Kembali
16
1
2017 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 9 · 1 ISSN 2502-4108

PENGGUNAAN SUBJECT AUTHORITY PADA SISTEM TEMU KEMBALI DAN RELEVANSINYA UNTUK PENELUSURAN KOLEKSI KITAB KUNING PUSAT PERPUSTAKAAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Politeknik Negeri Malang (Polinema)

Abstrak

Penelitian ini menggambarkan bagaimana penggunaan subject authoritypada sistem temu kembali dan relevansinya untuk penelusuran koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Latar belakang penelitian ini selain didasari dari penelitian terdahulu juga karena Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan perpustakaan dengan berbasiskan Islam yang memiliki koleksi kitab yang cukup banyak. Dalam penerapannya perpustakaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam hal pengelolaan antara koleksi kitab tersebut dengan koleksi umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) relevansi penelusuran melalui subject authority koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat dikatakan rendah dan tidak efektif serta tidak ideal yaitu menghasilkan recall 70% dan precision 58,3%.</p> <p>2) Proses penggunaan subject authority koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kurang sesuai dengan prinsip penggunaan, di mana dihasilkan: tidak konsistenya penggunaan subyek (dari 97 sampel 37 subyek tidak konsisten), penggunaan kosa kata indeks subyek yang bukan merupakan kosa kata terkendali (dari 97 sampel 56 diantaranya bukan merupakan kosa kata terkendali), kurang diperhatikannya prinsip pemakaian dan istilah asli vs asing (dari 74 subyek yang merupakan istilah Arab beberapa diantaranya tidak sesuai dengan proses transliterasi Arab – Indonesia) dan penerapan subject authority yang kurang fokus dengan pokok bahasan kitab (ditemukan pada 16 koleksi kitab)</p>

Abstract

This research describe about how use subject anthority to the retreival system and relevance to search kitab kuning collections in UIN Manlana Malik Ibrabim Library Center Malang. Background in this research is from the past researchs and becanse UIN Manlana Malik Ibrabim Library Center Malang based from Islamic and have so many book collections. In this library have a different wisdom to managing book collections and general collections. Resuit from this research is : (1) relevance search by subject anthority kitab kuning collection UIN Maniana Malik Ibrabim Library Center Malang not effective and ideal and then bring ont recall 70% and precision 58.3%. (2) use process on subject authority kitab kuning collections UIN Maunlana Malik Ibrabim Library Center Malang are not match with use principal, and have a result: there are not consistent using a subject (from 97 sample, 37 sample are not consistent), vocabulary index subject use don’t have a control langnage (from 97 sample, 56 are not controlling), using original name versus foreign is lack of attention (from 74 subject, there some Arabic name are not consistent with Arabic-Indonesian transliteration process) and subject anthority use are not focus with primary books (in 16 book collections).
Keywords: relevance · subject anthority · kitab kuning

