Kembali
16
1
2020 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 8 · 2 ISSN 2477-5320

Analisis Prosedur Pengembangan Koleksi Di Perpustakaan Perguruan Tinggi

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, fokus penelitian ini meliputi 6 aspek dengan mengumpulkan berbagai teori yang berkaitan dengan pengembangan koleksi antara lain, menurut ALA (American Librarti Acssociation), Teori Edwar Evans diantaranya Identifikasi, sleksi, pengadaan, organisasi, pengolahan, penyimpanan, interpretasi, pemanfaatan, penyebaran,Teori Yuyu Yulia, Teori Ciyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian studi literatur dengan membandingkan dan menganalisis teori yang ada, Pada tahap pengemabangan koleksi umumnya telah dilakukan secara bertahap, namun masih banyak perpustakaan perguruan tinggi yang belum optimal dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan, dalam hal ini perpustakaan harus mampu menyediakan koleksi-koleksi yang yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, agar terpenuhinya informasi yang dibutuhkan bagi para pemustaka. Dalam hal ini penulis menganalisis beberapa teori yang ada, dan mengambil 1 teori yang layak dijadikan sebagai pedoman pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi dengan berpedoman pada teori Edwar Evans yang meliputi 9 Aaspek dalam pengembangan Koleksi, Agar dalam hal pengembangan koleksi dapat tercapai dengan maksimal.

Abstract

This study aims to determine collection development procedures in college libraries, the focus of this research includes 6 aspects by collecting various theories related to collection development, among others, according to ALA (American Librarti Association), Edwar Evans Theory including identification, selection, procurement, organization. , processing, storage, interpretation, utilization, dissemination, Yuyu Yulia Theory, Ciyan Theory. The method used in this research is the literature study method by comparing and analyzing existing theories. At the stage of collection development, it has generally been carried out gradually, but there are still many college libraries that are not yet optimal in terms of developing collections in libraries. In this case, the library must be able to provide collections that are in accordance with the needs of users, in order to fulfill the information needed for the visitors. In this case the author analyzes several existing theories, and takes 1 theory that is appropriate as a guideline for the development of collections in college libraries based on the theory of Edwar Evans which includes 9 aspects in collection development, so that in terms of collection development can be achieved optimally.
Keywords: college libraries · collection development · stages collection development

Introduction

1. Latar Belakang Perpustakaan merupakan pusat difusi bagi perguruan tinggi maupun swasta, Dalam hal menyediakan informasi bagi para pemustaka guna menunjang proses belajar mengajar. Perpustakaan memiliki kontribusi besar dalam hal penyediaan informasi di perpustakaan salah satunya iyalah menyediakan koleksi-koleksi yang dibutuhkan oleh mahasiswa maupun dosen baik dalam bentuk cetak maupun non cetak. Pengembangan koleksi ( collection development), adalah untuk membina dan menyediakan bebagai sumber informasi bagi para pengguna di perpustakaan dan masyarakat yang akan dilayani. Margil dan corbin (1989:1), menyatakan bahwa pengembangan koleksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan di perpustakaan untuk proses kebutuhan informasi bagi para pengguna dan masyarakat, dalam kegiatan pengembangan koleksi mencangkup antara lain, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan, pengadaan, penyiangan, serta evaluasi pendayagunaan koleksi, tulisan ini berusaha mencangkupkan empat aspek, pengembangan koleksi, kebijakan, pemilihan dan pengadaan. Penulis berpendapat bahwa perpustakaan harus mampu menyediakan koleksi-koleksi yang yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, agar terpenuhinya informasi yang dibutuhkan bagi para pemustaka, dalam artian koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan harus relevan dengan kebutuhan para pemustaka agar terpenuhinya kebutuhan informasi di perpustakaan dan menjadi pusat penyedia informasi bagi para mahasiswa dan dosen ataupun pengunjung dari luar Universitas. Menurut IFLA (International of Library Associationsand Institutions) perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai dan memudahkan para pengguna dalam mencari atau menelusur informasi di perpustakaan.1 Penulis memberikan pandangan bahwa perpustakaan harus mampu menyediakan informasi yang relevan bagi para pengguna dan pemustaka, selayaknnya perpustakaan harus memperbaiki sistem pengembangan koleksi di perpustakaan, tentunya perpustakaan harus melakukan tahapahapan-tahapan diantaranya membuat perencanaan dalam hal pengembangan koleksi, analisis pengguna, seleksi, akuisisi sampailah