PENELUSURAN INFORMASI LULUSAN PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA (Studi Kasus: Tracer Study)
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The writing of this paper aims to describe the profile of Indonesian Literature Study Program graduates at Padang State University, and describe the success of Indonesian Literature graduates viewed from their profession and income, and describe the opinions of Indonesian Literature graduates in terms of academic services while studying at Padang State University.This type of research is quantitative research. Data was collected using a questionnaire. The location of this research was carried out on the google from application or social media. The object of the study was Indonesian Literature alumni who responded to 71 alumni. Data collection techniques by sharing the link https://forms.gle/UThrexUYVvkmb13q9 questionnaire through WhatshApp media. Data analysis is done using the google from application. Based on the results of the study concluded as follows. First, the profile of graduates of the Indonesian Literature Study Program at Padang State University can be seen from the number of respondents who responded to the questionnaire that had been distributed, the number of alumni in the last 5 years was 240 alumni, while those who responded were only 71 alumni, and the most common among women, and on average to get the first job alumni only takes 3-6 months. Secondly, the success of Indonesian Literature graduates seen from the profession and alumni income from the results of the study proved that many respondents worked while entrepreneurship, and on average the respondents answered the knowledge that jobs with education obtained were not in the field of work, and the salary for the first job received by respondents on average it reaches Rp. 1,000,000-2,000,000. Third, the opinion of Indonesian Literature graduates in terms of academic services during their education at Padang State University, the respondents' opinions on academic services as well as service delivery and overall service quality assessment of aspects of teaching and learning are quite good, such as disciplinary knowledge, knowledge competencies outside the field of science , general knowledge competencies, information technology mastery skills, and others.
Keywords:
search
· information
· alumni
· Indonesian literature
Introduction
Perkembangan zaman sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat agar mampu beradaptasi dengan baik pada situasi dan kondisi di sekitarnya. Perkembangan zaman didukung dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang dijadikan sebagai sumber utama dan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Perguruan tinggi sebagai pihak penyelenggaran pendidikan berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi lulusan yang siap kerja dan juga menciptakan lapangan kerja. Banyaknya lulusan tersebut menjadikan perguruan tinggi mampu mengembangkan pembangunan Indonesia sesuai relevansi pendidikan di tiap perguruan tinggi. Maka dari itu, upaya penelusuran terhadap para lulusan (tracer study) sangat dibutuhkan Di Indonesia tracer study dimulai sekitar awal tahun 2000 dengan diberlakukannya persyaratan akreditasi nasional program studi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang telah dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuan utama dari tracer study adalah untuk mengukur kualitas luaran pembelajaran (learning outcome) serta kompetensi lulusan dengan mencari data kepuasan terhadap pekerjaan, hubungan antara ilmu yang dipelajari, serta jenis pekerjaan apa saja yang dapat diperoleh atau yang ditekuni pada saat ini. Pada beberapa wilayah di dunia tracer study juga bertujuan untuk mengukur kompetensi alumni yang terkait dengan kemampuan cara berpikir, kemampuan komunikasi lisan maupun tulisan, serta kemampuan menyelesaikan masalah yang terkait dengan ilmu mereka. Tujuan utama dilakukan Tracer Study adalah untuk mengumpulkan informasi melalui data dari alumni tentang kekurangan dan kelebihan program studi yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran untuk menyiapkan alumni dalam karier profesional atau studi lanjut. Selain itu, Tracer Study juga bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan dari alumni tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran demi perbaikan proses pengajaran pada masa mendatang. Tracer study juga diperlukan untuk (1) mendapatkan hasil umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan mengenai proses pembelajaran; (2) serta dapat mengukur kepuasan alumni dan pengguna lulusan tentang suatu program pendidikan (program studi), yaitu Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Padang. Kesesuaian tersebut dapat kita ketahui dari kurikulum dan keinginan bekerja alumni yang akan terlihat pada aktivitas yang dilakukan oleh alumni dalam pekerjaannya.
