Kembali
16
1
2012 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4 · 1 ISSN 2502-4108

OPTIMALISASI LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA

N/A

Abstract

The key to use a knowledge treasury on library,especially school library, is reading. And the process of reading a literature will be maximal if it is done by interest in reading. In addition to having main duty, such as information, circulation and reference service, school library has a role to increase interest in reading of students. A lot of services of library to increase student’s interest in reading are thosewhich become part of learning process, services to increase student’s skill to explore information, and services to increasea library use. So, the library has many opportunites to increase student's interest in reading. The main point in increasing student’s interest in reading is a model from many parts, especially librarian. Those process will form a paradigm thereading is the main matterin learning process.This essay will explore library’s role to increase student’s interest in reading
Keywords: interest in reading · Library Service

Introduction

Perpustakaan merupakan pusat penyimpanan khasanah ilmu pengetahuan peradaban dan budaya. Dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan, seseorang dapat menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Keberadaan perpustakaan di masyarakat memiliki manfaat yang tidak bisa dianggap kecil. Berbagai jenis perpustakaan tumbuh untuk memenuhi kebutuhan akan informasi baik perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan sebagainya sesuai dengan masyarakat yang dilayaninya. Demikian pula padalembagasekolah tumbuh sebuah perpustakaan yang dibangun untuk melayani dan mendukung pembelajaran siswa didalamnya.Perpustakaan sekolah berperan dalam mencerdaskan dan meningkatkan pengetahuan siswa. Pelayanan perpustakaan sekolah dimaksudkan semua siswa dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kemampuan berfikir, dan keterampilannya melalui sumbersumber informasi dan fasilitas yang disediakanJenis koleksi yang dikumpulkan di perpust:kaan sebagai sarana penyimpanan khazanah ilmu pengetahuan terdiri dari beragam jenis koleksi baik tercetak maupun elektronik Koleksi tersebut di kumpulkan, diolah, dilayankan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Dan koleksi tersebut akanbenar-benar memiliki manfaat apabila digunakan dengan sebaik-bailnya.Dapat kita lihat bahwa belum semua sekolah memiliki perpustakaan yang dikelola dengan baik agar dapat menarik minat siswa untuk menggunakannya. Suatu kunci agar khazonah pengetahuan yang terdapat di perpustakaan dapat diambil manfaatya adalah dengan cara membaca. Kita sering mendengar dan melihat kenyataan bahwa keterampilan dan minat baca pelajar di Indonesia masih tertinggal dari bangsa lain. Walaupun terdapat laporan terkini yang menyebutkan bahwa terdapat peningkatan minat dan kemampuan membaca pelajar Indonesia. Mendiknas, M. Nuh, menyampaikan selama periode 2000-2009 ada peningkatan 31 poin yang menempatkan Indonesia pada posisi keempat dari negara-negara yang berhasil mencatat kenaikan skor kemampuan membaca terbesar.Tetapi berapa pun skor minat dan kemampuan baca pelajar yang berhasil diperoleh tetap harus ada upaya untuk terus meningkatkan minat baca ini supaya tidak tertinggal oleh bangsa lain. Dalam tulisan ini akan d'bahas tentang otimalisasi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa. Beberapa permasalahan yang akan dibahas yaitu mengenai masalah minat baca anak dan layanan perpust=kaan sekolah dalam meningkatkan minat baca. Masalah