Analisis Pengunjung Perpustakaan dan Peminjaman Buku Tercetak pada Perpustakaan Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
Abstract
Library as an information center is bridge toward mastery of science and technology. Libraries have an important contribution to the opening of information about science. The library is the heart of the academic life of activity, because information can be obtained from the library that can be used as a basis for the development of science. Airlangga University Library supports the achievement of Tri Dharma Perguruan Tinggi by providing resources that support the learning process, it is necessary to do research on traffic levels and the amount of borrowing books from Airlangga University student group. The results of the research library of the University of Airlangga shows the largest number of visitors to the library during the year 2013 which is 102 347 people FISIP students. Students of the Faculty of Maritime Affairs and Fisheries at least coming to the library which is 3,126 people. The percentage of borrowers associated with the most visitors are the students of the Faculty of Law which is 50.4% 0r 7,207 persons. While the percentage of students of the Faculty of Pharmacy at least borrow a book that is 5.8% 0r 1,528 people.
Keywords:
service
· library
Introduction
1. Pendahuluan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perkembangan informasi semakin pesat. Setiap orang dapat mengakses segala informasi yang diperlukan dengan membuka situs atau mengunjungi suatu perpustakaan. Perpustakaan sebagai pusat informasi semakin dituntut untuk memberikan layanan informasi yang lebih baik dan tepat guna, sehingga dapat menarik perhatian pemustaka dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda-beda seperti anak-anak, pelajar, mahasiswa, dosen, peneliti dan sebagainya. Perpustakaan merupakan jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perpustakaan mempunyai kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Perpustakaan adalah jantung bagi kehidupan aktivitas akademik, karena di perpustakaan dapat diperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu indikator yang menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan suatu perpustakaan adalah melalui jumlah pemustaka yang mengunjungi dan memakai layanan yang disediakan oleh perpustakaan tersebut. Oleh karena itu perpustakaan memiliki tanggung jawab moril untuk memberikan layanan terbaik sehingga pemustaka merasa puas dan akan datang kembali memanfaatkan layanan perpustakaan. Salah satu upaya untuk mewujudkan kepuasan pemustaka adalah perpustakaan tampil dengan aktif dan dinamis dengan menyediakan informasi dan layanan yang berkualitas. Implikasinya perpustakaan mampu menyediakan bahan bacaan yang up to date, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Kunci keberhasilan perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi tidak lepas dari peran . perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya sekedar menyediakan bahan pustaka. Peran perpustakaan perguruan tinggi sebagai pusat edukasi dan rekreasi juga dapat berperan sebagai research center, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang di dalamnya. (Sulistyo, 1993). Selain hal tersebut, pemustaka perpustakaan perguruan tinggi lebih kritis menilai kualitas perpustakaan, schingga perpustakaan perguruan tinggi memiliki beban dan tanggung jawab yang berat untuk mewujudkan kepuasan pengguna. Upaya perpustakaan untuk mewujudkan kepuasan pemustaka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini bukan suatu hal yang mudah tetapi juga bukan suatu hal mustahil untuk diwujudkan. Upaya perbaikan atau penyempurnaan terhadap faktor-faktor layanan dapat membantu memberikan kepuasan dan nilai tambah serta membawa citra baik perpustakaan. Perpustakaan Universitas Airlangga telah hadir sebagai pusat informasi dan sebagai media pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar secara umum bagi seluruh intelektual dan untuk masyarakat luas. Selama ini Perpustakaan Universitas Airlangga belum pernah melakukan kajian mengenai jumlah pengunjung dan jumlah peminjam buku. Kajian mengenai jumlah pengunjung dan jumlah peminjam perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengunjung perpustakaan dan seberapa besar tingkat peminjam buku. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini mengangkat judul “Analisis Pengunjung Perpustakaan dan Peminjaman Buku Tercetak pada Perpustakaan Universitas Airlangga” 2. Tinjauan Pustaka 2.1. Perpustakaan Universitas Airlangga Perpustakaan Universitas Airlangga berdiri sejak tahun 1954, sejalan dengan berdirinya Universitas Airlangga. Perpustakaan Universitas Airlangga sejak tahun 1954 sampai tahun 1964 memberikan layanan close acces atau layanan tertutup. Mulai tahun 1964 layanan berubah menjadi open acces. Pengguna dapat berjalan ke rak untuk mencari sendiri kebutuhannya. Sejak saat itu mulai dididik tenaga yang ada untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang pustakawan. Selain itu perpustakaan Universitas Airlangga juga merekrut tenaga ahli di bidang perpustakaan. (Perpustakaan Universitas Airlangga, 2013) Perpustakaan Universitas Airlangga menempati tiga lokasi yaitu : a. Perpustakaan kampus A, yang terletak di J1. Prof Dr. Moestopo 47 Surabaya, memberikan layanan khususnya di bidang kedokteran dan kedokteran gigi. Luas gedung perpustakaan kampus A sekitar +4.096,80 m’ dan terdiri dari dua lantai. Perpustakaan kampus A mulai beroperasi sejak tahun 1974. b. Perpustakaan kampus B, yang terletak di Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya, memberikan layanan bagi pengguna yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas farmasi, dan Fakultas Psikologi. c. Perpustakaan kampus C, yang terletak di Jl. Mulyorejo Surabaya, memberikan layanan bagi pengguna dari Fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Luas gedung perpustakaan kampus C sekitar +6.012 m'. (Perpustakaan Universitas Airlangga, 2013) Perpustakaan Universitas Airlangga memiliki visi dan misi sebagai arah dan pedoman dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna. Visi Perpustakaan Universitas Airlangga yaitu menjadi perpustakaan yang unggul, dengan fasilitas yang lengkap, modern dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemakainya dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Misi perpustakaan adalah sebagai berikut : a. Menyediakan semua bentuk informasi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Universitas Airlangga b. Mengelola informasi agar bisa diakses oleh pengguna dengan mudah, cepat, dan tepat c. Memberikan fasilitas yang memadai kepada pemakai agar dapat mewujudkan fungsi perpustakaan sebagai sarana bantu belajar mengajar dan penelitian d. Menyebarkan informasi secara efektif dan efisien Fungsi perpustakaan Universitas Airlangga sebagai berikut : a. Sebagai pusat layanan dan sumber informasi untuk program pendidikan dan pengajaran b. Pusat layanan informasi dan sumber informasi untuk program penelitian c. Pusat layanan informasi dan sumber informasi untuk program pengabdian pada masyarakat d. Pusat Rekreasi bagi civitas akademika 2.2. Koleksi Perpustakaan Setiap perpustakaan pasti memiliki koleksi tergantung jenis perpustakaannya. Menurut Perpustakaan Nasional, koleksi perpustakaan adalah semua pustaka yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka (Perpustakaan Nasional R.I, 1999 : 11). Perpustakaan bertugas mengelola koleksi perpustakaan. Pengelolaan koleksi mencakup kegiatan survei kebutuhan pengguna, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan dan pengadaan bahan perpustakaan, pengolahan, pelayanan, perawatan bahan perpustakaan serta evaluasi koleksi. Koleksi perpustakaan harus