Introduction

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menumbuhkan berbagai macam sumber informasi dari berbagai sub-disiplin ilmu pengetahuan yang dituangkan dalam buku-buku teks, jurnal penelitian, majalah dan bahwa adalah fungsi lain utama sebagainya. setiap Miswan perpustakaan (2010:20) atau mengungkapkan pusat dokumentasi mengumpulkan, memelihara, mengolah, memanfaatkan, dan menyediakan informasi kepada pemakai. Agar nantinya informasi tersebut dapat disampaikan dan terlihat manfaatnya secara nyata maka dalam penerapannya haruslah dilakukan suatu pengorganisasian informasi sesuai dengan standar pengelolaan yang benar.! Salah satu standard dalam pengorganisasian informasi di perpustakaan terutama pada perpustakaan perguruan tinggi, sebagaimana terdapat dalam SNI perpustakaan 7330: 2009 disebutkan bahwa pengorganisasian materi perpustakaan materi perpustakaan meliputi kegiatan deskripsi, penentuan tajuk subyek, deskriptor serta kegiatan bibliografis lainnya untuk keperluan penyimpanan sarana temu kembali dokumen di perpustakaan. Adapun beberapa acuan standar (7o0/s) yang digunakan dalam pengorganisasian informasi di perpustakaan meliputi: cazalogne code contohnya (AACR2), bibliographic format contohnya (MARC 21), subject heading contohnya (LCSH) dan anthority control contohnya (DDC, LC, UDC).Chowdhury memberikan ontline kegiatan pengorganisasian informasi perpustakaan salah satunya adalah kegiatan pengindeksan subyek sebagai upaya pendekatan informasi di untuk subyek.’ menyediakan Berkaitan sarana dengan perpustakaan salah satunya akses kegiatan informasi melalui pengorganisasian melakukan pengindeksan subyek, tentunya diperlukan adanya suatu keseragaman melalui vocabullary control terhadap subyek yang dipilih demi kelancaran dan keberhasilan di dalam proses temu kembali informasi. Keseragaman melalui vocabulary control pada subyek tersebut nantinya sangat mempengaruhi perolehan (recall) dan ketepatan (precission) sistem temu kembali informasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna terhadap informasi yang mereka butuhkan. Pentingnya perpustakaan menentukan pengindeksan subyek melalui vocabulary control utamanya pada subyek koleksi Islam, mengingat bahwa bidang kajian Ilmu Islam sangatlah kompleks. Bahkan jika melihat diantara koleksi Islam tersebut selain koleksi buku-buku terjemahan, adapun koleksi yang murni berbahasa Arab atau apa yang biasa disebut masyarakat dengan sebutan “kitab kuning”. Menjadi permasalahan tersendiri bagi perpustakaan khususnya perpustakaan yang berbasiskan Islam karena koleksi kitab tersebut memiliki beberapa keunikan sebagai berikut:* 1. 2. Judul kitab kuning sebagian besar tidak mencerminkan pokok bahasan atau subyeknya secara jelas. Nama — nama pengarang kitab kuning kebanyakan adalah orang Arab, di mana termasuk dalam kategori nama yang lcukup rumit dan banyak variasinya. Realita mengenai pelaksanaan vocabulary control atau yang biasa disebut dengan kosa kata terkendali subyek khususnya pada koleksi kitab kuning apakah sudah dapat dikatakan berjalan dan diterapkan dengan baik, tentunya masih belum. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa penelitian terdahulu, salah satunya pada penelitian Ansor (2011) mengenai Swbject Aunthority Control pada koleksi kitab kuning di Perpustakaan Sekolah Tinggi Kuliyatul Qur'an (STKQ) Al-Hikam Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapannya terdapat penggunaan kosa kata yang tidak seragam dan konsisten.’ Data menunjukkan beberapa penggunaan kosa kata subyek yang tidak konsisten meliputi: 1 2 3. 4 5 Akhlag dengan Akhlak Al-Quran dengan Quran Fighdengan Figih Hukum Perkavinan dengan Hukum perkawinan (Islam), Nikah dengan Pernikahan 6. 7. 8. 9. 10, Ushul Figh dengan Ushul Figih Al-Quian— Tajwid dengan Tajwid Hadis dengan Hadits Islm - Sejarah dengan Tarikh Tslam, Sejazah Tslam danlain sebagainya Ketidak konsistenan yang terjadi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Kuliyatul Quran (STKQ) Al — Hikam Depok tersebut disebabkan ketidak tepatan dalam menggunakan buku pedoman dalam penentuan tajuk. Pustakawan pengindeks dalam hal ini tidak taat azaz dalam pemilihan kosa kata yang tepat, dan tidak bisa mengontrol kosa kata sinonim, homograf dan menggubungkan istilah berdasarkan makna. Merujuk pada hasil penelitian di atas, dapat diindikasikan bahwa tidak adanya suatu vocabulary control pada subyek yang dipergunakan secara konsisten pada saat mengindeks nantinya dapat juga berdampak pada nisbah perolehan (recall ratio) dan nisbah ketepatan (precision) dalam sistem temu kembali informasi. Belum lagi jika tidak adanya acuan penunjukan sebagai penghubung di dalam OPAC (Owline Public Acces Catalogue) seperti istilah ‘lihat” (see) dan ‘lihat juga” (see also) sebagai penghubung antara bahasa yang dipergunakan oleh pustakawan dengan bahasa yang dipergunakan oleh pengguna, sebagaimana yang terdapat pada katalog manual. Hal tersebut tentunya akan diperoleh hasil yang tidak maksimal ketika melakukan suatu penelusuran. Berkaitan dengan penggunaan vocabulary control pada koleksi kitab kuning, Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu perpustakaan universitas negeri Islam di kota Malang di bawah naungan DEPAG yang secara garis besar koleksi perpustakaan sudah dikelola dengan sistem antomasi. Perpustakaan juga memiliki Saudian Arabian Corner yang di dalamnya banyak sekali kitab-kitab terutama bidang kajian Islam atau apa yang disebut dengan istilah kitab kuning. Berbeda seperti comer pada umumnya Sandian Arabian Corner yang dimiliki oleh Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan corner yang memang asli dimiliki dan dikelola oleh perpustakaan (bukan hanya numpang). Dalam pengorganisasian informasi perpustakaan juga memiliki kebijakan yang berbeda untuk pedoman yang digunakan dalam pengelolaan khususnya koleksi kitab kuning tersebut. Kebijakan dilakukan mengingat karena pedoman yang digunakan pada koleksi umum dirasa masih kurang mewadahi jika digunakan sebagai pedoman koleksi kajian Islam yang cukup kompleks. Khusus untuk sistem klasifikasi perpustakaan kini telah mengembangkan dengan memadu antara sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification) seksi Islam dengan Sistem Klasifikasi Islam versi DEPAG, di mana merupakan sistem klasifikasi yang pernah digunakan sebelumnya. Melihat fenomena ini sangat kontras dengan sistem tajuk subyek yang digunakan, dalam penerapannya ternyata perpustakaan tidak melakukan pengembangan lebih lanjut sebagaimana yang dilakukan pada sistem klasifikasi yang digunakan. Padahal di dalam pengorganisasian informasi tersebut terutama dalam hal pengindeksan subyek penggunaan pedoman tajuk subyek sangatlah penting demi terciptanya suatu vocabulary control pada subyek dan nantinya secara otomatis juga berdampak pada kelancaran sistem temu kembali informasi di perpustakaan. Berdasar pada latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Penggunaan Subject Authority Pada Sistem Temu Kembali dan Relevansinya untuk Penelusuran Koleksi Kitab Kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Method

