PERANAN BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The study aims to know the role of The Regional Library West Sumatera in growing interest in reading the children. The research is a sort research of descriptive set which was done through the process of observation went straight through the interview process to the informant in the development and management of child’s interest The Regional Library West Sumatera. The method of analisys is carried out in a descriptive. Based on the interview process has been identified that The Regional Library West Sumatera have done a number of programs to faster interest in children to reading. The library have a area for children, as well as the effort to local governments to supplement it’s reading in children. In addition the government also estabilished a rapport with school in West Sumatera in general and the city of Padang at particural times. In accordance with the open interview process, there have been identified that a major constrait facing the area on the West Sumatera is a matter of funding to complete the materials reading, especially for children. In order to develop the interest reading of The Regional Library west Sumatera to do a program that supports children’s creativity as having the painting and various other positive event.
Keywords:
children
· reading
· The Regional Library West Sumatera.
Introduction
Sumatera Barat merupakan salah satu propinsi unggulan dibidang pendidikan, oleh sebab itu pemerintah daerah selalu berusaha untuk melengkapi sarana prasarana yang menunjang aktifitas pendidikan. Salah satu sarana prasarana yang dikembangkan pemerintah adalah memfasilitasi masyarakat dengan perpustakaan daerah (Kumalasari, 2015:14). Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat berada dibawah pengelolaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Padang. Secara resmi perpustakaan ini terbentuk pada Mei 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Padang No. 13 Tahun 2005. Munculnya perpustakaan daerah menjadi sebuah langkah maju untuk memajukan kreatifitas masyarakat di Sumatera Barat. Tetapi akibat musibah gempa bumi yang terjadi pada September tahun 2009 kantor Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat yang berlokasi pada Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota yang berada dilantai IV yang terletak di Jalan Diponegoro No.4 Padang mengalami kerusakan yang cukup berat, tercatat 540 000 koleksi buku terkubur dan hancur, sehingga tidak dapat difungsikan lagi layaknya sebuah perpustakaan. Sejak saat itu Kantor Arsip dan Perpustakaan pindah ke Jl. Alai Timur No. 40 A-B Padang. Akan tetapi berkat kerja keras pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk investor berhasil membangun perpustakaan daerah Jalan Diponegoro No.4 Padang, sehingga dapat beroperasi kembali 30 Oktober 2014 (Putra, 2015). Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat memiliki visi yaitu menjadi perpustakaan umum Pemko Padang sebagai pusat informasi dan kegiatan belajar masyarakat kota Padang, selain itu untuk mewujudkan visi tersebut Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat memiliki tiga misi yaitu mendorong masyarakat untuk belajar menuju masyarakat madani yang sadar informasi, meningkatkan pembinaan, pengembangan dan pendayagunaan berbagai jenis perpustakaan, memberikan pelayanan yang maksimal untuk kepuasan pemustaka dan melengkapi koleksi dengan koleksi berkualitas terbitan terbaru (up to date). Fungsi utama pustaka daerah adalah memberikan layanan perpustakaan yaitu dengan memberikan layanan terbuka (open acces) dalam hal ini pengguna bebas mencari, memilih dan mengambil sendiri buku, CD dan bahan pustaka lainnya yang dibutukan secara langsung yang tersusun pada rak atau lemari (Atom, 2016:12). Perpustakaan daerah memberikan sejumlah pelayanan yang meliputi layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian koleksi), layanan referensi, rujukan dan penelusuran informasi. Memberikan bimbingan atau pengarahan bagi pemakai atau pemanfaatan bahan pustaka yang tersedia didalam perpustakaan. Menyadari bagitu besarnya peran perputakaan daerah sangat penting bagi pemerintah untuk berusaha mencukup segala jenis buku atau pun referensi secara mutahir dan terbaru. Masyarakat usia dini tentu sangat membutuhkan berbagai bahan bacaan yang berkualitas untuk membentuk nilai intelektual dan cara berfikir. Pembentukan pola berfikir dan kreatiftas masyarakat usia dini sangat ditentukan oleh bahan bacaan yang mereka baca. Semakin baik dan berkualitas bahan bacaan yang mereka baca akan mendorong meningkatnya kualitas pola pikir masyarakat khususnya usia dini. Selain masih kurangnya bahan bacaan anak, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat juga jarang melakukan kegiatan kegiatan atau event untuk mendorong meningkatnya kreatifitas dan mendorong meninkatnya minat baca pada anak. Tidak