Ruang Inspirasi (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi): Terobosan Perpustakaan Masa Kini
Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta; Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta; Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta; Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Abstrak
Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), berkontribusi secara langsung melalui pengembangan layanan ‚Ruang INSPIRASI (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi)‛ sebagai suatu inovasi layanan terkini. Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ mengintegrasikan antara ruang fisik dan virtual space(ruang maya). Tujuan penyediaan layanan ‚Ruang INSPIRASI‛, sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi pemustaka di masa kini, dengan mengintegrasikan layanan berbasis teknologi terkini. Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛, diharapkan akan menjadi layanan unggulan di Perpustakaan UNJAYA yang relevan dan up-to-datesesuai dengan perkembangan zaman.</p>
Abstract
The Library of the Jenderal Achmad Yani University of Yogyakarta (UNJAYA) contributes directly through the development of the “INSPIRASI Room (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi)” service as a current service innovation. The “INSPIRASI Room” service integrates physical space and virtual space. The purpose of providing the “INSPIRASI Room” service is to solve various problems library users face today by integrating the latest technology-based services. The “INSPIRASI Room” service is expected to become a leading service at the UNJAYA Library that is relevant and up-to-date following the times.
Keywords:
INSPIRASI
· innovation
· achievement
· recreation
· information technology
Introduction
Era society 5.0, Perpustakaan memiliki peran sebagai pusat pengetahuan yang memfasilitasi akses informasi, pengelolaan informasi, serta diseminasi informasi kepada masyarakat. Tantangan yang dihadapi perpustakaan semakin besar, sehingga mendorong perpustakaan untuk melakukan terobosan dan meningkatkan inovasi dalam memberikan layanan kepada pemustaka. Inovasi layanan di perpustakaan perlu dilakukan agar ada sebuah jaminan bagi pemustaka untuk dapat mengakses layanan yang ada. Dengan adanya inovasi diharapkan kebutuhan pemustaka dapat terpenuhi dengan baik sehingga dapat meningkatkan kepuasan dari pemustaka yang merupakan tolak ukur keberhasilan dari perpustakaan dalam mencapai tujuan1. Berbagai jenis inovasi telah dilakukan dan diterapkan di perpustakaan, seperti mengubah format sumber-sumber informasi agar dapat diakses secara daring, penyediaan database e-journal maupun e-book, menyediakan website yang dapat digunakan sebagai mesin pencarian referensi bahan pustaka, pengediaan fitur Ask librarian, pemanfaatan media sosial dan lain sebagainya2. Inovasi lainnya yang banyak diterapkan saat ini seperti membuat produk-produk digital yang dapat berupa video pembelajaran, desain infografis, dan juga berbagai konten media sosial 3. Ada juga inovasi kemas ulang informasi agar dapat secara langsung dimanfaatkan oleh pemustaka tanpa harus mengumpulkan, memilih, atau mengolah terlebih dahulu sehingga sangat memudahkan bagi pemustaka yang memerlukan informasi tertentu4. Inovasi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan sangat beragam menyesuaikan dengan situasi, kondisi serta kebutuhan masing-masing perpustakaan. Perpustakaan bergerak maju untuk menjadi tempat mencari solusi cerdas permasalahan pemustaka secara global. Peran perpustakaan di era society 5.0 meningkat antara lain: mengembangkan keterampilan literasi, menyediakan sumber daya informasi yang diversifikasi, menyelenggarakan program peningkatan kreativitas, memperluas aksesibilitas perpustakaan, melakukan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan komunitas, serta mengadopsi teknologi