PENGUATAN FUNGSI PERPUSTAKAAN ROSELLA GENEMATRIK DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT BERBASIS INFORMASI DI KELURAHAN SIANTAN TENGAH
Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi perpustakaan, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi pengelola perpustakaan Rosella Genematrik dalam melaksanakan fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, subjek penelitian sebanyak 5 informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan 5 fungsi perpustakaan, yaitu fungsi penyimpanan, fungsi penelitian, fungsi informasi, fungsi edukatif, dan fungsi kultural. Dua dari kelima fungsi tersebut masih ada yang belum maksimal, seperti fungsi penelitian dan fungsi informatif. Sehingga masih terdapat kendala dalam melaksanakan fungsi perpustakaan tersebut, yaitu kekurangan tenaga pengelola perpustakaan, rendahnya minat baca sehingga menyebabkan rendahnya minat kunjung, serta sarana dan prasarana yang belum memadai di perpustakaan Rosella Genematrik.
Abstract
This study uses a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, research subjects as many as 5 informants. The results showed that the Rosella Genematrik library had implemented 5 library functions, namely storage functions, research functions, information functions, educational functions, and cultural functions. Two of the five functions are still not optimal, such as the research function and the informative function. So that there are still obstacles in carrying out the function of the library, namely the lack of library management staff, interest in reading, causing low interest in visits, and inadequate facilities and infrastructure in the Rosella Genematrik library.
Keywords:
Fungsi Perpustakaan
· Informasi
· Masyarakat
Introduction
Perpustakaan pada era sekarang selain menyimpan koleksi, perpustakaan juga merupakan salah satu pusat sumber informasi. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi mempunyai fungsi penting di tengah masyarakat. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana penyimpanan, penelitian, informatif, edukasi dan kultural untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan untuk meningkatkan minat baca, serta menambah ilmu pengetahuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa (Perpustakaan Nasional RI, 2019). Melalui fungsinya tersebut perpustakaan terlihat jelas berperan dalam menyediakan informasi, yang dimana informasi tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Perpustakaan pada umumnya tidak sekedar menyediakan informasi berupa koleksi saja, melainkan juga harus menyediakan informasi tentang lingkungan sekitarnya dan masyarakat dapat menggunakan perpustakaan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa perpustakaan bukan lagi sebagai tempat untuk mengakses sumber informasi, karena banyak masyarakat yang berpikir bahwa mencari informasi tidak harus di perpustakaan melainkan dimana saja bisa mencari informasi, sehingga fungsi perpustakaan tidak maksimal, oleh sebab itu pengelola perpustakaan mengupayakan fungsi tersebut dapat berjalan optimal. Fenomenanya banyak masyarakat lebih suka mengakses informasi yang bersifat mudah dan cepat. Bahkan banyak diantaranya yang mengakses informasi melalui media sosial. Hal tersebut turut mempengaruhi minat baca masyarakat menjadi rendah, sehingga masyarakat tidak memiliki minat kunjung ke perpustakaan. Di sisi lain, memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam mencari, mendapatkan, dan berbagi informasi dengan cepat (Cahyono 2016). Pada saat ini tidak semua perpustakaan siap untuk melakukan transformasi digital, karena melakukan adaptasi terhadap digital dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Salah satunya perpustakaan Rosella Genematrik yang terletak di Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara, yang merupakan perpustakaan mitra