Motivasi Mahasiswa Memanfaatkan Fasilitas Perpustakaan Fakultas: Studi Komparatif Antara Mahasiswa Di Fakultas Eksakta Dan Non Eksakta
Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah mendukung terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu memfasilitasi program pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Kualitas perpustakaan perguruan tinggi menjadi salah satu indikator mutu pendidikan di perguruan tinggi. Kondisi perpustakaan di UGM pada umumnya belum dapat memberi layanan yang bermutu. Di samping itu, terjadi fenomena adanya penurunan pemustaka yang memanfaatkan perpustakaan dari tahun ke tahun. Untuk itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi komparatif antara mahasiswa fakultas eksakta dan non-eksakta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah para mahasiswa anggota perpustakaan dan penanggung jawab Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dan Fisipol UGM. Data yang terkumpul melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dianalisis secara kualitatif. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, display data, pengambilan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga elemen motivasi, yaitu kebutuhan, dorongan, dan tujuan, sebagian besar informan baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM dalam memanfaatkan perpustakaan fakultas mempunyai nAch tinggi. Sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan karena kebutuhan meningkatkan prestasi. Sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan karena mendapat dorongan dari diri sendiri, dosen, dan teman. Sebagian besar informan berpendapat bahwa pemanfaatan perpustakaan berpengaruh terhadap IP, tetapi tinggi rendahnya IP tidak mempengaruhi sebagian besar informan dalam memanfaatkan perpustakaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semua faktor-faktor penting dari perpustakaan, seperti koleksi, sarana prasarana, dan layanan perpustakaan, mempengaruhi motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM berpendapat bahwa jumlah buku sudah memadai dan sesuai dengan kebutuhan, sarana prasarana cukup memadai, dan menilai positif terhadap layanan yang meliputi petugas, waktu layanan, tata tertib, dan situasi kondisi perpustakaan. Semua faktor tersebut telah memperkuat motivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. Sebagian besar informan dari Fisipol UGM berpendapat bahwa koleksi perpustakaan fakultas sudah berkualitas sehingga dapat memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan. Dalam hal sarana prasarana, sebagian besar informan mengatakan bahwa sarana prasarana masih dirasa kurang sehingga belum memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan. Dalam faktor layanan, yang memperkuat motivasi sebagian besar informan adalah dari segi petugas dan tata tertib, sedangkan yang belum memperkuat motivasi mahasiswa adalah dari segi waktu layanan dan situasi kondisi perpustakaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor dari luar perpustakaan, yaitu dosen, teman, diri sendiri, dan orang tua mahasiswa, ternyata yang paling mempengaruhi para informan dari Fakultas Teknik UGM dalam memanfaatkan perpustakaan adalah faktor diri sendiri dan dosen, kemudian baru teman dan akhirnya orang tua mahasiswa. Di Fisipol UGM, yang paling mempengaruhi sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan adalah dosen, kemudian dari diri sendiri dan teman, sedangkan faktor orang tua tidak begitu mempengaruhi. Dengan demikian, faktor diri sendiri, dosen, dan teman mempunyai pengaruh yang besar kepada mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan. Di antara ketiga faktor tersebut, dosen yang paling mempengaruhi para informan baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM, sehingga dosen berperan penting dalam mendorong para mahasiswa memanfaatkan perpustakaan.
