Kembali
16
1
2021 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 9 · 1 ISSN 2477-5320

Inovasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pena Ananda dalam Memberikan Layanan Informasi kepada Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstrak

Kebijakan pemerintah untuk menghargai dan menghindari keramaian dalam bentuk mematikan penyebaran virus corona yang terjadi di sepanjang tahun 2020 berdampak pada perubahan sistem di berbagai aspek layanan umum dan informasi kepada masyarakat. Begitu juga layanan pada taman baca masyarakat (TBM) yang berfungsi utama sebagai sarana belajar mandiri bagi masyarakat dan sebagai penunjang program pendidikan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi layanan Pena Ananda di dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat melalui berbagai inovasi kegiatan dan layanan yang bersifat online. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi layanan informasi kepada masyarakat pada TBM Pena Ananda dilaksanankan melalui perubahan sistem dari offline menjadi online seperti kegiatan eksklusif pelatihan kepenulisan, talkshow gema hari puisi, online reading rally, sulap sampah dari rumah, bincang bersama, workshop cipta lagu anak, menulis kreatif, happy home learning agustusan, ruang bincang anak abad21, semarak pandemi dengan lagu anak-anak, film anak di kencah revolusi industri, mengolah pikir bareng, diskusi bareng, kelas daring menulis yunior, lomba menulis artikel pendidikan, bincang relawan melalui aplikasi zoom.

Abstract

The government’s policy to respect and avoid crowds in the form of killing the spread of the corona virus that occurred throughout 2020, had an impact on system changes in various aspects of public services and information to the public. Likewise, the service at the community reading park (TBM) has the main function as a means of independent learning for the community and as a support for informal education programs. This study aims to determine the innovation of TBM Pena Ananda in providing information services to the public through various innovative activities and services that are online. This research method uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results showed that the innovation of information services to the community at Pena Ananda TBM was carried out through system changes from offline to online such as exclusive writing training activities, poetry day echo talk shows, online reading rally, garbage magic from home, group talk, children’s song creation workshops, writing creative, happy home learning August, 21st century children’s talk room, vibrant pandemic with children’s songs, children’s films in the industrial revolution, thought process together, discussion together, junior writing class online, educational article writing competition, volunteer talk through applications zoom.
Keywords: Inovation · Information Services · TBM Pena Ananda · Covid-19

Introduction

Sejak Maret 2020, Indonesia dihadapkan pada musibah pandemi yaitu wabah virus corona (covid-19). Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak diberbagai macam bidang kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Adanya wabah tersebut, mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah cepat guna memutus rantai penyebaran virus corona melalui beberapa kebijakan diantaranya adalah physical distancing dan wajib menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.1 Bentuk nyata dari kebijakan tersebut diantaranya adalah dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan stuktur pembelajaran yang dilaksanakan secara offline dirubah secara virtual. Begitu juga pada aspek layanan informasi kepada masyarakat yang sebelumnya dilaksanankan secara offline dirubah sistemnya menjadi sistem online. Begitu juga layanan- layanan informasi yang ada di TBM. TBM merupakan lembaga informal memiliki peran penting dalam kegiatan belajar masyarakat. Tujuan pendirian TBM adalah untuk gemar membaca