PROBLEMATIKA LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING MASA PANDEMI COVID-19 DAN KENORMALAN BARU DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika layanan perpustakaan keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman di masa pandemi covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tedapat 2 informan dalam penelitian ini yaitu informan utama dan informan sekunder. Informan utama dalam penelitian ini berjumlah 5 orang dengan rincian, dua orang pustakawan, Kepala Seksi layanan perpustakaan keliling, kepala bidang perpustakaan, dan sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancar, observasi, dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan teknik pengabsahan yang meliputi perpanjang keikut sertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa layanan (1) akibat dari adanya pandemi covid 19 perpustakaan keliling tidak dapat beroperasi sebagai mana mestinya sehingga terdapat beberapa kebijakan baru yang mengubah pelayanan perpustakaan keliling seperti; layanan perpustakaan keliling tidak lagi melakukan kunjungan ke nagari, saat ini perpustakaan keliling hanya pergi ke sekolah sebagai fokus pelayananya; koleksi perpustakaan keliling tidak lagi dapat dipinjamkan melainkan pemustaka hanya dapat membaca koleksi di tempat saja. (2) tidak adanya perkembangan dalam pelaksanaan layanan perpsutakaan keliling di masa kenormalan baru. Pelaksanaan layanan perpustakaan keliling masih melakukan pelayanan seperti saat adanya pandemi. (3) perlu adanya solusi dari permasalahan layanan perpustakaan keliling di masa pandemi yang disampaikan oleh pustakawan yaitu mengadakan kembali pelayanan perpustakaan keliling ke nagari-nagari serta melakukan inklusi sosial, serta melakukan perubahan dalam koleksi perpustakaan.
Abstract
This study aims to find out the problems of mobile library services at the Padang Pariaman Regency Archives and Library Service during the covid-19 pandemic. This research is a qualitative research with a descriptive approach. There are 2 informants in this study, namely primary informants and secondary informants. The main informants in this study were 5 people with details, two librarians, the Head of the Mobile Library Service Section, the Head of the Library Division, and the Secretary of the Padang Pariaman Regency Archives and Library Service. Data collection techniques were carried out by interview, observation, and documentation methods. This study used validation techniques which included extended participation, persistence of observation and triangulation. The results of this study indicate that services (1) as a result of the covid 19 pandemic mobile libraries cannot operate as they should so that there are several new policies that change mobile library services such as; mobile library services no longer make visits to nagari, currently mobile libraries only go to school as the focus of their services; Mobile library collections can no longer be loaned, but users can only read the collections on the spot. (2) there is no development in the implementation of mobile library services in the new normal. The implementation of mobile library services is still carrying out services like during the pandemic. (3) the need for a solution to the problem of mobile library services during the pandemic delivered by the librarian, namely re-establishing mobile library services to villages and carrying out social inclusion, as well as making changes in library collections.
Keywords:
Perpustakaan Keliling
· Pandemi Covid-19
· Kenormalan Baru
Introduction
