Kembali
16
1
2016 Edulibinfo Vol 3 · 2 ISSN 2541-3279

PEMANFAATAN KOLEKSI SASTRA ANAK DI RUANG BACA ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif di Ruang Baca Anak Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat)

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat merupakan perpustakaan umum yang diharapkan mampu menyediakan sarana dengan baik agar masyarakat atau khususnya bagi pengguna bacaan anak dapat memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat menyediakan berbagai macam layanan, salah satunya adalah layanan ruang baca anak. Ruang baca ini menyediakan koleksi buku khusus untuk anak-anak, baik tercetak maupun non cetak. Koleksi buku sastra anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat menjadi bacaan kegemaran anak-anak. Jenis-jenis koleksi sastra yang sangat digemari adalah cerita rakyat, dongeng dan komik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan koleksi buku sastra anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, intensitas pemanfaatan koleksi buku sastra anak, faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pemanfaatan koleksi buku sastra anak, pemetaan judul buku sastra anak yang paling banyak dimanfaatkan oleh anak-anak, dan berbagai upaya yang dilakukanoleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi buku sastra anak. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang menggambarkan dan melukiskan suatu peristiwa yang terjadi dengan apa adanya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, studi literature, dan diary methods. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas pemanfaatan koleksi buku sastra anak tergolong bagus, karena sudah dimanfaatkan dengan baik. Kedatangan anak-anak karena adanya faktor internal, seperti hobi membaca dan tugas sekolah, dan faktor eksternal seperti ketersediaan buku yang lengkap dan faktor jarak, jenis-jenis koleksi sastra yang sangat digemari adalah cerita rakyat, dongeng dan komik, dan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan bagi pemustaka, seperti promosi berupa pameran, dan kerjasama dengan IKAPI, Lembaga/Sekolah, SFI (Singapore International Foundation) dan Bank Jabar.

Abstract

Archive and Library Board of West Java Region is a public library that is expected to be able to provide a good medium so that the society, or especially the children's book readers, can benefit it to fulfill their needs of information. Archive and Library Board of West Java Region provides various types of services, in which one of them is children's reading room service. This reading room stores book collections specifically for kids, both the printed and the nonprinted ones. The literature book collection in Archive and Library Board of West Java Region becomes the children's favorite books. The types of the favored literature books including the folklore, fairytale, and comic. Thus, the aim of this research is to seek: (1) the utilization of the children's literature books in Archive and Library Board of West Java Region; (2) the intensity of children's literature books utilization; (3) factors that affect the utilization of the children's literature books; (4) the mapping of the title of children's literature books that are benefitted the most by the young readers; and (5) efforts done by the Archive and Library Board of West Java Region in order to develop the utilization of the children's literature books. Moreover, this research uses qualitative approach by using descriptive method, which explains and illustrates a phenomenon as its factual event. In addition, the data collection techniques that are used in this research are participation observation, in-depth interview, documentation study, literature study, and diary methods. The results of this research show that the utilization of the children's literature books collection can be classified as good, because it has been benefitted well. The arrival of the children's because of internal factors such as hobbies and homework and external factors such as the availability of the complete book and the distance factor. Kind of literature collection type is very popular are folklore, fairytales, and comic. An Efforts to improve services for users such as the promotion of an exhibition and cooperation with IKAPI, Another Institution/School, SFI (Singapore International Foundation) and West Java Bank.
Keywords: Public Library · Collection Utilization · Children's Literature

