SIKAP GENERASI Z TERHADAP PROGRAM PERPUSTAKAAN DIGITAL i-BAGENDIT: Survey terhadap Pemustaka dari Generasi Z di Perpustakaan Umum Kabupaten Garut
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, perasaan, dan tindakan Generasi Z tentang Perpustakaan Digital i-Bagendit. Ruang lingkup dari penelitian ini meliputi sikap dari Generasi Z yang meliputi aspek Kognitif, Afektif, and Konatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini merupakan anggota dari Perpustakaan Digital i-Bagendit yang berjumlah 198 orang, dengan sampel berjumlah 50 responden yang termasuk Generasi Z pengguna aktif Perpustakaan Digital iBagendit. Teknik pengumpulan data menggunakan angket digital yang disebarkan secara online. Hasil dari penelitian ini membuktikan adanya sikap positif yang diberikan oleh Generasi Z pengguna Perpustakaan Digital i-Bagendit. Pada aspek kognitif diperoleh angka persentase sebesar 61,7% membuktikan bahwa Generasi Z memiliki pengetahuan yang cukup tentang Perpustakaan Digital i-Bagendit. Pada aspek afektif diperoleh angka persentase sebesar 78%, membuktikan bahwa Generasi Z memiliki perasaan yang positif tentang Perpustakaan Digital i-Bagendit. Pada aspek konatif diperoleh angka persentase sebesar 71,4%, membuktikan bahwa Generasi Z memiliki tindakan yang positif tentang Perpustakaan Digital i-Bagendit. Di masa yang akan datang diharapkan pengelola Perpustakaan Digital i-Bagendit dapat meningkatkan kuantitas koleksi digital, tampilan desain, dan fitur-fitur yang menarik.
Abstract
This study aims to determine the knowledge, feelings, and actions of Generation Z about the i-Bagendit Digital Library. The scope of this study includes the attitudes of Generation Z using three indicators of Cognitive, Affective, and conative . The method used in this research is descriptive quantitative. The population in this study are members of the i-Bagendit Digital Library, amounting to 198 people, with a sample of 50 respondents including Generation Z active users of the i-Bagendit Digital Library. The data collection technique uses a digital questionnaire distributed online. The results of this study prove the existence of a positive attitude given by Generation Z users of the i-Bagendit Digital Library. In the cognitive aspect, the percentage figure is 61.7%, proving that Generation Z has sufficient knowledge about the i-Bagendit Digital Library. In the affective aspect, the percentage figure is 78%, proving that Generation Z has positive feelings about the i-Bagendit Digital Library. In the conative aspect, the percentage figure is 71.4%, proving that Generation Z has positive actions about the i-Bagendit Digital Library. In the future, it is hoped that the management of the i-Bagendit Digital Library can increase the quantity of digital collections, design displays, and interesting features.
Keywords:
perpustakaan digital
· generasi Z
· sikap pemustaka
· i-Bagendit
Introduction
Kemajuan teknologi sangat ber-kembang dengan sangat pesat pada era tahun 2000. Setiap hari manusia memanfaatkan teknologi di setiap kegiatannya agar pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih efektif dan efisien. Penggunaan teknologi ini mendorong adanya transformasi digital dari berbagai sektor kehidupan manusia, begitu pula dengan sektor perpustakaan yang merupakan a growing organism, dimana perpusta-kaan akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman agar dapat memenuhi kebutuhan para pemustakanya. Konsep ini diperkenalkan oleh Dr. Ranganathan yang mencetuskan lima hukum perpustakaan yang terdiri dari (1) Books are for use; (2) Every book its reader; (3) Every reader his book; (4) Save the time of the reader; dan (5) The library is a growing organism. Transformasi digital adalah sebuah perubahan cara penanganan sebuah pekerjaan dengan menggunakan teknologi informasi untuk mendapatkan efisiensi dan efektifitas (Danuri 