Perpustakaan pada dasarnya tentu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Layanan perpustakaan merupakan tempat yang menyediakan jasa berupa informasi dari sumber terpercaya baik pengetahuan, berupa ilmu teknologi maupun kebudayaan. Dengan adanya perpustakaan di lingkungan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi pola fikir masyarakat dalam kehidupan. Sebagai sebuah institusi layanan masyarakat, perpustakaan hendaknya dapat memberikan jasa berupa pelayanan yang dikelola secara sistematis dan terstruktur. Layanan perpustakaan memberikan jasa penyediaan bahan pustaka sebagai sumber referensi bagi pengguna atau masyarakat. Dengan kata lain tanpa adanya layanan tentu perpustakaan hanyalah sebuah gedung dengan tumpukan koleksi buku yang belum merupakan sebuah kegiatan yang memerlukan rancangan dalam pelaksanaanya. Layanan perpustakaan merupakan kegiatan pemberian informasi dan fasilitas kepada pemustaka serta dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara optimal dari beragam media. Fungsi dari layanan perpustakaan adalah mempertemukan pemustaka dengan koleksi perpustakaan yang dibutuhkan (Rahmah, 2018) Saat ini seluruh aktivitas manusia dalam berinteraksi secara langsung masih dibatasi kegiatannya dikarenakan penyebaran virus baru yang berasal dari Kota Wuhan Provinsi Hubai Tiongkok bernama Coronavirus Diseases-19 atau dikenal juga dengan ama Covid-19. Penyebaran virus ini kiranya mulai meluas pada tanggal 31 Desember 2019 dan telah menyebar keseluruh penjuru dunia dengan sangat cepat serta memakan banyak korban jiwa. Tanggal 30 Januari tahun 2020, WHO menetapkan bahwa kehadiran virus covid-19 sebagai darurat kesehatan bagi manusia. Untuk itu hampir seluruh aktivitas di luar rumah tidak dapat dilakukan seperti sebelumnya. Dalam karya ilmiah (Zendrato, 2020), memaparkan bahwa penyebaran virus covid 19 sangat cepat untuk itu timbulah gerakan mencegah dari pada mengobati dengan melakukan beberapa tindakan seperti sosialisasi menyenai penyebaran virus covid 19, menyemprotkan disinfektan pada setiap lingkungan, melakukan isolasi mandiri, membatasi interaksi langsung, olahraga serta mengonsumsi minuman herbal untuk menambah daya tahan tubuh. Hingga saat ini belum dapat dipastikan sampai kapan masa pandemi wabah virus covid-19 ini akan berlangsung. Tentu saja penyebaran virus covid-19 memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, memaksa masyarakat untuk berfikir lebih kritis dan menciptakan sebuah hal baru terhadap kebutuhan masyarakat selanjutnya termasuk dalam segi Pendidikan dan Pendidikan berkelanjutan di perpustakaan. Akibat pandemi covid-19 perpustakaan tidak dapat beroperasi sebagai mana mestinya. Perpustakaan memutuskan untuk menutup layanan dan melindungi karyawan perpustakaan dari penyebaran virus covid-19. Pelayanan menjadi terhambat, aktivitas penyebaran informasi di perpustakaan haruslah dikurangi. Masyarakat tidak dapat lagi bebas berkunjung keperpustakaan seperti sebelum adanya penyebaran virus ini. Dalam sebuah karya ilmiah yang dilakukan oleh (Kristiana, 2021) tentang “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Jumlah Kunjungan Pemustaka: Studi Kasus Koleksi Memorabilia Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar”, dalam karya ilmiah ini, peneliti menemukan dampak dari kehadiran covid-19 terhadap jumlah penggunjung perpustakaan, penyebab dari enurunan tersebut yaitu adanya peraturan dari pemerintah mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan. Salah satu pelayanan perpustakaan yang tidak dapat beroprasi dengan maksimal akibat pandemi covid-19 yaitu layanan perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling ialah layanan perpustakaan yang berjalan dengan kendaraan yang membawa koleksi bahan pustaka seperti buku, majalah, koran dan koleksi lainnya. Tujuannya untuk menjangkau berbagai tempat sehingga dapat melayani masyarakat yang tidak mungkin untuk berkunjung ke perpustakaan. Fungsi dari adanya perpustakaan keliling sebagai aksesibilitas kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan di beberapa daerah yang belum dan tidak adanya oleh perpustakaan menetap. Perpusakaan keliling selain memberikan pelayanan terhadap masyarakat, perpustakaan keliling juga hendaknya dapat pembinaan literasi memberikan masyarakat terutama kepada generasi muda agar dapat memotivasi mereka untuk memiliki kebiasaan membaca sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan. Namun dengan adanya pandemi covid19 memberikan banyak perubahan kepada perpustakaan karena terdapat beberapa kebijakan. Salah satu perubahan tersebut terjadi di perpustkaan keliling di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman, perpustakaan keliling yang seharusnya berfungsi sebagai pemotong jarak antara perpustakaaan dan masyarakat menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya akibat dari adanya pandemi covid-19. Hasil dari pengamatan langsung pada hari Senin, tanggal 22 November 2021 menunjukkan, pada perpustakaan keliling layanan Kabupaten Padang Pariaman memiliki 2 unit mobil layanan perpustakaan keliling yang berisikan berbagai koleksi serta pustakawan yang bertugas untuk melayani pemustaka. Namun hanya 1 unit mobil yang beroperasi untuk layanan perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling sebelum adanya pandemi covid-19 beroperasi sesuai dengan jadwal yang telah itentukan serta melakukan beberapa kerjasama antara pelayanan perpustakaan keliling dengan Lembagalembaga lain seperti gerai pustaka keliling, gerai layanan untuk rakyat Padang Pariaman (Gapura Papa) dan beberapa program seperti pustaka keliling guna motivasi siswa meningkatkan literasi di SDN 05 Patamuan. Sejauh ini perpustakaan keliling memang lebih terfokus kepada sekolah-sekolah sebagai fokus aktivitas pelayanan. Namun sangat disayangkan perpustakaan keliling ini tidak dapat beroprasi secara maksimal semenjak adanya pandemi covid-19 dikarenakan terdapat beberapa sekolah yang melakukan proses belajar mengajar dirumah untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19. Layanan perpustakaan keliling secara signifikan berkurang aktivitas pengoprasian dan meminimalisir pelayanan. Layanan perpustakaan keliling yang jarang beroprasi memberikan dampak kepada pemustaka yang menunggu kedatangan perpustakaan keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Padang Pariaman ini. Dari uraian di atas, fenomena pandemi covid-19 menimbulkan problematika terhadap aktivitas perpustakaan, Problematika perpustakaan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh perpustakaan, pengembangan perpustakaan yang masih terkesan klasik seperti koleksi yang cukup tersedia, SDM perpustakaan hingga akses layanan perpustakaan yang belum memenuhi kebutuhan pemustaka. Saat ini perpustakaan membutuhkan perubahan dalam melakukan layanan terhadap masyarakat. Dikutip dari artikel jurnal (Suharti, 2020) dengan judul “Layanan Perpustakaan di Masa Pandemi Covid 19”, perpustakaan sebagai penyedia sumber informasi digital sebagai kebutuhan pemustaka yang melakukan kegiatan dirumah secara online. Selain dari pada itu, layanan perpustakaan yang sebelumnya dilaksanakan secara langsung berubah menjadi online agar memberikan kebebasan dan peluang bagi pemustaka dan pustakawan, oleh karena itu pustakawan dituntut berkreasi agar menciptakan inovasi baru dalam memberikan pelayanan secara online bagi pemustaka. Berangkat dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan “Problematika Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman di Masa Pandemi Covid-19''.
Method
Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini peneliti meneliti permasalahan sesuai dengan situasi yang terjadi. Sasaran atau objek penelitian dibatasi agar data yang diperoleh dapat ditemukan sedalam mungkin. Penelitian ini bertolak dari cara berfikir induktif, kemudian berfikir secara deduktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui problematika dari layanan perpustakaan keliling pada masa pandemi covid-19.
Result & Discussion
1. Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman Sebelum Pandemi Covid-19, dimasa Pandemi Covid19, dan dimasa Kenormalan Baru. Layanan perpustakaan keliling dikutip dari (Perpustakaan Nasional Indonesia, 2013) merupakan perluasan dari perpustakaan umum yang menggunakan sarana transportasi darat ataupun air serta memiliki berbagai fasilitas pendukung untuk menjangkau pengguna local yang berada diluar jangkauan layanan perpustakaan menetap. Layanan perpustakaan keliling Kearsipan dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman ialah bagian dari layanan perpustakaan umum daerah yang berjalan menelusuri wilayah tertentu untuk menjangkau masyarakat di daerah sehingga memperluas pengguna perpustakaan dan mempermudah akses dalam ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Dalam pelaksanaan layanannya, terdapat perubahan yang terjadi karena adanya pandemi. Dampak dari adanya pandemi covid-19 memberikan perubahan dalam pengoperasian layanan erpustakaan keliling, perubahan tersebut dapat dilihat sebagai berikut: a. Layanan Perpustakaan Keliling Sebelum Pandemi Covid-19 Layanan perpustakaan keliling sebelum pandemi covid-19 memberikan layanan baca dengan mengunjungi sekolah dan nagarinagari yang letaknya jauh dari lokasi perpustakaan umum daerah. Layanan perpustakaan keliling sebelum adanya pandemi covid-19 sebagai berikut: (1) Perpustakaan mengunjungi daerah-daerah Kabupaten Padang Pariaman yang terdiri dari tujuh belas kecamatan dan serratus tiga nagari dan sekolah untuk memenuhi masyarakat, tak kebutuhan jarang perpustakaan keliling juga melakukan kerjasama dengan instansi lain untuk menggelar layanan perpustakaan keliling di acara tertentu Jika suatu instansi atau lembaga tertentu mengadakan acara yang menginginkan adanya pojok baca maka layanan perpustakaan keliling akan menyediakan koleksi buku dan melaksanakan kegiatan pelayanan di lokasi yang di tentukan. (2) Layanan perpustakaan keliling Dinas Kearsipan Kabupaten Padang Pariaman menyediakan bahan pustaka kemudian memberikan pinjaman buku yang biasanya berjumlah 30 buku di setiap bulannya ke nagari-nagari dan sekolah. Setelah 30 hari dari jangka waktu peminjaman buku, perpustakaan keliling akan kembali dan menukarkan buku dengan koleksi yang berbeda. (3) Melakukan pengoperasian layanan menggunakan 2 unit kendaraan roda empat layanan perpustakaan keliling. terdapat 2 unit kendaraan layanan perpustakaan keliling yang berbeda. 1 unit kendaraan roda empat dengan merek isuzu ELF berwarna biru memiliki no polisi BA 8824 F yang diperoleh dari hibah pada tahun 2014, mobil ini beroperasi ke sekolah-sekolah dan acara tertentu karena memiliki kapasitas yang luas. Kemudian 1 unit kendaraan roda empat dengan erek hilux berwarna biru memiliki no polisi BA 8817 F yang diperoleh dari hibah pada tahun 2014, mobil ini beroperasi ke nagari-nagari, ukuran dari mobil ini lebih kecil dibandingkan dengan unit sebelumnya b. Layanan Perpustakaan Keliling dimasa Pandemi Covid-19 Layanan perpustakaan keliling ketika pandemi covid-19 tidak begitu aktif dikarenakan adanya penbatasan dan kebijakan yang mengharuskan layanan meminimalisir kegiatan. Perubahan yang terjadi dimasa pandemic covid19 sebagai berikut: Perpustakaan keliling (1) tidak melakukan pelayanan untuk beberapa saat dan tidak lagi melakukan pelayanan ke nagarinagari dan hanya terfokus kepada sekolah saja, perpustakaan keliling hanya beberapa kali mengunjungi sekolah yang masih melakukan pembelajaran secara tatap muka. (2) Layanan perpustakaan keliling merubah kebijakan dalam proses peminjaman koleksi perpustakaan keliling, saat pandemi buku perpustakaan keliling sudah tidak lagi dipinjamkan ke pemustaka ataupun sekolah, kini pustakawan yang berkunjung ke perpustakaan keliling hanya dapat membaca buku di tempat perpustakaan keliling digelar kemudian buku yang dibaca harus dikembalikan saat pelayanan perpustakaan keliling selesai. (3) Saat pandemi covid-19 karena perpustakaan keliling tidak lagi berkunjung ke nagari-nagari maka dalam pengoperasian unit kendaraan layanan perpustakaan keliling berubah, diantara 2 unit kendaraan layanan perpustakaan keliling hanya 1 unit yang beroperasi dalam pelayanan sedangkan mobil lainnya jarang digunakan kembali. Kendaraan yang digunakan yaitu mobil yang berukuran lebih besar untuk dioperasikan ke sekolahsekolah. c. Layanan Perpustakaan