Kembali
16
1
2024 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 20 · 2 ISSN 2477-0361

Analisis bibliometrik perkembangan publikasi authentic assessment pada database scopus 1991 - 2023

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Pendahuluan. Penerapan authentic assessment masih terhambat oleh kurangnya pemahaman guru dan instrumen penilaian yang sesuai, mengakibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa tak terukur secara seimbang. Tujuan studi ini adalah memetakan perkembangan authentic assessment dari tahun ke tahun menggunakan analisis bibliometrik. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dengan kata kunci “authentic assessment.” Data analisis. Data terdiri atas 1.140 dokumen terpilih dari database Scopus yang terbit tahun 1991 – 2023. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak R-Package dari Program R. Hasil dan Pembahasan. Publikasi mengenai authentic assessment mengalami peningkatan yang fluktuatif dari 1991 – 2020, namun mulai mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2021– 2023. Negara, lembaga, kutipan, afiliasi, dan kolaborasi antar lembaga memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan publikasi authentic assessment. Topik penelitian yang sedang tren saat ini adalah "assessment authentic learning," sementara peluang penelitian di masa depan terfokus pada topik "evaluation" dan "leadership century." Kesimpulan dan Saran. Studi bibliometrik ini mengungkapkan tren publikasi terkait authentic assessment dalam database Scopus dari tahun 1991 hingga 2020, dengan penurunan signifikan pada periode 2021-2023. Negara USA, Deakin University dan Messick, Gikandi JW, Darling memiliki pengaruh besar dalam dalam penelitian authentic assesment. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak database untuk gambaran yang lebih komprehensif dan mendalam.

Abstract

Introduction. Authentic assessment implementation faces challenges due to teachers' limited understanding and the absence of suitable assessment tools, leading to an unfair evaluation of students' cognitive, affective, and psychomotor skills. This study aims to trace the evolution of authentic assessment. Research Methodology. This research employs bibliometric analysis with the keyword "authentic assessment". Data Analysis. The data consists of 1,140 selected documents from the Scopus Database published between 1991 and 2023. Data analysis utilized the R-Package software from the R Program. Results and Discussion. Publications on authentic assessment displayed varying growth from 1991 to 2020, followed by a significant decline from 2021 to 2023. Nationalities, institutions, citations, affiliations, and interinstitutional collaborations significantly influence authentic assessment publication trends. Currently, "assessment authentic learning" is a trending research topic, while future opportunities focus on “evaluation” AND “leadership century.” Conclusion and Recommendations. This bibliometric study reveals a trend in publications related to authentic assessment.The USA, Deakin University and Messick, Gikandi JW, Darling have had a major influence on authentic assessment research. Future research should involve other databases for a more comprehensive and in-depth results.
Keywords: bibliometric · authentic assessment · scopus

Introduction

A. PENDAHULUAN Penilaian autentik (authentic assessment) di era pendidikan modern semakin mendapat perhatian guna dijadikan alternatif yang lebih holistik dibandingkan penilaian tradisional. Proses penilaian autentik yang berjalan di Indonesia sejauh ini hanya terfokus pada aspek kognitif, sehingga mengesampingkan aspek non-kognitif peserta didik (Harahap et al., 2023). Pada tahun 2020, pemerintah Indonesia mengembangkan skema penilaian pendidikan baru yang dikenal dengan Asesmen Nasional (AN) (Hasibuan, 2021). Sejak tahun itu, Ujian Nasional (UN) ditiadakan karena dianggap hanya mampu mengevaluasi aspek kognitif siswa, sedangkan AN dianggap sebagai sistem evaluasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Pohan, 2017). AN juga dapat memberikan gambaran yang lebih realistis tentang kualitas pendidikan di Indonesia dan diharapkan mampu mengukur kompetensi literasi dan numerisasi, serta karakter peserta didik dan kualitas lingkungan belajar (Pusmendik, 2021). Solusi tersebut, diharapkan dapat memastikan bahwa Asesmen Nasional tetap selaras dengan prinsip-prinsip penilaian autentik. Sebagaimana dikatakan oleh Rukmini & Saputri (2017) bahwa indikator dan fokus authentic assessment adalah untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara seimbang. Penilaian autentik saat ini menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan kompetensinya yang telah dikontekstualisasikan dengan kehidupan dan kebutuhan dunia nyata (Sani, 2016; Nursalita, 2023; Sukmawati et al., 2023), mendorong pembelajaran yang bermakna (Ayu, 2020a), mengembangkan keterampilan dan karakter peserta didik secara seimbang (Nilasari, 2018), sehingga tidak terfokus pada penilaian pengetahuan faktual secara khusus, melainkan lebih menitikberatkan pada kemampuan individu untuk mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan proses yang relevan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari (Kunandar, 2014). Secara umum, karakteristik authentic