Kembali
16
1
2011 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7 · 2 ISSN 2477-0361

Pelayanan UPT Perpustakaan UNKHAIR Dan Minat Mahasiswa Dalam Memanfaatkan UPT Perpustakaan Universitas Khairun Ternate (Studi Survei Pada Mahasiswa Pengguna UPT Perpustakaan Universitas Khairun Ternate Tahun 2009)

N/A

Abstract

The university library is a central service and information hub to support the Tri Dharma of the university. The university library becomes one of the quality indicators of education in a university. Therefore, the services provided by the university library must be maximized in order to support all the information needs of its academic community, especially students. This study used a survey method. The research examined 162 respondents among the students who use the UPT university library. Data collection techniques involved questionnaires, and statistical methods used regression analysis. The services provided must be able to satisfy users in terms of collections, service personnel, and infrastructure. Advice is given because perceived unsatisfactory service will discourage students from continuing to use the library.

Introduction

PENDAHULUAN Di era globalisasi ini, informasi memegang peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan manusia, baik itu informasi yang bersifat ilmiah ataupun non-ilmiah. Setiap orang membutuhkan informasi sebagai bagian dari tuntutan kehidupan, penunjang kegiatan, dan pemenuhan kebutuhannya. Dalam perkembangannya, kebutuhan pengguna akan informasi juga akan berubah-ubah baik dari segi keragaman isi maupun akses terhadap informasi tersebut (Darsono, 2004). Semakin tinggi tingkat kebutuhan pengguna akan informasi, maka akan semakin beragam pula isi informasi yang dibutuhkannya. Hal ini mungkin terjadi pada mahasiswa, karena mahasiswa pada dasarnya membutuhkan berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas akademik atau informasi yang dapat membantu mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen, informasi terbaru tentang kondisi atau situasi terbaru di lingkungan sekitar mereka, maupun berbagai informasi lain yang berkaitan dengan minat pribadi mereka. Cara belajar mandiri di perguruan tinggi menuntut mahasiswa harus aktif dalam belajar dan tidak menunggu apa yang diberikan oleh dosen. Menurut Noerhayati (1987:72), dosen hanya memberikan kuliah secara garis besarnya, sedangkan untuk detailnya mahasiswa diminta mengembangkan melalui buku-buku maupun bahan referensi lainnya dengan menggunakan berbagai sumber informasi yang tersedia. Sumber-sumber informasi tersebut antara lain dapat diperoleh di perpustakaan. Perpustakaan menyediakan berbagai bahan informasi seperti buku, jurnal, CD-ROM, internet, database online, dan lain sebagainya yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan sebuah pusat pelayanan dan informasi untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mengingat pentingnya perpustakaan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, maka perpustakaan perguruan tinggi telah menjadi salah satu indikator mutu pendidikan di perguruan tinggi. Makin baik perpustakaannya maka makin baik pula mutu keluaran perguruan tinggi tersebut. Agar perpustakaan perguruan tinggi dapat mendukung perguruan tinggi tersebut maka perpustakaan harus didukung dengan koleksi yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, sarana prasarana yang memadai, sumber daya manusia, dan pelayanan yang berkualitas. Di samping itu, perpustakaan juga harus dapat mengikuti perubahan perilaku pengguna seiring dengan perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini. Untuk itu setiap pengunjung, terutama sivitas akademika, berhak mengetahui dan mendapatkan pelayanan informasi apa saja yang dapat diperoleh di perpustakaan perguruan tinggi tersebut sehingga nantinya pemustaka benar-benar dapat merasakan manfaat dari keberadaan perpustakaan perguruan tinggi yang ada di lingkungan studi mereka. Universitas Khairun (Unkhair) merupakan satu-satunya Universitas Negeri di Maluku Utara. Perguruan tinggi ini memiliki perpustakaan yang cukup besar dan juga memiliki 7 perpustakaan fakultas. Koleksi yang ada di UPT perpustakaan Unkhair cukup lengkap. Hal ini terlihat dari adanya koleksi buku-buku yang sesuai dengan kurikulum, karena setiap melakukan pengadaan pihak perpustakaan selalu bekerja sama dengan masing-masing fakultas untuk menyesuaikan koleksinya dengan kebutuhan para sivitas akademika. Para petugas perpustakaan di UPT perpustakaan telah berusaha keras untuk memajukan perpustakaan dan menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini terlihat dari keramahan yang diberikan oleh pustakawan saat memberikan pelayanan serta program kerja yang telah disusun dan akan dilaksanakan. Sarana prasarana di UPT perpustakaan Unkhair, dipandang dari segi estetika dan ergonomis, juga cukup baik. Perpustakaan dilengkapi dengan ruang baca, ruang tamu, ruang referensi, ruang kerja, dan juga tersedianya fasilitas penelusuran informasi yang dapat memudahkan mahasiswa dalam menemukan informasi yang diinginkan. Namun, belum adanya kebijakan dari masing-masing perpustakaan fakultas untuk memberlakukan sistem pelayanan terbuka bagi penggunanya membuat mahasiswa lebih banyak memanfaatkan UPT perpustakaan Unkhair. Hal ini dapat dilihat dari jumlah anggota UPT perpustakaan Unkhair yang semakin meningkat. Dari tahun 2007 hingga 2008 jumlah anggota dari 3.425 menjadi 4.334 anggota yang berasal dari kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pelayanan UPT Perpustakaan dan minat mahasiswa dalam memanfaatkan UPT perpustakaan Unkhair. Dengan mengetahui hal tersebut, maka perpustakaan dapat melakukan berbagai upaya yang dapat memacu minat mahasiswa untuk terus memanfaatkan perpustakaannya. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah "Bagaimana pengaruh pelayanan UPT Perpustakaan Unkhair terhadap minat mahasiswa dalam memanfaatkan UPT Perpustakaan Unkhair?" KERANGKA PEMIKIRAN Masyarakat sebagai kumpulan individu yang saling berinteraksi, saling memberi, dan saling menerima, memiliki harapan dan keinginan yang berbeda-beda, merupakan subjek yang harus dilayani oleh perpustakaan secara merata dan optimal. Demikian halnya dengan masyarakat perguruan tinggi dan perpustakaannya, keduanya harus bersinergi dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Perguruan tinggi harus memberikan dukungan yang kuat kepada perpustakaan agar perpustakaan dapat memberikan layanan yang memuaskan bagi pemustaka. Agar perpustakaan dapat menciptakan hubungan yang baik dengan pemustaka, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu: a. Penyederhanaan administrasi perpustakaan. b. Penyediaan koleksi yang baru dan memadai. c. Pemberian layanan yang baik oleh staf yang ramah. d. Pengembangan fasilitas layanan yang memadai sesuai dengan sistem dan tuntutan teknologi. e. Pengembangan gedung yang nyaman bagi pemakai. Suatu perpustakaan dikatakan baik apabila mampu memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Keberhasilan layanan suatu perpustakaan tercermin dari kepuasan pemustaka. Pemustaka perguruan tinggi pada umumnya berasal dari kalangan mahasiswa. Mereka mengunjungi perpustakaan untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan studi mereka, informasi umum, maupun informasi yang berkaitan dengan minat mereka. Oleh karena itu, perpustakaan perguruan tinggi sebagai fasilitator dalam mendukung kebutuhan informasi mahasiswa memegang peranan penting. Jauh lebih baik bila perpustakaan menyediakan berbagai kebutuhan informasi yang diperlukan oleh mahasiswa. Kegiatan pelayanan sebuah perpustakaan merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Menurut Muhdhoffir (1986:64), dalam pelayanan itu sendiri terdiri dari empat unsur, yaitu: a. Koleksi. Setiap perpustakaan tentunya mempunyai visi dan misi yang berbeda. Namun, dapat dipastikan bahwa perpustakaan itu dikatakan berhasil bila banyak dimanfaatkan oleh komunitasnya. Salah satu aspek penting untuk membuat perpustakaan itu banyak dimanfaatkan adalah ketersediaan koleksi yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Koleksi perpustakaan adalah semua pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat pemustaka guna memenuhi kebutuhan informasi mereka (Perpusnas, 1999:1). Koleksi perpustakaan terdiri dari bahan cetak dan bahan non-cetak. Bahan cetak dapat terdiri dari buku teks, bahan rujukan, laporan penelitian, makalah temu ilmiah, karya akademik, literatur kelabu, karya fiksi, dan terbitan berkala. Sedangkan bahan non-cetak dapat terdiri dari kaset, piringan hitam, CD, dan lain-lain. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa koleksi perpustakaan yang lengkap dan mutakhir merupakan daya tarik bagi pemustaka. Makin banyak dan lengkap koleksi yang dimiliki, maka makin tinggi intensitas sirkulasi buku, yang pada akhirnya makin besar pula proses transfer informasi. Di sinilah perpustakaan berfungsi sebagai media atau alat serta jembatan perantara antara sumber ilmu dan masyarakat.b. Petugas/Staff Persaingan yang ketat di berbagai layanan jasa perpustakaan mendorong pustakawan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemakainya. H.A.S Moenir (2009:197) menyatakan bahwa agar pelayanan dapat memuaskan pengguna, petugas harus memiliki empat kriteria pokok, yaitu: 1) tingkah laku yang sopan, 2) cara menyampaikan, 3) waktu penyampaian yang tepat, dan 4) keramahtamahan. Agar pelayanan dapat memuaskan pengguna, pelayanan harus berkualitas. Purwardarminta (1984) menyatakan bahwa kualitas pelayanan menunjukkan baik atau tidaknya suatu layanan. Sutamo NS (2005:123) menambahkan bahwa ukuran keberhasilan dalam pembinaan layanan perpustakaan antara lain: Peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan, Meningkatnya transaksi peminjaman dan pengembalian koleksi, Meluasnya jangkauan layanan, Variasi layanan yang semakin banyak, Kepuasan pengguna terhadap layanan perpustakaan, Keinginan pengguna untuk kembali mengunjungi perpustakaan. c. Sarana dan Prasarana Perpustakaan Menurut Sutarno (2003:97), sarana dan prasarana perpustakaan mencakup semua benda, barang, serta fasilitas yang digunakan untuk mendukung aktivitas perpustakaan. Kelengkapan, kemudahan penggunaan, serta daya tarik bentuk, warna, dan ukuran sarana prasarana dapat meningkatkan citra perpustakaan di mata masyarakat. Rahman Hermawan dan Zulfikar Zen (2006:23) menyatakan bahwa dalam era teknologi informasi, perpustakaan membutuhkan sarana dan prasarana berbasis teknologi untuk mendukung otomasi layanan. Komputer dan fasilitas komunikasi menjadi bagian esensial dalam pengelolaan perpustakaan modern. Teknologi informasi yang digunakan perpustakaan memerlukan dukungan perangkat lunak dan perangkat keras yang memadai. d. Pemustaka Pemustaka adalah individu yang memanfaatkan perpustakaan untuk memperoleh informasi. Citra perpustakaan dapat diukur dari jumlah pengunjung yang datang dan tingkat kepuasan mereka terhadap layanan yang diberikan. Jika layanan perpustakaan memenuhi atau melebihi harapan pengguna, maka mereka akan tertarik untuk kembali dan merekomendasikannya kepada orang lain. Sebaliknya, layanan yang kurang memuaskan dapat menurunkan reputasi perpustakaan dan mengurangi jumlah kunjungan. Pemustaka di perguruan tinggi umumnya adalah mahasiswa yang akan lebih berminat memanfaatkan perpustakaan jika layanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan mereka. Sandjaja (2005) menyatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu aktivitas jika memiliki minat terhadapnya. Minat merupakan faktor motivasi yang kuat untuk bertindak. Sutjipto (2001) menjelaskan bahwa minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, orang, masalah, atau situasi yang berhubungan dengan dirinya. Minat dipengaruhi oleh motivasi, baik yang bersifat intrinsik (dari dalam diri) maupun ekstrinsik (dari lingkungan). Menurut Sondang P. Siagian (1995), motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan dalam menentukan kualitas perilaku seseorang, termasuk dalam aktivitas belajar dan pemanfaatan perpustakaan. Di era informasi ini, mahasiswa semakin membutuhkan akses ke sumber informasi yang dapat menunjang proses pembelajaran mereka. Namun, pemenuhan kebutuhan informasi secara individu dapat menjadi beban, sehingga perpustakaan menjadi solusi. Faktor internal seperti motivasi belajar mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan, sementara faktor eksternal seperti koleksi berkualitas, sarana prasarana yang memadai, dan layanan yang prima akan semakin meningkatkan minat mereka untuk menggunakan perpustakaan. Gambar I. Kerangka Pemikiran Definisi konsep dari masing-masing variabel dan indikator dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, cetak, dan rekam yang dihimpun, diolah, dan dilayankan oleh perpustakaan. Sarana dan prasarana perpustakaan mencakup semua fasilitas yang mendukung penyelenggaraan kegiatan perpustakaan. Pelayanan petugas perpustakaan adalah semua aktivitas petugas yang berinteraksi langsung dengan pemustaka. Minat memanfaatkan perpustakaan adalah dorongan dalam diri seseorang untuk menggunakan sumber informasi, jasa layanan, serta fasilitas yang tersedia di perpustakaan.

