PEMBELAJARAN PIBP DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM PENINGKATAN MUTU AKADEMIK MAHASISWA
N/A
Abstract
User education at STAIN (State Islamic College) Ponorogo, known as learning of PIBP (Penelusuran Informasi Bahan Pustaka) or the search of information and references materials, is a purposive effort especially designed to give new students, who basically have many various academic backgrounds, knowledge and ability to learn how they can take advantage of provided library services maximally and how they are able to search information in the library quickly and accurately. Because this obligatory program is closely related fo the way of searching references information, its significance and benefit can be obtained directly by the students to accomplish their assignments. Hence, this learning program consequently can offer a positive contribution to enhance students’ academic quality.
Keywords:
Pendidikan pengguna
· matrikulasi
· pustaka
· mutu
Introduction
Sejak tahun akademik 2007 / 2008 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Ponorogo telah melaksanakan pembelajaran PIBP (Penelusuran Informasi Bahan Pustaka) atau yang lebih dikenal dengan sebutan user education (pendidikan pengguna). Program matrikulasi ini diwajibkan bagi semua mahasiswa baru apapun prodi yang diambilnya. Hal itu dilakukan mengingat sangat beragamnya latar belakang para mahasiswa baru yang akan menempuh studi di STAIN Ponorogo. Tulisan berikut ini akan mengkaji materi pembelajaran PIBP, teknis penerapannya dan signifikansi pelaksanaannya bagi optimal sasi peran perpustakaan dalam rangka menunjang peningkatan mutu akademik mahasiswa. B. ! Materi PIBP Materi yang dipelajari dilam matrikulasi ini meliputi [1] Pengenalan Manajemen dan Administrasi Perpustakaan, [2] Pengenalan sistem klasifikasi ODC sederhana, [3] Teknik PIBP melalui OPAC (online public access catalog), [4] Teknik PIBP melalui reference books, [5] Teknik PIBP melalui CD-ROM, dan [6] Teknik PIBP melalui internet. Berikut ini adalah uraian ekilas mengenai substansi materi yang dipelajari oleh para mahasiswa di STAIN Ponorogo.! Dalam pembelajaran mengenai manajemen dan administrasi perpustakaan diterangkan mengenai pengertian perpustakaan, jenis dan tipe perpustakaan, peranan dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi, pelayanan perpustakaan, para tenaga pengelola perpustakaan dan koleksi perpustakaan. Perpustakaan berasal da-i kata pustaka yang berarti buku atau kitab. Perpustakaan dalan bahasa Inggris disebut library, dalam bahasa Belanda disebut bibliotheek, dalam bahasa Perancis disebut biblitheque, dalam bahasa Spanyol dan Portugis disebut bibliotheca. Akar Kkata library @ dalah liber (bahasa Latin) artinya buku, sedangkan akar kata bibliotheek adalah biblos yang artinya juga buku (Yunani). Sebagai tentuk lanjut perkembangan akar kata ini, dalam kehidupan seha-i-hari sering dikenal sebutan Bible artinya Alkitab.? Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika pengertian perpustakaan secaa istilah selalu dikaitkan dengan buku atau kitab. Pengertian perpustakaan secara istilah, adalah sebuah ruangan, bagian atau sub bagian dari sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yzng digunakan untuk menyimpan buku, biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu serta digunakan untuk anggota perpustakaan. Definisi lain mengacu pada kumpulan buku atau akomodasi fisik tempat buku dikumpulkan dan disusun untuk keperluan bacaan, studi, kenyamanan maupun kesenangan. Jadi dalam hal ini, konsep perpustakaan mengacu pada bentuk fisik tempat penyimpanan buku maupun sebagai kumpulan buku yang disusun untuk keperluan membaca. Perpustakaan diartikan sebagai suatu tempat untuk menyimpan buku yang digunakan untuk keperluan membaca, belajar atau referensi.? Lebih lanjut Mudjito mengatakan perpustakaan adalah suatu sistem informasi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan pengumpul, pengidentifikasian, pengaturan / penyimpan dan pelayanan informasi.