binaan PLN Kalbar (Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungannya seperti membuang sampeh pada tempatnya, termasuk perpustakaan yang belum siap melakukan transformasi perpustakaan karena permasalahan sumber daya manusia (SDM). Namun memiliki semangat berkontribusi untuk mencerdaskan masyarakat melalui penyedian koleksi perpustakaan. Pada dasarnya perpustakaan ini didirikan untuk melayani dan memberikan informasi kepada masyarakat. Perpustakaan Rosella Genematrik sampai saat ini masih berjalan secara konvensional, sehingga peran perpustakaan belum optimal menyentuh masyarakat di sekitar. Hasil wawancara dan pengamatan yang peneliti lakukan, koleksi di perpustakaan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat, hal ini di dukung oleh pernyataan informan pendukung yang mengatakan setiap mereka meminjam koleksi yang dibutuhkan, koleksi di perpustakaan tersebut tersedia sehingga kebutuhan mereka tercapai. Namun minat baca masyarakat masih sangat rendah, hal tesebut dapat dilihat dari minat kunjung masyarakat dan sarana prasarana perpustakaan belum tercukupi. Dari fakta tersebut berdasarkan fungsi perpustakaan, perpustakaan Rosella Genematrik belum dapat dikatakan sebagai perpustakaan yang ideal. Hal ini dapat dilihat dari tenaga pengelola perpustakaan dan rendahnya minat baca masyarakat. Minat baca di perpustakaan Rosella Genematrik dapat dikatakan rendah, karena yang berkunjung ke perpustakaan dalam satu minggu hanya satu sampai empat orang saja dan hal tersebut disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang meliputi tingkat pendidikan dan pekerjaan masyarakat. Rata-rata pendidikan di Kelurahan Siantan Tengah, yaitu banyak masyarakat yang hanya lulusan sekolah dasar (SD) dan pekerjaan masyarakat sebagai pedagang toko, sehingga masyarakat tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke perpustakaan. Berdasarkan analisis fenomena dan masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk kajian ini, sebagai suatu usaha yang berhubungan dengan fungsi perpustakaan, sebagai persiapan mewujudkan perpustakaan yang ideal di Pontianak Utara dan dapat berkontribusi mencerdaskan kehidupan masyarakat agar tidak menjadi yang tertinggal, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta ekonomi kreatif di perpustakaan. Tinjauan Pustaka Perpustakaan Umum ialah sebuah perpustakaan yang diperuntukan untuk masyarakat umum untuk menjadi media pembelajaran sepanjang hayat dan tidak membedakan suku, umur, agama, ras, jenis kelamin, serta status sosial ekonomi (Perpustakaan Nasional RI, 2019). Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana penyimpanan, penelitian, informatif, edukasi dan kultural untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. 1. Fungsi Perpustakaan Perpustakaan memiliki 5 fungsi, yaitu terdiri dari fungsi penyimpanan, penelitian, informatif, edukatif dan kultural (Basuki 2013) a. Fungsi Penyimpanan Perpustakaan bertugas sebagai tempat penyimpanan koleksi yang diterimanya atau hasil dari karyakarya anak bangsa. b. Fungsi Penelitian Perpustakaan sebagai fungsi penelitian atau riset, yaitu yang dimana perpustakaan harus menyediakan berbagai jenis koleksi untuk menjadi sebuah referensi dalam melakukan kegiatan penelitian. Maka dengan adanya fungsi penelitian ini perpustakaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. c. Fungsi Informasi Perpustakaan sebagai fungsi informatif, yaitu menyediakan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan pemustaka, seperti buku-buku referensi dan bacaan ilmiah. Perpustakaan tidak hanya menyediakan informasi berupa pengetahuan umum, tetapi perpustakaan harus mampu menyediakan informasi untuk lingkungan sekitarnya. d. Fungsi Edukatif Perpustakaan tidak hanya bermanfaat untuk para pelajar atau mahasiswa, tetapi juga perpustakaan bermanfaat bagi masyarakat luas, karena perpustakaan merupakan tempat belajar seumur hidup. Perpustakaan sebagai fungsi edukatif harus menyediakan beragam jenis koleksi seperti karya cetak, serta karya rekam untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan. e. Fungsi Kultural Perpustakaan sebagai fungsi kultural, yaitu perpustakaan yang menyimpan koleksi tercetak ataupun elektronik. Perpustakaan sebagai tempat penyimpanan dari berbagai hasil karya budaya bangsa, mengembangkan sebuah nilai dan apresiasi budaya yang dimiliki masyarakat dengan cara penyediaan bahan bacaan. 