kepada tahap evaluasi. Tentunya perlu proses perencanaan terlebih dahulu perlu diperhatikan dan di rancang sebaik mungkin tampa ada kesalahan sedikitpun hingga ketahap pengadaan, dilakukan dengan semaksimal mungkin dengan dana yang ada dan harus perlu pemikiran yang cerdas dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan. Dengan melakukan rapat kepada para pustakawan dan staf-staf dalam hal perencanaan pengembangan koleksi dengan memilih koleksi-koleksi yang ingin dibeli, tentunya dalam hal ini penulis menyarankan perlu adanya pertimbangan dari para pengguna atau pemustaka dalam hal pengadaan koleksi di perpustakaan dengan membuat suatu angket kemudian disebarkan kepada pemustaka dan juga perpustakaan akademik, dengan begitu prosedur pengembangan koleksi dapat tercapai dan tepat sasaran. Agar terpenuhinya kebutuhan pengguna atau pemustaka dan jugan untuk meningkatkan kualitas koleksi yang ada di perpustakaan, untuk meningkatkan kualitas koleksi di perpustakaan baik dalam bentuk cetak maupun non cetak dengan berbagai subjek dan jenis kebaruan yang ada, agar koleksi yang ada di perpustakaan selalu up to date agar para pemustaka bisa terpenuhi informasi yang dibutukannya, Penulis juga memberikan saran bahwa perpustakaan perguruan tinggi harus mempunyai SOP yang baik dalam hal pengadaan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi dalam hal ini penulis sangat menekankan dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, Perlu adanya SOP yang betulbetul di buat sematang mungkin demi pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, dengan adanya SOP yang baik maka pengembangan koleksi di perpustakaan akan berjalan dengan baik sesuai yang di inginkan. Adapun standar koleksi menurut satandar perpustakaan nasional (SNP), seperti dibawah ini: a. Perpustakaan harus mempunyai kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis dan harus di tinjau setiap 3 bulan sekali. b. Adapun kebijakan dalam pengembangan koleksi mencangkup, seleksi, pengadaan, pengolahan dan penyiangan serta pelestarian terbitan dan muatan (Deposit lokal). c. Penambahan koleksi buku sekuarang-kuranngya 5% dari jumlah pengadaan buku pertahun. d. Kebijakan pengembangan koleksi dari program tahunan dan pedoman kerja perpustakaan. e. Pengembangan koleksi harus memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berdasarkasan uraian di atas menurut standar nasional perpustakaan (SNP), penulis dapat menyimpulkan bahwa pengembangan koleksi menurut standar nasional Perpustakaan, ini bisa menjadi acuan ataupun contoh dalam hal pengembangan koleksi di perpukaan perguruan tinggi, karena pengembangan koleksi di perpustakaan tentunya haru melihat kebutuhan pengguna dan juga harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini khusunya di perpustakaan perguruan tinggi, perlu adanya relasi yang menjadi acuan dalam hal pengmbangan koleksi, dalam hal pengembangan koleksi seharusnya memang harus mengikuti perkembagan teknologi, jadi perlu adanya pengembangan koleksi dalam bentuk tercetak maupun non cetak agar pengguna bisa mencari informasi baik di dalam kampus maupun di luar kampus dengan adanya koleksi digital maka akan mempermudah dalam hal mencari informasi.2 Setelah penulis membaca dan memahami tentang pengembangan koleksi menurut standar nasional perpustakaan (SNP) di indonesia, perpustakaan harus memiliki anggaran belanja sekurang-kurangnnya Rp. 1. 000 perkapita pertahun ini merupakan kebijakan yang dilakukan di perpustakaan Nasional RI. Untuk pengembangan kolesi sendiri dalam hal ini memerlukan tim seleksi agar mudah dan cepat dalam hal pengadaan dan pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi. Agar koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, ada dua hal yang harus dimiliki oleh perpustakaan, pertama bahan pustaka yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia sekaligus memenuhi kebutuhan pemakainya. Kedua, pustakawan yang berpengalaman dalam melakukan seleksibahan pustaka dan mempunyai kemampuan dalam mengantisipasi kebutuhan informasi, minat dan selera pemakainya. Sesuai dengan pernyataan Soejono Trimo bahwa : ”Suatu perpustakaan dapat dikatakan berhasil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Bilamana masyarakat yang dila-yaninya merasa puas atas bahan-bahan yang tersedia dan koleksi tersebut benarbenar dipilih oleh pustakawan sesuai dengan kebutuhan, minat dan selera pembacanya.3

Method

Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan Jurnal ini yaitu menggunakan studi literatur dengan menganalisis teoriteori yang ada dalam hal mengenai pengembangan koleksi, dalam hal ini penulis membandingkan 4 sumber kajian litertur diantaranya dengan menggunakan teori satandar ALA dengan mengembangan 6 poin dalam hal pengembangan koleksi, kemudaian teori Edwa evan dalam hal pengembangan koleksi menggunakan 9 poin dalam pengemabangan koleksi, Teori Ciyan, teori yuyu dan Menurut Standar Nasional Pepustakaan (SNP).

