Kembali
16
1
2019 ACARYA PUSTAKA: Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi Vol 6 · 2 ISSN 2443-0293

PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACA MAHASISWA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan dan minat baca pengunjung Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Hal ini dilakukan mengingat mahasiswa Undiksha belum memanfaatkan secara optimal keberadaan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber belajar. Sumber kajian mempergunakan mahasiswa sebagai sampel yang mengunjungi dan memanfaatkan Perpustakaan Undiksha. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya ditemukan, bahwa sebagian besar mahasiswa mengunjungi dan melakukan peminjaman buku minimal satu kali dalam satu minggu, bahan bacaan yang disediakan belum dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian besar pengunjung, strategi pemanfatan bahan bacaan sebagian besar dengan membaca secara selektif sesuai materi yang diperlukan, dan mahasiswa secara keseluruhan belum memiliki minat baca yang optimal terhadap bahan bacaan yang disediakan oleh perpustakaan.

Abstract

This article aims to find out and describe the use of libraries and reading interest in visitors to the Ganesha Educational University Library (Undiksha). This is done because Undiksha students have not optimally utilized the existence of the library as a source of information and learning resources. The study source uses students as samples who visit and utilize the Undiksha Library. Data were collected using a questionnaire and analyzed using descriptive qualitative analysis. The results found that most students visit and borrow books at least once a week, the reading material provided has not been used optimally by most visitors, the strategy of using reading material mostly by reading selectively according to the material needed, and students by overall do not have an optimal reading interest in the reading material provided by the library.
Keywords: Manfaat perpustakaan · minat baca · pengunjung perpustakaan

