Kembali
16
1
2010 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2 · 1 ISSN 2502-4108

PERPUSTAKAAN DAN PENERJEMAHAN BUKU-BUKU TEKS ISLAM

N/A

Abstract

Islam has a distinctive nature in the development of its dogma, sucl as by libraries and translation activities. These activities grow in accordance with the times so that it cannot be denied that one of the means to convey the religious message is the development of opinion. Whoever evolves opinion rapidly becomes the one who rules the world. Library is a means of developing such an opinion and the translation process is the gateway to the opening of opinions to anyone and anywhere.
Keywords: Library · Translation · Book

Introduction

Islam dan peradabannya tak terlepaskan antara bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur’an dan hadist yang juga berbahasa Arab. Berawal dari perkembangan Islam yang banyak memberikan kontribusi terhadap Dunia keilmuan dari belahan dunia. Penerjemahan kegiatan yang amat komplek dilihat dari variable yang terlibat didalamnya' dan karena itu penerjemahan menyimpan banyak persoalan, misalnya persoalan budaya, keyakinan,pola pikir,motif-motif penulisan dan pengungkapan, baik yang berkaitan dengan bahasa sumber mapun bahasa sasaran. Perpustakaan memiliki peran penting dalam mengemblingkan peradaban Islam dulu hingga hingga hari. Definisi Perpustakaan Dalam bahasa indonesia, istilah “perpustakaan® dlbentuk dari dasar “pustaka” dengan ditambah awalan “per” dan akhiran an”. Dalam bahasa asing, ada beberapa istilah yang artinya sama dengan perpustakaan antara lain: e o o e Library ( bahasa Inggris) Bibliotheek (bahasa Belan 'a) Bibliothek ( bahasa Peranc s) Biblioteca (bahasa Italia) Semuaistilah ini memy inyai kata dasar yang berarti “buku”. “Pustaka” dalam bahasa Saiiskerta, “liber” dari bahasa latin, dan “biblion” dari bahasa Yunani, semuanya berarti buku. Mengenai pengertian dari perpustakaan dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan penerangan, penelitian, perencanaan, pendidikan, koleksi, gedung dan sebagainya. Penglihatan dari berbagai sudut pandangan ini tentu saja menciptakan pengertian perpustakaan yang berbeda-beda. Perpustakaan didefinisikan dengan “Library : room or building for a collection of books kept ther? for reading : the books in such a room or building” ? Pengertian diatas dapat diartikan bahwa Perpustakaan adalah ruangan atau ged ung untuk suatu koleksi buku yang disimpan disitu untuk bacaan; buku didalam ruangan atau gedung. Sedangkan Encyclopaedia Britanica menyatakan bahwa pengertian perpustakaan adalah “A Library ( from Lat. Liber, “book”) is a collection of written, printed or other graphic material ( incliding film, slide, phonograph record and tapes) organized for use” yang dapat diartikan bahwa suatu perpustakaan (dari bahasa Latin liber, “buku”) adalah suatu himpunan bahan-bahan tertulis, tercetak ataupun grafis lainnya (termaksud film, slide, rekaman-rekaman fonografis dan tape-tape) yang diatur untuk digunakan. Pengertian-pengertian yang disebutkan diatas hanya memberi pengertian tentang perpustakaan dari suatu sudut pandang saja yaitu dari sudut gedung ataupun koleksinya.' Ada juga pendapatyang dapatmemberikan pengertian yang lebih luas tentang perpustakaan sebagaim:na pendapat berikut ini. Perpustakaan adalah kolel si bahan pustaka yang disusun secara sistematis dengan tujuan : ntuk pengawasan, pendidikan, penelitian, management, penyem huhan, rekreasi dan'sebagainya. Perpustakaan adala suatu unit kerja yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, memelihara dan mengelola pememfaatan bahan pustata, dengan mempergunakaan sistem tertentu untuk tujuan