Kembali
16
1
2023 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 15 · 1 ISSN 2502-4108

Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Budaya Literasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Universitas Ahmad Dahlan; Universitas Ahmad Dahlan

Abstrak

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad DahlanYogyakarta, mulai dari gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam, kemudian upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi serta faktor penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhi upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau Case Studies.Sampel dalam penelitian ini berasal dari stafperpustakaan kampus 4 dan kampus 6 serta 8 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Jogja dan Wates Tahun 2019-2022.Hasil dari penelitian yangdilaksanakan menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ialah sebagai mediator dan fasilitator yang menyediakan program dan layanan sehingga dapat mendukung kegiatan budaya literasi di perpustakaan namun gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam pada tahun 2022 masih tergolong rendah hal ini dapat dibuktikan melalui intensitas kunjungan mahasiswa Pendidikan Agama Islam yaitu hanya berkisar 3-4 mahasiswa dari jumlah 932 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Angkatan Tahun 2019-2022 dan minat mahasiswa dalam memanfaatkan layanan dan program perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi yang disajikan oleh pihak perpustakaan belum dilakukan secara maksimal. Adapun faktor pendukung berupa pengadaan bahan pustaka yang relevan serta faktor penghambat yang ada pada mahasiswa yaitu kurangnya motivasi dan semangat</p>

Abstract

The purpose of this research is to determine the role of the library in increasing the literacy culture of Islamic Religious Education students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta, starting from an overview of the literacy culture of Islamic Religious Education students, then the efforts of the library in improving literacy culture as well as the the inhibiting and supporting factors influencing the efforts of the library in improving literacy culture of Islamic Religious Education students. Qualitative methods with a case study approach orCase Studies, The samples in this study were from campus 4 and campus 6 library staff as well as 8 Islamic Religious Education students of Jogja and Wates in 2019-2022. The results of the research shows that the role of the library in increasing the literacy culture is as a mediator and facilitator who provides programs and can be services so that it can support literacy cultural activities in the library but the cultural description of literacy of Islamic Religious Education students in 2022 is still classified as This proven through the intensity of visits by Islamic Religious Education students, it namely only around 3-4 students out of a total of 932 Islamic Religious Education students from the 2019-2022 class and student interest in utilizing library services and programs in enhancing the literacy culture presented by the library has not done optimally. The supporting factors are the procurement of relevant library materials and the inhibiting factors that exist in students, namely the lack of motivation and enthusiasm.
Keywords: Library · Culture of Literacy · Islamic Religious Education Students

Introduction

Literasi mencakup aspek yang luas, tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis!. Di lingkungan sosial dan budaya, literasi sangat diperlukan sebagai kemampuan berpikir dan belajar2. Kegiatan membaca dan menulis tidak dapat dipisahkan, karena menulis mempunyai keterkaitan erat dengan membaca. Ketika akan menulis, maka sangat disarankan untuk membaca terlebih dahulu, walaupun ketika membaca tidak harus diikuti dengan menulis®. Budaya literasi ialah budaya yang beraksara, dalam artian kemampuan seseorang dalam memahami dan mengerti saat membaca tulisan. Selain itu, minat membaca dapat diartikan sebagai kecenderungan dalam memahami kata demi kata dan makna yang terkandung* Mengaitkan sebuah kalimat dan suatu kegiatan merupakan buah dari proses berpikir yang memiliki tujuan sehingga dapat memahami makna sebuah bacaan dan memperoleh ilmu pengetahuan®. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat baca yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal yaitu factor yang berasal dari diri seseorang seperti meluangkan waktu untuk membaca, dan dapat memilih bacaan yang tepat. Sedangkan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan keluarga dan sosial. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan minat baca, diantaranya dapat berupa harga buku yang dibandrol terlalu mahal dan kekurangan dalam fasilitas di perpustakaan umum maupun di instansi pendidikan®. Menurut survey yang dilakukan oleh UNESCO (United Nations Education, Scientific and Cultural Organization) yang merupakan organisasi internasioanl di bawah PBB yang menangani semua hal yang berhubungan dengan pendidikan, sains dan kebudayaan pada tahun 2012 tentang minat baca di 61 negara, menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua terendah atau hanya 0,001 persen dalam hal minat baca’. Salah satu sarana penunjang kegiatan budaya literasi ialah perpustakaan yang menjadi tempat atau wadah untuk menggali dan mencari informasi serta ilmu pengetahuan yang dapat berguna di kehidupan sehingga menciptakan sumber daya manusia yang sadar akan pentingnya literasi®. Perpustakaan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan kampus, karena peran buku menjadi bahan untuk proses kegiatan belajar mengajar®. Perubahan zaman membuat ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang begitu pesat sehingga dalam proses pembelajaran tidak cukup dengan satu sumber buku saja, maka di setiap instansi pendidikan harus memiliki perpustakaan yang memadai atau menyediakan berbagai macam buku yang dapat menjawab semua permasalahan mahasiswa terkait tugas-tugas yang diberikan dosen.* Perpustakaan merupakan badan yang mengelola karya cetak dan karya tulis secara terstuktur sehingga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan, bahan penelitian, cara pelestarian dan mendapatkan informasi serta menjadi tempat wisata para pustakawan''. Ada beberapa tempat untuk mencari ilmu dan memperluas wawasan, dalam hal ini perpustakaan menjadi salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, berbagai sumber ilmu pengetahuan dan literatur serta informasi, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik dan bijak'2. Fasilitas yang diberikan oleh Universitas Ahmad Dahlan adalah menyediakan perpustakaan di setiap kampus sehingga dapat memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan perkuliahan. Perpustakaan juga sebagai alat untuk mengukur keberhasilan di dunia pendidikan, yang mana jika perpustakaan dapat memberikan layanan yang terbaik maka akan meningkatkan minat membaca dan jumlah pengujung di setiap hari, sehingga menimbulkan dampak yang baik dan menjadi langkah awal untuk menciptakan insan yang unggul di bidang pendidikan. Di era teknologi canggih seperti saat ini, perpustakaan di setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta berlomba-lomba meningkatkan layanan perpustakaan, baik itu secara kualitas maupun kuantitas. Berkaitan dngan hal tersebut, Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan memiliki program, salah satunya adalah kelas literasi informasi yang sasarannya yaitu mahasiswa. Kegiatan ini ditujukan agar dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi yang tingkat kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S Al-Hasyr : 18)4 Sebagaimana dalam surah Al-Hasyr ayat 18 di atas, telah dijelaskan bahwa manusia harus memperhatikan apa yang akan dikerjakan dikemudian hari, seperti halnya mahasiswa dapat mempersiapkan untuk menjadi penerus bangsa dengan banyak membaca dan menulis. Dengan demikian, pentingnya budaya literasi merupakan kegiatan yang dapat dioptimalkan, khususnya dikalangan mahasiswa. Sebagaimana diamati oleh peneliti, mahasiswa saat ini mulai mengalami pengkisian dalam hal budaya literasi (membaca dan menulis), tidak terkecuali di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Sebagai salah satu langkah untuk mengatasi hal tersebut, perpustakaan mengadakan program kelas literasi informasi yang meliputi pemanfaatan aplikasi Mendeley, pencarian database online, memaksimalkan ms.word dan cek kesamaan kata. Pada pelatihan pemanfaatan Mendeley yang diselenggarakan oleh perpustakaan kampus utama sisi timur secara offline pada bulan Mei 2022, terdapat 50 mahasiswa dari berbagai program studi yang terdaftar sebagai peserta pelatihan, diantaranya ada 3 mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang ikut berpartisipasi. Hal tersebut menandai temuan mengenai minat baca tersebut. Untuk itu, perlu adanya pergerakan dalam hal meningkatkan minat baca dan tulis mahasiswa