Method
Penelitian ini dilakukan kepada alumni Lulusan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk mendeskripsikan profil lulusan Program Studi Sastra Indonesia di Universitas Negeri Padang, dan mendeskripsikan keberhasilan lulusan Sastra Indonesia dilihat dari profesi dan penghasilan, serta mendeskripsikan pendapat lulusan Sastra Indonesia dalam hal pelayanan akademik selama menempuh pendidikan di Universita Negeri Padang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebarkan kuesioner pada tiap-tiap angkatan 5 tahun terakhir. Kuosioner dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden.
Discussion
Menurut Schomburg, 2003 (dalam jurnal Saliman dkk) mendefiniskan bahwa penelusuran informasi (tracer study) merupakan pendekatan yang memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses pembelajaran dan dapat merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas untuk penyempurnaan di masa mendatang. Informasi yang diperoleh dari alumni dapat membantu untuk mengetahui berhasil apa tidaknya pendidikan perguruan tinggi yang dikuasai dan diperoleh selama kuliah diperguruan tinggi tersebut. Melalui tracer study, kita juga dapat mengetahui informasi mengenai pengetahuan serta keterampilan yang relevan seperti hubungan antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tuntutan pekerjaan, area pekerjaan, serta profesi yang dijabat saat ini. Maka tujuan dilakukan tracer study yaitu Menurut Yusuf (2009: 56), tujuan dari kegiatan penelusuran informasi adalah untuk mendapatkan informasi literatuur yang dibutuhkan oleh peneliti, dan pemustaka lainnya dari dalam suatu kumpulan bahan perpustakaan atau dari suatu sistem penyimpanan informasi tertentu. Sedangkan menurut Hasnawati (2015: 17) mengatakan bahwa pencarian informasi dilakukan untuk mendapatkan informasi guna memnuhi kebutuhan pemustaka. Pencarian informasi dilakukan apabila seseorang merasa bahwa pengetahuan yang dimilikinya masih sangat kurang sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut seseorang mencari atau menelusuri informasi. Menurut Damayanti (2018:11), upaya penelusuran informasi akan memberikan manfaat, yaitu (1) sebagai database lulusan yang terdata berdasarkan program studi dan angkatan tahun masuk; (2) sebagai masukan/informasi bagi pengembangan perguruan tinggi; (3) sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri; (4) sebagai masukan bagi perbaikan kinerja dosen dan staf administrasi; (5) sebagai masukan bagi perbaikan kurikulum; (6) sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti akreditasi nasional maupun internasional; dan (7) sebagai bahan untuk membangun jaringan/network lulusan. Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa manfaat tracer study adalah sebagai hasil analisis yang diperoleh dari kalangan alumni dengan cara membagikan angket kepada alumni berdasarkan studi yang mereka lalui semasa di jenjang perkulihan. Dari data yang dikumpulkan, akan terlihat bagaimana kemajuan dan kemampuan para kalangan alumni di lapangan kerja, maupun di lingkungan internal dan eksternal. Hasil analisis lingkungan merupakan input bagi penentuan strategi dan implementasi strategi. Menurut Rifai (2014: 7.2), strategi penelusuran informasi adalah suatu ilmu sekaligus seni dalam menggunakan pengetahuan mengenai subyek pada sistem temu kembali informasi. Strategi penelusuran ini diperlukan untuk mencapai tujuan, dan untuk mencapai efektifitas dalam berbagai kegiatan penelusuran. Sebagai suatu ilmu (science), strategi penelusuran informasi merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipelajari untuk menemukan informasi. Menurut Hasnawati (2015: 15), dilihat dari segi cara dan alat yang digunakan, penelusuran informasi dibedakan menjadi dua. 1) Penelusuran informasi konvensional adalah penelusuran yang dilakukan dengan melalui cara-cara konvensional atau manual seperti menggunakan kartu katalog. 