dalam layanan perpustakaan5. Perpustakaan perlu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pemustakanya agar dapat terus melakukan dan mengembangkan berbagai inovasi untuk dapat memaksimalkan layanan dengan harapan kebutuhan pemustaka dapat terpenuhi dengan baik. Dalam hal tersebut perpustakaan dapat memaksimalkan sumber daya yang ada dan juga teknologi. Maraknya perkembangan teknologi informasi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data bisa menjadi peluang sekaligus tantangan perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka. Implementasi teknologi dalam setiap aspek kehidupan terkadang memiliki hambatan tersendiri, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang dalam memanfaatkan sumber informasi secara optimal dan bertanggungjawab. Perpustakaan berperan krusial dalam meningkatkan kreativitas dalam berliterasi dengan mengintegrasikan antara teknologi dan sumber daya yang ada. Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA) memiliki visi ‚Menjadi Pusat Informasi dan Rekreasi Berbasis Teknologi untuk mendukung Visi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta‛, sehingga untuk mewujudkan visi tersebut Perpustakaan UNJAYA menyediakan wadah sebagai ajang pengembangan kreatifitas bagi pemustaka. Penyediaan sarana prasarana yang mendukung inovasi dan kreatifitas pemustaka berperan penting dalam keberhasilan pencapaian prestasi. Perpustakaan UNJAYA memiliki beberapa keterbatasan dalam menyediakan sarana prasarana dan peralatan pendukung untuk meningkatkan kreatifitas yang dapat mendukung inovasi, kreatifitas, prestasi, yang sekaligus bisa menjadi sarana rekreasi pemustaka. Oleh karena itu, Perpustakaan UNJAYA memiliki tantangan untuk mengembangkan inovasi layanan yang ada. Bagaimana memenuhi kebutuhan sarana prasarana dengan segala keterbatasan yang ada. Serta bagaimana menangkap peluang dari perkembangan teknologi informasi dan mengintegrasikan dengan ruang maya dan ruang fisik menjadi inovasi layanan baru di Perpustakaan UNJAYA.
Method
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, penulis melakukan kajian pustaka dari beberapa hasil penelitian terdahulu dan melakukan observasi langsung terhadap langkah apa saja yang telah dilaksanakan Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Result & Discussion
AI (artificial Intelligence) saat ini banyak dimanfaatkan di Perguruan Tinggi, salah satunya dalam membantu menyelesaikan tugas perkuliahan dan membuat karya ilmiah. Namun penggunaan AI yang tidak tepat tentu saja tidak dapat dibenarkan. Karya tulis ilmiah sendiri saat ini harus melalui tahapan cek plagiarisme untuk menjamin originalitas karya. Selain mendeteksi kesamaan atau similarity saat ini platform cek plagiarisme seperti Software Turnitin juga dapat mendeteksi AI. Teknologi AI (artificial Intelligence) yang sangat berkembang pesat saat ini membuat setiap orang dengan mudah memperoleh informasi. Namun selain memudahkan, AI juga dapat menjadi pesaing tersendiri bagi dunia perpustakaan. Salah satunya membuat pemustaka lebih memilih menggunakan AI yang lebih cepat daripada ke perpustakaan. Hal tersebut merupakan tantangan bagi perpustakaan karena kebiasaan pemustaka mengalami perubahan yang luar biasa sehingga perpustakaan perlu mengadopsi terobosan baru berupa layanan yang inovatif sesuai dengan kebutuhan pemustakanya saat ini. Dalam hal ini perpustakaan dapat menjadi jembatan agar informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Perpustakaan juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan literasi pemustaka tentang bagaimana mencari, mendapatkan, dan mengelola informasi dengan benar. Konsep literasi saat ini juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi secara efektif, efisien, beretika, serta menggunakan perkembangan teknologi informasi secara bijak. Perpustakaan dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada saat ini dalam menunjang inovasi layanan perpustakaan. Inovasi layanan perpustakaan dapat membantu perpustakaan untuk tetap relevan, menarik minat pemustaka, dan memberikan nilai tambah kepada pemustaka. Ada banyak sekali peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan diantaranya: 1) Kebutuhan untuk menciptakan layanan yang inovatif yang mendorong kolaborasi dan kreativitas 2) Banyaknya program yang dapat menaikkan kompetensi pustakawan dalam menciptakan inovasi dan mengikuti trend perkembangan seperti seminar, workshop, pelatihan dan diklat dan lain-lain. 3) Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki 4) Sarana dan prasarana yang dimiliki 5) Adanya anggaran 6) Kerjasama/jejaring 7) Dukungan pimpinan 8) Perkembangan teknologi informasi 9) Lomba dan kompetisi di bidang kepustakawanan Selain itu perpustakaan perlu melakukan promosi agar layanan-layanan unggulan yang ada dapat diketahui oleh pemustaka sehingga dapat menarik minat pemustaka. Dengan adanya peluang maupun hambatan tersebut Perpustakaan harus mampu menciptakan sebuah layanan inovasi yang relevan dengan pemustaka saat ini. Hambatan bagi perpustakaan dalam melakukan inovasi layanan dapat datang dari internal maupun eksternal. Hambatan internal salah satunya yaitu kurang adanya kemauan untuk melakukan inovasi sehingga perlu motivasi yang kuat agar perpustakaan mampu menciptakan inovasi-inovasi yang dapat menaikkan branding perpustakaan sehingga perpustakaan akan semakin dicintai oleh pemustakanya. Selain itu, hal yang dapat menjadi hambatan bagi perpustakaan dalam melakukan inovasi diantaranya kurangnya sumber daya yang memadai. Sumber daya disini dapat meliputi dana atau anggaran, personel, dan infrasruktur. Keterbatasan teknologi dan juga kurangnya dukungan manajemen juga dapat menjadi hambatan untuk melakukan sebuah inovasi. Selain itu, hambatan juga datang dari luar atau eksternal seperti pemustaka yang lebih tertarik mencari informasi di internet daripada harus datang ke perpustakaan, jarak/lokasi perpustakaan yang jauh, perubahan budaya dan perilaku pemustaka. Penyediaan sarana prasarana yang mendukung inovasi dan kreatifitas pemustaka berperan penting dalam keberhasilan pencapaian prestasi. Penyediaan akses sumber referensi yang terkini, ruang baca yang nyaman, ruang baca khusus (carrel room), perangkat komputer yang memadahi, koneksi internet dan wifi yang cepat, serta sarana prasarana pendukung lainnya yang dapat mendukung inovasi pemustaka. Selain hal tersebut perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat rekreasi informasi. Perpustakaan memiliki fasilitas dan sarana yang mendorong kretivitas, menambah wawasan, serta dapat digunakan sebagai tempat wisata ilmiah. Wisata informasi di perpustakaan selain menambah pengetahuan juga dapat memberikan kesenangan yang bersifat menghibur 6. Perpustakaan UNJAYA memiliki tantangan untuk mengembangkan inovasi layanan yang ada ditengah keterbatasan sarana. Perpustakaan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), memiliki beberapa kendala, seperti minimnya ketersediaan sarana prasarana dan peralatan pendukung untuk meningkatkan kreatifitas yang dapat mendukung inovasi, kreatifitas, prestasi, sekaligus menjadi sarana rekreasi pemustaka. Menangkap peluang dari perkembangan teknologi informasi tersebut, maka Perpustakaan UNJAYA berinovasi dengan menyiapkan layanan ‚Ruang INSPIRASI (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi)‛, untuk mengatasi segala keterbatasan yang ada. Inovasi layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ dapat dilakukan dengan mengintegrasikan antara virtual space (ruang maya) dan ruang fisik. Konsep Ruang INSPIRASI‛ Perpustakaan UNJAYA sebagai berikut: Gambar. 