masyarakat dalam menggali potensi dan keterampilan anak setempat sehingga terbentuk karakter manusia cerdas, mandiri, kreatif dan inovatif. Fungsi TBM yang utama yaitu sebagai sarana belajar mandiri bagi masyarakat sebagai penunjang program pendidikan informal untuk menambah wawasan,ilmu pengetahuan, dan menyediakan tempat hiburan atau, refresing non budged yang mudah dijangkau, nyaman, dan tentu aman.2 Pada mulanya keterbentukan TBM sebagai penunjang pendidikan formal dalam pencapaian life long learning. Pernyataan tersebut selaras dengan UU pasal 26 ayat 1 dan 4 yang mengungkapkan bahwa, pendidikan informal dilaksanakan bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan sebagai pengganti, penambah, pelengkap pendidikan formal.3 TBM Pena Ananda merupakan salah satu TBM berlokasi jalan raya Bangoan, Perum Bangau Putih Permai L-9, Desa Bangoan, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. TBM ini aktif bergerak di bidang literasi dan kemasyarakatan. Aktivitas dari TBM Pena Ananda menorehkan banyak karya dan prestasi, serta memperoleh beberapa penghargaan misalnya beberapa karya tulis dari TBM Pena Ananda diterbitkan dalam buletin Dimensi IAIN Tulungagung pada tahun 2014. Apresiasi terkait kepenulisan kreatif keliling di bidang lingkungan juga pernah diberikan oleh Bupati Tulungagung pada tahun 2014. Selain itu banyak aktivitas lain yang telah dilakukan TBM Pena Ananda seperti pengadaan buku bacaan, kepenulisan, pelatihan membaca anak, pelatihan menulis bagi remaja, berdongeng, pelatihan mendaur ulang barang bekas, dan kegiatan kreatif lain yang dapat menggugah semangat untuk berliterasi serta bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selama masa pandemi Covid-19, TBM Pena Ananda juga mengalami dampak dari kebijakan pemerintah terkait pemutusan rantai penularan Covid 19. Beberapa aktivitas TBM yang biasanya dilakukan secara offline seperti kegiatan pembelajaran di sanggar dan kegiatan di taman-taman tidak bisa dilakukan. Namun hal ini tidak membuat TBM Pena Ananda berhenti bergerak. Adanya pandemi Covid-19 bisa mendorong TBM Pena Ananda untuk melakukan inovasi dengan mengubah beberapa aktivitas offline menjadi aktivitas yang diselenggarakan secara online, dengan harapan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam kegiatan belajarnya sehingga dapat mewujudkan masyarakat cerdas dan berpengatahuan. Pelaksanaan berbagai program tersebut juga dilatarbelakangi oleh adanya beberapa permasalahan yang terjadi di lingkungan setempat yaitu sistem pendidikan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Bago, Kec. Kedungwaru Kab. Tulungangung. Proses adaptasi pembelajaran secara daring yang belum biasa dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, TBM Pena Ananda melakukan inovasi-inovasi melalui kegiatan secara online. Adanya kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi (problem solving) dalam membantu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh peserta didik dari rumah. Berdasarkan penelusuran peneliti, beberapa penelitian tentang inovasi layanan perpustakaan pernah dilakukan oleh Rifki Rizkia Malik yang berjudul “Inovasi Pelayanan Perpustakaan di Taman Bacaan Masyarakat Lingkaran Cahaya Selama Pandemi Covid-19”. Tujuan peneliti untuk memahami inovasi Taman Bacaan Masyarakat Lingkaran Cahaya masa pandemi Covid-19. Inovasi pada Taman Bacaan Masyarakat melibatkan beberapa aspek dan layanan seperti, pengelolaan, pengembangan koleksi dan layanan-layanan seperti layanan referensi maupun layanan sirkulasi yang dilakukan melalui media online seperti zoom. Hasil penelitian ini adalah inovasi pelayanan dengan pengembangan koleksi dan pelayanan pada TBM selama pandemi Covid-19. Adapula penelitian lainnya adalah penelitian dari Regina Safitri yang berjudul “Inovasi Pelayanan Perpustakaan Melalui Taman Bacaan Masyarakat Jatmika Jawa Barat Menghadapi Covid-19”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya di masa Pandemi TBM terus