* Adapun jenis-jenis perpustakaan dapat diklasifikasikan menjadi 5 kelompok, yaitu Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus. Sedangkan tipe-tipe perpustakaan dapat terbagi menjadi 3 tipe, yakni Perpustakaan Kertas, Perpustakaan Terotomasi dan Perpustakaan Elektronik. Pada hakekatnya perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi adalah suatu unit kerja yang merupakan bagian intregral di suatu lembaga perguruan tinggi induknya. Unit perpustakaan bersama-sama dengan unit kerja lainnya bertugas untuk membantu perguruan tinggi yang bersangkutan dalam melaksanakan Tri Dharma, yaitu kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penyelenggaraan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi bertujuan untuk mendukung, memperlancar dan mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi yang meliputi lima aspek, yaitu pengumpulan informasi, pelestarian informasi, pengolahan informasi, pemanfaatan informasi dan penyebaran informasi.® Sejalan dengan Tri Dharma perguruan tinggi, maka peran dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi, yaitu [1] Perpustakaan sebagai pendukung keberhasilan pendidikan. Perpustakaan mengusahakan tersedianya fasilitas untuk keperluan belajar dan mengajar di perguruan tinggi, tersedianya bahan pustaka untuk keperluan penelitian para dosen, mahasiswa serta pimpinan perguruan tinggi. [2] Perpustikaan menjadi penghubung antara bahan pustaka yang berupa informasi dengan para pemakai jasa perpustakaan, memberitahu para pemakai jasa perpustakaan mengenai tersedianya inform.si kegiatan bagaimana menggunakan perpustakaan. [3] Perpustakaan sebagai tempat riset / penelitian. Hal ini dimungkinkan karena dalam perpustakaan terdapat berbagai tulisan, data hasil penemuan, pemikiran para ahli. Berbagai informasi ini dapat dipakai para mahasiswa dan dosen untuk dasar dalam mer cari fakta-fakta menuju penemuanpenemuan baru. [4] Perpustakaan menyediakan bahan rekreasi bagi pembaca. Misalnya, nove! majalah hiburan yang kita sediakan di perpustakaan, agar dapat niemberikan sedikit hiburan kepada para mahasiswa dan dosen yarig mungkin jenuh mencari informasi dalam sepanjang hari, jenuh dengan beratnya pelajaran atau tugastugas baik yang rutin maupun temporer. Nikmatnya membaca novel kadang-kadang kita abaikan, seolah-olah membuang waktu saja, padahal dari sana kita memperoleh pengalaman yang direka dan ditata oleh penulis dengan cermat dan hati-hati. [5] Perpustakaan menyediakan fasilitas ruang baca yang enak dan perabot perpustakaan yang nyaman, schingga bagi siapa saja yang berada di perpustakaan merasakan erak dan terdorong untuk melakukan pekerjaan membaca atau ingin mengetahui bahan apa saja yang diminati terdapatdi perpustakaan. Pelayanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan perpustakaan yang berhadapan langsung dengan pemakai atau pengguna perpustakaan dan juga merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu perpustakaan. Perpustakaan sebagailembaga atau badan jasa pelayanan mengenal dua bentuk pelayanan, yaitu [1] Pelayanan Teknis yang meliputi pengadaan, pengolahan dan administrasi, dan [2] Pelayanan Pembaca, yaitu pelayanan yang terjadi kontak langsung perpustakaan