Kembali
16
1
2010 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6 · 1 ISSN 2477-0361

Subjek Artikel Dipesan dan Kesesuaiannya Dengan Klaster Riset

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Kebutuhan informasi ilmiah untuk mendukung kegiatan riset antara lain dapat dipenuhi dari koleksi jurnal ilmiah mutakhir, dan kini tersedia secara online. Jasa layanan penelusuran informasi ilmiah berupa artikel jurnal telah terselenggara beberapa tahun. Untuk itu perlu evaluasi terhadap kinerja serta kesesuaiannya dengan kegiatan riset lembaga induk universitas. Kebutuhan informasi artikel ilmiah tentu sesuai dengan kegiatan lembaga induknya. Dalam hal ini universitas telah menetapkan strategi pengembangan riset ke dalam beberapa klaster sebagai fokus kegiatan riset unggulan. Penelitian ini mengkaji kinerja jasa layanan penelusuran artikel dan kesesuaiannya dengan klaster riset yang telah ditetapkan.
Keywords: layanan e-journal · penelitian · layanan informasi · statistik perpustakaan

Introduction

Pendahuluan Sumberdaya koleksi perpustakaan perlu dilakukan evaluasi secara rutin, terlebih koleksi berupa jurnal online yang dilanggan dengan anggaran biaya yang cukup besar. Salah satu evaluasi yang dapat dilakukan adalah pengukuran keterpakaian koleksi jurnal dalam berbagai karya dengan menggunakan analisa sitasi atau bibliometri. Evaluasi lainnya dilakukan dengan pengukuran sebaran subjek artikel yang dibutuhkan pemustaka melalui jasa pemesanan artikel. Dengan mengetahui sebaran subjek yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu, dapat dibuat suatu perkiraan kebutuhan untuk waktu yang akan datang. Dengan demikian jasa informasi yang disediakan pustakawan berupa pemesanan artikel jurnal, makin relevan dan makin dekat dengan kebutuhan pemustaka. Dengan demikian akan terjadi kesesuaian antara koleksi jurnal yang diusahakan, dengan kebutuhan pemustaka perpustakaan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui subjek artikel jurnal yang dibutuhkan pemustaka perpustakaan UGM. melalui jasa pemesanan penelusuran artikel antara September 2008 — Agustus 2009 dan untuk mengetahui kesesuaian subjek tersebut dengan riset unggulan keempat klaster yang telah ditetapkan. Tinjauan pustaka Dalam salah satu penelitiannya, Margono (2000 : 13) menemukan sebaran subyek yang menarik pada jasa penelusuran informasi di PDII LIPI Cibinong. Subyek yang paling banyak diminta oleh pemustaka adalah kultur jaringan 57,98%, teknologi fermentasi 10,75%, dan pertanian 9,09%. Sebaran subjek tersebut sangat relevan dengan kegiatan penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti ilmu hayati di Cibinong. Sementara itu dalam penelitian di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro), Kusmayadi dan Rushendi (2007:1), menemukan bahwa subjek informasi elektronis (e-journal) yang paling banyak dimanfaatkan peneliti adalah tanaman obat 46,25%, kemudian tanaman minyak atsiri 28%, tanaman pestisida nabati 7%, Penyakit tanaman 7%, tanaman rempah 4,75%, Tanaman industri lain 4%, tanaman aromatic 1,75%,dan perpustakaan 1,25%. Marcella dan Baxter (1997:71) memperoleh sebaran yang cukup luas dalam subjek mengenai Uni Eropa yang dicari oleh pengguna perpustakaan publik di Inggris. Temuan tersebut selanjutnya dipergunakan untuk memperkirakan kebutuhan informasi pada masa mendatang. Diperkirakan subjek lowongan kerja (job opportunities) menempati porsi terbesar 43%, disusul hak — hak warga Uni Eropa 38%, dan ke tiga adalah masalah pendidikan di Uni Eropa 28%. Penelitian ini jelas berbeda dengan sebelumnya, merinci subjek — subjek dipesan pemustaka ke dalam kelas DDC, dan sub kelas utama. Landasan teori Menurut Bryson (1997: 75), informasi yang berkualitas, relevan dan tepat waktu dapat membantu organisasi untuk memahami komposisi produk dan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Lebih jauh Bryson (1997: 76) menegaskan bahwa isi/content informasi, alur informasi, dan