2019). Transformasi digital yang terjadi memunculkan istilah baru dalam dunia perpustakaan, yaitu perpustakaan digital. Adanya per-pustakaan digital sendiri dikarena-kan adanya perubahan akan kebu-tuhan dari masyarakat pengguna perpustakaan yang turut berkem-bang seiring dengan zaman. I. Witten, Bainbridge, and Nichols (2010) menyatakan bahwa perpus-takaan digital adalah perpustakaan tanpa dinding (library without the wall) yang memberikan akses pada rujukan sumber informasi digital yang tidak terbatas pada satu lokasi saja. Sedangkan dalam The Digital Library Federation (1998) mendefinisikan perpustakaan digital seba-gai berikut : “Digital libraries are organizations that provide the resources, including the specialized staff, to select, structure, offer intelectual access to, interpret, distribute, preserve the integrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital works so that they are readily and econimically available for use by a defined community or set of communities” Perpustakaan Garut saat ini menjadi salah satu perpustakaan yang menyediakan informasi bagi masyarakat Garut. Perpustakaan ini berada dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Garut dan dikelola untuk memenuhi visi-misinya sebagai lembaga penyedia informasi. Perpustakaan Garut telah menyadari akan pentingnya informasi dalam bentuk digital adalah hal yang dibutuhkan untuk masyarakat di era teknologi ini. Oleh karena itu Perpustakaan Garut menyediakan layanan Perpustakaan Digital yang diberi nama i-Bagendit (Bacaan Generasi Digital). Kini dengan adanya aplikasi i-Bagendit, akses informasi menjadi sangat mudah dan cepat, mencari resep makanan, pengetahuan sains, pengetahuan umum ataupun lainnya bisa langsung lewat gawai sehingga masyarakat merasa tak perlu lagi datang ke perpustakaan hanya untuk mencari bahan bacaan, sumber referensi, dan sumber informasi. Aplikasi i-Bagendit adalah hasil dari kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut dengan Kubuku.id, penyedia jasa pembuatan perpustakaan digital yang berasal dari Yogyakarta. Dirilis ke publik pada tanggal 16 Maret 2020 di Playstore sebagai salah satu bentuk layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Garut agar masyarakat dapat mengakses informasi tanpa harus datang ke perpustakaan yang ditutup akibat adanya wabah covid. Pada saat ini penggunaan aplikasi iBagendit oleh masyarakat dapat dibilang cukup mendadak karena perilisannya yang tiba-tiba oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut. Hal ini tentunya akan menimbulkan reaksi atau respon berupa sikap dari masyarakat Garut akan kehadiran aplikasi perpustakaan i-Bagendit ini ditengah wabah covid yang sedang terjadi di Indonesia. Sikap sendiri merupakan karakteristik psikologis yang sangat penting pada pengguna perpustakaan (Muljono 2000). Dalam buku Attitudes, Personality, and Behavior (Ajzen 2005) dijelaskan bahwa sikap adalah “a disposition to respond favorably or unfavorably to an object, person, institution, or event” yang artinya sikap merupakan respon suka atau tidak sukanya seseorang terhadap suatu objek, orang lain, institusi, ataupun sebuah acara. Pemustaka akan bersikap sedemikian rupa tergantung dari kualitas yang diberikan oleh Perpustakaan. Sikap seseorang bersifat evaluatif sehingga dapat dijadikan bahan untuk mengetahui apakah suatu objek sudah dinilai bagus atau sebaliknya. Sikap dibagi menjadi tiga kategori respon, yaitu kognitif, afektif, dan konasi. Kognitif merupakan respon yang mencerminkan persepsi dan pikiran dari suatu objek, afektif merupakan respon yang mencerminkan perasaan dari suatu objek, dan konasi merupakan kecenderungan perilaku, niat, komitmen, dan tindakan sehubungan dengan suatu objek, yang dalam penelitian ini merupakan aplikasi i-Bagendit. Berdasar dari latar belakang tersebut di atas peneliti tertarik untuk mengkaji tentang sikap generasi Z terhadap program