2) Penelusuran informasi digital adalah penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public Access Catalog), jurnal elektronik, E-book, E-publication, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik atau digital. 1. Profil Lulusan Program Studi Sastra Indonesia Tingkatan dalam pengumpulan data atau respon rate salah satu hal yang penting dalam melakukan tracer study, dengan adanya respon rate kita dapat mengukur strategi untuk dapatkan hasil yang lebih baik dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Grafik 1. Jumlah Data Lulusan Tahun 2015-2019 Grafik diatas bawasannya adanya penurunan pada 5 tahun terakhir ini, lulusan tahun 2019 lah yang paling sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, maka dari itu program studi harus lebih fokus lagi melihat kineja dari dosen, mahasiswa, ataupun fasilitas lainnya. Jika terus menurus lulusan pada tahunnya akan mengakibatkan turunnya akreditasi pada program studi sastra indoensia. Grafik 2. Jenis Kelamin yang Merespon Kusioner Pada grafik 2 didefinisikan, bawasannya perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang mengisi lengkap kuesioner tracer study yaitu sebanyak 71 orang, dari 71 orang tersebut yang paling banyak merespon dari kalangan perempuan, kalangan perempuan berpresentasi 74,6% atau 53 alumni sedangkan kalangan laik-laki 25,4% atau 18 alumni, perbandingan antara perempuan dan laki-laki sangat begitu jauh, maka dari itu yang paling banyak merespon kueosiner adalah kalangan perempuan. Grafik 3. Waktu Untuk Mendapatkan Pekerjaan Pertama Pada grafik 3 dapat didefinisikan sebagian besar alumni memilih waktu yang paling banyak dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan pertama terdapat pada option kedua yaitu 3- 6 bulan sebanyak 39,1% atau 27 alumni, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan pertama paling lama pada option 1- 3 tahun sebanyak 14,5% atau 10 alumni. Maka dari itu dapatkan kita simpulkan bawasannya alumni sastra indonesia butuh waktu cepat untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari Universitas Negeri Padang. B. Keberhasilan Lulusan Sastra Indonesia Dilihat Dari Profesi Dan Penghasilan Hubungan antara bidang studi dan pekerjaan memiliki pengaruh yang penting untuk pengembangan karier seseorang. Ketika bidang studi sangat mendukung dan memberikan kontribusi yang besar pada pekerjaan, akan semakin mudah seseorang dalam mengembangkan kariernya. Berdasarkan data Tracer Study Sastra Indonesia, diperoleh hasil sebagai berikut. Grafik 4. Informasi Mendapatkan Pekerjaan Dari grafik 4 didefinisikan, bahwa sebanyak 71 alumni hanya 70 orang yang menanggapi dari kuesioner yang tertera, dari 70 tanggapan pada option pertama (a) yaitu “melalui iklan di koran/majalah, brosur” sebanyak 52,9% atau 37 alumni, option kedua (b) yaitu “melamar ke perusahaan tanpa mengetahui lowongan yang ada” sebanyak 15,7% atau 11 alumni, option ketiga (c) adalah “pergi ke bursa/pameran kerja” sebanyak 35,7% atau 25 alumni, option ke empat (d) adalah “mencari lewat internet/iklan online/milis” sebanyak 74,3% atau 52 alumni, option kelima (e) adalah “dihubungi oleh perusahaan” sebanyak 2,9% atau 2 alumni, option ke enam (f) adalah “menghubungi kemnakertrans” sebanyak 1,4% atau 1 alumni, option ke tujuh (g) adalah “menghubungi agen tenaga kerja komersial/swasta sebanyak 1,4% atau 1 alumni, option ke delapan (h) adalah “memperoleh informasi dari pusat/kantor pengembangan karir fakultas/universitas” sebanyak 7,1% atau 5 alumni, option ke sembilan adalah “menghubungi kantor kemahasiswaan/hubungan