Minat Baca Anak Sebagai awal pembahasan mengenai minat baca, disini dikemukakan pengertian minat baca dan arti penting kemampuan membaca. Minat adalah adalah “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; keinginan” (Tim KBBI, 1989 : 583). Minat baca artinya adanya kecenderungan hati yang tinggi terhadap membaca; adanya gairah, keinginan untuk membaca.Minat baca ini perlu ditumbuhkan, dibina sejak dini agar para siswa selain memiliki minat baca tetapi memiliki kemampuan membaca. Karena proses membaca ini bagi seorang pelajar tidak hanya sekedar membaca tetapi membaca dalam kerangka belajar. Seorang pelajar dikatakan memiliki kemampuan membaca apabila memiliki kemampuan dalam menerjemahkan dan meginterpretasikan tanda atau lambang dalam bahasa yang dipahami oleh si pembaca. (Sudarsana, 2010 : 4.6) Mary Leonhardt (2000 : 27) mengemukakan Sepuluh alasan utama mengapa kita harus menumbuhkan minat baca kepada anak : 1. 2. 3. 4. Anak harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik. Mereka hanya akan bersedia menggunakan sebagian besar waktunya untuk membaca jika mereka memang gemar membaca. Berlatih adalah segalanya. Anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka akan berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik. Membaca akan memberikan wawasan yang lebih luas keberagamannya, yang membuat belajar dalam segala hal lebih mudah. Anak-anak yang hanya membaca buku-buku fiksi pun akan mengerti tentang fakta-fakta yang ada dalam sejarah, geografi, politik, dan ilmu pengetahuan. Di SMA, hanya anak-anak yang gemar membacalah yang mempunyai keterampilan bahasa untuk menjadi unggul dalam setiap bidang yang memerlukan banyak membaca—seperti dalam tingkatan kemampuan memahami bahasa yang sulit, bahasa asing, sejarah, atau sains. Mereka adalah anak-anak yang senantiasa unggul di kelas dan unggul di dalam ujian. Mereka adalah anak-anak yang bisa diterima di pelbagai perguruan tinggi terkenal. 5. 6. 7. 8. 9. Kemampuanistimewamembacakemungkinandapatmengatasi rasa tidak percaya diri anak-anak terhadap kemampuan akademik mereka karena rereka akan mampu menyelesaikan pekerjaan sekolah dan imereka hanya akan menyediakan sedikit waktu dan energi emosional mereka. Sebaliknya, anakanak yang tidak suka membaca akan mudah mengalami krisis kepribadian. Kegemaran membaca akan memberikan beragam perspektif kepada anak. Setelah melihat kehidupan digambarkan melalui pandangan bermacam-macam penulis, mereka memahami ada berbagai cara untuk memandang pelbagai situasi; ada berbagai sisi untuk melihat pelbagai masalah. Membaca dapat membantu anak-anak untuk memiliki rasa kasih sayang. Hakikat kasih sayang adalah kemampuan untuk memahami pandangan ofang lain. Membaca menjadi sarana untuk membawa anak-anak ke dalam ribuan pola kehidupan yang berbeda, membujt mereka memahami kehidupan ini dengan segala kompleksitasnya. Dalam acara televisi, persoalan-persoalan dipecahkan secara sembarangan dalam waktu setengah jam. Anak-anak yang gemar [membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengpan kemungkinan dan kesempatan. Betapapun dunia tempat anak-anak tinggal luasnya terbatas, dengan membaca mereka dzpat pergi kemana pun dan mereka dapat memimpikan apa pun. Anak-anakyanggemarmermbacaakanmampumengembangkan pola berfikirkreatif dalam d'ri mereka. Mereka tidak hanya mendengar informasi, tetapi mereka juga belajar untuk mengikuti argumen-argumen yang kaya dan mengingat alur pemikiran yang beragam. 