assessment dapat dikategorikan ke dalam tiga bagian. Pertama, penilaian harus berbasis pada hasil kinerja peserta didik yang kompleks secara kognitif dan bersifat realistis. Kedua, siswa harus mampu mengargumentasikan jawaban, produk, ataupun hasil yang mereka hasilkan serta dapat bekerjasama dengan kelompoknya. Ketiga, penilaian harus bersifat formatif, dapat diketahui kriteria penilaian, serta indikatorindikator yang akan dinilainya (Sutadji et al., 2021). Selain itu, authentic assessment memiliki relevansi yang erat terhadap pendekatan saintifik dalam pembelajaran siswa. Hal ini dikarenakan authentic assessment mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa, baik dalam rangka mengamati, menalar, mencoba, dan berbagai aspek kompetensi siswa lainnya (Sabri et al., 2019). Authentic assessment pada dasarnya merupakan sistem penilaian yang berlaku di Indonesia sejak tahun 2013 seiring dengan berlakunya Kurikulum 2013 (Suyanto, 2017). Pemerintah telah membuat beberapa kebijakan dalam rangka mengimplementasikan prinsip authentic assessment yang saat ini juga diadopsi dalam sistem evaluasi pendidikan Indonesia sebagaimana yang berlaku dalam Kurikulum Merdeka (Retnawati, 2016). Implikasi dari authentic assessment mengalami banyak tantangan dikarenakan banyak guru yang hanya memahami secara konsep dan teori tapi tidak dapat mengimplementasikannya sesuai dengan kebutuhan '(Saputra et al., 2019). Penelitian oleh Atmazaki (2018) menjelaskan bahwa sebagian guru bahasa Indonesia di Sumatera mengakui bahwa authentic assessment lebih cocok untuk penilaian kompetensi siswa secara seimbang, tapi para guru belum akrab dengan sistem penilaian tersebut sehingga aspek keterampilan tidak dapat dinilai secara akurat. Hal serupa juga dijelaskan oleh Calista (2019) yang melakukan penelitian di MI Negeri 1 Yogyakarta bahwa guru tidak menilai aspek sikap dan keterampilan karena tidak adanya instrumen penilaian yang menjadi acuan selama proses pembelajaran. Penilaian yang dilaksanakan masih terfokus pada aspek kognitif. Begitupun juga dalam penelitian Tiyas (2020) yang menemukan hasil bahwa di SD Ta'mirul Islam Laweyan Surakarta juga telah menerapkan authentic assessment sesuai dengan panduan kurikulum, namun dalam pelaksanaannya belum semua diimplementasikan. Beberapa temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan authentic assessment masih belum maksimal karena kurangnya pemahaman guru dan instrumen yang bisa dijadikan sebagai acuan penilaian sehingga pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa tidak dapat dinilai secara seimbang. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memetakan perkembangan penelitian tentang authentic assessment dari tahun ke tahun sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam implementasi maupun modifikasi authentic assessment '(Saputra et al., 2019). Sumber referensi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam melakukan sosialisasi dan pelatihan penerapan authentic assessment yang dikembangkan kepada seluruh guru sehingga guru dapat memahami secara utuh baik perencanaan, perancangan, maupun pelaksanaan authentic assessment selama proses pembelajaran ''''''(Saputri et al., 2019'; Fauzi, 2020; 'Putri et al., 2021). Pemahaman yang mendalam terkait authentic assessment diperlukan untuk memperkaya publikasi tentang authentic assessment sehingga menciptakan ide holistik yang akan bermanfaat bagi siswa secara individu maupun masyarakat luas' (McArthur, 2023). Berdasarkan hasil beberapa penelitian, sejauh ini laporan publikasi ilmiah seperti artikel jurnal maupun konferensi yang menginformasikan perkembangan penelitian mengenai authentic assessment dari tahun ke tahun masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan kajian authentic assessment dari tahun ke tahun menggunakan analisis bibliometrik. Secara keseluruhan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan laporan bibliometrik dan bibliografi sehingga dapat memetakan dan memvisualisasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan authentic assessment dari tahun 1991 - 2023. Oleh karena itu penelitian ini akan menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana memetakan tren publikasi, sitasi, negara, institusi, dan penulis mana yang paling produktif dan berpengaruh tentang authentic assessment dari tahun ke tahun di database Scopus? Penelitian ini penting dilakukan karena hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan model authentic assessment yang berkelanjutan sehingga bermanfaat dan membantu guru dalam memahami authentic assessment baik secara teori maupun praktik. Adanya bekal tersebut diharapkan dapat meminimalisir hambatan terhadap pelaksanaan authentic assessment secara keseluruhan sehingga kompetensi peserta didik dapat terpantau dan dikembangkan secara seimbang B. TINJAUAN PUSTAKA 1. Bibliometric Analysis Studies Analisis bibliometrik adalah pendekatan metodologis untuk memeriksa dan menganalisis data ilmiah dalam jumlah besar untuk menunjukkan status tren penelitian yang muncul (Aria & Cuccurullo, 2017). Analisis bibliometrik dapat mendukung peneliti untuk mendapatkan satu ukuran yang jarang ditemukan, mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan, memposisikan kontribusi yang diinginkan di lapangan, dan memeroleh ide-ide baru untuk penelitian –(Donthu et al., 2021). Peneliti juga dapat mengidentifikasi pola publikasi dan struktur intelektual di berbagai bidang atau area yang diteliti (Baker et al., 2020). Analisis bibliometrik juga dapat digunakan untuk menemukan tingkat produktivitas penelitian dan penulisan karya ilmiah baik secara tunggal maupun kelompok (Lund, 2019). Selain itu, analisis bibliometrik dapat menganalisis data secara global serta tidak terbatas ruang dan waktu maupun bahasa (Roziqin et al., 2022). Penggunaan analisis bibliometrik memungkinkan peneliti memperoleh data penelitian yang signifikan dan tidak terbatas. Penelitian bibliometrik juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pengambilan keputusan akademik dan manajemen sumber daya penelitian di berbagai ilmu. Analisis bibliometrik membantu menghasilkan data-data yang menarik dan mudah dipahami melalui proses visualisasi dan pemetaan dalam bentuk diagram, tabel, dan gambar visualisasi. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tren penelitian, pola publikasi, dan struktur intelektual dalam bidang ilmu tertentu (Widuri et al., 2022). Data-data ini memungkinkan pengambil keputusan untuk mengidentifikasi potensi penelitian yang signifikan, merencanakan alokasi sumber daya dengan lebih efisien, serta memahami kontribusi penelitian yang diinginkan di lapangan (Wedhatama et al., 2021). Penelitian bibliometrik bukan hanya berfungsi sebagai alat analisis data ilmiah, tetapi juga sebagai panduan penting dalam strategi pengembangan penelitian dan pengambilan keputusan akademik 2. Authentic Assessment Authentic assessment adalah pendekatan penilaian yang bertujuan untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa dalam konteks situasi dunia nyata atau situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari (Mueller, 2018). Metode ini menekankan penggunaan tugas dan proyek yang memiliki relevansi dan keautentikan dengan konten pelajaran, bukan hanya mengandalkan tes pilihan ganda atau ujian tertulis (Nurfidah et al., 2022). Authentic assessment membantu guru untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks praktis, serta mempromosikan pemahaman yang lebih dalam dan penerapan pengetahuan yang berkelanjutan (Winaryati et al., 2022). Pendekatan ini memungkinkan guru untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang kemampuan siswa (Atmazaki, 2018) dan memberikan umpan balik yang lebih bermakna untuk perbaikan (Hajaroh, 2018). Authentic assessment memiliki beberapa jenis, yaitu berupa penilaian proyek, penilaian kinerja, penilaian portofolio, jurnal, dan penilaian tertulis. Authentic assessment memiliki beberapa langkah dalam proses pelaksanaannya, meliputi (1) mengidentifikasi standar, (2) memilih suatu tugas autentik, (3) mengidentifikasi kriteria untuk tugas, (4) menciptakan standar kriteria atau rubrik (Idris & Asyafah, 2020). Salah satu contoh implementasi authentic assessment adalah proyek berbasis masalah, di mana siswa diminta untuk menyelesaikan masalah nyata atau menyelesaikan tugas yang mengharuskan mereka menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Pendekatan ini mengharuskan siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan baik (Musthofa, 2020). Penerapan authentic assessment dalam pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap untuk menghadapi tuntutan masyarakat dan pasar kerja yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat (Mueller, 2018). Konsep authentic assessment telah menjadi subjek perhatian dalam literatur pendidikan dan menjadi landasan bagi perkembangan metode penilaian yang lebih kontekstual dan berarti bagi pembelajaran siswa. 3. Bibliometrik Authentic Assessment Sejauh pengamatan yang telah dilakukan, hingga saat ini belum ditemukan kajian analisis bibliometrik yang secara khusus mengkaji tentang authentic assessment. Hasil pencarian dalam basis data Scopus dengan kata kunci "bibliometric and assessment" menunjukkan bahwa terdapat sekitar 254 judul artikel yang relevan dengan tema assessment, seperti salah satu artikel yang ditulis oleh Denner Deda dan rekan-rekannya pada tahun 2023. Penelitian tersebut secara eksplisit tidak memusatkan perhatian pada authentic assessment, melainkan lebih memfokuskan kajiannya pada analisis bibliometrik dan perbandingan (benchmarking) terkait penelitian mengenai Life Cycle Assessment (LCA) yang dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi (Deda et al., 2023). Artikel lain yang membahas topik serupa, seperti yang ditulis oleh Pedro Lima, Stefan Steger, Thomas Glade, dan Franny G pada tahun 2022 yang membahas tentang bagaimana penilaian kerentanan tanah longsor berbasis data telah dipelajari dalam literatur ilmiah, serta memberikan gambaran tentang perkembangan dan tren dalam penelitian tersebut menggunakan analisis bibliometrik –(Lima et al., 2022). Penelitian tersebut juga tidak mengupas secara khusus tentang authentic assessment. Bahkan ketika kata kunci "bibliometric and authentic assessment" digunakan, hasil pencarian tidak menghasilkan satu pun artikel yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara eksplisit memfokuskan pada analisis bibliometrik dalam konteks authentic assessment. Studi analisis bibliometrik ini sangat penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dalam literatur tentang authentic assessment.