dituntut untuk menyelenggarakan program kegiatan dari layanan fisik ke digital. Melalui kegiatan yag relavan dan efektif dalam memaksimalkan layanan dan berfungsi sebagai TBM rintisan baru yang adaptif dan inovatif dalam mencerdaskan bagsa.4 Hasil penelitian ini adalah pelayanan inovasi yag digunakan TBM aktif dalam kegiatan menggunakan perpustakaan digital selama pandemi Covid-19 secara virtual. Penelitian ini terfokus pada inovasi layanan yang di lakukan TBM pada masa pandemi Covid-19. Berdasarkan pemaparan di atas, maka peneliti memberikan batasan penelitian ini yaitu (1) bagaimana pelayanan pada TBM Pena Ananda di tengah pandemi Covid-19, (2) bagaimana inovasi layanan informasi sebagai sarana hiburan yang dilakukan TBM Pena Anada di tengah pandemi Covid-19, (3) bagaimana inovasi layanan informasi sebagai sarana belajar mandiri bagi masyarakat yang dilakukan oleh TBM Pena Ananda di tengah pandemi Covid-19, (4) bagaimana inovasi layanan informasi sebagai sarana belajar untuk anak-anak menunjang pendidikan yang dilakukan oleh TBM Pena Ananda di tengah pandemi Covid-19, (5) bagaimana dampak dari kegiatan yang dilakukan oleh TBM Pena Ananda di tengah pandemi Covid-19. TINJAUAN PUSTAKA Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Secara umum pengertian TBM adalah tempat yang didirikan oleh pemerintah, perorangan untuk menyediakan buku dan menumbuhkan minat baca anak sekitar.5 Pendapat tersebut selaras dengan pendapat Rita, mengatakan bahwa pendidikan non formal memiliki peranan penting untuk mencerdaskan anak bangsa dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak serta penunjang pemberantasan buta aksara.6 Peran TBM adalah sumber pelestarian dan preservasi khazanah budaya bangsa, sumber informasi, penelitian, pendidikan dan tempat rekreasi. Selain itu, TBM juga berperan untuk fasilitas, media, motivasi untuk penggunanya dalam memperoleh informasi dan informasi pengetahuan secara murah dan mudah. TBM merupakan agent of change, agen pengembangan, agen pelestarian kebudayaan.7 Menurut Encang Saepudin, TBM berperan sebagai penyedia jasa layanan masyarakat secara gratis terutama berkaitan dengan edukasi dan informasi.8 Melihat dari pengertian tersebut pada intinya TBM merupakan suatu fasilitator penghubung antara masyarakat dan informasi. Inovasi Kegiatan TBM Inovasi adalah temuan baru yang sudah ada pada sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Kegiatan inovasi TBM adalah kegiatan yag harus diambil oleh setiap TBM dalam mengembagkan dalam meningkatkan minat baa anak. Indonesia mengetahui bahwa betapa bergunanya kegiatan membaca, membiasakan membaca bukan sekedar TBM, menyediakan berbagai macam bacaan. Upaya untuk mendorong masyarakat untuk membaca. Upaya yang bisa dilakukan untuk kegiatan inovasi TBM antara lain: Mengetahui kebutuhan masyarakat sepertinya kegiatan inovatif lingkungan sosial, budaya, ekonomi. Inovasi kegiatan TBM Pena Ananda bertujuan sebagai pertimbangan pada saat melaksanakan kegiatan dan untuk penyediaan sumber bacaan dalam kegiatan seperti reading rally dan sulap sampah dari rumah. Inovasi pelayanan perpustakaan melalui TBM dalam memberikan pembelajaran selamanya kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan informasi baik dalam offline maupun virtual dengan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan menumbuhkan minat baca masyarakat dengan cara yang kreatif dan inovatif.9 Tujuan TBM adalah: meningkatkan keahlian, keterampilan membaca, mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, membangun masyarakat kreaktif, mendorong untuk mewujudkan pembelajaran selamanya, mewujudkan kemandirian, kualitas berpengetahuan, berbudaya maju, berketerampilan, dan beradab.10 Layanan Informasi Layanan informasi adalah kegiatan memberikan pemahaman kepada individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dilakukan. Layanan informasi bahwa penyajian informasi dalam rangka program bimbingan adalah kegiatan membantu siswa dalam mengenalkan lingkungannya, terutama tentang kesempatan yang ada didalamnya, dapat dimanfaatkan siswa baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Layanan informasi bertujuan untuk pengembangan kemandirian anak. Informasi yang diperlukannya oleh individu seperti: mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya secara objektif, positif, dan dinamis, mengambil keputusan, mengarahkan diri untuk kegiatan-kegiatan yang berguna sesuai dengan keputusan yang diambil, dan mengaktualisasikan secara terintegrasi.11