adanya kordinasi antara Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dengan sejumlah lembaga pendidikan dan unit usaha menjadi kendala event tersebut menjadi tidak terlaksana. Dalam UU No. 43 Tahun 2007 menjelaskan secara ringkas bahwa: Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi pemustaka. Sebuah perpustakaan harus bersifat mengayomi atau mendorong masyarakat untuk menjadi perpustakaan sebagai wadah yang menyediakan berbagai sumber informasi khususnya berhubungan dengan berbagai referensi berbagai bidang disiplin ilmu. Perpustakaan menjadi lembaga sosialisasi yang akan mendorong dan mempengaruhi perilaku masyarakat untuk gemar membaca sehingga akan berkontribusi bagi perilaku keseharian masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2001: 744), kata minat memiliki arti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Jadi harus ada sesuatu yang ditimbulkan, baik dari dalam dirinya maupun dari luar untuk menyukai sesuatu. Hal ini menjadi sebuah landasan penting untuk mencapai keberhasilan sesuatu karena dengan adanya minat, seseorang menjadi termotivasi tertarik untuk melakukan sesuatu. Minat merupakan rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010: 180). Menurut Hurlock dalam Hermanto (2011:9), mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apayang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya, maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Dari berbagai pendapat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan minat adalah suatu rasa yang lebih suka atau rasa ketertarikan pada suatu kegiatan yang ditunjukkan dengan keinginan, kecenderungan untuk memperhatikan kegiatan tersebut tanpa ada seorangpun yang menyuruh, dilakukan dengan kesadaran diri sendiri dan diikuti dengan perasaan yang senang. Minat merupakan sumber motivasi seseorang, sehingga minat itu besar pengaruhnya terhadap kegiatan yang dilakukan seseorang. Bahkan kegiatan yang menarik minat siswa akan dilakukannya dengan senang hati. Menurut Peraturan Pemerintah Kota Padang Nomor 13 Tahun 2015 perpustakaan umum merupakan wadah bagi masyarakat yang menyediakan berbagai literatur yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan wawasan akademis atau pun wawasan umum sehingga dapat mendorong meningkatnya kecerdasan dan pola berfikir yang dimiliki masyarakat. Untuk mewujudkan sasaran yang diterapkan didalam peraturan pemerintah tersebut maka perlu sebuah langkah strategis untuk lebih memperkuat peranan perpustakaan sebagai sebuah lembaga yang akan mendorong meningkatnya minat baca masyarakat. Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat memiliki program kerja meningkatkan minat baca masyarakat melalui gerakan tiada hari tanpa membaca. Guna mendorong motivasi masyarakat untuk membaca maka Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat mulai tahun 2015 mencoba melengkapi fasilitas literature buku yang dimiliki, yaitu dengan mengadakan sejumlah buku modern baik berskala nasional atau internasional sehingga masyarakat akan dimanjakan dengan berbagai pilihan referensi yang bermutu pada berbagai disiplin ilmu. Berdasarkan kepada uraian ringkas latar belakang masalah maka peneliti tertarik untuk mencoba membahas masalah lemahnya minat baca anak serta tidak berjalannya fungsi Perpustakaan Daerah Sumatera Barat sebagai wadah untuk menyediakan berbagai bahan bacaan berkualitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berjudul Peranan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat Dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak.
Method
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menarasikan penanan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong peningkatan minat baca pada anak. Didalam penelitian ini yang menjadi objek adalah pengelola Perpustakaan Daerah Sumatera Barat. Proses pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan melaksanakan studi pustaka dan observasi yaitu mencari kajian literature dan proses wawancara kepada narasumber yang memahami peranan, kendala dan upaya yang dihadapi pihak pengelola Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat. Pada penelitian ini yang menjadi narasumber adalah Kepala Bidang Layanan dan Promosi Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat, dan Pustakawan Bagian Layanan Anak Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat serta Kasubid Pengelolaan dan Pengembangan Bahan Perpustakaan. Di dalam pengumpulan data peneliti menggunakan konsep wawancara dengan pertanyaan tersruktur yang akan diberikan kepada pengelola Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat. Untuk menganalisis permasalahan yang diajukan didalam penelitian ini maka digunakan metode analisis deskriptif. Dalam metode tersebut peneliti mencoba menarasikan berbagai informasi dan data yang diperoleh dari lapangan, serta memberikan solusi terhadap sejumlah masalah yang ditemukan dilapangan.