1 Perkembangan Ruang INSPIRASI Perpustakaan UNJAYA Sumber: Hasil olahan peneliti (2024) Konsep layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ di Perpustakaan UNJAYA merupakan sebuah akronim dari kata: ‚INS” yang mewakili kata Inovasi, ‚PI” yang mewakili kata Prestasi, dan ‚RASI” yang mewakili kata Rekreasi. Inspirasi sering dianggap sebagai sumber ide kreatif dan motivasi untuk menciptakan sesuatu yang baru atau mengatasi tantangan. Inpirasi bisa berupa ide yang muncul dari proses kreatif, yang didorong oleh motivasi atau dorongan dari dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu karya 1. Bentuk Layanan “Ruang INSPIRASI” Perpustakaan UNJAYA, berkontribusi secara langsung melalui pengembangan layanan ‚Ruang INSPIRASI (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi)‛ sebagai suatu inovasi layanan terkini. Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ mengintegrasikan antara ruang fisik dan virtual space (ruang maya). Tujuan penyediaan layanan ‚Ruang INSPIRASI‛, sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi pemustaka di masa kini dengan mengintegrasikan layanan berbasis teknologi terkini. Berikut diantara yang sudah diimplementasikan dalam layanan ‚Ruang INSPIRASI‛: a. Layanan Ruang INSPIRASI Fisik Perkembangan Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ Perpustakaan UNJAYA dari masa ke masa: 1) Kelas Literasi Informasi Perpustakaan UNJAYA UNESCO mendefinisikan literasi informasi adalah keterampilan kritis untuk mengidentifikasi, mencari, mengakses, menghadapi, mengintegrasikan, dan mengevaluasi informasi yang relevan untuk masalah tertentu atau tugas tertentu 8. Perpustakaan sebagai pusat informasi maupun sumber belajar memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan kepada pemustaka dalam mengembangkan literasi informasi. Program layanan kelas literasi informasi di Perpustakaan UNJAYA dimulai sejak Tahun 2016 hingga saat ini. Layanan yang diberikan berupa pelatihan dalam keterampilan untuk mengenali informasi yang dibutuhkan, menemukan, menilai, dan menggunakan informasi. Materi kelas literasi antara lain pencarian informasi, sitasi, plagiarisme, parafrasa, management reference, dll. Kelas literasi dilaksanakan secara rutin dan dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu kelas pemula dan kelas lanjutan. Peserta kelas literasi informasi yaitu sivitas akademika khususnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir karya tulis ilmiah. Selain itu kelas literasi informasi juga dilaksanakan dengan kolaborasi bersama dosen dari berbagai prodi yang ada di UNJAYA. Sebagai bahan evaluasi maka disebarkan kuesioner dalam bentuk google form untuk menjaring kritik, saran, dan masukan dari peserta. Sementara guna meningkatkan kompetensinya dalam bidang literasi maka pustakawan aktif mengikuti bimtek, seminar, workshop, TOT, pelatihan, dll. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta menerapkan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universiter, terdapat Mata Kuliah Penciri yaitu Nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani (NKJA) dan Literasi Dasar. Oleh sebab itu sejak tahun 2022 hingga saat ini, Program kelas literasi informasi mendapat apresiasi dari pimpinan dengan diakui menjadi salah satu mata kuliah tersebut. Pustakawan UNJAYA merupakan salah satu praktisi pengajar mata kuliah Literasi Dasar. Pada perkembangannya ada Mata Kuliah Universiter yang terdiri dari MKWU (Mata Kuliah Wajib Umum) yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewargenaraan, dan Pendidikan Agama. Sehingga mulai Tahun 2023 Program kelas literasi informasi mendapat apresiasi kembali dari pimpinan dengan diakui menjadi salah satu mata kuliah tersebut juga. 2) Klinik Proposal Perpustakaan UNJAYA bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJAYA mengadakan workshop dengan tema ‚Pelatihan Klinik Proposal‛ bagi seluruh dosen UNJAYA dan masyarakat umum. Pelatihan Klinik Proposal bertujuan untuk meningkatkan skill dosen dalam penulisan proposal atau karya ilmiah. Selain itu dosen juga memiliki kewajiban untuk membimbing mahasiswanya dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah maupun skripsi. Kegiatan klinik proposal telah dilaksanakan 2 kali sebagai berikut: a) Klinik Proposal #1, dilaksanakan pada tanggal 2 November 2018 dengan narasumber Dr. Teguh Setiawan, M.Hum. (UNY) menyampaikan materi ‚Tips dan Trik Membuat Proposal (penulisan proposal, sitasi, parafrasa, dll).