti di perpustakaan khusus hingga perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini karena didukung dengan berbagai fitur-fitur yang dimiliki aplikasi SLiMS, seperti OPAC, bibliografi, keanggotaan, sirkulasi, master file, pelaporan dan lainnya. Kemudian mendukung sistem barcoding, memenuhi kebutuhan konten, menampilkan konten digital, berbasis web hingga penginstalannya yang mudah.Implementasi SLiMS 9 versi BulianSoftware SLiMS 9 versi Bulian, aplikasi yang berbasis web ini merupakan aplikasi yang dapat digunakan dalam mewujudkan yang namanya sistem otomasi perpustakaan pada SLiMS dapat mempermudah dalam kegiatan perpustakaan seperti dalam mengkatalog, mendata para pengunjung perpustakaan serta sirkulasi yang ada pada perpustakaan serta masih banyak lagi manfaat ketika menggunakan aplikasi SLiMS. Berikut adalah hasil penelusuran literatur-literatur berbentuk artikel jurnal dan penelitian sebelumnya dengan topik implementasi SLiMS 9 versi Bulian:a.Artikel Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Volume 3, No.2, yang berjudul “Manfaat SLiMS 9 versi Bulian untuk Katalog di Perpustakaan SMPN 3 Jampangtengah” ditulis oleh Ade Setiawan, Evi Nursanti Rukmana dan Asep Saeful Rohman (2022). Penelitian ini memberikan kesimpulan, penggunaan SLiMS mudah untuk di pelajari serta komputer atau perangkat lunak yang digunakan tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi selain itu tidak perlu punya keahlian IT dalam instalasi SLiMS setiap orang dapat melakukannya. SLiMS akan mempermudah dalam otomasi perpustakaan salah satunya pada kegiatan pengatalogan tinggal memasukan data buku pada menu yang sudah di sediakan selanjutnya dapat mencetak kartu katalog secara mudah dengan printer. selain itu pengatalogan dengan SLiMS akan mempermudah dalam melakukan temu kembali informasi secara cepat dan efisien. SLiMS mempunyai banyak kelebihan seperti lebih flexibels dalam penggunaannya sertamudah di pelajari serta mempermudah pekerjaan pengelola perpustakaan seperti dalam proses sirkulasi dan juga pendataan anggota perpustakaan dan masih banyak lagi. b.Artikel Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 2, No.1 yang berjudul “Penerapan ApliaksiSLiMS 9 versi Bulian untuk Mewujudkan Katalog Elektronik di Perpustakaan SMAN 1 Cicalengka” ditulis oleh Silfi Rabani, Evi Nursantri Rukmana dan Asep Saeful Rohman (2022). Penelitian ini memberikan kesimpulan, Berdasarkan hasil wawancara dan survei yang dilakukan, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa Perpustakaan SMAN 1 Cicalengka belum menerapkan sistem katalogisasi sebagaimana mestinya dan penggunaan aplikasi SLiMS 9 versi Bulian hanya terbatas pada pengorganisasian keanggotaan saja. Alasan belum diterapkannya sistem katalogisasi adalah belum adanya pustakawan lulusan dari prodi ilmu perpustakaan atau yang menguasai katalogisasi sehingga menyebabkan para pustakawan SMAN 1 Cicalengka belum mengetahui bagaimana pengaplikasian katalogisasi secara baik danbenar. c.Artikel Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 10, No. 1, yang berjudul “Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Terautomasi Berbasis SLiMS 9 versi Bulian di SMPN 4 Lubuk Alung Kabupaten Padang Rariaman”. Penelitin ini memberikan kesimpulan, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan memberikan manfaat bagi peserta pelatihan terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan konsep pengelolaan perpustakaan sekolah berbasis teknologi informasi dengan menggunakan aplikasi Senayan Library Management System SLiMS 9 Bulian. Disamping itu, menanamkan keterampilan pada para peserta pelatihan dalam mengelola dan memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar di sekolah.Berdasarkan kajian pustaka pada artikel jurnal danpenelitian-penelitian sebelumnya yang telah diuraikan di atas, implementasi sistem informasi perpustakaan dengan SLiMS 9 versi Bulian di perpustakaan sekolah menengah pertama hingga perpustakaan sekolah menengah atas, seperti yang dilakukan Perpustakaan SMPN 3 Jampangtengah. Hal ini karena penggunaan SLiMS 9 versi Bulian mudah untuk dipelajari serta komputer atau perangkat lunak yang digunakan tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi, selain itu tidak perlu punya keahlian IT dalam instalasi SLiMS setiap orang dapat melakukannya.Adapun implementasi SLiMS 9 versi Bulian seperti yang dilakukan di perpustakaan sekolah menegah atas, yaitu Perpustakaan SMAN 1 Cicalengka. Pemanfaatan fitur anggota perpustakaan yang sangat membantu, mesti pada kasus ini fitur-fitur lain seperti katalogisasi belum dimanfaatkan. Hal ini menunjukkaa perlunya adanya kompetensi yang dimiliki pustakawan sehingga mampu mengelola perpustakaan dengan lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan, seperti yang dilakukan pada SMPN 4 Lubuk Alung. Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan implementasi SLiMS 9 versi Bulian yang dapat mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan di perpustakaan, selain itu diberikan keterampilan kepada peserta kegiatan bagaimana mengelola perpustakaan yang ideal, khususnya di sekolah.Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam mengimplementasikan software SLiMS 9 versi Bulian, seperti yang dikemukakan oleh Azwar, yaitu:a.Mengadakan perangkat keras (hardware); komputer server dan client, peralatan jaringan, barcode scanner dan sistem pengamanan.b.Memilih perangkat lunak (software); mengembangkan sendiri, membeli paket perangkat lunak dari vendor, menggunakan aplikasi dan atau menggunakan aplikasi gratis. c.Menyiapkan sumber daya manusia (barainware); pustakawan dan pengelola teknis perpustakaan yang memiliki pelatihan dasar, atau setidaknya memahami dasar penggunaan komputer. (Azwar, 2013: 23).Maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS 9 versi Bulian telah dimanfaatkan di berbagai perpustakaan seperti di perpustakaan sekolah menengah pertama hingga perpustakaan sekolah menengah atas. Oleh sebab itu, beberapa hal yang perlu disiapkan dalam mengimplementasikan SLiMS9 versi Bulian di perpustakaan, seperti menyiapkan perangkat keras, memilih perangkat lunak dan menyiapkan pustakawan atau pengelola perpustakaan sebagai sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan SLiMS dengan efektif dan efisien.SLiMS 7 versi Cendanapertama kali dikembangkan oleh Departemen Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementrian Pendidikan Nasional pada Tahun 2007, merupakan sebuah perangkat lunak untuk sistem manajemen perpustakaan. Sampai saat ini SLiMS telah digunakan oleh banyak perpustakaan yang ada di Indonesia, bahkan sudah digunakan oeleh perpustakaan di luar negeri. Kemudian SLiMS 8 versi Akasia hadir dengan fitur dan upgrade yang telah dikembangkan,diantaranya; Installer pilihan upgrade lebih mudah, logo barus, style baru pada menu pencarian, terdapat fitur citation (pembuatan daftar pustaka, fitur chat, RDA Ready, security lebih maksimal, pertukaran data, link antar bibliografi, fitur news/berita, tampilan OPAC dan Front End lebih praktis. Hingga saat ini telah hadir SLiMS 9 versi Bulian yang memiliki fitur baru seperti; penambahan bahasa Urdu, bahasa Turki, Bahasa Rusia untuk antarmuka, penambahan teman baru lama Admin (SchILS style admin theme), kemudian fitur Copy-cataloguing dengan protocol MARC SRU, dan masih banyak lagi fitur serta keunggulan terbaru dari SLiMS 9 versi Bulian yang dapat dirasakan oleh pengguna.
Conclusion
Implementasi Sistem Informasi Perpustakaan dengan SLiMS 7 versi Cendana, SLiMS 8 versi Akasia dan SLiMS 9 versi Bulian telah dimanfaatkan di berbagai perpustakaan seperti di perpustakaan sekolah menengah pertama, perpustakaan sekolah menengah atas, perpustakaan khusus hingga perpustakaan perguruan tinggi. Pemanfaatan SLiMS 7 versi Cendana digunakan untuk pangkalan data serta layanan referensi seperti koleksi direktori yang dilakukan Direktori Indonesians. Sementara di perpustakaan khusus sendiri memanfaatkan SLiMS 7 versi Cendana untuk mengembangkan penggunaan hardware "barcode scanner" seperti yang telah dilakukan di Perpustakaan Pusat Riset Perikananan. Adapun implementasi SLIMS 8 versi Akasia seperti yang dilakukan di perpustakaan khusus, yaitu perpustakaan BNPB dengan memanfaatkan katalog daring SLiMS dengan metode Checklist, meski terdapat kekurangan namun metode ini masih bisa dikembangkan. Adapun implementasi SLiMS 9 versi Bulian seperti yang dilakukan di perpustakaan sekolah, yaitu Perpustakaan SMAN 1 Cicalengka, pemanfaatan fitur anggota perpustakaan yang sangat membantu, upaya yang dilakukan adalah dengan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan, seperti yang dilakukan pada SMPN 4 Lubuk Alung. Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan implementasi SLiMS 9 versi Bulian yang dapat mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan di perpustakaan.