Discussion

1. Pengertian Pengembangan Koleksi Pengembangan bahan koleksi di perpustakaan (Library Collection Development ), Adalah suatu upaya yang harus dilakukan oleh perpustakaan, guna meningkatkan kualitas layanan layanan di perpustakaan dengan menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna atau pemustaka. Dalam hal ini perpustakaan menjadi penegah (intermediary) dengan mempertemukan antara kebutuhan pemakai dengan koleksi yang ada di perpustakaan. Dalam artian perpustakaan merupakan suatu lembaga yang mempertemukan antara 2 variabel pemustaka dan informasi. Dan juga perpustakaan harus mampu menyediakan berbagai jenis koleksi sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dengan demikaian perpustakaan akan meningkatkan kualitas dan nilai budaya masyarakat mealalui penyediaan bahan bacaan bagi para pemustaka.4 Dalam hal pengembangan koleksi pada dasarnya meliputi beberapa rangkaian kegiatan dalam hal pengembangan koleksi di antaranya: a. Kebijakan pengembangan koleksi Dalam hal pengembangan koleksi perlu adanya alur dan ketentuan yang jelas.sebagai sektorbagi pelaksana salam hal pengembangan koleksi,dalam hal ini, perpustakaan hendaknya perlu menentukan suatu kebijakan umum dalam hal pengembangan koleksi. Berdasar pada kebutuhan pengguna kebijakan pengembangan dan pada dasarnya setiap perpustakaan sama, dalam hal pengembangan koleksi. b. Menentukan kewenangan, tugas tanggung jawab yang terlihat dalam hal pengembangan koleksi Dalam hal pengembangan koleksi perlu adanya penjelasan siapa yang melakukan kegiatan dalam hal pengembangan koleksi, perpustakaan perlu membentuk struktur organisasi di perpustakaan diantaranya Kepala perpustakaan, Bagian Administrasi, Layanan teknis perpustakaan, Bagian layanan pengguna. c. Mengidentifikasi kebutuhan informasi pengguna Dalam hal ini dapat dilakukan dengan melakukan suatu kajian dalam bentuk format maupun informasi yang dimaksud kajian formal adalah melakukan observasi pada pengunjung yang datang keperpustakaan melihat informasi yang dicarinya dengan melengkapi suatu kajian demi menghasilkan suatu informasi suatu profil. d. Memilih dan mengadakan bahan dengan cara tukar Pembelian hadiah, tukar menukar, penerbitan. Ketika melakukan pemilihan bahan pustaka harus memerhatikan alat bantu agar mudah dan relevan dalam hal pemilihan bahan pustaka dan caranya : Katalog penerbit, Bibliografi, Tinjauan dan resensi, Pangkalan data dan perpustakaan, Sumber lain dari internet, Silabus mata kuliah. Dengan adanya alat bantu yang digunakan oleh perpustakaan dalam hal pengadaan atau pemilihan bahan pustaka. Maka, pustakawan akan lebih mudah dalam menentukan bahan koleksi yang akan di belinya, sehingga kebutuhan para mahasiswa , dosen peneliti dapat terpenuhi kebutuhan informasinya secara relevan. e. Perawatan bahan pustaka Dalam perpustakaan perlu adanya perawatan yang insensif dari segi perawat koleksi secara sistematis dan berkesinambungan. Agar bahan pustaka tetap terjaga dalam hal perawatan ada 3 kategori yang perlu diperhatikan dalamhal ini: Melakukan perawatan dari segi fisik pada koleksi atau bahan pustaka, Perawatan koleksi (yaitu isi dari keseluruhan), Perawatan dari segi teknosogi diantaranya, komputer, perangkat sofwore dan hadware. f. Penyiangan koleksi Penyilangan adalah suatu proses pemilihan bahan pustaka yang tidak layak digunakan lagi di perpustakaan karena adanya kerusakan dari segi fisik dengan kata lain harus adanya penyilanagan. Sehingga koleksi yang rusak dapat di ambil kemudian melakukan suatu perawatan atau jika koleksi tersebut tidak layak lagi untuk di gunakan maka akan dilakukan pemusnahan pada koleksi tersebut. Tujuan dari penyilanagn tersebut adalah : Membina dan memperbaiki layanan informasi di