Introduction

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat merupakan perpustakaan yang diharapkan mampu menyediakan sarana dengan baik agar masyarakat atau khususnya bagi pengguna bacaan anak dapat menfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat menyediakan berbagai macam Layanan, salah satu nya adalah layanan ruang baca anak. Ruang baca anak yang menyediakan koleksi berupa anak-anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. Buku-buku tersebut di bagi ke dalam beberapa kelompokdan di susun di rakrak sesuai dengan tema bacaan buku dan masing masing koleksi. Jenis bukufiksi antara lain, yaitu: buku cerita rakyat, dongeng dunia, cerita hewan, dan komik. Jenis buku non fiksi antara lain, yaitu bukupelajaran SD hingga SMP, buku berbagai aktivitas, ensiklopedia,kamus, buku agama, etika dan moral.Koleksi majalah yang ada antara lain majalah bobo, dan geografi kids. Adapun lukisan yang ada di dinding perpustakaan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat merupakan sebuah cerita rakyat Jaka Tarub dari Jawa Barat yang menghiasi dinding ruang baca anak di perpustakaan agar menambah kesan menarik dan memberi rasa nyaman bagi anak untuk membaca, belajar dan bermain. Hanya saja ruang baca anak masih terlihat sepi dikunjungi anak-anak, padahal anak merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat berwawasan luas akaninformasi salah satunya dengan memanfaatkan koleksi anak diperpustakaan yang dapat membantu menumbuhkan budaya membaca pada anak-anak. Buku yang ada di perpustakaan terdiri dari dua jenis buku, buku fiksi dan nonfiksi. Dari statistik Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat tahun 2015menerangkan bahwa koleksi yang paling sering diakses dan dibaca oleh anak-anak pada tahun 2015 adalah koleksi 800 yaitu kesusastraan. Komik merupakan koleksi yang paling sering digunakan oleh pemustaka anak, diantara berbagai macam koleksi yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. “Kalau untuk buku bacaan yang sering dipinjam dan dibaca itu ya koleksi yang itu-itu aja, ya koleksi 200,700 dan 800 1 aja neng ga ada yang lain” matanya menyorot kearah rak buku koleksi anak-anak dan tangannya menunjuk rak koleksi yang ia sebutkan tadi sambil membenarkan hijabnya. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Purwatiningsih (2010), ditemukan bahwa sebagian kecil koleksi yang dimanfaatkan dan dipinjam dengan rata-rata pemakaian 10,48% artinya masih sebagian kecil koleksi yang dipinjam oleh pemustaka anak. Hal ni pula yang terjadi pada ruang baca anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, sedikit sekali koleksi yang dimanfaatkan oleh pemustaka anak dan koleksi anak-anak belum secara maksimal dimanfaatkan serta hanya koleksi tertentusaja yang selalu diakses. Tersedianya koleksi di perpustakaan sebagai sumber informasi sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh sebagianpemustakanya.Sebagaimana dikemukakan oleh Winoto (2004:47) bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan perpustakaan kurang dimanfaatkanantara lain: ŸBelum tumbuhnya kesadaranpada sebagian masyarakat akan pentingnya informasi. ŸMasyarakat belum banyakmengetahui m e n g e n a i m a n f a a t perpustakaan.Masyarakat banyak belum tahu cara menggunakan perpustakaan. ŸBelum tumbuhnya minat dan kebiasaan membaca di lingkungan masyarakatsehinggaperpustakaan belum menjadibagian dari aktifitas sehari-hari. Pada perpustakaan umum misalnya layanan tidak hanya diberikan kepada satu golongan saja tetapi kepada masyarakat yang ada disekitar perpustakaan, termasuk anakanak. Dalam kenyataan pada perpustakaan umum sering kali bacaan untuk anak-anak ini diabaikan atau kurang sesuai dengan usia anak. Pada perpustakaan umum biasanya disediakan pojok khusus anak serta bacaan khusus anak, tetapi hal ini masih dirasakan k u r a n g b a g i a n a k - a n a k p e n g g u n a perpustakaan.Dibeberapa tempat tumbuh perpustakaan khusus anak yang dimana koleksinya sebagian besar adalah literatur anak dan sesuai dengan anak lokasinya pun sangat terpencil dan jauh dari perpustakaan umum berskala besar.Lokasinya pun sangat terpencil. Pada perpustakaan umum yang memiliki layanan anak, koleksi bacaaan anak yang dimiliki harus memiliki kriteria yang baik dari segi isi dan tampilan dengan tujuan agar anak yang berkunjung ke perpustakaan memilih kemudian membacanya. Standar Nasional Perpustakaan (2011: 2) yang menerangkan bahwa jumah koleksi buku fiksi adalah 40%, sedangkan untuk nonfiksi 60%. Menurut Pedoman Perpustakaan Sekolah IFLA UNESCO (2006: 13) menerangkan bahwa kelengkapan perpustakaan sesuai dengan standar Internasional Federation Library Association (IFLA)pa ling s edikit 60% kol eksi perpustakaan terdiri dari buku nonfiksi yang berkaitan dengan kurikulum Permasalahan yang sedang terjadi ialah berdasarkan dari data statistik yang telah dipaparkan bahwa dominasi peminjaman koleksi lebih banyak di subyek kesusastraan. Hal ini menekankan bahwa pemustaka anak jarang mengakses koleksi DDC lainnya, hanya DDC 800 tentang kesustraan yang lebih menarik perhatian anak-anak dalam memanfaatkan koleksi buku.Pemanfaatan koleksi sangat penting untuk diketahui karena dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan koleksi digunakan oleh pa r a pemust aka pe rpust aka an.Da ri pemanfaatan koleksi tersebut dapat digunakan untuk laporan mana koleksi yang sering atau tidaknya koleksi diakses oleh pemustaka