Keliling dimasa Kenormalan Baru Layanan perpustakaan keliling dimasa kenormalan baru mengharuskan perpustakaan perubahan dalam sistem layanan perpustakaan keliling karena saat ini keadaan masyarakat sudah tidak sama seperti sebelum pandemi covid-19. Berdasarkan hasil observasi langsung dan wawancara yang peneliti lakukan, tidak adanya perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan layanan perpustakaan keliling, penerapan layanan perpustakaan keliling masih sama seperti saat pandemi covid-19. (1) Kegiatan layanan perpustakaan keliling masih terfokus pada sekolah saja yang secara bertahap dilakukan beberapa kali dalam sebulan walaupun belum semaksimal sebelum adanya pandemic covid-19. (2) Saat kenormalan baru layanan perpustakaan keliling masih belum meminjamkan buku ke sekolahsekolah seperti sebelum adanya pandemic covid-19 sehingga pemustaka hanya dapat membaca buku di tempat perpustakaan keliling digelar. (3) Karena belum adanya kunjungan kembali ke nagari-nagari layanan perpustakaan keliling belum mengoperasikan seluruh unit perpustakaan keliling. kendaraan Dapat terlihat bahwa dalam pelaksanaan layanan perpustakaan keliling tidak melakukan perubahan dalam mengoptimalkan pelayanan, bukankah dalam situasi ini layanan perpustakaan keliling hendaknya lebih aktif dan cepat beradaptasi dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya yang ada dengan tetap melayani dalam kondisi seperti saat ini. Namun sangat disayangkan saat pandemi covid-19 berlangsung layanan perpustakaan keliling kurang aktif dalam pengoptimalan pelayanannya terutama pengoperasian ke nagari-nagari yang dihentikan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman memiliki 2 unit mobil perpustakaan keliling dimana hanya 1 yang beroperasi, seharusnya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman dapat memanfaatkan 2 unit mobil perpustakaan keliling secara maksimal untuk mengoperasikan layanan perpustakaan keliling sehingga perpustakaan keliling tidak hanya melaksanakan layanan perpustakaan keliling ke sekolah saja melainkan juga ke nagari-nagari yang berada di Kabupaten Padang Pariaman. Perpustakaan keliling tidak bergerak sebagaimana fungsinya hal ini tidak sesuai dengan peranan perpustakaan keliling untuk masyarakat yang mana dinyatakan oleh (Ganggi, 2018) bahwa peran perpustakaan keliling yang diberikan kepada masyarakat untuk mendukung visi dan misi perpustakaan yaitu edukasi dan informasi, pengembangan minat dan budaya baca, sosial dan agen perubahan. Dengan keterbatasan dalam pengoperasian layanan menjadikan perpustakaan keliling tidak sesuai dengan peranan yang seharusnya. 2. Solusi dalam Mengatasi Berbagai Persoalan yang dihadapi Perpustakaan Keliling Terkait Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman Dalam penyelenggaran perpustakaan keliling yang saat ini belum optimal dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat tentu perlu adanya solusi yang hendaknya mampu mengatasi problematika layanan perpustakaan keliling saat ini. Berdasarkan temuan penelitian terdapat solusi yang disampaikan oleh pustakawan dalam mengatasi permasalahan layanan perpustakaan keliling, berikut: yang disajikan sebagai a. Mengadakan Kembali Layanan Perpustakaan Keliling ke Nagari Mengadakan kembali layanan perpustakaan keliling ke nagari-nagari sehingga memperluas akses masyarakat dalam menelusuri koleksi, seperti yang di ketahui bahwa pandemi memaksa masyarakat untuk menjaga jarak dan meminimalisisr kegiatan di luar ruangan untuk itu dengan kembali aktifnya layanan perpustakaan keliling ke nagari-nagari dapat mempermudah masyarakat memperoleh koleksi yang diinginkan tanpa perlu pergi jauh ke perpustakaan umum. Hal ini seperti yang disampaikan oleh (Hardjoprakoso, 1992) bahwa tujuan dari adanya layanan perpustakaan keliling yaitu dapat menyama ratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat hingga daerah yang terpencil. Dengan kembali diadakannya layanan perpustakaan keliling ke nagarinagari, masyarakat