2. Masyarakat Informasi Masyarakat informasi ialah sekelompok masyarakat yang kualitas hidupnya memiliki keinginan untuk transformasi sosial dan pembangunan ekonomi yang bergantung dari peningkatan dan perubahan sebuah informasi. Standar hidup, sistem kerja, sistem pendidikan, serta pemasaran barang-barang sangat berpengaruh dalam pengumpulan informasi. Teknologi pada saat ini digunakan sebagai penyebaran informasi yang berpengaruh pada kondisi masyarakat. Masyarakat yang kemajuan teknologinya pesat, perubahan dan perkembangan informasinya juga akan cepat dan mudah. Pada era saat ini, informasi bukan hanya menjadi sebuah kebutuhan sematamata, melainkan sudah menjadi sebuah barang yang menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai dan harganya. Teknologi sebagai sarana komunikasi dan sebagai penyebaran informasi menjadi tempat perpindahan informasi yang menjadi mudah dan cepat, selain itu transformasi arus informasi dapat memberikan dampak positif ataupun negatif, terutama bagi negara yang berkembang karena adanya perbedaan dari segi status sosial ekonomi, budaya, politik dan sebagainya (Suwarno, 2017). Perkembangan teknologi komunikasi terutama internet, membawa keterbukaan baru dalam menambah pengetahuan. Informasi yang dulu dikontrol oleh kehadiran perpustakaan, namun pada saat ini tergantikan oleh kecanggihan teknologi, yaitu internet. Perkembangan sebuah perpustakaan di tengah-tengah masyarakat merupakan parameter berkembangan sebuah masyarkat informasi, yaitu masyarakat yang di dalam kehidupan memerlukan ketersedian akses untuk memudahkan mendapatkan informasi. Informasi yang seharusnya dapat diperoleh dari perpustakaan dengan cepat dan mudah, apabila perpustakaan tersebut sudah menjalankan fungsi dengan baik serta dikelola secara profesional dan wajar, maka informasi itu dapat terpenuhi dengan baik pula. 3. Penelitian Terdahulu Berdasarkan hasil penelusuran peneliti, penelitian tentang fungsi perpustakaan yang berkaitan dengan masyarakat informasi belum banyak dilakukan. Adapun beberapa penelitian terdahulu mengenai reposisi fungsi perpustakaan, dilakukan oleh Nababan dimana pelaksanaan fungsi perpustakaan lebih cenderung sebagai media akses informasi (Nababan 2019). Berikut penelitian Febriani, yang menunjukan hubungan antara fungsi perpustakaan dengan proses belajar siswa (Febriani 2015). Adapun penelitian yang dilakukan oleh Cristiani, yang lebih menggarah ke peran perpustakaan (Cristiani 2018). Ketiga penelitian terdahulu yang tertera diatas berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Method
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Dengan metode kualitatif tersebut peneliti langsung terjun ke lapangan berhadapan dengan pengelola perpustakaan dan masyarakat sekitar, untuk melihat langsung keadaan di perpustakaan Rosella Genematrik yang beralamat di Kelurahan Siantan Tengah. Peneliti mengumpulkan data menggunakan tiga prosedur, yaitu observasi, wawancara dengan lima informan, dan dokumentasi. Sumber dan data pada penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Adapun analisis data pada penelitian ini, yaitu reduksi data, peyajian data, dan verifikasi. Data-data yang ditemukan lalu diuji keabsahannya dengan menggunakan tiga teknik, yaitu meningkatkan ketekunan, triangulasi, serta mengadakan member check.