perpustakaan digital i-bagendit. Ada tiga aspek yang menjadi tujuan penelitian peneliti yakni untuk mengetahui aspek kognitif, afektif dan aspek konatif generasi Z terhadap program perpustakaan digital i-bagendit yang merupakan salah satu program perpustakaan Kabupaten Garut. Dalam penelitian teori yang digunakan adalah teori tindakan beralasan yang mengkaji tentang bagaimana memahami dan memprediksi perilaku. Selanjutnya menurut Icek Ajzen dan Martin Fishbein teori tindakan beralasan memiliki bebe-rapa sasumsi yakni : a) bahwa manusia pada umumnya melakukan sesuatu dengan cara-cara yang masuk akal, b) bahwa manusia mem-pertimbangkan semua informasi yang ada, dan c) bahwa secara eksplisit maupun implisit manusia memperhitungkan implikasi tindak-an mereka. Jadi secara sederhana teori tindakan beralasan menjelas-kan bagaimana seorang individu akan melakukan sebuah tindakan bila individu tersebut memiliki pandangan positif, dan bila ia percaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukannya. Kemudian sebagai pijakan dalam penelitian ini ada beberapa penelitian terdahulu yang kami kami yang relevan dengan penelitian yang kami lakukan. Adapun penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Penelitian pertama dilakukan oleh Rohilah Romadon R Tahun 2016 dari UNPAD melakukan pene-litian yang berjudul judul, “Sikap Pemustaka Terhadap Keberadaan Taman Bacaan Masjid Agung Cianjur”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, kesan, dan kecenderungan berperilaku pemustaka terhadap keberadaan Taman Bacaan Masjid Agung Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei. Dari hasil penelitian ditun-jukkan sikap pemustaka terhadap Taman Bacaan Masjid Agung Cianjur sudah cukup baik dimana rata-rata pemustaka sudah bisa memberikan kesan yang positif tentang TBMA, dan dilihat dari kecenderungan berperilaku pemustaka sudah sangat baik dalam memanfaatkan layanan yang diberi-kan Taman Baca Masjid Agung Cianjur. Penelitian kedua dilakukan oleh Ratih Puspandari pada tahun 2017 dari UNPAD berjudul “Sikap Mahasiswa Terhadap Keberadaan Informasi Mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menge-tahui sikap mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran terhadap informasi mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei dekskriptif. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa sikap mahasiswa Ilmu Perpustakaan dari ketiga aspek sikap masih tergolong dalam kategori rendah, yang berarti para mahasiswa belum sepenuhnya memahami dengan baik akan keberadaan informasi mengenai Mayarakat Ekonomi ASEAN. Penelitian ketiga dilakukan oleh Putri Aziza Desy Asriana tahun 2017, UNDIP dengan judul “Persepsi Pemustaka Terhadap Koleksi Digital Talking Book Di Perpustakaan Digital Pertuni DPD Jateng”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menge-tahui persepsi pemustaka terhadap koleksi digital talking book di perpustakaan digital pertuni DPD Jateng, sekaligus untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pemustaka tidak memanfaatkan koleksi digital talking book secara maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu persepsi pemustaka terhadap koleksi digital talking book cende-rung negatif sehingga mempenga-ruhi sikap pemustaka terhadap pemanfaatan koleksi tersebut. Menurut persepsi pemustaka, penelusuran informasi mengguna-kan digital talking book tidak membuat mereka nyaman karena beberapa kendala dalam teknis penggunaan. Mereka lebih senang menggunakan alat bantu berupa software JAWS Screen Reader, karena itu mereka lebih memilih menelusur informasi melalui internet. Kurang lengkapnya jumlah koleksi dari segi subyek, ditambah belum adanya katalog, membuat pemustaka kesulitan memperoleh koleksi yang mereka butuhkan. Kemudian sebagaimana yang telah dikemukakan di atas penelitian membahas tentang sikap generasi Z terhadap program digital. Adapun mengenai sikap banyak