Kembali
16
1
2022 Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 3024-9880

KAJIAN BIBLIOMETRIK JURNAL PERPUSTAKAAN PADA DATABASE GARUDA KEMENDIKBUD

Universitas Bengkulu

Abstrak

Kajian ini mengungkapkan studi bibliometrik publikasi jurnal online di Indonesia, terbatas pada jurnal tertentu, periode dan sumber data dasar. Bertolak dari penelitian terdahulu yang hanya mengkaji pada satu jurnal saja, maka Peneliti melakukan kajian dalam ruang lingkup yang melibatkan jurnal yang tergabung dalam database Garuda kemendikbud, dengan periode publikasi tahun 2018-2022 dan diperoleh data sebanyak 44 jurnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian di bidang Perpustakaan dan Informasi. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan penelitian berikut yaitu bagaimana produktivitas, kolaborasi, dan dampak publikasi kutipan pada jurnal kepustakawanan yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud sebagai Garda Rujukan Digital. Analisis bibliometrik pada penelitian ini secara deskriptif kuantitatif mengukur perkembangan publikasi artikel ilmiah Perpustakaan dan Informasi yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud. Dari hasil analisis diperoleh hasil, jumlah publikasi paper pada periode ditentukan berjumlah 2824 paper. Jurnal yang paling produktif pada periode 2018–2022, merupakan publikasi dari jurnal perpustakaan Universitas Diponegoro, Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi sebanyak 229 paper (n=229) dengan persentase (8,11%). Analisis lebih lanjut dari data mengungkapkan bahwa penulis dengan jumlah kutipan teratas oleh Ana Irhandayani penulis tunggal dengan jumlah kutipan 141 kali pada publikasi artikel jurnal di tahun 2020. Kemudian berada di puncak urutan kedua penulis Heriyanto sebagai penulis tunggal dengan publikasi jurnal tahun 2018. Tinjauan literatur mengungkapkan beberapa studi bibliometrik yang dilakukan pada Jurnal Perpustakaan dan Informasi dengan ruang lingkup terbatas mengenai database sumber, periode yang dicakup dan domain. Studi ini mengungkapkan jurnal paling produktif dan dampak kutipan penulis, dengan penyebaran tren subjek di bawah payung penelitian perpustakaan dan informasi mengalami peningkatan.

Abstract

This study reveals a bibliometric study of online journal publications in Indonesia, limited to certain journals, periods and basic data sources. Starting from previous research which only examined one journal, the researcher conducted a study within the scope involving journals that are incorporated in the Ministry of Education and Culture’s Garuda database, with a publication period of 2018 - 2022 and obtained data for 44 journals. This study aims to determine the development of research in the field of Library and Information. This study focuses on the following research questions, namely how productivity, collaboration, and the impact of publishing citations in librarian journals that are incorporated in the Garuda Ministry of Education and Culture database as the Digital Referral Guard. Ministry of Education and Culture’s Garuda database. From the analysis results, the number of paper publications in the specified period was 2824 papers. The most productive journal in the 2018 – 2022 period was publication from the Diponegoro University library journal, Anuva: Journal of Cultural Studies, Library and Information with 229 papers (n = 229) with a percentage (8.11%). Further analysis of the data reveals that the author with the highest number of citations by Ana Irhandayani is the sole author with 141 citations in the publication of journal articles in 2020. Then the second highest number of authors is Heriyanto as the sole author with journal publications in 2018. The literature review reveals several bibliometric studies conducted on Library and Information Journals with limited scope regarding source database, period covered and domain. The study reveals the most prolific journals and the impact of author citations, with the spread of subject trends under the library and information research umbrella increasing.
Keywords: Bibliometrics · Productivity · Quotation Impact · Harzing’s Publish or Perish (PoP)