bacaan ataupun penelitian. Dari pengertian diatas menjelaskan kepada kita perbedaan perpustakaan dengan toko buku. Perpustakaan lebih berfungsi sosial unutk memberikan sumber informasi dengan cara yang mudah dan murah kepada masyarakat pemakai perpustakaan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan masyarakat secara luas. Sedangkan toko buku lebih menitikberatkan segi ekonomisnya. Berdasarkan pengertian-pengertian yang disebutkan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan perpustakaan adalah suatu gedung dimana terdapat suatu unit kerja yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, memelihara dan mengelola pemanfaatan bahan pustaka, dengan mempergunakan sistem tertentu untuk dipergunakan oleh pemakai perpustakaan sesuai dengan kebutuhan. Dari pengertian perpustakaan yang tersebut diatas terlihat dengan jelas bahwa tugas perpustakaan tidaklah ringan. Dalam hal melaksanakan tugas untuk mengumpulkan bahan pustaka saja merupakan tugas yang cukup berat, sebab tidak semua penerbit bersedia mengirimkan bahan pustaka yang diterbitkannya ke perpustakaan. Hal ini akan lebih terasa berat apabila pemakai perpustakaan membutuhkan bahan pustaka untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian. Suatu perpustakaan adalah perpaduan dari 7 unsur atau komponen pokok yaitu: - - - - - - Unsur tujuan Unsur koleksi bahan pustaka Unsur gedung/ ruang dan perlengkapan Unsurisi Unsur tenaga tertentu Unsur organisasi dan tata kerja Unsur masyarakat pemakai Unsur tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh --etakaan. Perpustakaan harus beraktifitas, bergiat dan perpustakaan berorientasi kepada Z(epenfingan pemakai, bangsa dan negara. i Unsur koleksi bahan pustaka :koleksi perpustakaan adala_h berupa informasi, pengetahan, fakia, ide, dan sebagainnya, baik yang tercetak ataupun tereke . Informasi tersebut dapat berbentuk buku, majalah, brosur, surat k- bar, piringan hitam, slide, film, kaset, foto dan sebagainya yang ter. akup dalam istilah bahan pustaka. Unsur gedung/ruangan dan perlengkapan : gedung perpustakaan hendaknya niempunyai bentuk khusus yang membedakannya dengan ged ng-gedung yang lain. Begitu juga dengan ruangan-ruangan yang terdapat di dalamnya, garuslah disesuaikan dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh perpustakaan yaitu kegiatan pengadaan, pen; olahan, pemiliharaan, pelayanan dan sebagainya. Perlengkapar perpustakaan disesuaikan juga, misalnya bentuk meja sirkulasi, rak-rak buku, rak majalah, meja/ kursi untuk pemakai perpustakaan yang ingin belajar sendiri dan lain sebagainya. Unsur sistem tertentu : sistem adalah tehnik, metode atau cara. Prasarana, sarana dan kegiatan perpustakaan semua ditata, dikelola dan dilaksnakan dengan sistem tertentu. Sistem ini yang antaru lain membedakan perpustakaan dengan toko buku dan lain-lain. Sistem tertentu pada perpustakaan misalnya sistem katalogisasi, sistem klassifikasi, taji'k subjek, filing dan sebagainya. Unsur organisasi dan tata ke ia : perpustakaan mempunyai wadah, pembagian tugas dan sum ver daya. Suatu perpustakaan merupakan suatu unit kerja atau suatu satuan organisasi yang mempunyai tugas sesuai dengan fungsi dan tujuan perpustakaan. Unsur tenaga : perpustakaan harus dikelola oleh tenaga yang berpendidikan dan berketerampilan perpustakaan. Disamping mempuyai pengetahuan dan keteranpilan perpustakaan, seorang tenaga perpustakaanjuga harus mem punyai jiwa mengabdi untuk kepentingan masyarakat yang dilavaninya : berusaha untuk meningkatkanminat baca masyarakat, rajin, tekun, teliti, dan selalu siap sedia untuk memberikan bimbing in dan pengarahan tentang cara penggunaan perpustakaan, sehing ja