Introduction

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat yang cerdas dan berkualitas, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat sangat dibutuhkan keberadaannya. Hal ini mengingat perpustakaan merupakan bagian yang integral dalam dunia pendidikan. UU No.20tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa “Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat”. Salah satu lembaga atau bagian yang memfasilitasi pendidikan adalah perpustakaan. Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa perpustakaan merupakan wahana sarana dan prasarana pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan dianggap memenuhi standar nasional bilamana memiliki perpustakaan seperti dipersyaratkan. UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaandinyatakan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi pendidikan, pelestarian, penelitian, informasi, dan rekreasi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis prpustakaan yang melayani civitas akademika perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsure penunjang utama di perguruan tinggi yang bersama dengan unit-unit lain berperan serta dalam tercapainya visi dan misi perguruan tinggi. Basuki (1994) mengemukakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di bwah pengawasan dan dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Keberadaan perpustakaan perguruan tinggi amat penting bagi kehidupan kampus. Perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi. Sebagai unsure penunjang perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misinya, perpustakaan memiliki fungsi edukasi, informasi, riset, publikasi, deposit dan interprestasi (Dikti, 2004). Adapun tugas yang diemban perpustakaan perguruan tinggi, antara lain: (1) melaksanakan pemilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pemakai yaitu mahasiswa atau pengajar dan pihak lain yang membutuhkan informasi, (2) mengolah bahan pustaka yang tersedia sehingga dengan mudah dapat dipergunakan oleh pemakai, (3) menyelenggarakan peminjaman bahan pustaka dengan cara efisien, (4) membantu pemakai untuk memanfaatkan bahan pustaka dalam bentuk bimbingan penggunaan perpustakaan, dan (5) menyelenggarakan kerjasama antar perpustakaan dengan memanfaatkan system jaringan yang ada dalam rangka meluaskan cakupan koleksi dan pelayanan informasi masing-masing perpustakaan (Basuki, 1994). Kondisi perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia secara umum cukup memprihatinkan. Kondisi ini meliputi isi perpustakaan (materi/bahan pustaka), tempat, pelayanan dan Pengelolaan. Kondisi ini juga dialami oleh Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Sudiana (2005) menyatakan bahwa mahasiswa Undiksha sering mengeluh karena kurangnya buku-buku, kurangnya ragam dan jumlah koleksi dan Pengelolaan yang belum optimal. Hasil penelitian Gosong, dkk (2002) tentang pemanfaatan Perpustakaan Program Pascasarjana Undiksha menunjukkan kondisi perpustakaan yang belum memadai, baik dari segi isi luas ruang, jumlah dan ragam koleksi, serta pelayanan. Berdasarkan hasi studi di lapangan ditemukan Perpustakaan Undiksha sampai dengan bulan Desember 2016 menyediakan koleksi sebanyak 30.194 judul dan 83.626 eks bahan pustaka, dengan jumlah pemakai potensial sebanyak 8.266 orang ( mahasiswa: 7.678, dosen: 378, pegawai : 210). Jumlah anggota perpustakaan yang terdaftar tahun 2018 sebanyak 3080 orang (mahasiswa : 3000, dosen : 76, pegawai : 4). Selain itu, berdasarkan laporan statistic perpustakaan tahun 2006/2007, jumlah pengunjung mahasiswa rata-rata per bulan sebanyak 3500 orang (45,58%), dengan jumlah peminjam buku rata-rata per bulan sebanyak 2500 orang (32,56%) dan buku-buku yang dipinjam rata-rata per bulan sebanyak 4000 eks buku. Bertitik tolak dari gambaran kondisi di atas, diasumsikan fasilitas (bahan pustaka dan jasa layanan) yang disediakan oleh Perpustakaan Undiksha belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai pusat sumber belajar dan pusat sumber informasi. Berdasarkan hal itu maka, permasalahannya yaitu bagamanakah pemanfaatan Perpustakaan Universitas Pendidikan Gnaesha oleh mahasiswa sebagai sumber belajar, dan bagaimanakah minat baca mahasiswa pengunjung Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha? Sedangkan, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan Perpustakaan Universitas Pendidikan Gnaesha oleh mahasiswa sebagai sumber belajar, dan untuk mendeskripsikan minat baca mahasiswa pengunjung Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha. A.Pemanfaatan Perpustakaan Undiksha Perpustakaan merupakan salah satu bentuk organisasi sumber belajar, yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai (dosen, guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat) dalam upaya mengembangkan kemampuan dan kecakapannya. Perpustakaan dapat dimanfaatkan pada bidang pendidikan, penelitian, informasi dan rekreasi. Dengan memanfaatkan perpustakaan akan dapat diperoleh data atau informasi untuk memecahkan berbagai masalah, kebijakankebijakan berbagai hal yang sangat penting untuk keperluan belajar (Wiryokusumo, 1989). Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan mempunyai arti sebagai pusat sumber belajar dan pusat sumber informasi bagi para pemakainya. Sesuai konsep pendidikan modern, perpustakaan yang terintegrasi dalam proses pembelajaran akan mendudukkan sebagai jantung bagi setiap lembaga pendidikan. Pada perguruan tinggi, tugas dosen di ruang kuliah hanyalah menunjukkan bahan bacaan yang perlu dibaca mahasiswa sambil memberikan ulasan singkat pada bahan bacaan tersebut. Selanjutnya, proses belajar yang sesungguhnya terjadi di perpustakaan, ketika para mahasiswa membaca bahan bacaan yang ditunjukkan oleh dosennya. Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai salah satu unsur penunjang Undiksha di bidang perpustakaan yang bersama dengan unit lain berperan serta mensukseskan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, berfungsi sebagai pusat pendidikan, pusat sumber informasi, pusat penelitian dan pusat rekresai. Adapun tugas yang dilaksanakan yaitu mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat koleksi, memberi layanan dan melaksanakan administrasi perpustakaan. Tugas-tugas tersebut dilakukan dengan tata cara administrasi dan organisasi yang berlaku bagi penyelenggaraan sebuah perpustakaan perguruan tinggi. Dalam tulisan ini aspek perilaku mahasiswa (pemustaka) yang dipakai sebagai indicator dalam menilai tingkat pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa Undiksha, antara lain: (1) jumlah kunjungan mahasiswa ke Perpustakaan Undiksha, (2) tema (bidang ilmu) bahan bacaan yang dibaca (dimanfaatkan), (3) pola (startegi) pemanfaatan bahan bacaan, dan (4) jumlah pemakai (mahasiswa) melakukan transaksi peminjaman buku-buku di Perpustakaan Undiksha. B.Minat Baca Minat baca diartikan sebagai suatu keinginan kuat yang disertai dengan usaha-usaha seseorang atau masyarakat untuk membaca. Minat baca yang tinggi dapat ditunjukkan oleh kesediaannya untuk mendapatkan bahan bacaan dan kemudian membacanya atas dasar keinginan sendiri. Minat baca yang kuat akan menjadikan membaca sebagai suatu kekuatan dan sekaligus merupakan suatu kebutuhan hidup. Itu artinya, bahwa kegiatan membaca merupakan kebutuan vital dan fundamental yang tidak bisa dipisahkan dari tuntutan dan kehidupan manusia. Minat baca seseorang bilamana dikaji dan dianalisis lebih mendalam dipengaruhi oleh factor internal dan faktir eksternal. Faktor internal artinya bahwa minat baca seseorang muncul dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain, hal ini disebabkan dengan membaca akan dapat mengembangkan atau meningkatkan intelektual, sikap dan perilakunya. Orang yang mempunyai minat baca yang tinggi mempunyai cirri-ciri, antara lain senang membaca, senang melakukan kegiatan tulis menulis dan senang mengadakan observasi dan lain sebagainya. Sedangkan, factor eksternal artinya minat baca seseorang dipengaruhi oleh factor luar, antara lain factor ekonomi, social budaya, letak geografis, media elektronik, status social, mahalnya bahan bacaan, dan kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya membaca dalam kehidupan manusia. Minat baca di kalangan mahasiswa masih tergolong rendah. Kegiatan membaca bahan bacaan rupanya masih dipandang sebagai beban yang cukup berat oleh kebanyakan mahasiswa. Selain itu, keberadaan perpustakaan kampus sebagai pusat sumber informasi dan pusat sumber belajar belum dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang kelancaran studinya. Menurut Zen (1984), menduga berbagai kemungkinan dosen dan mahasiswa tidak memanfaatkan perpustakaan, antara lain: (1) adanya kecenderungan kuat pada diri dosen untuk menganggap kegiatan mengajar dengan system ceramah sebagai kegiatan primer (utama), (2) adanya kecenderungan dosen mencatumkan daftar bahan bacaan wajib dan bahan anjuran sebagai “proforma”, karena tidak pernah materi ujian yang menyangkut bahan bacaan tersebut, (3) adanya kecenderungan dosen dalam memberikan kuliah berpegang pada bahan-bahan perkuliahan yang tidakmengalami perbaikan atau perubahan baik structural maupun substantive, (4) rendahnya taraf kegairahan mahasiswa membaca bahan bacaan ilmiah, (5) adanya kecenderungan yang kuat pada diri mahasiswa di dalam belajar hanya semata-mata untuk lulus kuliah, (6) kualitas dan kuantitas perpustakaan yang masih terbatas baik dari segi perkembangan ilmu dan pengetahuan, (7) tidak cukup dana dan sarana untuk pengembangan perpustakaan, dan (8) birokratisme yang menghalangi layanan perpustakaan. Dalam tulisan ini, aspek kecenderungan perilaku mahasiswa yang dipergunakan sebagai indicator dalam menilai minat (keinginan) membaca mahasiswa adalah sebagai berikut: (1) perhatian mahasiswa terhadap bahan bacaan, (2) kesukaan/kegemaran mahasiswa membaca bahan bacaan, (3) penilaian dari mahasiswa terhadap bahan bacaan, dan (4) melakukan pilihan atau seleksi terhadap bahan bacaan yang akan dibaca atau dimanfaatkan.