‛ Sesi selanjutnya oleh narasumber Dr. Ir. Hanung Adi Nugroho, IPM (FT UGM), yang menyampaikan materi tentang ‚Strategi Menembus Jurnal Internasional‛, kemudian dilanjutkan dengan FGD group riset. Melalui pelatihan klinik proposal ini diharapkan karya tulis yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa menjadi lebih baik dan berkualitas. b) Klinik Proposal #2, dilaksanakan pada tanggal 19 September 2019 dengan narasumber Dr. Purwani Istiana, SIP., M.A. yang menyampaikan materi tentang ‚Workshop Peningkatan Kemampuan Pustakawan dan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa sebagai Bahan Pustaka Perpustakaan‛. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Klinik Proposal#2, dilakukan rapat koordinasi penyusunan buku pedoman karya ilmiah mahasiswa yang dihadiri oleh Pustakawan, PPPM, dan LPPM UNJAYA. 3) Klinik Konsultasi dan Mentoring Klinik konsultasi dan mentoring merupakan program lanjutan dari kelas literasi informasi yang berupa proses bimbingan yang lebih intensif terkait materi literasi informasi maupun problematika yang dihadapi pemustaka dalam penyusunan karya tulis ilmiah maupun skripsi. Pustakawan menyediakan layanan klinik konsultasi bimbingan privat seperti konsultasi Mendeley, cara membuat sitasi, parafrasa, penelusuran sumber referensi dan lain-lain. Layanan klinik konsultasi ini dapat diikuti oleh maksimal 5 peserta sehingga lebih fokus dan optimal. Dengan adanya klinik konsultasi diharapkan dapat mengoptimalkan pemahaman dan dapat menjadi solusi pemecahan masalah yang dihadapi pemustaka. 4) Pojok cek plagiarism mandiri “POCIMA” ‚POCIMA‛ atau Pojok Cek Plagiarisme Mandiri merupakan sebuah layanan yang disediakan oleh Perpustakaan UNJAYA untuk membantu pemustaka memeriksa keaslian karya tulis mereka khususnya dalam mencegah dan mendeteksi plagiarisme. Hal ini sejalan dengan adanya Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Nomor: B/565/B.B1/HK.01.01/2019 tanggal 8 Juli 2019 tentang Sarana Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa, yang kemudian diturunkan ke dalam Surat Keputusan Rektor UNJAYA Nomor: Skep/107/UNJANI/XII/2020 tentang Peraturan Wajib Serah Simpan dan Publikasi Karya Ilmiah Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan UNJAYA. Sejalan dengan peraturan tersebut, maka dibuatlah Surat Keputusan Rektor UNJAYA Nomor: Skep/046/UNJAYA/V/2021 tanggal 31 Mei 2021 tentang Peraturan Wajib Cek Plagiarisme di Lingkungan UNJAYA dan Surat Edaran Nomor: SE/036/UNJAYA/V/2021 tanggal 31 Mei 2021 tentang Layanan Cek Plagiarisme di Lingkungan UNJAYA. Perguruan Tinggi memiliki kewajiban mempublikasikan seluruh karya ilmiah yang dihasilkan sivitas akademikanya. Dengan kebijakan tersebut perguruan tinggi memiliki tantangan salah satunya yaitu semua orang dapat mengakses dan menyebarluaskan karya ilmiah yang telah dipublikasikan. Oleh sebab itu perlu diwaspadai terkait plagiarisme yang dilakukan sivitas akademika saat membuat karya ilmiahnya. Perpustakaan UNJAYA telah melanggan software cek plagiarisme Turnitin guna mengantisipasi hal tersebut. POCIMA dapat diakses oleh pemustaka secara mandiri melalui komputer yang disediakan oleh perpustakaan UNJAYA. 