memperhatikan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Koleksi perpustakaan hendaknya memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat dan cita-citanya dan tidak terbatas pada buku saja melainkan segala bentuk cetakan maupun rekaman supaya kebutuhan informasi pengguna dan pengunjung terpenuhi. Koleksi perpustakaan dapat dikelompokkan dalam dua bentuk (Perpustakaan Nasional R.1, 1999 : 11) yaitu: 1. Tercetak a. Buku/Monograf Buku atau monograf adalah terbitan yang mempunyai satu kesatuan yang utuh, dapat terdiri dari satu jilid atau lebih. Terbitan yang termasuk dalam kelompok ini adalah buku, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, prosiding dan kumpulan karangan yang dijilid. b. Bahan Bukan Buku, terdiri dari 1) Terbitan berkala/berseri adalah terbitan yang diterbitkan terus-menerus dengan jangka waktu/kala terbit tertentu. Terbitan seperti ini dapat berupa harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya. Bentuk terbitan berkala adalah surat kabar, majalah dan terbitan lain yang mempunyai kala terbit tertentu. 2) Peta. 3) Gambar. 4) Brosur, pamflet, booklet dan lain lain. 5) Makalah 2. Tidak Tercetak a. Rekaman gambar, misalnya film, mikrofilm, dan mikrofis, b. Rekaman suara, misalnya piringan hitam, CD (Compact Disc), dan kaset, c. Rekaman data magnetik/digital, misalnya dalam bentuk disket, dan pangkalan data. 2.3. Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan Kata sirkulasi berasal dari Bahasa Inggris Circulation yang berarti perputaran, peredaran, seperti pada sirkulasi udara, sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Lasa, H.S, 1990:1). Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini dikenal dengan sirkulasi artinya peminjaman. Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali dianggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering digunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan (Sulistyo-Basuki, 2000:257). Menurut Lasa H.S dalam, pelayanan sirkulasi merupakan ujung tombak pelayanan pada sebuah perpustakaan. Jenis pelayanan ini merupakan bagian penting dalam suatu perpustakaan, yang bertujuan: a. Supaya mereka (pengguna) mampu memanfaatkan. b. Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, dimana alamatnya, kapan koleksi kembali. c. Terjadinya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas. d. Diperoleh data kegiatan perpustakaan, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi. e. Apabila terjadi pelanggaran akan segera diketahui. Kegiatan pada bagian sirkulasi terdiri dari beberapa macam meliputi (Purwono, 2001:134): a. Pengawasan pintu masuk dan keluar perpustakaan. b. Pendaftaran anggota, perpanjangan keanggotaan, pengunduran diri dari anggota perpustakaan. c. Mengurusi keterlambatan pengembalian koleksi yang dipinjam seperti denda. d. Mengeluarkan surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya. e. Tugas berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak. Bertanggungjawab atas segala berkas peminjam Pembuatan statistik. Peminjaman antar perpustakaan. Mengawasi urusan penitipan, tas, jas, mantel, dan sebagainya milik pengunjung perpustakaan. Sistem peminjaman sering disebut dengan sistem kendali sirkulasi atau sistem sirkulasi. Sistem peminjaman menurut Sulistyo-Basuki (1993: 260) adalah sebagai berikut: 1. Sistem Buku Besar Sistem buku besar ini menganut register, artinya setiap peminjam mendapat jatah satu halaman atau lebih dalam buku besar, disertai indeks nama peminjam pada bagian akhir buku besar. Pada setiap halaman buku besar terdapat kolom nama peminjam, alamat, tanggal pinjam, nomor buku, nomor panggil, pengarang, judul, edisi, tanda tangan peminjam, tanggal harus kembali, dan tanggal pengembalian sebenarnya. 