Keywords:
motivasi
· mahasiswa
· pemanfaatan
· perpustakaan
Introduction
Keberadaan perpustakaan di suatu lembaga atau organisasi adalah untuk mendukung lembaga atau organisasi dalam mencapai tujuannya, begitu pula dengan perpustakaan di perguruan tinggi. Menurut Sulistyo-Basuki (1993), perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Menurut Rachman Hermawan S. dan Zulfikar Zen (2006: 34), secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Secara khusus adalah untuk membantu para dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi dalam proses pembelajaran. Mengingat pentingnya perpustakaan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, maka perpustakaan perguruan tinggi telah menjadi salah satu indikator mutu pendidikan di perguruan tinggi. Makin baik perpustakaannya, makin baik pula mutu luaran perguruan tinggi tersebut. Agar perpustakaan perguruan tinggi dapat mendukung perguruan tinggi tersebut, maka perpustakaan harus didukung dengan fasilitas yang memadai, sumber daya manusia, dan pelayanan yang berkualitas. Di samping itu, perpustakaan juga harus dapat mengikuti perubahan perilaku pengguna seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi ini. Menurut Mustafa (2003), untuk mendukung mutu pendidikan, perpustakaan harus mampu membangun layanan yang bermutu pula, yaitu layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yang meliputi materi, format, waktu, aturan, dan pelayanan yang sesuai. Layanan yang bermutu akan menarik pemustaka, khususnya mahasiswa, untuk rajin berkunjung ke perpustakaan dalam rangka mencari data, literatur, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan akademiknya. Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai universitas yang besar juga mempunyai jumlah perpustakaan yang besar pula, yaitu sekitar 6 perpustakaan yang tersebar di fakultas, pusat studi, dan lembaga, termasuk Perpustakaan UGM sebagai perpustakaan pusatnya. Dengan jumlah perpustakaan yang besar tersebut, apabila semuanya dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka, maka merupakan kekayaan potensial yang akan mendukung UGM mencapai visi-misinya, yaitu mewujudkan UGM sebagai universitas riset kelas dunia. Namun, sampai saat ini kondisi secara umum perpustakaan di UGM belum dapat memberi layanan yang bermutu, baik dari segi sarana prasarana, koleksi, maupun layanannya sendiri. Di sisi lain, terjadi fenomena bahwa sebagian besar perpustakaan di UGM belum banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen, bahkan terjadi penurunan jumlah pemustaka yang memanfaatkan perpustakaan dari tahun ke tahun. Apabila perpustakaan tidak tanggap terhadap masalah ini, maka perpustakaan di UGM akan terancam sepi dari pengunjung. Untuk itu, perlu diketahui mengapa terjadi masalah di atas dan perlu ada upaya-upaya agar tingkat pemanfaatan perpustakaan dapat lebih meningkat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana motivasi mahasiswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan fakultas dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi motivasi mahasiswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Dengan mengetahui hal tersebut, maka perpustakaan dapat melakukan berbagai upaya sehingga para mahasiswa termotivasi untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan fakultasnya.
Result & Discussion
A. Pandangan Mahasiswa terhadap Perpustakaan Fakultas Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa para informan dari Fakultas Teknik UGM mempunyai bermacam-macam pandangan terhadap Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Pandangan para informan yang baik terhadap perpustakaan yaitu: cukup bagus, bersih, sesuai harapan, ada perkembangan, memuaskan, fasilitas lengkap, kebijakan cukup bagus, pelayanan ramah, cukup strategis, koleksi cukup memadai, suasana tenang, stabil, nyaman dan kondusif, serta meningkatkan pengetahuan. Sedangkan pandangan para informan yang kurang baik terhadap perpustakaan adalah pelayanan standar, belum sesuai harapan, sarana prasarana standar. Pandangan para informan dari Fisipol UGM yang baik terhadap Perpustakaan Fisipol UGM adalah cukup bagus, dekat, sesuai harapan, cukup memadai, memenuhi kebutuhan, pelayanan cukup baik, ada perbaikan, petugas sudah membantu, kebijakan cukup bagus, peraturan tidak terlalu ketat, dan suasana cukup baik. Sedangkan pandangan para informan dari Fisipol UGM yang belum baik terhadap Perpustakaan Fisipol