Discussion
Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat memiliki fungsi sebagai institusi yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan pengelolannya secara khusus menyalurkan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahan bacaan yang disediakan didalam sebuah perpustakaan. Ketika perpustakaan yang dimaksud adalah perpustakaan daerah maka pihak pengelola perpustakaan harus melakukan sosialisasi dan promosi tentang keberadaan perpustakaan daerah. Salah satu segmen yang menjadi sasaran pengelola perpustakaan daerah adalah menumbuhkan minat baca pada anak. Upaya untuk menumbuhkan minat baca anak dalam usia dini sangat penting, karena melalui membaca anak anak dalam usia dini akan semakin matang didalam penalaran dan pemikiran berbagai konsep ilmu khususnya bidang ilmu yang sesuai dengan latar belakang pendidikan anak. Selain itu menumbuhkan minat baca anak juga dapat meningkatkan kemampuan anak didalam berfikir, bersikap hingga berkreasi untuk memainkan nalar didalam berbagai hal. Meningkatkan minat baca pada anak akan mendorong anak untuk selalu membaca sehingga menjadikan kegiatan membaca sebagai hobi dan kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Dalam rangka penumbuhan minat baca pada anak juga menciptakan berbagai motivasi dan ide didalam diri untuk memcahkan berbagai masalah dalam kehidupan, mengingat didalam membaca individu akan menemukan berbagai referensi dan pengetahuan yang dapat menolong mereka untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan. Penumbuhan minat baca pada anak khusus di Kota Padang yang dilakukan melalui Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat masih dihadapkan pada sejumlah tantangan karena jika diamati secara nyata di Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat pengunjung perpustakaan yang berusia anak anak relatif masih sedikit, sebagian besar pengunjung perpustakaan dalam usia dini, mereka dipastikan dipandu oleh orang tua atau guru, sedangkan anak anak yang datang atas kesadaran sendiri relatif sedikit. Selain itu Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat tidak begitu dikenal oleh masyarakat berusia dini. Pada umumnya anak anak lebih menyukai membaca tidak diperpustakaan akan tetapi mereka lebih menyukai membaca di berbagai toko buku atau membaca secara online. Pertanyaan pertama yang peneliti ajukan berhubungan dengan bentuk bentuk program yang akan dijalankan oleh Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat saat ini. Jawaban yang diberikan narasumber adalah “Program yang dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat saat ini cukup banyak, program pertama adalah upaya untuk melengkapi bahan bacaan perpustakaan untuk segala kategori usia. Program kedua memodrenisasi berbagai fasilitas perpustakaan khususnya di perpustakaan daerah Sumatera Barat. Program yang ketiga melalukan sosialisasi keberadaan perpustakaan daerah sebagai wadah bagi masyarakat untuk mencari berbagai referensi yang berguna dalam pemecahan masalah dalam kehidupan, selain itu sosialisasi eksistesi perpustakaan daerah dimaksudkan secara khusus untuk menumbuhkan minat baca pada anak di usia dini”. Dalam hasil wawancara pada narasumber pertama teridetifikasi bahwa Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat memiliki tiga program rencana kerja yang harus segera dilaksanakan, pertama mulai dari melengkapi fasilitas perpustakaan, dengan menambahkan bahan bacaan atau literature, program kedua memodernisasi fasilitas kepustakaan hingga adanya kegiatan sosialisasi yang ditujukan kepada masyarakat khususnya pada masyarakat yang masih berada pada usia anak anak. Pertanyaan kedua yang peneliti ajukan kepada narasumber adalah “Bagaimanakah program kerja yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengunjungi perpustakaan” Respon yang diberikan oleh narasumber “Program kerja yang dikembangkan untuk mengembangkan perpustakaan daerah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan kegiatan terpadu dan konsisten untuk memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat seperti memberikan informasi tentang referensi kepustakaan, memberikan pelayanan kearsipan, kegiatan pinjam meminjam hingga pelayanan yang berhubungan langsung dengan pengunjung seperti berlaku sopan, ramah dan selalu mau melayani keluhan pengunjung secara konsisten” Sesuai dengan hasil kutipan wawancara narasumber pertama diketahui bahwa kelengkapan arsip, sumber bahan bacaan hingga fasilitas dan modernisasi kepustakaan di perpustakaan daerah di Sumatera barat masih relatif tertinggal dengan perpustakaan daerah di daerah lain khususnya daerah