perpustakaan., Memperbaiki dari segi penampilan dan kinerja pustakawan di perpustakaan. Meningkatkan daya guna bagi pemustaka.Penulis memberikan saran bahwasanya proses penyilangan perlu dilakukan di setiap perpustakaan, agar koleksi yang rusak dapat segera di atasi dan di pilih sehingga penanganan dari koleksi dalam hal penyilangan dapat teratasi dengan cepatdan tepat sasaran. g. Mengevaluasi koleksi Evaluasi koleksi adalah suatu kegiatan atau upaya menilai tingkat daya guna koleksi atau hasil. Dalam memenuhi program lembaga induknya. Evaluasi koleksi harus dilaksanakan secara teratur dan sistematis agar sesuai dengan perubahan dan perkembangan program pada perpustakaan dan lembaga induknya. Agar mendapatkan niali dan kualitas bagi para pemustaka. Adapun tujuan dalam melakukan evaluasi koleksi di perpustakaan sebagai berikut: Untuk mengetahui mutu, lingkup dan kedalaman koleksi, Kolaborasi antara program perpustakaan sesuai dengan lembaga induknya. Mengikuti perubahan dan perkembangan sosial budaya dan teknologi yang kian berkembang pesat. Meningkatkan kualitas informasi bagi para pengguna. Mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi. h. Untuk mengetahui kebijakan penyilangan koleksi. Penulis memberikan saran bahwasanya evaluasi koleksi perlu dilakuakn secara rutin dan berkesinambungan agar terpenuhinya kebutuhan informasi dan juga kerelavan dalam hal pengembangan koleksi.5 Dari perbandingan beberapa perbandingan kajian litertur yang ada penulis dapat membandingkan dan menyimpulkan bahwansanya penngembangan koleksi di perpustakaan memang perlu perencanaan yang matang hingga pada tahap akhir yaitu evaluasi, dengan demikian perlu adanya perencanaan yang baim dengan melibatkan berbagai tim dalam hal pengembangan diantaranya, kepala perpustakaan, pustakawan, dosen, peneliti, dan mahasiswa demi mempertimbangkan koleksi yang ingin di beli atau di kembangkan, dengan kata lain perpustakaan harus bekerjasama dengan berbagai pihak dalam hal pengembangan koleksi. 2. Rumusan Kebijakan Pengembangan Koleksi Dalam hal ini penulis berpandangan, rumusan pengembangan koleksi di perpustakaan, yang sangat pelu di perhatikan adalah tahap perencanaan harus benar-benar matang dan relevan, tahap kedua adalah seleksi, pengadaan, organisasi, pengolahan, penyimpanan, interpretasi, pemanfaatan dan penyebanran, evaluasi. Inilah langkahlangkah dalam tahap pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, dengan adanya perencanaan yang baik maka akan tercapainya pengembangan koleksi yang tepat sasaran sehingga kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun secara berksesinambungan. Dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, yang mempunyai otoritas dalam melaksanakan seleksi adalah pertama pimpinan perpustakaan universitas, dekan, ketua jurusan, program studi, dan dosen. Dan juga perlu adanyan pembentukan komisi dan pengawas perpustakaan sebagai salah satu agar melanggan terbitan berkala tertentu sebagai tugasnya, komisi ini biasanya terdiri dari pustakawan, dosen, dan elemen-elemen lain yang di anggap mampu mempertimbangkan keselarasan kebutuhan dalam peroses perkuliahan.6 Adapun rumusan dalam hal kebijakan pengembangan koleksi tertulis dimuali pada pejelasan secara singkat mengenai misi perpustakaan tersebut dan sasaran yang ingin dicapainya, deskripsi singkat mengenai masyarakat yang dilayani, kemudian dilanjutkan dengan ketentuan-ketentuan yang ada sebagai berikut: a. Harus jelas siapa yang bertanggung jawab dalam hal pengelolaan bahan pustaka dan siapa yang diberikan kepercayaan dalam hal seleksi. b. Metode pemilihan, pengaturan anggaran, komposisi masyarakat yang dilayani dan juga mengenai koleksi yang diseleksi dan sarana yang digunakan antar lain : c. Masalah khusus