sekali pakar yang menjelaskan tentang penger-tian sikap, namun dari sekian puluh definisi sikap yang bisa diukur atau diterapkan dalam konteks penelitian adalah sikap yang mengartikian sebagai respon evaluative seperti yang diungkapkan oleh Eagly dan Chaiken (1993) dalam Schiffman & Wisenblit (2015) dijelaskan bahwa “an attitude is a learned predisposition to behave in a consistently favorable or unfavorable way toward a given object”. Walaupun banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh banyak ahli mengenai sikap, tetapi kebanyakan ahli setuju bahwa sikap bersifat evaluatif, bisa berupa pro atau kontra, suka atau tidak suka, dan setuju atau tidak setuju. Seperti yang dijelaskan dalam buku Attitudes and Attitude Change bahwa: An attitude represents an evaluative integration of cognitives and affectives experienced in relation to an object. Attitudes are the evaluative judgments that integrate and summarize these cognitive/affective reactions. These evaluative abstractions vary in strength, which in turn has implications for persistence, resistance, and attitude-behavior consistency (Crano and Prislin 2008). Berdasarkan definisi ini sikap berorientasi pada skema triadik (triadic scheme) yang beranggapan bahwa sikap adalah konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasa-kan, dan berperilaku terhadap suatu objek. Ketiga komponen ini membentuk sikap suatu individu. Mengenai pengertian generasi Z itu sendiri ada berbagai Batasan yang menyatakan diantaranya menyatakan yang disebvut generasi Z adalah orang yang lahir dalam rentang tahun setelah 1997 yang tumbuh dengan teknologi, internet, dan media sosial. Namun ada yang mengatakan juga generasi Z adalah orang yang lahir pada rentang tahun 1995 hingga 2010. Sedangkan mengenai pengertian perpustakaan digital secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan informasi yang terorganisir, koleksi objek digital yang terfokus, termasuk teks, video, dan audio, bersama dengan metode untuk akses dan pengambilan, dan untuk pemilihan, organisasi, dan pemeliharaan koleksi. (Lesk, 2005).
Method
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survey. Adapun yang dimaksud dengan metode deskriptif adalah suatu metode yang berupaya meme-cahkan atau menjawab permasalah-an yang dihadapi dalam situasi sekarang. Sedangkan menurut Yatim Riyanto dalam Yunus Winoto (2018) menyatkan bahwa penelitian des-kriptif adalah sebuah penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan ten-tang gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis, akurat mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Adapun mengenai penelitian survey itu sendiri menurut Fraenkel dan Norman dalam Yunus Winoto (2018) adalah penelitian yang mengguna-kan angket sebagai instrumen utamanya. Populasi dalam penelitian ini adalah para anggota Perpustakaan Digital i-Bagendit. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampel bersyarat atau purposive sampling. Ada beberapa syarat dalam pengambilan sampel ini yakni sebagai berikut : 1) Responden adalah merupakan kelahiran tahun 1995 ke atas 2) Telah mendownload aplikasi Perpustakaan i-Bagendit 3) Memiliki akun di aplikasi Perpustakaan iBagendit 4) Masih aktif menggunakan aplikasi Perpustakaan i-Bagendit Berdasarkan kriteria tersebut di atas dari hasil pengumpulan data selama rentang waktu 1 (satu) bulan diperoleh sampel sebanyak 50 orang responden. Mengenai variabel dalam penelitian ini adalah variabel sikap dengan tiga dimensi yakni aspek kognitif, afektif dan konatif. Untuk teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui angket, dengan didukung oleh hasil observasi, wawancara serta studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis datanya dilakukan melalui analisis statistika deskriptif yang berupa pemaparan hasil penelitian yang disajikan baik dalam bentuk tabel maupun diagram dan selanjutnya dianalisis.