Method

Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis sejumlah publikasi ilmiah yang berkaitan dengan authentic assesment menggunakan analisis bibliometrik. Analisis bibliometrik digunakan untuk menginvestigasi dan mengevaluasi sejumlah publikasi serta referensi ilmiah yang mendapatkan kutipan tidak terbatas dalam lingkupnya –(Bornmann, 2013; Bornmann, 2016). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak R-Package dari Program-R yang telah dihubungkan dengan Biblioshiny Web-Interface. Software ini akan membantu menampilkan hasil dari visualisasi bibliometrik dengan statistik secara gratis (Krotov, 2017). Program R juga menyediakan berbagai teknik operasi statistik dan grafis yang sangat mudah dan dapat dikembangkan (Jannah, 2022). Bibliometrix r-package dapat melakukan analisis dengan fleksibel, komprehensif, terorganisir, serta tergolong ringan dan dapat diintegrasikan dengan paket statistik dalam program-R lainnya (Aria & Cuccurullo, 2017). Sumber data dalam penelitian ini berasal dari metadata pada database Scopus. Pengambilan data dilakukan pada Maret 2023. Kata kunci yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah “authentic assessment”, yang mana setelah kata kunci dimasukkan muncul beberapa artikel yang relevan dari tahun 1991 hingga tahun 2023. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara menerapkan spesifikasi pencarian berdasarkan judul, kata kunci (keyword), dan abstrak artikel. Adapun beberapa data yang didapat dalam metadata ini berupa populasi penelitian yang terdiri dari 1.140 dokumen termasuk di dalamnya berisi artikel jurnal, buku chapter, dan sumber lainnya yang diperoleh selama periode 1991 – 2023. Metadata yang telah terkumpul kemudian diekstrak ke dalam format CSV untuk kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Biblioshiny. Analisis data yang dilakukan difokuskan dalam beberapa sebagai berikut: 1) Memberikan gambaran perkembangan penelitian authentic assessment dari tahun ke tahun; 2) Mengukur produktifitas publikasi ilmiah tiap negara; 3) Mengetahui afiliasi lembaga dalam penerbitan publikasi ilmiah; 4) Meninjau kolaborasi tiap institusi dalam publikasi ilmiah; 5) Mengetahui artikel paling banyak dijadikan rujukan, dihitung berdasarkan jumlah sitasi; dan 6) Menganalisis peluang tema penelitian selanjutnya melalui analisis peta tematik.

