Recall dan Precision pada Online Public Access Catalog(OPAC) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung; Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung; Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung
Abstrak
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung merupakan lembaga teknis yang mempunyai tugas dan fungsi pengembangan pembudayaan kegemaran membaca melalui pemberdayaan perpustakaan. Peran Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai sistem temu kembali informasi sangat mendukung sebagai salah satu sarana atau fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang perpustakaan khususnya di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana recall dan precision pada OPAC Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kota Bandung; (2) efektivitas OPAC sebagai sistem temu kembali informasi di Disarpus Kota Bandung. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan penelusuran kata kunci pada OPAC Disarpus Kota Bandung melalui halaman websitehttp://layanan.dispusip.bandung.go.id/inlislite3/opac/. 10 Sepuluh kata kunci tersebut adalah yang paling sering dicari atau ditelusuri oleh pengguna perpustakaan pada bulan Maret 2022 di Disarpus Kota Bandung. Setiap kata kunci yang digunakan dalam proses penelusuran, hasilnya berupa sejumlah data katalog. Data katalog yang diperoleh kemudian dianalisis dan ditentukan data mana yang relevan dan tidak relevan dengan kebutuhan informasi yang dicari berdasarkan judul, subjek buku, dan ketersediaan koleksi. Kemudian akan dilakukan perhitungan recall dan precision untuk mengetahui tingkat efektivitas temu kembali aplikasi INLISLite. Berdasarkan hasil pengujian terhadap OPAC Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dengan 10 kata kunci yang paling sering ditelusuri oleh pemustaka selama bulan Maret 2022 dapat disimpulkan bahwa sistem temu kembali informasi tersebut sudah efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata recall sebesar 0.96 atau 95.79 % dan nilai rata-rata precision sebesar 0.92 atau 92.31 %. Dari 10 kata kunci yaitu keperawatan, sumber daya manusia, komunikasi, metode penelitian, akuntansi, pajak, sistem informasi, keterampilan, parenting, dan psikologi, kata kunci dengan nilai recall dan precision tertinggi adalah kata kunci metode penelitian dan parenting yaitu nilai recall 1 atau 100% dan nilai precision 1 atau 100%. Sedangkan nilai recall dan precision terendah adalah kata kunci komunikasi yaitu dengan nilai recall 0.90 atau 90.34% dan nilai precision 0.88 atau 88.33%. Secara keseluruhan OPAC pada Disarpus Kota Bandung sudah efektif sebagai sistem temu kembali informasi.
Abstract
Disarpus Bandung is a technical institution that has the task and function of developing the habit of reading fondness through library empowerment. The role of the Online Public Access Catalog (OPAC) as an information retrieval system is very supportive as a means or facilities to improve services to the community, especially in the field of libraries in the city of Bandung. This study aims to determine (1) How is recall and precision in the OPAC of the Disarpus Bandung. (2) effectiveness of OPAC as an information retrieval system in the city of Bandung. The data collection method used is by conducting keyword searches on the OPAC of the Disarpus Bandung through the website pagehttp://layanan.dispusip.bandung.go.id/inlislite3/opac/. These 10 keywords were the most searched or searched by library users in March 2022 in Disarpus Bandung. Every keyword used in the search process, the result is a number of catalog data. The catalog data obtained is then analyzed and determine which data are relevant and irrelevant to the information needs sought based on the title, the subject of the book, and the availability of the collection. Then the recall and precision calculations will be carried out to determine the effectiveness of the INLISLite application retrieval. Based on the results of testing on the OPAC of the Disarpus Bandung with 10 keywords most frequently searched by users during March 2022, it can be concluded that the information retrieval system has been effective. This can be seen from the average recall value of 0.96 or 95.79% and the average precisionvalue of 0.92 or 92.31%. Of the 10 keywords, namely nursing, human resources, communication, research methods, accounting, taxation, information systems, skills, parenting, and psychology, thekeywords with the highest recall and precision values are research methods and parenting keywords, namely the recall value of 1 or 100% and a precision value of 1 or 100%. Meanwhile, the lowest recall and precision values are communication keywords, with a recall value of 0.90 or 90.34% and aprecision value of 0.88 or 88.33%. Overall, the OPAC at the Disarpus Bandung has been effective asan information retrieval system.