5) Kafe INSPIRASI Kafe INSPIRASI merupakan salah satu inovasi Perpustakaan UNJAYA dengan menyediakan tempat yang menarik, nyaman, yang dapat digunakan pemustaka untuk berdiskusi dengan santai, mencari ide maupun inspirasi, melepas penat setelah membaca buku, serta menjadi tempat rekreasi pikiran sambil menikmati makanan maupun minuman yang tersedia. Kafe INSPIRASI dilengkapi dengan fasilitas televisi, bacaan ringan seperti koran, majalah, komik, novel, serta berbagai snack dan minuman gratis maupun berbayar yang dapat dinikmati oleh pemustaka. Perpustakaan UNJAYA menyediakan inovasi layanan Kafe INSPIRASI dengan tujuan untuk menyediakan sarana edukasi, rekreasi, dan hiburan bagi pemustaka serta untuk mewujudkan visi misi Perpustakaan UNJAYA. 6) VR (Virtual Reality) Perpustakaan UNJAYA menyediakan fasilitas VR (Virtual Reality) yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. VR menunjang pemustaka untuk menciptakan inovasi karya, sarana rekreasi virtual, sarana pembelajaran. Perpustakaan UNJAYA saat ini baru mengimplementasikan VR sebagai sarana rekreasi virtual. b. Layanan “Ruang INSPIRASI” Virtual Awal tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan pada perpustakaan di seluruh dunia. Dampak negatif yang ditimbulkan yaitu penutupan layanan fisik sehingga perpustakaan harus beralih ke lingkungan digital. Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) memaksa penerapan sistem pembelajaran jarak jauh yang membatasi intensitas pertemuan tatap muka. Pembatasan aktivitas di luar rumah yang dianjurkan oleh pemerintah menghambat pemustaka yang ingin mengakses koleksi fisik perpustakaan. Selain dampak negatif, Perpustakaan dapat mengambil sisi positif dengan melakukan inovasi layanan terkini seperti yang disampaikan oleh Widayati & Pariyanti 9 bahwasannya perpustakaan bisa memberikan alternatif pemanfaatan koleksi dalam bentuk layanan Delivery Service yang dapat dilakukan melalui pengiriman informasi secara fisik (kurir online) dan digital (sarana komunikasi digital). Perpustakaan UNJAYA mengembangkan Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ Virtual, sehingga dapat menjangkau pemustaka tanpa perlu berkunjung ke perpustakaan secara fisik. Kegiatan yang sudah diimplementasikan dalam layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ Virtual diantaranya: 1) Kelas Literasi Informasi Online Selain kelas literasi informasi secara tatap muka di perpustakaan, Perpustakaan UNJAYA juga memfasilitasi kelas literasi online atau daring melalui zoom. Hal ini agar dapat menjangkau semua sivitas akademika UNJAYA yang mungkin tidak dapat berkunjung secara langsung ke perpustakaan. 2) Ngobrol Asyik “NGOBRAS” Perpustakaan UNJAYA mengadakan kegiatan NGOBRAS ‚Ngobrol Asyik” secara daring melalui zoom agar tetap dapat terkoneksi dengan pemustaka. NGOBRAS diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Melalui kegiatan NGOBRAS diharapkan dapat meningkatkan kulitas karya dan meminimalisir plagiarisme. Berikut tema-tema NGOBRAS yang pernah diselenggarakan: a) NGOBRAS#1 dengan tema ‚Optimalisasi Penggunaan Mendeley dalam Penelusuran E-Resources‛, tanggal 21 Desember 2020 dengan narasumber Pustakawan UNJAYA yaitu Erna Fitri Widayati, S.I.Pust menyampaikan materi tentang ‚Trik Jitu Penelusuran E-Resources‛ dan Risti Ari Wulandari, A.Md. menyampaikan materi tentang ‚Mendeley: from A to Z‛. b) NGOBRAS#2 dengan tema ‚Tips dan Trik Parafrase Bebas Dari Plagiarisme‛ tanggal 18 Juni 2021, dengan narasumber Dr. Setiawan Edi Wibowo, M.Pd. Pustakawan UNJAYA Risty Prasetyawati, SIP., M.A. menyampaikan ‚Sosialisasi Peraturan Cek Plagiarisme di Lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta‛. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen UNJAYA, sehingga dosen diharapkan mampu memberikan bimbingan yang lebih optimal kepada mahasiswa dalam hal mengantisipasi plagiarism dan meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa. c) NGOBRAS#3 dengan tema ‚Anti Galau Skripsi‛ dilaksanakan tanggal 28 Juli 2022 dengan narasumber pustakawan UNJAYA yaitu Tiara Dianing Pratiwi, SIP. yang menyampaikan tentang ‚Layanan Bebas Pustaka‛, Erna Fitri Widayati, S.I.Pust menyampaikan materi tentang ‚Akses Referensi Online‛, dan Pariyanti, S.I.Pust. menyampaikan materi tentang ‚Tips Dan Trik Lolos Cek Plagiarisme‛. 