dengan cara memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pihak perpustakaan. Kegiatan semacam ini penting untuk dilaksanakan, mengingat perlunya optimalisasi literasi di kalangan mahasiswa, serta perpustakaan dapat menjadi wadah yang tepat untuk mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan serta informasi. Penelitian terkait tema Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Budaya Literasi Mahasiswa PAI telah dilakukan oleh beberapa peneliti tedahulu di antaranya, pertama, artikel jurnal yang ditulis oleh Inawati mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan judul “Peran Perpustakaan Sekolah dalam Menciptakan Budaya Literasi Siswa Pada Jenjang Pendidikan Menengah, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022”%>. Penelitian studi pustaka dengan metode deskriptif ini memfokuskan pada pembahasan mengenai peran perpustakaan di satuan pendidikan sekolah menengah. Hasil penelitian ini membahas mengenai: 1) penguatan fasilitator; 2) mengadakan jumlah dan ragam sumber bacaan yang bermutu; 3) memperluas jangkauan akses sumber belajar dan pengunjung; 4) mengadakan kerja sama public; 5) penguatan tata kelola. Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini ialah peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi, namun demikian perbedaan penelitian Inawati dengan penelitian yang penulis lakukan ialah jika penelitian Inawati membahas budaya literasi siswa pada jenjang pendidikan menengah sedangkan penelitian Pendidikan Agama Islam. ini hanya membahas budaya literasi mahasiswa Kedua, jurnal yang ditulis oleh Lilik Andriyani, Meira Purwati, Anisa Gusti Wijayanti, Hayunda Rahmawati, Hannah Ladhinah Putri, Desti Nurul Khotimah dengan judul “Optimalisasi Peran Perpustakaan Desa Guna Meningkatkan Minat Literasi di Desa Banjarnegoro Mertoyudan, penelitian dilakukan pada tahun 2022”%¢ dengan metode pengabdian dan melaksanakan program kerja di perpustakaan cerdas Desa Banjarnegoro. Fokus penelitian tersebut penelitian yaitu ini tentang yaitu mengoptimalisasikan agar dapat perpustakaan meningkatkan budaya desa. literasi Tujuan dengan mengoptimalkan pepustakaan desa dan hasil dari penelitian ini melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat terpadu atau PPMT, menciptakan kegiatan mengoptimalisasikan perpustakaan desa dengan metode penambahan buku dan tata kelola. Adapun persamaan penelitian ini terdapat pada peran perpustakaan, lebih lanjut mengenai perbedaan penelitian terdapat pada hal peran perpustakaan. Jika penelitian Andriyani et al. membahas optimalisasi peran perpustakaan, maka penelitian ini hanya membahas peran perpustakaan. Ketiga, jurnal yang ditulis oleh Nurul Alifah Rahmawati dengan judul “Urgensi Kelas Literasi Informasi Bagi Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, yang dilakukan pada tahun 2019”Y. Penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif dan fokus kepada program kelas literasi informasi. Tujuan penelitian tersebut adalah agar dapat membantu mahasiswa dalam melakukan pencarian informasi serta dapat mengembangkan diri dalam belajar menghadapi masa depan. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa sumber daya manusia atau pustakawan harus kompeten dalam bekerja di kelas literasi informasi dan mengikuti perkembangan teknologi yang % berkembang. Persamaan penelitian ini ialah literasi mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan dan ada perbedaan penelitian yang dilakukan Nurul Alifah Rahmawati dengan penelitian yang penulis dilakukan. Jika penelitian Nurul Alifah Rahmawati membahas kelas literasi informasi, maka penelitian ini hanya membahas budaya literasi (baca-tulis). Keempat, jurnal yang ditulis oleh Irman Syarif dan Elihami dengan judul “Pengadaan Taman Baca dan Perpustakaan Keliling Sebagai Solusi Cerdas dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik SDN 30 Parombean Kecamatan Curio, penelitian ini dilakukan pada tahun 2020”!