Result & Discussion

Pada bagian ini disajikan tentang pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa sebagai pengunjung Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan minat baca mahasiswa Undiksha pada Tahun 2016. A.Pemanfaatan Perpustakaan Pemanfaatan Perpustakaan Undiksha dapat dilihat dari jumlah kunjungan, jumlah transaksi peminjaman buku, tema-tema bahan bacaan dan strategi (pola) mahasiswa dalam memanfaatkan bahan bacaan yang disediakan oleh perpustakaan. 1) Jumlah Kunjungan Berdasarkan pada hasil angket (kuesioner) yang disebar untuk responden, ditemukan hasil berkaitan dengan tingkat kunjungan mahasiswa ke Perpustakaan Undiksha, yaitu sebanyak 15,84% mahasiswa berkunjung sebanyak empat kali dalam seminggu, sebanyak 23,75% mahasiswa berkunjung sebanyak tiga kali dalam seminggu, 34,31% mahasiswa berkunjung sebanyak dua kali dalam seminggu, 16,72% mahasiswa berkunjung sebanyak satu kali dalam seminggu dan sebanyak 9,38% jarang mengunjungi perpustakaan. Dengan demikian, sebagian besar (90,62%) mahasiswa sebagai responden kajian mengunjungi perpustakaan minimal sebanyak satu kali dalam seminggu. 2) Jumlah Transaksi Peminjaman Buku Berdasarkan hasil angket ditemukan hasil yaitu 21,11% mahasiswa melakukan transasksi peminjaman buku sebanyak empat kali dalam seminggu, sebanyak 28,45% mahasiswa melakukan transasksi peminjaman buku sebanyak tiga kali dalam seminggu, 27,86% mahasiswa mengadakan transaksi peminjaman buku sebanyak dua kali dalam seminggu, kemudian sebanyak 7,33% mahasiswa melakukan transaksi peminjaman buku sebanyak satu kali dalam seminggu, dan 15,25% mahasiswa jarang mengadakan transaksi peminjaman buku. Itu berarti sebagian besar (84,75%) mahasiswa melakukan transaksi peminjaman buku minimal sebanyak satu kali dalam seminggu. 3) Tema Bahan Bacaan Berdasarkan pada hasil angket ditemukan hasilnya yaitu sebanyak 20,53% mahasiswa memanfaatkan bahan bacaan bertema ilmu-ilmu sains, sebanyak 18,48 mahasiswa memanfaatkan bahan bacaan bertema karya umum, kemudian sebanyak 17,60% mahasiswa memanfaatkan bahan bacaan bertemakan ilmu-ilmu social, sebanyak 12,90% bertemakan bahasa, sebanyak 7,62% bahan bacaan bertemakan kesenian dan olahraga, sebanyak 7,33% bertemakan kesusasteraan, dan sebanyak 5,28% bertemakan filsafat dan psikologi. Selanjutnya, sebanyak 4,69% bahan bacaan bertemakan sejarah dan geografi, sebanyak 4,11% bahan bacaan bertemakan ilmu-ilmu terapan, dan sebanyak 1,47% mahasiswa memanfaatkan bahan bacaan bertemakan agama. 4) Pola (Strategi) Pemanfaatan Bahan Bacaan Berdasarkan hasil angket yang disebar ditemukan hasil yaitu 73,31 mahasiswa dalam memanfaatkan bahan bacaan dengan pola atau teknik membaca secara selektif sesuai dengan materi yang dibutuhkan, sebanyak 9,09% mahasiswa dengan membaca secara keseluruhan semua bahan bacaan yang akan dipinjam, sebanyak 6,45% mahasiswa secara langsung mempelajari bahan bacaan yang didapatkannya, dan 5,27% secepatnya mengkaji bahan bacaan yang diperolehnya. B. Minat Baca Mahasiswa Undiksha Minat baca mahasiswa Undiksha sebagai pemustaka utama di Perpustakaan Undiksha ditunjukkan dengan kecenderungan yang dinyatakan dalam bentuk perilaku memperhatikan, menilai, memilih dan melakukan kegiatan membaca dengan perasaan senang. Berdasarkan pada hasil angket yang disebar kepada mahasiswa Undiksha didapatkan hasil yaitu sebanyak 46,33% mahasiswa sering memiliki kecenderungan yang dinyatakan dalam bentuk perilaku memperhatikan bahan bacaan, 38,42% kadang-kadang memperhatikan bahan bacaan, 9,38% sangat sering, 5,57% jarang dan 0,29% tidak pernah memiliki kecenderungan memperhatikan bahaan bacaan yang tersedia di Perpustakaan Undiksha. Selanjutnya, berkaitan dengan perilaku menilai, berdasarkan pada hasil angket ditemukan hasilnya yaitu 6,74% mahasiswa sangat sering menilai bahan bacaan yang ada di Perpustakaan Undiksha, sebanyak 7,04% tidak pernah, 2,02% jarang. Selanjutnya sebanyak 29,03% sering dan 45,16% kadang-kadang mahasiswa menilai bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan. Berkaitan dengan perilaku memilih dan menyeleksi bahan bacaan yang tersedia, ditemukan hasil angket yaitu sebanyak 52,49 sering, 23,46% kadang-kadang, 17,30% sangat sering, 4,40% jarang dan sebanyak 2,35% tidak pernah mahasiswa melakukan pemilihan dan seleksi terhadap bahan bacaan yang