Kembali
16
1
2017 Jurnal Pari Vol 3 · 1 ISSN 2549-0133

“Go Mobile” Perpustakaan di Era Digital

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Abstrak

“Now that everything is digital” Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Baik itu corporate maupun lembaga yang bergerak di bidang jasa dan teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi merubah aktivitas menjadi cepat, akurat dan fleksibel. Perpustakaan sebagai pusat data dan informasi sudah selayaknya memanfaatkan teknologi informasi dalam manajemen pengelolaan dan pengolahan koleksi yang ada. Penggunaan Go Mobile dalam manajemen perpustakaan diharapkan akan menjadikan perpustakaan bisa diakses dari mana saja dengan lebih mudah dan bersahabat. Penggunaan teknologi informasi akan membuat perpustakaan lebih berkembang sesuai dengan kebutuhan pemustakanya.

Abstract

“Now that everything is digital” The development of information and communication technology brings many changes in various sectors. Whether it is corporate or institute engaged in the field of services and technology. Information and communication technologies change activity to be fast, accurate and flexible. Library as a data center and information should be utilizing information technology in the management management and processing of existing collections. The use of Go Mobile in library management is expected to make the library accessible from anywhere with more ease and friendship. The use of information technology will make the library more developed in accordance with the needs of the librarian.
Keywords: Digital technology · information · library · Go Mobile

Introduction

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Baik itu corporate maupun lembaga yang bergerak di bidang jasa dan teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi merubah aktivitas menjadi cepat, akurat dan fleksibel. Sebagai dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat, telah membawa fenomena pergeseran orientasi kebutuhan pengguna akan informasi berbasis teknologi informasi. Lingkungan yang selalu berubah, sehingga mempengaruhi gaya hidup pengguna menjadi lebih praktis. Di era ketergantungan dengan teknologi sekarang ini untuk berbelanja sembari duduk? bukan hal tabu di masa kini. Semua bisa dilakukan dengan beberapa sentuhan melalui smartphone atau tab kapan dan dimana saja. Itulah mengapa pebisnis online memandang mobile marketing secara serius. Orang tidak lagi mau menunggu lama untuk mendapatkan kebutuhan mereka, seperti layaknya sebuah informasi yang disampaikan kepada pengguna. Untuk saat ini ada 2 miliar pengguna smarthphone yang selalu mengakses setaiap aplikasi yang dapat mempermudah dalam berbagai hal. Banyaknya sarana komunikasi, digital marketing dan hiburan yang semakin canggih belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru dalam masyarakat yang menarik. Istilah-istilah baru yang berkenaan dengan benda-benda itu juga menjadi ramai bermunculan. Istilah tersebut umumnya datang dari bahasa Inggris, seperti belanja online, SMS/Short Message Service, Video Call,dan gadget. Di Indonesia kini gadget bukan lah sesuatu yang asing lagi, melainkan sebuah barang penting yang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutam pelajar dan pebisnis. Menurut William & Sawyer, (2003) teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. (Martin, 1999). Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi data, menyebar informasi baik informasi berupa gambar, suara, video, informasi lain sehingga dapat digunakan sebagai strategi pengambilan keputusan. Jadi teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer tetapi gabungan dari teknologi computer dan teknologi komunikasi. Penggunaan aplikasi bisa dimanfaatkan dalam semua bidang kehidupan, diharapkan bisa juga dipergunakan untuk pengembangan perpustakaan agar bisa dikembangkan menjadi perpustakaan yang bisa diakses dan dikenal di seluruh penjuru dunia. TINJAUAN PUSTAKA Digital berasal dari bahasa Yunani yaitu Digitus yang berarti Jari Jemari. Biasanya mengacu pada sesuatu yang menggunakan angka, terutama bilangan angka biner. Bahasa biner adalah jantung dari komunikasi digital. Menggunakan bilangan 1 dan 0, diatur dalam kode yang berbeda untuk memudahkan pertukaran informasi. 1 dan 0 juga disebut sebagai bit (Binary Digit) dari kata digit biner yang mewakili potongan terkecil dari informasi dalam sistem digital. Perkembangan teknologi yang hadir dengan sistem digital telah memicu pengembangan garis komunikasi baru, informasi teknik manipulasi, dan peralatan komunikasi yang sudah ada sebelumnya saluran dan perangkat juga telah terpengaruh. Ini adalah salah satu kekuatan pendorong revolusi komunikasi ini. Teknologi digital, adalah teknologi yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia, atau manual. Tetapi cenderung pada sistem pengoperasian yang otomatis dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat dibaca oleh komputer. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem penghitung yang sangat cepat yang memproses semua bentukbentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. Teknologi digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. selain internet seperti media cetak, telivisi, majalah, Koran dan lain-lain bukanlah termasuk dalam kategori teknologi digital. Perkembangan aplikasi berbasis sistem operasi mobile telah menjadi populer. Program aplikasi yang berjalan pada smartphone dan tablet disebut aplikasi mobile. Aplikasi mobile biasanya dikembangkan dan dioperasikan sesuai dengan Sistem Operasi mereka, dan biasanya tersedia dari aplikasi distribusi platform, seperti Google Play, Apple App Store.

Method

Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah melalui studi pustaka melalui bukubuku, artikel jurnal online maupun artikel media cetak yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi mobile yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk perpustakaan.

Result & Discussion

Melihat perkembangan yang terjadi saat ini dan mengantisipasi apa yang akan berkembang di masa depan, tentu pustakawan akan perlu melakukan langkah-langkah yang dapat menunjang keberlangsungan perpustakaan di era yang saat ini memasuki era dimana ketergantungan pada teknologi menjadi sangat besar. Pertama, pustakawan perlu mengembangkan fasilitasfasilitas yang dapat mengakomodasi kebutuhan pemustaka saat ini dan kemudian hari. Space tersebut meningkat karena pemustaka membawa tambahan perangkat saat bekerja di perpustakaan. Kedua, perpustakaan perlu mempertimbangkan penyediaan fasilitas-fasilitas baru di dalam perpustakaan, misalkan e-books dalam bentuk mobile yang terdapat di app store untuk penguna iphone atau google store untuk penguna android, sehingga dapat diakses dan diunduh diamana saja dan kapan saja oleh pemustaka. Ketiga penyediaan konten tersebut dapat memudahkan knowledge lifecycle (perputaran pengetahuan) dengan lebih baik tentu akan sangat mendukung pemustaka dalam meningkatkan pengetahuan. Perpustakaan sebagai fasilitas penyedia dan pendukung ilmu pengetahuan akan mampu mengakomodasi pemustaka apabila mampu mengenali teknologi informasi pada saat ini. Sistem digital mampu mengirimkan informasi lebih cepat dari analog Sistem analog lebih sensitif terhadap ganguan (noise), sistem digital lebih kebal terhadap gangguan (noise). Sistem Digital memiliki fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik dari sistem analog. Penyimpanan informasi itu dapat dilakukan oleh rangkaian pengalih khusus yang dapat menyesuaikan informasi tersebut dan menahannya selama diperlukan. Ketepatan dan ketelitiannya lebih tinggi. Sistem digital dapat menangani ketelitian sebanyak angka yang diperlukan hanya dengan menambahkan rangkaian pengalih saja. Dasar dari sistem digital adalah, jika kita memprogram diri kita untuk mencari beberapa huruf, misalkan alphanumeric dan symbol-simbol matematika. Dalam sistem analog, ketelitian biasanya terbatas hanya sampai tiga atau empat angka saja karena nilai tegangan dan arus didalamnya bergantung langsung pada kepada nilai komponen rangkaiannya. Salah satu contoh penggunaan teknologi digital dalam perpustakaan adalah “perpustakaan Go Mobile” yang hadir untuk memberikan akses secara virtual kepada pemustaka secara jarak jauh dimana pun dan kapan pun hanya dengan sekali sentuh. Perpustakaan Go-Mobile membutuhkan konten yang tentu saja mudah diakses. Oleh karena itu, harus mempertimbangkan media promosi yang ditunjukkan ke pada pemustaka. Dengan definisi di atas, kita mencoba mencari keuntungan dan kerugian sistim komunikasi digital dibandingkan dengan sistim analog. Keuntungan Komunikasi Digital : 1. Error hampir selalu dapat dikoreksi. 2. Mudah menampilkan manipulasi sinyal (seperti encryption). 3. Range dinamis yang lebih besar (perbedaan nilai terendah terhadap tertinggi) dapat dimungkinkan. Kerugian Komunikasi Digital : 1. Biasanya memerlukan bandwidth yang lebih besar. 2. Memerlukan sinkronisasi data. Keuntungan kedua dari sistim komunikasi digital adalah bahwa kita berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilainilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsifungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu

Conclusion

Dapat dikatakan untuk perubahan teknologi dari konvensional menjadi digital sangat besar terjadi di perpustakaan. Perubahan yang terjadi dalam industri informasi, digital marketing maupun teknologi informasi menjadikan perpustakaan semakin berkembang sesuai dengan perubahan kebutuhan pemustakanya. Untuk itu, perpustakaan akan tetap relevan bagi pemustakanya apabila perpustakaan mau dan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi. Media untuk penyampaian suatu informasi sangat penting untuk dikemas secantik mungkin dan mudah dicermati oleh pemustaka dengan konten sumber informasinya menjadi dasar untuk perubahan di perpustakaan. Penggunaan aplikasi mobile perpustakaan diharapkan bisa dikembangkan di kemudian hari di perpustakaan.