PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN KELILING DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG SEBAGAI PENUNJANG PROGRAM PENDIDIKAN DALAM MENGENALKAN LITERASI INFORMASI PADA SISWA SD
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
Use of the Mobile Library The City of Padang Library and Archive Office as a Supporting Education Program in Introducing Information Literacy to Elementary School Students. Based on the results of the study it can be concluded that general knowledge books are very helpful for elementary students in using for reading and as students increase their knowledge in improving information literacy, story books are able to increase students 'interest and can also increase students' insight into personal and social problems, and fiction books used by students as a means of entertainment reading outside the learning activities in the classroom, Secondly, the constraints in the use of mobile library based on the results of the research obtained were limited time, lack of human resources (HR), and lack of facilities and infrastructure, Third, efforts to overcome utilization constraints mobile libraries based on the results of research that the authors obtain can be concluded is by increasing service time in schools, adding service employees, and adding cars for service to schools.
Keywords:
utilization
· mobile library
· education
· literacy
· and elementary students.
Introduction
Perpustakan berperan sebagai pusat informasi pembelajaran bagi setiap pendidikan. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi menyimpan informasi pembelajaran dalam berbagai bentuk dan jenisnya, dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi seperti untuk penelitian, pelajaran, mengisi waktu luang untuk membaca, dan sebagainya. Untuk mewujudkan tujuan dari perpustakaan tersebut, perpustakaan memberikan layananlayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat atau anggota perpustakaan. Salah satunya layanan perpustakaan keliling yang menjadi andalan perpustakaan umum untuk menyebarkan informasi serta mendidik masyarakat atau anggota perpustakaan secara langsung. Perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak (mobile library) dengan membawa koleksi seperti buku, majalah, koran, dan koleksi lainnya untuk melayani masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan umum kotamadya yang menetap. Tempat-tempat yang belum terjangkau oleh perpustakaan menetap antara lain daerah-daerah terpencil seperti desa-desa, tempat lokalisasi, panti asuhan, panti jompo, rumah tahanan, rumah sakit, dan lain-lain. Perpustakaan keliling sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa informasi mempunyai peranan yang sangat strategis dalam membangun kecerdasan kehidupan bangsa. Karena Perpustakaan keliling mempunyai visi dan misi yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan menetap (Rahmawati 2017). Pada saat ini perpustakaan keliling dimanfaatkan oleh beberapa SD di Kota Padang. Pemanfaatan perpustakaan keliling oleh beberapa SD di Kota Padang tersebut bermaksud agar dapat memenuhi kebutuhan informasi peserta didik dan dapat membantu menunjang program pendidikan peserta didik tersebut dalam mengenalkan literasi informasi, dimana saat ini literasi informasi sangat penting sekali diterapkan sejak dini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di masa yang akan datang. Menurut Sitti (2014) literasi iformasi dapat diartikan sebagai sebuah keahlian dalam mengakses dan mengevaluasi informasi secara efektif untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Seseorang yang memiliki keahlian ini tahu cara untuk belajar karena mereka tahu bagaimana mengelola informasi, mengevaluasi, memilah-milah dan menggunakannya sesuai dengan etika yang berlaku. Menurut Wahyu (2015) pemanfaatan perpustakaan oleh siswa diukur dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan antara lain adanya kebutuhan informasi dari pengguna perpustakaan, adanya perasaan ingin tahu, ketersediaan koleksi bahan pustaka di perpustakaan sekolah, adanya waktu luang dari siswa untuk memanfaatkan perpustakaan, serta kesadaraan siswa akan pentingnya perpustakaan dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah. Menurut Seimarina (2018) pemanfaatan perpustakaan merupakan suatu proses perbuatan untuk menggunakan layanan dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Adapun indikator pemanfaatan perpustakaan yaitu: (a) Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan; (b) Tujuan Pemanfaatan Perpustakaan; (c) Peran Pustakawan; dan (d) Cara pemanfaatan perpustakaan. Menurut Lifia (2017) pentingnya kesadaran berliterasi sangat mendukung keberhasilan seseorang dalam menangani berbagai persoalan. Melalui kemampuan literasi, seseorang tidak saja memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa mendokumentasikan sepenggal pengalaman yang menjadi rujukan di masa yang akan datang. Sementara itu menurut Aris (2014) kompetensi literasi informasi bermanfaat bagi kalangan perguruan tinggi karena menyediakan metode yang teruji untuk memandu sivitas akademika terutama dosen dan mahasiswa kepada sumber informasi yang terus berkembang, mendukung usaha nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menyediakan perangkat tambahan untuk memperkuat isi perkuliahan, dan meningkatkan pembelajaran seumur hidup.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan makalah tugas akhir ini adalah menggunakan penilitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik lainya, yaitu wawancara dan observasi. Subjek pengumpulan data melalui observasi adalah di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Objek penelitian di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang pengambilan data dari pustakawan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang.