2. Sistem Sulih (dummy) Sistem sulih atau dummy system dalam bahasa Inggris, menggunakan sulih yang terbuat dari .karton sebagai substitusi buku tatkala buku dipinjam. Sulih dari karton tersebut ditulis pada secarik kertas yang ditempelkan pada halaman sulih. Lembar tersebut berisi nama peminjam, nomor panggil, dan tanggal peminjaman. 3. Bentuk NCR (No Carbon Required) Pada sistem ini, peminjam perlu mengisi formulir peminjaman, lengkap dengan nama, alamat, nama pengarang, judul, nomor klasifikasi, dan nomor induk pada formulir peminjaman. 4. Sistem "Book Issue Card” (BIC) Sistem ini banyak digunakan di perpustakaan sekolah. Ada dua variasi sistem BIC, masing masing menggunakan kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Pada bagian atas kartu tertulis kata “pengarang” dan “judul”. Pada bagian sebelah bawah “pengarang” dan “judul” ditulis kolom “tanggal” dan “peminjam”. 5. Sistem Browne Setiap anggota perpustakaan memperoleh tiket pembaca, jumlahnya sama dengan jumlah buku yang boleh dipinjam oleh anggota perpustakaan. Jumlah buku yang boleh dipinjam seorang anggota perpustakaan bervariasi, tergantung pada kebijakan masing masing perpustakaan. Tiket anggota berisi nomor anggota, nama, serta alamat diketik pada masing-masing tiket. Tiket pembaca berbentuk kantong. Untuk mendampingi tiket buku diperlukan kartu buku, berisi nomor panggil, nomor induk, pengarang, judul,edisi, dan tahun terbit. 6. Sistem Newark Anggota perpustakaan memperoleh kartu peminjam. Kartu peminjam berisi nama, alamat, nomor pendaftaran, tanggal berakhirnya kartu anggota, tanda tangan anggota serta kolom tanggal pinjam, dan tanggal harus kembali. 7. Token Charging Untuk keperluan ini digunakan kartu anggota, satu kartu untuk seorang anggota dengan masa berlaku 1 tahun, “foken " artinya semacam kartu berisi tanda pengenal perpustakaan terbuat dari karton berukuran 4 x 6 cm ataupun lebih. Ketika meminjam, anggota perpustakaan menyerahkan satu “token " untuk setiap buku yang dipinjam dan label tanggal di stempel tanggal kembali. Ketika mengembalikan buku, peminjam menerima kembali “foken "nya. 8. Sistem kartu tebuk (punched card) Perlengkapan yang diperlukan adalah komputer atau pemisah mekanis lainnya, mesin tebuk automatik, katu keanggotaan yang terbuat dari plastik (1 kartu per anggota), kartu tebuk (punched cards), dua kartu untuk setiap buku yang dipinjamkan serta kantong buku pada masing- masing buku. 3. Metode Penelitian Metode Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif. Metode deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah yang bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi (Nawawi, 1990:64). Desain penelitian menggunakan studi kasus pengunjung dan peminjaman buku selama satu tahun yaitu tahun 2013. Penelitian ini membahas perbandingan jumlah mahasiswa Universitas Airlangga dengan jumlah pengunjung perpustakaan dan perbandingan jumlah pengunjung perpustakaan dengan jumlah peminjam buku tercetak di perpustakaan Universitas Airlangga. Sampel penelitian adalah mahasiswa Universitas Airlangga saja dengan pertimbangan bahwa mereka adalah pengguna terbesar perpustakaan dibandingkan unsur pemustaka yang lain seperti dosen dan karyawan.
Result & Discussion
1. Pengunjung Perpustakaan Pengunjung di Perpustakaan Universitas Airlangga terdiri dari sivitas akademika Unair (dosen, karyawan,mahasiswa), mahasiswa non Unair serta umum. Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam jaringan FKP2TN (Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri) dapat berkunjung ke Perpustakaan Unair menggunakan fasilitas Kartu Sakti. Pengunjung dari Perguruan Tinggi Swasta yang tergabung dalam jaringan FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) dan masyarakat umum juga dapat memanfaatkan informasi yang tersedia di Perpustakaan Universitas Airlangga. Pada penelitian ini membahas jumlah pengunjung perpustakaan yang berasal dari mahasiswa Universitas Airlangga. Pada tahun 2013 sebanyak 334.001 orang mahasiswa Universitas Airlangga