dengan pengguna perpustakaan yang terdiri duri pelayanan referensi, pelayanan sirkulasi, pelayanan foto copy, audio visual dan lain-lainnya. Pengelolaan perpustakaan cilaksanakan oleh seorang kepala perpustakaan yang dibantu oleh bagian-bagian yang kompleks lainnya, seperti unit pelayanan teknis, unit sirkulasi, unit referensi, unit foto copy, unit internet, unit hasil penelitian dan lain sebagainya. Adapun koleksi bahan pustaka yang harus dimiliki oleh sebuah perpustakaan perguruan tinggi harus mencakup bahan-bahan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Bahan untuk keperluan pendidikan, penelitian bagi para dosen dan mahasiswa serta bahan lain yang memperkaya dan melengkapi bahan utama tersebut. Koleksi bahan pustaka, jika dilihat dari jenisnya, menurut P Sumardji,® yaitu [1] Buku, seperti buku teks, fiksi maupun non fiksi. [2] Buku referensi, seperti ensiklopedia, kamus, almanak, buku pegangan, bibliografi, indeks dan lain sebagainya. [3] Penerbitan pemerintah, yaitu terbitan yang dicetak atas biaya pemerintah atau badan-badan pemerintah yang berhubungan dengan soal-soal pemerintah, seperti lembaran negara, himpunan peraturan-peraturan pemerintah dan lain sebagainya. [4] Laporan penelitian, paper, skripsi, tesis dan disertasi. [5] Majalah atau surat kabar, baik umum maupun khusus. [5] Karya alihan tulisan ataupun cetakan-cetakan yang telah dibuat menjadi film, slide, piringan hitam, tape dan lain sebagainya. [6] Manuskrip dan lain sebagainya. Dalam pembelajaran mengenai klasifikasi bahan pustaka dijelaskan bahwa klasifikasi yang diterapkan di pusat informasi dan perpustakaan didefinisikan sebagai penyusunan sistematik terhadap buku dan bahan pustaka lain atau katalog atau entri indeks berdasarkan subjek, dalam cara paling berguna bagi mereka yang membaca atau mencari informasi. Dengan demikian, Klasifikasi berfungsi ganda, yaitu (1) sebagai sarana penyusunan bahan pustaka di rak, dan (2) sebagai sarana penyusunan entri bibliografis dalam katalog tercetak, bibliografi dan indeks dalam tata susunan sistematis. Sebagai sarana pengaturan bahan pustaka di rak, klasifikasi mempunyai dua tujuan yaitu: (1) membantu pemakai mengidentikkan dan melokalisasi sebuah bahan pustaka berdasarkan nomor panggil, dan (2) mengelompokkan semua bahan pustaka sejenis menjadi satu. Dengan kata lain, tujuan utama klasifikasi di perpustal:aan adalah mempermudah dalam temu kembali informasi (bahan pustaka) yang dimiliki perpustakaan. Terdapat beberapa bagan klasifikasi yang dikenal di dunia perpustakaan dan informasi, antara lain Dewey Decimal Classification (DDC), Library of Congress Classification (LCC), Universal Decimal Classification (UDC) dan Colon Classification. Adapun dalam pelaksanaan matrikulasi PIBP di STAIN Ponorogo hanya dikenalkan Dewey Decinal Classification (selanjutnya disebut DDC saja). Bagan klasifikasi D DC ini merupakan bagan klasifikasi yang paling populer dan paling banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Bagan ini diciptakan oleh Melvil Dewey (1851-1931). Edisi pertama berupa pamflet setebal 44 halaman, terbit tahun 1876 dengan judul A Classifica'ion and Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of a Library. Setelah penerbitan edisi ke-16 tahun 1958 muncul kebijakan untuk merevisi bagan DDC ini setiap 7 tahur,, dan sekarang telah sampai pada edisi ke-21 yang terdiri atas 4 jilid tebal: jilid 1 berisi tabel subdivisi standar, jilid 2 bagan dari keas 000-500, jilid 3 bagan dari kelas 600-900, dan jilid 4 berisi indcks relatif. DDC merupakan bagan Klasifikasi sistem hirarki yang menganut prinsip “desimal” dalam