Introduction

Dalam setiap keilmuan penelitian menjadi pemegang peran penting dalam pengembangan setiap profesi. Ini memungkinkan para profesional untuk membagikan temuan mereka, menerbitkan dengan komunitas profesional yang lebih luas. Pendidikan dan penelitian perpustakaan memiliki sejarah yang sudah cukup panjang di Indonesia. Program penelitian perpustakaan paling awal dimulai ketika Asa Don Dickinson menulis buku teks pertama tentang subjek di luar Amerika Serikat pada tahun 1916, yang diterbitkan oleh Universitas Punjab. Oleh karena itu Lahore dikenal sebagai tempat lahirnya gerakan perpustakaan di wilayah tersebut. Kegiatan perintis ini mendorong pengembangan penelitian perpustakaan, dan banyak profesional perpustakaan dan ilmu informasi kemudian berkontribusi secara teratur, meskipun lambat (Siddique et al., 2021). Bibliometrik digunakan untuk mengukur tidak hanya hasil penelitian atau produktivitas penulis individu, organisasi, dan negara, tetapi juga tingkat kolaborasi di antara mereka. Penelitian dan pengembangan adalah kegiatan inti dalam setiap bidang ilmiah, ilmu-ilmu sosial dan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Menanggapi kebutuhan ini, peneliti Ilmu Perpustakaan dan Informasi telah memberikan kontribusi sejumlah besar penelitian pada semua aspek profesi Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Metode bibliometrik telah digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan semua aspek fungsi perpustakaan. Peneliti Perpustakaan dan informasi telah melakukan studi bibliometrik untuk menganalisis produktivitas, pola kolaborasi, bidang studi, dan dampak kutipan dari penelitian di berbagai bidang. Studi yang berbeda telah membandingkan publikasi fakultas dan pustakawan untuk membahas perbedaan dalam pilihan topik penelitian, produktivitas dan jurnal yang disukai. Menurut Diodato (1994) yang dikutip oleh (Royani & Idhani, 2018) menjelaskan Bibliometrika berasal dari kata biblio atau bibliography dan metrics, biblio berarti buku dan metrics adalah mengukur. Bibliometrics diartikan mengukur atau menganalisis buku atau literatur dengan menggunakan pendekatan matematika dan statistika. Meskipun tinjauan pustaka ini mengungkapkan sejumlah besar studi bibliometrik internasional, mereka terbatas pada jurnal tertentu, disiplin ilmu, periode dan sumber basis data. Demikian pula, hanya beberapa penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ilmu perpustakaan dan informasi di Indopnesia, hal ini memiliki ruang lingkup terbatas berkaitan dengan database yang diteliti dan periode waktu. Perlu adanya penelitian yang secara khusus dilakukan pada tren penelitian saat ini di di Indonesia terkait Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Selain itu apa jurnal yang paling disukai untuk profesional jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Bagaiamana pola kolaborasi mereka, dan kata kunci yang sering digunakan. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan upaya untuk mengetahui permaslahan tersebut. Salah satu penelitian terdahulu dilakukan dengan objek penelitian bibliometrik pada satu jurnal online JKIP, menghasilkan bahwa dari total keseluruhan 76 artikel, jumlah artikel terbanyak ditulis oleh 3 orang pengarang yaitu sebanyak 45 judul artikel (59,21%) dengan derajat kolaborasi sebesar 0,89. Penulis yang menduduki peringkat pertama dalam produktivitas penulis adalah Pawit M. Yusup yang telah menulis 12 artikel dalam JKIP tahun 2014-2018. Instansi yang paling berpartisipasi dalam penulisan artikel adalah Prodi Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran yaitu sebanyak 139 kali (76,36%). Adapun profesi penulis yang paling banyak berpartisipasi dalam penulisan artikel adalah dari kalangan dosen yaitu sebanyak 119 kali (65,38%) (Rohanda & Winoto, 2019). Bertolak dari penelitian terdahulu yang hanya mengkaji pada satu jurnal saja, maka Peneliti melakukan kajian dalam ruang lingkup yang melibatkan jurnal perpustakaan yang tergabung dalam database Garuda kemendikbud, dengan periode publikasi tahun 2018-2022 dan diperoleh data sebanyak 44 jurnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian di bidang Perpustakaan dan Informasi. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan penelitian berikut yaitu bagaimana produktivitas, kolaborasi, dan dampak publikasi kutipan pada jurnal kepustakawanan yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud sebagai Garda Rujukan Digital. Analisis bibliometrik pada penelitian ini secara deskriptif kuantitatif mengukur perkembangan publikasi artikel ilmiah Perpustakaan dan Informasi yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud, mengukur jumlah artikel yang terbit, menemukan jurnal inti, subjek penelitian, penulis paling produktif, afiliasi atau lembaga asal penulis, dan asal negara penulis. Analisis bibliometrik perilaku dilakukan yaitu memetakan jaringan secara visual hubungan antarkata kunci dan hubungan antar penulis. Sumber data yang digunakan untuk analisis data berasal dari database Garuda Kemendiknud.