mekanisme penyebarannya harus disesuaikan dengan proses bisnis, pengambilan keputusan dan kebutuhan informasi pelanggan. Dalam hal layanan perpustakaan, khususnya layanan jurnal, komposisi produk dan jasa yang dimaksud adalah sebaran (distribution) subjek-subjek artikel yang dibutuhkan, diminta atau dipesan pengguna perpustakaan. Subjek-subjek jurnal yang dipesan dan dibutuhkan pemustaka, sesuai dengan kegiatan lembaga induknya. Menurut Kusmayadi dan Rushendi (2007:6), jenis koleksi berupa majalah dan prosiding lebih dibutuhkan oleh pengguna di lingkungan lembaga penelitian, karena lebih bersifat mutakhir untuk menunjang kegiatan riset. Penelitian oleh Margono (2000:15) terhadap pemustaka jasa pemesanan literatur di PDII LIPI Cibinong menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna menghendaki dokumen berjenis artikel jurnal ilmiah (69,41%), laporan penelitian (18,36%) dan jenis buku (12,23%). Temuan oleh Vaidhyanathan (2008:1) menunjukkan bahwa sebagian besar peneliti bioinformatik menghendaki akses ke sumber-sumber online yang lebih besar dan lebih mudah di masa mendatang. Di lingkungan universitas riset (research university), pemustaka perpustakaan terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa didorong untuk mempublikasikan penelitiannya ke jurnal internasional. Kuantitas dan kualitas penelitian menjadi salah satu target yang harus dicapai. Penyediaan literatur berkualitas, mutakhir dan yang bisa diakses secara efektif dan efisien merupakan tugas dan tanggung jawab pustakawan. Bryson (1997:291) lebih jauh menjelaskan: “Information and its supporting technologies should be designed so that relevant information can be easily identified and retrieved by those who need it". Penyediaan akses ke database online dalam jumlah besar, tentu makin terdapat banyak kebingungan. Melihat perkembangan sekarang, ada kecenderungan untuk mengembangkan layanan masyarakat (public services) dengan berbagai konsep. Beberapa yang cukup akrab diantaranya konsep layanan satu atap, satu pintu, dan one stop service. Proboyekti (2010) dalam presentasinya mengatakan bahwa literasi informasi adalah kemampuan untuk mendapatkan dan menggunakan informasi secara efektif dan etis. Peran Pustakawan adalah menghasilkan informasi yang bertanggungjawab bagi pengguna informasi dan untuk memberdayakan pengguna informasi untuk melatih kemampuan mereka mendapatkan dan menggunakan informasi secara efektif dan etis. Vaidhyanathan (2008:37) lebih jauh menerangkan dalam penelitiannya, bahwa untuk pemustaka dari kalangan peneliti bioinformatik, pustakawan lebih dibutuhkan untuk berperan sebagai “pelatih” dan “petunjuk” untuk menggunakan sumbersumber informasi dan database baru. Yousefi dan Yousefi (2007:4) menemukan dalam penelitiannya bahwa ketidaksenangan ppemustaka terhadap sumbersumber informasi disebabkan oleh ketidaktahuan atau tidak mengenal tentang ketrampilan menelusur informasi. Dia menyarankan agar dilakukan langkahlangkah untuk menjembatani kesenjangan (gap) antara kebutuhan informasi (information need) dan perilaku pencati informasi (information seeking behavior). Langkah-langkah tersebut yaitu : pelatihan staf yang sesuai, meningkatkan kerjasama peneliti dan pustakawan, pustakawan menyediakan panduan penelusuran informasi spesifik untuk setiap bidang dan profesi. Visi UGM sebagai universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dengan dijiwai Pancasila mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai: 1. Menjadi universitas riset kelas dunia yang beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosiobudaya Indonesia 2. Menjadi Universitas yang mandiri dan bertata kelola baik (Good University Governance). Menurut Sudibyo(2005:9) UGM telah membentuk empat forum komunikasi terdiri dari 4 (empat) Klaster Riset: Sosial Humaniora (Social Welfare System), Agro (Food Safety and Security), Sain-Teknologi (Smart Materials), dan Kesehatan-Kedokteran (Center Studies).