Keywords:
recall
· precision
· sistem temu kembali informasi
· OPAC
Introduction
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung merupakan lembaga teknis yang mempunyai tugas dan fungsi pengembangan pembudayaan kegemaran membaca melalui pemberdayaan perpustakaan. Disarpus Kota Bandung termasuk dalam Dinas Arsip dan Perpustakaan wilayah III Jawa Barat yang meliputi lima kota/kabupaten di Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang). (Nurhayati & Supriatin, 2021) Bersumber dari halamannya sejarah berdirinya Disarpus Kota Bandung telah beberapa kali berganti nama diawali dengan nama Lembaga Perpustakaan. Selanjutnya pada tahun 1990 berubah nama menjadi UPTD Perpustakaan Umum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kotamadya DT. II Bandung. Selanjutnya pada tahun 1994 menjadi Unit Pelaksana Daerah (UPD) Perpustakaan Umum, yang langsung bertanggung jawab kepada Walikota dan secara administrasi berada di bawah koordinasi Sekretaris Daerah. Selanjutnya pada tahun 1999 UPD (Unit Pelaksana Daerah) Perpustakaan Umum berubah menjadi Kantor Perpustakaan Umum Kota Bandung. Pada tahun 2007 kembali berubah menjadi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung. Kemudian pada tahun 2017 berubah nama menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung. Dan sejak 1 Januari 2022 sesuai dengan perubahan SOTK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung berubah nama menjadi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung. Ditinjau dari jenisnya, Disarpus Kab Bandung termasuk dalam kategori perpustakaan umum. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi (UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, 2007). Selain itu, berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan jenis koleksi yang perlu disediakan perpustakaan umum harus dapat mencakup seluruh kebutuhan informasi pemustaka, seperti: 1. Perpustakaan memiliki jenis koleksi untuk anak, koleksi untuk remaja, dewasa, koleksi referensi untuk anak, koleksi referensi untuk remaja/ dewasa, koleksi khusus, surat kabar, majalah, dan koleksi noncetak; 2. Jenis koleksi perpustakaan mengakomodasikan semua kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan penyandang cacat; 3. Perpustakaan menyediakan koleksi terbitan lokal dan koleksi muatan lokal; 4. Koleksi perpustakaan terdiri dari berbagai disiplin ilmu sesuai kebutuhan masyarakat; 5. Komposisi dan jumlah masing-masing jenis koleksi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pembangunan daerah. (Oktavianto &Suliyati, 2019) Untuk tercapainya tujuan dari organisasi, Disarpus Kota Bandung memiliki visi dan misi. Visinya adalah “Terwujudnya Peningkatan Minat Baca Masyarakat dan Penyelenggaraan Kearsipan Secara Baku”. Sedangkan misinya, yaitu: 1)Mewujudkan Minat Baca Masyarakat; 2)Mewujudkan Penyelenggaraan Kearsipan; 3)Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat; 4)Mewujudkan Kinerja Yang Akuntabel. Sejalan dengan salah satu misinya tersebut peran Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai sistem temu kembali informasi sangat mendukung sebagai salah satu sarana atau fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang perpustakaan khususnya di Kota Bandung. Menurut Kusmayadi, tujuan penyediaan OPAC yaitu 1) Pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkalan data yang dimiliki perpustakaan; 2) Mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukan dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi; 3) Mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja; 4) Mempercepat pencarian informasi; 5) Dapat melayani kebutuhan informasi masyarakat dalam jangkauan