alumni” sebanyak 2,9% atau 2 alumni. Selanjutnya pada option ke sepuluh (j) adalah “membangun network sejak masih kuliah” sebanyak 11,4% atau 8 alumni, option ke sebelas (k) adalah “melalui jejaring/relasi orangtua/saudara sebanyak 34,3% atau 24 alumni, option ke dua belas (l) adalah “melalui jejaring/relasi dosen” sebanyak 1,4% atau 1 alumni, option ke tiga belas (m) adalah “melalui jejaring/relasi teman” sebanyak 32,9% atau 23 alumni, option ke empat belas (n) adalah “membangun bisnis sendiri” sebanyak 10% atau 7 alumni, option ke lima belas (o) adalah “melalui penempatan kerja atau magang” sebanyak 11,4% atau 8 alumni, option ke enam belas (p) adalah “bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja sesama kuliah” sebanyak 2,9% atau 2 alumni, yang terakhir ke tujuh belas (q) adalah “lainnya” sebanyak 10% atau 7 alumni. Grafik 5. Jaringan untuk Mendapatkan Pekerjaan Saat Ini Dari grafik 5 dapat didefinisikan, dari 71 alumni yang mengisi kuosioner hanya 63 orang yang menanggapi materi ini. Pada option pertama “berkompetensi dengan tes” sebanyak 54% atau 34 alumni, pada option ke dua “rekomendasi” sebanyak 7,9% atau 5 alumni, option yang ke tiga “ditempatkan karena ada ikatan dinas” sebanyak 1,6% atau 1 alumni, pada option ke empat (d) “diminta oleh pengguna” sebanyak 6,3% atau 4 alumni, dan yang terakhir (e) “mencari mandiri” sebanyak 30,2% atau 19 alumni. Dapat disimpulkan bawasannya alumni mendapatkan pekerjaan saat ini melalui option yang pertama (a) “berkompetensi dengan tes” sebanyak 54% atau 34 alumni, sedangkan yang hanya mendapatkan pekerjaan yang terendah melelaui option yang ke tiga sebanyak 1,6% atau 1 alumni. Grafik 6. Jenis Instansi Tempat Bekerja Grafik 6 dapat didefinisikan, bawasannya dari 71 alumni hanya 63 yang menanggapi materi ini dikarenakan masih banyak yang belum bekerja. Sebagian besar bekerja di bagian perusahaan swasta sebanyak 60,3% atau 38 alumni, sedangkan pada bagian Instansi Pemerintah dan Wirausaha sama banyaknya yaitu sebesar 15,9% atau alumni, dan posisi yang terendah di bagian BUMN sebanyak 7,9% atau 5 alumni. Maka dari itu dari 71 alumni banyak yang bekerja di bagian swasta, dan paling sedikit yang bekerja di bagian BUMN hanya 7,9% atau 5 alumni. Grafik 7. Gaji Perbulan untuk Pekerjaan Pertama Alumni Pada grafik 7 didefinisikan, bahwa dari 71 alumni hanya 65 alumni yang menanggapi materi dikarenakan ada yang belum bekerja, sebagian besar dari penghasilan alumni pada option kedua Rp. 1.000.000- 2.000.000 yang bergaji perbulan sebanyak 29,2% atau 19 alumni, sedangkan pada point ketiga dan point ke empat posisi yang menengah Rp 2.000.000- 3.000.000 dan Rp 3.000.000- 4.000.000 sebanyak 20% atau 13 alumni, selanjutnya pada point pertama Rp 1.000.000 sebanyak 16,9% atau 11 alumni, dan pada point ke lima posisi terendah gaji alumni perbulan untuk pekerjaan pertama Rp 4.000.000 sebanyak 13,8% atau 9 alumni. Maka dari itu dapat disimpulkan bawasannya gaji perbulan untuk pekerjaan pertama yang dialami alumni rata-rata sebesar Rp 1.000.000- < Rp 2.000.000 perbulannya, sementara gaji standarnya sebanyak Rp 2.000.000- 3.000.000 dan Rp 3.000.000- 4.000.000 sebanyak 20% atau 13 alumni, dan gaji yang terbesar yang didapatkan alumni sebesar Rp 4.000.000 perbulannya sebanyak 13,8% atau 9 alumni. C. Pelayanan Akademik Selama Menempuh Pendidikan Secara keseluruhan penilaian terhadap aspek belajar mengajar cukup baik, seperti kedisiplinan ilmu, kompetensi pengetahuan diluar bidang ilmu, kompetensi pengetahuan umum, keterampilan penguasaan teknologi infomasi, kemampuan belajar yang diperoleh saat kuliah dalam melaksanakan pekerjaan, kemampuan bekerjasama dalam tim, kontribusi pembelajaran kerja lapangan, dan kontribusi pendidikan