Result & Discussion

Informasi Utama (Main Infromation) Informasi utama atau informasi awal dari metadata yang telah terkumpul, dianggap sebagai populasi dalam penelitian ini yang terdiri dari 1.140 dokumen termasuk di dalamnya berisi artikel jurnal, proceeding, buku chapter, dan sumber lainnya yang telah terpublikasi dan terindeks dalam database scopus. Tercatat terdapat 2.514 penulis artikel, dengan rincian 311 penulis mandiri dan sekitar 2.503 penulis dalam penelitian kolaborasi. Selanjutnya diketahui pada analisis data primer ini tercatat rujukan sejumlah 34.641 yang telah tersitasi dalam berbagai sumber yang kredibel, 2.211 keyword plus dan sekitar 2.205 authors keyword dengan rata-rata publikasi per tahun mencapai sekitar 8,6%. Analisis Perkembangan Publikasi Ilmiah (Development of Publications) Data mengenai publikasi ilmiah tentang authentic assessment dalam database Scopus tahun 1991 - 2023 dijelaskan dalam. Perkembangan publikasi ilmiah terkait authentic assessment dari tahun 1991 - 2023 dalam database Scopus telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan meskipun terjadi secara fluktuatif. Terlihat bahwa jumlah dokumen yang dicatat oleh Scopus terkait authentic assessment mencapai puncaknya pada tahun 2020, dengan total 103 karya ilmiah yang telah terpublikasi. Selanjutnya, teramati bahwa jumlah publikasi kajian authentic assessment yang terindeks Scopus paling rendah terjadi pada awal tahun. Melalui analisis ini diketahui pula bahwa istilah authentic assessment diperkenalkan pertama kali yakni pada tahun 1991 dan 1992 dengan total hanya 1 artikel yang terpublikasi. Namun, apabila dilihat secara mendetail, analisis terhadap perkembangan publikasi artikel ilmiah yang terindeks Scopus dari tahun 1991 hingga 2020 menggambarkan peningkatan secara fluktuatif, dengan adanya kenaikan dan penurunan. Perkembangan publikasi ilmiah terkait istilah authentic assessment mulai mengalami penurunan pada tahun 2021 – 2023, dan terjadi secara signifikan pada tahun 2023. Hasil analisis ini tidak bisa menjelaskan alasan terjadinya penurunan jumlah publikasi secara signifikan pada tahun 2023. Jika diamati secara detail pada , terjadinya penurunan jumlah publikasi pada tahun 2021 - 2023 ada indikasi karena topik authentic assessment telah mencapai puncak minat penelitian pada periode sebelumnya yaitu tahun 2020, sehingga peneliti beralih topik atau area penelitian lain yang mendesak atau menarik. Hal ini menjadi wajar mengingat pada tahun tersebut terjadi krisis dan gangguan global berupa COVID-19 yang jelas berpengaruh secara signifikan pada bidang pendidikan. Kejadian seperti COVID-19 atau peristiwa global lainnya dapat mengganggu pelaksanaan penelitian, termasuk proses publikasi (Cakranegara, 2020). Selain itu, dapat diindikasikan juga bahwa data yang mencakup tahun 2023 belum sepenuhnya lengkap dan publikasi baru belum dimasukkan ke dalam database Scopus mengingat pengambilan data ini dilakukan bulan Maret 2023. Diperlukan analisis lebih lanjut dengan akses data yang lebih rinci serta pemahaman tentang peristiwa dan konteks di lapangan penelitian tersebut untuk memahami dengan pasti alasan di balik penurunan jumlah publikasi ilmiah terkait authentic assessment. Analisis Produktifitas Negara (Productive countries) Produktifitas negara dalam publikasi ilmiah menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui untuk melihat perkembangan publikasi terkait authentic assessment. Hasil analisis produktifitas negara dalam publikasi ilmiah mengenai authentic assessment dilaporkan dalam. Tercatat sebanyak 66 negara telah memiliki setidaknya 1 artikel yang terdeteksi dalam database Scopus dalam periode tahun 1991 – 2023. Negara yang paling banyak menyebarkan publikasi terkait authentic assessment adalah Amerika Serikat (USA), Australia, Indonesia, Inggris (UK), Kanada, dan Spanyol. Kelima negara tersebut merupakan negara dengan visualisasi data terbesar yang menunjukkan bahwa negara-negara tersebut menjadi negara dengan sebaran publikasi terkait authentic assessment terbanyak dari 61 negara lainnya. Amerika Serikat (USA) dalam hal ini memiliki peran yang paling signifikan dalam persebaran publikasi terkait authentic assessment dengan jumlah publikasi sebanyak 798 dokumen, Australia dengan jumlah 532 dokumen, dan Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah publikasi 309 dokumen. Inggris (UK) dan Kanada masing-masing menyumbangkan 101 dokumen serta Spanyol turut berkontribusi dengan 73 dokumen. Data laporan sebagaimana yang ditampilkan pada menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam tiga besar negara dengan kontribusi yang menonjol pada publikasi terkait authentic assessment. Hal ini dirasa wajar mengingat authentic