Kembali
16
1
2015 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 14 · 2 ISSN 1410-5551

PEMBUATAN PROTOTIPE PANGKALAN DATA DIREKTORI INDONESIANIS MENGGUNAKAN SLiMS CENDANA

Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor; Institut Pertanian Bogor

Abstract

Directory of Indonesianist is one of the reference collections that a library must provide. Only a few libraries provide it. The second fact is the directory of Indonesianist is an old publication that never has a new version. This directory is printed material and limited edition, it makes the library-user difficult to find the Indonesianist data. Until this time, there is no one of directory of Indonesianist administered online. This research purposed to build an online web based directory of Indonesianist database by using SLiMS Cendana. This research has five steps: (1) preliminary investigation; (2) choosing the sample of Indonesianist data and publication using googlescholar, scholarometer and googlebooks; (3) studying SLiMS, (4) making a prototipe based on study about SLiMS in the previous step; (5) examination of the recall and precision of the "search engine" of the directory of Indonesianist database that has been created. The making of the application uses prototyping method by modifying SLiMS, the process prototyping using flowchart and data flow diagram (DFD), and the data prototyping using entity relationship diagram (ERD). The Indonesianists data can be presented by name, domicile, social sciences, topics research, areas of research, background of education, research titles, titles of journals, and the office where Indonesianis worked. This reserach succeed to build an online database directory Indonesianists can used in accordance with library-user needs.
Keywords: directory · Indonesianist · database · recall · precision · SLiMS cendana

Introduction

Tugas perpustakaan nasional di Indonesia dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (selanjutnya ditulis Perpusnas) sesuai amanat UndangUndang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Salah satu tugas Perpusnas (pasal 21 ayat 3 huruf a dan b) adalah mengembangkan koleksi nasional yang memfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan untuk melestarikan budaya bangsa. Biblioteca Indonesiana termasuk salah satu bagian dari koleksi nasional. Biblioteca Indonesiana adalah kumpulan koleksi atau materi perpustakaan tentang Indonesia baik terbitan dalam maupun luar negeri (Sulistyo-Basuki, 2009). Koleksi Indonesiana ditulis oleh peneliti sejak zaman kolonial hingga sekarang. Materinya berbentuk buku dan artikel jurnal. Peneliti ini lazim dikenal sebagai Indonesianis. Berkaitan dengan hal itu, Perpusnas memiliki tugas untuk mengumpulkan koleksi Indonesiana, termasuk mengembangkan direktori Indonesianis. Direktori Indonesianis termasuk salah satu koleksi referens yang seharusnya tersedia di perpustakaan. Namun faktanya, hanya sedikit perpustakaan yang memiliki direktori Indonesianis. Direktori Indonesianis yang ada saat ini adalah buku terbitan lama yang belum diperbarui. Bentuknya yang tercetak dan jumlah yang terbatas mengakibatkan pemustaka kesulitan mencari data Indonesianis ini. Bahkan, selama ini belum ada direktori Indonesianis yang dilayankan secara online. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah pangkalan data direktori Indonesianis berbasis web menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS) versi Cendana supaya dapat dilayankan secara online kepada pemustaka. Penelitian sebelumnya tentang Indonesianis antara lain dilakukan oleh KITLV (1987) dan Bachtiar (1976). Dari kedua penelitian sebelumnya, belum ada yang mengimplementasikan direktori Indonesianis dalam bentuk pangkalan data direktori secara online berbasis web.