masyarakatakan tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan da:: menjamin bahan pustaka yang bersedia Unsur masyarakat yang dilayani : masyarakat ini berada diluar bentuk fisik perpustakaan, namun perpustakaan dibentuk dan diselenggarakan terutama untuk kepentingan masyarakat. Oleh kerena itu perpustakaan tanpa masyarakat yang dilayani, tidak akan ada manfaatnya. Masyarakat adalah suatu unsur terutama dalam penyelenggaraan perpustakaan. Ketujuh unsur yang tersebut diatas terpadu dalam satu kesatuan yang disebut perpustakaan. Masing-masing unsur saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan tujuan dan pengartian perpustakaan yang telah disebutkan diatas, maka akan dapatkita ketahui bahwa dari ketujuh unsur yang tersebut diatas yang paling utama adalah unsur bahan pustaka dan unsur masyarakat pemakai.’ C. Perpustakaan Perguruan Tinggi (University Library) Perpustakaan perguruan tinggi yaitu perpustakaan yang diselenggarakan untuk mengumpulkan, memelihara, menyimpan, mengatur, mengawetkan dan mendaya gunakan bahan pustakanya untuk menunjang pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagaimana berikut: 1. 2. 3. Jantung dari semua program pendidikan Universitas yaitu perpustakaan harus mampu membantu dan menjadi pusat kegiatan akademis lembaga pendidikannya. Pusatalat-alat peraga mengajarkan atau instructional material center Sebagai pelaksana pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Melihatarti dan fungsi perpustakan memberikan arti kepada kita bahwa perpustakaan memiliki peran segaimana yang diamanahkan UUD diantaranya mencerdaskan kehidupan bangsa.Dalam tulisan ini akan memberikan gambaran bagaimana perpustakaan menjalankan amanahnya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air dari salah satu aspek perkembangan bangsa tersebut yaitu melalui penerjemahan bukubuku teks. D. Peran Perpustakaan dan Penerjemahan Pada Masa Peradaban Masyarakat Islam Hal utama yang dian: lisis di dalam pembahasan ini adalah bagaimana peran yang dierr han oleh perpustakaan - perpustakaan yang ada dalam masa per:daban masyarakat islam. Berbagai referensi yang ada adapat dil that bahwa peran perpustakaan pada masa ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Pusatbelajar Setelah masa Khulafaur Rasyidin, peradaban Islam menampakkan perkembingan yang amat signifikan dalam masyarakat islam. Perkernbangan itu antara lain pada proses pendidikan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, terutama yang dapatdilihat pada masa Umaiyah dan Abbasiyah. Kedua masa ini menunjukkan suatu kecemerlangan dalam pengembangan ilmu peng »tahuan. Pusat penelitian Sesungguhnya peran penelitian yang dilakukan oleh perpustakaan pada masa awal Islam sangat signifikan. Hal ini dapat dilihatdari berbagai peristiwa, misalnya utusan khalifahkhalifah atau raja-raja untuk membahas suatu bidang ilmu terientu di perpustakaan-perpustakaan yang terkenal memiliki koleksi yang cukup besar dan lengkap seperti Baitul Hikmah dan Darul Hikmah. Disamping itu, para peneliti dan cendekiawan yang mencoba mengernbangkan suatu ilmu yang berkaitan dengan keahliannya. Banyak di antara mereka yang melakukan perjalanan dari suatu perpustakaan ke perpustakaan lain untuk merumuskan dan melakukan penemuan-penemuan baru. Tentu saja aktivitas semacam ini tidak pernah terhenti sampai sekarang dan begitu pula pada masa datang selama perpustakaan menjalankan fungsinya sebagai sumber informasi. Pusat penterjemahan Suatu hal yang amat menarik adalah di mana perpustakaan pada masa itu menjidi jembatan dari kebudayaan. Misalnya, kebudayaan dan 'Imu pengetahuan Yunani Kuno diterjemahkan ke dalam banasa Arab untuk dipelajari oleh