UGM yaitu buku belum urut, pelayanan standar, kurang melibatkan pengguna, belum ideal, belum sesuai dengan harapan, dan sarana prasarana belum lengkap. Dari pandangan para informan di atas dapat diketahui bahwa pandangan mereka terhadap perpustakaan fakultas sangat bermacam-macam tergantung dari faktor internal dan eksternalnya. Tetapi dari berbagai macam pandangan tersebut, ternyata sebagian besar informan baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM mempunyai pandangan bahwa perpustakaan fakultas sudah sesuai dengan harapan mereka. Pandangan para informan di atas akan memengaruhi perilakunya dan selanjutnya akan menentukan motivasi mereka dalam memanfaatkan perpustakaan fakultas. Para informan yang masih mempunyai pandangan yang belum baik terhadap perpustakaan fakultas mempunyai harapan-harapan terhadap perpustakaan fakultas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan di Fakultas Teknik UGM mempunyai harapan adanya buku yang lebih up-to-date, penambahan fasilitas, dan adanya kenyamanan. Di Fisipol UGM, sebagian besar informan mempunyai harapan adanya penambahan fasilitas, buku, dan perbaikan penataan ruang. B. Motivasi Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Fakultas a. Kebutuhan Mahasiswa Sesuai dengan teori Tiga Kebutuhan dari McClelland dkk., mahasiswa mempunyai tiga jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan untuk berprestasi (nAch.), kebutuhan kekuasaan (nPo.), dan kebutuhan untuk berafiliasi (nAff.). Dalam kaitannya dengan studinya, mahasiswa mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan prestasi belajar (nAch.). Salah satu indikator mahasiswa yang berhasil dalam studinya ditunjukkan dengan prestasi belajar atau indeks prestasi (IP) yang tinggi. Berdasarkan teori nAch., mahasiswa dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu maksimalis, konformis, dan minimalis. Mahasiswa yang maksimalis akan berusaha untuk mencapai prestasi setinggi mungkin dalam studinya. Prestasi yang tinggi salah satunya ditunjukkan dengan IP yang tinggi, sehingga mahasiswa yang maksimalis juga akan berusaha untuk mencapai IP yang tinggi. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk mencapai prestasi yang tinggi tersebut adalah dengan cara memanfaatkan perpustakaan. Mahasiswa yang konformis tidak berusaha mencapai IP yang tinggi tetapi hanya sekadar dapat lulus dalam setiap ujian, begitu pula dengan mahasiswa yang minimalis sehingga IP-nya rendah, di bawah standar kelulusan. Mahasiswa yang tergolong konformis dan minimalis akan memanfaatkan perpustakaan dengan terpaksa, misalnya karena ada tugas dari dosen. Untuk memuaskan kebutuhan berprestasi, mahasiswa mempunyai beraneka ragam kebutuhan, seperti buku, jurnal, informasi, akses internet, sarana belajar, dan lain-lain. Berbagai jenis kebutuhan tersebut tidak mungkin dapat dipenuhi sendiri. Cara yang paling efektif untuk memenuhi berbagai kebutuhan adalah dengan memanfaatkan perpustakaan yang telah disediakan oleh fakultas. Mahasiswa sebagai sivitas akademika mempunyai hak dan kewajiban. Salah satu kewajiban mahasiswa adalah membayar biaya perkuliahan. Dengan kewajiban tersebut, mahasiswa berhak mendapat fasilitas yang disediakan oleh universitas maupun fakultas, sesuai dengan keputusan Majelis Wali Amanat No. 121/SK/MWA/2002 Anggaran Rumah Tangga UGM pada Bab XIX Pasal 107 tentang Kemahasiswaan dan Alumni yang menyebutkan bahwa hak mahasiswa antara lain adalah memanfaatkan fasilitas dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi. Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa adalah perpustakaan yang disediakan oleh fakultas. Mahasiswa yang baik tentu akan melaksanakan kewajiban dalam menggunakan haknya dengan sebaik-baiknya. b. Dorongan Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan tentu ada yang mendorong. Menurut Sondang P. Siagian, dorongan tersebut dapat bersumber dari dalam diri mahasiswa (intrinsik) dan dapat bersumber dari luar dirinya (ekstrinsik). Mahasiswa yang maksimalis akan memanfaatkan perpustakaan karena dorongan dari dalam dirinya sendiri selain dari luar dirinya, tetapi untuk mahasiswa yang konformis dan minimalis biasanya memanfaatkan perpustakaan hanya apabila ada dorongan dari luar dirinya. Dorongan dari luar diri mahasiswa (ekstrinsik) yang mendorong mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas tersebut dapat bersumber dari adanya stimulus dari perpustakaan sendiri maupun dari orang-orang yang memengaruhinya, seperti dosen, teman, dan orang tua mahasiswa. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa di Fakultas Teknik, sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan karena dorongan mencari informasi dan referensi, dan hal ini berarti dorongan tersebut berasal dari dalam dirinya (intrinsik), sedangkan informan yang lainnya ada yang terdorong dari suasana perpustakaan yang kondusif (ekstrinsik). Di Fakultas Fisipol UGM, sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan juga karena dorongan yang bersumber dari dalam dirinya, yaitu kebutuhan terhadap buku. Untuk informan yang lainnya, mendapat dorongan dari luar dirinya, yaitu dari perpustakaan. Selain dorongan dari perpustakaan, dorongan juga dapat berasal dari dalam diri mahasiswa dan orang-orang di sekelilingnya, terutama dosen, teman, dan orang tua mahasiswa. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa di Fakultas Teknik UGM, dorongan terbesar bersumber dari dosen dan dari dalam diri mahasiswa sendiri, kemudian teman, dan paling sedikit adalah dari orang tua mahasiswa. Sedangkan di Fisipol UGM, dorongan terbesar bersumber dari dosen, kemudian dari teman, diri sendiri, dan yang paling sedikit juga dari orang tua mahasiswa. Alasan dari para informan mengapa dosen mendorong mereka memanfaatkan perpustakaan yaitu karena dosen memberi tugas dan menyuruh mahasiswa mencari literatur di perpustakaan. Alasan para informan mengapa teman mendorong mereka memanfaatkan perpustakaan adalah karena apabila ada teman dapat berdiskusi dan lebih lama di perpustakaan atau apabila teman mengajak ke perpustakaan. Alasan para informan mengapa diri sendiri mendorong mereka memanfaatkan perpustakaan adalah karena kebutuhan dan sudah dewasa sehingga harus mandiri. Dengan demikian, berarti bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM termasuk mahasiswa yang maksimalis atau mempunyai motivasi tinggi memanfaatkan perpustakaan fakultas. c. Tujuan Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan tentu mempunyai tujuan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM memanfaatkan perpustakaan dengan tujuan untuk meminjam buku dan akses internet. Di Fisipol UGM, sebagian besar informan memanfaatkan perpustakaan dengan tujuan memenuhi tugas kuliah. Jadi, dari berbagai tujuan tersebut dapat diketahui bahwa semua informan memanfaatkan perpustakaan pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar. d. Hubungan antara Pemanfaatan Perpustakaan dengan IP Mahasiswa Berikut ini pendapat mahasiswa tentang hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan IP mahasiswa, apakah dengan memanfaatkan perpustakaan, IP mahasiswa menjadi tinggi? Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan berpendapat bahwa dengan memanfaatkan perpustakaan dapat mempengaruhi IP mahasiswa. e. Hubungan antara IP dengan Pemanfaatan Perpustakaan Dari hasil penelitian ternyata semua informan, baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM, berpendapat bahwa tinggi rendahnya IP tidak mempengaruhi dalam pemanfaatan perpustakaan. Mereka tetap memanfaatkan perpustakaan walaupun IP mereka sudah tinggi sekalipun. Dan alasan para informan dapat diketahui bahwa mereka memanfaatkan perpustakaan tidak hanya untuk mencari IP tinggi tetapi juga ada alasan-alasan lainnya, seperti untuk mencari ilmu, mencari informasi baru, meningkatkan kemampuan, dan sebagainya. Jadi, IP hanya salah satu indikator dari prestasi mahasiswa. Indikator prestasi mahasiswa lainnya seperti wawasan yang luas, penguasaan ilmu, kemampuan menganalisis suatu masalah, dan sebagainya. C. Pemanfaatan Perpustakaan Dari faktor-faktor di atas dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa. Untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan oleh para informan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dan Fisipol UGM dapat dilihat berikut ini: Durasi Kunjungan Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar informan, baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM, memanfaatkan perpustakaan rata-rata berdurasi 2 jam. Menurut keterangan para informan yang berkunjung rata-rata berdurasi 2 jam, waktu tersebut biasanya digunakan untuk membaca buku dan mengakses internet. Satu orang informan yang di perpustakaan berdurasi 3 jam adalah mahasiswa yang sedang skripsi karena mahasiswa tersebut lebih banyak memerlukan informasi maupun literatur. Sedangkan menurut keterangan para informan