di daftarkan secara terperinci dan jelas, misal berpa copy dalam 1 jilid ( duplikat ), penjilidan penggantian buk atau bahan perpustakaan lainnya. d. Penjelasan mengenai koleksi apa saja yang akan dikembangkan. Dalam pengembangan koleksi, pengguna lapangan dalam bentuk narasi, tergantung pada jenis perpustakaannya contoh bentuk format yang sudah dinarasikan dapat dilihat dari lampiran 1. Tentang rumusan kebijakan koleksi di perpustakaan sarah Byrd. Askes dan akademik wiliam paterson new jeresi pada tahun 1987 dengan anggaran pengembangan koleksi 450.000 yang telah memiliki koleksi 293.700 judul. 1950 masalah. Staf sebanyak 45 orang 25 tenaga profesional 24 tenaga teknis.11. 894 mahasiswa, staf pengajar 309 contoh ini menunjukkan bahwa perlu di medifikasi yang seperlunya sesuai kebutuhan pengguna.7 Ini juga merupakan contoh dari sebuah perpustakaan yang inngin mengembangkan koleksinya perlu adanya perancangan atau penyusunan laporan dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi agar sesuai dengan apa yang di pesan dengan yang di beli dengan begitu kebutuhan pemustaka akan terpenuhi sesuai apa yang mereka inginkan, perpustakaan yang baik dan maju adalah perpustakaan yang mampu menyediakan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Prosedur pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang sering digunakan secara luas pada dunia perpustkaan, dalam artian pustaka apa saja yang mesti disediakan didalam perpustakaan, yang melipusti koleksi bahan pustaka dalam bentuk cetak, monografi, majalah, bahan mikro dan masih banyak lagi, Menurut ALA ( American Library Association ) Glossary of Library and information science,(1983) pengertian pengembangan koleksi adalalah suatu kegiatan memilih dan melakukan pengadaan sesuai dengan prosedur dari para pustakawan dan juga dengan pengguna di perpustakaan, kesepakatan yang dimaksud dalam hal pengembangan koleksi disini iyalah dengan melakukan rapat kordinasi oleh berbagai pihak diantaranya kepala perpustakaan, staf dan para pustakawan yang ada di perpustakaan. Pengembangn koleksi menurut ALA di bagi menjadi 5 asas dinataranya : a. Kerelevanan Koleksi yang dipih dalam hal pengadaan hendaknya sesuai dengan kebutuhan proses blajar mengajar di perpustakaan perguruan tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan peneliti agar perpustakaan menjadi sebuah pusat dalam pencarian informasi yang relevan. b. Berorientasi keapada pengguna Pengembangan koleksi perlu di utamakan dari segi kebutuhan pengguna di perpguruan tinggi baik dari peneliti, profesor, tenaga ahli, dan juga dilihat dari jenjang pendidikan perguruan tinggi (S1, S2 dan S3), agar tercapainya atau terpenuhinya kebutuhan bagi para pengguna dan masyarakat. c. Kelengkapan Seharusnya perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi buku dalam bentuk cetak saja akan tetapi perpustakaan harus mampu mnyediakan koleksi dalam bentuk digital karena perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang pesat, salah satu koleksi dalam bentuk koleksi yang digital iyalah seperti ebook, junal nasional dan internasional. d. Kemuktakhiran Hendaknya koleksi yang di pesan mukhtahir, sesuai dengan perkembangan zaman dengan memilih koleksikoleksi terbaru yang sudah di perbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.e. Kerjasama Salah satu asas dalam pengembangan koleksi yaitu melaukan kerjasama dengan perpustakaan maupun penerbit, yang menyangkut kepentingan dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, guna terpenuhinya kebutuhan bagi para peneliti maupun pengguna. Dalam teori ALA (American Library Association), penulis mekritisi bahwasanya prosedurur pengembangan koleksi menurut ALA tidak cocok untuk di perpustakaan perguruan tinggi karena