Discussion
1. Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Sebagai Penunjang Program Pendidikan Dalam Mengenalkan Literasi Informasi Bagi Siswa SD. Pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang pada umumnya siswa membutuhkan koleksi bahan pustaka seperti buku tentang buku mariner dan beternak ayam, dll. Karena guru dikelas hanya menjelaskan mata pelajaran umum saja sehingga siswa menambah pengetahuan di luar pelajaran di dalam kelas, maka siswa memanfaatkan perpustakaan untuk memperoleh informasi selengkap mungkin mengenai beternak dan buku mariner atau tentara. Pemanfaatan perpustakaan keliling tidak terlepas dari peran perpustakaan itu sendiri. Jadi kualitas penggunaan perpustakaan dapat dilihat dari frekuensi pemanfaatan, intensitas pemanfaatan perpustakaan, dan motif atau alasan pengguna memanfaatkan perpustakaan.Selain itu kejelasan pelayanan yang diberikan petugas perpustakaan keliling dalam menemukan informasi pada siswa memberikan alasan bahwa pelayanan yang dirasakan oleh pengunjung dalam menemukan koleksi buku sangat mudah dan informasi yang diberikan jelas serta yang paling sering dirasakan oleh siswa dalam mencari buku adalah petugas selalu membantu mencarikan buku yang ingin di baca oleh siwadi sekolah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang bahwa pemanfaatan perpustakaan keliling dalam menganalkan literasi informasi bagi siswa SD, seperti koleksi buku pengetahuan umum, buku cerita, dan buku fiksi. Letak menunjangnya itu misalnya ada buku yang tidak tersedia di perpustakaan sekolah, namun di perpustakaan keliling buku tersebut tersedia, maka disini siswa terbantu dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan ini dapat menunjang program pendidikan pada siswa. Dalam pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaandan Kearsipan Kota Padang terhadap siswa dalam mengenalkan literasi informasi memberikan layaanan di setiap sekolah SD dimulaipada layanan pagi pukul 09:30 s/d 10:30 dan layanan berikutnya pukul 10:55 s/d 11:30. a. Koleksi Buku Pengetahuan Umum Koleksi buku pengetahuan umum yang tedapat di mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang untuk tingkat SD yang disediakan oleh mobil perpustakaan keliling seperti Ilmu Pengetahuan Umum, Agama, Ilmu-ilmu sosial, Bahasa, Ilmu murni, Teknologi Terapan, Olahraga dan seni, Kesusastraan, Sejarah dan Geografi. Tetapi biasanya dilihat dari lokasinya, lingkungannya seperti apa, kita disini menyesuaikan terlebih dahulu. Mana tau ada siswa yang minat membacanya mengenai alam, oleh karena itu perpustaan keliling juga melihat dari minat siswa dalam membaca. Koleksi buku pengetahuan umum memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainya kepada siswa maupun guru di sekolahuntuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini, sehingga mobil perpustaakan kelilingbisa memperkenalkan jasa perpustakaan kepada pustakawan yang ada disekolah, tujuanya untuk mencapai kerja sama dengan guru dan kepala sekolah beserta pustakawan yang ada disekolah dalam mengembangkan jenis koleksi bahan pustaka. Dalam mengenalkan leterasi informasi bagi siswa SD selain menyediakan koleksi buku umum dalam layanan perpustakaan keliling ini sangat baik bagi siswa untuk menunjang leterasi informasi terbaru dalam dunia membaca. Selain menyediakan koleksi buku pengetahuan umum ada juga kegiatan yang kita lakukan untuk meningkatkan literasi informasi bagi siswa yaitu dengan mengadakan lomba bercerita anak, dengan adanya lomba ini maka setiap anak akan berpacu dan termotivasi untuk menjadi siapa yang akan dipilih mengikuti lomba, dengan begitu literasi anak akan lebih meningkat lagi. Karena adanya hasrat untuk memenangkan lomba tersebut. b. Buku Cerita Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang ini menyediakan koleksi bahan pustaka seperti buku cerita anak yang sifatnya menunjang program pendidikan bagi siswa, seperti koleksi buku pengetahuan umum, buku cerita, buku fiksi dan sebagainya. Letak menunjangnya itu misalnya ada buku yang tidak tersedia di perpustakaan sekolah, namun di perpustakaan keliling buku tersebut tersedia, maka disini siswa terbantu dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan ini dapat menunjang program pendidikan pada siswa. Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dalam menyediakan buku cerita anak-anak usia sekolah SD minat siswa terlihat dari menyukai buku cerita bergambar dengan demikian siswa memperoleh kesempatan yang baik untuk mendapat wawasan mengenal masalah pribadi dan sosialnya, untuk membantu memecahkan masalahnya. Cerita bergambar dalam buku cerita akan menarik imajinasi anak dan rasa ingin tahu tentang masalah supranatural, cerita bergambar memberi anak pelarian sementara hiruk pikuk hidup sehari-hari. Salah satu buku cerita yang memliki gambar atau bergambar mudah dibaca oleh siswa, bahkan anak yang kurang mampu membaca dapat memahami arti dari gambarnya. Buku cerita bergambar tidak mahal danjuga ditayangkan di televisi sehingga semua anak mengenalnya, cerita bergambar mendorong anak untuk membaca yangtidak banyak diberikan buku lain, buku cerita bergambar memberi sesuatu yang diharapkan (bila berbentuk serial). Cerita bergambar tokoh sering mengatakan hal-hal yang tidak berani dilakukan sendiri oleh anak-anak”. Dalam mengenalkan literasi informasi dengan menyediakan buku cerita bagi Siswa SD, perpustaakan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sangat membantu siswa dengan adanya bukucerita anak-anak usia sekolah tersebut, sehingga minat siswa terlihat dari menyukai cerita bergambar dan jugadapat menambah wawasan mengenal masalah pribadi dan sosialnya, untuk membantu memecahkan masalahnya, cerita bergambar dalam buku cerita akan menarik imajinasi anak dan rasa ingin tahu tentang masalah supranatural, cerita bergambar memberi anak pelarian sementara hiruk pikuk kehidupan sehari-hari,cerita bergambar mendorong anak untuk membaca yang tidak banyak diberikan buku lain di luar perpustakaan sekolah. c. Buku Fiksi Perpustakaan keliling merupakan sarana belajar siswa yang menyenangkan. Fungsi perpustakaan salah satunya sebagai pusat rekreasi atau sebagai tempat hiburan bagi para siswa.Di perpustakaan, siswa dapat mengisi waktu senggangnya melalui kegiatan membaca ataupun mengakses internet.Maka dari itu setiap perpustakaan kerap menyajikan koleksi yang bernilai kreatif.Subjek pustaka dilihat dari isinya bisa diantaranya ada bahan-bahan pustaka yangisinya fiksi, dan bahan pustaka yang isinyanon fiksi. Dalam pemaparan kali ini koleksifiksi melambangkan koleksi paling diminati oleh para siswa. Dilihat dari pengalaman dan pengamatan terhadap kehidupan manusia sesuai pengalaman kehidupan ceritafiksi seperti novel dan komik banyak digandrungi. Cerita fiksi seperti novel dan komik biasanya dapat mengunggah perasaan siswa dalam membaca. Membaca buku fiksi seperti novel ataukomik membuat perasaan seseorang menjadi menangis, sedih, terharu, senang, gembira ataubisa juga jadi bersemangat seolah dapatpencerahan. Pengaruhnya di perpustakaan keleiling dan kearsipan kota Padang sangat menarik minat siswa untuk membaca di luar jam pelajaran.Karena siswa ada juga kebanyakan senang membaca koleksi fiksi, siswa-siswa SD yang kita kunjungi itu sangat berantusias ketika mobil perpustakaan keliling memasuki halaman sekolah mereka. Bukan hanya sekedar membaca buku pelajaran akan tetapi juga senang membaca buku fiksi, ini menandakan bahwa keinginan siswa untuk membaca di perpustakaan keliling sangat tinggi. Koleksi buku yang diolah oleh perpustakaan tidak akan ada gunanya apabila tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang akan bisa berhasil apabila banyak dikunjungi siswa dan koleksinya dimanfaatkan, dengan cara membaca di ruang lingkungan perpustakaan keliling yang ada di sekolah. Dengan cara memanfaatkan koleksi buku perpustakaansiswa dapat mengembangkan sertamenambah pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat memperlancar kegiatanbelajar disekolah. Keberhasilan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dalammemberikan hiburan dan pendidikan tidaklepas dari pemanfaatan koleksi buku fiksi yang baikdan