Method

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan alasan bahwa penelitian survei dapat dipakai untuk mengkaji seberapa jauh tujuan yang digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai tanda-tanda tercapai (Singarimbun, 1995:5). Dalam penelitian ini peneliti bermaksud menggambarkan secara terperinci dan mendalam tentang pelayanan UPT Perpustakaan Unkhair dan minat mahasiswa dalam memanfaatkan UPT Perpustakaan Unkhair. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 180 sampel dengan populasi pengunjung sekitar 200 orang dalam seminggu. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan sampel acak sederhana (simple random) yaitu apabila semua anggota populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian (Widodo, 2004:48). Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; 1) Kuesioner, merupakan pengumpulan data melalui daftar pertanyaan konkret yang berhubungan dengan data yang diperlukan berdasarkan indikator-indikator dari variabel penelitian dalam bentuk angket dan disebarkan kepada responden. 2) Wawancara (Interview), dilakukan untuk menggali secara lengkap dan luas serta berfokus pada informasi yang dikaji sebagai faktor pendukung dalam penelitian. 3) Observasi memungkinkan peneliti mengamati dari dekat gejala yang diteliti, dalam hal ini peneliti semata-mata hanyalah sebagai pengamat, yaitu mengamati tentang pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa dalam mencari informasi. 4) Studi kepustakaan, dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder berupa literatur-literatur landasan teoritis yang mendukung pada masalah yang diteliti serta menerjemahkan data-data yang telah diperoleh.