perlu dana yang besar dalam hal pengadaannya. ALA juga berbeda cara pengembangannya dengan di Indosesia sendiri karena ALA lebih maju dan dana yang di sediakannya pun lebih besar, berbeda dengan di Indonesia sendiri kita masih terkendala dengan pendanaan dalam hal pengembangan koleksi, penulis menyimpulkan di Indonesia sendiri khusunya perpustakaan perguruan tinggi dalam hal pengembangan koleksi memang perlu dilaksanakan secara matang, agar koleksi yang ingin di pesan sesuai dengan kebutuhan para pemustaka atau masyarakat. Dalam hal ini penulis lebih merujuk kepada teori Edwar Evans yang mempunyai standarisasi yang tinggi dalam hal pengembangan koleksi mulai dari tahap identifikasi hingga tahap evaluasi ada 9 poin yang digunakan dalam hal pengembangan koleksi menurut Edwar Evans dalam hal pengembangan koleksi dengan demikian penulis merujuk pada teori evan agar pengembangan koleksi di perguruang tinggi dapat terealisasi dengan baik dan maksimal. Menurut Yuyu Yulia, mengenai pegembangan koleksi dapat dilihat melalui analisis pengguna diantaranya teori Evan di (patron community) diantaranya sebagai berikut:: a. Analisis pengguna Dalam hal ini dalam proses pengembangan koleksi hendaknya perpustakaan melakukan analisis pengguna informasi di koleksi sudah di ketahu bahwa bahan kolekasi yang akan di adakan dan yang akan di beli, serta analisis pengguna juga dapat menentukan seberapa besar sebuah kolelksi diminati dan di butuhkan oleh para pengguna informasi yang ada di perpustakaan. b. Kebijakan seleksi Kebijakan seleksi bahan pustaka dapat dilakukan dalam proses yang sangat detai dan dalam menentukan sebuah kebujakan hendaknya perpustakaan mengecek kembali bahan-bahan pustaka yang akan diadakan dan degan adanya kebijakan seleksi ini dapat memudahkan pustakawan dalam mengindentifikasi sebuah kesalahan dalam proses pengadaan bahan pustaka. c. Seleksi Tahapan ini dapat dilakukan setelah kebijakan koloesi sudah dilakukan dan tibalah saatnya melakukan sebuah seleksi bahan pustaka, apakah bahan pustaka ini layak di ambil dan di pajang. d. Pengadaan Setelah melakukan prose seleksi dilakukan maka tim seleksi langsung mengambil kebijakan dan memutuskann bahwa bahwa proses pengadaan sudah dapat dimulai. Dalam hal ini yang dinamakan proses pengadaan iyalah sesuatu keingginan untuk memiliki sebuah sumber informasi yang dapat berwujud fisik maupun non fisik. Contohnya pengadaan yan fisik seperti bahan monograf dan yang non fisik seperti pengadaan bahan elektronik seperti e-book. e. Penyiangan Kegiatan penyiangan bahan pustakan inidilakukan oleh petugas perpustakaan seprti mengambil kembali koleksi yang sekiranya sudah dinaggap tidak bernilai atau koleksi lama maka akan ditarik kembali dari daftar koleksi utama. f. Evaluasi Evaluasi koleksi yang dilakukan oleh petugas yang sudah ditentukan dan hal ini juga dapat memnjadi penentuan kulaitas kerja yang sudah dilakukan olek staff pengembangan koleksi. Dan dalam mencapai suatu evaluasi yang efektig maka kembali lagi melihat pada analisis pengguna.8 Proses pengembangan koleksi menurut edwar evans meliputi sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan koleksi di perpustakaan diantaranya: Melakukan Identifikasi, Dengan melakukan seleksi, Pengadaan, Organisasi (perpustakaan), Melakukan pengolahan, Melaksanakan kegiatan dalam hal penyimpanan, Interpretasi, Pemanfaatan. Pengembangan koleksi merupakan suatu proses yang dilakukan di perpustakaan secara universal. Dalam hal ini perpustakaan mempunyai tugas penting dalam hal pengembangan koleksi demi memenuhi kebutuhan informasi bagi para pemustaka. Inilah yang disebut perpustakaan sebagai perkembangan koleksi. Pengembangan koleksi di perpustakaan juga di sebut dengan istilah colletion developmet. Evans