PENDIDIKAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAHMENGGUNAKANANIMASI 3 DIMENSI BERBASIS MUVIZU
Universitas Negeri Semarang
Abstrak
Teknologi animasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalambeberapa dekade terakhir. Banyaktoolsanimasi yang dapat digunakan untukmempermudah pembuatan animasi oleh pengguna salah satunya adalahMuvizuyangdapat digunakan meskipun tanpa keahlian khusus sehingga dapat menghemat waktu yangdibutuhkan untuk membuat animasi oleh penggunanya.Muvizudimanfaatkan untukpengembangan animasi 3 dimensi yang digunakan sebagai media program pendidikanpengguna di perpustakaan, agar program tersebut dapat berjalan setiap waktu. Metodepenelitian yang digunakan adalah ADDIE yang diawali dengan analisis kebutuhan,perancangan, pengembangan, implementasi yang diujicoba kepada ahli dan evaluasi padasetiap tahapannya. Penelitian ini difokuskan pada perancangan dan pengembangananimasi 3 dimensi yang terdiri daristory development,pre-production,production, andpost-production. Hasil penelitian dari ahli materi menunjukkanhasilsangatbaikpadaaspekmateriumumdanaspekkontenpendidikanpengguna. Sedangkanolehahli mediamenyatakansangatbaikpadaaspekrekayasaperangkatlunak, komunikasi audiovisual,dandesainpembelajaran</p>
Abstract
Animation technology have developed in the last few decades rapidly. Many animation tools can be used to make a 3D animations by users easily one of which is Muvizu software. It can be used without specialist skills, so users can reduce the time needed to create 3D animation movie. Muvizu is used for the develope a 3D animation that used as a media of user education programs in the library, so the program can use at any time. The research method used ADDIE models beginning with analysis, design, development, implementation which is tested to experts and evaluation at each step. This research is foccus on designing and developing 3D animation using muvizu software consist of story development, pre-production, production, and post-production. The results of the research from material expert showed very good results on general material aspects and user education content. While the results media expert showed very good on the aspects of software engineering, audiovisual communication, and learning design
Keywords:
3D Animasi
· Muvizu
· User Education in Library
Introduction
Teknologi telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir, teknologi dimanfaatkan dalam segala bidang salah satunya adalah pendidikan seperti pemanfaataan multimedia sebagai alat bantu pembelajaran baik berupa teks dan gambar statis, video game, animasi 2D dan 3D, video online, dan lain lain.1Penggunaan multimedia mengalami peningkatan dalam bidang pendidikan yang disebabkan karena meningkatnya kapasitas dan penggunaan teknologi komputer dalam proses pembelajaran terutama dapat digunakan sebagai alat bantu yang berguna untuk memvisualkan hal yang sulit dijelaskan dan sebagai alat bantu untuk mendemonstrasikan sebuah fenomena seperti proses biologis, fenomena alam, perangkat teknik, atau lainnya.2 Penggunaan aktor visual pada komputer grafis menggunakan animasi 3 dimensi hasilnya sangat efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran, namun proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal.3Animasi memang telah lama dimanfaatkan dalam pendidikan sebagai media pembelajaran, penggunaan animasi mampu meningkatkan hasil belajar dibanding penggunaan ilustrasi statis.4 Meskipun penggunaan animasi, game, dan simulasi sebagai media pembelajaran mendapatkan hasil yang beragam, namun sepakat bahwa penggunaan animasi baik dua dimensi maupun tiga dimensi dapat membuat sebuah topik menjadi lebih menarik.5 Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa penggunaan animasi mampu meningkatkan motivasi, mempersingkat waktu untuk belajar, dan mendukung proses kognitif. Karena penggunaan animasi dapat menggambarkan suatu proses secara spesifik dan menggambarkan konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami.6 Penggunaan tools yang sederhana dapat menghemat waktu dan biaya pembuatan animasi 3 dimensi, berbagai perusahaan telah berlomba-lomba menciptakan tools animasi yang memiliki fitur dan keunggulan masing-masing. Muvizu merupakan salah satu software animasi 3 dimensi dengan kemampuan teknis yang lebih lanjut dan dapat menghasilkan sebuah film animasi 3 dimensiyang layak digunakan sebagai media pembelajaran tanpa pelatihan atau kemampuan khusus.7 Selain digunakan sebagai media pembelajaran, animasi 3 dimensi juga pernah digunakan untuk memperkenalkan sebuah layanan dan objek seperti yang dilakukan oleh Hsiao yang memperkenalkan Taiwan Shoufu University baik gedung, lingkungan dan layanannya menggunakan film animasi 3 dimensi dengan kombinasi beberapa perangkat lunak pada proses produksinya.8 Penelitian ini difokuskan pada pengembangan animasi 3 dimensi menggunakan tools muvizu apakah layak digunakan sebagai media pendidikan pengguna di perpustakaan. Penggunaan film atau video sebagai media pendidikan pengguna perpustakaan tujuannya adalah agar video animasi 3 dimensi dapat digunakan berulang kali dan dapat digunakan dalam pengajaran individu maupun kelompok. Program pendidikan pengguna mencakup pengenalan layanan dan instruksi penggunaan perpustakaan, program ini dinilai mampu meningkatkan keterampilan pengguna perpustakaan menjadi lebih baik.9 Penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan pentingnya peranan program pendidikan pengguna di perpustakaan. Para partisipan beranggapan bahwa mendapatkan pengajaran pendidikan pengguna dapat meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan sumber perpustakaan dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Namun masalah utama program pendidikan pengguna bagi perpustakaan adalah bagaimana mengatur pendidikan pengguna menjadi lebih efektif.10 Muvizu digunakan dalam pembuatan lingkungan perpustakaan dan animasi yang berisikan pengenalan layanan perpustakaan dan instruksi penggunaan perpustakaan. Penggunaan muvizu dapat mempersingkat waktu dan biaya pembuatan animasi 3 dimensi karena mudah dalam pengoperasiannya dan bersifat freeware.
Method
Pengumpulan Data Kami melakukan interview dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Interview dilakukan kepada Pustakawan yang berperan pada program pendidikan pengguna perpustakaan dan observasi dilakukan di lingkungan perpustakaan daerah Jawa Tengah. Dari tahap ini didapatkan beberapa permasalahan, seperti pengunjung tidak dapat memanfaatkan layanan secara optimal karena program pendidikan pengguna hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun atau jika ada permintaan dari sekolah dan program ini dilakukan secara langsung sehingga akan sulit dilaksanakan jika dilakukan setiap waktu. Program pendidikan pengguna perpustakaan dilakukan beberapa kegiatan seperti mengenalkan struktur organisasi perpustakaan, mengenalkan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna, dan instruksi kepada pengguna mengenai cara mencari sumber informasi. Desain Penelitian Pengembangan animasi 3 dimensi menggunakan desain penelitian Research and Development dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Keunggulan dari model ini adalah dilihat dari prosedur kerjanya yang sistematis, dimana pada setiap tahapan yang akan dilalui sudah melalui tahapan yang sudah dievaluasi sebelumnya sehingga diperoleh hasil produk yang efektif.11 1. 2. 3. 4. 