Method

Penelitian ini dilakukan mengikuti alur penelitian seperti terlihat pada Gambar 1. Tahapan alur penelitian terdiri atas: 1) Penyelidikan awal, meliputi: studi literatur tentang Indonesianis, korespondensi dengan pakar untuk mengetahui siapa yang dimaksud dengan Indonesianis, pene-lusuran direktori Indonesianis tercetak, dan investigasi direktori lain berbasis web, 2) Pemilihan sampel data Indonesianis dan publikasi Indonesianis yang akan dimasukkan ke dalam pangkalan data direktori Indonesianis menggunakan Googlescholar, Scholarometer dan Googlebooks, 3) Pengkajian SLiMS, 4) Pembuatan prototipe berdasar kajian terhadap SLiMS, 5) Pengujian. Mulai Penyelidikan awal 1. studi literatur tentang Indonesianis 2. korespondensi dengan pakar 3. penelusuran buku direktori Indonesianis tercetak 4. investigasi direktori online lain Pengkajian SLiMS Pembuatan prototipe Pemilihan sampel data Indonesianis dan publikasi Indonesianis Pengujian recall dan precision Selesai Ya Tidak Apakah Fitur tambah data Indonesianis tersedia? Gambar 1. Alur Penelitian Metode pengembangan aplikasi menggunakan metode prototyping, sedangkan metode penentuan sampel data menggunakan metode purposive sampling. Adapun metode pengujian menggunakan user acceptance test dan pengujian recall dan precision pencarian pangkalan data yang telah dibuat. Perolehan (recall) berhubungan dengan kemampuan sistem untuk memanggil dokumen yang relevan, sedangkan ketepatan (precision) berkaitan dengan kemampuan sistem untuk tidak memanggil dokumen yang tidak relevan (Hasugian 2006). Recall adalah perbandingan jumlah data relevan yang terambil terhadap jumlah data relevan di dalam pangkalan data. Precision adalah perbandingan jumlah data relevan yang terambil terhadap jumlah data (relevan dan tidak relevan) yang terambil. Berdasar penjabaran tersebut diperoleh rumus sebagai berikut:

Result & Discussion

Penyelidikan Awal Indonesianis adalah sarjana atau ilmuwan ahli Indonesia, berpendidikan universitas maupun tidak, tetapi memiliki kualitas pemikiran setara dengan lulusan universitas. Indonesianis ini harus pernah menulis karya yang dapat dikategorikan ke dalam studi sejarah atau politik Indonesia. Karya itu berupa disertasi doktor, tesis master, buku atau monograf hasil penelitian atau artikel di jurnal ilmiah yang besar pengaruhnya terhadap studi sejarah dan atau politik Indonesia (Sulistyo, 1996). Pengertian lainnya adalah orang-orang yang berlatar belakang akademisi intelektual yang mengamati Indonesia secara serius dan terus menerus, menjadikan Indonesia sebagai lahan kajian akademisnya serta menuliskannya ke dalam produk-produk kajian serius sehingga bisa ditelusur jejak teoritisnya (Fatah, 2004). Korepondensi dengan pakar dilakukan berdasar pengertian Indonesianis (Sulistyo 1996) dan (Fatah 2004). Korespondensi dilakukan kepada pakar yang dikenal sebagai Indonesianis, yaitu Prof William R Liddle, seorang Profesor Emeritus Ilmu Politik di Ohio State University dan Prof Tererence Hull, seorang Profesor Emeritus di Australian Demographic and Social Research Institute. William R Liddle menyetujui 2 (dua) definisi yang penulis jadikan rujukan (Liddle RW 4 Juni 2013, komunikasi pribadi). Sementara Hull berpen-dapat,“…Indonesianis (atau Pakar studi Indonesia) bukanlah benar-benar topik dalam diri mereka sendiri, lebih kepada metatopik. Cara terbaik untuk melacak mereka adalah menelusur nama mereka melalui informasi publikasi Google Scholar…”(Hull T 5 Maret 2013, komunikasi pribadi). Dapat disimpulkan bahwa Indonesia-nis adalah ilmuwan atau peneliti berkewarganegaraan Indonesia atau asing, berlatar belakang ilmu sosial, secara serius meneliti Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai lahan kajian penelitian secara terus menerus, mempublikasikan ke dalam kajian serius sehingga bisa ditelusur jejak teoritisnya serta, mempunyai pengaruh yang besar terhadap studi ilmu sosial di Indonesia. Indonesianis dapat ditemukan melalui kajian ilmiah baik berbentuk buku ataupun artikel di jurnal ilmiah. Langkah selanjutnya adalah penelusuran direktori tercetak pada beberapa OPAC perpustakaan besar yang dianggap memiliki buku direktori Indonesianis. Diperoleh informasi beberapa perpustakaan yang memiliki buku ini berada di Jakarta, Malang, Medan dan Yogyakarta. Informasi ini diperoleh melalui penelusuran OPAC, sehingga diasumsikan koleksi fisiknya masih tersedia di perpustakaan yang bersangkutan. Investigasi terhadap direktori online lainnya dilakukan untuk mengetahui field database yang digunakan, dan memahami metode pencariannya. Direktori berbasis web yang diinvestigasi antara lain: (1) Sistem Informasi Kepakaran LIPI (SIDIK LIPI); (2) Direktori Peneliti Universitas Cincinnati (UC) Amerika; (3) Direktori Peneliti Nanyang Technology University (NTU) Singapura ; dan (4) Direktori Peneliti Universiti Sains Malaysia (USM). Website SIDIK LIPI tidak bisa diakses sampai artikel ini ditulis. Pemilihan Sampel Data Indonesianis dan Publikasi Indonesianis Pemilihan sampel data Indonesianis dan publikasi Indonesianis menggunakan Googlescholar, Scholarometer dan Googlebooks. Googlescholar digunakan untuk mengetahui apakah Indonesianis yang ditelusur terindeks Googlescholar, selanjutnya Scholarometer digunakan untuk melihat daftar publikasi Indonesianis yang terindeks. Googlebooks dan Googlescholar digunakan untuk mengetahui apakah file digital, jurnal atau e-book dari publikasi Indonesianis yang dicari tersedia di internet yang akan digunakan penulis sebagai tautan. Pemilihan data Indonesianis dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Adapun kriteria yang ditetapkan adalah 1) Sarjana ilmu sosial, 2) Terindeks Googlescholar, 3) Aktif menulis selama 5 tahun terakhir. Nama-nama Indonesianis diambil dari buku dan jurnal seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1.Jumlah Indonesianis yang ditelusur menggunakan Googlescholar dan Scholarometer berdasarkan sumber data yang digunakan Sumber data Jumlah Peneliti Dari Columbus untuk Indonesia: 70 tahun Prof Bill Liddle dari Murid dan Sahabat 34 Directory of West European Indonesianists 316 Directory of Social Scientist in Indonesia 192 Direktori Pemikiran Ilmuwan Politik dan Sejarawan Asing Ahli Indonesia beserta Karya-Karya Mereka 288 Jurnal Indonesia terbitan Cornell University's Southeast Asia Program 454 Liputan Khusus Tempo 14-20 November 2011 58 Total 1342 Hasil penelusuran yang dilakukan menggunakan Googlescholar dan Scholarometer diperoleh hasil sebagai berikut: dari 1342 Indonesianis, sebanyak 1052 Indonesianis terindeks Googlescholar. Dari 1052 Indonesianis yang terindeks Googlescholar, ditemukan sebanyak 86 orang Indonesianis memiliki publikasi yang terindeks sesudah tahun 2009 sampai dengan 2014, sedangkan 966 orang Indonesianis memiliki publikasi sebelum tahun 2009. Hal ini berarti bahwa 86 orang Indonesianis yang masih aktif menulis selama 5 tahun terakhir akan dijadikan sampel data Pangkalan Data Direktori Indonesianis. Pengkajian SLiMS Pengkajian yang telah dilakukan terhadap SLiMS diperoleh informasi bahwa: 1) Fasilitas untuk menambahkan data Indonesianis (modul author) belum tersedia. Input data author yang terdapat pada modul bibliografi hanya memuat field nama saja. Begitu juga penambahan data author pada modul Master File hanya memuat field nama dan tahun lahir; (2) Katalog Indonesianis (OPAC Indonesianis) belum tersedia; (3) Daftar Indonesianis (List of Indonesianist) belum tersedia. Berdasar hasil pengkajian