membagi cabang ilmu pengetahuan. DDC membagi semua ilmu pengetahuan ke dalam 10 kel:s utama (main classes) yang diberi notasi berupa angka Arab 000-900. Setiap kelas utama dibagi secara desimal menjadi 10 subkelas (</vision). Kemudian subkelas dibagi lagi menjadi 10 seksi (section), dan seterusnya. Dalam pembelajaran penelusuran buku-buku referensi (reference books) pada mulanya dijelaskan tentang pengertian buku referensi, kemudian diajar-kan mengenai karakteristik masingmasing buku-buku referensi tesebut beserta cara penelusurannya secara cepat dan tepat. Kata referensi secara leks kal berarti sumber acuan (rujukan, petunjuk).” Adapun yang dim aksud dengan reference books di sini adalah buku-buku perpustakaan yang tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang, hanya boleh dibaca atau difoto copy karena merupakan koleksi khusus dan jumlahnya sangat terbatas. Di antara koleksi reference books tersebutialah [1] Kamus yang terdiri dari kamus bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris) serta kamus istilah yang sesuai dengan bidang ilmu tertentu. [2] Ensiklopedi yang terdiri dari ensiklopedi bersifat umum dan keislaman. [3] Buku-buku berbahasa Arab (kitab kuning) yang berkaitan dengan Al-Qur’an, hadits, tafsir, figh, bahasa, sejarah dan pemikiran Islam lainnya. [4] Indeks yang terdiri dari indeks Al-Qur’an dan hadits. [5] Buku-buku yang memuat Undang-Undang. Berikut ini adalah sebagian contoh dari uraian mengenai karakteristik buku-buku referensi. Di bidang Al-Qur’an terdapat buku al-Mu'jam al-Mufahras li Alfadz al-Qur'an al-Karim karya Muhammad Fuad ‘Abd al-Bagi. Buku ini disusun alfabetis, berdasarkan akar kata, nomor surat disebutkan, ayat ditulis sebagian, dilengkapi dengan jumlah penyebutan ayat, kelompok surat (Makkiyah &, Madaniyyah ¢ ). Juga buku Tafsir al-Munir fial-’Agidahwa al- Syari’ah wa al-Manhaj karya Wahbah al-Zuhaily. Buku ini terdiri dari 16 volume, 32 juz, Indeks Al-Qur’an di volume 16 disusun alfabetis serta tematis dengan merujuk kepada juz dan halaman tafsir tersebut.” Di bidang hadits terdapat buku al-Mu'jam al-Mufahras liAlfadz al-Hadits al-Nabawy karya A.]. (Arent Jan) Wensinck et. al. Buku ini terdiri dari 8 volume, disusun secara alfabetis, berdasarkan akar kata yang terdapat di matan hadits, menggunakan rujukan 9 nama kitab, nomor hadits disebutkan, matan hadits ditulis sebagian. Kode kitab dan petunjuk pemakaian yang terdapat di volume 7 adalah sebagai berikut: al-Bukhari ¢, Muslim ¢, Abu Dawud > , al-Thirmidhi <, al-Nasa’i O, Ibn Majah 42 /'3, alDarimi > , Malik k. , Ahmad b. Hanball as /Ja2 Juga buku Shahih Muslim bi Syarh al-Naw wy karya al-Tmam Abu Zakariyya Yahya b. Syaraf al-Nawawy. Buiku ini terdiri dari 17 volume dalam 9jilid, indeks setelah volume 17 terdapat dijilid 9 ditulis oleh Shidqi Jamil al- Attar, disusun alfabetis berdasarkan awal matan hadits, nomor urut hadits sesuai indeksnya dapat dilihat di indeks pada halaman 6 atau cover luar da:: dalam kitab tersebut.” Ada pula buku Taqrib al-Tahdhib karya Tbn Hajar al- ‘Asqalany. Buku ini terdiri dari 2 volume (alif - ghayn / nomor 1-5558 dan fa’ - ya’ / nomor 5559-9089, merupakan ringkasan atau panduan sebelum menggunakan Kitab Tahdhib al-Tahdhib yang disusun secara alfabetis.”? Kitab Tahdhib al-T hdhib ini terdiri dari 10 volume, disusun secara alfabetis juga berdasarkan nama asli, memuat 9089 perawi beserta kualitas individunya masing-masing, volume 10 memuat gelar / julukan dan para perawi wanita. Di bidang ilmu figh terdapat buku al-Figh al-Islamy wa Adillatuh karya Wahbah al-Zuhaily. Buku ini terdiri dari 8 volume, indeks terdapat di volume 8 disusun secara alfabetis, tematis dengan merujuk kepada juz dan halaman kitab tersebut.