5. Analysis (Analisis) Tahap ini bertujuan mendapatkan data untuk pengembangan animasi 3 dimensi. Analisis dilakukan pada saat observasi awal penelitian. Pada tahap analisis, program pendidikan pengguna perpustakaan dapat dikembangkan menggunakan animasi 3 dimensi agar program ini dapat dilaksanakan setiap waktu. Design (Perancangan) Tahap ini bertujuan untuk merancang animasi 3 dimensi yang dimulai dengan membangun ide cerita kemudian dikembangkan menjadi naskah dialog yang akan disajikan pada animasi 3 dimensi. Development (Pengembangan) Tahap ini bertujuan untuk membuat atau mengembangkan animasi 3 dimensi yang terdiri dari 4 fase yaitu pengembangan cerita, pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Implementation (Implementasi) Tahap ini bertujuan untuk menguji coba animasi 3 dimensi yang diujikan kepada ahli materi yaitu pustakawan bagian pendidikan pengguna dan ahli media oleh tenaga ahli bidang multimedia. Jika terdapat hal yang perlu diperbaiki maka akan dilakukan perbaikan pada tahap pengembangan animasi 3 dimensi. Evaluation (Evaluasi) Tahap ini bertujuan untuk menilai secara keseluruhan setiap tahapan yang telah dilakukan. Untuk penilaian produk terdapat 3 kemungkinan keputusan yang diambil untuk penelitian yaitu dilanjutkan karena terdapat manfaat positif terhadap animasi 3 dimensi, dilanjukan dengan perubahan untuk penambahan atau penyempurnaan animasi 3 dimensi, dan dihentikan karena tidak adanya manfaat yang diperoleh terhadap animasi 3 dimensi Pengembangan Animasi Pengembangan animasi 3 dimensi dibagi menjadi 4 tahap yaitu pengembangan cerita, pra produksi, produksi, dan pasca produksi.1 1. Pengembangan Cerita Tahap pertama dimulai dengan menentukan ide cerita yang akan diterapkan pada animasi, kemudian dikembangkan dalam bentuk naskah dialog yang berisi dialog untuk sulih suara dan informasi lain yang akan membantu dalam proses produksi. 2.Pra Produksi Tahap ini berisi perancangan animasi 3 dimensi dimana segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembuatan animasi akan dilakukan pada tahap ini seperti perekaman suara (Take Voice), pembuatan karakter dan objek (Modelling), dan penataan tempat atau lingkungan (Environment Layout). 3.Produksi Tahap ini adalah tahap pembuatan animasi 3 dimensi dimana keseluruhan proses menggunakan software muvizu. a. Lipsyncand Expression Proses ini bertujuan untuk menyesuaikan gerakan mulut karakter dengan file audio yang berisikan naskah dialog serta menyesuaikan ekspresi dan emosi karakter sesuai skenario untuk mendukung kondisi yang sedang terjadi. b. Character Action Proses ini bertujuan untuk membuat gerakan-gerakan yang dilakukan setiap karakter meliputi gerakan kepala, mata dan tangan agar karakter tampak lebih hidup. c. Character Moving Proses ini bertujuan untuk mengatur perpindahan karakter atau objek dari satu titik ke titik lain. d. Effect Proses ini bertujuan untuk memberikan efek untuk memperkuat kondisi yang sedang terjadi seperti pembuatan api, hujan, badai, asap, kabut dan lainnya. e. Camera Moving Proses ini bertujuan untuk mengelola pergerakan kamera dan pengambilan gambar dari beberapa kamera sehingga didapat gambar yang menarik dari beberapa sudut pandang kamera. f. Lighting Proses ini bertujuan untuk mengelola pencahayaan dari terang menjadi gelap atau sebaliknya untuk menghasilkan bayangan pada setiap karakter dan objek yang menunjukkan waktu, tempat atau kondisi lainnya. g. Rendering Proses ini bertujuan untuk menyatukan semua pekerjaan dari sebuah project muvizu menjadi sebuah output berupa file video (.avi) kemudian dikelompokkan dan diurutkan berdasarkan adegan dalam skenario 4. Pasca Produksi Tahap ini adalah tahap akhir untuk menyelesaikan animasi 3 dimensi yang telah dibuat menjadi sebuah video animasi yang siap digunakan. a. Compositingand Editing Proses ini bertujuan untuk menggabungkan beberapa video hasil rendering pada tahap produksi kemudian mengedit atau mengkoreksi scene-scene sehingga secara keseluruhan dapat menyajikan cerita yang utuh. b. Sound Effect and Music Proses ini bertujuan untuk menambahkan efek suara dan backsound untuk memperkuat kejadian yang sedang berlangsung seperti suara pintu, suara mengetik, suara lalu lintas dan lain-lain. c. Rendering Proses ini bertujuan untuk menyatukan semua komponen baik audio, video, dan efek secara kolektif pada software movie maker menjadi keluaran file video animasi 3 dimensi secara utuh dan siap untuk digunakan.