di Pulau Jawa. Didalam proses wawancara tidak terstruktur yang peneliti lakukan, butir pertanyaan yang diajukan juga berhubungan dengan “Apa langkah strategis yang dijalankan oleh perpustakaan daerah untuk menumbuhkan minat baca pada usia dini khususnya anak anak” Jawaban yang diberikan responden menunjukan bahwa“Langkah strategis yang dilakukan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk menumbuhkan minat baca pada anak atau masyarakat usia dini adalah adalah dengan berupaya memperbanyak bahan bacaan anak, serta membuat ruang baca di lingkungan perputakaan daerah khusus untuk anak. Selain itu perpustakaan daerah juga sudah mulai merintis kegiatan atau event yang mendorong meningkatnya minat baca pada anak seperti diadakannya berbagai lomba karyawan ilmiah yang ditujukan untuk masyarakat usia anak atau sekolah”. Sesuai dengan hasil wawancara narasumber pertama diketahui program yang dikembangkan oleh Perpustakaan Daerah untuk menumbuhkan minat baca anak adalah dengan melengkapi berbagai buku atau referensi yang dapat menarik perhatian anak, serta membuka ruangan baca di lingkungan perpustakaan daerah yang khusus untuk anak. Disamping itu perpustakaan daerah juga mulai aktif melaksanakan even yang memacu kreatifitas anak serta memancing meningkatnya minat baca pada anak seperti adanya kegiatan karya ilmiah, atau kegiatan sosialsiasi yang dilakukan melalui sekolah sekolah khususnya di Kota Padang. Dalam melakukan kegiatan wawancara terbuka peneliti juga menanyakan pernyataan “Apakah ada bentuk kerja sama MOU antara perpustakaan lainnya di Indonesia atau pun luar negeri untuk pengembangan perpustakaan daerah dimasa mendatang”. Respon jawaban yang diberikan narasumber adalah Kerja sama perpustakaan daerah dengan perpustakaan lain yang lebih maju didaerah lain tentu ada, terutama dalam pengadaan referensi bahan bacaan, selain itu Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat juga menjalin kerja sama dengan perpustakaan di luar negeri, seperti perpustakaan pemerintah kerajaan Malaysia, Thailand dan Philipina. Kerjasama tersebut berfungsi untuk saling bertukar budaya dan upaya saling berbagai didalam proses pengelolaan perpustakaan”. 1. Kendala yang Dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Sumarera Barat untuk Mengembangkan Minat Baca Anak Di dalam melaksanakan berbagai program Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat disamping mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, program yang dikembangkan oleh pengurus Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat juga mendapatkan tantangan dan kendala internal dan eksternal. Didalam upaya mengetahui kendala yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat peneliti mengajukan pernyataan “Apa saja kendala yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kepada masyarakat terutama pengunjung perpustakaan”. Respon jawaban yang diberikan responden menunjukan bahwa “Kendala utama yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kepada pengunjung perpustakaan adalah berhubungan dengan konsistensi pelayanan, dipagi hari pelayanan dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur, akan tetapi memasuki sore hari akibat letih atau penyebab yang lain, pelayanan yang dilakukan petugas relatif menurun kualitasnya, seperti lamban, atau petugas yang cepat emosi karena berkali kali ditanyai oleh pengunjung perpustakaan”. Proses wawancara yang dilakukan merupakan bentuk wawancara bebas yang tidak terstruktur, dimana salah satu pertanyaan yang peneliti ajukan untuk mengetahui kendala dan tantangan yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah “Bagaimanakah kelengkapan bahan bacaan khususnya bahan bacaan untuk anak di Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat saat ini” Respon yang diberikan narasumber menunjukan “Kelengkapan bahan bacaan diBadan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat cukup lengkap akan tetapi belum begitu update mengingat masih kurangnya aliran dana dari PEMDA untuk melengkapi fasilitas atau referensi bacaan di perpustakaan daerah, mulai dari buku cetak, tabloid hingga bahan jurnal, khusus bahan bacaan untuk anak sebenarnya sudah banyak tapi tidak di update” . Didalam melaksanakan proses wawancara kepada narasumber salah satu pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan “Disamping masalah dana, apa saja kendala yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk menyediakan bahan bacaan khususnya bahan bacaan untuk anak”. Respon jawaban yang diberikan narasumber menunjukan bahwa “Kendala lain yang dihadapi perpustkaan didalam melengkapi bahan bacaan khususnya bahan bacaan untuk anak adalah sulitnya mencari sponsor diluar lembaga pemerintah daerah untuk dapat berpartisipasi membantu kegiatan memperbanyak referensi bahan bacaan khususnya untuk anak. Kendala lain yang dihadapi dalam upaya melengkapi bahan bacaan untuk anak adalah masih lemahnya rasa peduli masyarakat untuk scara dini menumbuhkan minat baca pada anak, mengingat masyarakat pada saat ini cenderung lebih suka berorientasi pada internet atau media online dalam mencari berbagai referensi khususnya sebagai bahan bacaan untuk anak”. 