masyarakat. Dalam konteks :11i perpustakaan menjadi sponsor atas semua kegiatan terseb: t. Aktivitas semacam ini talah mendapatkan respon positif sehingga para penerjemah memperoleh status yang baik dalam masyarakat. Situasi ini mulai pada saat didirikannya perpustakaan yang pertama dalam dunia Islam. Menurut Kurd Ali, orang yang pertama kali menekuni bidang ini jalah Chalid Ibnu Jazid (meninggal tahun 656 M). Di lain sumber dikatakan bahwa Ibnu 4. E. Jazid telah mencurahkan perhatiannya terhadap buku lama, terutama dalam ilmu kimia, kedokteran dan ilmu bintang. Pusat penyalinan Salah satu hal yang dapat dibanggakan oleh kaum Muslimin yaitu sejak dari abad pertengahan telah dirasakan pentingnya bagian percetakan dan penerbitan dalam suatu perpustakaan. Oleh karena itu alat-alat percetakan sebagaimana yang kita lihat di abad modern ini belum ada di masa itu, maka untuk mengatasi hal ini mereka adakan seleksi penyalinan pada tiap-tiap perpustakaan.Penyalinan buku itu diselenggarakan oleh penyalin-penyalin yang terkenal kerapihan kerja dan tulisannya.* Pemamfaatan perpustakaan dalam penerjemahan Teks Arab Sebagai mana yang telah dipaparkan diatas bahwa salah satu peran perpustakaan adalah pusat penerjemahan sehingga perpustakaan Islam yang peradabannya berada pada wilayah Arab yang bahasa yang digunakan Adalah bahasa Arab,sebagai agama peradaban Islam menjadi rujukan keilmuan sehingga aktivitas penerjemahan tak terelakan.Namun tidak menutup kemungkinan budaya lain memiliki pengaruh terhadap Islam lewat gerakan penerjemahan seperti Yunani Salah satu karya terbaik mengenai sejarah Arab-Islam yang ditulis Philip K. Hitti berjudul History of The Arabs disebutkan bahwa periode al Mahdi dan al Rasyid dikenal sebagai gerakan intelektual dalam sejarah Islam yang banyak dipengaruhi oleh peradaban Yunani.* Peradaban Yunani memang bukan satu-satunya pengaruh asing yang masuk ke dunia Islam dalam pembentukan budaya Islam universal Persia, Hitti mencatat pengaruh asing lain juga turut mempengaruhi pembentukan budaya terscbut, adalah: India dan Persia.’ Philip K. Hitti selanjutiya menyebutkan persentuhan budaya Yunani dengan Islam be mula ketika orang Arab bergerak menaklukan Daerah Bula: Sabit Subur. Hellenisme kemudian menjadi unsur paling pent ng yang mempengaruhi kehidupan orang Arab. Berbagai serargan ke wilayah Romawi, khususnya pada masa Harun al Rasyid menjadi peluang bagi masuknya masnuskrip-manuskrip Yunani, selain harta rampasan, terutama yang berasal dari Amoreun: dan Ankara.” Penjelasan sebelumy: memberikan gambaran bagaimana hubungan perpustakaan dan terjemahan berlangsung didunia Islam. Dalam sesi ini menjelaskan proses penjemahan dan interaksinya dengan perpus akaan. F. ¢ Realitas Praktek Penerjemahan di Indonesia 1. 2. Dalam konteks Indonesia penerjemah, setidaknya, dapatdiidentifikasi sebagai berikut: a) b) c) Penerjemah yang bekerja pada penerbit Penerjemah yang bekerja pada Biro penerjemah Penerjemah lepas, dalam hal ini bisa individu termasuk dosen yang produk kerjanya bisa untuk klien perorangan, umum maupun penerbit. Berdasarkan kategori di atas para penerjemah buku teks di Indonesia adalah pada umumnya mereka yang berprofesi dosen, sedangkan pembacanya secara umum adalah para mahasiswa dan dosen itu sendiri. Pemerintah Indonesia, melalui Dirjen Dikti, telah melakukan penerjemahan buku berbahasa asing dalam berbagai disiplin ilmu dan umumnya dipublikasikan oleh pererbit-penerbit perguruan tinggi. Berdasarkan data (1991) jumlah buku teks yang diterjemahkan oleh para dosen dan diterbitkan oleh berbagai penerbit perguruan tinggi di Indcnesia rata-rata 20 judul buku per tahun,lebih rendah daripada vang