benar. Dengan demikian, dalammenghimpun dan mengelola koleksi fiksi perlupenanganan yang serius dan pengetahuan teknis yang baik agar koleksi tersebutnantinya dapat dimanfaatkan untukmeningkatkan literasi siswa dalam mencari informasi karena di dalamnya terdapat unsur hiburandan pendidikan. Dengan adanya perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang bisa meningkatkan minat membaca siswa dikarenakan perpustakaan itu sendiri nyaman, koleksi buku yang beda dengan koleksi di perpustakaan sekolah serta buku yang dibutuhkan oleh siswa memadai. Jadi tidakheran jika perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dapat menarik minat baca siswa SD di sekolah. Mengenalkan literasi informasi bagi Siswa SD perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang juga menyediakan buku fiksi bagi siswa dalam menambah wawasan dalam dunia cerita fiksi.Dikarenakanperpustakaan keliling yang juga ramah lingkungan yang tidak terlalu besar dan bisa di parkirkan dihalaman sekolah sehingga siswa lebih mudah untuk menjangkau dalam menyalurkan minat bacanya, selain itu siswa juga di izinkan oleh petugasmengmbil sendiri buku yang diminati untuk dibaca. 2. Kendala Dalam Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Padang Sebagai Penunjang Program Pendidikan Dalam Mengenalkan Literasi Informasi Pada Siswa SD a. Keterbatasan Waktu Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yaitu dari keterbatasan waktu. Jatah sekolah hanya dapat kesempatan menfaatkan perpustakaan keliling hanya 1 jam.Keadaan ini dapat dipengaruhi oleh keadaan dari perpustakaankeliling dankarena banyaknya sekolah SD kan di kunjungi oleh mobil perpustakaan keliling kota Padang, sehingga siswa yang menggunakan perpustakaan sekolah tidak dapat menggunakanya secara maksimal. Pemanfaatan perpustakaan keliling merupakan kegiatan yang dilakukan dalam menggunakan suatu sranana yang disediakan sekolah dengan harapan memperoleh informasi dan sumber belajar yang dibutuhkan siswa. Untuk mencapai itu semua tentu tidak terlepas dari waktu yang di butuhkan, dengan waktu membaca yang di sediakan oleh mobil keliling perpustakaan dan kearsipan kota Padang hanya 1 jam, siswa dan pihak sekolah juga merasa kurang waktu membaca kurang banyak, bahwa akan ada siwa yang belum siap membaca waktu sudah habis, tapi harus bagaimana kami hanya menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan oleh dinas”. Sistem pelayanan perpustakaan kieliling ini terjadwal, yaitu hanya 2 sekolah SD setiap hari, maka siswa yang memanfaatkan perpustakaan keliling harus mengikuti jadwal kita. Kita berkunjung ke sekolah lalu sampai disekolah kita berkoordinasi terlebih dahulu dengan guru dan kepala sekolah untuk menentukan kelas berapa saja yang harus di keluarkan untuk menggunakan perpustakan keliling. Jadi waktunya itu tergantung kepada jam berapa perpustakaan keliling sampai di sekolah.Yang pertama itu karena sudah adanya jadwal dan target kelas berapa yang akan di keluarkan untuk menggunakan layanan perpustakaan keliling, setelah siswa dikeluarkan barulah ini dapat dilihat apakah siswa tersebut berkeinginan sendiri atau di ajak teman atau disuruh guru. Tetapi kebanyakan siswa yang saya lihat itu menggunakan perpustakaan keliling karena memang ingin dan merasa membutuhkan perpustakaan keliling tersebut. Ada juga beberapa siswa yang menggunakan layanan perpustakaan keliling karena ikut-ikutan teman dan takut dimarahi oleh guru mereka”. Kendala dalam pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Padang yaitu dari keterbatasan waktu. Jatah sekolah hanya dapat kesempatan menfaatkan perpustakaan keliling hanya 1 jam.Keadaan ini dapat dipengaruhi oleh keadaan dari perpustakaan kelilingdankarena banyaknya sekolah SD yang akan di kunjungi oleh mobil perpustakaan keliling kota Padang, sehingga siswa yang menggunakan perpustakaan kelilingtidak dapat menggunakanya secara maksimal. Karena sistem pelayanan perpustakaan keliling ini terjadwal, yaitu hanya 2 sekolah SD setiap hari, maka siswa yang memanfaatkan perpustakaan keliling harus mengikuti jadwal. Kunjungan ke sekolah berkoordinasi terlebih dahulu dengan guru dan kepala sekolah untuk menentukan kelas berapa saja yang harus di keluarkan untuk menggunakan perpustakan keliling. Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangakan memberikan layanan di setiap sekolah SD dimulaipada layanan pagi pukul 09:30 s/d 10:30 dan layanan berikutnya pukul 10:55 s/d 11:30. b. Kurangnya Sumber Daya Manusia(SDM) Dalam pelaksanaannya tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dalam mengenalkan literasi informasi kepada siswa SD di sekolah yaitu kurangnya sumber daya manusia (SDM), dan harus dipikirkan bagaimana cara memungkas kendala tersebut agar kegiatan organisasi perpustakaan keliling dapat berjalan lancar, dan tujuan yang direncanakan dapat terwujud dengan sempurna. Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Padang merupakan perpustakaan dan Kearsipan Kotamadya Tingkat II Padang, yang merupakan tindak lanjut dati keputusan mentri dalam negeri nomor 4 tahun 1997 tentang pembentukan 52 kantor arsip daerah kabupaten/kotamadya daerah tingkat II. Dengan dibentuknya SOTK Pemerintah daerah, maka susunan organisasi dan tata kerja kota padang yang baru sesuai dengan UU nomor 22 tahun 1999 tentan Pemerintah Daerah, maka susunan Organisasi dan Tata Kerja Kota Padang di atur oleh perda Kota Padang nomor 5 tahun 2001 tentang “Pembentukan susunan organisasi lembaga teknis daerah. Seharusnya pegawai dalam pelayanan perpustakaan kesekolah dengan menggunakan mobil keliling harus di tambah menimal 2 orang pegawai lagi, karena sekarang hanya berjumlah 3 orang yang terdiri dari kepala dan anggota, tujuannya untuk memudahkan pelayanan di sekolah dan bisa berbagi tugas, sehigga pelayanan disekolah bisa berjalan dengan prima dan siswa nyaman dalam membaca buku yang di sediakan. Kerja sama antara guru dengan petugas pegawai perpustakaan keliling merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam layanan perpustakaan keliling. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk peningkatan minat baca serta literasi informasi yang di realisasikan melalui program perpustakaan keliling ini yaitu dengan adanya peran aktif dari guru sebagai koordinator dan petugas perpustakaan keliling sebagai pembimbing dilapangan serta di dampingi wali kelas masing-masing sehingga pelaksanaan perpustakaan keliling berjalan dengan baik dan menguntungkan kedua belah pihak.Akan tetapi pegawasan yang di lakukan oleh pegawai atau petugas juga merasa kurang karena petugas atau pegawai dalam pelayanan masih kurang. Kurangnya sumber daya manusia (SDM) perpustakaan dan kearsipan Kota Padang dalam mengenalkan literasi informasi kepada siswa SD di sekolah juga menyebabkan peran guru juga ikut serta dalam mengawasi siswa dalam membaca bukan hanya sekedar angota atau pegawai yang mengawasi, dengan demikian untuk anggota dalam pelayanan kesekolah harus menambah angota atau pegawai sehingga menghasilkan pelayanan yang prima di sekolah. c. Kurangnya Sarana dan Prasarana Fasilitas sekolah tentunya harus sesuai dengan kebutuhan sekolah dandisesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Termasuk didalamnya adalah sarana dan prasarana perpustakaan keliling, dalam hal ini jikasarana dan prasarana perpustakaan sekolah memadai dan mampu memenuhikebutuhan peserta didik dan sesuai dengan jumlah peserta didik yang ada, makasecara kuantitas dan kualitas sekolah serta peserta didiknya akan meningkat.Karena peserta didik memiliki wadah untukmengembangkan ilmupengetahuannya dengan segala sarana dan prasarana di perpustakaan yang ada, seperti mobil perpustakaan keliling. Mobil yang digunakan perpustakaan keliling kota Padang beroperasi hanya ada 2 mobil, ini mengakibatkan jangkauan sekolah yang akan di layani menjadi terbatas. Begitu juga sebaliknya jika sarana dan prasarana perpustakaan keliling Kota Padang kurang atau tidak memadai, kurang bisa memenuhi kebutuhan membaca peserta didik yang ada di sekolah, maka secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas sekolah serta peserta didiknya. Peserta didik kurang bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya karena tidak memiliki wadah atau sarana untuk mengembangkannya. Namun kenyataannya sarana dan prasarana perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang masih kurang dari segi mobil yang beroperasi di lapangan dilihat masih banyak sekolah dasar dengan kondisi yang siswa dan kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan membaca dalam mencari informasi. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi, misalnya minimnya dana, baik dana bantuan pemerintah atau sumber dana yang lain dikelola dengan skala prioritas, sehingga dana yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana perpustakaan bisa dialihkan ke hal yang lain karena hal lain tersebut lebih memiliki skala yang harus diselesaikan terlebih dahulu dibandingkan dengan sarana dan prasarana perpustakaan.Bantuan dari pemerintah juga dirasakan masih kurang bisa memenuhi kebutuhan mobil keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang untuk melayani SD. Kurangnya sarana dan prasarana seperti mobil perpustakaan keliling membuat jangkauan sekolah terbatas. Mobil yang digunakan perpustakaan keliling beroperasi hanya ada 2 mobil di Kota Padang, ini mengakibatkan jangkauan sekolah yang akan di layani menjadi terbatas.Siswa-siswa SD yang kita kunjungi itu sangat berantusias ketika mobil perpustakaan keliling memasuki halaman sekolah mereka. Ini menandakan bahwa keinginan siswa untuk membaca di perpustakaan keliling sangat tinggi.Akan tetapi minimnya mobil keleiling yang digunakan untuk beroperasi siswa yang disekolah menjadi lama menuggu. Sarana-prasarana perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang kurang atau tidak memadai, kurang bisa memenuhi kebutuhan sekolah yang ada di kota Padang, salah satunya mobil operasional hanya ada 2 mobil, akan tatapi sekolah yang di kunjungi cukup banyak maka secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas sekolah serta peserta didiknya. Peserta didik kurang bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya karena tidak memiliki wadah atau sarana untuk mengembangkannya”. 3. Upaya Dalam Mengatasi Kendala Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Padang Sebagai Penunjang Program pendidikan dalam mengenalkan literasi informasi pada siswa SD. a. Menmabah Waktu Layanan Pelayanan perpustkaan keliling yang dilakukan oleh DinasPerpustakaan dan Kearsipan Kota Padang akan memebrikan layaanan di setiap sekolah SD dimulai pada layanan pagi pukul 09:30 s/d 10:30 dan layanan berikutnya pukul 10:55 s/d 11:30, karena mobil yang ada di gunakan masih hanya 2 mobil, yang bisa di katakantidak cukup dimana sekolah yang dilayani cukup bnyak.Dengan demikian evaluasi kedapannya pihak perpustakaan akan menambah waktu layayan di sekolah. Dalam pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakan dan Kearsiapan Kota Padang yaitu dari keterbatasan waktu. Jatah sekolah hanya dapat kesempatan menfaatkan perpustakaan keliling hanya 1 jam. Keadaan ini dapat dipengaruhi oleh keadaan dari perpustakaan keliling dan karena banyaknya sekolah SD akan di kunjungi oleh mobil perpustakaan keliling kota Padang, oleh kerana itu waktu layanan di sekolah cukup sedikit, utuk evaluasi kedepannya harus di tambahkan waktu layanan di sekolah, dimana milihat minat baca dan tulis siswa sangat bagus. sehingga siswa yang menggunakan perpustakaan keliling disekolah dapat menggunakan secara maksimal. Karena sistem pelayanan perpustakaan keliling ini terjadwal, dan waktu siswa untuk membaca dan menulis tidak cukup bnyak”. Upaya Mengatasi Kendala Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Padang Sebagai Penunjang Program Pendidikan Dalam Mengenalkan Literasi Informasi Pada Siswa SDdengan menambah waktu atau jam layanan di sekolah dimana melihat minat siwa SD untuk membaca dan menulis sangai baik, dalam menanggulanginya perpustakaan keliling akan dinilai baik secara keseluruhan oleh pengguna, jika mampu memberikan layanan yang terbaik, dan dinilai buruk secara keseluruhan, jika layanan yang diberikan buruk. Hal itu karena kegiatan layanan merupakan