* Di bidang bahasa terdap::tal-Munjid fi al-Lughah wa al-A’lam. Buku ini terdiri dari dua bagiar. yaitu kamus bahasa Arab (disusun oleh Louis Ma’luf et. al.) dan ensiklopedi nama-nama tokoh, tempat dan sebagainya (disu;un oleh Ferdinand Tawtal et. al.) secara alfabetis. Penelusuran kamus berdasarkan akar kata sebagaimana kamus-kamus luin pada umumnya.® Juga Kamus Kontemporer Arab Indonesia karya Atabik Ali dan A. Zuhdi Muhdlor. Penelusuran kamus tidak berdasarkan akar kata sebagaimana kamus-kamus lain pada umumnya, tetapi berdasarkan “Kata Jadi”. Con oh: Jika mencari kata (A;-'A tidak di huruf ‘zin, namun di huruf nim ' Selain itu ada pula Lisan al- ’Arab karya Ibnu Mandzur. Buku ini terdiri dari 15 volume, disusun secara alfabetis dari huruf terakhir, dan tiap huruf dibagi per fashl dari alif - ya'V” Di bidang ensiklopedi terdapat Kasyf al-Dzunun ‘an Asamy al-Kutub wa al-Funun karya Haji Khalifah Mandzur. Buku ini terdiri dari 6 volume, disusun secara alfabetis, volume 1 sampai 4 mencakup nama-nama judul buku, volume 5 sampai 6 mencakup namanama penulis atau tokoh yang disusun berdasarkan nama asli (bukan berdasarkan gelar atau julukan).”® Juga Siyar A’lam alNubala’ karya Muhammad b. Ahmad b. Usman al-Dzahaby. Buku ini terdiri dari 17 volume ditambah 2 volume indeks, disusun secara alfabetis, memuat 6818 nama (sampai tahun 742 H) yang dapat dipakai menelusuri kualitas pribadinya, volume 1 sampai 2 mencakup biografi Nabi dan Khulafaur Rasyidun dalam satujilid, volume 3 sampai 17 mencakup biografi para Shahabat sampai Tabi’in tahun 742 H, indeks I (memuat ayat, hadits, peribahasa, syair, agama, golongan, buku) sedangkan indeks I (memuatnamanama tokoh dan tempat)." Di samping itu ada The Encyclopedia Americana yang terdiri dari 30 volume, disusun secara alfabetis, indeks terdapat di volume 30 dan Ensiklopedi Hukum Islam yang terdiri dari 6 volume, disusun secara alfabetis, tematis, dan indeks terdapat di vol. 6. Dalam pembelajaran OPAC dijelaskan bahwa OPAC (Online Public Access Catalog) adalah sebuah katalog online (berbasis komputer) yang digunakan untuk menelusuri informasi tentang koleksi dari sebuah perpustakaan. Pada era terdahulu dikenal katalog dari kertas. Kini, pada umumnya katalog telah dibuat dengan bantuan komputer atau berbasis komputer dan bisa digunakan oleh banyak orang dalam satu waktu (multi user). Adapun OPAC sebagai alat telusur mempunyai fungsi [1] Menyediakan akses informasi koleksi perpustakaan, [2] Menyediakan informasi mengenai keberadaan sebuah koleksi, [3] Menyediakan informasi mengenai buku-buku: yang berkaitan dengan kata kunci tertentu, [4] Menyediakan informasi mengenai jumlah buku / koleksi yang ditemukan, [5] Cek peminjaman buku, dan [6] Memesan koleksi perpustakaan. Sedangkan pemakaian OPAC dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penelusuran melalui ekspresi pencarian dan indeks. Dalam pembelajaran media CD-ROM diterangkan mengenai pengertian CD-ROM dan cara pemanfaatannya untuk penelusuran informasi. CD-ROM atau Compact Disks Read Only Memory adalah piringan rekaraan yang dapat digunakan untuk menyimpan data dan progran:-program komputer, baik berupa suara, gambar, teks maupun {ata yang lain. Sebuah CD dapat menyimpan sampai 650 Megab tes data atau hampir sama dengan 1.500 floppy disk atau 250.000 lembar kertas. Secara umum kelebihan CD-ROM terletat pada kemampuannya untuk menyimpan data dalam jumlah besar serta tidak memerlukan rak penyimpanan khusus seperti halnya media cetak. Sejalan dengan segala