Kembali
16
1
2023 Jurnal Pustaka Budaya Vol 10 · 2 ISSN 2442-7799

TREN PENELITIAN BIDANG KEARSIPAN DALAM JURNAL DIPLOMATIKA UNIVERSITAS GADJAH MADA (Analisis Bibliometrik)

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi Diplomatika Jurnal Kearsipan Terapan Universitas Gadjah Mada tahun terbit 20172019. Data yang dikumpulkan berupa kata kunci dan daftar pustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode bibliometrik. Analisis dilakukan terhadap sitasi dengan mentabulasi menggunakan aplikasi Ms. Excel. Dari analisis yang dilakukan ditemukan dua pengarang yang banyak disitir penulis bidang kearsipan, dan penulis banyak mensitat undang-undang serta peraturan lembaga pemerintah. Selain itu, dari artikel yang dianalisis ditemukan 51,9% tulisan yang disitir tidak termasuk kategori literatur lama atau literatur usang. Terdapat 458 kali pengutipan yang dilakukan oleh penulis artikel, serta sebanyak 99 jenis kata kunci yang dimuat atau dipilih oleh penulis artikel dalam kurun tiga tahun, yakni 20172019. Pada tahun 2017-2019 tren penelitian bidang kearsipan yang dimuat di jurnal Diplomatika mengarah pada penelitian terkait arsip, arsip dinamis, dan pengelolaan arsip. Ketiga hal tersebut yang paling sering dibahas menunjukkan bahwa betapa penting penelitian terkait kearsipan dan pengelolaannya. Namun demikian, tren penelitian dapat berubah seiring berjalannya waktu dan inilah perkembangan keilmuan.

Abstract

This study aims to analyze the trend of Diplomatic publications in the Applied Archive Journal of Gadjah Mada University in the 2017-2019 year. The data collected is in the form of keywords and bibliography. This research uses a quantitative approach with the bibliometric method. Analysis was carried out on citations by tabulating them using the Ms. application. Excel. From the analysis conducted, it was found that two authors were widely cited by archival writers, and the authors cited many laws and regulations of government institutions. In addition, from the articles analyzed, it was found that 51.9% of the cited writings did not fall into the category of old literature or obsolete literature. There were 458 citations by the authors of the articles, as well as 99 types of keywords published or, selected by the authors of the articles within three years, namely 2017-2019. In 2017-2019 the research trend in the field of archives published in the journal Diplomatics leads to research related to archives, dynamic archives, and archive management. These three things that are most often discussed show how important research is related to archives and their management. However, research trends can change over time and this is scientific development.
Keywords: Preservasi · Bibliometrik · Paruh hidup literatur · Sitiran · Tren penelitian

Introduction

Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan (yang selanjutnya ditulis dengan jurnal Diplomatika) adalah jurnal akademik dalam bidang kajian kearsipan yang dikelola dan diterbitkan oleh Unit Kerjasama, Alumni, Publikasi dan PPM, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, serta Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Jurnal ini dibangun untuk mendedikasikan diri pada publikasi penelitian baru dalam semua aspek ilmu kearsipan terapan, dengan perhatian khusus diberikan pada eksplorasi pengembangan manajemen informasi dan rekod (MIR) dan manajemen kearsipan. Topik utama yang menjadi fokus dalam jurnal ini meliputi hal yang berkaitan dengan kearsipan seperti tata kelola informasi, aplikasi manajemen arsip aktif dan tidak aktif, klasifikasi, retensi, media sosial kearsipan, arsip keluarga, arsip komunitas, dan lainnya. Di sisi lain, pelestarian koleksi kearsipan juga menjadi bagian dari ruang lingkup jurnal ini seperti warisan budaya di perpustakaan, museum dan galeri. Diplomatika Jurnal Kearsipan Terapan terakreditasi secara nasional SINTA 4 sejak tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Republik Indonesia. Jurnal ini tercatat telah menerbitkan artikel ilmiah sejak tahun 2017 