Method

Meskipun kajian ini mengungkapkan studi bibliometrik publikasi jurnal online di Indonesia, terbatas pada jurnal tertentu, periode dan sumber data dasar. Demikian pula, hanya beberapa penelitian yang telah dilakukan pada penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia, dan ini memiliki ru ang terbatas terkait dengan database yang dijadikan objek penelitan. Perlu adanya penelitian yang secara khusus dilakukan pada tren penelitian saat ini di Indonesia terkait Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Selain itu apa jurnal yang paling produktivitas untuk jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Bagaiaman pola kolaborasi mereka, dan dampak publikasi kutipan pada artikel. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan upaya untuk mengetahui permasalahan tersebut. Peneliti Ilmu perpustakaan dan Informasi di Indonesia telah menerbitkan banyak publikasi. Tinjauan literatur mengungkapkan banyak studi bibliometrik yang terkait dengan literatur Ilmu perpustakaan dan Informasi telah dilakukan. Namun, hanya sedikit studi bibliometrik yang terkait dengan penelitian Ilmu perpustakaan dan Informasi yang telah dilakukan di Indonesia. Proses penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengumpulan informasi database Open Jurnal System (OJS) yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud. Selanjutnya setelah diketahu informasi jurnal tersebut maka dilakukan pengumpulan data informasi publikasi kolaborasi dan jumlah kutipan dengan melakukan pengumpulan data menggunakan software Harzing”s Publish or Perish (PoP) dengan pengindeks google scholar. Dengan demikian penilitian ini merupakan penilitan kuantitatif yang hanya meberikan penjelasan akan jumlah angka dari hasil kajian yang dilakukan pada Jurnal Perpustakaan dan informasi yang tergabung dalam database Garuda Kemdikbud. Selanjutnya pengumpulan data menurut Martono dalam (Junandi & Dwiyantoro, 2021) menjelaskan Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi merupakan sebuah pengumpulan data yang dilakukan dengan berbagai dokumen yang berkaitan dengan masalah penelitian. Pengumpulan dokumen dalam penelitian ini terkait dengan data dokumen yang tersimpan dalam database Garuda Kemendikbud dan dilakukan dengan cara menggunakan software pengolah data PoP.