10. Kecintaan mereka adalah salah satu kebahagiaan utama dalam hidup. Bersantai di kursi yang empuk, di teras yang hangat, sambil membaca cerita menyeramkan; berbaring di tepi pantai seraya tertawa membaca buku komik yang lucy; tertidur pulas ketika sedang membaca novel percintaan yang romantik adalah sekadar contoh kebahagiaan itu. Tanpakesenangan-kesenangan ini, hidup akan terasa lebih gelap dan membosankan. Menurut Sani B. Hermawan, Direktur Lembaga Daya Insani, saat peluncuran buku Juven: Sahabat Sejatidi The Cone, FX, Jakarta, dalam kompas.com, semakin banyak diajak berbagi cerita lewat buku dan membaca, makin banyak manfaat yang digali oleh anakanak. Beberapa manfaat yang bisa digali oleh anak saat berbagi bercerita adalah: ¢ Meningkatkan “mental alertness”, daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir. ¢ ¢ ¢ ¢ Meningkatkan wawasan pengetahuan. Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong. Membentuk karakter positif. Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak). Selain manfaat di atas, dengan membaca dapat berpengaruh bagi pribadi yang bersangkutan maupun bagi kepentingan perkembangan masyarakat. Bagi pribadi, dengan membaca merupakan cara untuk mendalami sesuatu masalah dengan mempelajari sesuatu persoalan hingga menambah pengetahuan yang berhubungan dengan peningkatan kecakapan, lebih jauh lagi mencarinilaihidupuntukkepentingandirisendiri. Bagimasyarakat, membaca dapat meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, media penerangan, meningkatkan sikap kritis dan media penyampaian ide untuk meningkatkan perkembangan masyarakat.Dengan membaca maka orang dapat meningkatkan dan mengembangkan pola pikir serta cakrawala pengetahuan sehingga pengaruhnya sangat besar bagi pembentukan dan pengembangan diri sendiri maupun masyarakat. (Bahri, 2010 : 10) Proses Minat dan Kebiasaan Membaca Membacadalamarti yang sangat sederhanaadalah melakukan berbagai kegiatan yang dapat memperkaya pengetahuan serta memperluas wawasan untuk dapat membentuk watak dan sikap yang menyebabkan pengetanuan seseorang bertambah. Sumber bacaan adalah bisa dari buku, majalah ataupun surat kabar. Apabila kita membiasakan diri meml aca secara terus menerus setiap hari dan sepanjang waktu maka lambat laun akan tertanam dalam diri kita suatu keadaan atau perasaan selalu ingin tahu (curiousity) dan apabila perasaan selalu ingin tahu sesuatu itu mendapat suatu dorongan yang kuat dalam bathin kita maka disitulah mulai timbul minat (inferest). Salah satu minat yang muncul adalah membaca.Selanjutnya dari minat baca diharapkan dapat tumbuh terus dalam arti minat kemudian berkembang menjadi kebiasaan membaca (reading habit). Dari uraian di atas maka proses terbentuknya minat dan kebiasaan membaca adalah scbagai berikut : SELERA KOLEKSI MINAT KEBIASAAN % ’ Dari gambar tersebut, menunjukkan adanya lingkaran yang tidak berujung pangka!, ini menunjukkan bahwa diantara komponen yang ada saling kait mengait. Dari gambar di atas kitfa melihat bahwa timbulnya selera membaca adalah karena faktor koleksi (collections) yang beragam dan bervariasi. Keragaman dan variasi koleksi akan menimbulkan hasrat atau minat untuk memt-aca, selanjutnyalagi minatbaca akan menghasilkan kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca tidak bisa berkembang tanpa koleksi yang dapat menimbulkan selera untuk membaca serta minat dan kebiasaan membaca. D. Layanan Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Sekolah sebagai lembaga pendidikan berfungsi menanamkan nilai-nilai kemanusian agar mampu menjadi manusia utuh. Keberadaan perpustakaan di sekolah amat penting sebagai sebuah wadah yang di dalamnya terdapat berbagai jenis ilmu untuk mencapai fungsi sekolah sebagai mana dikemukakan di atas. Perpustakaan, tentu tidak hampa