PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU DIGITAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI OLEH SISWA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 5 BUKITTINGGI
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This research examines how to use digital book collections in meeting information needs by students at sma Negeri 5 Bukittinggi Library. The purpose of this research is to find out the of utilizing digital book collections in meeting students' information needs and to find out the fulfillment of students' information needs by utilizing digital book collections at the SMA Negeri 5 Bukittinggi Library. The method used is descriptive kuantitatif. The population of this study is all students of SMA Negeri 5 Bukittinggi in the 2021-2022 school year with a sample of 92 respondents. The sampling technique in this study used random sampling techniques. Research instruments use questionnaires as the main data. Test analysis requirements using validity tests and reliability tests. The data analysis technique used is calculations using the mean to calculate the average of values, grand mean calculations are used to calculate the total number of averages of each individual or variabel. The results of this study show that the utilization model consisting of 3 models, namely, the process of utilizing digital book collections is in a very high category, the utilization rate of digital book collections is in a high category, and factors that affect the utilization of digital book collections are in a very high category. In the SMA Negri 5 Bukittinggi Library, this digital book collection utilization is a to meet students' information needs such as cognitive needs that are in a very high category, affective needs are in the high category, and personal integration needs are in the high category, which is the result of using digital book collections at SMA Negeri 5 Bukittinggi Library.
Keywords:
Digital book
· collection utilization
· fulfillment of information needs
Introduction
Perpustakaan sebagai pusat penyedia informasi bertugas mengolah dan mengelola seluruh koleksi, baik koleksi digital maupun non-digital. Dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat berpengaruh dalam dunia penelitian dikarenakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitian tidak bisa dipisahkan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang tidak akan bisa lepas dari keberadaan bidang pendidikan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, yaitu perpustakaan (Bactiar, 2016). Perpustakaan sekolah sebagai sarana informasi siswa harus menyediakan koleksi yang bernilai pendidikan kepada siswa dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Berdasarkan Undang-Undang RI No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 1 ayat (2) koleksi di perpustakaan yang mana seluruh informasi dan karya tulis, cetak, dan rekam pada media yang bernilai pendidikan. Koleksi digital adalah koleksi di perpustakaan yang dialih-mediakan dalam format yang bisa terbaca oleh mesin bertujuan dalam hal pelestarian bahan pustaka dan sebagai penyedia akses koleksi elektronik Teknologi informasi pada saat ini sangat berguna dalam hal penggunaan koleksi di perpustakaan tidak disediakan secara tercetak saja tetapi juga disediakan dengan bentuk digial yang tersimpan didalam mesin salah satunya komputer. Buku digital yaitu koleksi tercetak yang dialih mediakan ke bentuk digital yang terbaca melalui media elektronik seperti komputer dan smartphone. Hal itu selaras dengan pendapat Ruddamayanti (2019) buku digital yaitu, hasil teknologi yang tujuannya untuk memberikan informasi yang berbentuk audio, gambar teks dan sebagiannya yang terbaca oleh mesin salah satunya seperti komputer. Dalam penelitian ini penulis mengakaji tentang pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh siswa di Perpustakaan SMA Negri 5 Bukttinggi. Dalam penggunaan ada beberapa koleksi di antaranya mempengaruhi tujuan penggunaan. Menurut Handoko dalam (Riyanto, 2017:9) penggunaan dan pemanfaatan bahan pustaka perpustakaan akan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: 1) faktor internal yang meliputi: a) kebutuhan; b) motif; c) minat; 