Method

Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan menggunakan data berupa narasi dari sumber wawancara dalam pengamatan lapangan untuk menganalisis keterangan yang ingin teliti.12 Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian untuk memahami inovasi layanan informasi masyarakat padaTBM Pena Ananda Tulungagun pada masa pandemi Covid-19 yang berlokasi di Jalan Raya Bangoan, Perum Bangau Putih Permai L-9, Bangoan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur 66219. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan telaah literatur. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah hal yang penting dalam penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian bertujuan agar bisa mendapatkan data, keterangan, kenyataan-kenyataan dan informasi yang akurat.13 Metode pengumpulan data pada penelitian adalah dengan menggunakan metode wawancara dengan 10 informan yaitu Ibu Tjut Zakiyah selaku pemilik TBM serta para TBM Pena Ananda, Dewi Masithoh, Nazliyah Akbaroh, awwalina Nadhifah, Humaidah Masfiyah, indy, Helin Kusuma Wardani, Hevy yayang, Fuatus Sabili Rosad, Septina Tsalis Mayita. Dengan menggunakan wawancara penelitian ini dapat memperoleh data yang benar dan dapat menghemat waktu, biaya, tenaga, serta efisien. Peneliti menggunakan metode-metode untuk melakukan penelitian.14 Pengumpulan data penelitian dilaksanakan dengan metode observasi langsung untuk menemukan fakta-fakta di lapangan dan mencari data berbentuk tulisan seperti catatan, makalah, artikel, jurnal dll, serta studi dokumentasi berupa foto/rekaman. Observasi ini digunakan untuk mengamati relawan dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung secara virtual. Peneliti melakukan pengamatan terhadap layanan informasi selama pandemi Covid-19 di TBM Pena Ananda Tulungagung. Metode dokumentasi dalam melengkapi data juga digunakan pada penelitian ini seperti mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan materi yang dikaji berupa dokumen tertulis maupun tercetak tentang Inovasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dalam Memberikan Layanan Informasi di era Pandemi Covid-19 dan hal yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik Analisis Data Analisis data pada yang dilakukan oleh peneliti melalui tiga tahapan yaitu reduksi data yaitu proses pemilihan, pemfokusan pada penyederhanaan data, pengabstraksian, perubahan data mentah dari catatan tertulis di lapangan TBM Pena Ananda secara virtual. Reduksi data dengan kegiatan secara langsung selama pengumpulan data. Tahap pegumpulan reduksi data seperti: membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gagasan, membuat partisi dan menulis memo pada TBM Pena Ananda. Tahap selanjutnya penyajian data yaitu suatu gabungan dari informasi yang tersusun dapat memberikan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melakukan penyajian data melalui penarikan kesimpulan sementara terkait inovasi layanan informasi di TBM Pena Ananda. Analisis data yaitu menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan belum jelas akan dikembangkan lebih valid. Kesimpulan yang sudah jelas berbentuk seiring dengan terkumpulnya catatan, petunjuk, menyimpan, metode yang digunakan dan keahlian peneliti terkait layanan informasi di TBM Pena Ananda.

Discussion