assessment sebenarnya memang telah dikenalkan sejak berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006 di Indonesia '(Marhaeni & Artini, 2015) dan terus diadaptasikan kedalam beberapa kurikulum setelahnya baik kurikulum K-13 maupun kurikulum merdeka (Cristiana et al., 2023). Analisis Afiliasi yang Relevan dalam Publikasi Ilmiah (Relevant Affilliation) Afiliasi yang relevan merupakan informasi tentang institusi atau organisasi di mana penulis atau peneliti terkait bekerja atau berafiliasi. Informasi afiliasi ini penting untuk mengidentifikasi asal penulis, mengevaluasi kolaborasi antar lembaga, dan memahami jaringan penelitian. Selain itu analisis afiliasi penulis dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi universitas atau lembaga pendidikan tinggi yang telah menerbitkan sejumlah besar makalah ilmiah mengenai authentic assessment. Hasil analisis ini dapat dilihat pada Sebanyak 618 institusi atau lembaga telah terlibat dalam publikasi ilmiah tentang authentic assessment di database Scopus. Deakin University merupakan lembaga yang paling aktif dalam menerbitkan artikel ilmiah tentang authentic assessment dengan jumlah total 36 artikel. University of Stavanger dan Queensland University of Technology juga aktif dengan masing-masing 26 artikel. Edith Cowan University memiliki 22 artikel. Hasil analisis ini juga menunjukkan bahwa kebanyakan penulis berasal dari Australia, tetapi ada juga kontribusi dari Indonesia yang menempati posisi ke-9 dan ke-10, yaitu afiliasi dari Universitas Negeri Semarang (UNES) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan masing-masing berkontribusi sebanyak 16 artikel. Kontribusi ini menunjukkan bahwa peneliti atau akademisi dari kedua universitas tersebut aktif dalam melakukan penelitian dan berpartisipasi dalam publikasi yang berkaitan dengan topik authentic assessment. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa Indonesia memiliki kehadiran yang cukup signifikan dalam literatur ilmiah mengenai authentic assessment. Keterlibatan UNES dan UPI dalam publikasi ilmiah ini dapat menjadi acuan positif bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk terus mendorong penelitian di bidang ini dan berkolaborasi dengan peneliti dari luar negeri. Selain itu, hal ini juga dapat memberikan pengakuan terhadap kontribusi akademisi Indonesia dalam mengembangkan pemahaman dan praktik authentic assessment di tingkat global. Analisis afiliasi ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan dan penelitian di Indonesia untuk lebih mendukung dan mendorong penelitian berkualitas dalam bidang authentic assessment serta mempromosikan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dalam negeri dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang relevan. Analisis Kutipan Terbanyak (Most Citation) Analisis kutipan terbanyak atau most citation dalam penelitian bibliometrik, merujuk pada identifikasi karya ilmiah yang telah menerima jumlah kutipan tertinggi dari karya ilmiah lain dalam bidang atau disiplin tertentu. Peneliti dapat mengidentifikasi karya-karya yang memiliki dampak besar dalam komunitas ilmiah melalui analisis ini. Analisis kutipan menjadi populer sekitar tahun 1920 sejak Gross dan rekan-rekannya melakukan analisis kutipan dalam konteks sejarah sastra pada tahun 1927. Selain itu penggunaanya dalam analisis bibliometrik juga dianggap telah terbukti bermanfaat (Qiu et al., 2017) Saat ini, analisis kutipan banyak dilakukan oleh para ilmuwan informasi dan sosiolog untuk menyelidiki sejarah, struktur ilmu alam, dan disiplin ilmu lainnya (Shapiro, 2016). Hasil analisis kutipan yang mengungkap informasi tentang seberapa sering beberapa artikel ilmiah tertentu dikutip oleh peneliti lain dalam konteks penelitian mengenai authentic assessment dilaporkan dalam. Terlihat bahwa Samuel Messick memiliki karya yang paling banyak dikutip. Artikelnya yang diterbitkan pada tahun 1994 telah dikutip sebanyak 718 kali oleh peneliti lain, menempatkannya sebagai penulis yang paling sering dikutip dalam penelitian ini. J.W. Gikandi menduduki peringkat kedua dalam hal jumlah kutipan, dengan 528 kutipan dari artikel yang diterbitkan pada tahun 2011. Terdapat penulis lain seperti Darling Hammond (tahun 2000) dengan 357 kutipan, dan Gulikers JTM (tahun 2004) dengan 350 kutipan yang juga cukup sering dikutip oleh peneliti lain dalam konteks authentic assessment. Di sisi lain, ada penulis bernama Lopez Pastor VM yang pada tahun 2013 hanya mendapatkan 39 kutipan, yang menunjukkan bahwa karyanya belum begitu banyak dikutip oleh peneliti lain. Analisis ini juga mengungkap bahwa meskipun Indonesia termasuk dalam tiga besar negara dengan banyak artikel ilmiah tentang authentic assessment di database Scopus, sebagaimana