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 6 orang responden yang berada di layanan ruang baca anak. Kemudian hasil penelitian tersebut diolah dengan kalimat yang digunakan untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang pemanfaatan koleksi sastra anak. keadaan tersebut penulis uraikan seperti apa pemanfaatan koleksi buku sastra anak, intensitas pemanfaatan buku sastra anak, faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pemanfaatan buku sastra anakSelain itu, untuk untuk mengetahui pemetaan judul buku sastra anak yang paling banyak dimanfaatkan oleh pemustaka anak, sekaligus upaya apa saja yang dapat dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat untuk meningkatkan pemanfaatan buku sastra anak

Result & Discussion

Penulis melakukan proses analisis terhadap semua hasil temuan dalam penelitian seperti yang telah diuraikan pada deskripsi hasil penelitian. Adapun proses analisis ini dimulai dari pembahasan pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sehingga akan memberi kemudahan sekaligus keselarasan dengan kajian-kajian utama dalam penelitian ini Frekuensi atau sering tidaknya pemustaka datang ke perpustakaan dipengaruhi oleh beragam alasan. Leckieet J, (dalam Ishak, 2006: 94) menyebutkan bahwa “Frekuensi, misalnya apakah kebutuhan informasi itu berulang atau baru. Pengguna informasi tentunya akan memilih informasi yang terbaru daripada informasi lama dan berulang”. Setiap pemustaka perpustakaan memiliki tingkat pemanfaatan yang berbedabeda tergantung oleh kebutuhan masingmasing. Maka dari itu tingkat atau frekuensi pemanfaatannya merupakan indikator untuk mengetahui sejauh mana pengguna memanfaatkan koleksi perpustakaan. Setiap anak mempunyai kebutuhan dan kebiasaan masing-masing. Terutama dalam datang dan membaca ke perpustakaan. Waktu yang dimanfaatkan untuk berkunjung juga disesuaikan dengan kondisi anak-anak. Setelah pulang sekolah merupakan waktu yang dimaksimalkan anak-anak untuk membaca ke perpustakaan. Sebab saat itulah yang dirasa tepat untuk mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Kebiasaan juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, seperti teman-teman, yakni membuat jadwal b e rs ama t ema n -t ema n d a t a n g k e perpustakaan setelah pulang sekolah. Teman membuat seseorang bersemangat menjalani hari-hari, begitupun dengan datang ke perpustakaan. sudah tentu menjadi hal yang menyenangkan. Zaman modern era serba digital, ternyata masih ada anak-anak yang masih ingin membaca buku di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Adapun faktor-faktor dari dalam diri yang mempengaruhi terjadinya pemanfaatan koleksi buku sastra anak, Hobi membaca. Masih ada anak-anak yang masih mau datang memba c a dan meminj am buku di perpustakaan, alasannya karena memang hobi membaca. Terkadang bila sudah membaca buku tetapi ingin juga membaca dirumah, bisa meminjamnya. Sebab membaca memberikan ilmu pengetahuan, wawasan baru, dan kebutuhan informasi bagi dirinya sendiri. Ha l i n i s e j a l a n d e n g a n y a n g dikemukakan oleh Kate, Gurevitch dan Haas, 1973 (dalam Yusuf, 2009:338) bahwa “Kebutuhan kognitif ialah kebutuhan ini berkaitan erat dengan kebutuhan untuk memperkuat atau menambah informasi, pengetahuan, dan pemahaman seseorang akan lingkungannnya sehingga dipcroleh pengalaman baru dalam kehidupannya”. Tugas sekolah merupakan salah satu faktor mengapa anak-anak datang ke perpustakaan. Belum banyak sekolah-sekolah memberikan sumber referensi yang banyak di perpustakaan sekolahnya kepada anak-anak untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Padahal buku atau sumber referensi ini sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh anakanak untuk mengerjakan tugas sekolah. Sebagai perpustakaan umum Provinsi Jawa Barat, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat tentu memiliki koleksi yang sangat banyak dan tentunya fasilitas yang memadai. Dimulai dari pelayanan, jumlah koleksi, kelengkapan koleksi, dan jarak tempuh ke perpustakaan juga harus diperhatikan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam proses pemanfaatan koleksi sastra anak, diantara lain sebagai berikut; Kelengkapan koleksi tentu menjadi faktor yang menentukan seberapa banyak pemustaka yang datang ke perpustakaan,untuk bisa sampai ke gedung Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat ini memerlukan waktu yang cukup lama, dengan jarak tempuh sekitar 7,9 KM dan waktu tempuh sekitar satu jam jika dari pusat Kota Bandung sesuai dengan kondisi lalu lintas. Ditambah dengan keadaan Kota Bandung yang sangat macet setiap harinya, bahkan ketika akhir pekan. Hal ini pula yang menjadi faktor mengapa pemustaka jarang berkunjung ke perpustakaan. Letaknya yang kurang strategis, sehingga tak banyak yang tahu letak sebenarnya perpustakaan ini. Untuk anak-anak, koleksi sastra merupakan koleksi kesukaan. Anak-anak sangat menyukai koleksi sastra. Dibalik cerita-cerita sastra terdapat berbagai macam pesan moral yang dapat diambil teladannya, dapat dipahami, dapat di imajinasikan sesuai d e n g a n t a h a p a n p e r k e m b a n g a n psikologisnya. Selain cerita, koleksi sastra memuat visual yang membuat anak-anak semakin tertarik untuk membacanya. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Nurgiyantoro (2005:6) bahwa “Sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak, dan itu pada umunya berangkat dari f a k t a y a n g k o n k r i t d a n m u d a h diimajinasikan”. Hal-hal inilah yang membuat anak-anak senang datang ke perpustakaan dan mendapatkan pengetahuan baru dan pengalaman baru. Dari cerita-cerita itupula mereka sering meneladani kisah para tokohnya. Koleksi sastra anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat sangat beragam, dimulai dari cerita rakyat, legenda, komik, dll. Beragam kesukaan maka beragam pula jenis koleksi yang disenangi, misalnya cerita rakyat Malin Kundang, Tangkuban Perahu, Jaka Tarub, Situ Bagendit, Roro Jonggrang, Telaga Warna. Nama-nama cerita rakyat diatas adalah cerita rakyat yang populer yang sangat digemari oleh anak-anak ketika membaca. Komik Naruto, One Piece dan Ben 10 juga favorit anak-anak. Upaya yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, melakukan sebuah strategi untuk menarik minat kunjungan. Kedua, membuat program. Ketiga, menjalin kerjasama dengan beberapa pihak. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat bagi anak-anak merupakan sebuah cara untuk mengajak pemustaka anak untuk lebih dekat dengan buku. Beragam cara dilakukan, promosi salah satunya Promosi yang biasa dilakukan adalah pameran, biasanya diundang oleh lembaga dan sekolah yang mengadakan acara-acara tentang buku.Di layanan ruang baca anak, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat tidak menyediakan program khusus bagi anak-anak. Di layanan ini, aktifitas anak-anak adalah membaca dan bermain. Tidak ada bedanya dengan layanan lain. Berbagai kerjasama terjalin dengan para lembaga. Pertama, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan IKAPI, yaitu Ikatan P e n e r b i t I n d o n e si a . Be k e rj a s ama memberikan brosur untuk memperkenalkan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat kepada masyarakat.Kedua, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan lembaga, universitas dan sekolah tingkat dasar hingga atas di Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Kerjasama ini dibuat ketika Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat diundang ke sebuah acara di lembaga, univeristas atau sekolah tersebut. Ketiga, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan SIF (Singapore International Foundation). Bentuk kerjasama ini berupa kegiatan perpustakaan keliling.Keempat, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan Bank BJB. Kerjasama ini berupa pembangunan perpustakaan Gasibu