Method

Data pemesanan penelusuran artikel bulan September 2008 sd Agustus 2009 dikumpulkan dan ditabulasi. Tiap pesanan dibuatkan kategorisasi subjeknya dengan menggunakan Dewey for Windows Versi 1.00. Data pesanan tersebut termasuk pesanan dalam bentuk data sitasi (judul artikel, pengarang, judul jumal, volume, nomor, tahun, halaman) juga dibuatkan kategori subjeknya, dan ditabulasi dengan Microsoft Excell. Sedangkan file-file hasil penelusuran tersebut ditampung ke dalam hardis, dan dibuatkan index dengan Google Desktop 2009 untuk menjamin akurasi penelusuran, khususnya pada waktu melakukan pengecekan keberadaan pesanan yang merupakan subjek riset unggulan. Selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif terhadap data yang diperoleh tersebut.

Result & Discussion

Tabel 1 merupakan tabulasi pemesanan penelusuran artikel dari September 200 sd Agustus 2009, disusun berdasarkan kelas ilmu pengetahuan. Sedangkan Tabel 2 merupakan data tabulasi subyek-subyek yang paling sering dicari pengguna. Tabel 1 Pemesanan Artikel 2008-2009 Grafik 1 Biografi, Ilmu Bumi dan Kesusastraan Sejarah 1% 0% Tabel 2 Subyek Artikel terbanyak dipesan Dengan kondisi makin beragamnya sumber informasi jurnal online dari berbagai penerbit, ditambah dengan rendahnya pengetahuan dan kemampuan pemustaka dalam menerapkan strategi penelusuran, menjadikan faktor kemudahan (easibility) untuk menelusur artikel jurnal nampaknya masih menjadi kendala yang menghadang para pemustaka. Meskipun akses ke layanan jurnal tercetak dan online dengan sistem terbuka, dan pemustaka bebas mengakses dan mengunduh artikel lengkap (fulltext) tanpa password di lingkungan dalam kampus (on campus), ternyata pemesanan penelusuran artikel jurnal cukup tinggi. Permasalahan tersebut nampak jelas dari banyaknya jumlah pengguna layanan penelusuran literatur jurnal yang meningkat pesat dari 234 pemesanan dalam kurun waktu September 2007 sd Agustus 2008, menjadi 453 dalam kurun waktu September 2008 sd Agustus 2009. Artikel dengan subjek ilmu terapan dan teknologi, paling banyak dibutuhkan yaitu 230 pemustaka (51%), subjek Ilmu Kemasyarakatan oleh 102 pemustaka (23%), subjek Ilmu Filsafat oleh 69 pemustaka (15%), subjek Ilmu Pengetahuan Murni oleh 28 pemustaka (6%), subjek Umum oleh 10 pemustaka (2%), subjek Seni, OR dan Hiburan oleh 5 pemustaka (1%), Subjek Agama oleh 3 pemustaka (1%), subjek Kesusastraan oleh 3 pemustaka (1%), subjek Biografi, ilmu bumi dan sejarah oleh 2 pemustaka (0%), dan subjek Bahasa oleh 1 pemustaka (0%). Untuk subjek filsafat, yang di dalamnya terdapat sub ilmu psikologi, dari 69 pemesanan 66 adalah pemesanan artikel subjek ilmu psikologi. Sedangkan subyek ilmu terapan dan teknologi, dari 230 pemesanan, 68 diantaranya memesan artikel ilmu akuntansi, 66 memesan ilmu manajemen, 28 pemesanan medis, dan 21 pemesanan ilmu teknologi, 20 pemesanan industri, dan 17 pemesanan ilmu pertanian. Pemesanan artikel ilmu kemasyarakatan sebanyak 102, dari jumlah tersebut 30 diantaranya pemesanan ilmu ekonomi, ilmu sosial 18 pemesanan, ilmu politik 12 pemesanan, ilmu pendidikan 11 pemesanan, dan ilmu administrasi 10 pemesanan. Untuk subjek ilmu pengetahuan murni dari 28 pemesanan, 11 diantaranya pemesanan artikel ilmu kimia, dan 9 pemesanan ilmu biologi. Terdapat beberapa faktor yang dimungkinkan menjadi penyebab tingginya jumlah pengguna layanan penelusuran artikel. Bagi non sivitas akademika terutama disebabkan keterbatasan koleksi yang dilanggan, meskipun juga disebabkan karena rendahnya literasi informasi. Sedangkan bagi sivitas akademika UGM, karena Perpustakaan UGM telah menyediakan akses ke sejumlah besar jurnal, sekitar 25 database online yang di dalamnya terdapat puluhan ribu jurnal, maka penyebab utama dipastikan karena rendahnya literasi informasi. Untuk pengguna dari kalangan mahasiswa doktoral (S-3), langkanya literatur artikel yang diperlukan disebabkan karena mereka memang harus melakukan penelitian yang menghasilkan temuan baru (innovation). Selain faktor-faktor tersebut, keterbatasan akses internet (bandwidth) dimungkinkan juga sebagai penyebabnya, terutama untuk akses ke database online EBSCO dan JSTOR, sedangkan akses ke database lainnya relatif lebih lancar. Pemesanan artikel jurnal ilmiah dengan subjek tertentu terbukti sangat tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang ketersediaan (availability) jurnal dalam klaster tersebut, serta kegiatan sosialisasi e-journal bisa diprioritaskan untuk klaster tersebut. Dari 4 (empat) Klaster Riset: Sosial-Humaniora, Agro, Sains-Teknik dan Kesehatan-Kedokteran, terdapat empat riset unggulan UGM yang telah ditetapkan, yaitu riset di bidang: Social Welfare System (Klaster Sos-Hum), Food Safety and Security (Klaster Agro), Smart Materials (Klaster Sain-Tek) dan Cancer Studies (Klaster Kes-Ked). Hasil pencarian data subjek riset unggulan, sepanjang tahun 2008-2009 belum terdapat satupun pemustaka yang memesan artikel dengan subjek Social Welfare System, dan Cancer Studies. Sedangkan untuk Food Safety dan Security, serta Anisotropic Materials masing-masing terdapat 1 pemesanan.

Conclusion

Simpulan Artikel dengan subjek ilmu akuntansi, ilmu manajemen, ilmu psikologi, ilmu ekonomi, medis dan ilmu teknologi paling banyak diperlukan pemustaka. Dalam hubungannya dengan klaster riset yang telah ditetapkan, bisa dikatakan belum terdapat kesesuaian dengan subjek artikel yang dibutuhkan pemustaka. Saran Perlu ada pelatihan literasi informasi secara sistematis, dengan tujuan memberdayakan pengguna agar memiliki pengetahuan dan kemampuan menerapkan strategi penelusuran yang efektif. Di samping itu diperlukan juga adanya berbagai pedoman dan panduan penelusuran informasi spesifik untuk masing-masing bidang ilmu.