%. Penelitian tersebut dilakukan dengan metode pendampingan partisipatif dan penyediaan rumah baca serta fokus terhadap upaya meningkatkan minat membaca, tujuannya dapat mempermudah dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Penelitian tersebut menghasilkan temuan bahwa adanya dukungan dan partisipasi dari pihak sekolah dan masyarakat dalam mensosialisasikan taman baca dan perpustakaan keliling serta banyak melibat berbagai pihak seperti mahasiswa KKN, kalangan masyarakat dan sekolah. Persamaan penelitian ini ialah pada budaya literasi (baca-tulis). Elihami Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan Irman Syarif dan dengan penelitian yang penulis lakukan ialah mengenai cakupan pembahasan. Jika penelitian Irman Syarif dan Elihami membahas pengadaan literasi di kalangan masyarakat sedangkan penelitian ini membahas literasi di ruang lingkup pendidikan yaitu pada mahasiswa. Kelima, jurnal yang ditulis oleh Muhammad Miftahur Rizki dan Hikmah Ruwaida yang merupakan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an (STIQ) RAKHA Amuntai, Indonesia dengan judul “Peran Perpustakaan Daerah dalam Membangun Budaya Literasi Masyarakat” *°. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022” dengan fokus penelitian kepada peran perpustakaan daerah untuk membangun literasi pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian narrative research. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam membangun budaya literasi melalui lomba bercerita, pemberikan reward kepada pengunjung dan perpustakaan keliling. Persamaan dalam penelitian ini ialah mengenai peran perpustakaan. Mengenai perbedaan penelitian, Muhammad Miftahur Rizki dan Hikmah Ruwaida membahas tentang meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat dengan adanya peran perpustakaan daerah, sedangkan penelitian ini membahas budaya literasi mahasiswa dengan peran perpustakaan yang ada di Universitas Ahmad Dahlan. Berangkat dari penelitian-penelitian terdahulu yang penulis sajikan di atas, maka tujuan penulisan artikel ini akan membahas tentang bagaimana peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan apa saja kendala yang dihadapi oleh pihak perpustakaan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Artikel ini akan mengalami perkembangan, sehingga pentingnya penelitian ini dilakukan ijalah untuk menjawab tujuan yang ada pada artikel ini serta menawarkan solusi dari permasalahan, utamanya mengenai peran perpustakaan dalam meningkatkam budaya literasi mahasiswa PAI di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Method

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Case Studies yaitu suatu rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara mendalam dan terperinci tentang suatu aktivitas, program dan peristiwa, baik pada tingkat perorangan atau sekelompok orang, lembaga atau organisasi untuk mendapatkan pengetahuan secara mendalam tentang peristiwa tersebut. Studi kasus mempunyai target penelitian yakni hal yang aktual atau nyata dalam kehidupan dan unik?. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Lebih lanjut, gedung perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan ini memiliki 6 unit di setiap kampus termasuk Fakultas Kedokteran yaitu kampus I Jalan Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166. Kampus II: Jalan Pramuka 42, Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta 55161. Kampus III: Jalan Prof. Dr. Soepomo, S.H., Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta 55164. Kampus IV: Jalan Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55191. Kampus V: Jalan Ki. Ageng Pemanahan 19, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta 55162. Kampus VI Jalan Ahmad Dahlan, Dalangan, Triharjo, Wates, Kulon Progo 556512 Sumber data dalam penelitian ini adalah informan, adapun obejek penelitian yang dipilih ijalah pihak yang mengetahui dan menguasai permasalahan berkaitan dengan pembahasan penelitian, yakni salah satu staf perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan serta mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif berupa observasi sebagai langkah awal untuk melihat bagaimana peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa PAI di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Peneliti kemudian dapat menggali informasi lebih mendalam terkait peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa PAIL Sumber data sekunder sebagai data pelengkap atau penguat berupa artikel jurnal terdahulu yang berkaitan dengan peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa PAI serta dokumentasi sebagai data pendukung. Keseluruhan data yang telah didapat tersebut kemudian diolah melalui proses disertai pembahasan sesuai pemahaman peneliti terhadap data yang dikelola. Tahap berikutnya ialah dengan mengelompokkan data berdasarkan tema, lalu disajikan dengan cara menarasikannya, langkah terakhir yakni Gambaran Budaya Literasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam menarik kesimpulan ketika data dirasa cukup faktual.