tersebut, maka perlu dibangun satu modul author, satu laman katalog Indonesianis dan laman daftar Indonesianis. Pembuatan Prototipe Hal pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan prototipe pangkalan data direktori Indonesianis adalah analisis kebutuhan perangkat lunak baik itu kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional sistem. Selanjutnya memodelkan proses untuk alur program pangkalan data direktori Indonesianis menggunakan flowchart dan memodelkan proses untuk aliran data menggunakan data flow diagram (DFD) seperti contoh yang terlihat pada Gambar 2 dan Gambar 3. Pemodelan data menggunakan Entity Relationship Diagram atau ERD seperti terlihat pada Gambar 4. Pemustaka Administrator Web Online Directory Indonesianist Pencarian Indonesianis (kata kunci) Pencarian publikasi (kata kunci) Data Indonesianis Data publikasi Login (username+password) Data Indonesianis Data publikasi Gambar 2. Diagram Konteks Pangkalan Data Direktori Indonesianis Gambar 3. Flowchart Pencarian OPAC Katalog Indonesian Gambar 4. ERD Pangkalan Data Direktori Indonesianis Gambar 5. Perancanan Menu Pangkalan Data Direktori Indonesianis. Pengujian Pengujian oleh pengguna untuk mengetahui fungsionalitas aplikasi berjalan dengan baik atau tidak. Untuk pengujian ini responden diminta mengakses prototipe pangkalan data direktori Indonesianis yang beralamat di http://www.indonesianist. web.id. Pengujian dilaksanakan dalam bentuk pertanyaan yang dilakukan oleh responden pada hari yang berbeda kepada lima orang responden yang terdiri dari 28 pertanyaan. Responden yang dipilih adalah orangorang yang setiap hari berinteraksi dengan komputer dan internet. Kelima responden belum pernah mengenal ataupun menggunakan pangkalan data direktori Indonesianis. Untuk menganalisa jawaban dari pengujian lima orang responden digunakan perangkat lunak TCM Lite yang diunduh dari http://www.wintestgear.com. Hasil pengujian oleh pengguna menunjukkan bahwa 96 % sistem berjalan dengan baik, dan 4% sistem gagal berfungsi karena fasilitas untuk mengetahui jumlah Indonesianis belum berfungsi. Pengujian selanjutnya oleh pengguna adalah pengujian pencarian dari OPAC katalog Indonesianis dan OPAC katalog publikasi untuk mengetahui tingkat recall dan precision pencarian. Pengujian recall dan precision dilakukan sebanyak 2 kali percobaan. Berdasar hasil pengujian recall dan precision diperoleh hasil pencarian data Indonesianis menggunakan metode simple search diperoleh nilai recall dan precision sebesar 100%, untuk pencarian advance search diperoleh nilai recall dan precision sebesar 100%, sedangkan pencarian menggunakan boolean logic diperoleh nilai recall dan precision sebesar 67%. Sehingga bila dirata-rata akan diperoleh nilai recall dan precision sebesar 89%. Hasil yang sama ditunjukkan untuk pencarian data publikasi. Dengan demikian secara umum pencarian Indonesianis dan publikasi Indonesianis dapat digunakan oleh pengguna. Data Indonesianis yang dapat ditampilkan meliputi nama, domisili, cabang ilmu sosial, topik penelitian, area penelitian, latar belakang pendidikan, judul penelitian, judul jurnal publikasi, negara domisili, dan kantor tempat Indonesianis bekerja. Perbandingan Pencarian Data Indonesianis Secara Konvensional dan Pencarian Indonesianis Menggunakan Pangkalan Data Direktori Indonesianis Perbandingan ini dilakukan dengan cara mengamati langsung pengguna yang akan melakukan pencarian data Indonesianis di Perpustakaan. Gambar 6 menjelaskan pengguna melakukan pencarian data Indonesianis secara konvensional. Secara rinci, langkahlangkah dari pengguna dalam melakukan pencarian data Indonesianis secara konvensional memerlukan delapan langkah sampai data Indonesianis dan judul publikasi ditemukan, atau empat belas langkah sampai buku publikasi karya Indonesianis dapat dibaca oleh pengguna. Berbeda dengan Gambar 7, pencarian data Indonesianis menggunakan aplikasi pangkalan data direktori Indonesianis. Pengguna hanya membutuhkan lima langkah untuk dapat menemukan data Indonesianis dan daftar judul publikasi karya Indonesianis, atau tujuh sampai sembilan langkah untuk dapat membaca publikasi karya Indonesianis yang sedang dicari. Lebih lanjut kelebihan dan kekurangan dua metode pencarian data Indonesianis dapat dijelaskan pada Tabel 2. Tabel 2. Perbandingan Pencarian Data Indonesianis secara Konvensional dan Pencarian menggunakan Pangkalan Data Direktori Indonesianis No Konvensional Pangkalan data direktori Indonesianis 1. Pengguna harus datang ke perpustakaan. Pengguna yang bertempat tinggal jauh dari perlu memikirkan waktu, biaya, dan moda transportasi Tidak harus datang ke perpustakaan. Dapat dilakukan dimana saja. No Konvensional Pangkalan data direktori Indonesianis ke perpustakaan. 2. Buku yang tersedia dalam bentuk tercetak tidak bisa dipinjamkan dan harus baca di tempat. Buku dapat dibaca tanpa dipinjam dan dibaca dimana saja. 3. Jam buka layanan perpustakaan yang dibatasi sehingga pengguna memiliki waktu yang terbatas dalam membaca buku ini Tidak terbatas ruang dan waktu, dapat dibaca kapan saja. (7 hari dalam seminggu/24 jam sehari) 4. Tersedia dalam bentuk tercetak Tersedia dalam bentuk digital 5. Tidak membutuhkan perangkat komputer dan tidak terkoneksi internet untuk dapat membaca buku direktori Membutuhkan perangkat komputer atau gadget dan harus terkoneksi internet 6. Harus menjadi anggota perpustakaan untuk dapat membaca buku direktori Tidak perlu menjadi anggota perpustakaan. Gambar 6. Pencarian data Indonesianis secara konvensional Gambar 7. Pencarian Data Indonesianis Menggunakan Pangkalan Data Direktori Indonesianis