berkunjung ke perpustakaan. Rincian jumlah pengunjung perpustakaan mahasiswa Universitas Airlangga dalam tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.1. Pengunjung Perpustakaan Universitas Airlangga Tahun 2013 Jumlah No Fakultas Mgt ! | Kedokteran 26,577 2 | Kedokteran Gigi 10.956 3 [Huam 14281 4| Ekonomi 45.524 5 | Farmasi 26347 6 | Kedokteran Hewan 5.689 7| Timu Sosial dan Timu Politik | 102,094 8 | Sains dan Teknologi 27273 9 | Pascasarjana 1.543 10 |FRM 19.524 11 | Psikologi 19742 12 | ilmu Budaya 21819 13 | Keperawatan 3.506 14 | Perikanan dan Kelautan 3.126 Jumlah 334.001 Menurut tabel 4.1. jumlah pengunjung terbanyak dari mahasiswa FISIP yaitu sebanyak 102.347 orang. FISIP menjadi fakultas yang terbanyak sebagai pengunjung perpustakaan karena beberapa hal yaitu jumlah mahasiswa relatif besar dan kedekatan lokasi fakultas dan perpustakaan. Mahasiswa Fakultas Keperawatan yang berkunjung ke perpustakaan sebanyak 3.506 orang dan Fakultas Perikanan dan kelautan sebanyak 3.126 orang. Kedua fakultas ini menjadi pengunjung terkecil karena jumlah mahasiswa yang relatif lebih sedikit dibandingkan fakultas yang lain. 4.2. Peminjam Buku Tercetak Koleksi dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan kurang maksimal pemanfaatannya, sehingga layanan yang diberikan kurang efektif dan kurang memberikan kepuasan pada pemustaka. Hal ini dimungkinkan karena koleksi yang ada kurang relevan. Ketepatan dalam pemilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum Universitas Airlangga tidak dapat terjadi tanpa adanya sinergi yang baik antara staf pengajar, mahasiswa dan pustakawan. Tanpa adanya acuan yang jelas tentang judul-judul bahan pustaka yang digunakan dalam proses belajar mengajar menjadikan proses pengadaan koleksi yang tidak tepat. Perpustakaan Universitas Airlangga berupaya mencari daftar buku-buku referensi sesuai GBPP/Garis-garis Besar Program Pengajaran tiap mata kuliah. Koleksi buku tercetak memiliki jenis yang beragam baik buku teks, buku populer, dan lain-lain. Koleksi tercetak yang berada di ruang baca umum dapat dipinjam selama 2 minggu, dan dapat diperpanjang maksimal 2 kali. Jumlah peminjam bahan pustaka dari kelompok mahasiswa Universitas Airlangga pada tahun 2013 sebanyak 68.881 pemustaka. Tabel 4.2. Jumlah Peminjam Bahan Pustaka Universitas Airlangga Tahun 2013 Jumlah No Fakultas Peminjam Buku 1 | Kedokteran AST0 2 | Kedokteran Gigi 1.965 3 | Hukum 7207 4 | Ekonomi 6217 5 | Farmasi 1.528 6 | Kedokteran Hewan 1328 7 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 19.805 8 | Sains dan Teknologi 4829 9 | Pascasarjana 482 10 | FKM 2.786 11 | Psikologi 5.982 12 | Ilmu Budaya 9.526 13 | Keperawatan 732 14 | perikanan 899 TOTAL 68.881 Tabel 4.2. menunjukkan Pascasarjana sebagai fakultas terkecil yang meminjam buku di perpustakaan Universitas Airlangga yaitu sebesar 482 orang. Mahasiswa FISIP sebagai peminjam terbesar selama tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh 2 (dua) faktor, pertama, tingkat relevansi buku yang tersedia dengan kurikulum. Buku yang tersedia di perpustakaan bagi fakultas tertentu sesuai dengan kurikulum sehingga jumlah peminjam tinggi, sedangkan di fakultas lain buku yang tersedia tidak sesuai dengan kurikulum sehingga jumlah peminjam buku rendah. Kedua, tingkat kemutakhiran buku yang tersedia. Tingkat kemutakhiran buku berpengaruh pada jumlah peminjaman. Buku perpustakaan yang kurang mutakhir menyebabkan mahasiswa enggan meminjam buku di perpustakaan. 