luas. Jadi, tujuan penyediaan OPAC di perpustakaan adalah untuk memberi kepuasan kepada pengguna dan staf perpustakaan dan mempercepat pencarian informasi yang tersedia di perpustakaan. (Dwiyantoro, 2017) Dari hasil wawancara dengan pengelola, sejak tahun 2015, OPAC yang digunakan sebagai sistem temu kembali informasi di Disarpus Kota Bandung adalah dengan menggunakan aplikasi INLISLite. Hingga bulan Maret tahun 2022, koleksi yang telah diinput pada aplikasi ini sebanyak 37.579 judul dan 105.832 eksemplar dengan keseluruhan merupakan koleksi buku teks/monograf. Hingga saat ini belum ada kajian yang membahas mengenai recall dan precision pada OPAC di Disarpus Kota Bandung. Pada observasi awal penulis terhadap OPAC pada Disarpus Kota Bandung bahwa belum diketahui efektivitas serta recall dan precision pada sistem temu kembali informasi nya. Sehingga kajian ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengungkap sejauh mana recall dan precision pada OPAC di Disarpus Kota Bandung. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana recall dan precision pada OPAC Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung; (2) efektivitas OPAC sebagai sistem temu kembali informasi di Disarpus Kota Bandung. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Disarpus Kota Bandung mengenai recall dan precision pada OPAC yang dimiliki. Sehingga dapat dijadikan bahanpertimbangan dalam menetapkan kebijakanuntuk meningkatkan kualitas dari OPEC yang dimiliki. Selain itu, diharapkan dapat dijadikan rujukan atau tambahan literatur bagi yang akan melakukan penelitian atau kajian, terutama dalam objek kajian sama, tetapi dalam konteks yang berbeda. TINJAUAN PUSTAKA Sejak tahun 2015, Disarpus Kota Bandung telah menggunakan INLISLite sebagai sistem temu kembali informasi. Menurut Fatmawati, singkatan INLIS adalah integrated library system. INLISLitedibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusas) sejak tahun 2011. Situs web resmi INLISLite versi 3 adalahhttp://inlislite.perpusnas.go.id. (Fatmawati, 2020) Bersumber dari halaman website-nya Integrated Library System Lite (INLISLite) versi 3 merupakan pengembangan lanjut dari perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan INLISLite versi 2.1.2 yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpusnas sejak tahun 2011. INLISLite versi 3 dikembangkan sebagai perangkat lunak satu pintu bagi pengelola perpustakaan untuk menerapkan otomasi perpustakaan sekaligus mengembangkan perpustakaan digital/mengelola dan melayankan koleksi digital. INLISLite dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpusnas dalam rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital Nasional Indonesia, di samping membantu upaya pengembangan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia yang didasarkan pada : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Rekam. Dalam aplikasi INLISLite disediakan modul OPAC yang diperuntukan pemustaka sebagai sarana untuk penelusuran informasi. Menurut Fatmawati, modul OPAC INLISLite dirancang dengan penampilan baru dan akan menyesuaikan bentuknya jika diakses dari perangkat bergerak seperti tablet dan smartphone. Selain itu, juga dilengkapi dengan facet search yang memandu pemustaka dalam mempersempit hasil pencariannya. Facet search tersebut disediakan sebagai sarana pendukung yang akan mempermudah pemustaka mempersempit lingkup pencarian koleksi tanpa harus memikirkan kata kuncinya. Penelusuran koleksi sangat efektif untuk mencari sebuah koleksi dan dapat dilakukan dengan faset pengarang, faset penerbitan, faset lokasi terbitan, faset tahun terbit, serta faset subjek. Pemanfaatan detail cantuman