Result & Discussion

Gambaran Budaya Literasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam menarik Langkah awal menjadi calon pendidik yang ideal yakni memiliki ilmu pengetahuan yang luas?2. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan membaca dan menulis, sehingga tolak ukur dalam mengetahui tinggi atau rendah nya budaya literasi (baca-tulis) di kalangan mahasiswa dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari ketika berada di lingkungan kampus baik kegiatan internal maupun eksternal. Berdasarkan hasil observasi yang telah penulis lakukan menunjukkan bahwa budaya literasi membaca dan menulis di kalangan mahasiswa terkhusus mahasiswa Pendidikan Agama Islam masih tergolong rendah. Untuk itu, penulis dapat menyimpulkan dari beberapa aspek sebagai berikut: Berdasarkan daftar kunjungan ke perpustakaan, mahasiswa Pendidikan Agama Islam dalam kurun waktu 8 bulan terakhir, terhitung bulan Januari — Agustus 2022, dapat dilihat sebagaimana pada gambar berikut: Gambar 1 Rekaptulasi Kunjungan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam ke Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Berdasarkan data yang diperoleh tersebut, kunjungan mahasiswa Pendidikan Agama Islam ke perpustakaan dalam 8 bulan terakhir yakni 940 mahasiswa. Jika dalam satu bulan berkisar 117 mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan, maka dalam satu hari, kunjungan mahasiswa ke perpustakaan berkisar 3-4 orang. Angka tersebut merupakan rerata kunjungan dari mahasiswa Pendidikan Agama Islam dibanding keseluruhan jumlah mahasiswa. Hal tergolong ini menunjukkan bahwa minat baca dan tulis mahasiswa masih rendah, mengingat bahwa jika dilihat dari jumlah mahasiswa Pendidikan Agama Islam saat ini berjumlah 932 mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa aktif dari tahun 2019 sampai tahun 2022. Salah satu faktor terbesar mahasiswa ke perpustakaan ialah adanya mengharuskan mencari sumber referensi. tuntutan tugas kuliah yang Responden 1 merupakan salah satu mahasiswa Pendidikan Agama Islam tahun 2020. Ia mengungkapkan bahwa “alasan saya ke perpustakaan ialah untuk mengerjakan tugas, mencari bahan referensi tulisan yang akan dibuat dan adanya layanan wifi gratis di perpustakaan” (Responden 1). Sedangkan Responden 2 adalah mahasiswa Pendidikan Agama Islam tahun 2021. Ia mengungkapkan bahwa “dalam seminggu, saya melakukan kunjungan ke perpustakaan jika memiliki tugas kuliah atau kisaran dua atau tiga kali mengunjungi perpustakaan” (Responden 2). Berdasarkan hasil wawancara bersama Responden 1 dan responden 2 disertai dengan pendapat Muhammad Irwan dan Evi Kurnia Novianty ?, menjelaskan bahwa salah satu fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai edukasi yakni sebagai sumber belajar untuk seluruh civitas akademika, utamanya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pemanfaatan layanan perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Layanan perpustakaan yang baik ialah dengan mengembangkan berbagai layanan perpustakaan sehingga diperlukan manajemen perpustakaan, termasuk dalam hal layanan pengguna®. Responden 3 mengungkapkan bahwa “selain petugas yang cukup ramah dalam membantu dan mengarahkan untuk mencari bahan referensi, memudahkan di perpustakaan juga telah tersedia fasilitas yang dapat mahasiswa seperti layanan OPAC dan layanan internet gratis”(Responden 3). Berdasarkan hasil wawancara bersama responden 3 yang sesuai dengan pendapat Muhammad Fahrizal Amin dan Moh. Rifa’i® dijelaskan bahwa layanan perpustakaan dapat dikatakan baik jika dapat mengembangkan berbagai layanan sehingga memerlukan manajemen perpustakaan. Hal tersebut berkaitan dengan segala kegiatan yang ada di perpustakaan, terutama pada pemberian jasa layanan kepada pengguna perpustakaan. Lebih lanjut, berdasarkan hasil observasi penulis, layanan sirkulasi dan layanan internet gratis paling banyak digunakan. Layanan tersebut relatif banyak digunakan daripada beberapa layanan lain karena mayoritas mahasiswa ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Setiap individu memiliki waktu yang sama dalam sehari yakni 24 jam, tentunya seseorang memiliki kegiatan yang berbeda-beda sehingga dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin terutama dalam menggunakan waktu luang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penulis menemukan bahwa beberapa pemanfaatan waktu luang yang rutin dilakukan mahasiswa pada umumnya, juga dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan. Selain