dari Fisipol UGM, biasanya apabila durasinya lama mereka menggunakan waktunya untuk mengakses internet dan atau membaca buku, apabila sebentar maka hanya meminjam atau mengembalikan buku. Frekuensi Kunjungan Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM berkunjung ke perpustakaan fakultas adalah 2 kali seminggu. Selain itu juga ditunjukkan bahwa frekuensi para informan memanfaatkan perpustakaan dipengaruhi oleh kepentingan dan tujuan mereka memanfaatkan perpustakaan. Koleksi dan Fasilitas Perpustakaan yang Sering Dimanfaatkan oleh Para Informan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa fasilitas yang sering dimanfaatkan oleh para informan dari Fakultas Teknik UGM adalah buku, kemudian internet. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku dan internet merupakan kebutuhan penting mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Di Perpustakaan Fisipol UGM, sebagian besar para informan dari Fisipol UGM memanfaatkan komputer OPAC, komputer internet, dan buku. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa OPAC, buku, dan internet merupakan kebutuhan penting mahasiswa Fisipol UGM. Hambatan dalam Memanfaatkan Perpustakaan Dalam memanfaatkan perpustakaan mungkin ada hambatan, baik yang bersumber dari perpustakaan maupun dari mahasiswanya sendiri. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik UGM tidak mempunyai hambatan, baik dari dirinya sendiri maupun dari pihak perpustakaan. Dengan demikian, para informan sudah mendapat kemudahan dan kepuasan dalam memanfaatkan perpustakaan. Tidak adanya hambatan tersebut mungkin disebabkan karena jumlah penggunanya relatif sedikit sehingga lebih leluasa memanfaatkan perpustakaan. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa ternyata semua informan dari Fisipol UGM mendapat kendala, baik yang bersumber dari diri mahasiswa maupun dari pihak perpustakaan. Banyaknya hambatan yang dialami oleh para informan dari Fisipol UGM di atas mungkin salah satunya disebabkan adanya perpindahan lokasi perpustakaan yang lebih sempit sehingga menimbulkan banyak kendala, baik tempat maupun fasilitasnya. Selain itu, pemustaka juga relatif banyak. Manfaat Berkunjung ke Perpustakaan Fakultas Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan memanfaatkan perpustakaan mempunyai banyak manfaat bagi para informan, baik dari Fakultas Teknik UGM maupun Fisipol UGM. Manfaat Perpustakaan Fakultas Teknik UGM bagi para informan dalam menunjang pembelajaran terutama untuk mencari buku dan menambah ilmu. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa Perpustakaan Fisipol UGM memberi banyak manfaat bagi para informan, terutama untuk mengerjakan tugas dari dosennya, kemudian dalam mencari buku dan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan. Jadi, dari manfaat yang diperoleh para informan di atas menunjukkan bahwa para informan mendapatkan kepuasan dalam memanfaatkan perpustakaan. Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan Dilihat dari jumlah mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan Fakultas Teknik UGM ternyata masih rendah. Sebagai contoh, pada bulan September 2008 jumlah pengunjung ada 712 orang. Apabila jumlah tersebut dibagi 26 hari kerja maka rata-rata pengunjung per hari sekitar 28 pengunjung. Jumlah tersebut adalah sangat rendah apabila dibandingkan dengan seluruh jumlah mahasiswa Fakultas Teknik yang lebih dari 10.000 mahasiswa. Setelah penulis mengunjungi 8 perpustakaan jurusan ternyata jumlah pengunjung di perpustakaan jurusan jauh lebih tinggi. Hampir semua perpustakaan jurusan yang penulis kunjungi penulis mahasiswa yang sedang memanfaatkan perpustakaan. Dengan tingkat kunjungan yang rendah berarti pemanfaatan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM juga masih rendah. Rendahnya pemanfaatan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM salah satunya adalah karena adanya perpustakaan referensi di jurusan, di mana dari segi lokasi lebih dekat dan dari segi koleksi lebih sesuai dengan referensi dari dosen. Di Perpustakaan Fisipol UGM, dilihat dari jumlah mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan Fisipol jauh lebih tinggi daripada di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Sebagai contoh, pada bulan September 2008 jumlah pengunjungnya adalah 2.395 orang. Apabila jumlah tersebut dibagi 26 hari kerja maka rata-rata pengunjungnya sekitar 90 orang. Dengan tingkat kunjungan yang tinggi berarti tingkat