akan dibacanya. Kemudian, berhubungan dengan perilaku membaca bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan, berdasarkan hasil angket ditemukan bahwa sebanyak 55,43% sering, 29,33% kadang-kadang, 12,02% sangat sering, 2,93% jarang dan sebanyak 0,29% tidak pernah mahasiswa memiliki kecenderungan yang dinyatakan dengan perilaku melakukan kegiatan membaca dengan perasaan senang. Hasil kajian ditemukan sebagian besar (90,62%) mahasiswa berkunjung ke perpustakaan minimal sebanyak satu kali dalam seminggu. Tingkat transaksi peminjaman buku ditemukan sebagian besar (85,75%) mahasiswa melakukan transaksi sebanyak satu kali dalam seminggu. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa sebagai pemustaka utama Perpustakaan Undiksha telah memiliki keinginan untuk memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan. Walaupun begitu, upaya untuk meningkatkan kunjungan dan peminjaman buku oleh mahasiswa terus dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai langkah yang apreatif dan variatif sehingga keinginan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan pusat sumber informasi dapat terwujud. Berkaitan dengan tema bahan bacaan yang dimanfaatkan oleh mahasiswa ketika berkunjung ke Perpustakaan Undksha ditemukan hasil belum semua bahan bacaan dimanfaatkan secara optimal. Kurang optimalnya pemanfaatan tema-tema bahan bacaan bersumber dari belum sepenuhnya terpenuhi kebutuhan dan permintaan mahasiswa sebagai pengunjung utama Perpustakaan Undiksha. Dikti (2004) menjelaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi dalam pengembangan bahan bacaan sebenarnya didasari pada asas kerelavanan, berorientasi pada kepentingan pemakai, kelengkapan, kemutakhiran dan kerjasama dengan semua pihak yang terkait dan berkepentingan dalam pengadaan bahan bacaan. Adapun ragam atau jenis bahan bacaan yang selayaknya disediakan oleh perpustakaan perguruan tinggi, antara lain koleksi bahan rujukan, bahan ajar, bahan wajib, bahan penunjang dan pengayaan, terbitan berkala, terbitan pemerintah, bahan karya ilmiah dan bahan audio-visual. Strategi (pola) dalam memanfaatkan bahan bacaan oleh mahasiswa hasil kajian ditemukan bahwa sebagian besar (73,31%) mahasiswa melalukan strategi dengan membaca secara selektif sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki upaya untuk menyeleksi, memilih secara cermat bahan bacaan yang diperlukan. Berkaitan dengan minat baca ditemukan hasil bahwa secara keseluruhan minat baca mahasiswa Undiksha belum optimal, karena masih ada responden (mahasiswa) kurang memiliki perilaku memperhatikan/mengamati sebanyak 44,29%, memilih dan menyeleksi sebanyak 30,12% dan kesukaan membaca sebanyak 32,55%. Sedangkan minat baca mahasiswa untuk melakukan penilaian terhadap bahan bacaan ditemukan hasil sebanyak 64,23% mahasiswa belum memiliki kemampuan menilai bahan bacaan yang akan dimanfaatkan tersedia di Perpustakaan Undiksha. Dalam konteks ini sangat penting adanya sosialisasi kepada mahasiswa tentang kondisi bahan bacaan yang ada, baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bahan bacaan yang akan dimanfaatkan.

Conclusion

Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan hasil kajian, dapat ditarik beberapa simpulan yaitu sebagai berikut. 1) Sebagian besar (90,62%) mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan Undiksha sebanyak satu kali dalam seminggu, sebagian besar (85,75%) mahasiswa mengadakan transaksi peminjaman buku minimal satu kali dalam seminggu. Selanjutnya, tema-tema bahan bacaan yang disediakan belum secara optimal dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pola atau strategi dalam memanfaatkan bahan bacaan sebagian besar dengan membaca secara selektif sesuai materi yang dibutuhkan. 2) Mahasiswa sebagai pemakai utama di Perpustakaan Undiksha secara kseluruhan belum memiliki minat baca yang optimal terhadap bahan bacaan yang telah disediakan oleh perpustakaa. Saran Adapun saran yang disampaikan yaitu sebagai berikut. 1) Perlunya diintensifkan pemberian tugas-tugas dari dosen agar mahasiswa memiliki keinginan berkunjung ke perpustakaan 2) Perluanya dilakukan langkah terobosan dalam pengadaan bahan pustaka yang sesuai dengan kepentingan pemustaka 3) Perlunya diadakan sosialisasi secara berkelanjutan kepada mahasiswa tentang pentingnya memanfaatkan perpustakaan