Result & Discussion
Sebagaimana yang telah dipa-parkan di awal tulisan, penelitian ini mengkaji tentang sikap generasi Z terhadap program perpustakaan digital I-Bagendit. Adapun mengenai perpustakaan digital i-bagendit adalah sebuah program layanan perpustakaan digital yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut. Aplikasi ini merupakan hasil dari kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut dengan Kubuku.id, yakni sebuah penyedia jasa pem-buatan perpustakaan digital yang berasal dari Yogyakarta. Perpustakaan digital i-bagendit pertama kali dirilis ke publik yaitu pada tanggal 16 Maret 2020 di Playstore sebagai salah satu bentuk layanan yang diberikan oleh Perpus-takaan Kabupaten Garut agar masya-rakat dapat mengakses informasi tanpa harus datang ke perpustakaan karena sejak diumumkannya pandemic covid-19 perpustakaan Kabupaten Garut menutup layanan perpustakaannya. Adapun mengenai tampilan dari perpustakaan digital i-bagendit adalah sebagai berikut : Gambar 1 Logo i-Bagendit Sumber: Dokumentasi pribadi Apabila dilihat dari sejarahnya perpustakaan digital i-Bagendit sebenarnya merupakan salah satu program lama yang digagas oleh perpustaklaan Kabupaten Garut namun belum sempat dirilis ke masyarakat umum karena masih memerlukan beberapa penyempur-naan. Namun dengan adanya wabah penyakit corona yang mengakibat-kan ditutupnya layanan perpustaka-an Kabupaten Garut, maka pihak perpustakaan Kabupaten Garut mempercepat untuk membuka per-pustakaan digital i-bagendit. Gambar 2 : profil i-bagendit Sumber : dokumen Pribadi Mengenai koleksi yang dimiliki perpustakaan digital i-bagendit sekitar 27.000 buku digital dalam berbagai macam kategori. Adapun buku dan bahan bacaan yang terdapat di perpustakaan digital i-bagendit merupakan hasil kerjasama dengan beberapa penerbit. Kemudian mengenai fitur yang terdapat pada perpustakaan digital i-bagendit adalah sebagai berikut : 1) Library Fitur library merupakan fitur utama dalam i-Bagendit, dimana dalam fitur ini pemustaka dapat mencari buku dengan kategori yang diinginkan. Selain buku, pemustaka juga dapat mencari jurnal, majalah, dan prosiding. Namun, dalam aplikasi i-Bagendit belum ada data mengenai majalah dan prosiding. 2) News Fitur News berisikan kumpulan berita seputar perpustakaan, dinas perpustakaan, ataupun kegiatan mengenai literasi. 3) Bookshelf Bookshelf adalah fitur tempat dimana pemustaka menyimpan buku yang sedang dipinjam atau dibaca sehingga akan lebih mudah untuk ditemukan kembali. 4) Donation Fitur Donation merupakan fitur untuk memberikan sumbangan berupa buku untuk pemustaka sehingga buku tersebut dapat dibaca di aplikasi i-Bagendit. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejak awal Januari 2020 sampai dengan bulan Agustus 2020 dengan penyebaran angket secara online selama satu bulan dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 50 orang. Untuk pengolahan datanya dalam penelitian terdiri dari data responden dan data penelitian. Ada-pun untuk data responden meliputi usia, jenis kelamin, intensitas penggunaan i-bagendit dan alasannya. Sedangkan untuk data penelitian meliputi tiga aspek yakni aspek kognitif, afektif dan aspek konatif. Dari hasil pengolahan data responden terungkap bahwa dilihat dari usia responden sebagian besar berada pada usia antara 20-22 tahun yakni sebanyak 36 orang (72%), serta sebanyak 12% berusia antara 17-19 tahun dan yang berusia antara 23-25 tahun. Sedangkan sisanya yakni sekitar 4% berusia kurang dari 17 tahun. Apabila memperhatikan dari data tentang kategori kelompok generasi Z, maka responden dalam penelitian ini telah memenuhi syarat sebagai responden dalam penelitian. Untuk lebih jelasnya mengenai sebaran dari responden berdasarkan usia dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3; Usia Reponden Sumber : Hasil pengolahan data Dilihat dari jenis kelamin res-ponden terungkap bahwa sebagian besar (52%) responden atau seba-nyak 26 orang berjenis kelamin laki-laki serta sisanya sebanyak 24 orang lagi atau sekitar 48% berjenis kelamin perempuan. Sedangkan mengenai frekuensi