dapat merasakan tujuan dari adanya layanan perpustakaan keliling di wilayah yang jauh dari pusat kota dan perpustakaan menetap. Perpustakaan keliling dapat melaksanakan pelayanan dengan memperhatikan beberapa hal seperti dapat pelayanan melaksankan dengan memperhatikan kebijakan pemerintah agar perpustakaan tidak menjadi tempat menyebarnya virus, kondisi wilayah covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan kondisi wilayah suatu perpustakaan yaitu, tatap muka, tatap muka dan non tatap muka, serta virtual. Wilayah yang berada di zona hujau dan kuning seperti Kabupaten Padang Pariaman tetap menerapkan dapat layanan perpustakaan keliling secara tatap muka, secara terbatas yang diterapkan sesuai protokol dengan kesehatan seperti menjaga jarak antar satu sama lain, menggunakan masker, mencuci tangan, mengondisikan kapasitas pemustaka. Perpustakaan keliling dapat melakukan kegiatan ataupun program untuk meningkatkan kualitas masyarakat di nagari-nagari seperti yang disampaikan dalam wawancara bahwa perpustakaan keliling juga melakukan kerjasasama antar instansi dan lembaga. Perpustakaan keliling dapat melakukan kerjasama engan beberapa instansi dengan melakukan seminar ataupun sosialisasi terhadap masyarakat di nagari-nagari. b. Melakukan Inklusi Sosial Perpustakaan keliling melakukan inklusi sosial langsung ke setiap nagari-nagari dengan memfasilitas masyarakat dalam mengembangkan potensinya dan menawarkan beragam kesempatan dengan melakukan kerjasama antar lembaga. Inklusi sosial dalam perpustakaan yang dilaksanakan dalam perpustakaan keliling dapat memberikan tempat dan menolong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, perpustakaan keliling dapat menawarkan layanan yang dapat diakses oleh masyarakat tak hanya buku saja, perpustakaan keliling dapat melaksanakan kerjasama antar instansi lain. Menurut (Mahdi, Perpustakaan 2020) yang mempromosikan inklusi sosial terus menerus menginspirasi masyarakat untuk saling memberdayakan sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan dan rasa saling memiliki satu sama lain. Fokus utama dari inklusi social adalah memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk berekspresi dan berkreasi dalam karya di perpustakaan tanpa pandang ras, ekonomi, agama, maupun sosial. Dalam program perpustakaan pelaksanaan inklusi sosial keliling hendaknya dapat mengidentifikasi kebutuhan pemustaka dengan melakukan observasi langsung ke nagarinagari untuk bertanya secara langsung. Dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat perpustakaan keliling dapat memberikan, a) koleksi buku yang berkaitan dengan mayoritas pekerjaan yang dikerjakan oleh masyarakat, b) menerapkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dimanfaatkan, tidak hanya itu, perpustakaan keliling juga dapat memberikan pelatihan dengan memperhatikan potensi lokal dan kemampuan dari perpustakaan sebagai fasilitator. Pelaksanaan layanan perpustakaan keliling berbasis inklusi sosial pastinya memerlukan kerja sama antar instansi lalin untuk mengurangi angka pengeluaran yang berlimpah, untuk itu perlu perpustakaan memerlukan cara membangun hubungan dan kerjasama dengan pihak lain yang dikenal dengan advokasi, advokasi merupakan upayah untuk mendapatkan dukungan, baik dalam pendanaan dan juga dalam perencanaan kegiatan tertentu agar dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan keliling. berdasarkan penelitian yang dilalkukan oleh (Rachman, Sugiana, & Rohanda, 2019) terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam membangun jejaring, yaitu: (1) Mengidentifikasi kebutuhan pemustaka berkaitan dengan koleksi dan kegiatan pelatihan yang di butuhkan oleh masyarakat. (2) Merumuskan sasaran advokasi yaitu mengidentifikasi lemba lain yang akan membantu pengembangan perpustakaan, Misalnya, perpustakaan mengidentifikasi kebutuhan anggaran untuk kegiatan pelibatan masyarakat, maka sasaran advokasi adalah kepala desa setempat dengan tujuan mendapatkan anggaran