kelebihannya, ada juga lelemahannya. Satu cakram media ini biasanya hanya dapat diguriakan untuk satu orang pada suatu waktu, harganya relatif mahal, dan membutuhkan peralatan khusus untuk dapat membaca / menggunakannya. Melalui CD-ROM pengguna dapat melakukan penelusuran informasi secara cepat dalam jumlah yang sangat besar. Informasi yang tersedia dalam CD-ROM dapat di akses sesuai dengan kebutuhan pengguna. Koleksi CD-ROM yang tersedia di STAIN Ponorogo antara lain Al-Qur‘air al-Karim (berisi tafsir Jalalain, alQurthubi dan Ibnu Katsir), Mcwsu’at al-Hadith al-Syarif (berisi 9 kitab hadits atau al-Kutub al-1:s’ah) dan al-Maktabah al-Syamilah (terdiri dari ribuan kitab yang diklasifikasikan ke dalam berbagai macam bidang ilmu agama). Dalam pembelajaran Internet dijelaskan mengenai pengertiannya dan cara penggunaarnya untuk menelusuri informasi pustaka. Internet merupakan I :terconnection Network yang berarti hubungan jaringan komputer (».2twork). Sedangkan network sendiri diartikan sebagai sistem komunikasi data antar komputer. Misalnya, jaringan komputer vang paling sering kita temukan adalah LAN (Local Area Network; yang menghubungkan komputerkomputer yang berada dalam stiatu area atau lokasi tertentu seperti kampus STAIN Ponorogo. Internet merupakan jaringan komputer global yang menyediakan berbagai fasilitas sumber informasi yang mudah diakses oleh semua orang dengan menggunakan fasilitas komputer. Jika semua manusia akan mengakses internet, maka mereka akan memasuki dunia global, lintas negara dan wilayah. Dengan mempelajari internet, mahasiswa diharapkan mampu menguasai tentang teknologi komunikasi berbasis informasi, mampu memanfaatkan komputer untuk membekali diri dalam mengasah kompetensi diri sehingga akan semakin pandai dalam mencari dan menjelajah dunia maya dalam mencari informasi, serta mampu menggunakan internet untuk berkomunikasi antar suku dan bangsa agar menambah informasi dan juga data yang dibutuhkan. C. Matrikulasi PIBP Dan Peningkatan Mutu Akademik Pada dasarnya pelaksanaan matrikulasi PIBP diarahkan agar mahasiswa mampu mencari atau menelusuri informasi dan bahan pustaka secara mandiri, cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan informasi dan bahan pustaka yang dicari, baik manual maupun otomatik dan digital. Lebih khusus lagi, mahasiswa diharapkan mampu memahami sistem layanan dan penelusuran informasi yang diterapkan di perpustakaan STAIN Ponorogo, serta supaya mahasiswa mengetahui berbagai alternatif sarana penelusuran informasi dan bahan pustaka (misalnya penelusuran reference books, OPAC, CD ROM dan Internet). Agar materi yang dipelajari dapat diserap dengan mudah, maka strategi pengajaran yang diterapkan antara lain melalui metode ceramah, peragaan dan praktek langsung dengan difasilitasi oleh tenaga perpustakaan yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Adapun sumber pembelajaran yang dipergunakan di antaranya ialah buku Profil dan Tatib Perpustakaan, Pedoman Klasifikasi Islam dan Umum terbitan Depag dan Perpusnas, OPAC, CD-ROM (Encyclopedia Britannica, Tafsir Al-Qur’an, dan Hadits), internet serta buku-buku lain yang berkaitan dan relevan. Dengan menilik kembali peran dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi yang sangat vital, dapat dinyatakan bahwa maju mundurnya suatu lembaga perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh keberadaan perpustakaan yang memadai. Namun apalah gunanya perpustakaan yang koleksinya lengkap, tetapi para penggunanya (terutama dari kilangan mahasiswa) tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal hanya karena ketidakmampuan