2) Fakor eksternal yang meliputi: a) kelengkapan koleksi; b) keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna; c) keterbatasan fasilitas dalam pencarian kembali. Dalam mengukur konsep tingkat pemanfaatan koleksi di perpustakaan bisa diukur dengan tiga indikator yaitu intensitas penggunaan, frekuensi penggunaan, dan jumlah koleksi yang digunakan (Thomson, 1991). Kebutuhan akan informasi adalah kebutuhan seseorang dalam menemukan sebuah informasi agar menambah wawasan, pengetahuan, dan untuk meningkatkan informasi yang dibutuhkan serta informasi dapat disebarluaskan. Sejalan dengan pernyataan tersebut Achmad, dkk (2012:54) menyatakan bahwa: “Memenuhi kebutuhan informasi pemustaka bagi perpustakaan merupakan suatu yang menarik. Hal ini karena perpustakaan melayani komunitas yang terdiri atas individu - individu yang memiliki kebutuhan yang beragam. Kebutuhan informasi pemustaka selalu berubah dengan mengikuti perkembangan didalam diri seseorang maupun lingkungan sekitarnya”. Banyak kebutuhan yang dikemukakan oleh Katz, Gurevitch, dan haas dalam (Yusup, 2013:206) adalah sebagai berikut: (1) kebutuhan kognitif; (2) kebutuhan afektif; (3) kebutuhan integrasi personal; (4) kebutuhan integrasi sosial; (5) kebutuhan berkhayal. Pemenuhan kebutuhan informasi ini dilandasi oleh teori Uses and Gratification. Dalam Yusuf (2013:208) mengatakan bahwa guna dari teori Uses and Gratification ini berguna dalam mengatahui bagaimana pertemuan kebutuhan seseorang dengan media, dan terkhusus informasi yang ada dalam media, terlabih lagi yaitu media massa. Pada teori ini, seseorang mengalami kebutuhan informasi tidal dinilai pasif, akan tetapi berlaku aktif dan selektif, dan juga kritis dalam mencerna informasi dalam media. Keunggulan dari teori ini adalah pengguna media memainkan peran aktif dalam memilih dan menggunakan media. Kemajuan teknologi informasi berpengaruh bagi perpustakaan, dan untuk perpustakaan harus memberikan suatu ide baru dengan berusaha meningkatkan kualitas layanan informasi agar bisa dimanfaatkan oleh pemustaka terutama pada perpustakaan sekolah dimasa pandemi Covid-19 yang mana semua kegiatan dilakukan secara online dan untuk mengunjungi perpustakaan pun perlu adanya protokol kesehatan dan adanya juga peraturan pemerintah tentang PPKM (Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Penulis berasumsi hal tersebut merupakan suatu masalah yang dapat mempengaruhi pemanfaatan koleksi buku digital untuk memenuhi kebutuhan informasi siswa di perpustakaan tersebut. Berdasarkan latar permasalahan tersebut peneliti sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang “Pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi”.
Method
Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menurut Martono (2016:21), dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data berupa angka atau kata-kata maupun kalimat yang kemudian dialih bentuk menjadi data yang berbentuk angka. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif pada penelitian ini berusaha menggambarkan, menganalisis, dan mendeskripsikan model pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan hasil variabel yaitu model pemanfaatan koleksi buku digital dengan tidak membandingkan dengan variabel lain dan penelitian ini merupakan penelitian non hipotesis. Hal ini berkaitan dengan sebuah pendapat yang menjelaskan bahwa secara umum penelitian dalam bentuk deskriptif adalah penelitian non hipotesis, dengan tidak diperlukan rumusan hipotesa dalam tahap penelitian (Arikunto S, 2010). Pada penelitian ini jumlah keseluruhan siswa SMA Negeri 5 Bukittinggi pada tahun ajaran 2021-2022 adalah 1122 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Pada teknik analisis data penelitian ini, perhitungan menggunakan mean untuk menghitung rata-rata nilai selain itu, perhitungan grand mean digunakan untuk menghitung jumlah seluruh rata-rata setiap individu atau variabel sedangkan untuk penafsiran jawaban dari perhitungan skala likert perlu menggunakan perhitungan skala interval dengan teknik membagi selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dengan banyak skala. Teknik pengumpulan data penelitian ini berdasarkan observasi, kuesioner (angket), dan dokumentasi.
Result & Discussion
1. Pemanfaatan Koleksi Buku Digital dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Proses Pemanfaatan Koleksi Buku Digital dalam Memenhui Kebutuhan Informasi Oleh Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Berbagai bentuk untuk mengakses koleksi di perpustakaan yang mempertemukan antara pemustaka dengan alat untuk pemenuhan kebutuhan, di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi pemustaka mimiliki beberbagai cara yang dipakai dalam memanfaatkan koleksi buku digital, seperti menulis infromasi yang penting dan sangat cocok untuk kebutuhan dari koleksi buku digital kedalam buku catatan, atau hanya membaca di tempat sumber informasi yang dibutuhkan. Setelah informasi yang sesuai telah ditemukan sesuai dengan kebutuhan, beberapa macam cara yang bisa dilaksanakan oleh pemustaka untuk menggunakan koleksi buku digital, sejalan dengan paparan dari Schmidt (1994) dalam (Molingka, dkk, 2014:64) memaparkan tipe pemanfaatan koleksi di perpustakaan yaitu membaca sepintas, membaca untuk kesenangan, mengambil untuk mencatat satu atau lebih koleksi, koleksi digunakan untuk membuktikan fakta atau situasi. Dari tipe pemanfaatan itu, sebagian besar siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi siswa cenderung memilih menulis informasi yang sesuai kebutuhan dalam koleksi buku digital tersebut. Hasil itu didukung dengan hasil data dari kuesioner yang disiisi oleh responden dengan hasil perolehan skor rata-rata yaitu 3,31 pada kategori sangat tinggi. Hal ini karena menulis informasi secara langsung yang dibutuhkan pada catatan yang bisa meningkatkan siswa informasi yang didapat dari koleksi buku digital yang akan mudah dicari kembali jika informasi tersebut diperlukan. Tingkat Pemanfaatan Koleksi Buku Digital dalam Memenhui Kebutuhan Informasi Oleh Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Pernyataan Thompson (1991:443) menyatakan tingkat pemanfaatan perpustakaan diukur melalui tiga indikator yakni intensitas, frekuensi, dan jumlah koleksi yang digunakan. Secara keseluruhan dikatakan tinggi. Hal ini berarti bahwa Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi sudah menyediakan sumber informasi terkhsus dibagian layanan koleksi buku digital yang beragam. Akan tetapi koleksi yang dimiliki pada aplikasi Smalbi Digital Library kurang beragam dan tidak memiliki pilihan banyak pilihan koleksi dimana, koleksi yang ada pada Smalbi Digital Library yang berjumlah 1000 judul dengan total 1000 eksemplar ini cenderung berisi buku pelajaran kurikulum yang sudah lama yaitu KTSP sedangkan pada saat sekarang ini sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Hal ini sejalan dengan tanggapan dari responden melalui kuesioner yang telah dibagikan dimana, rata-rata responden menjawab tidak setuju dan untuk indikator ini memperoleh skor rata-rata yaitu 2,48 dengan kategori rendah. Pada hal ini Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dapat dikatakan baik dengan perolehan skor rata-rata yaitu 3,24 pada kategori tinggi. Sebagian besar siswa pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dalam memanfaatkan koleksi buku digital cenderung menjawab tidak lama menemukan informasi didalam koleksi buku digital, dan dapat disimpulkan siswa masih menggunakan koleksi buku digital dalam pemenuhan kebutuhan informasinya dengan durasi pencarian informasi yang beragam. Pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh siswa pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi juga sudah dibilang baik dengan perolehan skor yaitu 2,91 dengan kategori tinggi. Sebagian besar tanggapan siswa pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi melalui kuesioner, siswa cenderung sering menggunakan koleksi buku digital untuk memenuhi kebutuhan informasi. Dan juga, dengan menggunakan fasilitas komputer yang disediakan pada layanan koleksi buku digital yang bisa memudahkan siswa dalam mengakses informasi yang diperlukan. Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi telah mengadakan koleksi buku digital yang beragam yang bertujuan untuk memberi referensi siswa dalam menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya, hal ini disebabkan karena pemustaka pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi sebagian besar banyak membutuhkan lebih dari satu koleksi buku digital dalam menemukan informasinya. Hal ini Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi juga telah bekerjasama dengan penerbit Erlangga dalam hal penyedian koleksi buku digital sehingga adanya aplikasi Erlangga eLibaray agar kebutuhan informasi para siswa dapat terpenuhi secara memuaskan terlebih pada masa pendemi covid-19 yang mana semua kegiatan dibatasi oleh PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegitan Masyarakat). 2. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Koleksi Buku Digital dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Pada penelitian ini, aspek kebutuhan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemanfaatan koleksi buku digital diukur dengan proses belajar mengajar dan tugas sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa siswa Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi membutuhkan informasi sebagai bahan diskusi pada proses PBM. Dan juga, siswa juga menggunakan koleksi buku digital sebagai bahan rujukan untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai unit yang menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan para siswa untuk membantu siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah, dan prose PBM, sehingga kebutuhan para pemustaka dapat terpenuhi. Motif siswa dalam menggunakan koleksi digital adalah landasan siswa dalam memanfaatkan koleksi, pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Winardi (2004) dalam (Handoko, 2018:24) yang menyatakan motif adalah alasan sebab dari tindakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang. Pemanfaatan koleksi perpustakaan motif yaitu dari proses internal atau eksternal yang menjadi alasan seseorang menggunakan koleksi di perpustakaan. Pada penelitian ini siswa di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi berdasarkan tanggapan responden diketahui bahwa, siswa memanfaatkan koleksi buku digital untuk menambah pengetahuan dan wawasanya. Minat siswa dalam menggunakan koleksi buku digital diukur dari sudut pandang koleksi buku digital yang berguna dalam menyimpan informasi yang mudah dipakai. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) minat adalah “hati yang mengarah pada sesuatu, dan keinginan.” Hal ini berkaitan dengan koleksi perpustakaan terkhususnya buku digital. Hasil penelitian ini menemukan bahwa minat siswa berada dalam kategori baik. Yang berarti siswa cukup berminat untuk menggunakan koleksi buku digital dalam pemenuhan kebutuhan informasinya terlebih pada masa pandemi covid-19 yang mana semua kegiatan dibatasi oleh PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegitan Masyarakat). Kelengkapan koleksi diukur berdasarkan banyaknya jumlah buku, ragam koleksi, dan ketepatan. Hasil dilapangan menyatakan bahwa informasi pada koleksi buku digital dapat memenuhi kebutuhan informasi. Akan tetapi, dari segi jumlah koleksi, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa responden yang mengatakan jika jumlah koleksi buku digital di aplikasi Smalbi Digital Library belum sesuai dengan kebutuhan. Hal ini karena jumlah koleksi buku yang diolah oleh pustakawan belum diperbarui atau belum meng-update koleksi tersebut kedalam aplikasi Smalbi Digital Library. Pustakawan adalah SDM yang ahli pada kajian pustaka, dokumentasi, kearsipan, yang berperan dalam melayani pemustaka untuk pemenuhan kebutuhan informasi. Sejalan dengan pernyataan diatas, IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) dalam (handoko, 2018:25) menyatakan pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan seluruh kegiatan di perpustakaan dengan pelayanan kepada masyarakat sesuai yang dimilikinya melalui pendidikan. Pustakawan di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dalam hal melayani pemustaka berdasarkan tanggapan responden berada dengan kategori baik. Pustkawan terampil untuk membantu siswa dalam pemenuhan informasinya pada saat mencari informasi yang dibutuhkan pada koleksi buku digital, pustakawan yangt sopan dan mendengarkan kesulitan siswa dan langsung cepat tanggap mencari informasi yang dibutuhkan siswa. Perpustakaan pada zaman sekarang ini harus memanfaatkan IPTEK untuk sarana dalam memudahkan pemustaka dalam menggunakan koleksi perpustakaan, fasilitas temu kembali informasi di Perpustakaan SMA Negri 5 Bukittinggi dapat diakses pada aplikasi Smalbi Digital Library dan pada aplikasi Erlangga eLibrary. Ketersediaan fasilitas temu kembali informasi pada Perpustakaan SMA Negri 5 Bukittinggi ini termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti bahwa fasilitas untuk menemukan informasi pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi mendukung dalam pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi siswa. Berdasarkan paparan dari ketiga kategori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, siswa telah memahami cara mengakses koleksi buku digital yang tersedia pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi, serta tingkat pemanfaatan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi diukur dengan intensitas, frekuensi dan jumlah yang digunakan siswa, hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan, motif, minat, ketersedian koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani dan ketersedian fasilitas. Pemenuhan Kebutuhan Kognitif Siswa dalam Memanfaatkan Koleksi Buku Digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Hasil penelitian menemukan bahwa pemenuhan kebutuhan kognitif siswa dengan menggunakan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dengan perolehan skor yaitu 3,31 dengan kategori sangat tinggi. Dalam menggunakan koleksi buku digital di SMA Negeri 5 Bukittinggi pemenuhan terhadap kebutuhan kognitif siswa sudah sangat terpenuhi, dimana pada item siswa mendapatkan informasi pengetahuan sebagian besar siswa menjawab sangat setuju pada item pertanyaan tersebut, selanjtnya pada item pertanyaan siswa mendapat tembahan informasi melalui koleksi buku digital sebagian besar siswa juga menjawab sangat setuju, sedangkan pada item pertanyaan koleksi buku digital menyediakan informasi mengenai lingkungan sekitarnya sebagian besar siswa menjawab tidak setuju. Hal ini dianalisis bahwa pemanfaatan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi siswa telah memperoleh informasi pengetahuan, serta informasi tambahan, dan informasi mengenai lingkungan sekitar siswa secara memuaskan, hal ini berdasarkan tanggapan responden terhadap kuesioner yang telah dibagikan. Pemenuhan Kebutuhan Afektif Siswa dalam Memanfaatkan Koleksi Buku Digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan afektif siswa dengan menggunakan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dengan perolehan skor yaitu 3,23 dengan kategori tinggi. Dalam memanfaatan koleksi buku digital di SMA Negeri 5 Bukittinggi pemenuhan terhadap kebutuhan afektif siswa sudah terpenuhi, dimana pada pemanfaatan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi siswa telah memahami apa yang telah didapat hal ini beradarkan tanggapan responden terhadap item pertanyaan siswa memahami apa yang dibaca pada koleksi buku digital dimana sebagian besar siswa menjawab setuju, serta mendapatkan kepuasan emosional yang mana pada item pertanyaan siswa mendaptkan kepuasan emosinal dalam mencari informasi pada koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi sebagain besar siswa juga menjawab setuju, dan kesenangan dalam mengakses koleksi buku digital sebagian besar siswa menjawab setuju, hal tersebut berdasarkan tanggapan responden terhadap kuesinoer dimana nilai rata-rata untuk semua item berada pada kategori tinggi, tetapi peneliti menemukan bahwa sebagian siswa lebih senang mengakses dan menggunakan koleksi digital di Erlangga eLibrary dari pada Smalbi Digital Library karena pilihan koleksi pada Erlangga eLibrary lebih beragam dari pada Smalbi Digital Library walaupun koleksi yang tersedia pada Smalbi Digital Library lebih banyak dalam hal jumlah koleksi dari pada Erlangga eLibrary. Pemenuhan Kebutuhan Integrasi Personal Siswa dalam Memanfaatkan Koleksi Buku Digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan integrasi personal siswa dengan menggunakan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dengan perolehan skor yaitu 2,79 dengan kategori tinggi. Dalam memanfaatan koleksi buku digital di SMA Negeri 5 Bukittinggi pemenuhan terhadap kebutuhan integrasi personal siswa sudah terpenuhi, dimana pada item pertanyaan koleksi buku digital memuat informasi yang meningkatkan skill individu sebagian siswa menjawab setuju, selanjuntnya pada item pertanyaan koleksi digital dapat membuat individu percaya diri sebagian besar siswa juga menjawab setuju, pada item pertanyaan koleksi buku digital dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebagian besar siswa menjawab sangat setuju. Berdasarkan data tersebut dapat dianalisis bahwa dengan memanfaatan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi dapat meningkatkan kredibilitas, skill individu dan dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Akan tetapi sebagian siswa beranggapan dengan hanya memanfaatkan koleksi buku digital dapat meningkat prestasi siswa, hal ini berdasarkan tanggapan responden pada kuesioner yang telah dibagikan, dimana pada item pertanyaan koleksi buku digital dapat meningkatkan skill individu dengan perolehan nilai rata-rata 2,22 dengan kategori rendah.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan koleksi buku digital dalam memenuhi kebutuhan informasi di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi yang dilihat dan diukur dari proses pemanfaatan koleksi buku digital, tingkat pemanfaatan koleksi buku digital yang diukur dengan intensitas, frekuensi dan jumlah yang digunakan siswa, hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan, motif, minat, ketersedian koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani, dan ketersedian fasilitas. Akan tetapi pada kelengkapan koleksi pada Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittingi, jumlah koleksi buku digital di aplikasi Smalbi Digital Library belum sesuai dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan oleh jumlah koleksi buku digital yang diolah oleh pustakawan belum diperbarui atau belum meng-update koleksi tersebut kedalam aplikasi Smalbi Digital Library. Hal ini menyebabkan sebagian siswa tidak berminat untuk mengakses koleksi buku digital di aplikasi Smalbi Digital Library dan sebagian siswa lebih memilih mengakses koleksi buku digital pada aplikasi Erlangga eLibrary. Pemenuhan kebutuhan informasi siswa dalam memanfaatkan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi sudah sangat baik, hal ini dilihat dari segi kebutuhan kognitif dengan kategori sangat tinggi, lalu kebutuhan afektif pada kategori tinggi , dan kebutuhan integrasi personal dengan kategori tinggi. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan koleksi buku digital di Perpustakaan SMA Negeri 5 Bukittinggi kebutuhan informasi siswa dapat terpenuhi secara memuaskan baik itu kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, dan kebutuhan integrasi personal walaupun sebagian siswa dengan hanya memanfaatkan koleksi buku digital tidak dapat meningkatkan prestasinya.