2. Upaya Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat untuk Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Perpustakaan daerah khususnya di Sumatera Barat memiliki peranan yang sangat penting khususnya bagi peningkatan itelegensi atau pola pikir masyarakat, yang dipeorleh lewat membaca. Oleh sebab itu untuk membiasakan masayarakat agar gemar atau hobi dalam mebaca sangat penting bagi pengelola perpustakaan daerah untuk mengembangkan program kegiatan yang bertujuan meningkatkan minat baca pada anak. Untuk mengetahui berbagai program yang dikembangkan oleh perpustakaan daerah untuk mengembangkan minat baca pada anak maka dilakukan wawancara pada salah satu pengurus Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat yang telah dilakukan pada tanggal 8 Desember 2016 yang lalu. Narasumber kedua bernah Rinaharti. Sesuai dengan ringkasan uraian atau kutipan wawancara yang telah dilakukan diketahui pertanyaan pertama yang peneliti ajukan untuk mengetahui upaya Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk mengembangkan minat baca anak adalah “Apakah program yang dikembangkan oleh Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka meningkatkan minat baca anak”. Respon jawaban yang diberikan narasumber menunjukan bahwa “Program yang dikembangkan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka meningkatkan minat baca anak sudah mulai dilakukan walaupun tidak dilaksanakan dengan frekuensi yang tinggi. Beberapa program rutin yang dikembangkan perpustakaan adalah adanya program kerja perpustakaan daerah dengan sejumlah sekolah di Kota Padang, dimana murid sekolah tersebut diwajibkan mengunjungi Perpustakaan Daerah untuk mencari berbagai referensi yang berhubungan dengan pelajaran. Selain itu perpustakaan daerah juga berusaha melengkapi fasilitas bahan bacaan untuk anak serta secara berkala mengadakan berbagai event yang dapat menumbuhkan minat baca pada anak, seperti lomba karyawa tulis ilmiah, lomba pidato, cerdas cermat antar sekolah dan sebagainya”. Selain itu perpustakaan daerah juga berusaha melengkapi fasilitas bahan bacaan untuk anak serta secara berkala mengadakan berbagai event yang dapat menumbuhkan minat baca pada anak, seperti lomba karyawa tulis ilmiah, lomba pidato, cerdas cermat antar sekolah dan sebagainya. Didalam melaksanakan proses wawancara pada narasumber pertanyaan yang peneliti ajukan juga berhubungan dengan “Adakah program kerja sama yang dilakukan oleh perpustakaan daerah di Sumatera Barat dengan sekolah dasar atau sekolah menegah di Kota Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya” Respon yang diberikan narasumber menyatakan bahwa “Pasti ada yaitu seperti yang saya jelaskan tadi program rutin yang dikembangkan perpustakaan adalah adanya program kerja perpustakaan daerah dengan sejumlah sekolah di Kota Padang, dimana murid sekolah tersebut diwajibkan mengunjungi Perpustakaan Daerah untuk mencari berbagai referensi yang berhubungan dengan pelajaran.” Sesuai dengan hasil kutipan wawancara narasumber kedua terlihat bahwa program rutin yang dikembangkan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah menjalin kerja sama dengan sekolah sekolah di Kota Padang, seperti membuat kerja sama yang mewajibkan murid sekolah untuk mengunjungi perpustakaan dalam rangka mencari bahan bacaan yang dapat membantu merek menyelesaikan tugas, disamping itun adanya sekolah yang mewajibkan setiap murid harus memiliki bukti keanggotaan di perpustakaan daerah. Dalam rangka mengetahui upaya Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk mengembangkan minat baca anak peneliti juga menanyakan “Adakah kegiatan yang dilakukan perpustakaan daerah untuk melaksanakan sosialisasi ke sekolah sekolah dalam rangka peningkatan minat baca anak usia dini”. Jawaban yang diberikan narasumber “Kegiatan sosialisasi kesekolah sekolah khususnya SD SMP dan SMA relatif rutin dilakukan setiap tahunnya akan tetapi program tersebut masih terbatas untuk Kota Padang dan beberapa daerah Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Program tersebut merupakan upaya memperkenalkan