mereka dalam menelusur: informasi melalui bahan pustaka yang tersedia. Tentunya tidak ac a yang menginginkan mahasiswa kita menjadi tak ubahnya seper:i anak ayam yang mati kelaparan di lumbung padi. Terkaitdengan hal di atas, penulis mempunyai kisah tersendiri. Pada suatu hari ketika sedang bertugas di bagian layanan referensi sebagaimana biasanya, penulis didatangi beberapa mahasiswa semester [l yang sedang mengerjakan tugas perkuliahan dari dosen mereka untuk mat: kuliah hadits. Rupanya mereka mengalami kesulitan mencari matan hadits yang ditugaskan. Sebelumnya mereka telah membuka dan melacak hadits yang dimaksud di dalam buku al-Mu jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadits al-Nabawy karya A. J. Wensinck sebagaimana diarahkan oleh sang dosen. Di buku tersebut disebutkan bahwa hadits itu terdapat di al-Musnad karya Ahmad ibn Hanbal. Selama sekitar seperempat jam kemudian mereka membola k-balik kitab al-Musnad yang terdiri dari sepuluh volume tersebut, tetapi belum juga menemukannya. Selanjutnya penulis mem bantu mereka untuk menelusuri hadits yang diinginkan. Namun sebelumnya penulis bertanya kepada mereka apakah mereka pada semester pertama dahulu telah mengikuti matrikulasi PIBP. Ternyata mereka sama sekali belum mengikuti materi PIBPST AIN Ponorogo dikarenakan sikap acuh mereka terhadap progra:a tersebut. Sebenarnya, jawaban mereka itu seperti perkiraan pen: lis sebelumnya. Andaikata mereka telah mengikuti matrikulasi, tentunya mereka tidak mengalami kesulitan mencari hadits yang diinginkan. Mereka tidak perlu membuka dan membolak-bali’: semua jilid dari kitab al-Musnad seandainya mereka mengetahu: bahwa kitab tersebut sebenarnya telah dilengkapi indeks atau faiiaris yang berjumlah dua volume. Mereka tinggal mengamati awa' matan hadits yang dimaksud dan kemudian melacaknya terlebih dahulu di salah satu buku indeks tersebut. Sesudah itu, mereka baru mencarinya di volume dan nomor hadits dari kitab al-Musrad sebagaimana ditunjukkan oleh bukuindeksnya. Demikianlah, kisah nyata yang menggambarkan betapa pentingnya mengikuti matrikulasi PIBP yang telah dilaksanakan oleh UPT Perpustakaan. Para mahasiswa di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan menelusuri informasi bahan pustaka bukan karena tidak mau melaksanakan tugas, tetapi karena kurangnya pengetahuan mereka mengenai cara penelusuran buku-buku referensi. Ilustrasi di atas secara gamblang menunjukkan bagaimana akibat yang timbul jika seorang mahasiswa tidak mampu mengerjakan tugas kuliahnya disebabkan ketidaktahuannya dalam menelusuri informasi di perpustakaan. Apabila ia tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperintahkan dosen, maka sudah dapat dipastikan nilai akademisnya otomatis akan jatuh. Lebih jauh Iagi, jika jumlah mahasiswa yang demikian keadaannya sangat banyak, maka dapat dipastikan mutu akademis di perguruan tinggi yang bersangkutan akan turut jeblok dan kualitas alumninya pun tidak akan dapat memenuhi harapan masyarakat.
Conclusion
Berpijak dari paparan tentang materi matrikulasi pembela- jaran PIBP dan hubungannya yang amat erat dengan upaya membekali mahasiwa supaya terampil dan mandiri dalam penelusuran informasi bahan pustaka secara cepat dan tepat, maka di akhir tulisan ini dapat dikemukakan bahwa pelaksanaan matrikulasi pembelajaran PIBP bagi semua mahasiswa baru (yang sejak awal kuliah masing-masing mahasiswa sangat beraneka ragam dalam kemampuan akademis) sesungguhnya mempunyai manfaat yang benar-benar signifikan untuk menunjang peningkatan mutu akademis mahasiswa pada khususnya, serta lembaga perguruan tinggi pada umumnya.