1. Gambaran TBM Pena Ananda Tulungagung TBM Pena Ananda Tulungagung merupakan salah satu TBM yang berada di wilayah Tulungagung dan sudah berdiri sejak 2008. Awalnya, TBM Pena Ananda merupakan perpustakaan pribadi milik Ibu Tjut Zakiyah Anshari. Hobi beliau yang suka bercerita ke anak-anak dan suka berliterasi kepada anak-anak mendorongnya untuk menjadikan lokasi pribadinya sebagai TBM yang hingga kini bisa diakses di sanggar secara gratis oleh masyarakat. Koleksi yang terbatas dan bangunan di dalam rumah pribadi tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk berkunjung ke TBM tersebut, hal ini disebabkan karena lembaga penyedia informasi yang masih langka saat itu. Pada saat awal berdiri, TBM ini menjadikan masyarakat umum sebagai terget layanannya, namun setelah berjalan beberapa tahun ternyata penggunanya lebih banyak dari kalangan anak SD dan anak SMP Tulungagung. SDM yang terbatas mendorong bunda Tjut untuk melakukan rekrutmen relawan yang membantu kegiatan layanan informasi yang maksimal, dalam pengelolaanya. TBM Pena Ananda dibantu para relawan yang berasal dari Tulungagung dan mahasiswa. Hingga saat ini TBM Pena Ananda memiliki relawan sejumlah 30 relawan berbagai macam daerah. Namun pasca pandemi Covid-19, sebagai wujud responnya terhadap kebijakan pemerintah, TBM Pena Ananda menghentikan berbagai layanan dan kegiatan yang bersifat offline seperti kegiatan di taman alun-alun Tulungagung dan melalukan inovasi sistem layanan informasi melalui ruang virtual yang dibantu oleh para relawan seperti melalui instagram, facebook, zoom dan sebagainya. Beberapa inovasi perubahan layanan kegiatan yang bersifat offline menjadi online adalah ditunjukan pada tabel 1. Tabel 1. Perubahan Kegiatan dari Offline ke Online No Nama kegiatan (Offline) Inovasi Kegiatan (Online) 1 Sirkulasi peminjaman secara offline Sirkulasi peminjaman ditiadakan karena TBM Pena Ananda belum mempunyai SLIMS dan sanggar ditutup 2 Kegiatan bercerita di taman-taman secara offline Kegitan bercerita di ganti dengan kegiatan reading rally secara online melalui Zoom 3 Kegiatan relawan baru secara offline Kegiatan open reckrutment relawan new secara online melalui Zoom 4 Kegiatan lomba puisi secara offline Kegiatan talkshow dan lomba puisi secara online Di antara beberapa inovasi layanan tersebut ada beberapa kegiatan yang ditiadakan selama masa pandemi Covid-19 yaitu layanan sirkulasi peminjaman karena TBM belum memiliki layanan penyimpanan buku secara online seperti Slims. Sebelum masa pandemi sirkulasi peminjaman biasanya dilakukan dengan menggunakan kartu peminjaman buku, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peminjam. Penerapan sistem denda juga dilakukan bagi peminjam yang terlambat mengembalikan dengan nominal yang masih terjangkau mengingat bahwa sebagai besar yang pinjam kalangan anak-anak. Demi kepentingan evaluasi layanan, TBM Pena Ananda juga menyediakan kotak saran bagi pengelola TBM guna mengukur tingkat kepuasan layanan yang dilakukan. Sanggar TBM selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk membaca atau meminjam buku. Koleksi buku yang ada di sanggar juga cukup banyak yang bisa diakses oleh siapapun yang ingin membacanya. Secara lebih terperinci beberapa kegiatan atau program- program baru yang dilakukan secara online di masa pandemi covid-19 ditunjukkan pada tabel 2. Tabel 2. Kegiatan TBM Pena Ananda di Masa Covid-19 No Jenis Kegiatan Waktu Kegiatan Peserta Tujuan Kegiatan Narasumber Media 1 Eksklusif pelatihan kepenulisan Senin Umum Berkarya untuk lebih bermakna Titik Dwi R. H Zoom 2 Talkshow gema hari puisi Minggu Umum Memberikan wawasan dan pengetahuan terkait pelatihan kepenulisan puisi Heny Cariza Apriliyani Zoom dan Live Youtube 3 Bincang bersama Sabtukamis Relawan dan umum Memberikan public speaking, karakter tim, literasi, kerelawan, dan liputan pena ananda di era pandemi Relawan Zoom 4 Briefing pendadaran ke IV Selasa Relawan baru Memberikan wawasan, pengenalan tbm, bersama calon relawan baru Relawan Zoom 5 Online reading rally Sabtuminggu Anakanak Memberikan wawasan, pengetahuan, hiburan serta mengajak