pemanfaatan di Perpustakaan Fisipol UGM juga tinggi. Banyaknya mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan fakultas salah satunya karena sebagian besar perpustakaan di jurusan belum dikelola secara profesional sehingga sebagian besar mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Faktorfaktor dari Perpustakaan yang Mempengaruhi Motivasi Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Fakultas t. Ketersediaan Koleksi Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa semua informan dari Fakultas Teknik UGM berpendapat bahwa koleksi di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM sudah sesuai dengan kebutuhan dan jumlahnya memadai. Walaupun demikian ada 71,43% dari mereka berpendapat bahwa bukunya kurang pembaharuan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa memanfaatkan Perpustakaan Fakultas Teknik UGM adalah adanya koleksi yang sesuai dengan kebutuhan dan jumlahnya memadai. Dan hasil penelitian dapat diketahui bahwa 77,78% informan dari Fisipol UGM berpendapat bahwa untuk koleksi buku di perpustakaan fakultas sudah berkualitas, tetapi ada 77,78% informan berpendapat bahwa jumlah buku masih kurang dan 66,67% informan berpendapat bahwa buku kurang pembaharuan. Di samping itu sebagian juga berpendapat bahwa koleksi buku sudah lengkap tetapi ada yang berpendapat bahwa jumlah jurnal kurang dan belum up to date. Sebagian informan juga mengeluhkan tentang penataan buku di rak yang belum tepat. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa yang menjadi faktor motivasi mahasiswa Fisipol UGM memanfaatkan perpustakaan salah satunya karena koleksinya berkualitas sesuai dengan materi kuliah. b. Ketersediaan Sarana Prasarana Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM menilai sarana prasarana di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM sudah memadai. Dengan demikian menurut penulis, sarana prasarana di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM menjadi faktor yang dapat memotivasi sebagian besar informan untuk memanfaatkan perpustakaan fakultas. Di Perpustakaan Fisipol UGM, sebagian besar informan mengeluhkan terhadap sarana prasarananya sehingga menurut penulis, sarana prasarana di Perpustakaan Fisipol UGM belum memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. c. Layanan Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM menilai positif terhadap petugas dalam memberikan layanan kepada pengguna. Dengan demikian, petugas di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dapat memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. Di Perpustakaan Fisipol UGM sebagian besar informan menilai petugasnya mampu dan paham terhadap tugas, tetapi masih ada informan yang menilai bahwa petugas tidak ramah dan masih pasif dalam memberikan layanan kepada pemustaka. Dengan demikian petugas yang mampu dan paham terhadap tugas tersebut dapat menjadi faktor yang memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. Penilaian positif terhadap petugas di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM tersebut salah satunya karena pengunjungnya relatif sedikit dibandingkan dengan pengunjung Perpustakaan Fisipol UGM sehingga secara psikologis dapat lebih siap dan leluasa dalam memberikan layanan. Sedangkan petugas di Perpustakaan Fisipol UGM pada waktu melayani banyak pengunjung, secara psikologis dapat mempengaruhi emosinya. Pelayanan yang kurang menyenangkan tersebut dapat membuat pemustaka enggan memanfaatkan perpustakaan lagi walaupun petugas tersebut mempunyai kemampuan dalam memberikan layanan. Waktu Layanan Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM berpendapat bahwa waktu layanan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM sudah cukup memadai. Hal ini dapat memperkuat motivasi mereka memanfaatkan perpustakaan fakultasnya. Sebab mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan relatif sedikit sehingga lebih leluasa berada di perpustakaan dan apabila waktu layanannya diperpanjang sampai sore atau malam maka akan sepi bahkan tidak ada pengunjungnya. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa di perpustakaan Fisipol UGM sebagian besar informan merasa kurang waktu layanannya sehingga juga kurang memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultasnya. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya pemustaka yang memanfaatkan perpustakaan sehingga waktu layanan dirasa kurang leluasa. Di samping itu pelayanan di Perpustakaan Fisipol UGM juga belum tepat waktu seperti yang tercantum dalam tahapan terakhir untuk mencapai visinya yaitu pelayanan prima kepada pemustaka. Pelayanan yang tidak tepat waktu akan merugikan dan mengecewakan pemustaka. Tata Tertib Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM menilai tata tertib di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM sudah baik tetapi 28,57% dari 7 informan mengeluhkan tentang waktu pinjaman yang masih kurang. Dengan demikian tata tertib di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dapat menjadi faktor yang memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Di Perpustakaan Fisipol UGM dalam hal tata tertib, sebagian besar informan berpendapat bahwa tata tertibnya sudah cukup bagus dan fleksibel tetapi masih ada informan yang merasa keberatan terhadap denda yang diterapkan dan kurang tepatnya waktu layanan. Dengan demikian, tata tertib di Perpustakaan Fisipol UGM dapat menjadi faktor yang memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Ketidaktepatan waktu layanan dapat merugikan pemustaka yang akan dan sedang memanfaatkan perpustakaan. Dalam hal denda memang itu kebijakan dari masing-masing perpustakaan fakultas dan hal itu dikenakan agar para pengguna mentaati peraturan perpustakaan. Situasi dan Kondisi Lingkungan Perpustakaan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fakultas Teknik UGM berpendapat bahwa kondisi dan situasi di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM sudah nyaman. Dengan demikian kondisi yang nyaman tersebut dapat menjadi faktor yang memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Situasi dan kondisi di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM yang sudah nyaman tersebut salah satunya karena penggunanya relatif sedikit sehingga lebih nyaman berada di perpustakaan. Di Fisipol UGM, sebagian besar informan masih mengeluhkan kondisi dan situasi perpustakaan fakultas, tetapi sebagian berpendapat bahwa lokasinya lebih dekat daripada sebelum pindah. Dengan demikian, situasi dan kondisi di Perpustakaan Fisipol UGM belum dapat memperkuat motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Kondisi tersebut salah satunya karena pindahnya ke lokasi baru yang lebih sempit. Namun demikian dengan perpindahan tersebut juga banyak yang menilai positif karena lokasinya lebih dekat dari kampusnya. Di samping itu di Perpustakaan Fisipol UGM dalam hal keamanan tas belum terjamin. Hal ini karena walaupun ada loker tetapi banyak yang sudah rusak dan tidak dapat dikunci lagi sehingga tidak berfungsi untuk mengamankan barangbarang milik pengunjung. E. Hubungan antara Fasilitas Perpustakaan dan Motivasi Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan Fakultas Fasilitas perpustakaan pada intinya meliputi koleksi, sarana prasarana, dan layanan perpustakaan. Adanya koleksi yang lengkap, memadai, beraneka ragam, mutakhir, dan relevan dengan kebutuhan pemustaka maka akan menjadi daya dorong bagi pengguna untuk memanfaatkan perpustakaan dan hal itu berlaku sebaliknya. Sarana prasarana yang lengkap, aman, nyaman, dan menarik akan menjadi daya dorong bagi pemustaka untuk memanfaatkan perpustakaan dan hal itu berlaku sebaliknya. Layanan yang lengkap dan berorientasi kepada pengguna maka akan menjadi daya dorong bagi pengguna untuk memanfaatkan perpustakaan dan hal itu berlaku sebaliknya. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa semua informan dari Fakultas Teknik UGM sering memanfaatkan buku dan sebagian besar informan sering memanfaatkan fasilitas komputer untuk akses internet. Hal ini berarti bahwa buku dan fasilitas komputer untuk akses internet adalah dua hal yang memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. Di Perpustakaan Fisipol UGM, sebagian besar informan sering memanfaatkan komputer OPAC kemudian buku dan internet. Dengan demikian, komputer OPAC, buku, dan internet adalah tiga hal yang dapat memotivasi para informan memanfaatkan perpustakaan fakultas. F. Faktor Diri Sendiri, Dosen, Teman, dan Orang Tua Mahasiswa Selain dari perpustakaan, faktor-faktor yang dapat memengaruhi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan dapat bersumber dari diri sendiri, teman, dosen, dan orang tua mahasiswa. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar informan dari Fisipol UGM memanfaatkan perpustakaan karena faktor dari dosen, dari teman, dan diri sendiri. Di Fakultas Teknik UGM, faktor yang besar pengaruhnya terhadap mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan fakultas adalah dari dosen dan diri mahasiswa sendiri, kemudian teman. Dengan demikian, penulis berpendapat bahwa dosen dapat memegang peranan besar dalam mendorong mahasiswanya untuk memanfaatkan perpustakaan. Apabila dosen dalam memberi tugas diarahkan untuk mencari literatur di perpustakaan, maka mahasiswa akan terdorong juga untuk memanfaatkan perpustakaan. Hal tersebut juga berarti bahwa dosen-dosen di Fakultas Teknik UGM dan di Fisipol UGM sudah mengarahkan mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas. Selain faktor dosen, faktor penting yang mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas perpustakaan adalah dari dalam diri mahasiswa sendiri dan juga teman. Dari 7 informan dari Fakultas Teknik UGM, 57,14% di antara mereka memanfaatkan perpustakaan karena faktor dari dalam diri sendiri. Mereka adalah mahasiswa semester 7, 9, dan mahasiswa S2 sehingga sudah mempunyai kemandirian dalam memanfaatkan perpustakaan. Para informan yang memanfaatkan perpustakaan karena didorong oleh temannya ternyata adalah mahasiswa semester 3. Dengan demikian, menurut penulis hal tersebut karena mereka masih termasuk mahasiswa awal sehingga belum muncul sifat kemandirian dalam memanfaatkan perpustakaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa para informan dari Fisipol UGM yang mendapat pengaruh dari teman yaitu 66,67%, salah satunya adalah laki-laki semester 3 dan yang lainnya adalah wanita. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa para mahasiswi cenderung lebih senang memanfaatkan perpustakaan dengan temannya. Untuk mahasiswa yang sudah semester akhir atau sudah S2 sudah mandiri dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan, sehingga mereka memanfaatkan perpustakaan karena dorongan dari diri sendiri dan atau dosennya. Di Perpustakaan Fisipol UGM maupun di Fakultas Teknik UGM, mahasiswa memanfaatkan perpustakaan sebagian besar karena mendapat dorongan dari dosen. Untuk mahasiswa tingkat akhir, mereka biasanya sudah mandiri sehingga dorongan memanfaatkan perpustakaan bersumber dari diri sendiri. Sementara itu, untuk mahasiswa yang masih tingkat awal atau berjenis kelamin wanita biasanya mendapat dorongan dari temannya. Selain itu, dari data yang penulis dapatkan dari informan, ternyata latar belakang pendidikan dan ekonomi orang tua mahasiswa tidak begitu mempengaruhi mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan. Hal ini mungkin karena anaknya sebagai mahasiswa sudah dianggap dewasa dalam memenuhi kebutuhan literatur.
Conclusion
A. Kesimpulan Dari pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Penyelenggaraan perpustakaan fakultas telah mampu memenuhi harapan sivitas akademik. Hal ini mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam pemanfaatan perpustakaan yang didorong oleh dirinya sendiri, dosen, teman, dan orang tua. 2. Tujuan pemanfaatan perpustakaan fakultas antara lain untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan, meningkatkan prestasi, dan menambah wawasan. 3. Koleksi Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dianggap telah memenuhi kebutuhan, jumlahnya memenuhi, meskipun terbitan lama. Kemudian Koleksi Perpustakaan FISIPOL dianggap berkualitas jumlahnya terbatas, dan terbitan lama. 4. Sarana prasarana, tata tertib waktu layanan, kondisi, dan fasilitas perpustakaan Fakultas Teknik dianggap telah memadai. Sementara itu sarana prasarana, situasi dan kondisi, dan fasilitas Perpustakaan FISIPOL UGM perlu ditingkatkan. Namun demikian tata tertib dianggap sudah baik. B. Rekomendasi Untuk meningkatkan motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan fakultas maka: 1. Perpustakaan Fakultas Teknik UGM, perlu ada integrasi sistem informasi dengan seluruh perpustakaan jurusan, sarana prasara dan fasilitas yang memadai, dan penataaan ulang ruang perpustakaan agar lebih efektif dan efisien di Fakultas Teknik UGM. 2. Perpustakaan Fisipol UGM, petugas perlu lebih baik lagi dalam melayani pengguna dan menepati waktu layanan, menambah jumlah koleksi barn, dan perbaikan sistem keamanan terhadap barang-barang milik pengguna. 3. Mahasiswa, selalu mencari sumber-sumber informasi lain terutama fasilitas perpustakaan yang telah disediakan fakultas dan mempunyai kesadaran sendiri bahwa memanfaatkan perpustakaan itu suatu kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan dan prestasinya