melakukan segala kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga dapat melakukan aktivitas di luar jadwal kuliah seperti mengikuti organisasi. Beberapa organisasi tersebut, misalnya ortom atau ormawa. Dengan demikian, mahasiswa disibukkan dengan berbagai pelatihan, kepanitiaan serta rapat untuk segala kegiatan organisasi. Responden 4 selaku mahasiswa yang mengikuti ortom dan ormawa mengungkapkan bahwa waktu luangnya digunakan untuk mengikuti organisasi yang ada di kampus (Responden 4). Selain itu ada beberapa mahasiswa yang menghabiskan waktu luang dengan bekerja, melakukan kebutuhan pribadi dengan berkumpul bersama teman-teman, dan diskusi yang mana banyak dijumpai di lingkungan kampus. Peran Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan dalam Meningkatkan Budaya Literasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Salah satu fasilitas yang mewadahi literasi di lingkungan kampus ialah perpustakaan. Jika dapat mengoptimalkan perpustakaan dengan baik, maka akan terjadi peningkatan budaya literasi terutama literasi membaca dan menulis pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Upaya yang diberikan oleh pihak perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi adalah dengan cara meningkatkan layanan. Menurut Lijan Poltak Sinambela dalam buku reformasi pelayanan public, dinyatakan bahwa: “Terdapat lima indikator pelayanan publik yaitu reliability yang ditandai dengan pemberian pelayanan yang tepat dan benar, tangibles yang ditandai dengan penyediaan yang memadai sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, responsiveness yang ditandai dengan keinginan melayani konsumen dengan cepat, assurance yang ditandai tingkat perhatian terhadap etika dan moral dalam memberikan pelayanan, dan empati yang ditandai tingkat kemauan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen". Berdasarkan dari teori tersebut, penulis kemudian mengaitankannya dengan hasil penelitian, sehingga dapat menentukan kualitas jasa pelayanan yang baik dalam memberikan jasa pelayanan yang tepat dan benar (Reliability), penyediaan sumber daya yang memadai (Tangibles) seperti mempunyai sumber daya manusia yang berkompeten di bidang perpustakaan sehingga dapat memberikan pelayanan yang cepat (Responsivisness) dan memiliki aturan dalam pelayanan (Assurance) serta mempunyai kemauan dalam mengetahui keinginan pengguna (Empaty). Dari hasil tersebut, dapat dilihat bahwa pihak perpustakaan Universitas % Ahmad Dahlan telah menerapkan berbagai upaya untuk meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan. Peran Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai Penyedia Fasilitas Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta juga mempunyai peran dalam merupakan memberikan fasilitas bagi pengguna. Fasilitas perpustakaan perlengkapan yang dapat mendukung untuk menciptakan kenyamanan pengguna perpustakaan seperti jaringan internet, AC, komputer serta menyediakan ruang literasi atau ruang baca dan lain sebagainya. Responden 5 mengungkapkan bahwa “fasilitas yang sering digunakan yakni jaringan internet sehingga dapat memudahkan mahasiswa mengakses kebutuhan perkuliahan” (Responden 5). Berdasarkan hasil wawancara bersama responden 5 tersebut, sesuai dengan pendapat Wahfuddin Rahmad Harahap?” yang menjelaskan terkait jenis perpustakaan konvesional, yaitu perpustakaan yang masih memberikan fasilitas seperti ruangan yang nyaman, penyediaan komputer dan jaringan internet. Peran Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai Penyedia Layanan Layanan perpustakaan merupakan segala kegiatan yang ada di perpustakaan, sehingga menjadi salah satu tolak ukur dalam mengoptimalkan perpustakaan. Ada beberapa layanan yang ada di perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan, yakni layanan repository, layanan cek kesamaan kata, layanan loker ¥ perpustakaan, layanan pelatihan literasi perpustakaan, layanan bebas pustaka perpustakaan, perpustakaan, layanan layanan referensi peminjaman perpustakaan, ruangan, layanan layanan cadangan eprints buku perpustakaan, layanan cek dokumen ilmiah perpustakaan, layanan sirkulasi dan layanan fotokopi. Reponden 6 mengungkapkan bahwa “layanan yang sering digunakan ketika berada di perpustakaan yakni layanan sirkulasi atau peminjaman, pengembalian buku karena kebutuhan perkuliahan dalam mencari materi” (Responden 6). Berdasarkan hasil wawancara bersama responden 6 tersebut, terdapat kesesuaian dengan pendapat Tunardi?