Result
Fungsi Perpustakaan dalam Mewujudkan Masyarakat Berbasis Informasi 1. Dapat diketahui bahwa perpustakaan Rosella genematrik sudah menerapkan ke 5 fungsi perpustakaan yang diantaranya adalah Fungsi Penyimpanan. Temuan ini didukung dengan wawancara bersama kepala perpustakaan yang berperan sebagai pengelola perpustakaan, beliau menyatakan bahwa untuk penyimpanan koleksi buku di perpustakaan Rosella Genematrik sudah tersusun sesuai dengan nomor klasifikasi. Penegasan data juga datang dari keterangan masyarakat sekitar melalui wawancara, masyarakat sekitar menyatakan bahwa, mereka pernah berkunjung ke perpustakaan Rosella Genematrik tersebut dan untuk koleksinya sudah cukup tersusun dengan baik. 2. Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan Fungsi Penelitian, walalupun masih belum berjalan secara maksimal. Data ini disampaikan langsung melalui wawancara peneliti dengan kepala perpustakaan yang menyatakan bahwa ada pemustaka yang datang mengunjungi perpustakaan Rosella Genematrik untuk meminjam koleksi sebagai sarana penunjang penelitian sesuai dengan jurusan masing-masing. Hal serupa juga ditegaskan dengan hasil wawancara peneliti dengan masyarakat umum, masyarakat menyatakan bahwa memang Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menyediakan koleksi sebagai bahan referensi penelitian untuk pemustaka yang membutuhkan, namun tidak semua koleksi yang dibutuhkan pemustaka dimiliki perpustakaan. 3. Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan Fungsi Informatif. Namun, fungsi ini masih belum berjalan secara maksimal di perpustakaan Rosella Genematrik. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pengelola maupun masyarakat umum, perpustakaan Rosella Genematrik memang sudah digunakan masyarakat untuk mencari informasi dan pengelola perpustakaan selalu meyakinkan masyarakat bahwa koleksi yang ada di perpustakaan sudah cukup untuk memberikan informasi. Namun, informasi yang dibutuhkan sebagian masyarakat belum bisa terpenuhi atau tidak tersedia, karena informasi yang dibutuhkan masyarakat berbeda-beda. 4. Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan Fungsi Edukatif. Berdasarkan hasil wawancara, Perpustakaan Rosella Genematrik memiliki ketersedian koleksi di yang sudah memenuhi kebutuhan masyarakat serta kegiatan edukatif yang difasilitasi dengan ruangan untuk proses pembelajaran di perpustakaan. sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar, seperti posyandu, paud dan berbagai pelatihan. Gambar 1 Kegiatan belajar mengajar di perpustakaan Rosella Genematrik Sumber: Perpustakaan Rosella Genematrik 5. Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan Fungsi Kultural. Berdasarkan hasil wawancara, Perpustakaan Rosella Genematrik banyak menyimpan koleksi buku tentang kreativitas kesenian dan koleksi tentang kreativitas budaya masyarakat. Dengan koleksi buku tersebut, Perpustakaan Rosella Genematrik dapat melibatkan masyarakat untuk mempraktekkan langsung isi buku dalam kegiatan membuat kerajinan dari barangbarang bekas seperti kantong plastik, botol bekas dan masih banyak lagi, lalu diolah dapat menjadi bensin, solar, dan baju-baju. Kendala yang Dihadapi Pengelola Dalam Melaksanakan Fungsi Perpustakaan Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menerapkan 5 fungsi perpustakaan. Namun, fungsi perpustakaan tersebut belum optimal, dikarenakan masih terdapat kendala seperti: 1. Tenaga Pengelola Perpustakaan/ Pustakawan Sebagai kebutuhan dalam tugas seorang pustakawan, sebuah perpustakaan harus memiliki seorang pustakawan dengan memiliki kompentisi khusus dari bidang perpustakaan tesebut. Sedangkan, tenaga pengelola perpustakaan sebenarnya tidak memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Diketahui bahwa 6 dari 7 orang pengelola perpustakaan Rosella Genematrik juga masih duduk di bangku sekolah, sehingga karyawan tersebut tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengelola perpustakaan. 2. Rendahnya Minat Kunjung Rendahnya minat baca yang menyebabkan rendahnya minat kunjung, rendahnya minat kunjung juga datang dari status sosial ekonomi masyarakat yang meliputi pedidikan dan pekerjaan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa minat kunjung pada perpustakaan Rosella Genematrik memang masih sangat rendah. 3. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana perpustakaan Rosella Genematrik masih kurang. Berdasarkan keterangan pengelola dapat diketahui bahwa, perpustakaan Rosella Genematrik belum dapat dikatakan perustakaan yang ideal, dikarena perpustakaan tersebut belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap seperti fasilitas yang cukup.