dan intensitas dalam menggunakan perpustakaan digital i-bagendit berdasarkan hasil pengolahan data terungkap bahwa sebagian besar responden menggu-nakan layanan perpustakaan i-bagendit sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan intensitas pema-kaian kurang dari 30 menit. Mengenai alasan menggunakan perpustakaan ibagendit menurut sebagain besar responden adalah untuk referensi dalam pengerjaan tugas sekolah maupun tugas kuliah. Kemudian mengenai data hasil penelitian dari tigas aspek yang diteliti yakni aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif pengguna terhadap program perpustakaan digital ibagendit dapat dikemuka-kan sebagai berikut : Aspek kognitif adalah merupa-kan aspek yang berkaitan dengan pengetahuan responden tentang program perpustakaan i-digital. Ada sekitar 11 pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui aspek digital seperti pengetahuan responden ten-tang keakuratan informasi, aksesibi-litas, kecepatan, ketepatan, tampilan, kesesuaian informasi serta manffat perpustakaan dalam membantu tugas responden. Dari hasil pengo-lahan data secara keseluruhan ter-ungkap bahwa sebagian responden setuju dengan itemtem pertanyaan yang diajukan dalam pernyataan penelitian yang berkaitan dengan aspek pengetahuan. Salah satu data penelitian me-ngenai aspek kognitif yaitu tentang pengetahuan responden tentang keakuratan informasi. Berdasarkan hasil pengolahan data terungkap bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju, dengan jumlah responden sebesar 26 orang (52%), sementara itu sebagian kecil responden yang menyatakan tidak setuju dengan jumlah 5 orang (10%), kemudian sebagian kecil responden juga yang menyatakan sangat setuju dengan jumlah 8 orang (16%) ada pun responden yang menyatakan netral sebanyak 11 orang (22%), dan tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dikatakan mayoritas responden yaitu 26 orang (52%) dari total 50 orang (100%) responden menyatakan terbantu menemukan informasi yang akurat dengan menggunakan aplikasi i-Bagendit. Gambar 4 : Pengetahuan responden tentang Keakuratan informasi Sumber : data hasil pengolahan data Aspek kedua mengenai sikap pengguna terhadap program perpus-takaan digital ibagendit yaitu berkaitan dengan aspek afektif. Adapun mengenai aspek afektif ini adalah berkaitan dengan dengan perasaan suka, seneng responden tentang program perpusta-kaan digital i-bagendit. Dalam penelitian ada tiga pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui aspek afektif ini yaitu perasaan suka tentang perpustakaan digital, perasaan suka tentang koleksi dan layanan perpustakaan digital. Dari keselu-ruhan pernyataan tentang aspek kognitif sebagian besar responden memberikan respon positif terhadap pernyataan yang diajukan dalam penelitian. Salah satu pernyataan yang di-ajukan pada responden yaitu tentang kesukaan responden menggunakan perpustakaan digital i-bagendit. Ber-dasarkan hasil pengolahan data terungkap bahwa sebagian besar responden (58%) atau sebanyak 29 orang menyatakan setuju bahkan sebanyak 10 orang (20%) menyata-kan sangat setuju dan sebanyak 10 orang menyatakan netral serta sisanya sebanyak 1 orang (2%). Gambar 5 : Responden senang terhadap layanan perpustakaan i-Bagendit 2, 4% 2, 4% 18, 36% 14, 28% 14, 28% Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Sumber : Hasil pengolahan data Aspek ketiga dalam penelitin ini yaitu tentang aspek konatif. Ada-pun mengenai aspek konatif berkait-an dengan kecenderungan dalam berperilaku. Ada 3mpat pernyataan untuk mengukur aspek konatif ini yakni responden sering mengguna-kan perpustakana digital, responden menyarankan orang lain menggunakan perpustakaan digital, respon-den rutin menggunakan perpustakan digital serta responden mengguna-kan untuk mengerjakan tugas seko-lah dan kuliah. Dari hasil pengolahan data sebagian jawaban responden bersifat mendukung dengan semua pernyataan yang diajukan. Salah satu pernyataan yang diajukan tentang aspek kognitif yaitu tentang responden menyarankan orang lain menggunakan perpustakaan digital i-bagendit. Berdasarkan hasil pengolahan