Result & Discussion

Produktivitas Produktivitas penulis disebut juga produktivitas ilmiah, produktivitas ilmiah menunjukkan jumlah publikasi ilmiah baik yang terindeks maupun tidak terindeks secara nasional dan internasional menurut Andreas dalam (Rohanda & Winoto, 2019). Ini artinya produktivitas adalah berfungsi untuk mengetahui penulis-penulis produktif dan yang paling produktif dalam jurnal ilmiah dan kurun waktu tertentu. Distribusi publikasi pada jurnal perpustakaan dan informasi yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud disajikan pada Gambar 1. Seluruh periode waktu yang ditentukan menjadi fase terpenting. Hal ini instruktif untuk menyoroti bahwa setiap jurnal dengan waktu publikasi berbeda dan memiliki periodik publikasi secara beragam. Dengan demikian diperoleh kronologis data publikasi yang dilakukan pada setiap jurnal perpustakaan dan informasi yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud. Data publikasi jurnal Perpustakaan dan informasi (Lampiran Gambar 1). Organisasi Jurnal paling produktif Sepuluh organisasi jurnal perpustakaan paling produktif yang mempublikasi paper serta berkontribusi pada penelitian, disajikan pada Grafik 1 dibawah ini : Grafik 1. Organisasi perpustakaan publikasi paper 10 besar dari tahun 2018–2022 pada database Garuda Kemndikbud RI 229 171 167 133 123 119 113 106 100 98 811% 606% 591% 471% 436% 421% 400% 375% 354% 347% 0 50 100 150 200 250 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informas… Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan… Record and Library Journal Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi… Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi… Khizanah al- Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan… Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi… LIBRIA: Library of UIN Ar- Raniry … Buletin Perpustakaan … JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi)… Berdasarkan data diatas dengan jumlah publikasi paper pada periode ditentukan berjumlah 2824 paper. Jurnal yang paling produktif pada periode 2018–2022, merupakan publikasi dari jurnal perpustakaan Universitas Diponegoro, Anuva : Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi. Perkembangan perpustakaan di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat. dapat dilihat dari berbagai organisasi yang sampai saat ini sudah memiliki publikasi jurnal perpustakaan perguruan tinggi. Terlihat pada data diatas perkembangan jumlah publikasi kajian yang dilakukan dengan jumlah tertinggi sebanyak 229 paper (n=229) dengan persentase (8,11%) dari publikasi Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro. Kemudian publikasi paper kedua dengan jumlah 171 (n=171) dengan persentase (6,06%) dari organisasi publikasi Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang. Pada peringkat tiga dengan publikasi paper sebanyak 167 (n=167) dengan persentase (5,91%) dari publikasi Record and Library Journal Universitas Airlangga. Kemudian publikasi jurnal pada peringkat ke empat dengan publikasi paper sebanyak 133 (n=133) dengan persentase (4,71%) dari Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Gadjah Mada. Selanajutnya pada urutan kelima dari organisasi Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan publikasi paper 123 (n=123) dengan persentase (4,36%), disusul pada urutan selanjutnya dari jurnal Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar dengan publikasi paper sebanyak 119 (n=119) dengan persentase (4,21%). Untuk urutan selanjutnya dari Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Universitas Negeri Malang dengan jumlah publikasi paper 113 (n=113) dengan persentase (4,00%), kemudian pada organisasi LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh dengan publikasi paper sebanya 106 (n=106) dengan persentase (3,75%) dan organisasi Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia dengan jumlah publikasi paper 100 (n=100) dengan persentase (3,54%) dan urutan ke sepuluh JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Universitas Islam Negeri Sumatra Utara dengan publikasi paper 98 (n=98) dengan persentase (3,47%). Dari 44 jurnal yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud yang paling produktif teratas dalam publikasi paper penelitian perpustakaan dan informasi ditunjukkan pada Tabel 1. Ini menyoroti bahwa hanya ada 9 jurnal dengan jumlah 100 lebih publikasi dari tahun 2018 hingga 2022. Universitas Diponegoro adalah organisasi paling produktif dalam penelitian perpustakaan dan informasi namun demikian dilihat secara keseluruhan menunjukan bahwa organisasi perpustakaan perguruan tinggi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian ilmu perpustakaan dan informasi dari tahun 2018 hingga 2022. Peneliti paling produktif Menurut Lotka dalam (Rohanda & Winoto, 2019) produktivitas penulis adalah banyaknya karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang secara individual maupun secara kolaborasi dalam subjek tertentu dan diterbitkan pada jurnal-jurnal ilmiah baik dalam skala nasional maupun internasional dalam subjek tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Produktivitas penulis disebut juga produktivitas ilmiah, produktivitas ilmiah menunjukkan jumlah publikasi ilmiah baik yang terindeks maupun tidak terindeks secara nasional dan internasional. Mengukur produktivitas penulis menurut fungsi untuk mengetahui penulispenulis produktif dan yang paling produktif dalam jurnal ilmiah dan kurun waktu tertentu (Gambar 2). Berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan software Harzing”s Publish or Perish (PoP) dengan menggunakan pengindeks google Schollar dari 44 publikasi jurnal yang diteliti, menulis artikel tentang perpustakaan dan informasi paling produktif menunjukkan 8 penulis laki-laki dan 12 perempuan. Jumlah maksimum paper tertinggi adalah 200 dan minimum 8 publikasi. Ada tujuh peneliti yang menulis masing-masing lebih dari 200 publikasi. Tujuh penulis teratas peneliti bidang ilmu perpustakaan dan informasi yaitu penulis H.Heriyanto, R.Safitri, E.Fatrmawati, H.Hartono, M.Jamil, A.Pratiwi, S.Fitriani, A Asari dengan 182 publikasi, P Suharso 151 publikasi, M Fathurrahman 123 publikasi, NA Rahmawati 97 publikasi, AH Kurniawan 86 publikasi, T Makmur 84, A Irhandayaningsih 71 publikasi, E Sumiati 54 publikasi. Kemudian W Nashihuddin 47 publikasi, R Nurislaminingsih 31 publikasi, IO Adeyemi 20 publikasi, M Rifauddin 14 publikasi dan H Junawan 8 publikasi. Dari kedua puluh penulis produktif ini merupakan penulis tunggal dan bersama dari berbagai publikasi organisasi jurnal perpustakaan. Dilihat dari persentase publikasi artikel dari penulis, dapat dilihat pada diagram diatas dengan persentase sebagai berikut. Persentase dilihat dari total jumlah publikasi artikel berjumlah 2824 artikel dari tahun 2018-2022. Dari peringkat tertinggi tujuh penulis H.Heriyanto, R.Safitri, E.Fatrmawati, H.Hartono, M.Jamil, A.Pratiwi, S.Fitriani dengan persentase 7,08%, kemudian A A Asari 6,44%, P Suharso 5,35%, M Fathurrahman 4,36%, NA Rahmawati 3,43%, AH Kurniawan 3.05%, T Makmur 2,97%, A Irhandayaningsih 2.51%, E Sumiati 1,91%. Kemudian W Nashihuddin 1,66%, R Nurislaminingsih 1,10%, IO Adeyemi 0,71%, M Rifauddin 0,5% dan H Junawan 0,3%. Dari data ini diketahui bahwa produktifitas penulis baik itu secara tunggal maupun bersama sangat produktif dalam tenggang waktu 2018–2022 dapat menghasilkan karya ilmiah publikasi hingga 7,08% dari total jumlah publikasi 2824 artikel dari 44 Jurnal perpustakaan (Gambar 3). Dampak Publikasi Kutipan Analisis lebih lanjut dari data mengungkapkan bahwa penulis dengan jumlah kutipan teratas oleh Ana Irhandayani penulis tunggal dengan jumlah kutipan 141 kali dengan publikasi artikel jurnal di tahun 2020. Kemudian berada di puncak urutan kedua penulis Heriyanto sebagai penulis tunggal dengan publikasi jurnal tahun 2018 dan pada urutan ketiga penulis Andi Asari dan tim jumlah kutipan 99 kali dengan publikasi ditahun 2019. Untuk urutan ke lima artikel yang ditulis oleh Ana Irhandayani sebagi penulis tunggal dengan jumlah kutipan 61 publikasi di tahun 2018. Selanjutnya urutan ke enam penulis Yuli Rohmiyati dengan jumlah kutipan 30 kali publikasi pada tahun 2018, urutan ketujuh penulis Siti Mudawamah dengan jumlah kutipan 27 kali publikasi tahun 2020. Selanjutnya Galuh Ayu Puspita dan Irwansyah dengan jumlah kutipan 26 kali publikasi pada tahun 2018, Muhammad Usman dengan jumlah kutipan 22 kali publikasi di tahun 2018 dan terakhir Evi Aprilia Sari dengan 21 kali kutipan publikasi pada tahun 2019 (Gambar 4). Dari data ini dapat diketahui bahwa masih dominannya penulis tunggal dalam memperoleh kutipan tertinggi pada publikasi jurnal perpustakaan dan infromasi khususnya yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud. Berkaca dari data diatas besarnya minat masyarakat untuk untuk menulis atau mengkaji hal-hal yang terkait dengan kajian literasi digital dan khususnya pembelajaran daring di masa pandemi covid-19, hal ini dikarena kondisi yang menuntut masyarakat untuk melakukan aktifitas dan juga pembelajran secara online. Temuan ini mengungkapkan dari 44 jurnal yang tergabung dalam database Garuda Kemendikbud untuk rentang waktu publikasi tahun 2018–2022 terlihat bahwa publikasi atikel di tahun 2018 masih banyak diminati para peneliti untuk kutip sebagai referensi. Kemudian publikasi ditahun 2020 dan tahun 2019.

