Kembali
16
1
2019 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 11 · 2 ISSN 2502-4108

FORMAT CETAK VS DIGITAL: PREFERENSI MEMBACA BAHAN BACAAN AKADEMIK MAHASISWA PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA

Universitas Indonesia

Abstrak

Membaca telahmengalami banyak perubahan. Jika dahulu orang harus membeli media baca dalambentuk cetak, kini hanya dengan mengunduh file dalam format digital, seseorangsudah dapat melakukan aktivitas membacadi ponsel, tablet, dan komputer. Tidakterkecuali kebiasaan membacabahan bacaan akademikpada mahasiswa, beberapastudimenunjukkan kecenderungan preferensi mahasiswa dalam membaca materiakademik dalam format digital dibanding dalam format tercetak.Penelitianinimengulaspreferensi mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia dalam membacabahan bacaan akademik seperti buku teks dan jurnal ilmiah.Kuesioner onlinedigunakan untuk mengumpulkan data dansejumlah68 mahasiswa pascasarjanaberpartispasi dalam penelitian ini. Hasilstudimenunjukkan bahwa meskipunmahasiswa pascasarjana lebih menyukai format digital, namun format cetak lebihmemberikan kenyamanan dan membuat lebih fokus dalam membaca.</p>

Abstract

Reading media as tools to convey information has nndergone physical radical changes. Since invention of the printing press in the 15th century, until the digital revolution in the 1980s, the habits of reading people have undergone many changes. In the past people had to buy reading media in print, nowadays only by downloading files in digital format, someone can already do as reading activities on cellphones, tablets, and computers. No exception for the habit of reading academic material on students, several studies show a tendency for student preferences in reading academic material in digital format rather than in printed format. This study examined the preferences of the graduate students in University of Indonesia in reading academic reading materials such textbooks and scientific journals. An online questionnaire nsed to collect data and 68 graduate students participated in this study. The results of the study show that althongh postgradnate students prefer digital formats, the print format is more convenient and make them more focused on reading.
Keywords: Reading · reading preferences · academic reading materials · printed format · digital format

Introduction

Membaca adalah aktivitas yang sangat identik dengan dunia akademik. Membaca merupakan fondasi dalam proses belajar yang memiliki konsekuensi kognitif yang melebihifungsinya dalam mengangkat makna dari bagian tertentu pada bacaan !. Dalam melakukan aktivitas membaca, kita memerlukan sebuah media baca. Produksi bahan bacaan akademik seperti buku teks dan jurnal ilmiah tidak dapat terlepas dari peran penerbit, yang kini memiliki pilihan dalam memproduksi bahan bacaan; secara cetak atau digital. Perkembangan teknologi komputer baik dalam pengembangan perangkat keras dan penerbitan. perangkat lunaknya telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada dunia Fase pertama evolusi penerbitan yang dimulai pada periode 1980an memungkinkan sebuah publikasi untuk dapat ditampilkan dan dibaca pada layar komputer, dan disimpan sebagai file elektronik > Penggunaan internet pada petiode 1990an menandai fase kedua evolusi dunia penerbitan, dimana penerbit melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan menerbitkan publikasi yang dapat diakses melalui jaringan internet’. Sebagaimana menumut ‘, bahwa media dan masyarakat berada dalam hubungan yang konstan, dan studi tentang hubungan antara media lama dan media digital baru dapat membantu kita mengendalikan masa kini, dan bahkan memandu masa depan kita. Teknologi yang senantiasa berkembang telah memahami mengubah cara dan kita mendapatkan informasi. Digitalisasi bahan bacaan membawa perubahan bagi ketertarikan manusia secara psikologis dalam melakukan aktivitas membaca’ Penetrasi teknologi digital telah mengalihkan perhatian orang dari membaca buku menjadi membaca gadget ° Perkembangan industri penerbitan ke arah digitalisasi juga menyebabkan terjadinya pergeseran budaya baca . Dengan digitalisasi bahan bacaan, orang memiliki lebih banyak opsi dalam memilih format bahan bacaan. Apakah itu secara konvensional dalam format tercetak seperti buku, atau dalam format digital seperti e-book. Demikian halnya pada dunia akademik, dalam memilih bahan bacaan akademik seperti buku teks dan jurnal, kini mahasiswa memiliki opsi yang lebih mereka sukai apakah dalam format tercetak atau format digital Google Scholar adalah bukti revolusi dalam sistem penerbitan dari publikasi yang tadinya berbasis cetak tradisional. Beberapa sistem publikasi digital menyediakan akses secara gratis ke informasi ilmiah tentang sains, teknologi, medis dan laporan ilmiah lainnya melalui teknologi yang didukung oleh jaringan Internet °. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia dalam membaca bahan akademik baik itu buku teks maupun jurnal penelitian. Hasil temuan dari penelitian ini akan dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya di bagian pembahasan. Hasil penelitian ini dapat berguna bagi dosen, manajemen perguruan tinggi, perpustakaan di perguruan tinggi, dan penerbit bahan bacaan akademik dalam memahami preferensi membaca mahasiswa pasca sarjana