Discussion
Perpustakaan Rosella Genematrik merupakan perpustakaan umum yang diperuntukan untuk masyarakat umum untuk menjadi media pembelajaran sepanjang hayat dan tidak membedakan suku, umur, agama, ras, jenis kelamin, serta status sosial ekonomi sesuai dengan fungsi perpustakaan umum dalam pedoman perpustakaan nasional. Perpustakaan Rosella Genematrik juga memiliki 5 fungsi perpustakaan sesuai pendapat Basuki dalam bukunya. Perpustakaan Rosella Genematrik sudah memiliki Fungsi Penyimpanan yang baik dan optimal karena koleksinya sudah tersusun sesuai dengan nomor klasifikasi sehingga dapat menjadi tempat penyimpanan yang baik bagi koleksi dari karya-karya anak bangsa. Perpustakaan Rosella Genematrik juga sudah memiliki Fungsi Penelitian dan Fungsi Informasi namun belum optimal dalam pelaksanaannya karena Perpustakaan Rosella Genematrik sudah menyediakan koleksi sebagai bahan referensi penelitian untuk pemustaka yang membutuhkan namun koleksi perpustakaan dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pemustaka yang datang untuk mencari atau menambah informasi maupun edukasa. Namun, Perpustakaan Rosella Genematrik memiliki Fungsi Edukatif dan Fungsi Kultural yang baik dan optimal yang ditunjukkan dengan fasilitas ruang belajar yang difungsikan dengan baik untuk berbagai kegiatan edukatif serta kegiatan implementasi hasil belajar masyarakat pada kegiatan membuat kerajinan. Fungsi perpustakaan tersebut belum optimal, dikarenakan masih terdapat kendala berupa kurangnya tenaga pengelola perpustakaan yang tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengelola perpustakaan dan memiliki kompentisi khusus dari bidang perpustakaan tesebut. Adapun kendala lain terkait dengan rendahnya minat kunjung yang disebabkan oleh rendahnya minat baca serta status sosial dan ekonomi masyarakat yang bervariasi pada tingkat pendidikan dan ekonomi. Kendala lainnya berupa sarana dan prasarana yang masih kurang. Berdasarkan keterangan pengelola dapat diketahui bahwa, Perpustakaan Rosella Genematrik belum dapat dikatakan perustakaan yang ideal, karena perpustakaan tersebut belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap seperti fasilitas yang cukup.
Conclusion
Perpustakaan Rosella Genematrik pada saat ini sudah menerapkan 5 fungsi perpustakaan, yaitu fungsi penyimpanan, fungsi penelitian, fungsi informatif, fungsi edukatif dan fungsi kultural. Dua dari kelima fungsi tersebut masih ada yang belum maksimal, seperti fungsi penelitian dan fungsi informatif. Oleh sebab itu, pengelola perpustakaan mengupayakan kedua fungsi tersebut dapat berjalan optimal. Dalam menjalankan kelima fungsi tersebut perpustakaan Rosella Genematrik masih mendapatkan beberapa kedala. Kendala yang pertama ialah tenaga pengelola perpustakaan yang terbatas, sehinggs membuat kepala perpustakaan menjadi kesulitan dalam mengelola perpustakaan, karena pada dasarnya sebuah perpustakaan harus memiliki seorang pustakawan dengan memiliki kompentisi khusus dari bidang perpustakaan tesebut. Kedua, rendahnya minat baca yang menyebabkan rendahnya minat kunjung yang berpengaruh kepada minat baca. Selanjutnya, kendala yang ketiga ialah sarana dan prasarana yang belum memadai di perpustakaan Rosella Genematrik.