kegiatan yang mempertemukan langsung antara petugas dengan pengguna perpustakaan, sehingga penilaian pengguna akan muncul ketika layanan tersebut dilangsungkan b. Menambah Pegawai Layanan di lapangan Dinas Perpustakaan danKearsipan Kota Padang masih kekurangan sumber daya manusia.Bisa dilihat dari beberapa layanan di sekolah, dimana pegawai masih kesulitan memantau siswa yang sedang membaca dan pelayanan terhadap siswa dalam segi menyediakan buku, bukanpustakawan yang sudah mengikuti pendidikan formal.Hal ini tentu saja membuat fungsi perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Padangkurang terlaksana maksimal.Dengan demikian perlu di lakukan penambahan pegawai dalam pelayanan di lapangan. Dalam pelaksanaannya Perpustakaan dan kearsipan Kota Padang Setiap bulannyadilaksanakan rapat bulanan yang dihadiri oleh kepala Kantor Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Padang, kepala seksi bagian perpustakaan danpetugaspetugas perpustakaan keliling serta pegawai dan staf lainnya. Pelaksanaan kegiatan pengorganisasian yang selama ini terlaksana pada Perpustakaan dan kearsipan Kota Padang masih kurang terutama padapenyediaan sumber daya manusia yang belum memiliki tenaga yang cukup ahli di bidangnya, khusunya pelayanan di lapangan. untuk itu perlu di adakan penambahan pegawai sehingga kegiatan layanan di sekolah bisa terlaksanadengan baik dan agar kegiatan pelaksanaan perpustakaan keliling dapat berlangsungsebagaimana mestinya. Layanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang merupakan layanan yang berhubungan langsung dengan sekolah atau siswa yang memanfaatkan kepentinganya dalam menacari informasi dengan membaca dan menlis, dengan demikian tentu peran pegawai sangat di butuhkan dalam pelayanan, karena tanpa pegawai yang memadai maka layanan perpustakaan keliling di sekolah tidak akan terlaksana dengan baik, dengan demikian perpustakaan dan kearsipan kota Padang pada saat ini akan menegavaluasi penambahan pegawai dimana sekolah SD yang di layani cukup banyak dan juga merupakan layanan yang diberikan kepada siswa di sekolahbisa lebih maksimal”. Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang khsusnya pegawai dalam pelayanan di lapangan masih kurang untuk itu kedapannya akan ada perencanaan penambahn pegawai khusunya pegawai pelayanan operasional di lapangan. Perpustakaan keliling ini, sebenarnya tanggungjawab seluruh pegawai yang ada di Dinas dan kearsipan kota Padang ini. tetapi yang membidanginya itu khusus di bidang pengolahan layanan bahan perpustakaan serta bidang pengembangan masih kurang. Pegawai yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan terarah maka dikoordinasi oleh bidang Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan serta bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemar Membaca. Tugas yang dilakukan dari layanan perpustakaan keliling ini yakni memberikan layanan kepada siswa yang ada disekolah c. Menambah Mobil Untuk Operasional Kesekolah Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa Siswa-siswa SD yang dikunjugi di sekolah siswa sangat berantusias ketika mobil perpustakaan keliling memasuki halaman sekolah mereka. Pihak perpustakaan menandakan bahwa keinginan siswa untuk membaca di perpustakaan keliling sangat tinggi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang memiliki mobil keliling hanya berjumlah 2 unit mobil yang menyediakan berbagai macam koleksi bahan pustaka tetapi juga dilengkapi dengan buku mainan anak karena mobil pintar ini lebih diperuntukkan bagi anak SD, dengan demikian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang akan ada planing penambahan armada mobil untuk palayanan kesekolah dimana banyaknya sekolah SD yang dilayani. Banyaknya sekolah yang di layani oleh perpustakaan keliling Kota Padang, maka ada juga kendala yang di hadapi salahsatunya adalah masalah mobil keleling dalam pelayanan hanya berjumlah 2 unit mobil, akan tetapi dilihat sekolah yang cukup banyak maka waktu pelayanan terbatas, yaitu hanya 1 jam setiap sekolah. Pihak perpustakaan menandakan bahwa keinginan siswa untuk