Conclusion

Penelitian ini telah berhasil membangun sebuah pangkalan data direktori Indonesianis berbasis web. Dengan menambahkan modul author, SLiMS dapat dimanfaatkan untuk keperluan pangkalan data direktori Indonesianis. Layanan referens terutama koleksi direktori yang selama ini dilayankan dalam versi tercetak dapat digantikan dengan layanan online. Dengan memanfaatkan teknologi web, pemustaka cukup membuka browser dan terhubung ke internet sehingga dapat mengakses pangkalan data direktori Indonesianis ini. Data Indonesianis yang diperlukan pemustaka dapat dengan mudah dicari dan ditelusur meliputi data nama, domisili, cabang ilmu sosial, topik penelitian, area penelitian, latar belakang pendidikan, judul penelitian, judul jurnal publikasi, negara domisili, dan kantor tempat Indonesianis bekerja. Bahkan tautan publikasi Indonesianis yang dimaksud juga dapat ditampilkan dengan sempurna. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yaitu 1) Fasilitas pencarian berupa OPAC Indonesianis dan OPAC publikasi menggunakan operator Boolean logic perlu diperbaiki, 2) Ketelitian dalam memasuk-kan data tetap diperlukan untuk menjaga tingkat recall dan precision yang tinggi, 3) Hasil pencarian publikasi belum bisa menampilkan lokasi dimana koleksi Indonesiana yang dimaksud. Untuk itu perlu dikembangkan fasilitas dengan memanfaatkan WorldCat Search API. Dengan memanfaatkan API service dari Worldcat akan diketahui bibliografi dan lokasi koleksi yang yang terdekat dengan pengguna, 4) Untuk koleksi Indonesiana yang berada di perpustakaan di wilayah Indonesia belum bisa diketahui lokasinya, untuk itu perlu kerja sama dengan One Search Indonesia Perpustakaan Nasional. Dengan fasilitas yang dimiliki One Search Indonesia akan diketahui koleksi, dan lokasi koleksi Indonesiana yang dimaksud, 5) Perlu adanya kajian lebih lanjut agar pangkalan data direktori Indonesianis ini dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.