ditargetkan. Penerbit bukubuku teks, di luar penerbit perguruan tinggi pada umumnya adalah perusahaan penerbitan yang sudah mapan seperti Gramedia, Mizan, dan penerbitan swasta lainnya. Yang menjadi masalah adalah bahwa pertimbangan dan keputusan untuk menerbitkan sebuah buku terjemahan bagi penerbit umum biasanya didasarkan lebih banyak pada aspek keuntungan. Buku yang diperkirakan tidak banyak peminatnya tentu saja tidak menjadi pilihan penerbit swasta. Selain itu, bukubuku terjemahan terbitan penerbit umum belum mencakup semua disiplinilmu yang ada dalam program perguruan tinggi. Dalam sebuah survei yang penulis lakukan di perpustakaan pusat Universitas Lampung ditemukan bahwa dari rata-rata mahasiswa yang membaca di perpustakaan, 144 orang perhari, hanya 15 orang yang membaca atau meminjam buku teks dalam bahasa aslinya (bahasa Inggris). Pada hal, dari jumlah buku teks berbahasa Inggris yang tersedia di perpustakaan hanya sebagian kecil yang dibaca atau dipinjam oleh mahasiswa dan dosen. Ketika para mahasiswa ditanyakan alasan mengapa mereka kurang membaca buku-buku teks berbahasa Inggris, sebagian besar menjawab bahwa mereka kurang memiliki kemampuan bahasa Inggris. Sudah menjadi pengetahun umum bahwa kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa perguruan tinggi tergolong rendah. Kenyataan yang disajikan di atas tidak saja menunjukkan realitas tentang lemahnya penguasaan bahasa asing mahasiswa Indonesia, tetapi (yang lebih relevan di sini) juga bahwa penerjemahan buku-buku teks masih sangat diperlukan. Selain itu, buku teks terjemahan perlu mencakup semua bidang ilmu. Hal ini tentu saja tidak kondusif bagi percepatan alih ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi bagi bangsa Indonesia. Prospek Pengembangan Penerjemahan 1. Pesatnya perkembangan ipteks khususnya di negara-negara Barat dan Amerika dan termasuk negara Jepang secara dominan menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat penyebarannya. Perkembangan ipteks ini secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi bidang-bidang lain seperti ekonomiperdagangan, hubungan internasional. Dengan realitas adanya kesulitan bahasa asing bagi orang Indonesia,maka projek penerjemahan menjadi pilihan yang sangat realistis ¢an “murah” untuk mengakses perkembangan ilmupeng¢:ahuan dan teknologi. 2. 3. 4. 5. Penerbit umum di Indone- ia cenderung memilih buku-buku umum untuk diterjemah’ an. Kecenderungan penerbit ini, dengan demikian, membtiika peluang besar dalam usaha penerjemahan secara umu:n dan penerbitan buku-buku teks bagi penerbit-penerbit perg iruan tinggi. Sejauh ini, ada tigainstitusi jendidikan yang menyelenggrakan program pendidikan magis er penerjemahan: Fakultas Sastra Universitas Gunadarma, |JNS, dan Udayana. Kehadiran institusi ini menunjukkan Fahwa penerjemahan dipandang berperan strategis dan releva: dalam pembangunan Indonesia. Dengan kehadiran program ini, sesuai dengan visi-misinya, aspek teori, praktek, profesicnalisme dan riset penerjemahan diharapkan akan semakin ber embang di Indonesia, yang pada gilirannya diharapkan dapat L.2rimplikasi pada perkembangan proyek penerjemahan, khusu:nya penerjemahan buku teks. Berkat perkembangan teknol»gi media (IT), saat ini sedang digalakkan On-line Library (I erpustakaan Tersambung?) di negara-negara maju yang davat diakses oleh siapa saja di berbagai belahan dunia.. Dengan dukungan modal dan peran aktif pemerintah, lisensi perp: stakaan ini dapat dibeli untuk selanjutnya seluruh materinya iterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dalam bentuk CD aau On-line Library berbahasa Indonesia. Penerjemahan buku ' edalam bentuk CD atau media elektonik