dapat membantu pemustaka dalam melakukan penelusuran koleksi, sehingga harus dipastikan ketika melakukan penelusuran data-data yang dicari sesuai dengan yang dibutuhkan. OPAC INLISLite juga dilengkapi dengan detail cantuman yang memandu pemustaka dalam melakukan pencarian informasi. Detail cantuman yang akan tampil di modul OPAC INLISLite yaitu: status ketersediaan koleksi, melihat konten digital, pesan koleksi, tampung cantuman, serta unduh katalog. (Fatmawati, 2020) Menurut Salton, sistem temu kembali informasi merupakan suatu sistem yang menemukan (retrieve) informasi yang sesuai dengan kebutuhan user dari kumpulan informasi secara otomatis. Prinsip kerja sistem temu kembali informasi jika ada sebuah kumpulan dokumen dan seorang user yang memformulasikan sebuah pertanyaan (request atau query). Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sekumpulan dokumen yang relevan dan membuang dokumen yang tidak relevan. (Dwiyantoro, 2017) Efektivitas sistem temu kembali informasi adalah kemampuan dari sistem itu untuk memanggil berbagai dokumen dari suatu database sesuai dengan permintaan pengguna. Ada dua hal penting yang biasanya digunakan dalam mengukur kemampuan sistem temu kembali informasi yaitu rasio atau perbandingan perolehan(recall) dan ketepatan (precision). Sulistyo Basuki menyatakan bahwa rasio perolehan(recall) adalah perbandingan dokumen relevan dalam sistem. Sedangkan rasio ketepatan (precision) adalah perbandingan antara dokumen relevan dengan jumlah dokumen yang di temu balik dalam penelusuran. (Yusrawati, 2017) Recall menurut Lancaster dalam Pendit adalah proporsi jumlah dokumen yang dapat ditemukan kembali oleh sebuah proses pencarian informasi. Menurut Pendit, untuk mengukur recall dapat menggunakan rumus di bawah ini: (Martin & Nilawati, 2019) Tabel 1. Rumus menentukan recall dalam sistem temu kembali informasi Recall = Jumlah dokumen relevan yang terpanggil (a) Jumlah dokumen relevan yang ada didalam database (a+c) Pendit juga menyampaikan bahwa precision merupakan sebuah ukuran yang mengukur tingkat proporsi jumlah dokumen yang dapat ditemukan kembali oleh sebuah proses pencarian dan dianggap relevan untuk kebutuhan pencarian informasi atau rasio jumlah dokumen relevan yang ditemukan dengan total jumlah dokumen yang ditemukan. Untuk mengukur precision dapat diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut: (Martin & Nilawati, 2019) Tabel 2. Rumus menentukan precision dalam sistem temu kembali informasi Precision = Jumlah dokumen relevan yang terpanggil (a) Jumlah dokumen relevan yang ada di dalam database (a+b) Tabel 3. Matriks Recall dan Precision Relevant Not Relevant Total Retrieved a (hits) b (noise) a+b Not Retrieved c (misses) d (reject) c+d Total a+c b+d a+b+c+d Sumber: (Martin & Nilawati, 2019) Keterangan: a.(hits) = dokumen yang relevan b.(noise) = dokumen yang tidak relevan c.(misses) = dokumen relevan yang tidak ditemukan d.(reject) = dokumen tidak relevan yang tidak ditemukan Tabel 4. Interpretasi relevan dan tidak relevan Kategori Definisi Intrepretasi Relevan Dokumen merupakan tanggapan langsung dari pertanyaan Saya kecewa jika sistem gagal menemukan dokumen ini Tidak Dokumen tidak Saya kecewa jika Relevan relevan dengan pertanyaan sistem menemukan dokumen ini Sumber: (Martin & Nilawati, 2019) Lancaster memberikan penilaian untuk mengukur tingkat precision pada penilaian efektivitas suatu sistem temu kembali informasi dengan ukuran angka dan mengkategorikannya menjadi precision rendah yaitu tidak efektif, precision sedang berarti kurang efektif, dan precision tinggi yang berarti efektif (Martin & Nilawati, 2019). Berikut tabel penilaiannya: Tabel 5. Penilaian efektivitas precision sistem temu kembali informasi 0 - 0.33 Precision rendah tidak efektif 0.34 - 0.67 Precision sedang kurang efektif 0.68 - 1.00 Precision tinggi efektif