Conclusion

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa hal dalam penelitian ini yaitu intensitas pemanfaatan koleksi buku sastra anak tergolong bagus, karena sudah dimanfaatkan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi kunjungan anak-anak untuk membaca dan meminjam rutin. Selain itu, k e d a t a n g a n a n a k - a n a k k e Ba d a n Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat karena adanya faktor internal, seperti hobi membaca dan tugas sekolah, dan faktor eksternal seperti ketersediaan buku yang lengkap. Sedangkan faktor jarak yang jauh dan tempat yang kurang strategis menjadi salah satu kendala anak-anak untuk berkunjung ke Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat. Selanjutnya, koleksi buku sastra anak di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat menjadi bacaan kegemaran anakanak. Jenis-jenis koleksi sastra yang sangat digemari adalah cerita rakyat, dongeng dan komik. Patut diapresiasi bahwa masih banyak anak-anak yang memanfaatkan koleksi sastra anak, disaat kehidupan saat ini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat memiliki berbagai upaya untuk meningkatkan layanan bagi pemustaka, seperti promosi berupa pameran dan menghadiri sejumlah event lembaga atau sekolah yang berkaitan dengan perpustakaan. Namun, layanan ruang baca anak tidak memiliki program khusus. Bentuk dari upaya Badan Perpustakaan danKearsipan Daerah Jawa Barat diantaranya adanya kerjasama dengan IKAPI, Lembaga/Sekolah, SFI (Singapore International Foundation) dan Bank Jabar.