Conclusion

Tinjauan literatur mengungkapkan beberapa studi bibliometrik yang dilakukan pada Jurnal Perpustakaan dan Informasi dengan ruang lingkup terbatas mengenai database sumber, periode yang dicakup dan domain. Studi ini mengungkapkan jurnal paling produktif dan dampak kutipan penulis, dengan penyebaran tren subjek di bawah payung penelitian perpustakaan dan informasi. Pertumbuhannya yang signifikan dalam literatur perpustakaan dan informasi dengan jumlah publikasi paper tertinggi pada jurnal perpustakaan Universitas Diponegoro, Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi dalam rentang waktu tahun 2018-2022. Sebagian besar literatur yang diterbitkan selama dekade ditentukan, menunjukkan dampak besar dari jumlah kutipan dari publikasi artikel jurnal, diketahui bahwa kajian dalam ruang lingkup tentang literasi digital pembelajran online dimasa pandemi covid-19 menjadi dominan sebagai bahan rujukan masyarakat. Hal ini menggambarkan bahwa minat masyarakat untuk menulis tentang literasi digital dan pembelajran secara online dimasa covid mentaji tren untuk di teliti. Selain itu dilihat dari jumlah kutipan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa adanya kesadaran masyarakat dalam menggunkan sumber referensi yang terbaru sebagai bahan rujukan.