membaca di perpustakaan keliling sangat tinggi, perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang memiliki mobil keliling hanya berjumlah 2 unit mobil yang menyediakan berbagai macam koleksi bahan pustaka tetapi juga dilengkapi dengan buku mainan anak karena mobil pintar ini lebih diperuntukkan bagi anak SD, dengan demikian perputakaan keliling Kota Padang akan ada planing penambahan armada mobil untuk palyanan kesekolah dimana banyaknya sekolah SD yang dilayani”. Untuk titik lokasi kunjungan itu kita sudah punya jadwal rutin, setiap minggunya baik minggu pertama sampai minggu ke empat itu sudah ada jadwal rutin baik itu titik lokasi maupun pustakawan yang bertugas pada layananperpustakaan keliling, tapi karena armada kita hanya ada 2 untuk yang titik rutin itu tetap dikunjungi tetapi 2 mobil itu memberikan layanan ke sekolah-sekolah yang di daerah kota Padang. Berjalannya layanan perpustakaan keliling ini hanya pada hari senin sampai dengan hari kamis, sedangkan hari jumat sampai hari minggu layanan perpustakaan keliling tidak berjalan dengan alasan menyesuaikan jadwal sekolah. Titik lokasi dan jadwal pustakawan yang bertugas di layanan perpustakaan keliling memang sudah disusun secara matang. Dari tersusunnya jadwal tersebut layanan perpustakaan keliling dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala, jika memang kunjungan ke lokasi tidak sesuai dari jadwal yang telah ditetapkan itupun dengan alasan karna lokasi yang sebenarnya sedang tidak bisa dilakukannya kunjungan layanan perpustakaan keliling maka dapat digantikan dengan lokasi kunjungan yang lain. Setiap jadwal kunjungan perpustakaan keliling berlangsung dalam 1 mobil perpustakaan keliling diikuti oleh 2 pustakawan dan 1 driveryang bertugas. Bahwa perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang akan ada planning dalam penambahan armada mobil untuk pelayanan ke sekolah, dimana mobil layanan yang tersedia di perpustakaan keliling hanya 2 unit mobil, dan juga lokasi kunjungan dari perpustakaan keliling ini dilakukan setiap hari senin sampai kamis dengan durasi waktu 1 jam per sekolah, dan 1 kali sebulan kunjungan sekali dilihat bnyaknya sekolah dalam layanan perpustakaan keliling kota Padang. Kalau untuk jadwal pustakawannya sudah terjadwal juga, kalau mobil keliling ini melakukan kunjungan ke lokasi yang akan dituju pustakawan selalu ikut mendampingi, dalam 1 mobil keliling itu terdapat 1 driver. Untuk 2 armada yang dimiliki perpustakaan keliling itu tidak semuanya yang berangkat ke lokasi yang sama, tetapi hanya 1 mobil yang berangkat ke sekolah dan satu mobil lainnya standbaydi perpustakaan pusat, karena jika sewaktu-waktu ada suatu acara di lokasi lain jadi mobil yang ada di perpustakaan pusat itu yang nantinya akan turun ke lokasi kunjungan tersebut, tetapi jika memang tidak ada acara 2 mobil itu langsung trurun semua ke lokasi yang sudah terjadwal tesebut.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut, Pertama, pemanfaatan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sebagai penunjang program pendidikan dalam mengenalkan literasi informasi bagi siswa SD berdasarkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah buku pengetahuan umum sangat membantu siswa SD dalam memanfaatkan untuk membca dan sebagai menambah pengetahuan siswa dalam meningkatkan literasi informasi, buku cerita mampu meningkatkan minat siswa dan juga dapat menambah wawasan siswa dalam mengenal masalah pribadi dan sosialnya, dan buku fiksi yang dimanfaatkan siswa sebagai sarana hiburan membaca diluar kegiatan belajar didalam kelas, Kedua, kendala dalam pemanfaatan perpustakaan keliling berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh adalah keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya manusia (SDM), dan kurangnya sarana dan prasarana, Ketiga, upaya dalam mengatasi kendala pemanfaatan perpustakaan keliling berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh dapat disimpulkan adalah dengan menambah waktu layanan di sekolah, menambah pegawai layanan, dan menambah mobil untuk layanan ke sekolah.