terlihat pada , namun belum ada artikel dari Indonesia yang masuk dalam sepuluh besar artikel yang paling sering dikutip oleh peneliti lain. Sebagian besar artikel yang paling sering dikutip berasal dari penulis asing, seperti Samuel Messick dari Amerika Serikat dan J.W. Gikandi dari Selandia Baru. Hal ini menunjukkan bahwa artikel-artikel dari penulis tersebut memiliki dampak yang signifikan dalam literatur ilmiah mengenai authentic assessment dan sering dijadikan referensi oleh peneliti lain. Analisis Kolaborasi Jaringan Antar Lembaga (Institutional Network Colaboration) Kolaborasi Jaringan Institusi adalah kerja sama antara berbagai lembaga atau institusi dengan tujuan untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan atau proyek bersama. Kolaborasi jaringan institusi melibatkan kerja sama antara universitas, lembaga penelitian, dan organisasi lainnya untuk melakukan kegiatan seperti riset bersama, pertukaran pengetahuan, berbagi sumber daya, dan pengembangan proyek-proyek bersama. Kolaborasi semacam ini dapat membantu memperluas cakupan penelitian, meningkatkan kualitas penelitian melalui berbagi kepakaran, serta memperluas dampak hasil penelitian melalui kolaborasi lintas institusi. Terdapat node yang menghubungkan komponen seperti penulis, afiliasi, dan negara saat menampilkan data dari analisis jaringan kolaboratif. Node yang dapat diakses tersebut akan menghasilkan matriks visualisasi dan pengelompokan (Ayu, 2020). Kolaborasi jaringan kelembagaan merupakan teknik yang digunakan untuk menyajikan data pada level kolaborasi ilmiah antara penulis berdasarkan afiliasi kelembagaan. Seperti terlihat pada , setidaknya ada 7 Klaster berbeda yang membentuk jaringjaring pada tiap tiap klaster, dimana setiap klaster memiliki warna yang sama yang mengindikasikan kedekatan atau eratnya hubungan antar institusi dalam penerbitan publikasi ilmiah. Besaran tiap titik mengindikasikan besarnya pengaruh suatu institusi atau lembaga, sedangkan jaring-jaring yang menghubungkan setiap titik menandakan adanya hubungan antara titik. Hasil analisis menunjukkan bahwa peneliti kolaborasi antar institusi yang paling banyak dilakukan yaitu oleh Deakin University, Edith Cowan University, Queenland of Technology, dan Monash University. Selain itu, terlihat pula bahwa dari beberapa klaster tersebut, Deakin University memiliki hubungan yang erat dengan Monash University dan University of Tasmania Di sisi lain, terlihat ada dua lembaga pendidikan di Indonesia yang memiliki kerjasama yang luas dengan berbagai lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta. Meskipun demikian, kolaborasi jaringan lembaga kajian keilmuan tentang authentic assesment perMaret 2023 masih didominasi oleh universitas-universitas di beberapa negara Benua Eropa. Hasil analisis ini tidak bisa menjelaskan alasan universitas-universitas di Benua Eropa mendominasi dalam kolaborasi jaringan antar institusi dalam hal publikasi kajian authentic assessment. Salah satu sumber menyebutkan bahwa universitas di Eropa memiliki posisi penting dalam penelitian dan kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi (Arifin, 2016). Selain itu, universitasuniversitas di Eropa memiliki inisiatif tinggi dalam mengembangkan kerjasama antar universitas di Eropa (Craciun et al., 2023). Namun, penting untuk diingat dan diketahui bahwa kolaborasi dan penelitian ilmiah bersifat dinamis. Sementara universitas di Benua Eropa mendominasi kolaborasi saat ini dalam hal publikasi kajian authentic assessment, hal ini dapat berubah seiring waktu dengan peningkatan kolaborasi global dan pengembangan keilmuan di seluruh dunia. Analisis Peta tematik Atau Peluang Tema Penelitian Selanjutnya (Tematic map or Research Theme Opportunities) Peta Tematik digunakan untuk menganalisis dan menggambarkan data atau informasi yang terkait dengan topik atau tema khusus berdasarkan kepadatan dan sentralitasnya. Peta tersebut mengungkapkan informasi mengenai jumlah tren penelitian atau artikel yang terkait dengan topik tertentu. Semakin tinggi kepadatan yang bergerak ke arah atas menandakan adanya peningkatan tren penelitian atau manuskrip yang terkait dengan topik tersebut. Di sisi lain, sentralitas mengindikasikan tingkat relevansi tema tersebut dengan topik yang lebih umum yang sedang diteliti. Melalui peta tematik, dapat mengamati pola dan distribusi data yang ada. Tema yang terletak di sebelah kanan terutama semakin menjorok ke kanan, dianggap lebih relevan dan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam konteks penelitian. Tren atau perkembangan tema penelitian dapat diidentifikasi melalui analisis pola dan distribusi data pada peta tematik. Hasil analisis peta tematik memberikan gambaran tentang peluang