akan isi, tetapi merupakan kumpulan dari berbagai jenis buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Perpustakaan menjadi penting bukan karena ruangannya atau bangunan gedungnya, melainkan koleksi bukuyang beraneka ragam di dalamnya. Safarudin di pemustaka.com mengemukakan mengenai arti penting perpustakaan, dengan mengutip pernyataan Darji Darmodiharjo, mantan Dirjen Disdakmen, Depdiknas, menarik untuk direnungkan: Perpustakaanharusadadisetiaplembagapendidikan. Kalau tidak ada ruang perpustakaan, maka gunakanlah satu ruang kelas.Kalau tidak ada ruang kelas, gunakanlah pojok kelas dengan raknya. Jika tidak ada pojok kelas, tutup saja sekolahnya!. Bila buku adalah jendela dunia, maka perpustakaan adalah rumahnya. Dan sekolah, harusnya, menjadi jalan yang membimbing manusia menuju rumah tersebut. Pelayanan perpustakaan tidak terbatas pada proses peminjaman bahan pustaka saja, lebih jauh dari itu adalah menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan, ditunjang oleh kelengkapan koleksi yang relevan dan petugas perpustakaan yang kompeten. Pelayanan dasar sebuah perpustakaan mencakup tiga layanan pokok yaitu pelayanan informasi, pelayanan sirkulasi, dan pelayanan referensi. 1. 2. Pelayanan informasi adalah pelayanan yang yang bersifat memberi tahu para pemakai perpustakaan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perpustakaan. Pelayanan tersebut meliputi tata cara penggunaan perpustakaan, alur kegiatan perpustakaan, dan pemberian informasi lainnya seperti buku baru dan lain sebagainya. Pelayanan sirkulasi adalah suatu kegiatan pencatatan sebagai bukti bahwa pemakai meminjam pustaka. Pelayanan sirkulasi dapat dilakukan secara manual atau otomasi. Tujuannya agar pemakai dapat menggunakan pustaka tepat guna dan tepat waktu. 3. Pelayanan referensi adaloh semua kegiatan yang ditujukan untuk menyiapkan segala sarana (fisik dan nonfisik) untuk mempermudah proses penelusuran informasi serta membantu dan membimbing para p¢makai perpustakaan dalam mencari informasi yang dibutuhkannya. Misalnya mengajarkan caracara menggunakan kamus, ensiklopedi atau mengoreksi cara penelusuran yang dilakukan pengguna yang kurang pengalaman. Keberhasilan layanan perpustakaan, terutama dalam meningkatkan minat baca, ditentukan oleh banyak faktor.Salah satunya adalah tenaga perpustakaan atau pustakawan yang melakukan pelayanan.Pustakawan dituntut untuk melakukan tugasnya secara professional lidasari oleh keterampilan, wawasan pengetahuan dan sikap yang memadai.Pustakawan sekolah harus berusaha semaksimal mungkin untuk membina minat baca para siswa.Pustakawan harus benar-benar memahami prinsip-prinsip membaca, karakteristik membaca yang baik, kesiapan membaca, cara-cara memotivasi para siswa agar senang membaca. Perpustakaan perlu 1 engembangkan program-program layanan sebagai penguatan terhadap keberadaan perpustakaan di sekolah. Program tersebut diimplementasikan untuk memperbaiki pelayanan perpustakaan untuk membantu meletakkan landasan perubahan yang dirancang untuk membantu menyempurnakan proses pengajaran dan pembclajaran di sekolah. Program kegiatan yang dirancang tersebut memiliki sasaran antara lain : 1. 2. 