Result
Hasil Media Animasi 3 Dimensi Animasi 3 dimensi yang dikembangkan didalamnya terdapat cerita pendek yang membawa nilai pembelajaran mengenai orientasi dan instruksi pada program pendidikan pengguna di perpustakaan daerah Jawa Tengah.Video animasi tersebut dapat diakses pada laman https://video.omahpustaka.com/.Berikut adalah beberapa contoh karkater dan adegan yang terdapat pada animasi 3 dimensi. Gambar II Karakter Kakak Gambar III Karakter Adi Terdapat dua karakter utama yaitu Kakak dan Adik, terdapat juga peran pendukung diantaranya Ibu, Pustakawan bagian informasi, Pustakawan bagian pendaftaran, dan Pustakawan bagian sirkulasi. Terdapat dua latar cerita yaitu rumah bagian ruang keluarga, perpustakaan bagian luar, perpustakaan bagian dalam lantai satu dan perpustakaan bagian dalam lantai dua. Untuk latar perpustakaan dibuat berdasarkan seperti yang ada di perpustakaan daerah Jawa Tengah Adegan pada menit 02:15 kakak dan adik telah sampai di depan gedung perpustakaan daerah kemudian kakak mengenalkan bangunan perpustakaan tersebut kepada adik. Adegan pada menit 02:45 kakak memberitahu apa saja yang terdapat pada bangunan lantai satu yaitu bagian informasi, ruang referensi, locker untuk referensi, tangga menuju lantai dua, bagian pendaftaran, dan ruang bermain anak Adegan pada menit 03:43 kakak dan adik sedang melakukan pendaftaran dengan menginput form pada komputer yang telah disediakan Adegan pada menit 06:23 kakak berjalan menuju locker yang berada di lantai dua untuk menaruh tas ke dalam locker karena tidak diperbolehkan membawa tas maupun jaket ke dalam ruang baca Adegan pada menit 09:25 kakak dan adik sedang mencari koleksi buku berdasarkan penelusuran yang dilakukan menggunakan OPAC pada komputer yang disediakan oleh perpustakaan Adegan pada menit 12:56 Adik meminjam buku di bagian sirkulasi dijelaskan bagaimana cara merawat buku dan disarankan mengembalikan buku sebelum batas waktu peminjaman selesai. Adegan pada menit 14:12 terdapat masalah Adik lupa untuk mengembalikan buku yang telah dipinjam dari perpustakaan daerah, kemudian Kakak menyarankan untuk segera mengembalikan buku yang telah dipinjam agar koleksi dapat dipakai oleh orang lain yang ingin mencari koleksi tersebut karena keterbatasan jumlah eksemplar. Hasil Uji Validasi Media Animasi 3 Dimensi Hasil angket validasi media animasi 3 dimensi oleh ahli media dan ahli materi dapat dilihat pada tabel I. Ahli media menyatakan animasi 3 dimensi layak digunakan dengan kategori sangat baik pada aspek rekayasa perangkat lunak, aspek komunikasi audio visual, dan aspek desain pembelajaran. Kekurangan terletak pada suara dubbing dialog yang kurang halus serta volume suara yang kurang stabil. Sedangkan oleh ahli materi menyatakan animasi 3 dimensi layak digunakan dengan kategori sangat baik pada aspek materi umum dan aspek konten pendidikan pengguna. Kekurangan terdapat pada beberapa layanan perpustakaan yang dikenalkan dengan foto diam serta beberapa tidak dapat dimasukkan dalam animasi 3 dimensi.
Conclusion
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan animasi 3 dimensi merupakan salah satu cara yang kreatif dan inovatif sebagai media program pendidikan pengguna di perpustakaan daerah Jawa Tengah. Animasi 3 dimensi yang dihasilkan menggunakan tools muvizu dinyatakan layak digunakan dengan beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Hasil uji coba ahli materi oleh pustakawan dengan kategori sangat baik dari aspek materi umum maupun aspek konten pendidikan pengguna, hal ini berkaitan dengan materi yang disampaikan sudah mencakup hamper semua layanan yang ada serta beberapa peraturan dan cara pemanfaatan disampaikan dengan cara yang efektif, namun terdapat konten yang tidak disertakan seperti pengenalan organisasi, sejarah dan profil perpustakaan, serta layanan yang tidak diterangkan secara spesifik. Sedangkan uji coba ahli media menunjukkan penilaian dari aspek rekayasa perangkat lunak, aspek komunikasi audio visual, dan aspek desain pembelajaran dengan kategori sangat baik. Namun terdapat beberapa perbaikan yang harus dilakukan seperti suara dubbing yang dihasilkan kurang halus, volume suara yang naik turun tidak teratur, dan ekspresi karakter yang belum natural. Pada tahap pengembangannya terdapat kendala pada fase produksi yaitu pada penggunaan tools muvizu, dimana setiap projek yang dibuat maksimal durasi yang dibuat hanya 30 detik, jika lebih dari itu maka timeline yang berisikan animasi dan audio tidak dapat berjalan secara selaras pada timeline muvizu, sedangkan untuk mengatasinya setiap skenario harus dibagi menjadi beberapa bagian sehingga waktu yang dibutuhkan kurang dari 30 detik