pada program studi dalam pengembangan karir. Walaupun begitu, jurusan perlu melakukan publikasi lebih terbuka dan mudah diakses untuk memberikan informasi-informasi terkait kesempatan-kesempatan yang dapat diikuti mahasiswa untuk memasuki dan menjadi bagian jejaring ilmiah profesional. Hal itu perlu dilakukan agar mahasiswa dapat memiliki kesempatan yang lebih besar dalam kegiatan ilmiah profesional sehingga kelak dapat bermanfaat bagi pengembangan proses belajar seseorang. Grafik 8. Bidang Disiplin Ilmu pada Saat Kuliah Pada grafik 8 dapat didefinisikan, bawasannya sebagian besar alumni sangat beruntung memiliki kedisiplinan saat kuliah, karena setiap pekerjaan harus mampu datang tepat waktu, maka alumni sudah merasakan bahwa disiplin itu perlu didalam pekerjaan, dalam bidang disiplin ilmu yang memilih “sangat besar” manfaat dari materi ini sebanyak 34,3% atau 24 alumni, pada posisi selanjutnya memilih “besar” manfaatnya sebanyak 31,4% sebanyak 22 alumni, selanjutnya posisi ke tiga “kadang-kadang” sebanyak 25,7% atau 18 alumni, lalu posisi ke 2 terendah “tidak” sebanyak 8,6% atau 6 alumni, dan yang terendah “tidak sama sekali” tidak memiliki nilai. Kita simpulkan bawasannya sebagian besar memilih “sangat besar” manfaat dari materi ini sebanyak 34,3% atau 24 alumni, dan yang paling terendah yaitu “tidak sama sekali” tidak memiliki nilai. Grafik 9. Keterampilan Penguasaan Teknologi Informasi Grafik 9 dijelaskan bawasannya alumni mempunyai “keterampilan penguasaan teknologi informasi” pada grafik 9 ini terbukti bahwa kemampuan alumni untuk penguasaan teknologi informasi sudah paham dengan cara pemakaiannya dan pekerjaan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, terbuktinya alumni menanggapi sebanyak 71 alumni, yang mempunyai keterampilan teknologi informasi dalam bekerja terdapat pada point ke empat “besar” sebanyak 54,9% atau 39 alumni, selanjutnya di ikuti oleh point ke lima “sangat besar” sebanyak 29,6% atau 21 alumni, lalu terdapat pada point ke tiga “kadang-kadang” sebanyak 11,3% atau 8 alumni, pada point ke dua “tidak” sebanyak 2,8% atau 2 alumni, dan yang terendah terdapat pada point pertama “tidak sama sekali” sebanyak 1,4% atau 1 alumni. Kesimpulan dari grafik 9 yaitu sebagian besar telah menguasai teknologi informasi disaat kuliah dan sangat berperan penting di dalam pekerjaan, maka dari itu terbukti pada point ke empat “besar memilih sebanyak 54,9% 39 alumni, sedangkan yang paling terendah pada point pertama “tidak sama sekali” sebanyak 1,4% atau 1 alumni, maka dari itu ada 1 alumni yang belum menguasai teknologi informasi dari masa kuliah sampai saat ini. Grafik 10. Kemampuan Bekerjasama dalam Tim Pada grafik 10 dapat dijelaskan, bawasannya “kemampuan bekerjasama dalam tim saat kuliah berperan dalam suatu pekerjaan, disini kita dapat melihat bawasanya dari 70 tanggapan memilih point ke empat “besar” sebanyak 54,3% atau 38 alumni, dan disusun oleh point ke lima “sangat besar” sebanyak 35,7% atau 25 alumni, yang paling terendah pada point ke tiga “kadang-kadang” sebanyak 10% atau 7 alumni, point ke tiga dianggap yang terendah dikarenakan point 1 “tidak sama sekali” dan 2 “tidak” memiliki skor pada materi ini. Dapat kita simpulkan bawasannya alumni sastra indonesia mempunyai kemampuan bekerjasama dalam tim dan berperan penting dalam pekerjaan sudah dikuasai oleh alumni terbuktinya pada grafik ini banyak menjawab pada point ke empat “besar sebanyak 54,3% atau 38 alumni, sedangkan yang memiliki kemampuan rendah untuk dapat bekerjasama dalam tim hanya 10% atau 7 alumni. Grafik 11. Kontribusi Pendidikan dalam Pengembangan Karir Grafik 11 didefinisikan, bahwa sebagian besar mempunyai “kontribusi pendidikan dalam pengembangan karir” terbukti dari 71 