dan mensosialisasikan perpustakaan daerah, sekaligus mempengaruhi terbentuk minat baca pada anak” Sesuai dengan uraian ringkas yang telah dijelaskan oleh narasumber pertama teridentifikasi bahwa program sosialisasi peranan dan fungsi perpustakaan daerah rutin dilakukan. Program tersebut telah dilakukan dengan mengunjungi sejumlah SD, SMP, dan SMA. Sehingga mendorong institusi pendidikan tersebut mewajibakan murid dan siswanya menjadi anggota perpustakaan daerah, melalui program tersebut diharapkan minat baca pada anak khususnya usia dini dapat meningkat. Pertanyaan berikutnya yang peneliti ajukan untuk mengetahui program kerja yang dilaksanakan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong minat baca anak adalah “Bagaimana kelengkapan buku bacanaan anak di Perpustakaan Daerah di Sumatera Barat” Respon jawaban yang diberikan narasumber menyatakan bahwa “Kelengkapan bahan bacaan khususnya bacaan untuk anak di Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat relatif masih relatif kurang atau belum lengkap, dalam hal ini referensi buku bacaan anak yang ada merupakan referensi dengan tahun yang lama dan tidak update. Kendala utama yang mendorong pengelola perpustakaan daerah untuk melengkapi bahan bacaan anak tersebut berhubungan dengan dana dan kendala teknis yang terjadi dilapangan” Kegiatan lainnya yang harus dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mendorong meningkatnya minat baca anak adalah adanya upaya dari pengelola Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk melengkapi bahan bacaan dan referensi yang terdapat didalam perpustakaan. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan menambah anggaran belanja kepustakaan. Selain itu pihak pengelola Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dapat melakukan berbagai kerja sama dengan sejumlah pustaka daerah di daerah yang maju, seperti perpustakaan di Pulau Jawa, atau membina kerja sama internasional dengan sejumlah negara yang serumpun terutama dalam pemenuhan bahan bacaan atau pun yang berhubungan dengan sistem pengelolaan.
Conclusion
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peranan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat khususnya di Sumatera Barat. Kegiatan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dilakukan dengan cara menumbuhkan minat baca pada masyarkat dengan segala kategori usia khususnya usia anak 2. Berdasarkan hasil obsevasi data yang telah dilakukan langsung oleh peneliti diketahui bahwa kendala utama yang dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam memperbanyak dan memperbarui bahan bacaan khususnya bahan bacaan untuk anak adalah masalah dana, selain itu kendala lainnya yang harus dihadapi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah sulitnya untuk mencari sponsor yang dapat mendorong bertambahnya anggaran belanja Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat yang ditujukan untuk membeli bahan bacaan untuk anak. 3. Berdasarkan hasil observasi data yang telah dilakukan terlihat bahwa terdapat sejumlah upaya nyata yang dilakukan Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong meningkatkan minat baca anak. Upaya pertama adalah melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kerja sama tersebut dimulai dari adanya kegiatan sosialisasi peran dan manfaat perpustakaan daerah. Kegiatan tersebut dilakukan pengelola perpustakaan dengan mengunjungi langsung sekolah tujuan. Sesuai dengan kesimpulan penelitian maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat disarankan untuk menaikan anggaran untuk melengkapi bahan bacaan atau literature khususnya untuk anak, semakin banyak referensi dan bahan bacaan anak yang update akan semakin meningkatkan minat baca anak khususnya untuk membaca bahan bacaan di Perpustakaan Daerah Sumatera Barat. 2. Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat disarankan untuk rutin melakukan sosialisasi tentang arti penting perpustakaan, dengan mengunjungi sekolah sekolah, mengingat program yang muncul disekolah akan mendorong anak anak usia dini mau berkunjung kepustaka, khususnya Perpustakaan Daerah, kegiatan tersebut sekaligus menunjukan adanya upaya Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong meningkatnya minat baca pada anak khususnya di Sumatera Barat. 3. Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat diharapkan juga rutin untuk melaksanakan berbagai even yang dapat mendorong meningkatkan minat baca pada anak seperti lomba karya tulis ilmiah, pidato, cerdas cermat atau pun lainnya saran tersebut menjadi sangat penting untuk mendorong dan menggali terbentuknya minat baca pada anak.