yang lebih besar dalam berbagai bidang tema penelitian. Hal ini terlihat melalui kuadran di mana tema ditempatkan pada peta tematik. Penjabaran tersebut menunjukkan bahwa analisis peta tematik dapat memberikan wawasan berharga dalam memahami tren dan peluang dalam berbagai bidang tema penelitian. Peta strategis atau tematik dapat digunakan untuk menggambarkan setiap kumpulan konsep dalam peta tematik (Cobo et al., 2011). Analisis peta tematik yang digunakan dalam penelitian ini, dibagi menjadi empat kuadran tema berdasarkan densitas dan sentralitas. Tema-tema di kuadran kanan atas perlu diteliti lebih lanjut karena kerapatan dan sentralitasnya. Di sisi lain, terdapat motif-motif di kuadran kiri atas yang memiliki kerapatan tinggi namun sentralitasnya rendah. Tema dengan kecenderungan ke bawah terletak di kuadran kiri bawah, sedangkan tema dasar dengan sentralitas tinggi namun densitas rendah terletak di kuadran kanan bawah (Sari et al., 2022). Hasil analisis peta tematik yang menggunakan judul dari bibliometrik dari tahun 1991 hingga 2023 dapat dilihat pada Gambar 5. Data pada Gambar 5, bahwa terdapat empat kuadran yang menunjukkan perkembangan tema penelitian terkait authentic assessment, yaitu kuadran kanan bawah, kuadran kanan atas, kuadran kiri bawah, dan kuadran kiri atas. Kuadran kanan bawah menunjukkan topik penelitian yang merupakan basic theme atau awal mula dari perkembangan topik-topik populer saat ini. Beberapa topik awal ini mencakup "Study Model Teacher" dan "Research Analysis Social," yang telah menjadi dasar atau fondasi bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang tersebut. Kuadran kanan atas menunjukkan topik-topik yang sedang mengalami peningkatan tren dan banyak diteliti oleh peneliti lainnya. Salah satu contohnya adalah topik "assessment authentic learning." Hal Ini menunjukkan bahwa topik ini tengah menjadi fokus perhatian dalam penelitian yang aktif dan akan terus berkembang. Di sisi lain, kuadran kiri bawah mencakup beberapa topik yang telah mengalami penurunan tren penelitian atau sudah kurang dibahas oleh peneliti. Salah satu contohnya adalah topik terkait "critical thinking improve." Hal ini mengindikasikan bahwa topik tersebut sudah tidak lagi menjadi fokus utama dalam penelitian terkini. Sedangkan kuadran kiri atas menunjukkan topik-topik yang sedang naik daun dan memiliki potensi untuk menjadi tren penelitian yang lebih populer di masa depan. Topik ini belum banyak dibahas dalam judul-judul penelitian sehingga menciptakan peluang bagi penelitian lebih lanjut dalam topik-topik seperti "evaluation" dan "leadership century." Penelitian di masa depan tentang authentic assessment sebaiknya lebih berkonsentrasi pada topik-topik yang berhubungan dengan "evaluation" dan "leadership century." Ini karena topik-topik ini memiliki potensi untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan penelitian dalam bidang authentic assessment dan belum terlalu banyak dikaji secara mendalam dalam penelitian sebelumnya.

Conclusion

Studi bibliometrik ini mengungkapkan bahwa publikasi authentic assessment dalam database Scopus mengalami peningkatan fluktuatif dari 1991 hingga 2020, dengan penurunan signifikan pada 2021-2023, yang mencerminkan perubahan prioritas penelitian atau tantangan dalam bidang ini selama periode tersebut. Beberapa negara dan institusi, terutama di Eropa seperti Deakin University, mendominasi kolaborasi penelitian ini, mengindikasikan kekuatan dan fokus regional dalam bidang ini. Selain itu, penulis seperti Messick, Gikandi JW, Darling Hammond, Gulikers JTM, dan Lopez Pastor VM memiliki pengaruh besar dalam bidang ini yang ditunjukkan oleh tingginya jumlah kutipan mereka. Hal ini berarti bahwa karya mereka menjadi referensi utama dan berdampak signifikan terhadap perkembangan kajian authentic assessment. Lebih lanjut, tren penelitian terkini berfokus pada "assessment authentic learning," sementara topik "evaluation" dan "leadership century" menunjukkan peluang topik penelitian di masa depan. Tren ini menunjukkan pergeseran fokus dari penerapan penilaian otentik dalam pembelajaran menuju evaluasi yang lebih kmprehensif dan pengembangan kepemimpinan pendidikan di abad ke-21. Secara keseluruhan, hasil temuan ini mengindikasikan kebutuhan mendalam untuk mengembangkan penelitian authentic assessment lebih lanjut, terutama bagi akademisi, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam peningkatan mutu pendidikan. Keterbatasan penelitian ini termasuk tidak adanya analisis most relevant author, co-occurrence by title, dan word cloud by title, serta penggunaan satu database (Scopus), sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan berbagai database untuk gambaran yang lebih komprehensif.