data terungkap bahwa sebanyak 24 orang (48%) menyatakan setuju bahkan sebanyak 12 orang (24%) menyatakan sangat setuju dan sisanya menya-takan netral dan tidak setuju. Dari data ini menggambarkan bahwa pemustaka memiliki tendensi peri-laku yang positif atau favorable terhadap perpustakaan digital IBagendit. Apabila merujuk pada teori tindakan beralasan dikemukakan bahwa komponen kognitif mencakup keyakinan, kepercayaan, persepsi, dan stereotip yang dimiliki suatu individu mengenai objek sikap. Sedangkan aspek afektif mencakup perasaan individu terhadap objek sikap, dimana aspek emosional yang biasanya berakar paling dalam seba-gai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin akan mengubah sikap suatu individu. Aspek ketiga ketiga yakni perilaku berisi tendensi atau kecenderungan untuk bertindak atau untuk bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu. Lahirnya aspek konatif yang berisi kecenderungan beripe-rilaku erat kaitannya dengan aspek-aspek sebelumnya, dalam artian jika kedua aspek kognitif dan afektif positif maka akan memperkuat pada aspek konatif dari responden. Gambar 6 : Responden menyarankan orang lain menggunakan perpustakaan digital i-bagendit 0, 0% 2, 4% 12, 24% 24, 48% 12, 24% Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Sumber : hasil pengolahan data Kemudian dari hasil pengo-lahan data berdasarkan kategorisasi dari ketiga aspek dapat dikemu-kakan hasil sebagai berikut : 1) Kategorisasi aspek kognitif ter-hadap 14 pernyataan dengan hasil skor ideal 3500 menun-jukkan skor aktual sebesar 2161 dengan persentase 61,7% berada dalam Kategori Sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki pengeta-huan yang cukup positif ter-hadap Perpustakaan Digital i-Bagendit, dibuktikan dengan skor yang didapatkan pada aspek kognitif; 2) Hasil kategorisasi aspek Afektif terhadap 3 pernyataan dengan skor ideal 750 menunjukkan skor aktual sebesar 585 dengan persentase 78% berada dalam kategori Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa respon-den memiliki perasaan yang positif ketika menggunakan perpustakaan digital i-Bagen-dit. Responden senang dan menyukai perpustakaan digital i-Bagendit;\ 3) Hasil kategorisasi aspek kona-tif terhadap 4 pernyataan de-ngan skor ideal 1000 menun-jukkan skor aktual sebesar 758 dengan persentase 71,4% be-rada dalam kategori Sedang. Hal ini dapat diartikan bahwa responden menyatakan akan bertindak dengan positif dalam menggunakan perpustakaan digital iBagendit; 4) Kemudian dari hasil kategori-sasi keseluruhan variabel tentang sika pada sekitar 21 pernyataan dengan skor ideal 5250 menunjukkan skor aktual sebesar 3504 dengan persen-tase 66,7% berada dalam kategori Sedang. Persentase tertinggi diraih oleh aspek afektif dengan persentase 78%. Hal ini bisa menggambarkan bahwa sikap pemustaka terha-dap perpustakaan digital i-Bagendit berada dalam kate-gori postif.
Conclusion
Berdasarkan hasil dari pene-litian dan pembahasan, maka dapat dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Aspek kognitif Generasi Z terha-dap program perpustakaan Digital i-Bagendit dapat terlihat bahwa responden memiliki pengetahuan positif, seperti Perpustakaan Digital i-Bagendit diakui dapat memberikan informasi yang akurat dan kredibel karena pemustaka dapat menemukan informasi yang dicarinya dengan sumber yang sudah terjamin; 2. Untuk aspek afektif Generasi Z tentang program Perpustakaan Digital i-Bagendit dapat terlihat bahwa responden memiliki perasaaan yang dinilai positif. Dalam aspek ini, Perpustakaan Digital i-Bagendit diakui memberikan perasaan senang dan suka kepada Perpustakaan karena dapat mempermudah pemustaka dan mempercepat pengerjaan tugas, dengan informasi yang kredibel dan sumber yang jelas; 3. Untuk aspek konatif Generasi Z tentang Perpustakaan Digital i-Bagendit dapat terlihat bahwa responden memiliki tindakan yang dinilai positif seperti akan terus menggunakan Perpustakaan Digital iBagendit dan mengajak teman untuk menggunakan Perpustakaan Digital iBagendit tercermin dari pernyataan pemustaka mengenai perpustakaan digital IBagendit.