4.3. Analisis Keterkaitan jumlah pengunjung dengan jumlah peminjam Analisis perbandingan tingkat pengunjung perpustakaan dengan tingkat peminjam akan memberikan gambaran serta masukan kepada perpustakaan Universitas Airlangga seberapa besar minat pengunjung perpustakaan untuk meminjam buku. Rincian jumlah pengunjung perpustakaan yang berasal dari mahasiswa Universitas Airlangga dalam satu tahun 2013 dapat dilihat Tabel 4.3. Tabel 4.3. Prosentase Perbandingan Jumlah Pengunjung dan Jumlah Peminjam Buku Cetak Universitas Airlangga Tahun 2013 Tabel 4.3. menunjukkan secara keseluruhan persentase mahasiswa Universitas Airlangga yang datang ke perpustakaan rata-rata sejumlah 20.3 % mahasiswa yang datang dan melakukan transaksi meminjam buku atau sejumlah 67.956 orang. Mahasiswa yang hanya datang dan tidak melakukan transaksi peminjaman sebanyak 266.045 orang. Hal ini dapat diartikan bahwa jumlah mahasiswa yang meminjam dibandingkan dengan jumlah pengunjung perpustakaan masih sangat sedikit, karena kurang dari setengah pengunjung. Perpustakaan Universitas Airlangga perlu melakukan langkah-langkah untuk mengidentifikasi penyebab kecilnya persentase peminjaman. Hal ini dapat terjadi karena Perpustakaan Universitas Airlangga telah memiliki koleksi buku dalam bentuk digital dari portal yang dikelola sendiri dengan alamat www.ebooks.lib.unair.ac.id. Selain itu pada tahun 2013 Perpustakaan Universitas Airlangga juga melanggan portal ebook yaitu ebrary. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa persentase mahasiswa peminjam terbanyak dari Fakultas Hukum, yaitu 50,4 % atau 7.207 orang. Hal ini dapat diartikan bahwa lebih dari separuh mahasiswa Fakultas Hukum yang berkunjung ke perpustakaan melakukan transaksi peminjaman. Hasil penelitian ini juga merupakan bukti bahwa ada beberapa fakultas yang memiliki koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, sebagaimana mahasiswa Fakultas Hukum hampir separoh yang berkunjung ke perpustakaan meminjam buku. Di sisi yang berbeda, mahasiswa Fakultas Farmasi persentasenya paling sedikit yang meminjam buku yaitu sebesar 5,8 % atau 1.528 orang. Hasil penelitian ini merupakan langkah awal untuk melakukan penelitian berikutnya untuk mencari mengapa mahasiswa Fakultas Farmasi yang meminjam buku relatif sedikit. Penyebab sedikitnya jumlah mahasiswa Fakultas Farmasi yang meminjam buku dapat karena beberapa hal, yaitu pertama kebutuhan mereka akan informasi begitu cepat dan tidak dapat dipenuhi oleh ketersediaan buku namun dapat dipenuhi dari e-jurnal yang disediakan oleh perpustakaan. Penyebab kedua, perpustakaan memang belum mampu menyediakan sumber informasi yang tepat dengan kebutuhan mahasiswa Fakultas Farmasi.
Conclusion
5.1. Kesimpulan Peran strategis perpustakaan sebagai jantung dari perkembangan ilmu dan teknologi harus diimbangi dengan kinerja yang optimal dari seluruh komponen di dalam perpustakaan. Perpustakaan Universitas Airlangga sebagai bagian dari institusi induk telah berupaya keras untuk mengembangkan peran strategis tersebut. Salah satu dari upaya tersebut adalah senantiasa melakukan evaluasi . khususnya pada jumlah pengunjung perpustakaan dan jumlah peminjam perpustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Mahasiswa FISIP paling banyak yang datang ke perpustakaan yaitu 102.347 orang dan melakukan transaksi peminjaman paling banyak yaitu 19.805 orang. 2. Mahasiswa Pasca Sarjana paling sedikit yang datang ke perpustakaan yaitu 1.543 orang dan juga yang paling sedikit melakukan transaksi peminjaman yaitu 482 orang 3. Prosentase peminjam terbanyak dikaitkan dengan pengunjung terdapat pada mahasiswa Fakultas Hukum yaitu sebesar 50,4 % atau 7.207 orang. Sedangkan mahasiswa Fakultas Farmasi persentasenya paling sedikit yang meminjam buku yaitu sebesar 5,8% atau 1.528 orang. 5.2. Saran 1. Promosi ketersediaan buku kepada seluruh mahasiswa di fakultas perlu lebih ditingkatkan guna menjaring peminjam dan pengunjung menjadi meningkat, sehingga efektivitas pelayanan khususnya sirkulasi dapat tercapai. 2. Pengadaan buku diharapkan dapat mengacu pada hasil sirkulasi dan dapat mengikuti perkembangan penerbitan buku sesuai dengan kebutuhan pemustaka. 3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui motivasi mahasiswa dalam meminjam buku.