lainnya mungkinjauh 'ebih murah, efektif dan efisien dibanding dalam bentuk buku -etak Selain itu, peran mesin penerjemah, misalnya Trans Toc , masih dapat dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya untiik dapat digunakan (oleh para penerjemah) secara optimal. Secaralebih luas, produk penerjernahan dapat berperan sebagai jembatan atas kesenjangan pengetahuan masyarakat secara umum terhadap negara-negara i dunia, khususnya negara di “bargaining power” Selain itu, kenyataan bahwa imbalan yang diterima oleh para penerjemah Indonesia masih tergolong rendah. Sebagian penerbit di Yogyakarta memberikan honor penerjemah berkisar antara Rp. 7500 hingga Rp 35.000, per lembar, tergantung tingkatan kemampuan penerjemah menurutsubjektifitas pene bit yang bersangkutan. Bandingkan misalnya dengan Australi-, tarif jasa terjemahan di Australia, dikutip dari standard yany dibayar oleh Victorian Interpreting and Translating Service (' 'ITS), salah satu biro yang paling besar di negara bagian Victoria, Australia:Standard Translations: $16.00 per hundred words. Complex Translations: $18 .00 - $20.00 per 100 words. Technical Translations: $2(.00 - 25.00 per 100 words. Highly Complex Translations: $25.00-35.00 per 100 words. Untuk proyek terjemahan lebih dari 5,000 kata, Klien dan penerjemah bahkan dapat nienegosiasikannya. Komitmen 1. 2. Jika disepakati bahwa proyelk penerjemahan dapat kita jadikan sebagai salah satu proyek pencerdasan bangsa maka tidaklah berlebihan jika para penerjernah, HPI(Himpunan Penerjemah Indonesia) dan institusi-institisi yang peduli dengan percepatan transfer ilmu dan teknologi mendorong pemerintah untuk menyediakan anggran khusus( boleh untuk periode tertentu, misalnya 1atau 2 tahun anggaran) bagi proyek penerjemahan. Proyek penerjemahan ini dapa t dirancang untuk menghasilkan suatu produk terjemahan sccara besar-besaran (semacam gerakan percepatan transfer ilr1u dan teknologi) dalam konteks peningkatan sumber daya man sia di Indonesia. Hal yang sama dalam sejarah pernah dilakuk. n oleh Jepang pada masa-masa awal kemajuan Ipteknya. Sebagai satu-satunya asosiasi penerjemah di Indonesia, HPI yang secara resmi terbentul tahun 1974 mestinya dapat berperan sebagai pendukung dan pemberi arah praktek penerjemahan serta menetapkan visi ¢:an kode etik penerjemahan di Indonesia. Misalnya, asosiasi ini dapat berperan “mengolah” dan menyebarkan informasi epada seluruh anggotanya teori dan praktek dan aspek profesionalisme, menyusun data base penerjemahan yang dapat dimanfaatkan para penerjemah. Untuk memantapkan eksistensinya, HPI dapat merekrut atau membentuk tim yang memiliki latar belakang multidisiplin dan kepakaran yang berbeda seperti, kelompok sains, sosial dan humaniora. Peran lain yang dapat dimainkan oleh asosiasi ini, antara lain; a) b) ¢) d) H. Bagi penerjemah professional, penerjemahan merupakan rangkaian proses belajar yang terus bergerak tiada henti melalui tahapan naluri (kesiapan yang tak terarah), pengalaman (keterlibatan dalam dunia nyata), dan kebiasaan (ketepatan tindakan).” 1. Pengalaman (interaksi dengan kamus). Interaksi penerjemah dengan kamus-kamus, kamus diantaranya berfungsi sebegai penjelas makna frase klausa, dan kalimat bahasa Arab, karena sebagai bangsa bukan penutur asli bahasa Arab kita sulit menerjemahl an secara optimal tanpa bantuan kamus. Mari kita lihat tiga kamus yang memiliki cirri-ciri tertentu: a. b. c. d. 2. Kamus Al-Inarah Al-"ahzibiyah disusun Muhammad Fadlullah dan B.Th.Bror dgeest tahun 1925. Kamus Idris Al Marbawi disusun Muhammad Idris AlMarbawi tahun 1928. Kamus al-Zahabi disusu 1 Mahmud Yunus tahun 1930. Dalam hal ini kontrib 1si perpustakaan memberikan pelayanankamus-kamu: yang membantu para penerjemah sehingga persoalan lingu stik dapat diatasi dengan cepat. Orang. Seorang penerjemah selayaknya menaruh perhatian terhadap orang lain dan meraih setiap kesempatan untuk mempelajari betapa beragamnya cara orang bertingkah laku. Pendekatan yang berpusat kepada manusia (person-centered approach) untuk macam-macam teks, bahas1, atau kebudayaan selalu lebih produktif dan efektif dari pada pemusatan perhatian pada stuktur linguistik abtrak taupun kaidah-kaidahnya. 