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan meode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggambarkan secara sistematis tepat dan akurat yang berhubungan dengan fakta-fakta yang terdapat dilapangan atau fakta dan karakteristik populasi tertentu serta bidang tertentu. Teknik sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik systematic random sampling yaitu merupakan cara mengambil sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Dengan teknik ini maka populasi setiap unit sampel memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.®

Conclusion

Sesuai dengan hasil temuan dan analisis dalam penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa pertama mengenai tingkat relevansi penelusuran melalui subject anthority koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang rendah yaitu menghasilkan reca// 70% dan precision 58,3%. Sehingga dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penelusuran tidak efektif karena precision lebih rendah dari recall dan tidak ideal karena antara precision and recall tidak menunjukkan perbadingan 1; 1. Berkaitan dengan penggunaan subject anthority koleksi kitab kuning pada Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kurang sesuai dengan prinsip penggunaan yang dikemukakan oleh Itner (2001). Berdasar kesimpulan yang dipaparkan di atas, agar relevansi penelusuran dan penggunaan subject anthority dalam sistem temu kembali koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat efektif dan diterapkan dengan baik, pertama perlu adanya upaya pengoptimalan hal relevansi pada sistem temu kembali Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, meliputi recal/ and precision utamanya pada koleksi kitab kuning. Upaya pengoptimalan tersebut dapat dilakukan dengan menambah fitur didalam penelusuran salah satunya ditambahkan jenis bahasa dokumen yang akan ditelusur maupun kode—kode tertentu yang menunjukkan bahwa kolekjsi tersebut merupakan koleksi kitab misalkan diberikan kode KK dan lain sebagainya. Hal tersebut nantinya dapat meningkatkan ketepatan (precision), mengingat rendahnya hasil precision dalam sistem temu kembali koleksi kitab kuning. Kedna subject perlu adanya mekanisme pengawasan terhadap penentuan anthority koleksi kitab kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pengawasan dalam hal ini meliputi pekerjaan pengindeksan subyek yang sudah dikerjakan oleh pustakawan pengindeks harus melalui pengecekan atau terlebih dahulu melalui pustakawan senior yang mengerti dan bertanggung jawab atas pekerjaan pengolahan koleksi, adanya pengecekan kembali terhadap entrian yang sudah masuk kedalam database untuk mengindari dan meminimalisir terjadinya kesalahan serta kerancuan entrian karena ternyata data cantuman kitab yang dilakukan entri ternyata sudah ada dalam database. Ketjga, perlu adanya kebijakan dalam kualifikasi pustakawan utamanya dalam hal pengolahan koleksi kitab kuning. Kualifikasi difokuskan pada pustakatawan yang memiliki kompetensi pendidikan formal minimal S1 Ilmu Perpustakaan dengan memiliki kemampuan berbahasa Arab serta mampu menguasai teknologi informasi, ataupun mereka yang tidak linier ilmu perpustakaan (S1 Bahasa Arab/Tarbiyah S2 Ilmu Perpustakaan). Keempat, Daftar Tajuk Subyek Islam perlu adanya dan pengembangan lebih lanjut, mengingat bahwa kosa kata yang terdapat dalam revisi tajuk subyek dirasa kurang melihat semakin berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tentunya membawa dampak pada ilmu pengetahuan baru yang bermunculan dan berkembang.