Kembali
16
1
2019 Jurnal Pari Vol 5 · 2 ISSN 2549-0133

METODE EVALUASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN: STUDI KASUS PEMETAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN JAKARTA TAHUN 2017-2019

Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta

Abstrak

Teknik pemetaan koleksi yang digunakan di Perpustakaan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta melibatkan koleksi sebagai bentuk evaluasi. Metode ini terfokus pada koleksi yang disediakan dan subjek yang dibutuhkan. Sebuah survey menggunakan kuesioner telah dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan koleksi bidang tertentu untuk pengembangan koleksi lebih lanjut. Sepuluh Subjek tersebut, yaitu: (1) Karya Umum, (2) Subjek Filsafat dan Psikologi, (3) Subjek Agama, (4) Subjek Sosial, (5) Subjek Bahasa, (6) Subjek Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika, (7) Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan, (8) Subjek Seni, (9) Subjek Sastra, (10) Subjek Sejarah.

Abstract

Collection mapping technic which used by Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta Library modified library collections reffered to collection evaluation. This method focused to served subjet and needed. A Survey has done by using questionnaire to identify the strength and weakness of certain subject fields for future Collection Development. Ten Subjects are: (1) Generalities, (2) Philosophy and Psychology, (3) Religion, (4) Social, (5) Language, (6) Science and Mathematic, (7) Technology and Applied Sciences, (8) Art, (9) Literature, (10) History.
Keywords: Collection Evaluations · Collection Development · Circulation Services

Introduction

1.1. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, BAB I, Pasal 1, disebutkan, bahwa: Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Kemudian, pada pasal 2 disebutkan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah dan dilayankan. Berdasarkan amanat Undang-undang tersebut, maka perpustakaan perlu melakukan penilaian terhadap koleksi, meningkatkan kualitasnya dan mengolahnya untuk kepentingan pemustaka. Koleksi Perpustakaan menurut (Borin & Yi, 2008) dapat dievaluasi dengan menggunakan metode berbasis koleksi. Namun sangat berguna untuk menggabungkanmodel evaluasi koleksi lama dan baru dengan mengadopsimetode evaluasi untuk sumber daya cetak dikombinasikan dengan statistik penggunaan berbasis baru untuk sumber daya elektronik. Perpustakaan STP Jakarta adalah perpustakaan khusus yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menunjang dan memperlancar tugas dan fungsi instansi yang bersangkutan/ lembaga induknya. Sejalan dengan pertambahan koleksi perpustakaan yang memiliki kekhususan bidang kelautan dan perikanan di lingkungan perguruan tinggi,maka perlu dijelaskan kegiatan metode evaluasi koleksi yang mendukung layanan. Sebagai bentuk tanggung jawab pustakawan, bahwa unsur pengembangan koleksi merupakan bagian dari menilai koleksi yang dimiliki. Maka melalui tulisan ini, pustakawan mencoba menjelaskan beberapa hal yang telah dilakukan di perpustakaan dalammempersiapkan layanan, seperti pengertian evaluasi koleksi,metode evaluasi koleksi, peta koleksi dan pemanfaatan koleksi di Perpustakaan STP Jakarta. 1.2. PERUMUSANMASALAH Berdasarkan keterangan yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan hal-hal yang berkaitan dengan evaluasi koleksi, yaitu: a. Koleksi yang dimiliki berdasarkan subjek b. Tingkat Kebutuhan Pengguna Terhadap Koleksi Sehingga pada kajian ini bertujuan untukmengevaluasi koleksi, berdasarkan: a. Koleksi yang dimiliki berdasarkan subjek b. Tingkat Kebutuhan Pengguna Terhadap Koleksi

Method

Teknik pemetaan koleksi yang digunakan di Perpustakaan STP Jakarta melibatkan koleksi sebagai bentuk evaluasi dokumen.Metode ini terfokus pada koleksi, yaitu koleksi yang dimiliki dan subjek yang diinginkan. Untuk mengevaluasi subjek yang diinginkan juga dilakukan pemeringkatan subjek yang dipilih pengguna secara kuantitatif menggunakan kuesioner tertutup dengan teknik survey. Pemetaan koleksi ini merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan koleksi bidang tertentu di perpustakaan khusus dengan maksud untuk pengembangan koleksi lebih lanjut.

Discussion

Evaluasi menurut (Aji B dan Sirait S, 1990) adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberi nilai secara objektif pencapaian hasil-hasil yang yang telah direncanakan sebelumnya. (Manulang 1996) mengungkapkan evaluasi adalah membandingkan hasil pekerjaan (actual result) dengan alat pengukur (standar) yang sudah ditentukan. Sebuah proyek pemetaan koleksi didefinisikan oleh (Bushing, 2006) sebagai batasan yang dikenakan oleh sumber daya waktu, tenaga, dan teknologi. Penilaian koleksi atau pemetaan tumbuh dari kebutuhan untuk dapat menggambarkan koleksi dengan cara lain dari pada daftar judul, sehingga membantu untuk membuat jenis alat kebutuhan yang bermanfaat terutama untuk perpustakaan besar. Pustakawan dapat mempertimbangkan bagaimana menentukan kedalaman dan luasnya koleksimereka dengan penilaian dari koleksi yang dimiliki. Teknikevaluasi koleksimenurut (Bushing,2006) telah berevolusi sebagai akibat dari perubahan teknologi di perpustakaan, tetapi tujuan danmanfaatnya tetapsama, yaitu kemampuan untuk memahami kekuatan dan kelemahan sumber daya informasi. Pengukuran tingkat keterpakaian koleksi telah dibuat standarnya dalam (International Organization for Standardization, 1998) dimana terdapat dua cara yaitu: 1. Ambil sampel secara representatif dari dokumen yang dimiliki perpustakaan, periksa dan catat apakah setiap dokumen dalam sampel sedang dipinjam atau sedang digunakan. 2. Gunakan sistem komputer untuk menghitung jumlah dokumen yang sedang digunakan pada hari yang sama. Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa, keberadaan perpustakaan pada tahun 1962 bersamaan dengan berdirinya Akademi Usaha Perikanan (AUP) yang masih dibawah Departemen Pertanian, terletak di Pasar Minggu. Pada awalnya perpustakaan AUP dikelola oleh seorang pengelola dengan fasilitas dan koleksi bahan pustaka yang sangat terbatas. Seiring dengan perubahan nama dari Akademi Usaha Perikananmenjadi DiklatAhli Usaha Perikanan (Diklat AUP) pada tahun 1979 perpustakaan mengikuti perkembangannya yaitu dikelola oleh seorang kepala perpustakaan dan dibantu oleh 5 orang staf. Koleksi bahan pustaka mengalami penambahan yang berasal dari : 1. Pengadaan dengan pembelian dari anggaran instansi. 2. Sumbangan dari FAO, 3. Sumbangan dari Direktorat Jenderal Perikanan berupa INFISH, 4. Sumbangan dari para alumni dan dosen. Pada tahun 1993 Diklat AUP berubah status menjadi Sekolah Tinggi Perikanan (STP), perpustakaan pun mengalami perkembangan yang cukup berarti antara lain, bertambahnya fasilitas dan bahan pustaka, penambahan dana, pengelolaan dan jumlah koleksi terus bertambah. Sejak tahun 2004 perpustakaan STPmengalami perubahan sistemdari sistemtertutup (Close Acces),menjadi sistemterbuka (Open Acces) sampai saat ini. Sesuai dengan visi danmisi perpustakaan,maka perannya sebagai perpustakaan khusus yaitu membantu tugas badan induk tempat perpustakaan bernaung, maka ketersediaan koleksi diutamakan untukmenunjang informasi yang dibutuhkan oleh civitas akademika dan pegawai yang berada di lingkungan STP Jakarta, sehingga subjek bahan pustaka difokuskan kepada: · Psikologi · Pengolahan Produk · Pemerintahan · literatur · Pendidikan · Geografi · Sosial · Agama · Ekonomi · Manajemen · Ilmu Terapan · IlmuMurni · Perikanan · Kesusastraan · Biografi Psikologi 1% Kesusastraan 1% Pengolahan Produk 1% Pemerintahan 1% literatur 2% Pendidikan 2% Referensi 2% Biografi, Geografi Sosial 3% 3% Agama 3% Ekonomi 5% manajemen 13% Ilmu Terapan 18% Ilmu Murni 18% Perikanan 27% 15 Subjek yang aktif diakses di Perpustakaan STP Jakarta Tahun 2017-2018 Diagram 1. Subjek-subjek yang aktif diakses di Perpustakaan STP Jakarta tahun 2017-2018 Pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan STP Jakarta dilakukan dengan seksama yaitu sesuai dengan fungsi perpustakaan di bidang pendidikan tinggi perikanan. Jenis bahan pustaka yang diprioritaskan adalah koleksi-koleksi pada bidang ilmu murni, terapan perikanan, seperti: buku teks, referens, jurnal dan hasil penelitian (KIPAdan Tesis). Buku teks sebagai koleksi utama layanan sirkulasi memiliki aktivitas sebagai berikut: Diagram 2.Aktivitas layanan peminjaman koleksi buku teks Perpustakaan STP Jakarta selama tahun 20172018 Mulai Menentukan Tim Evaluasi Koleksi Menentukan Subjek yang dimiliki dan dibutuhkan Menyeleksi serta mempertimbangkan subjek Pengelompokan hasil koleksi berdasarkan subjek yang ditentukan dan membuat kuesioner tingkat kebutuhan subjek dan menyebarkannya Melakukan penghitungan tingkat kebutuhan subjek Selesai Gambar 1. Langkah-langkah kegiatan evaluasi koleksi 3.1. Pemetaan koleksi berdasarkan subjek yang dimiliki Pemetaan koleksi berdasarkan subjek yang dimiliki oleh Perpustakaan STP Jakarta dilakukan dengan metode kuantitatif dimana pustakawan telah mengambil data pada database perpustakaan yang aktif diakses selama tahun 2017-2018 untuk tujuan evaluasi. Langkah-langkah tersebut, diajukan kedalam StandarOperasionalProsedur adalah sebagai berikut: 3.1.1. Menentukan Tim Evaluasi Koleksi Tim yang ikut serta dalam kegiatan evaluasi koleksi, terlebih dahulu didata, pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Tim Evaluasi Koleksi No Nama Jabatan Keterangan 1. Nunung Sabariyah Kepala Unit Penangung Jawab 2. Widya Indarti Pustakawan Pertama Koordinator 3. Agus Mansyur Petugas Anggota 4. Murtani Petugas Anggota 5. Adinda Dwi Petugas Anggota 6. Rina Wulansari Petugas Anggota 7. Rojali Petugas Anggota 3. Membaca sinopsis 4. Menentukan tajuk subjek Pada saat menentukan tajuk subjek ini dapat memanfaatkan sarana bantu “ Daftar Tajuk Subjek Untuk Perpustakaan” edisi revisi.Analisis subjek juga, digunakan untuk menentukan nomor klasifikasi menggunakan sarana bantu Universal Decimal Classification (UDC). Mekanisme klasifikasi UDC perlu dipahami untuk menjamin kelancaran dan ketaatazasan klasifikasi. 3.1.3. Menyeleksi serta mempertimbangkan subjek Kegiatan menyeleksi dan mempertimbangkan subjek adalah suatu upayamengumpulkan kosakata ataumeringkas kebutuhan pengguna. Dari kegiatan ini diharapkan dapat ditentukan subjek subjek andalan yang dapat di prioritaskan dipajang di rak perpustakaan dari keseluruhan koleksi yang dimiliki. Ada 32 tajuk subjek yang berhasil dikelompokkan dan sangat berguna bagi pencarian informasi, yaitu sebagai berikut: 3.1.2. Menentukan Subjek Yang Dimiliki dan Dibutuhkan Analisis subjek bahan pustaka dilakukan sebagai salah satu kegiatan pengolahan koleksi. Analisis subjek melingkupi kegiatan sebagai berikut: 1. Menganalisis judul buku 2. Melihat kata pengantar dan daftar isi Tabel 2. Data Subjek Koleksi Yang Dimiliki Database Perpustakaan STP Jakarta Subjek Penerbit Tahun Terbit Klasifikasi Tempat Terbit Pengarang Kode Eksemplar Identifikasi Nomor Panggil Administrasi Publik Jakarta 1996 008.006.1 WAL p Jakarta <Waldo, Dwight> <0000000 016><000 0000060> Buku Teks 008.006. 1 WAL p Agama Yayasan Obor Indonesi a 2004 (7/8):297.1 SMI i Jakarta <Jane L. Smith> <0000000 203> Buku Teks (7/8):297 .1 SMI i Agama Jakarta 1993 230/BAX/m 2 Jakarta <Baxter, J. Sidlow> <0000000 107> Buku Teks 230/BAX /m 2 Agama Jakarta 1995 230/BAX/m 3 Jakarta <Baxter, J. Sidlow> <0000000 108> Buku Teks 230/BAX /m 3 dst. No Subjek Jumlah Yang Dimiliki (Judul) No Subjek Jumlah Yang Dimiliki (Judul) 1 Kebijakan Publik 1 16 Komputer 3 2 Agama 125 17 literatur 57 3 Bahasa 3 18 logika 2 4 Biografi 1 19 manajemen 457 5 Desain Kapal 1 20 Pekerja sosial 9 6 Ekonomi 193 21 Pembangunan desa 9 7 Etnografi 5 22 Pemerintah 2 8 Filosofi 10 23 Pemerintahan 39 9 Moral 5 24 Pendidikan 74 10 Psikologi 28 25 Pengolahan Produk 33 11 Biografi, Geografi 101 26 Perikanan 977 12 Ilmu Murni 638 27 politik 27 13 Ilmu Perpustakaan 17 28 Prosedur Bangunan 9 14 Ilmu Terapan 634 29 Sosial 103 15 Kesusastraan 29 30 Tandon 3 31 Umum 14 32 Referensi 92 Jumlah 3701 3.1.4. Pengelompokan hasil koleksi berdasarkan subjek yang ditentukan dan membuat kuesioner tingkat kebutuhan subjek Meskipun telah didapatkan 32 tajuk subjek prioritas dalam penelusuran informasi dii perpustakaan, pustakawan tetap membuat daftar subjek lengkap, untuk mengumpulkan pendapat pengguna melalui metode survey. Daftar subjek lengkap inimenjadi kuesioner tertutup yang diisi oleh pengguna pada kurun waktu tertentu semisal 1-3 bulan kunjungan, sehingga didapatkan kecenderungan pilihan subjek secara random. Kegiatan survey tingkat kebutuhan subjek ini, telah dilakukan selama bulan April-Juni 2019. Hasil survey tingkat kebutuhan subjek merupakan permintaan dalam kurun waktu tertentu dan sifatnya temporal. Pustakawan berupayamembuat selengkap mungkin daftar subjekmenggunakan alat bantu bagan klasifikasi persepuluhan. Tabel 3. Data Subjek Yang Diinginkan untuk Dimiliki Perpustakaan NO JENIS BAHAN BACAAN PILIHAN I 000-099 KARYA UMUM 1. Buku tentang ilmu komputer, informasi dan sistem 2 Majalah dan jurnal 3 Koran dan berita jurnalisme 4 Macam- macam ensiklopedia 5 Manuskrip dan Buku Langka 6 Buku-buku tentang fakta ll 100-199 FILSAFAT DAN PSIKOLOGI 1 Buku tentang Filsafat 2 Buku tentang Metafisika 3 Buku tentang Epistimologi 4 Buku tentang Ilmu jiwa 5 Buku tentang Psikologi 6 Buku tentang Logika lll 200-299 AGAMA 1 Buku tentang agama Islam 2 Buku tentang agama Kristen 3 Buku tentang agama Katolik 4 Buku tentang agama Budha 5 Buku tentang agama Hindu lV 300-399 ILMU SOSIAL 1 Buku tentang ilmu sosial, sosiologi dan antropolgi 2 Buku tentang statistik 3 Buku tentang ilmu politik 4 Buku tentang ekonomi 5 Buku tentang hukum 6 Buku tentang administrasi publik 7 Buku tentang ilmu kemiliteran 8 Buku tentang administrasi bisnis 8 Buku tentang pendidikan 9 Buku tentang perdagangan,komunikasi dan transportasi 10 Buku tentang norma, etika dan tradisi V 400-499 BAHASA 1 Buku tentang filsafat bahasa 2 Kamus-kamus 3 Buku linguistik 4 Buku etimologi 5 Buku fonologi dan fonetik 6 Buku tentang ilmu bahasa inggris 7 Buku tentang ilmu bahasa perancis 8 Nuku tentang ilmu bahasa jerman 9 Buku tentang ilmu bahasa lainnya VI 500-599 ILMU PENGATAHUAN ALAM DAN MATEMATIKA 1 Buku tentang sejarah alam 2 Buku tentang matematika 3 Buku tentang astronomi 4 Buku tentang ilmu fisika 5 Buku tentang ilmu kimia 6 Buku tentang ilmu bumi/geologi 7 Buku tentang ekologi 8 Buku tentang biologi 9 Buku tentang ilmu pentahuan lainnya VII 600-699 TEKNOLOGI DAN ILMU TERAPAN 1 Buku tentang teklonogi secara umum 2 Buku tentang kedokteran dan kesehatan 3 Buku tentang ilmu rekayasa 4 Buku pertanian,peternakan dan ilmu terapannya 5 Buku tentang kerampilan dan manajemen rumah tangga 6 Buku tentang manajemen dan public relations 7 Buku tentang teknik kimia 8 Buku tentang teknik manufaktur 9 Buku tentang teknik bangunan dan konstruksi VIII 700-799 SENI DAN REKREASI 1 Buku tentang seni secara umum 2 Buku tentang lanscaping dan perencaan wilayah 3 Buku tentang arsitektur 4 Buku tentang seni patung,keramik dan logam 5 Buku tentang seni dekoratif 6 Buku tentang seni lukisan 7 Buku tentang seni grafis 8 Buku tentang fotografi dan aplikasi seni di komputer 9 Buku tentang seni musik 10 Buku tentang olahraga,permainan dan hiburan IX 800-899 SASTRA 1 Buku tentang literatur sastra 2 Buku tentang puisi 3 Buku tentang drama (teater,film dsb) 4 Buku tentang fiksi (cerita dewasa cerita anak , cerpen, komik, novel dsb ) 5 Buku tentang humor jenaka 6 Buku tentang esay 7 Buku tentang pidato X 900-999 SEJARAH 1 Buku tentang sejarah 2 Buku tentang geografi dan travel 3 Buku tentang biografi, autoboigrafi dan silsilah 4 Buku tentang sejarah dunia kuno 5 Buku tentang sejarah negara-negara eropa 6 Buku tentang sejarah negara-negara asia 7 Buku tentang sejarah negara-negara afrika 8 Buku tentang sejarah negara-negara amerika utara (USA,Kanada ) 9 Buku tentang sejarah negara-negara amerika selatan (amerika latin) 10 Buku tentang sejarah Negara-negara lainya 3.1.5 Melakukan penghitungan tingkat kepemilikan/ kebutuhan subjek Tahapan terakhir dari kegiatan evaluasi koleksi adalahmendapatkan gambaran koleksi yang dimiliki perpustakaan dan tingkat kebutuhan pembaca terhadap subjek tertentu.Melalui kegiatan ini juga dapat diketahui, subjek-subjek yang tidak berkembang atau tidak senantiasa disediakan/ diminta pembaca di perpustakaan. Berikut ini adalah 10 subjek yang cenderung senantiasa disediakan dan diminta pembaca selama tahun 2019: Buku tentang ilmu komputer, informasi dan sistem 18% Majalah dan Jurnal Koran dan 28% berita jurnalisme 25% Macammacam ensiklopedia 14% Manuskrip dan buku langka 11% Buku-buku tentang fakta 4% Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Karya Umum Diagram 3. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Karya Umum 3.1.5.1 Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Karya Umum Subjek karya umum melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada majalah dan jurnal, sebesar 28 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah koran dan berita jurnalisme sebanyak 25 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang ilmu komputer, informasi dan sistem sebanyak 18 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang macam-macam ensiklopedia sebanyak 14 persen (%), urutan kelima adalah manuskrip dan buku langka sebanyak 6 persen (%), kemudian urutan kelima adalah buku-buku tentang fakta sebanyak 4 persen (%). Buku tentang Filsafat 25% Buku tentang Metafisika 0% Buku tentang Epistemolog i 6% Buku tentang Ilmu jiwa 13% Buku tentang Psikologi 31% Buku tentang Logika 25% Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Filsafat dan Psikologi Diagram 4. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Filsafat dan Psikologi 3.1.5.2 Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Filsafat dan Psikologi Subjek filsafat dan psikologimelingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang psikologi, sebesar 31 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang logika dan filsafat sebanyak 25 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang ilmu jiwa sebanyak 13 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang epistemologi sebanyak 6 persen (%), urutan kelima adalah metafisika, meski tersedia belum ada yang berminat. Buku tentang Agama Islam 78% Buku tentang Agama Kristen 22% Tingkat Kebutuhan Subjek Agama Diagram 5. Tingkat Kebutuhan Terhadap SubjekAgama 3.1.5.3 Tingkat Kebutuhan Terhadap SubjekAgama Kecenderungan senantiasa disediakan dan diminta pembaca disebut tingkat kebutuhan subjek yang digambarkan dalam diagram lingkaran dengan persentase angka sebagai pembeda. Tingkat kebutuhan terhadap subjekAgama hanya ada 2 pilihan teratas, Islam adalah 78 persen (%) dan terendah adalah subjek agama Kristen sebanyak 22 persen (%). Buku tentang ilmu sosial, sosiologi dan antropologi 8% Buku tentang statistik 8% Buku tentang ilmu politik 9% Buku tentang ekonomi 11% Buku tentang hukum Buku tentang 6% administrasi publik 9% Buku tentang ilmu kemiliteran 6% Buku tentang administrasi bisnis 17% Buku tentang pendidikan 14% Buku tentang perdagangan,komu nikasi dan transportasi 6% Buku tentang norma, etika dan tradisi 6% Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Sosial Diagram 5. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Sosial 3.1.5.4 Tingkat Kebutuhan Subjek Sosial Subjek sosial melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang administrasi bisnis, sebesar 17 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang pendidikan sebanyak 14 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang ekonomi sebanyak 11 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang Ilmu Politik danAdministrasi Publik sebanyak 9 persen (%), urutan kelima adalah buku tentang ilmu sosial, sosiologi dan antropologi serta tentang statistik sebanyak 8 persen (%), Urutan keenam ada 4 sub subjek dengan tingkat kebutuhan masing-masing enam persen (%), yaitu: buku tentang perdagangan, komunikasi dan transportasi, buku tentang norma, etika dan tradisi serta buku tentang ilmu kemiliteran. 3.1.5.5 Tingkat Kebutuhan Subjek Bahasa Subjek bahasa melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang ilmu bahasa Inggris, sebesar 23 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang fonologi dan fonetik sebanyak 15 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang ilmu bahasa lainnya sebanyak 12 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang Filsafat bahasa dan kamus-kamus sebanyak 11 persen (%), urutan kelima adalah buku tentang ilmu bahasa Jerman, ilmu Bahasa Perancis dan linguistik sebanyak 8 persen (%), Urutan keenam adalah buku etimologi 4 persen (%). Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Bahasa Diagram 6. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Bahasa 3.1.5.6 Tingkat Kebutuhan Subjek Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika Subjek Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang Biologi, sebesar 15 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang matematika dan kimia sebanyak 13 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang ilmu fisika, astronomi, sejarah alam dan ilmu pengetahuan lainnya sebanyak 10 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang ekologi dan geologi sebanyak 8 persen (%). Diagram 7. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Ilmu PengetahuanAlam danMatematika 3.1.5.7 Tingkat Kebutuhan Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang pertanian, peternakan dan ilmu terapan lainnya sebesar 24 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang teknik kimia sebanyak 21 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang teknologi secara umum sebanyak 17 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang teknik manufaktur sebanyak 14 persen (%) dan urutan kelima adalah buku tentang kedokteran dan kesehatan sebanyak 10 persen (%). Sedangkan buku tentang ilmu rekayasa,manajemen dan Public Relations, hanya sebesar 7 persen saja peminatnya. Sementara buku tentang keterampilan danmanajemen rumah tangga belum dipilih/ diminati. Buku tentang seni secara umum 8% Buku tentang lanscaping dan perencaan wilayah 4% Buku tentang arsitektur 8% Buku tentang seni patung,keramik dan logam 0% Buku tentang seni dekoratif 4% Buku tentang seni lukisan 23% Buku tentang seni grafis 4% Buku tentang fotografi dan aplikasi seni di komputer 19% Buku tentang seni musik 11% Buku tentang olahraga,permainan dan hiburan 19% Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Seni Diagram 8. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan Diagram 9. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Seni 3.1.5.8 Tingkat Kebutuhan Subjek Seni Subjek Seni melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang seni lukisan sebanyak 23 persen (%). Urutan kedua searah jarumjamadalah buku tentang fotografi dan olahraga sebanyak 19 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang senimusik sebanyak 11 persen (%), urutan keempat adalah buku tentang seni secara umum dan arsitektur sebanyak 8 persen (%) dan urutan kelima adalah buku tentang landscaping, seni dekoratif dan seni grafis sebanyak 4 persen (%). Sementara buku tentang seni patung, keramik dan logam belum dipilih/ diminati. 3.1.5.9. Tingkat Kebutuhan Subjek Sastra Subjek Sastra melingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang literatur sastra sebanyak 25 persen (%). Urutan kedua searah jarum jam adalah buku tentang essay sebanyak 20 persen (%), urutan ketiga adalah buku tentang pidato dan drama sebanyak 15 persen (%), urutan keempat adalah buku fiksi dan puisi sebanyak 10 persen (%) dan urutan kelima adalah buku tentang humor jenaka sebanyak 4 persen (%). Buku tentang literatur sastra 25% Buku tentang puisi 10% Buku tentang drama (teater,film dsb) 15% Buku tentang fiksi (cerita dewasa cerita anak , cerpen, komik, novel dsb ) 10% Buku tentang humor jenaka 5% Buku tentang esay 20% Buku tentang pidato 15% Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Sastra Diagram 10. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Sastra 3.1.5.10Tingkat Kebutuhan Subjek Sejarah Subjek Sejarahmelingkupi beberapa sub subjek, dengan tingkat kebutuhan tertinggi pada buku-buku tentang seni lukisan sebanyak 23 persen (%). Urutan kedua searah jarumjamadalah buku tentangGeografi dan Travel sebanyak 11 persen (%), setara dengan itu dapat diuraikan sebagai berikut: a. Buku tentang Biografi, Autobiografi dan silsilah b. Buku tentang Sejarah dunia kuno c. Buku tentang Sejarah Negara-negaraAsia d. Buku tentang Sejarah Negara-negara lainnya Urutan ketiga, adalah buku-buku tentang Sejarah Negara-negaraAfrika danAmerika sebesar 6 persen (%) dan terendah pada buku-buku tentang sejarah Negara-negara Eropa sebesar 5 persen (%). Diagram 11. Tingkat Kebutuhan Terhadap Subjek Sejarah

Conclusion

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kegiatan evaluasi koleksi ini, adalah: 1. Subjek yang dimiliki dan dibutuhkan pada tahun 2019 dibagi menjadi 10 subjek, yaitu: a. Karya Umum b. Subjek Filsafat dan Psikologi c. SubjekAgama d. Subjek Sosial e. Subjek Bahasa f. Subjek Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika g. Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan h. Subjek Seni i. Subjek Sastra j. Subjek Sejarah 2. Tingkat kebutuhan subjek pada tahun 2019, adalah sebagai berikut: a. Tingkat kebutuhan tertinggi karya umum pada majalah dan jurnal sebesar 28 persen (%) dan terendah buku-buku tentang fakta sebesar 4 persen (%). b. Tingkat kebutuhan tertinggi subjek Filsafat dan Psikologi pada buku-buku tentang psikologi pada buku-buku tentang psikologi, sebesar 31 persen (%) dan terendah adalah buku-buku tentang epistemologi sebanyak 6 persen (%), sementara tentangmetafisika, meski tersedia belum ada yang berminat. c. Tingkat kebutuhan terhadap subjek Agama adalah pada buku-bukuAgama Islam sebesar 75 persen (%) sedangkan terendah adalah Agama Kristen sebesar 25 persen (%), sementara diluar pemeringkatan buku-buku tentang Agama Islam dan Kristen, belum dimanfaatkan, seperti buku-buku tentang Agama Katolik, Budha dan Hindu. d. Tingkat kebutuhan tertinggi subjek Sosial pada buku-buku tentangAdministrasi Bisnis sebesar 17 persen (%) dan terendah adalah ilmu kemiliteran sebesar 6 persen (%) dari subjek lainnya yang setara. e. Tingkat kebutuhan tertinggi subjek Bahasa pada buku-buku tentang ilmu Bahasa Inggris sebesar 23 persen (%) dan terendah adalah etimologi sebesar 4 persen (%). f. Tingkat kebutuhan tertinggi Subjek Ilmu PengetahuanAlamdanMatematika pada bukubuku tentang Biologi sebesar 15 persen (%), terendah pada ekologi dan geologi sebanyak 8 persen (%). g. Tingkat kebutuhan tertinggi Subjek Teknologi dan Ilmu Terapan pada buku-buku tentang pertanian, peternakan dan ilmu terapan lainnya sebesar 24 persen (%) dan terendah pada buku-buku tentang ilmu rekayasa,manajemen dan Public Relations, sebesar 7 persen (%). Sementara buku-buku tentang keterampilan danmanajemen rumah tangga belumdiminati. h. Tingkat kebutuhan tertinggi Subjek Seni adalah pada buku-buku tentang seni lukisan sebanyak 23 persen (%) dan terendah pada buku-buku tentang landscaping, seni dekoratif dan seni grafis sebanyak 4 persen (%). Sementara buku-buku tentang seni patung, keramik dan logam belum diminati. i. Tingkat kebutuhan tertinggi Subjek Sastra adalah pada buku-buku tentang literatur sastra sebanyak 25 persen (%) dan terendah pada buku-buku tentang humor jenaka sebanyak 4 persen (%). c. Tingkat kebutuhan tertinggi Subjek Sejarah adalah pada buku-buku tentang Sejarah sebanyak 22 persen (%) dan terendah pada buku-buku tentang Sejarah Negara-negara Eropa sebanyak 5 persen (%). 3. Langkah-langkah yang dilakukan dalam mengembangkanmetode evaluasi koleksi adalah: a. Menentukan Tim Evaluasi Koleksi b. Menentukan Subjek yang dimiliki dan dibutuhkan c. Menyeleksi serta mempertimbangkan subjek d. Pengelompokan hasil koleksi berdasarkan subjek yang ditentukan dan membuat kuesioner tingkat kebutuhan subjek dan menyebarkannya e. Melakukan penghitungan tingkat kebutuhan subjek SARAN Beberapa hal yang direkomendasikan dari kegiatan evaluasi koleksi ini, adalah: 1. Agar perpustakaan melakukan survey kebutuhan koleksi setiap tahun akademik 2. Agar perpustakaan menyediakan koleksi berkaitan dengan subjek teknologi dan ilmu terapan, yang terdiri dari buku-buku tentang pertanian, peternakan dan ilmu terapan lainnya, teknik kimia, teknologi, teknik manufaktur, kedokteran dan kesehatan, ilmu rekayasa, manajemen dan Public Relations, keterampilan dan manajemen rumah tangga