3. 4. Orang dengan Multi profesi. Tesis Terminologi khusus salah satu yang menjadi perhatian utama seorang penerjemah professional jauh lebih mudah untuk dipelajari dan dan diingat apabila dipikirkan sebagaimana cara orang-orang dalam profesi itu berbicara dan menulis, daripada mencoba mengahafalkan daftir panjang kata-kata yang diambil dari kontek. Bahasa. Teks juga paling mudah diterjemahkan bila anda memikirkannya bukan sekumpulan kata dan frasa yang terstruktur secara sintaksis, melainkan sebagai saluran yag digunakan orang untuk mempengaruhi setiap tindakan orang lain, untuk mengambarkan apa yang me-eka lihat dan mereka kerjakan, dan untuk memahami dunia m: reka. llmu linguistik merupakan penyederhanaan bermamfaat | ompleksitas pengunaan aktual bahasa menjadi beberapa strul tur sederhana yang stabil. 5. 6. Jaringan Sosial. Penerjemahan bukan hanya soal mencari padanan kata dan frasa antara bahasa sumber dan bahasa sasaran, tetapi juga menciptakan keselarasan hubungan dengan klien, agen, atasan, membangun jaringan, mengadakan penelitian, memanfaatkan teknologi serta kesadaran akan peran penerjemahan dalam masyarakat dan peran masyarakat dalam penerjemahan pada umumnya. Kebudayaan.” Bagi penerjemah yang harus faham bagaimana mengucapkan “wrap-around text” dalam bahasa Jerman, kebudayaan, kompetensi dan pengetahuan antar budaya yag timbul dari pengalaman budaya, merupakan fenomena yang jauh lebih komplek dibandingkan dengan kelihatannya. Semakin penerjemah menyadari kompleksitas ini, termasuk perbedaan kemampuan antara kebudayaan dan gender, maka ia akan menjadi penerjemah yang baik. Dari beberapa interaksi diatas dapat kita simpulkan bahwa seorang penerjemah professional memerlukan media yang menghantarkan mereka pada seorang penterjemah profesional, perpustakaan memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses penterjemahan. Sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka peran perpustakaan salah satunya sebagai tempat riset/ penelitian dalam hal ini aktivitas penerjemahan teks-teks arab akan membantu pengembangan kemampuan mahasiswa dan menjalankan peran perpustakaan sebagai penghubung antara bahan pustaka yang berupa informasi dengan para pemakai jasa perpustakaan. Untuk meningkatkan kualitas terjemahan mahasiswa perpustakaan memberikan informasi dengan sarana diantaranya: 1. W PIBP (Penelusuran Informasi Bahan Pustaka) Kegiatan penerjemahan merupakan kegiatan yang amat komplek dilihat dari variable yang terlibat didalamnya dan karena itu penerjemahan menyimpan banyak persoalan budaya, keyakinan, pola berfikir, motiv-motiv penulisan dan pengungkapan, baik yang berkaitan dengan bahasa sumber maupun bahasa sasaran. 2. Sarana latihan. Dalam hal ini, bisa dal.m bentuk lomba penterjemahan teks Arab, tidak hanya sebat. s lomba tapi bagaimana perpustakaan mewadahi pelatihan pe terjemahan.

Conclusion

Berdasarkan paparan yang telah dikemukakan memberikan arti kepada kita semua bahwa peradaban Islam yang memperhatikan pada perke nbangan perpustakaan dengan segala aktivitas yang melingkariny 1 termasuk dunia penerjemahan buku -buku teks akan lebih mengokohkan Islam itu sendiri.