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan paradigma konstruktivis. Subjek penelitian adalah mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, baik S2 maupun S3 dengan teknik convenience sampling. Total sampel sebanyak 68 mahasiswa pascasarjana (n1=68), dengan jumlah responden mahasiswa S2 sebanyak 55 responden dan mahasiswa S3 sebanyak 13 responden. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan data yang didapat dari penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui platform survey online Goggle Form berupa pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban multiple choice. Kuesioner berisi pertanyaan mengenai demografi responden dan preferensi format bahan bacaan akademik dari responden, sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Format bahan bacaan akademik (seperti buku teks dan jurnal) mana yang paling anda sukai? Menurut Anda format mana yang paling nyaman ketika membaca bahan bacaan akademik seperti buku dan jurnal? Format mana yang membuat anda lebih fokus dalam membaca bahan bacaan akademik seperti buku dan jurnal? Alat apa yang paling sering akademik dalam format digital? anda gunakan untuk membaca bahan bacaan Apakah anda tetap mencetak bahan bacaan akademik seperti jurnal dan buku dari format digital ke bentuk cetak? 6. Apakah anda setuju jika volume buku teks dalam format digital di Perpustakaan Universitas Indonesia sebaiknya diperbanyak?

Result & Discussion

Demografi Responden Sebanyak 68 responden berpartisipasi dalam penelitian ini (n=68), yang terdiri dari 32 laki-laki dan 36 perempuan. Seluruh responden adalah mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Sebanyak 55 responden adalah mahasiswa S2, dan 13 responden lainnya adalah mahasiswa S3.Pemilihan responden dari mahasiswa pascasarjana dianggap pilihan yang tepat oleh peneliti, karena dianggap familiar dengan bahan bacaan akademis berupa buku teks dan jurnal ilmiah dalam keseharian mereka sebagai mahasiswa. Preferensi Format Bahan Bacaan Akademik Ketika ditanyakan format bahan bacaan akademik apa yang paling disukai responden, sebanyak 60% responden menyatakan lebih menyukai format digital, sementara 40% lainnya menyukai format cetak (Gambar 1). Meski mayoritas 60% responden lebih membacanya, menyukai format cetak format dapat digital, namun dari segi kenyamanan saat memberikan kenyamanan yang lebih bagi responden saat membacanya. Terbukti ketika ditanyakan format bahan bacaan akademik yang paling nyaman dibaca menurut responden, sebanyak 63% responden menjawab format cetak sebagai yang paling nyaman dibaca, dan 37% menjawab format digital lebih nyaman untuk dibaca (Gambar 2). Ketika ditanya format bahan bacaan akademik apa yang membuat responden lebih fokus, sebanyak 68% responden menjawab format cetak membuat mereka lebih fokus, sementara 32% menjawab format digital (Gambar 3). Gambar 3. Format Bahan Bacaan Akademik yang Paling Membuat Fokus Dalam Membaca Beberapa penelitian terdahulu diantaranya oleh * juga menunjukkan bahwa mahasiswa di perguruan tinggi merasa lebih fokus dan mengingat lebih baik ketika membaca bahan bacaan akademik dalam format cetak, lebih jauh, dalam versi cetak mahasiswa merasa lebih bebas dalam meng-Aighlight dan membuat anotasi (catatan kecil). cetak 2 Studi lain menunjukkan bahwa dalam hal kecepatan, membaca bacaan versi lebih komprehensif daripada membaca versi digital di layar, meski tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam hal kecepatan membaca antara di versi cetak dan versi digital®. Faktor lain yang dapat mempengaruhi preferensi mahasiswa terhadap bahan bacaan akademik dalam format digital adalah karakteristik dari file berformat digital itu 0 0 0 0 0 0 sendiri yang dapat memberikan kemudahan bagi penggunanya sebagai berikut %*: Ketersediaan dan akses: keberadaan internet memudahkan kita mengakses bahan bacaan dalam format digital kapan saja dan dimana saja selama kita memiliki koneksi dengan internet, 24 jam dalam seminggu. Ditambah kita tidak perlu bersusah payah pergi ke toko buku atau perpustakaan konvensional Fitur fitur di pencarian teks: software pembaca file dalam format digital memberikan pencarian teks yang memudahkan kita menemukan kata kunci atau definisi dalam bacaan. Kustomisasi: kita dapat mengubah tingkat pencahayaan, ukuran dan jenis huruf pada bahan bacaan berformat digital. Kita juga dapat menambahkan bookmark, anotasi, dan tautan. Portabilitas: kita dapat membawa bahan bacaan digital dalam jumlah banyak, cukup dalam sebuah media penyimpanan digital seperti hardisk, flasdisk, atau dalam memory di gadget kita (smartphone, tablet, e-reader, dan lain-lain). Fitur multimedia: seperti audio, video, musik, gambar, dan fitur tambahan lainnya yang dapat memperkaya pengalaman kita menggunakan bahan bacaan digital. Ramah lingkungan: produksi bahan bacaan digital lebih ramah lingkungan, karena menggunakan lebih sedikit sumber daya seperti bahan kayu dan energi dalam jangka panjang. Gadgetyang Digunakan Dalam Membaca Bahan Bacaan Akademik Ketika ditanyakan alat(gadgetlapa yang paling sering digunakan dalam membaca bahan bacaan akademik, 69% responden membaca bahan bacaan akademik di 2 24 laptop, sedangkan 19% responden membaca di ponsel, 10% responden membaca di komputer PC, dan hanya 2% yang membaca di tablet (Gambar 4).Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa format PDF (Portable Document Format) adalah pilihan populer untuk membaca dan menyimpan artikel digital, dan orang pada umumnya membaca file PDF di komputer mereka (laptop atau desktop) .Format PDF memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan dapat dibaca dengan mudah oleh perangkat lunak lintas platform, sehingga dapat dibaca menggunakan berbagai gadger. Ketersediaan perangkat seluler mulai dari laptop, e-reader, tablet dan smarfphone telah mengubah cara orang yang bekerja di lembaga akademik dalam mengakses dan membaca literatur ilmiah *. Demikian halnya dengan penerbit jurnal ilmiah yang memiliki preferensi menerbitkan artikel secara online dalam format dokumen portabel (PDF) *. Studi oleh ** juga menunjukkan kecenderungan mahasiswa membaca dalam format digital karena fitur yang ditawarkan oleh gadget yang didedikasikan khusus untuk membaca file digital atau disebut e-reader seperti Kindle dan Nook, sebagian karena alasan portabilitas, fitur pencarian, akses ke web, dan tampilan antar muka yang bersahabat. Meski demikian, studi lain menemukan bahwa ereader dapatmenyediakan yang sarat pengalaman dengan belajar e-book yang dan efisien artikel pada akademik pendidikan tidak tinggi. Responden melaporkan aspek-aspek yang tidak memuaskan dari e-reader dalam hal membaca secara aktif, berinteraksi dengan teks dalam bentuk komentar, sorotan, anotasi, dan bacaan nonlinier yang dinilai sulit. Teknologi ini tampaknya masih belum matang untuk proses belajar secara serius dalam lingkungan akademik®. Frekuensi Mencetak Format Digital ke Format