anak untuk belajar membaca Relawan Live instagram 6 Sulap sampah dari rumah Kamis Anakanak Mengajak anak untuk mengolah sampah menjadi creative, hiburan serta menghasilkan produk Mawar Ran Zoom 7 Workshop cipta lagu anak Seninminggu Anakanak Mengenalkan lagu anak-anak dengan gerakan cipta 1000 lagu anak tahun 2020 Drs. Hariyanto Suminarso, M. M WA group dan Zoom 8 Menulis kreatif Minggu Anakanak Mengajak anak menulis dan berkarya di era pandemi Tjut Zakiah Anshari Live instagram 9 Ruang bincang anak dan remaja abad-21 Sabtuminggu Anak dan remaja Berbicara tentang diri sendiri Tjut Zakiyah Anshari WA group dan Zoom 10 Happy home learning Agustusan Sabtuminggu Anak dan remaja Menggolah pikir dan potensi secara sehat melalui pengait literasi, guru, orang tua dan pengait pendidikan. Tjut Zakiyah Anshari WA group dan Zoom 11 Semarak pandemi dengan lagu anak Kamis Anakanak Anakanak menyosong hidup “ new normal” mengingatkan anak-anak dengan lagu agar bisa berkarya Haryanto Live Streaming 12 Film anak di kancah revolusi industri Rabu Anakanak Mengenalakan anak-anak pada budaya film revolusi industri anak Budiyati Abiyoga Live Streaming 13 Mengolah pikir bareng Seninsabtu Anakanak dan orang tua Menjadi orang tua bahagia dan produktif ditengah pandemi Covid-19 yunari, Evi Tanjung WA group dan Zoom 14 Diskusi daring Sabtuminggu Relawan Berdiskusi kegiatan pelayanan selama pandemi Covid-19 Helin Kusuma. M Live Streaming 15 Kelas daring menulis yunior Awal april Anakanak Mengajak anak menulis kelompok dan berkarya Tjut Zakiyah Anshari Zoom 16 Lomba menulis artikel pendidikan Seninsabtu Umum (berusia 16-25 tahun) Mengajak anak berkarya dimasa pandemi Relawan Watshap 17 Bincang relawan Jumat Relawan Memberikan wawasan, pengetahuan, tentang creative kepada TBM Pena Ananda Tjut Zakiyah Anshari Live youtube 2. Inovasi Layanan Informasi Sebagai Sarana Hiburan Inovasi layanan informasi sebagai sarana hiburan di TBM Pena Ananda dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini bertujuan memberikan layanan informasi sebagai sarana hiburan untuk menyongsong hidup “new normal” dan memotivasi anak-anak untuk berkarya. Di antara inovasi layanan informasi yang berfungsi sebagai sarana hiburan adalah: 1. Semarak pandemi dengan lagu anak Semarak pandemi dengan lagu anak adalah kegiatan layanan informasi yang bertemakan anak dan keluarga menyongsong “new normal” yang dipimpin oleh pendiri TBM Pena Ananda yaitu Bunda Tjut Zakiyah Anshari dan Narasumber oleh Drs. Haryanto. Beliau adalah pengawas di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sekaligus penulis lagu “rek ayo rek lagu abad 21. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 23 Mei 2020 pada jam 08.00-10.00 WIB. Melaui media sosial grup WA dan Goolge Meet, lagu ini yang diperkenalkan secara virtual kepadsa anak-anak. Lagu ini merupakan lagu untuk konten anak-anak di abad 21 hingga sekarang. Pesan yang disampaikan dari lagu ini adalah jangan patah semangat belajar anak luntur oleh rasa bosan dan malas. Metode kegiatan belajar sambil bermain, bernyanyi. Inovasi layanan informasi yang diberikan TBM dalam acara semarak pandemi dengan lagu anak-anak ini untuk mengingatkan kembali lagu anak-anak terdahulu sebagai hiburan anak-anak. 2. Film anak di kancah revolusi industri Film anak di kancah industri adalah program pengenalan anak-anak pada budaya film revolusi industri anak. Salah satu layanan informasi yang bertemakan anak dan keluarga untuk menyongsong “era new normal” dipimpin langsung oleh pendiri TBM Pena Ananda yaitu Bunda Tjut Zakiyah Anshari dan narasumber yaitu Budiyati Abiyoga yang merupakan prosuder dan penulis skenario film “nagabonar jadi 2”(2007) yang menjadi film terbaik FFI 2007. Kegiatan dilaksanakan pada tgl 20 Mei 2020. Pesertanya dari kegiatan ini adalah anak-anak dan dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Melalui pemutaran film ini TBM Pena Ananda ingin memberikan hiburan kepada anak-anak melalui film