® yang menjelaskan bahwa layanan perpustakaan merupakan hal yang utama dalam segala kegiatan yang ada di perpustakaan. Untuk itu, maka perlu ada pengembangan layanan melalui manajemen perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan sirkulasi dan sebagainya. Peran Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai Media yang Dilakukan melalui Program Program ialah sesuatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Mengenai hal ini, perpustakaan memiliki program untuk meningkatkan budaya literasi mahasiswa yaitu program Library Orientation dan program pelatihan literasi informasi. Berdasarkan hasil wawancara bersama responden 7, yang memiliki kesesuaian dengan pendapat Ika Krismayani?®, dijelaskan bahwa fungsi perpustakaan sebagai tempat informasi. Maka dari itu, program yang dibuat oleh pihak perpustakaan yaitu kelas literasi informasi selaras dengan adanya fungsi perpustakaan sebagai penyedia informasi. Di kelas tersebut, mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan Mendeley, penelusuran database dan sabagainya. Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan telah banyak melakukan upaya agar budaya literasi tetap berjalan dan berkembang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, melalui beberapa program bagi mahasiswa baru sebagi Langkah pengenalan dengan dunia perpustakaan. Melalui kegiatan LO atau Library menunjang Orientation kebutuhan tersebut, mahasiswa akan ada untuk banyak kegiatan meningkatkan yang budaya Khususnya untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ada beberapa dapat literasi, faktor pendukung dalam meningkatkan budaya literasi di perpustakaan yakni dari rektorat, dekan dan prodi sehingga dapat membantu pihak perpustakaan untuk tetap melestarikan kegiatan budaya literasi di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil wawancara bersama Responden 7, kemudian diketahui terdapat kesesuaian dengan pendapat Tsania Nadhiatul Himmah dan Dyah Sitoresmi Fitri Azisi® yang menjelaskan terkait faktor pendukung dalam perkembangan informasi pada perpustakaan. Namun ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan budaya literasi di perpustakaan yakni berasal dari (a). sudut pandang mahasiswa dan (b). sudut pandang dari pihak perpustakaan. Berdasarkan dari beberapa faktor penghambat dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa ini, muncul dari mahasiswa itu sendiri yakni kurang motivasi serta keingintahuan dalam meningkatkan kualitas membaca dan menulis. Hal ini juga berkenaan dengan pendapat Eva Latifah® dalam buku psikologi dasar bagi guru yang menjelaskan bahwa motif akan berubah menjadi motivasi apabila adanya stimulasi.

Conclusion

Budaya literasi (baca-tulis) di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan saat ini menunjukkan masih rendah, hal ini dapat dilihat dari intensitas kunjungan mahasiswa ke perpustakaan yang masih tergolong rendah disetiap harinya berkisar 3-4 dari 932 jumlah mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang tercatat sebagai mahasiswa aktif. Kemudian, budaya literasi khususnya dalam hal membaca dan menulis di kalangan mahasiswa, diketahui bahwa sebagian besar dilakukan hanya karena tugas yang diberikan dosen. Maka dari itu, seharusnya mahasiswa dalam melakukan kegiatan membaca dan menulis sudah menjadi habit atau kebiasaan yang bangkit dari keinginan sendiri untuk memperoleh ilmu atau pengetahuan yang dapat menunjang perkuliahan serta pengetahuan yang dapat berguna di lingkungan masyarakat. Ada bebarapa hal yang perlu dilakukan oleh pihak perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi (baca-tulis) mahasiswa Pendidikan Agama Islam yaitu: a. b. c. Melalui fasilitas berupa ruangan yang nyaman, wifi gratis, komputer dan lain sebagainya. Melalui layanan yang ditawarkan oleh pihak perpustakaan berupa layanan sirkulasi, layanan fotokopi, layanan cek kesamaan kata. Melalui program dalam hal ini pihak perpustakaan mengadakan beberapa program yaitu ada program khusus mahasiswa baru sebagai pengenalan terhadap perpustakaan atau Library Orientation dan ada program yang merupakan salah satu usulan dari beberapa program studi yang dilakukan setiap satu bulan satu kali yakni program pelatihan literasi informasi yang terdiri dari tiga kelas, ada juga kelas penggunaan aplikasi mandelay, kelas pencarian database online dan kelas optimasi Ms.word serta cek kesamaan kata serta ada juga kelas tambahan yang baru dilaksanakan pada bulan November 2022 yaitu kelas penulisan artikel ilmiah.