3) Webinar Perpustakaan UNJAYA juga aktif menyelenggarakan berbagai webinar. Berikut kegiatan Webinar yang diselenggarakan diantaranya: a) Webinar dengan tema ‚Sosialisasi Cek Plagiasi dan Parafrasa‛ tanggal 2 Juli 2021 dengan narasumber pustakawan UNJAYA Risty Prasetyawati, SIP., M.A. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi UNJAYA, dengan harapan agar dalam penulisan tugas akhir dapat terhindar dari plagiasi. b) Webinar dengan tema ‚Ide Penelitian dan Manajemen Referensi Mendeley‛ tanggal 25 September 2021 dengan narasumber pustakawan UNJAYA Risti Ari Wulandari, A.Md yang menyampaikan materi tentang ‚Reference Manager Mendeley‛, dan Ketua LPPM UNJAYA Dr. Tri Sunarsih, S.ST., M.Kes yang menyampaikan materi tentang ‚Tips dan trik Menggali Ide Penelitian‛. c) Webinar dengan tema ‚Teknik Penulisan dan Tata Bahasa serta Strategi Pencegahan Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah‛ tanggal 23 Oktober 2021 dengan narasumber pustakawan UNJAYA Risty Prasetyawati, SIP., M.A. dengan materi ‚Strategi Pencegahan Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah‛. 2. Dampak Positif Layanan “Ruang INSPIRASI” Dampak positif yang dirasakan dengan adanya layanan ruang inspirasi sbb: a. Mahasiswa terdorong untuk dapat lulus tepat waktu b. Tingkat similarity menjadi lebih rendah c. Kualitas karya ilmiah mahasiswa menjadi lebih baik d. Dapat memanfaatkan fasilitas turnitin secara mandiri e. Mahasiswa dapat melakukan konsultasi jika mengalami kesulitan f. Terdapat berbagai fasilitas atau ruang di perpustakaan yang mendorong kreativitas pemustaka g. Mendorong pemustaka untuk melakukan inovasi h. Kelas literasi tetap bisa diikuti secara online atau daring bagi mahasiswa yang tidak dapat datang langsung ke perpustakaan, kegiatan seperti NGOBRAS dapat ditonton ulang di akun youtube Perpustakaan UNJAYA, dll.
Conclusion
Inovasi dalam pelayanan adalah aspek penting dalam menjawab kebutuhan pemustaka modern. berbagai inovasi yang telah diterapkan oleh perpustakaan guna menjawab tantangan di era digital, sekaligus mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan peran perpustakaan dalam melayani pemustaka, dan mendukung pendidikan serta penelitian. Inovasi dalam perpustakaan adalah kunci untuk memastikan relevansinya dalam era digital. Dengan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perpustakaan memiliki potensi besar untuk menyediakan layanan yang lebih baik, lebih luas, dan lebih relevan bagi masyarakat. Melalui inovasi yang tepat dan strategi yang matang, perpustakaan dapat tetap menjadi sumber pengetahuan yang tak ternilai dan mitra penting dalam mendukung perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Inovasi dalam perpustakaan juga melibatkan pendekatan kreatif untuk memikat pembaca. Kedepannya penting untuk melakukan evaluasi dan pengukuran terhadap inovasi yang telah diterapkan. Perpustakaan harus mengumpulkan data dan mengukur dampaknya terhadap peningkatan literasi pemustaka. Dari evaluasi ini, perpustakaan dapat menyesuaikan dan meningkatkan inovasi yang telah diimplementasikan. Perpustakaan UNJAYA berkontribusi secara langsung melalui pengembangan layanan ‚Ruang INSPIRASI (Inovasi, Prestasi, dan Rekreasi)‛ sebagai suatu inovasi layanan terkini. Layanan ‚Ruang INSPIRASI‛ mengintegrasikan antara ruang fisik dan virtual space (ruang maya). Inovasi layanan ‚Ruang ISPIRASI‛ juga untuk mewujudkan visi Perpustakaan UNJAYA 2018-2022 yaitu ‚Menjadi Pusat Informasi dan Rekreasi Berbasis Teknologi untuk mendukung Visi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta‛. Harapannya dengan adanya layanan ‚Ruang ISPIRASI‛ ini, menjadi solusi berbagai macam problematika yang dihadapi pemustaka.