yang bergenre pendidikan dan mengalihkan perhatian mereka terhadap game yang ada di gadget di tengah pandemi. Inovasi layanan informasi untuk film anak di kancah revolusi industri ini untuk mengingatkan kembali anak-anak pada film terdahulu serta mengembalikan anak-anak pada fitrahnya sebagai anak dan masanya sebagai anak-anak. 3. Inovasi Layanan Informasi Sebagai Sarana Belajar Mandiri Bagi Masyarakat Inovasi layanan informasi sebagai sarana belajar mandiri di TBM Pena Ananda dilakukan dengan diselenggarakannya kegiatan talkshow gema hari puisi dan happy home learning agustusan yang diikuti oleh anak-anak dan masyarakat melalui aplikasi zoom secara virtual. 1. Talkshow Gema Hari Puisi Talkshow gema hari puisi adalah lomba baca puisi dalam rangka memperingati hari puisi sedunia yang diselengarakan oleh TBM Pena Ananda yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Maret. Acara ini dibuka langsung oleh Bunda Tjut Zakiyah Anshari dengan narasumber Heny Cariza Apriliyani. Pesertanya berjumlah 10 peserta dari masyarakat. Bertujuan untuk memotivasi, promosi dan berkarya. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “cinta” untuk memberikan wawasan dan pengetahuan terkait pelatihan penulisan puisi. Sebenarnya semua orang suka membaca puisi tetapi tidak semua orang mau membaca puisi. 10 orang yang menjadi peserta pada kegiatan ini semuanya menjadi juara. Kegiatan dilaksanakan secara virtual dan di upload di youtube. 2. Happy home learning Happy home learning adalah belajar dengan hati senang di rumah dengan bertemakan belajar yang menyengkan dengan “home schooling”. Narasumber kegiatan ini adalah 2 psikolog dan 2 penulis yang sangat inspiratif yaitu Bunda Tjut Zakiyah Anshari, Rosyidah Corum, M. Psi , Ayu Imasria W. Psi, serta Maya Lestari Gf. Acara ini diselengarakan selama 5 hari melalui grup WA dan aplikasi Zoom. Kegiatan ini mengajak anak-anak, calon orang tua dan calon pendidik. Layanan ini dilaksanakan seperti sekolah tetapi secara virtual. Melalui kegiatan belajar yang didampingi oleh orang tua, suka duka belajar dari rumah yang dialami anak akan dapat teridentifikasi. Pelajaran dari kegiatan ini adalah tetap siaga melalui belajar dari rumah, untuk mengantisipasi beragam kemungkinan di “eranew normal”. Sehingga masa pandemi juga tidak menjadi pengahalang bagi anak-anak untuk belajar.4. Inovasi Layanan Informasi Sebagai Sarana Belajar Anakanak Untuk Menunjang Pendidikan Inovasi layanan informasi sebgai sarana belajar anak-anak untuk menunjang pendidikan. Dalam hal ini TBM Pena Anada mengadakan kegiatan layanan online reading rally, sulap sampah, menulis kreatif dilakukan secara virtual. a. Online reading rally Online reading rally adalah kegiatan bercerita, berbagi bersama anak-anak dalam memberikan motivasi kepada anak dilakukan secara online melalui live di instagram TBM Pena Ananda. Kegiatan ini dilakukan setiap hari minggu dengan layanan informasi bercerita secara virtual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan anak menjadi generasi cerdas, berbudaya, kreatif dan mandiri. Inovasi layanan informasi dalam acara reading rally bercerita atau mendongeng kepada anak-anak ini membuat anak-anak merasa senang dan lebih berkembang dalam bercerita. b. Sulap sampah dari rumah Sulap sampah dari rumah adalah kegiatan daur ulang sampah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Acara ini dipimpin oleh Bunda Tjut Zakiyah Anshari dan narasumber Mawar Ran. Kegiatan ini bertema “Besar atau Kecil, Aksi Anda Penting”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 16 Juli 2020 di jam 14.00-16.00 WIB. Peserta dalam acara ini adalah masyarakat yang dilakukan secara virtual melalui zoom. Limbah organik dari rumah tangga yang selama ini menimbulkan beragam masalah seperti menumpuk dan menimbulkan bau busuk bagi masyarakat bisa dimanfaatkan dan disulap menjadi karya dan memiliki nilai jual salah satunya adalah menjadi pupuk tanaman. Sampah dibedakan menjadi 3 bagaian kotoran yaitu kotoran organik, kotoran daun dan kotoran berair. Dari kegiatan ini, masyarakat bisa mempraktikannya dan mengelolanya dari rumah menjadi karya kreatif masyarakat yang menghasilkan uang. c. Menulis kreatif Menulis kreatif adalah belajar mengungkapkan imajinasi melalui tulisan. Narasumber langung oleh Bunda Tjut Zakiyah Anshari melalui live instagram. Kegiatan ini dilaksanakan 29 Juni 2020 di jam 15.00-16.00 WIB. Pesertanya anak-anak dari berbagai masyarakat Indonesia. Tema yang diangkat adalah writer and storyteller. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengajak anak menulis dan berkarya di tengah pandemi covid-19. Kegiatan ini diawali dengan menentukan gerne apa yang disukai, menemukan ide cerita, menguatkan karakter pada tokoh beserta konflik yang menyertainya hingga pada bagaimana menyusun alur, klimaks dan ending yang membuat pembaca penasaran. Peserta juga berkesempatan untuk mereview dan berkonsultasi langsung dengan penulis. Dari kegiatan ini diharapkan anak-anak bisa menulis dengan bagus dan banyak menghasilkan karya tulis. Untuk memotivasi anak- anak dalam menulis, TBM Pena Ananda juga menyelenggarakan lomba menulis tentang pendidikan untuk anak. 5. Dampak Dari Kegiatan di TBM Pena Ananda Dampak adanya pandemi Covid-19 di TBM adalah kegiatan yang biasanya di lakukan di sanggar dilakukan secara virtual sehingga relawan lebih ditantang untuk berinovasi melalui ruang virtual. Misalnya beberapa kegiatan di tingkat lokal seperti reading rally dan bali bahagia (kegiatan membaca di taman-taman) yang biasanya dilaksanakan setiap seminggu sekali dan kegiatan bakti literasi desa yang biasanya dilaksanakan satu bulan sekali harus dialihkan secara virtual melalui aplikasi zoom. Para relawan juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk beralih dari kegiatan offline menjadi kegiatan secara virtual. Karena ada beberapa kendala yang dihadapi ketika kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual seperti jumlah peserta yang sedikit. Begitu juga ketika pelaksanaan kegiatan reading rally secara online di instagram, para relawan TBM tidak bisa memberikan pelatihan dan pembelajaran secara maksimal khususnya kepada anak. Pentingnya peran orang tua untuk mendampingi anak dalam kegiatan bimbingan dan pembelajaran reading rally sangat diharapkan. Kendala lain yang ditemukan adalah sulitnya komunikasi secara virtual sehingga diperlukan koordinasi dengan masyarakat dengan harapan komunikasi menjadi lebih mudah dan efektif guna meningkatkan kualitas layanan khususnya penyediaan layanan TBM yang lebih inovatif dan kreatif

Conclusion

TBM adalah sumber informasi dan pembelajaran bagi masyarakat dalam penyediaan informasi. Selama masa pandemi Covid-19 TBM Pena Ananda tetap berupaya untuk memberikan layanan informasi kepada masyarakat sekitar. Berbagai aktivitas layanan yang sebelumnya dilaksanakan secara offline dirubah pelaksaannya secara online. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan literasi khususnya bagi anak-anak dan masyarakat setempat. Inovasi layanan yang dilaksanakan guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era pandemi adalah reading rally mendengarkan cerita anak-anak melalui aplikasi zoom, kegiatan eksklusif pelatihan kepenulisan, talkshow gema hari puisi, online reading rally, sulap sampah dari rumah, bincang bersama, workshop cipta lagu anak,menulis kreatif, happy home learning agustusan, ruang bincang anak abad-21, semarak pandemi dengan lagu anak-anak, film anak di kancah revolusi industri, mengolah pikir bareng, diskusi bareng, kelas daring menulis yunior, lomba menulis artikel pendidikan, bincang relawan. Dampak musim pandemi tidak menjadi pengahalang pada anak untuk melakukan aktivitas dan kreativitas. Peran orang tua juga diperlukan dalam mendukung proses belajar secara virtual. Berbagai aktifitas virtual ini diupload melalui beberapa media sosial yang dimilki TBM Pena Ananda seperti facebook, instagram dan youtube.