Cetak Ketika ditanyakan seberapa sering responden mencetak format digital ke format cetak, mayoritas 72% menjawab kadang-kadang, artinya mereka sewaktuwaktu mencetak bahan bacaan akademik ketika diperlukan, sedangkan sebanyak 19% responden mengaku sering mencetak bahan bacaan akademik dalam format digital ke format cetak, dan hanya 9% responden mengaku tidak pernah mencetak bahan bacaan akademik (Gambar 5). Meski perangkat lunak pembaca file digital menyediakan fitur untuk menyoroti (meng-Aigh/jgh?) dan meringkas literatur, namun pengalamannya berbeda dengan saat dilakukan secara manual dengan mencetak halaman dan menggunakan stabilo dan pena/pensil untuk menulis catatan **. Hal ini menyebabkan masih tingginya frekuensi mahasiswa dalam mencetak format digital ke versi cetak. Penambahan Volume Bahan Bacaan Digital oleh Perpustakaan UI Ketika volume bahan ditanyakan apakah responden setuju jika dilakukan penambahan bacaan akademik berupa buku teks dalam format digital oleh petpustakaan universitas, sebanyak 56% responden menyatakan sangat setuju dan 44% responden menyatakan setuju, 0% responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju (Gambar 6). Hal ini menunjukkan tingginya minat responden terhadap ketersediaan bahan bacaan dalam format digital. Tuntutan akan sumberdaya digital di perpustakaan akademik merupakan tren di era digital, sesuai konsep djgital /ibrary atau perpustakaan digital”. Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang menyimpan koleksi dalam format digital dan dapat diakses lokal, oleh atau komputer. Konten pada perpustakaan digital dapat disimpan secara diakses sebagai berikut 0 dari jarak jauh *. Perpustakaan digital memiliki lima karakter Memiliki sumberdaya digital untuk digunakan penggunanya, 0 0 0 0 Penggunanya mencari sumberdaya digital, Setiap sumberdaya digital dibutuhkan oleh penggunanya, Menghemat waktu penggunanya, Perpustakaan digital adalah organisme yang berkembang di seluruh dunia. Peran Perpustakaan Digital pada dasarnya adalah untuk mengumpulkan, mengelola, melestarikan dan membuat objek digital yang dapat diakses **. Berikut ini adalah beberapa fungsi perpustakaan digital menyediakan antarmuka yang ramah kepada pengguna. mendayagunakan fasilitas jaringan. mendukung fungsi perpustakaan. meningkatkan pencarian tingkat lanjut, akses dan pengambilan informasi. meningkatkan operasional perpustakaan. memungkinkan seseorang melakukan pencarian yang tidak dapat dilakukan secara manual. melindungi pemilik informasi. melestarikan koleksi yang unik melalui digitalisasi.

Conclusion

Evolusi pada industri penerbitan telah merubah cara kita mengkonsumsi media, termasuk cara kita mendapatkan informasi. Tidak terkecuali di dunia pendidikan, dimana minat mahasiswa untuk dapat mengkonsumsi bahan bacaan akademik secara digital semakin tinggi. Bahan bacaan berformat digital meski memberikan beberapa keunggulan namun juga memiliki beberapa kekurangan terutama dari segi kenyamanan dalam membaca. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan di lingkungan akademik sebaiknya memperbanyak koleksi bahan bacaan digital, mengingat tingginya kebutuhan mahasiswa akan hal ini. Selain terjadi pergeseran pada budaya membaca di lingkungan akademik, dari cetak ke digital, juga terjadi pergeseran peran perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital, dimana perpustakaan di lingkungan akademik harus dapat mendukung ketersediaan bahan bacaan digital bagi sivitasnya.