Method
Dalam kajian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Menurut Hadari Mawari dkk. bahwa dalam penelitian deskriptif kualitatif adalah prosedur atau cara pemecahan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan objek yang diselidiki seperti (seseorang, lembaga, pabrik, dan lain-lain) sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta yang aktual pada saat sekarang atau pada saat penelitian dilakukan (Dwiyantoro, 2017). Populasi yang didapat pada OPAC yaitu berjumlah 37.579 judul dan 105.832 eksemplar, sedangkan untuk jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 10 kata kunci dari total keseluruhan koleksi pada umumnya buku teks/monograf. Sepuluh kata kunci tersebut adalah yang paling sering dicari atau ditelusuri oleh pengguna perpustakaan pada bulan Maret 2022 di Disarpus Kota Bandung. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan penelusuran kata kunci pada OPAC Disarpus Kota Bandung melalui halamanwebsite http://layanan.dispusip.bandung.go.id/inlislit e3/opac/. Penelusuran dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2022. Setiap kata kunci yang digunakan dalam proses penelusuran, hasilnya berupa sejumlah data katalog. Data katalog yang diperoleh kemudian dianalisis dan ditentukan data mana yang relevan dan tidak relevan dengan kebutuhan informasi yang dicari berdasarkan judul, subjek buku, dan ketersediaan koleksi. Kemudian akan dilakukan perhitungan recall dan precision untuk mengetahui tingkat efektivitas temu kembali aplikasi INLISLite.
Result & Discussion
Gambar 1. Tampilan OPAC Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Perhitungan recall dan precision ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem temu kembali informasi melalui aplikasi INLISLite di Disarpus Kota Bandung. Untuk menghitung recall dan precision dilakukan pengujian dengan memasukan kata kunci yang digunakan pemustaka untuk menelusur informasi melalui aplikasi INLISLite di Disarpus Kota Bandung melalui fitur pencarian. Pengujian dilakukan menggunakan fitur pencarian yang sederhana dan tidak dilakukan dengan menggunakan fitur pencarian lanjut, dikarenakan fitur ini sangat mudah dan sering digunakan oleh para pemustaka. Pemustaka cukup memasukkan kata kunci pada kotak penelusuran yang telah tersedia di OPAC aplikasi INLISLite. Kata kunci tersebut akan disesuaikan kecocokannya dengan data bibliografi yang telah tersedia pada sistem. Didapatkan 10 kata kunci yang sering dicari atau ditelusuri pada bulan Maret 2022 oleh pemustaka di Disarpus Kota Bandung yaitu keperawatan, sumber daya manusia, komunikasi, metode penelitian, akuntansi, pajak, sistem informasi, keterampilan, parenting, dan psikologi. (tabel 6) Tabel 6. Koleksi yang ditelusuri No Nama Kata Kunci 1 Pemustaka 1 Keperawatan 2 Pemustaka 2 Sumber Daya Manusia 3 Pemustaka 3 Komunikasi 4 Pemustaka 4 Metode Penelitian 5 Pemustaka 5 Akuntansi 6 Pemustaka 6 Pajak 7 Pemustaka 7 Sistem Informasi 8 Pemustaka 8 Keterampilan 9 Pemustaka 9 Parenting 10 Pemustaka 10 Psikologi Dari tabel 7 dapat dilihat hasil interpretasi relevan dan tidak relevan dari kata kunci yang telah ditelusuri. Kata kunci keperawatan ditemukan sebanyak 70 judul buku dengan 66 judul buku yang relevan dan 4 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian pada OPAC adalah 35.836485862732 detik. Kata kunci sumber daya manusia ditemukan sebanyak 35 judul buku dengan 34 judul buku yang relevan dan 1 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian pada OPAC adalah 37.857120037079 detik. Kata kunci komunikasi ditemukan sebanyak 180 judul buku dengan 159 judul buku yang relevan dan 21 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 52.351547956467detik. Kata kunci metode penelitian ditemukan sebanyak 27 judul buku dengan semua buku relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 37.95912694931 detik. Kata Kunci akuntansi ditemukan sebanyak 141 judul buku dengan 136 judul buku relevan dan 5 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 50.911017179489detik. Kata kunci pajak ditemukan sebanyak 67 judul buku dengan 59 judul buku relevan dan 8 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 52.38188791275detik. Kata kunci sistem informasi ditemukan sebanyak 86 judul buku dengan 64 judul buku relevan dan 22 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 45.914181947708 detik. Kata kunci keterampilan ditemukan sebanyak 78 judul buku dengan 75 judul buku relevan dan 3 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 45.586602926254detik. Kata kunci parenting ditemukan sebanyak 19 judul buku dengan semua judul buku relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 41.26199388504 detik. Dan Kata kunci psikologi ditemukan sebanyak 94 judul buku dengan 11 judul buku relevan dan 9 judul buku tidak relevan, serta waktu pencarian OPAC adalah 44.654318094254detik. Tabel 7. Hasil interpretasi relevan dan tidak relevan No Kata Kunci Ditemukan Relevan Tidak Relevan Keterangan Waktu Pencarian1 Keperawatan 70 66 4 70 buku ditemukan, 66 buku relevan, 4 buku tidak relevan 35.836485862732 detik 2 Sumber Daya Manusia 35 34 1 35 buku ditemukan, 34 buku relevan, 1 buku tidak relevan 37.857120037079 detik 3 Komunikasi 180 159 21 180 buku ditemukan, 159 buku relevan, 21 buku tidak relevan 52.351547956467 detik 4 Metode Penelitian 27 27 0 27 buku ditemukan, semua buku relevan 37.95912694931 detik 5 Akuntansi 141 136 5 141 buku ditemukan, 126 buku relevan, 5 buku tidak relevan 50.911017179489 detik 6 Pajak 67 59 8 67 buku ditemukan, 59 buku relevan, 8 buku tidak relevan 52.38188791275 detik 7 Sistem Informasi 86 64 22 86 buku ditemukan, 64 buku relevan, 22 buku tidak relevan 45.914181947708 detik 8 Keterampilan 78 75 3 78 buku ditemukan, 75 buku relevan, 3 buku tidak relevan 45.586602926254 detik 9 Parenting 19 19 0 19 buku ditemukan, semua buku relevan 41.26199388504 detik 10 Psikologi 94 83 11 94 buku ditemukan, 83 buku relevan, 11 buku tidak relevan 44.654318094254 detik Untuk menghitung recall dan precision pada OPAC di Dinas Arsip dan Perpustakaan Disarpus Kota Bandung, maka penulis mengolah dan menganalisis dengan mengacu pada rumus yang telah disampaikan pada tinjauan pustaka. Dari tabel 8 dapat dilihat hasil perhitungan matriks recall dan precision. Untuk perhitungan pada kata kunci keperawatan dengan nilai recall adalah 1 atau 100% dannilai precision adalah 0.94 atau 94.29%. Kata kunci sumber daya manusia dengan nilai recall adalah 1 atau 100% dan nilai precision adalah 0.97 atau 97.14%. Katakunci komunikasi dengan nilai recall adalah0.90 atau 90.34% dan nilai precision adalah 0.88 atau 88.33%. Kata kunci metode penelitian dengan nilai recall adalah 1 atau 100% dan nilai precision adalah 1 atau 100%. Kata kunci akuntansi dengan nilai recall adalah 0.99 atau 98.55% dan nilai precision adalah 0.96 atau 96.45%. Kata kunci pajak dengan nilai recall adalah 0.94 atau 93.65% dan nilai precision adalah 0.88 atau 88.06%. Kata kunci sistem informasi dengan nilai recall adalah 0.86 atau 86.49% dan nilai precision adalah 0.74 atau 74.42%. Kata kunci keterampilan dengan nilai recall adalah 0.99 atau 98.68% dan nilai precision adalah 0.96 atau 96.15%. Kata kunci parenting dengan nilai recall adalah 1 atau100% dan nilai precision 1 atau 100%. Dankata kunci psikologi dengan nilai recall adalah 0.90 atau 90.22% dan nilai precisionadalah 0.88 atau 88.30%. Sehingga dapat dilihat nilai recall danprecision tertinggi adalah kata kunci metodepenelitian dan parenting dengan nilai recall 1 atau 100% dan nilai precision1 atau100%. Sedangkan nilai recall dan precisionterendah adalah dengan kata kunci sisteminformasi dengan nilai recall 0.86 atau86.49% dan nilai precision 0.74 atau74.42%. Tabel 8. Hasil perhitungan matriks recall dan precision No Relevan (a) Tidak relevan (b) Total (a+b) Tidak ditemukan (c) Total (a+c) Recall [a/(a+c)]x100%Precision[a/(a+b)]x100%1 66 4 70 0 66 100 94.292 34 1 35 0 34 100 97.143 159 21 180 17 176 90.34 88.334 27 0 27 0 27 100 1005 136 5 141 2 138 98.55 96.456 59 8 67 4 63 93.65 88.067 64 22 86 10 65 86.49 74.428 75 3 78 1 76 98.68 96.159 19 0 19 0 19 100 10010 83 11 94 9 92 90.22 88.30Rata-rata 95.79 92.31Keterangan: a: Hits P: Precision b: Noise R: Recall c: Missed Dari tabel perhitungan matriks recall dan precision didapatkan nilai rata-rata recall adalah sebesar 0.96 atau 95.79 % dan precision adalah sebesar 0.92 atau 92.31 %. Sehingga dapat diketahui nilai rata-rata precision lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata recall dari hasil penelusuran berdasarkan 10 kata kunci tersebut. Walaupun hasil nilai rata-rataprecision lebih rendah dari pada nilai ratarata recall namun, OPAC yang tersediapada Disarpus Kota Bandung dapat dikategorikan efektif sebagai sistem temu kembali informasi. Keefektifan suatu sistem temu kembali informasi dinilai berdasarkan teori yang dicetuskan oleh Lancaster dalam Pendit yaitu relevan dan tidak relevan, jadi efektivitas temu kembali informasi dibedakan menjadi efektif jika nilai di atas 50% dan tidak efektif jika nilai dibawah nilai 50%. Kemudian menurut Pao, kondisi ideal dari keefektifan suatu sistem temu kembali informasi adalah apabila rasio recall dan precision sama besarnya (1:1). Selain itu, Rowley menyatakan bahwa suatu sistem temu kembali dinyatakan efektif apabila hasil penelusuran mampu menunjukkan ketepatan (precision) yang tinggi sekalipun perolehannya (recall) rendah. (Martin & Nilawati, 2019)
Conclusion
Berdasarkan hasil pengujian terhadap OPAC Disarpus Kota Bandung dengan 10 kata kunci yang paling sering ditelusuri oleh pemustaka selama bulan Maret 2022 dapat disimpulkan bahwa sistem temu kembali informasi tersebut sudah efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata recall sebesar 0.96 atau 95.79 % dan nilai rata-rata precision sebesar 0.92 atau92.31 %. Dari 10 kata kunci yaitu keperawatan, sumber daya manusia, komunikasi, metode penelitian, akuntansi, pajak, sistem informasi, keterampilan, parenting, dan psikologi, kata kunci dengan nilai recall dan precision tertinggi adalah kata kunci metode penelitian dan parenting yaitu nilai recall 1 atau 100% dan nilai precision 1 atau 100%. Sedangkan nilai recall dan precision terendah adalah kata kunci komunikasi yaitu dengan nilai recall 0.90 atau 90.34% dan nilai precision 0.88 atau 88.33%. Secara keseluruhan OPAC pada Disarpus Kota Bandung sudah efektif sebagai sistem temu kembali informasi. Pustakawan pada Disarpus Kab Bandung diharapkan dapat mempertahankan kualitas kinerja dalam pengelolaan OPAC sebagai sistem temu kembali informasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut dan berkesinambungan mengenai pengujian efektivitas recall dan precision pada sistem temu kembali informasi tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.