tanggapain terdapat point ke empat “besar” sebanyak 40,8% atau 29 alumni, selanjutnya pada point ke llima “sangat besar” sebanyak 25,4% atau 18 alumni, disusul oleh point ke tiga “kadang-kadang” sebanyak 31% atau 22 alumni, lalu point ke dua “tidak” sebanyak 2,8% atau 2 alumni, dan yang terakhir point pertama “tidak sama sekali” tidak mempunyai skor jawaban untuk materi ini. Kesimpulan dari grafik 11 yaitu “kontribusi pendidikan dalam pengembangan karir” sebagian besar menjawab pada point ke empat “besar” sebanyak 40,8% atau 29 alumni, yang paling terendah terdapat pada point ke dua “tidak” sebanyak 2,8% atau 2 alumni, terdapat pada point ke dua dikarenakan pada point pertama “tidak sama sekali” tidak memiliki skor untuk materi ini. D. Pengguna Alumni Program Studi Sastra Indonesia (Stakeholder) Stakeholder adalah individu ataupun kelompok yang memiliki sebuah kepentingan yang ada disebuah perusahaan atau di dalam program yang dimana keterlibatan stakeholder tersebut sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan atau instansi. Dalam penelitian ini, analisis stakeholder diperlukan untuk mengetahui peran masing-masing stakeholder yang merupakan semua aktor atau kelompok yang mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh kebijakan, keputusan dari sebuah tindakan yang dilakukan yang saling berkaitan dengan pengguna stakeholder pada masing-masing perusahaan ataupun instansi. Kesimpulan dari stakeholder dilapangan yang pertama hanya mendapatkan 1 balasan dari 71 alumni, dari 1 balasan tersebut bernama Alkhadri Astya. Pada balasan dari Alkhadri Astya terdapat bawasannya ia bekerja di PT.Vima Bungamas di jalan by pass km 16, penilaian terhadap dirinya dinilai oleh Yeni Kusuma Dewi yang menjabat sebagai Human Resources Departement (HRD). Penilaian terhadap Alkhadri dari seluruh pertanyaan mengenai kemampuan dan potensi bekerja dapat disimpulkan bahwasannya Alkhadri mempunyai penilaian yang “Sangat baik” ia mampu membuktikan bawasannya lulusan sastra indonesia bisa bekerja dimana saja dan mampu bersaing untuk mendapatkan suatu pekerjaan.
Conclusion
Program Studi Sastra Indonesia merupakan program studi yang mencetak lulusan dengan tujuan pendidik, namun lulusan program studi sastra indonesia tahun lulusan 2015-2019 berjumlah 240 alumni. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: pertama, Profil lulusan program studi sastra indonesia dilihat dari paling banyak pada kalangan perempuan sebanyak 74,6% atau 53 alumni, sedangkan kalangan laki-laki hanya 25,4% atau 18 alumni. Masa tunggu alumni untuk mendapatkan pekerjaan pertama selama 3-6 bulan sebanyak 39,1% atau 27 alumni dari 69 tanggapan, yang paling lama selama 1-3 tahun sebanyak 14,5% attau 10 alumni. Pada tahap kedua, Keberhasilan lulusan dilihat dari profesi dan penghasilan dilihat dari pekerjaan alumni yang banyak bekerja sambil berwirausaha sebanyak 67,2% atau 45 alumni, sedangkan yang hanya bekerja saja sebanyak 32,8% atau 22 alumni, lalu kesesuaian pekerjaan pertama dengan pendidikan rata-rata menjawab “tidak sesuai/kurang sesuai” sebanyak 53% atau 35 alumni, yang “cukup seuai” sebanyak 36,4% atau 24 alumni, sedangkan yang “sesuai/sangat sesuai” hanya 10,6% atau 7 alumni dari 66 tanggapan.Tahap ketiga, pendapat lulusan dalam hal pelayanan akademik berdasarkan penelitian bawasanya penilaian alumni mengenai penyelenggaraaan dan mutu layanan ini merupakan pendapat dari alumni tentang sistem yang ada di prodi sastra indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh, alumni memberikan penilaian baik dari persepsi semua aspek seperti: kedisiplinan ilmu, kompetensi pengetahuan diluar bidang ilmu, kompetensi pengetahuan umum, keterampilan penguasaan teknologi infomasi,dan lain-lain.