menjelaskan mengenai transformasi pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi tahap awal yang dilakukan iyalah tahap identifikasi, dimana tahap awal ini mencari kebutuhan, selanjutnya adalah seleksi yaitu menentukan skala prioritas kebutuhan, selanjutnya akuisisi yaitu tahap pengadaan, selanjutnya persiapan dimana terjadi tahap pengolahan informasi yang di ikuti dengan organisasi atau pengaturan informasi penyimpanan dan temu kembali informasi pada tahap selanjutnya iyalah tahap interpretasi, yaitu tahap pengenalan pengguna sistem informasi, kemudia tahap pengguna dimana tahap asistensi pengguna dan layanan dan yang terahir adalah tahap penyebaran informasi.Adapun penjelasan mengenai prosedur pengembangan koleksi Menurut Edwar Evans diantaranya:10 a. Identifikasi (Tahap awal) b. Seleksi c. Pengadaan d. Organisasi e. Pengolahan f. Penyimpanan g. Interpretasi h. Pemanfaatan i. penyebaran Dalam hal ini dari berbagai teori yang di masukkan, Dan setelah membaca dan menganalisis berbagai sumber dan teori yang ada mengenai pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, penulis lebih merujuk kepada teori pengembangan yang di kemukakan oleh Edwar Evan, Karena model pengembangan yang dilakukan dalam teori edwar evan lebih jelas dan tahapan-tahapan dalam penyeleksiannya pun yang cukup baik mulai dari tahap identifikasi pengguna hingga tahap akhir yaitu evaluasi, dalam hal ini penulis lebih merujuk kepada teori Edwar Evans dalam hal pengembangan koleksi karena di indonesia sendiri teori Edwar Evans telah di kembangkan Oleh Yuyu Yulia sehingga ada yang sepaham dengan teori yang ada pada Edwar Evans dengan demikian untuk pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi penulis lebih setuju merujuk kepada teori Edwar Evans dan Yuyu Yulia. Menurut Cyan, perpustakaan harus mempunyai ketepatan dan kematangan secara terarah dalam hal perencanaan sebagai sektor dalam pengembangan koleksi. Dalam hal ini sangat perlu di perhatikan juga siapa yang melaksanakan kegiatan tersebut dalam hal pengembangan koleksi.untuk itu dalam kaitannya dengan pengembangan koleksi yang efektif perlu penataan dan perencanaan yang baik demi memperbaiki kelemahan-kelemahan serta memelihara kekuatan dalam hal pengembangan menurut Cyan (2000) mengatakan proses pengembangan koleksi terdiri dari 6 komponen kegiatan yang sangat penting diantarannya: analisis masyarakat dalam hal ini masyarakat pengguna, analisis seleksi, kebijakan seleksi, pengadaan, penyilangan, evaluasi. Cyan dalam bukunya menyatakan perincian pengembangan koleksi terdiri dari: a. Menentukan kebijakan umum dalam hal pengembangan koleksi. b. Menentukan kebijakan tugas dan tanggung jawab melibatkan semua unsur di perpustakaan dalam hal pengembangan. c. Mengidentifikasi kebutuhan pengguna. d. Memilih dan melakukan pengadaan bahan pustaka. e. Melakukan perawatan bahan pustaka. f. Melakukan penyilangan bahan pustaka, Mengevaluasi koleksi. Enam komponen tersebut sangat terlihat adanya pengaruh langsung dari masyarakat. Dalam artian masyarakat ikut serta dilibatkan dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan adalah untuk menyediakan bahan pustaka atau informasi bagi para pemustaka. Perpustakaan perguruan tinggi tugasya adalah untuk mengamalkan tri darma perguruan tinggi yang berkaitan dengan intelektual dalam hal ini pustakawan mempunyai kontribusi besar dalam hal pengembangan koleksi di perpustakaan. 