kegiatan. (3) Menyusun pesan advokasi yang akan disampaikan saat melakukan advokasi. Pesan advokasi ini berisikan maksud, tujuan, manfaat yang diperoleh masyarakat atau keuntungan bagi mitra serta data penunjang seperti: data jumlah kunjungan, data koleksi, data kegiatan pelibatan masyarakat yang sudah dilakukan, termasuk jika ada masyarakat yang hidupnya menjadi lebih baik karena memanfaatkan layanan perpustakaan. (4) hubungan baik Menjaga dengan pemangku kepentingan dalam pengembangan perpustakaan dengan mengadakan pertemuan rutin tahunan guna menunjukan pencapaian perpustakaan atau yang biasa disebut dengan Stakeholder Meeting. c. Perubahan Dalam Koleksi Perpustakaan Berdasarkan hasil temuan penelitian diketahui bahwa layanan perpustakaan memiliki rencana untuk menyediakan layanan digital, dengan tersedianya koleksi digital maka layanan perpustakaan dapat lebih mudah menjangkau pengguna. Perpustakaan keliling dapat menyediakan fasilitas seperti alat elektronik dan jaringan kemudian memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengakses layanan digital perpustakaan. Penyediaan koleksi dalam bentuk digital dapat disediakan dalam bentuk CD-ROM. Dengan adanya CDROM pustakawan dapat mengakses koleksi perpustakaan tanpa menyentuh koleksi perpustakaan secara langsung sehingga tidak berpotensi menyimpan dan menyebarkan virus. Penyebaran virus covid19 yang intens pada lingkungan, menjadikan koleksi tercetak tidak relevan karena berpotensi menyimpan dan menyebarkan virus untuk itu perlu adanya perubahan dalam pengadaan koleksi perpustakaan dengan melakukan digitalisasi masal terhadap koleksi dan memberi akses yang perpustakaan luas. Namun perlu menghabiskan lebih banyak dana untuk mengembangkan koleksi berbasis digital tentu saja dalam perubahan tersebut pasti memiliki kendala dalam segi anggaran maupun hak cipta untuk itu perlu adanya dana tambahan yang dapat menunjang keberlangsungan dalam perubahan koleksi digital perpustakaan.
Conclusion
Berdasarkan penjelasan pada hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman sebelum adanya pandemi covid-19. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Padang Pariaman melakukan pengoperasian layanan ke sekolah dan nagari yang berada di Kabupaten Padang Pariaman. Akibat dari adanya pandemi covid 19 perpustakaan keliling tidak dapat beroperasi sebagai mana mestinya sehingga terdapat beberapa kebijakan baru yang mengubah pelayanan perpustakaan keliling seperti; keliling layanan perpustakaan tidak lagi melakukan kunjungan ke nagari, saat ini perpustakaan keliling hanya pergi ke sekolah sebagai fokus pelayananya, koleksi perpustakaan keliling tidak lagi dapat dipinjamkan melainkan pemustaka hanya dapat membaca koleksi di tempat saja. Masa kenormalan baru tidak adanya perkembangan dalam pelaksanaan layanan perpsutakaan keliling di masa kenormalan baru. Pelaksanaan layanan perpustakaan keliling masih melakukan pelayanan seperti saat adanya pandemi. 2. Solusi dalam mengatasi berbagai persoalan yang perpustakaan keliling Kenormalan Baru dihadapi Terkait yaitu: a) Mengadakan kembali pengoperasian layanan perpustakaan keliling ke nagari-nagari sehingga sehingga memperluas akses masyarakat dalam menelusuri koleksi, seperti yang di ketahui bahwa pandemi memaksa masyarakat untuk menjaga jarak dan meminimalisisr kegiatan di luar ruangan untuk itu dengan kembali aktifnya layanan perpustakaan keliling ke nagari-nagari dapat mempermudah memperoleh masyarakat koleksi yang dibutuhkan tanpa harus pergi jauh ke perpustakaan umum. b) perpustakaan keliling dapat melakukan inklusi sosial langsung ke setiap nagari-nagari dengan memfasilitas masyarakat dalam mengembangkan potensinya dan menawarkan beragam kesempatan dengan melakukan kerjasama antar lembaga lain sebagai narasumber kemudian membuat pedoman yang dijadikan buku sehingga masyarakat dapat membaca buku tersebut di perpustakaan keliling. c) perubahan dalam koleksi perpustakaan Penyediaan koleksi elektronik yang disimpan dalam CD-ROM