3. Mengintegrasikan layanan perpustakaan ke dalam proses pembelajaran. Meningkatan kemampuan siswa dalam informasi. penelurusan Meningkatkan tingkat perggunaan perpustakaan. Kegiatan yang dilakukan dengan beberapa sasaran tersebut padaakhirnya dilakukanuntu k menunjang peningkatanminatbaca siswa.Dengan demikian perpustakaan sekolah tidak diposisikan sebagai pelengkap dari lembaa pendidikan tetapi menjadi bagian integral dari lembaga pendidikan itu sendiri.Kegiatan layanan dalam meningkatkan minat baca siswa yang dapat dilakukan antara lain: a. Kegiatan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran 1 Identifikasi pokok bahasan guna menentukan materi yang dapat diintegrasikan dengan penyelenggaran perpustakaan sekolah; Mengidentifikasi bahan pustaka yang menunjang proses pembelajaran; 1. Menyusun jadwal kunjungan, jadwal kegiatan, dan deskrikpsi tugas untuk siswa; Mengkoordinasikan jadwal; Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal serta membimbing siswa tentang teknik membaca yang efektif. b. Kegiatan peningkatan kemampuan siswa dalam penelusuran informasi Orientasi perpustakaan bagi siswa baru yang bertujuan mengenalkan perpustakaan dengan berbagai tata tertib, layanan dan fasilitas yang ada didalamnya. Bimbingan penelusuran literatur meliputi pengenalan berbagai jenis koleksi perpustakaan dan cara menggunakannya. Misalnya teknik menggunakan kamus yang efektif, teknik penelusuran artikel atau sumber informasi melalui internet (bila disediakan fasilitas internet). c. Kegiatan peningkatan penggunaan perpustakaan L Memilih bahan bacaan yang menarik bagi pengguna perpustakaan. 2. Perpustakaan perlu melakukan berbagai promosi pemanfaatan perpustakaan baik melalui poster, brosur atau media lainnya. Melakukan berbagai kegiatan seperti lomba minat dan kegemaranmembaca untuk anak sekolah. Lomba ini biasanya diadakan oleh perpustakaan sekolah bekerjasama dengan instnasi terkait 4. 5. Menjadikan bulan Mei setiap tahun sebagai bulan buku nasional. Pada kesempatan ini perpustakaan bisa melakukan pameran bukuatau keyiatan lain yang menunjang bulan buku nasional. Memberikan penghargaan kepada siswa yang paling banyak meminjam buku di Perpustakaan dalam kurun waktu tertentu misalny tiap catur wulan atau sekali dalam satu tahun. Kegiatan tersebut dapa! berperan dalam menfungsikan keberadaan perpustakaan sckolah.Dengan demikian terdapat peluang yang amat besar un‘uk tumbuhnya minat baca siswa. Sebab bagaimana mungkin siswa bisa berminat untuk membaca, sementara perpustakaannya tidak melakukan kegiatan.Yang tidak kalah pentingnya adalah keteladanan dari berbagai pihak dalam meningkatkan minat baca siwa ini.Para guru dan khususnya pustakawan harus mampu menjadi teladan dalam membaca buku.Dengan keteladanan, pe'an tapi pasti, akan mempengaruhi pola pikir siswa dan membentuk opini bahwa membaca memang merupakan hal yang utama dalam proses belajar.

Conclusion

Membaca bagi seorang anak memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan kecerdasannya. Melalui membaca seorang anak tidak hanya mengenal: huruf-huruf dan simbol tetapi terdapat proses identifikasi dan interpretasi terhadap apa yang dibacanya. Dari sana tumbuh pengetahuan dan lebih jauh lagi meningkatkan kearifan yang akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupannya. Dengan mengetahui manfaat terbesar dari membaca ini maka menjadi tanggungjawab semua pihak, terutama perpustakaan, untuk meningkatkan minat baca. Pelayanan perpustakaan merupakan kunci sukses dalam penyelenggaraan perpustakain.Oleh karena itu, merupakan tanggungjawab professional sctiap petugas perpustakaan untuk senantiasa memiliki motivasi yang kuat, wawasan yang luas, dan senantiasa berupaya secara aktif agar dapat melaksanakan pelayanan sebaik-baiknya. Kemudian dalam melaksanakan peningkatan minat baca siswaperpustakaan sekolah dapat mengembangkan program-program berkaitan dengan dukungan terhadap proses belajar mengajar, peningkatan kemampuan siswa dalam penelusuran informasi dan kegiatan dalam meningkatkan tingkat penggunanan layanan perpustakaan.