3. Hasil Analis Dari Berbagai Teori Mengenai Pengembangan Koleksi Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Penulis menganalisis berbagai teori yang ada dan memahami tentang model-model pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, penulis membaca dari berbagai teori yang ada bahwasanya pengembangan koleksi yang tepat dalam hal pengembangan kolksi di perpustakaan perguruan tinggi yaitu, Dengan merujuk pada teori G. EdwaR Evans dan Yuyu Yulian, Setelah penulis membandingkan dan membaca kemudian menganalisis penulis menarik suatu kesimpulan bahwasanya pengembangan koleksi di perpustakaan lebih merujuk kepada teori Edwar Evans karean cara pandangnnya dalam hal pengembangan koleksi, Edwar Evan lebih memaparkan secara jelas dan matang, Mulai dari tahap identifikasi atau tahap awal yaitu mempersiapkan secara matang mengenai pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi kemudian kedua tahap seleksi tahap ini merupakan tahap dimana tim seleksi melakukan rapat dan melibatkan dekan setiap fakultas dan ketua jurusan sehingga akan tau koleksi apa saja yang di butuhkan mahasiswa, pengadaan tahap ini dimana membahas mengenai pendanaan berapa dana dan koleksi apa saja yang akan di pesan, organisasi tahap ini pihak perpustakaan melakukan kerjasama kepada pihak penerbit dan perpustakaan perguruan tinggi lainnya dan juga perusahaan, pengolahan, tahap ini buku yang sudah di beli kita olah dan ada tim tersebut dalam hal ini pustakawan ahli, penyimpanan tahap ini yaitu setelah melakukan pengolahan maka akan di lakukan tahap penyimpanan, interpretasi dengan memilih sesuai dengan judul masing-masing, pemanfaatan tahap ini yaitu tahap dimana koleksi yang sudah di olah dan di susun di rak sesuai dengan judul dan subjeknya masing-masing maka akan di lakukan tahap pemnfaatan dengan meanikkannya kerak buku, tahap penyebaran tahap ini dimana para pemustaka atau pengunjung bisa melihat buku yang sudah diolah dan kemudia mereka meminjamnya sebagai penunjang kebutuhan informasi sebagai penelitian dll. Seacara umum penulis berpendapat bahwa pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi menurut Edwar Evans sangat cocok di terapkan di perpustakaan perguruan tinggi dalam hal ini agar tercapainya perpustakaan yang unggul dan berintegrasi sesuai dengan kebutuhan pemakai, dengan adanya pengembangan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna maka akan berpengaruh pada proses belajar mengajar di instansi perguruan tinggi tersebut, salah satu keberhasilan suatu perpustakaan perguruan tinggi iyalah dengan menyediakan sumber informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan mahasiswanya dan para pemustaka.

Conclusion

Pengembangan koleksi ( collection development), adalah untuk membina dan menyediakan bebagai sumber informasi bagi para pengguna di perpustakaan pengembangan koleksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan di perpustakaan untuk proses kebutuhan informasi bagi para pengguna dan masyarakat, dalam kegiatan pengembangan koleksi mencangkup antara lain, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan, pengadaan, penyiangan, serta evaluasi pendayagunaan koleksi, Ada beberapa tahapan dalam pengembangan koleksi di perpustakaan perpguruan tinggi diantaranya:Melakukan Identifikasi, Dengan melakukan seleksi, Pengadaan, Organisasi (perpustakaan), Melakukan pengolahan, Melaksanakan kegiatan dalam hal penyimpanan, Interpretasi, Pemanfaatan, evaluasi. Dengan menggunakan beberpa tahapan tersebut. dalam pengembangan koleksi di perguruan tinggi maka pengembangan koleksi di perpustakaan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan standarisasi yang digunakan Edwar Evans maka pengembangan koleksi akan berjalan baik sebgaimana mestinya.Berdasarasakan penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam proses pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi maka penulis memilih satu teori Edwar Evans dengan kolaborasi dengan teori yuyu yulia. yang dianggap sesuai dengan prosedur pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi.