Kembali
16
1
2021 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 9 · 1 ISSN 2477-5320

Optimalisasi Kinerja Tenaga Perpustakaan Sekolah (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta)

Universitas Sebelas Maret; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan tenaga perpustakaan untuk mencapai tujuan sekolah dan proses pembelajaran. Tulisan ini diawali dengan munculnya permasalahan dalam perpustakaan sekolah tentang peran tenaga perpustakaan perpustakaan sekolah. Penelitian ini mengungkapkan peran tenaga perpustakaan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan terperinci. Peneliti mengumpulkan dokumen tertulis dan melakukan observasi di lapangan serta melakukan wawancara dengan pihak terkait seperti tenaga perpustakaan yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian ini masih terdapat kekurangan pada kinerja dan penerapan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah pada perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Oleh karena itu penulis melihat perlunya peningkatan pada kinerja tenaga perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Abstract

This research is intended to optimize library staff to achieve school goals and the learning process. This paper begins with the emergence of problems in the school library regarding the role of school library librarians. This research reveals the role of school librarian. This study uses a qualitative approach that aims to describe and analyze certain phenomena in depth and detail. Researchers collected written documents and made observations in the field and conducted interviews with related parties such as librarian at SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Based on the results of this study, there are still shortcomings in the performance and application of regulations that have been issued by the government in the school library of SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Therefore, the authors see the need for improvement in the performance of the school librarian at SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.
Keywords: School Library · School Librarian · Competencies

Introduction

Perpustakaan sekolah merupakan organisasi yang integral dalam lembaga sekolah, sebagai organisasi yang mencapai tujuan pendidikan perpustakaan sekolah harus memberikan pelayanan kepada pemustakanya yaitu guru dan siswa dalam mencapai tujuan belajar mengajar. Perpustakaan sekolah merupakan lembaga nonprofit yang keberadaannya ditujukan untuk membantu aktivitas akademika sekolah dalam meningkatkan sistem pendidikan dan pengajaran1 . Para pendidik dan tenaga kependidikan bisa meningkatkan kemampuannya dengan belajar melalui perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan sekolah membutuhkan tenaga perpustakaan untuk dapat berkontribusi secara langsung dalam pengelolaan dan tujuan perpustakaan sekolah. Peraturan perpustakaan sekolah pada proses peningkatan proses belajar mengajar tertera tertuang pada UU Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, pasal 23 ayat 1 yang berbunyi: “Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.” selain itu juga pada regulasi sisdiknas UU Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 35 berbunyi: “setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat, harus menyediakan sumbersumber belajar”. Secara jelas peraturan mengenai perpustakaan dan sisdiknas mengatur adanya perpustakaan sekolah. Keberadaan perpustakaan di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tersebut, terutama sebagai sarana untuk menambah pengetahuan bagi para siswa/i atau guru. Selain itu, perpustakaan sekolah juga berperan penting dalam meningkatkan budaya baca seluruh warga sekolah karena perpustakaan sekolah merupakan pusat tempat yang menyediakan sumber-sumber bacaan baik dari sisi edukasi maupun rekreasi. Pada dasarnya perpustakaan sebagai sumber bacaan baik dari segi edukasi maupun rekreasi maka perpustakaan sekolah harus dapat menyajikan informasi-informasi yang tepat bagi penggunannya karena informasi yang tepat akan dapat membuat keputusan-keputusan yang penting dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, pengelolaan perpustakaan sekolah dilakukan oleh tenaga perpustakaan dalam membantu pemustaka yaitu guru dan siswa untuk mendapatkan bahan pustaka untuk sumber informasi dan belajar. Tenaga perpustakaan sekolah adalah seseorang yang telah diangkat oleh pejabat yang berwenang untuk menjabat atau melaksanakan tugastugas sehubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan sekolah karena dianggap memenuhi syarat-syarat tertentu.2 Tenaga perpustakaan harus dibekali dengan wawasan dan keterampilan pengelolaan perpustakaan secara baik, karena tugas tenaga perpustakaan tidak hanya dengan akusisi, pengorganisasian dan layanan pustaka tetapi juga tenaga perpustakaan harus memahami kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut3 . Sejatinya tenaga perpustakaan harus mampu menjadi fasilitator kepada siswa dan guru dalam pemberian bahan pembelajaran untuk memberikan inspirasi edukatif serta membuat proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Tenaga perpustakaan juga harus proaktif menginisiasi program-program di perpustakaan sekolah, tetapi seperti IFLA tekankan bahwasanya tenaga perpustakaan tidak boleh membuat kebijakan di perpustakaan sekolah secara mandiri, tetapi perlu melakukan konsultasi terhadap pihak sekolah, sehingga programprogram yang digagas ada berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah4 . Program-program yang akan dikembangkan di perpustakaan sekolah sebaiknya dibuat untuk meningkatkan budaya baca siswa di sekolah, seperti yang diketahui menurut data OECD tingkat membaca anak di Indonesia masih sangat jauh bahkan di bawah rata-rata negara yang diteliti oleh OECD.5 Pengelolaan perpustakaan sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tidak optimal, masih terdapat kebijakan pemerintah yang tidak diterapkan secara komprehensif oleh pihak perpustakaan sekolah. Tenaga perpustakaan masih di bawah ketetapan yang telah dikeluarkan oleh kementerian pendidikan kebudayaan tentang SNP perpustakaan sekolah menengah pertama/madrasah tsawaniyah, oleh karena itu perlu adanya optimalisasi tenaga perpustakaan untuk mendukung tujuan perpustakaan sekolah dan proses belajar mengajar. Penelitian ini didesain dengan menggunakan studi kasus. Pada penelitian ini studi kasus dipilih untuk mengetahui bagaimana tenaga perpustakaan melakukan kegiatan di perpustakaan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan terperinci, dari pengumpulan dokumen lalu menggunakan observasi yang melibatkan peneliti berada di kegiatan perpustakaan, kemudian melakukan wawancara kepada pihak sekolah dan perpustakaan. Populasi dalam penelitian adalah tenaga perpustakaan dan guru yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Discussion

1. Perpustakaan Sekolah Agar berjalan dengan optimal, perpustakaan sekolah harus dikelola dengan didukung oleh tenaga yang berkompeten dan sarana prasarana yang mumpuni. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan utama membantu sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Tujuan khusus perpustakaan sekolah adalah membantu sekolah mencapai tujuannya sesuai dengan kebijakan sekolah tempat perpustakan tersebut bernaung.6 Pada kenyataannya, masih terdapat perpustakaan sekolah yang tidak memiliki tenaga dan sarana prasarana yang belum memadai sehingga perpustakaan sekolah belum berjalan secara optimal. Dari sisi tenaga, terdapat banyak perpustakaan sekolah yang belum memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional baik jumlah tenaga maupun kualifikasi. Seperti yang tercantum pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah pasal (6) ayat (2) yang berbunyi: “Bila perpustakaaan sekolah/madrasah memiliki lebih dari enam rombongan belajar, maka sekolah diwajibkan memiliki tenaga perpustakaan sekolah paling sedikit 2 (dua) orang.” Perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta memiliki tiga tenaga perpustakaan saja dalam mengelola perpustakaan. Berikut ini susunan manajemen organisasi di perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta: Tabel 1. Susunan Manajemen Perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta No. Nama Jabatan 1 Sukidi, S.Ag., M.Pd Kepala Sekolah, Penanggung Jawab 2 Siwi Rohidati, S.Pd Kepala Perpustakaan3 Pramusetyo Rahman, S.Pd Seksi Unit Layanan Pembaca 4 Rahayu Desyani, S.IPust Seksi Unit Layanan Teknis 5 Moch. Kosim, S.Pd., M.Pd Seksi Unit Sarana Prasarana Dari susunan manajemen perpustakaan di atas dapat dilihat bahwa ada beberapa pengelola perpustakaan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, akan tetapi pada kenyataannya hanya terdapat satu saja tenaga perpustakaan yang bekerja di Perpustakaan Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Selain itu, tenaga perpustakaan sekolah juga sering diberikan pekerjaan atau tugas lain sehingga tenaga perpustakaan tersebut tidak bisa terlalu fokus dalam mengelola perpustakaan sekolah. Tenaga perpustakaan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta merangkap sebagai pegawai tata usaha, sehingga tenaga perpustakaan tersebut sering disibukkan oleh pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi sekolah. Selain itu, perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta yang hanya memiliki satu orang tenaga perpustakaan sehingga pelayanan di perpustakaan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tidak optimal. 2. Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah Pada dasarnya kondisi perpustakaan sangat dipengaruhi oleh peran tenaga perpustakaan. Peran tenaga perpustakaan memiliki kewajiban terutama dalam memberikan layanan yang optimal terhadap pemustaka dan berupaya menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif bagi proses pendidikan.7 Oleh karena itu, peran tenaga perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah sangatlah besar. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang tenaga perpustakaan diperlukan memiliki wawasan dan keterampilan dalam mengelola perpustakaan sekolah. Untuk mengelola perpustakaan sekolah diperlukan tenaga teknis perpustakaan yang memahami dimensi kompetensi perpustakaan sekolah. Idealnya tenaga perpustakaan di sekolah/ madrasah telah memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar tenaga perpustakaan sekolah berdasarkan Permendiknas Republik Indonesia No. 25 Tahun 2008. Menurut Permendiknas Republik Indonesia No.25 Tahun 2008 tentang Perpustakaan sekolah menyebutkan ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai oleh tenaga perpustakaan sekolah yakni: Tabel 2. Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah8 No Dimensi Kompetensi Kompetensi 1 Manajerial a. Melaksanakan Kebijakan b. Melakukan perawatan koleksi c. Melakukan pengelolaan keuangan dan anggaran 2 Pengelolaan Informasi a. Mengembangkan koleksi b. Melakukan pengorganisasian koleksi c. Memberikan jasa dan sumber informasi d. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi 3 Kependidikan a. Memiliki wawasan pendidikan b. Mengembangkan keterampilan memanfaatkan informasi c. Melakukan promosi perpustakaan d. Memberikan bimbingan literasi informasi 4 Kepribadian a. Memiliki integritas yang tinggi b. Memiliki etos kerja yang tinggi 5 Sosial a. Membangun hubungan sosial b. Membangun komunikasi 6 Pengembangan informasi a. Mengembangkan ilmu b. Menghayati etika profesi c. Menunjukkan kebiasaan membaca Berikut ini standar yang dikeluarkan oleh IFLA mengenai kompetensi tenaga perpustakaan sekolah, kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan program perpustakaan sekolah. Kualifikasi seorang pustakawan sekolah profesional meliputi: 1. Pengajaran dan pembelajaran, kurikulum, desain dan penyampaian instruksional; 2. Manajemen program - perencanaan, pengembangan / desain, implementasi, evaluasi / perbaikan; 3. Pengembangan koleksi, penyimpanan, pengorganisasian, temu-balik; 4. Proses dan perilaku informasi - literasi, literasi informasi, literasi digital; 5. Keterlibatan membaca; 6. Pengetahuan tentang sastra anak-anak dan remaja; 7. Pengetahuan tentang disabilitas yang mempengaruhi membaca; 8. Keterampilan komunikasi dan kolaborasi; 9. Keterampilan digital dan media; 10. Etika dan tanggung jawab sosial; 11. Layanan untuk kepentingan umum - akuntabilitas kepada publik / masyarakat; 12. Komitmen untuk pembelajaran seumur hidup melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan; dan 13. Sosialisasi ke bidang perpustakaan sekolah serta sejarah dan nilainya. Dari segi manajerial, tenaga perpustakaan harus mempunyai kompetensi dalam merumuskan kebijakan, perawatan koleksi, dan pengelolaan anggaran dan keuangan. Tenaga perpustakaan harus menguasai kompetensi manajerial agar kebijakan perpustakaan dapat diterapkan secara optimal, merawat koleksi supaya tahan agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, dan mengelola anggaran dan keuangan agar tepat sasaran dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Tenaga perpustakaan juga harus menguasai kompetensi pengelolaan informasi yang mencakup tentang pengembangan koleksi, pengorganisasian koleksi, pemberian jasa dan sumber informasi, dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan. Penguasaan kompetensi pengelolaan informasi pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan perpustakaan yang dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya secara tepat dan maksimal. Selain itu, tenaga perpustakaan juga harus menguasai kompetensi di bidang pendidikan. Kompetensi tersebut meliputi wawasan, pengembangan keterampilan memanfaatkan informasi, promosi perpustakaan, pemberian bimbingan literasi informasi. Penguasaan kompetensi pendidikan bertujuan agar tenaga perpustakaan dapat membangun, mengelola, dan menyediakan tempat bagi para siswa dan guru sebagai media pendukung kegiatan belajar dan mengajar. Selain sebagai media pendukung kegiatan belajar dan mengajar, tenaga perpustakaan juga dapat menciptakan perpustakaan sebagai pusat informasi yang dapat digunakan oleh seluruh warga sekolah agar mendapatkan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan. Tenaga perpustakaan juga harus memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi supaya dapat melaksanakan setiap pekerjaan secara optimal dan menciptakan inovasi untuk mengembangkan perpustakaan. Tenaga perpustakaan harus memiliki kompetensi dalam membangun hubungan sosial dan komunikasi. Hal tersebut bertujuan agar perpustakaan dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak lain secara optimal, dan menciptakan lingkungan perpustakaan yang ramah terhadap pemustaka. Selain itu, tenaga perpustakaan juga harus mampu menguasai kompetensi pengembangan informasi yang meliputi pengembangan ilmu, penghayatan etika profesi, dan mengembangkan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Kemampuan pengembangan informasi yang dilakukan oleh tenaga perpustakaan diharapkan dapat menghadirkan koleksi dan media pendukung yang informatif, sehingga para siswa dan warga sekolah mendapatkan kenyamanan dalam mencari dan memperoleh informasi. Selain itu, budaya baca akan mulai tumbuh dan berkembang pada para siswa dan warga sekolah lainnya. Berbagai kompetensi sudah seharusnya dikuasai oleh tenaga perpustakaan. Penguasaan berbagai kompetensi tersebut dapat membuat tenaga perpustakaan mengelola dan mengembangkan perpustakaan secara optimal sehingga perpustakaan sekolah dapat berfungsi secara tepat, yaitu sebagai sarana pendukung kegiatan belajar dan mengajar, dan sumber informasi di lingkungan sekolah.9 3. Kerjasama Antara Tenaga Perpustakaan dengan Guru Dalam upaya memberikan pelayanan yang baik dan kebijakan yang tepat bagi para pemustaka perpustakaan sekolah, maka perpustakaan harus mengadakan kolaborasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan kepala sekolah, guru, staf bimbingan dan penyuluhan serta orang tua murid.10. Standar yang dikeluarkan oleh IFLA yang menyatakan harus ada kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya sekolah dikarenakan untuk perpustakaan secara tepat dapat dapat berkontribusi pada tujuan sekolah sebagai institusi induk perpustakaan sekolah. Kebijakan perpustakaan sekolah merupakan sebuah perangkat yang dirumuskan oleh pihak sekolah dan perpustakaan yang digunakan dalam menjalankan dan mengembangkan perpustakaan sekolah. Kebijakan perpustakaan sekolah berkaitan dengan rencana pengembangan perpustakaan sekolah, tujuan perpustakaan sekolah, dan budaya yang ingin dikembangkan di sekolah. Dalam kebijakan tersebut juga menegaskan tentang status perpustakaan sekolah sebagai tempat belajar, dan peran perpustakaan dalam meningkatkan prestasi siswa. Perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, perumusan kebijakan perpustakaan tidak berjalan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya koordinasi pada manajemen pengelolaan perpustakaan, dan kurangnya peran kepala perpustakaan dalam pengambilan kebijakan. 4. Pendidikan Tenaga Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah sebagai jantung memiliki peran penting dalam membantu proses pembelajaran dan pendidikan. Perpustakaan sekolah dapat membantu siswa agar mampu mencari, menemukan, menyaring, dan menilai informasi yang tersedia.11 Oleh karena itu di perpustakaan sekolah harus dikelola oleh tenaga perpustakaan yang terampil dan berkompeten. Untuk itu tenaga perpustakaan harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Untuk memperdalam dan mengembangkan keahlian kepustakawanan diperlukan pendidikan formal ataupun non-formal misalnya mengadakan kerjasama dengan pihak perpustakaan nasional/ perpustakaan daerah, organisasi kepustakawanan dan sebagainya. Menurut Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Standar Nasional Perpustakaan Sekolah SMP/MTs, pustakawan memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma dua (D-II) dalam bidang perpustakaan dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Setiap orang yang memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma dua (D-II) di luar bidang perpustakaan dari perguruan tinggi yang terakreditasi dapat menjadi pustakawan setelah lulus pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan. IFLA juga mengeluarkan amaran yang serupa mengenai standar tenaga perpustakaan. Menurut manifesto perpustakaan sekolah tenaga perpustakaan staf berkualifikasi profesional yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan perpustakaan sekolah, didukung oleh staf yang secukupnya, bekerja sama dengan seluruh warga sekolah, dan berhubungan dengan perpustakaan umum dan lain-lain. Disini IFLA menyebutkan bahwa tenaga perpustakaan sekolah beragam di setiap penjuru dunia, dan mungkin berlatar belakang disiplin ilmu perpustakaan atau guru yang mengambil kursus kepustakawanan. Perpustakaan Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta memiliki tenaga perpustakaan berkualifikasi S1 bidang ilmu perpustakaan. Tenaga perpustakaan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta pernah mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh IPI dan Ikatan Pustakawan Sekolah.

Conclusion

Perpustakaan sekolah merupakan sebuah organisasi yang berfungsi sebagai sarana pendukung kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Selain itu, perpustakaan juga merupakan pusat informasi yang ada di sekolah dan dapat digunakan oleh para siswa dan warga sekolah. Agar perpustakaan sekolah dapat berjalan secara optimal, maka diperlukan tenaga perpustakaan dengan jumlah dan kualifikasi yang sesuai. Kemudian mengadakan kolaborasi antara tenaga perpustakaan dengan bidang kurikulum sekolah, guru juga terlibat aktif dalam program-program yang akan diselenggarakan di perpustakaan. Tenaga perpustakaan sekolah sebaiknya juga mengikuti pendidikan atau pelatihan yang diberikan oleh instansi terkait apakah itu pihak perpustakaan nasional/perpustakaan daerah atau organisasi kepustakawanan, tujuannya meningkatkan keahlian dan kompetensi. Jumlah tenaga pustakawan yang harus dimiliki harus menyesuaikan dengan jumlah rombongan belajar yang ada di sekolah untuk memberikan pelayanan prima kepada warga sekolah. Oleh karena itu diperlukan penambahan tenaga perpustakaan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan pada tenaga perpustakaan diharuskan memiliki kemampuan dari segi kualifikasi enam kompetensi yaitu manajerial, pengelolaan informasi, kependidikan, sosial, kepribadian, dan pengembangan informasi. Hal tersebut dimaksudkan agar perpustakaan sekolah dapat memberikan pelayanan prima kepada warga sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.