hingga sekarang dengan volume terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun. Hingga Maret 2022 jurnal tersebut telah menerbitkan sebanyak 5 volume dengan 60 artikel jurnal. Pada perkembangannya, terdapat analisis sitasi yang menghitung nilai kebermanfaatan dari artikel-artikel tersebut yang dilihat dari sisi kutipan yang biasa kita kenal dengan kajian bibliometrik. Bibliometrika pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar yaitu kelompok yang mengkaji distribusi publikasi dan yang mengkaji analisis sitasi (Sulistyo-Basuki, 2002). Studi bibliometrik ini dapat mengukur kajian-kajian di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dengan menggunakan rumus-rumus matematis dan metode statistika (Suyono, 2021). Bibliometrik juga memiliki cakupan yang luas, dimana hal ini tidak hanya melihat sebagai kajian kuantitatif tetapi mencakup perilaku produktivitas serta pengguna informasi (Naseer & Mamood, 2009). Dengan demikian penelitian terkait bibliometrik dapat mengukur dan menyajikan serta menganalisa aspek-aspek yang ada pada artikel. Melalui kajian ini, pengukuran terhadap kebermanfaatan dari sebuah tulisan bisa dilakukan melalui penghitungan jumlah yang mensitasi sebuah tulisan. Dalam hal tersebut penulis berminat mengkaji analisis sitasi artikel jurnal yang terdapat di Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul “Tren Penelitian Bidang Kearsipan dalam Jurnal Diplomatika Universitas Gadjah Mada Tahun 2017-2019”. Kajian Literatur Bibliometrika Bibliometrik berasal dari dua kata, yakni biblio yang juga disebut dengan bibliography dan metrics. Biblio memiliki arti buku dan metrics berkaitan dengan mengukur atau pengukuran. Jadi, bibliometrik artinya mengukur atau menganalisis buku/literatur dengan menggunakan pendekatan matematika dan statistika (Diodato, 1999). Bibliometrik juga diartikan sebagai cara mengawasi/pengawasan terhadap koleksi perpustakaan dengan menerapkan metode statistika dan matematika (Lasa H. S., 2005). Kegiatan mengukur atau menganalisis buku/literatur memiliki beberapa tujuan, seperti menjelaskan proses komunikasi secara tertulis, menganalisis arah perkembangan dari suatu ilmu tertentu secara dan dideskripsikan, atau menganalisis bagaimana perkembangan suatu bidang ilmu tertentu (Sulistyo-Basuki, 2002). Dengan demikian, bibliometrik merupakan ilmu interdisipliner dimana indikator matematika dan statistik, serta metode dan model digunakan dalam memperlajari komunikasi tertulis, yang sebagian besar dikumpulkan pada database yang berisi publikasi ilmiah. Bibliometrik kini tidak hanya digunakan untuk menganalisis buku, namun juga jurnal ilmiah dari bidang tertentu. Bibliometrik dapat digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui perkembangan suatu bidang ilmu melalui artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah bidang tertentu. Analisis lainnya yang dilakukan adalah mengukur paru hidup literatur yang dikutip. Rumus yang digunakan adalah Romanus Beni dalam menghitung paruh hidup yang juga mengadopsi Garfield. Rumus paruh hidup literatur yaitu: Md = Median/paruh hidup Lmd = Kelas Nyata bawah saat frekuensi kumulatif Jmd = Selisih n/2 dengan frekuensi Fmd = Frekuensi pada saat frekuensi sitiran Jurnal dan Artikel Jurnal merupakan fasilitas komunikasi secara tertulis yang berisikan laporan riset dari sebuah peristiwa atau yang biasa disebut dengan fenomena dan gagasan atau ide yang disebarluaskan kepada publik secara berkala. Di sisi lain, beberapa pakar menyebutkan bahwa jurnal adalah bentuk dari media massa yang berisi sejumlah artikel ilmiah dengan tema tertentu dari bidang ilmu tertentu. Beberapa pakar menyebut jurnal dengan Majalah Ilmiah. Jika dilihat dari sisi akademik, jurnal dianggap sebagai publikasi yang memiliki tujuan untuk pengembangan atau kemajuan ilmu pengetahuan dalam bentuk laporan penelitian terbaru (artikel ilmiah). Namun demikian, jurnal ilmiah dalam proses terbitnya tetap harus melalui tahap tinjauan dari ahli bidang ilmu tertentu yang sesuai dengan tema keilmuan di dalam jurnal untuk memastikan artikel ilmiah yang akan diterbitkan dalam jurnal tersebut memenuhi standar mutu dan validitas ilmiah. Isi dari jurnal ilmiah berupa laporan penelitian dalam bentuk artikel yang biasa disebut dengan artikel ilmiah (research article) adalah tulisan yang berisikan laporan penelitian terbaru yang disusun secara sistematis dan mengikuti struktur atau format yang berlaku dalam suatu jurnal ilmiah tersebut (Suryoputro, 2012). Dilihat dari sisi akademik, artikel ilmiah adalah tulisan atau bahan yang memiliki nilai dan sangat penting dalam penelitian. Pembahasan dalam artikel ilmiah biasanya memuat tentang isu-isu terkini, teori dan temuan terbaru pada bidang ilmu tertentu. Artikel ilmiah seringkali menjadi rujukan bagi para peneliti atau ilmuwan, sebab dalam artikel ilmiah tersebut para peneliti dapat menemukan data terbaru dan/atau penafsiran kembali studi terdahulu (Karnadi & Lestari, 2009). Artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah dapat dianalisis untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan di bidang tertentu. Untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan tersebut menggunakan analisis bibliometrik melalui sitiran yang tercantum dalam artikel ilmiah tersebut. Sitiran Menurut Harrod’s Library Glossary and Reference Book sitasi didefinisikan sebagai suatu rujukan teks yang menunjuk dokumen tertentu yang mana teks tersebut dituliskan. Dari sitasi munculah istilah sitiran, yakni hubungan antara dokumen yang menyitat dengan dokumen yang disitat (Hayati, 2016). Pada ALA Glossary of Library and Information Science, sitiran merupakan catatan yang merujuk pada karya yang dikutip atau pada sumber-sumber yang memiliki otoritas atas suatu pemikiran. Sitiran kini menjadi alat analisis terhadap teks kutipan yang berupa daftar pustaka dari sebuah tulisan. Tulisan yang dimaksud dapat berupa buku, artikel ilmiah, laporan penelitian akademik (skripsi, tesis, disertasi), dan sumber lainnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian tersebut. Dalam hal pemeriksaan di bagian daftar pustaka atau daftar rujukan tersebut dapat dihitung dan dianalisis seberapa banyak karya tulis yang disitat oleh para peneliti atau penulis ilmiah. Kegiatan saling mengutip atau merujuk teks dalam penulisan artikel ilmiah merupakan suatu kegiatan yang wajar selama hal tersebut dilakukan secara objektif (Syarianah, 2017). Analisis sitiran menjadi salah satu poin penting dalam kajian bibliometrika yang diperkenalkan Eugene Garfield (Singh, et al. 2011). Sitiran digunakan untuk membangun relasi dengan peneliti dan karya lainnya. Selain itu digunakan juga sebagai sarana dalam mengevaluasi kegiatan penelitian yang sering digunakan dalam ilmu informasi dan perpustakaan. Disisi lain, analisis sitiran juga digunakan pada berbagai kegiatan perpustakaan dalam menentukan pola dari penelitian, peringkat bagian serta produktivitas dari peneliti (Marraro, 1995). Selain itu, dengan adanya analisis sitiran dapat mempermudah dalam memahami kebutuhan akan informasi serta pola dari pengguna informasi dan tak luput perilaku dari pengguna informasi pada suatu disiplin ilmu.

Method

Objek utama dalam kajian ini adalah artikel jurnal Diplomatika pada tahun 20172019. Artikel yang dipublikasikan secara online di Jurnal Diplomatika tahun 2017-2019 merupakan data yang digunakan dalam kajian ini. Pencatatan jumlah artikel secara keseluruhan, nama pengarang, kata kunci, tahun literarur yang digunakan pengarang, jenis literatur yang digunakan pengarang dilakukan untuk selanjutnya data tersebut diolah menggunakan Ms Excel. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Dalam hal ini, penulis mengkaji tiga fokus penelitian, yakni klasifikasi topik artikel, analisis artikel yang paling sering disitir, dan perkembangan jumlah artikel jurnal Diplomatika. Data diambil dari daftar pustaka artikel jurnal Diplomatika dan ditabulasi menggunakan aplikasi Ms Excel. Penjabaran hasil analisis dilakukan oleh penulis dan didukung dengan menggunakan grafik sebagai penguat hasil penelitian.

Result & Discussion

Jurnal Diplomatika Jurnal Diplomatika memiliki koleksi artikel berbentuk elektronik berjumlah 60 artikel yang telah diterbitkan mulai dari tahun 2017-2022. Jurnal ini membahas tentang topik-topik yang berkenaan dengan bidang ilmu dokumentasi dan kearsipan. Koleksi Diplomatika Jurnal Kearsipan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September dalam bentuk elektronik. Sejak tahun 2018 Jurnal Diplomatika terindeks di Sinta 4. Jurnal Diplomatika memiliki fokus pada kajian ilmu dokumentasi dan kearsipan. Artikel yang dimuat dalam Jurnal Diplomatika artikel berupa ulasan (literatur review) maupun artikel penelitian di bidang tersebut. Hal-hal yang dibahas dalam jurnal ini meliputi: Information Governance, Records Management Program, Standards, Law, Regulations, Legal Environment, Creation, Capture, Classification, Inventory, Appraisal, Retention, Disposition, Social Media and Records Management, Disaster Preparedness and Recovery, Cultural Heritage: Library, Museum, Gallery, Genealogy and Family Archives, Data Governance, Big Data Phenomena, Open Government Data, dan lainnya. Berikut ini rincian volume terbitan jurnal Diplomatika: Tabel 1. Jumlah terbitan Jurnal Diplomatika No Nomor/Volu me Artikel Tahun Terbit Jumla h Artike l 1 No.1 Vol.1 2017 6 2 No.1 Vol.2 2018 6 3 No.2 Vol.1 2018 6 4 No.2 Vol.2 2019 6 5 No.3 Vol.1 2019 6 6 No.3 Vol.2 2020 6 7 No.4 Vol.1 2020 6 8 No.4 Vol.2 2021 6 9 No.5 Vol.1 2021 6 10 No.5 Vol.2 2022 6 Jumlah 60 Kolaborasi Penulis dan Penulis Paling Aktif Analisis yang dilakukan untuk melihat persebaran penulis yang terdapat pada Jurnal Diplomatika dilakukan menggunakan aplikasi VOSviewer. Metadata didapatkan melalui pengambilan data dari aplikasi Harzing's Publish or Perish. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat penulis yang memiliki masingmasing dua artikel, dan penulis lainnya hanya memiliki masing-masing satu artikel. Penulis dengan jumlah tulisan terbanyak sebagai berikut: Tabel 2. Penulis paling produktif N o Nama Penulis Jumlah Dokumen 1 Rahmawati 2 2 Ulvandhia 2 3 Pratiwi 2 4 Waluyo 2 Pada Tabel 2. Menunjukkan bahwa penulis di Jurnal Diplomatika hanya mengirimkan setidaknya satu kali untuk terbit, namun empat penulis lainnya seperti yang telah tertera pada Tabel 2. menunjukkan lebih aktif dan mengirimkan sebanyak dua artikel dengan pembahasan penelitian yang berbeda. Oleh karenanya, lebih banyak penulis baru yang terekam datanya di Jurnal Diplomatika. Namun demikian, hal ini menunjukkan bahwa penulis yang berminat menerbitkan tulisan ilmiahnya di Jurnal Diplomatika tidak sedikit. Analisis berikutnya dilakukan untuk melihat visualisasi hubungan network antar penulis. Dari banyaknya penulis di Jurnal Diplomatika hanya terdapat empat penulis yang saling terkait dan terbuhung. Keterkaitan tersebut digambarkan pada pola keterhubungan cooccurrence dibawah ini: Gambar 1. Visualisasi Co-Authorship menggunakan VOSviewer Disisi lain, data menunjukkan persebaran tahun terbit dari artikel Jurnal Diplomatika terjadi kolaborasi penulis sejak 2018. Namun terjadi penurunan kolaborasi penulis pada tahun 2019. Hal tersebut dapat dilihat melalui visualisasi berikut: Gambar 2. Visualisasi tahun kolaborasi penulis menggunakan VOSviewer Sitasi Hasil deskripsi dari aspek kepengarangan yang paling banyak disitir memberikan kontribusi langsung terhadap kegiatan pengembangan koleksi khususnya dalam seleksi. Evaluasi sumber dibutuhkan untuk menentukan kebijakan prioritas koleksi salah satunya adalah berdasarkan kriteria umum yaitu kepengarangan. Pengarang yang sering disitir menunjukan bahwa memiliki reputasi dan kualifikasi penulis. Terdapat 458 kali pengutipan yang dilakukan oleh pengarang di dalam Jurnal Diplomatika. Pada tabel. 1 memperlihatkan lebih jelas 10 pengarang paling sering disitir. Tabel 3. 10 sitasi terbanyak No Pengarang Paling Sering Dikutip Juml ah 1 Undang-Undang 30 2 Arsip Nasional Republik Indonesia 24 3 Sulistyo-Basuki 10 4 Peraturan Pemerintah 9 5 Amsyah, Zulkifli 7 6 Machmoed Effendhie 5 7 Muhidin, S. A. 4 8 Maher, W. J. 3 9 Martono, Boedi 3 10 Ricks, Betty 3 Pada tabel tersebut memperlihatkan 10 tertinggi pengarang yang paling sering disitir dalam Jurnal Diplomatika. Amansyah Zulkifli dan Sulistyo Basuki menjadi pengarang yang paling banyak disitasi masing-masing sebanyak 7 dan 6 kutipan. Namun disisi lain, penulisan dalam Jurnal Diplomatika banyak mengutip peraturan-peraturan seperti Undang-undang, peraturan yang dikeluarkan Arsip Nasional Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah lainnya. Ketiga peraturan tersebut di sitasi sebanyak 63 kali oleh pengarang di dalam jurnal, dan berikut grafik sitasi terbanyak. Grafik 1. Sitasi terbanyak dalam Jurnal Diplomatika tahun 2017-2019 Analisis Kata Kunci Berdasarkan hasil penentuan kata kunci, maka diperoleh 113 kata kunci dari 60 artikel Jurnal Diplomatika. Setelah di kalkulasi kesamaannya terdapat 99 jenis yang dimuat dalam artikel jurnal. Berikut kata kunci yang paling banyak digunakan dalam jurnal tersebut: Tabel 4. Kata kunci yang sering digunakan No Kata Kunci Jumlah 1 Arsip 8 2 Arsip dinamis 3 3 Pengelolaan arsip 3 4 Citra 2 5 Kearsipan 2 6 Sosial media 2 Kata kunci yang paling sering digunakan adalah arsip, arsip dinamis, dan pengelolaan arsip masing-masing sebanyak 8, 3 dan 3 kali. Hal tersebut merepresentasikan bahwa Jurnal Diplolmatika menunjukkan bahasan yang menjadi fokusnya adalah berkaitan dengan kearsipan itu sendiri. Tren fokus penelitian yang banyak dilakukan oleh penulis terkait arsip dinamis dan pengelolaan kearsipan menunjukkan betapa penting penelitian ini dilakukan dan diterapkan pada dunia adminitrasi kearsipan, serta ilmu pengetahuan tentang kedua topik tersebut wajib dimiliki oleh mahasiswa kearsipan, dan arsiparis, namun tidak menutup kemungkinan pengetahuan tersebut dapat dibaca orang awam guna menambah wawasan mereka. Hal ini dapat dijadikan pula sebagai acuan untuk penyediaan literatur kearsipan di perpustakaan akademik dengan topik arsip dinamis, dan pengelolaan arsip. Analisis menggunakan aplikasi VOSviewer menunjukkan Jurnal Diplomatika memiliki kata kunci yaitu arsip. Kata kunci arsip menjadi pusat dan induk dari kata kunci lainnya. Hal tersebut menunjukkan bawah Jurnal Diplomatika memiliki kita kunci yang sesuai dengan focus and scope yang ditujukan. Kata kunci tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan dengan kata kunci lainnya seperti alih media, pengelolaan arsip, akusisi, kebutuhan dan lainnya. Visualisasi kata kunci tersebut dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 3. Visualisasi kata kunci menggunakan VOSviewer Data yang didapatkan dari Jurnal Diplomatika menggunakan Harzing’s Publish or Perish dan diolah menggunkan aplikasi VOSviewer membentuk 8 kluster. Kata kunci Jurnal Diplomatika dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Kluster kata kunci Klust er Kata Kunci 1 Arsip elektronik, electronic document, area digital, media penyimpanan arsip, pengelolaan arsip, sistem pengelolaan dokumen dan arsip elektronik, temu kembali arsip 2 Appraisal, disposial, implementasi, penilaian, penyusutan, record 3 Contemporary archive, industrialisasi, kontemporer, pollution, sidoarjo 4 Archival assistance, archive development, archive rescue and record center, pembinaan arsip, penyelamatan arsip dan unit kerja 5 Akuisisi, kelompok seni, penyelamatan, seniman 6 Alih media, arsip, arsip statis, digitazation 7 Kebutuhan, keluarga, kesadaran 8 Difabel, layanan, pengguna Dari topik yang paling sering ditulis menunjukkan bahwa arsip tidak hanya berbentuk cetak (dapat dilihat dan diraba), namun kini arsip dapat berbentuk elektronik. Arsip yang berbentuk elektronik merupakan salah satu upaya pelestarian arsip yang memiliki nilai tinggi. Digitisasi adalah salah satu upaya pelestarian arsip, yakni proses pengalih mediaan arsip konvesional atau cetak menjadi arsip elektronik atau digital. Di sisi lain, pengelolaan arsip yang baik dan benar dengan tata cara tertentu perlu untuk diketahui oleh mahasiswa kearsipan, maupun masyarakat awam yang akan berkunjung ke perpustakaan dan kearsipan. Namun demikian, topik yang dibahas dalam Jurnal Diplomatika tetap mengalami pergeseran. Analisis pada tahun terbit artikel Jurnal Diplomatika dapat dilihat dari warna visualisasi yang dihasilkan oleh aplikasi VOSviewer. Terjadi pergerseran fokus artikel Jurnal Diplomatika setiap tahunnya. Pada awal berdirinya Jurnal Diplomatika tahun 2017, yang menjadi pembahasan utama ialah tentang alih media dan arsip kontemporer. Namun pembahasan topik artikel jurnal pada tahun 2018 bergeser menjadi pengelolaan, penilaian dan asistensi kearsipan. Berbeda pula dengan tahun 2019, pembahasan utama tentang kebutuhan dan akusisi arsip, dan arsip yang berkaitan dengan difabel. Analisis tersebut dapat dilihat pada visualisasi gambar berikut: Gambar 4. Visualisasi kata kunci berdasarkan tahun menggunakan VOSviewer Dari visualisasi VOSviewer diketahui bahwa pembahasan atau topik yang diteliti oleh para penulis mengalami perubahan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tentang kearsipan dan minat dari bidang kearsipan yang banyak diteliti terus pengalami perkembangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang kajian kearsipan memberikan peluang pada perpustakaan pula untuk terus mengembangkan koleksinya terkait kearsipan. Paruh Hidup Literatur Berdasarkan tabulasi data, terdapat literatur tertua yang terbit pada tahun 1945 yang berarti dokumen tersebut sudah berusia 74 tahun sedangkan literatur yang terbaru adalah terbitan tahun 2019. Literatur yang dimaksud adalah referensi yang digunakan oleh penulis dalam Jurnal Diplomatika. Menghitung keusangan atau paruh hidup literatur yang dilakukan di sini dengan mengelompokkan usia literatur dalam lima tahunan sebagaimana dalam cara yang digunakan oleh Romanus Beni dalam menghitung paruh hidup yang juga mengadopsi Garfield. Hitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Penetapan kelas dan kelompok data K = 1+3,22 log n K = 1+3,22 log 449 K = 1+3,22 (8,81) K = 1+28,37 K = 29,37 K = 29 b. Menghitung tahun terbit tertinggi dan terendah Rn = Xn-Xi Rn = 2019 - 1945 Rn = 74 c. Menghitung interval I = R/K I = 74/29 I = 2,55 I = 3 Tabel 6. Tahun kutipan literatur Tahun Juml ah Total Kumulatif 1945-1947 1 1 1948-1950 0 1 1951-1953 0 1 1954-1956 0 1 1957-1959 0 1 1960-1962 0 1 1963-1965 0 1 1966-1968 0 1 1969-1971 1 2 1972-1974 0 2 1975-1977 5 7 1978-1980 4 11 1981-1983 2 13 1984-1986 5 18 1987-1989 7 25 1990-1992 16 41 1993-1995 13 54 1996-1998 15 69 1999-2001 22 91 2002-2004 19 110 2005-2007 39 149 2008-2010 70 219 2011-2013 69 288 2014-2016 88 376 2017-2019 73 449 Dari tabel di atas tampak bahwa semakin tua usia literatur penggunaanya semakin menurun. Ini menunjukkan bahwa ada dinamisasi informasi dan pengetahuan dalam bidang kearsipan di Jurnal Diplomatika. Seiring berjalannya tahun, terdapat perkembangan dan isu-isu kearsipan baru sehingga nilai informasi lama menjadi usang dan tergantikan dengan informasi yang datang kemudian. Semakin usang nilai informasi semakin jarang atau bahkan tidak lagi disitir oleh peneliti berikutnya. Selanjutnya adalah hitungan paruh hidup artikel Jurnal Diplomatika tahun 2017-2019 dengan rumus berikut: n/2 = 449/2 = 224,5 = 225 Lmd yaitu letak tahun dengan akumulasi 225 berada di antara tahun 2008-2010 dan 2011-2013. Sehingga lmd diketahui sebesar 2010,5. Jmd berada pada tahun 2008-2010. Sehingga diketahui jmd berjumlah sebesar 225 - 219 = 6 Md = Median/paruh hidup Lmd = Kelas Nyata bawah saat frekuensi kumulatif mengandung n/2 yaitu 2010,5 Jmd = Selisih n/2 dengan frekuensi sitiran sebelum n/2 yaitu 6 Fmd = Frekuensi pada saat frekuensi sitiran mengandung n/2 yaitu 228 Md = 2010,5 + 6/288 x 3 Md = 2010,5 + 0,06 Md = 2010,56 Md = 2012,5 Jadi, usia paruh hidup literatur dari Jurnal Diplomatika tahun 2017-2019 adalah 2019 – 2011,5 = 7,5 atau 8 tahun. Untuk mengetahui batas tahun usang dan terkini adalah dengan mengurangi tahun terkini dengan hasil usia paruh hidup, maka 2019 – 8 = 2011. Dengan demikian, rujukan yang sitiran dibawah tahun 2011 dikatakan sudah usang. Maka rujukan yang memiliki tahun terbit sudah usang berjumlah 219 sitiran (48,1%) dan rujukan yang memiliki tahun terbit terkini berjumlah 230 sitiran (51,9 %).

Conclusion

Tren penelitian bidang kearsipan pada Jurnal Diplomatika tahun 2017-2019 adalah membahas topik arsip, arsip dinamis, dan pengelolaan arsip. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa pada tahun 2017-2019 para arsiparis memiliki strategi tersendiri untuk mengelola arsip, sebab arsip dianggap penting yang mana arsip mengandung pengetahuan, dan budaya. Nilai informasi pada literatur dapat dianggap usang jika tahun terbit dari literatur tersebut dibawah tahun 2011. Selain itu, ahli di bidang kearsipan di Indonesia atau penulis bidang kearsipan yang memiliki reputasi tinggi masih terbilang sangat sedikit. Hal ini dapat diketahui dari dua nama pengarang yang paling banyak disitir oleh penulis di artikel Jurnal Diplomatika. Diharapkan kedepannya semakin banyak ahli di bidang kearsipan atau arsiparis yang dapat membagikan ilmu pengetahuannya melalui kegiatan penelitian atau penulisan yang dilakukannya. Di sisi lain, dari nama pengarang yang paling sering disitir oleh penulis artikel di Jurnal Diplomatika menunjukkan bahwa di Indonesia, peluang untuk menjadi ahli di bidang kearsipan dapat dibilang masih sangat tinggi.