Kembali
16
1
2023 Jurnal Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Vol 2 · 2 ISSN 2962-5599

Layanan Sirkulasi untuk Program Kampus Merdeka Sebagai Kesiapan Awal Implementasi Interlibrary Loan di Perpustakaan UNIKOM

Universitas Komputer Indonesia

Abstrak

Layanan sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM merupakan layanan standar dari setiap perpustakaan yaitu memberikan layanan untuk mengakses, membaca dan meminjam koleksi untuk dibawa pulang. Program Kampus Merdeka, yaitu Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ke-2, kesempatan mahasiswa menimba ilmu di perguruan tinggi lain di luar pulau mereka tinggal atau perguruan tingginya berada. Perguruan tinggi yang ditempati harus memberikan fasilitas yang sama, meskipun belajar hanya 1 (satu) semester, di samping program yang ditetapkan Kampus Merdeka. Penelitian terdahulu banyak mengukur persepsi atau kepuasan pemustaka berasal dari internal terhadap layanan sirkulasi. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana layanan sirkulasi kepada mahasiswa Kampus Merdeka yang merupakan mahasiswa dari kampus lain. Berapa banyak mahasiswa memanfaatkan fasilitas layanan sirkulasi (keanggotaan sampai, layanan pinjam/kembali koleksi serta statistik). Bagaimana layanan sirkulasi menurut mahasiswa PMM ke-2. Metode yang digunakan deskriptif, kuantitatif. Hasilnya, Perpustakaan UNIKOM telah memberikan fasilitas yang sama yaitu layanan sirkulasi kepada seluruh mahasiswa Kampus Merdeka, yang memanfaatkan kunjungan sebesar 38.77% (19 orang) dan meminjam 32.65% (16 orang). Jumlah mahasiswa PMM ke-2 sebanyak 49 orang terdata 19 orang yang memanfaatkan layanan sirkulasi hal tersebut berdasarkan mulai diterimanya ID Card UNIKOM setelah 2 bulan aktivitas kuliah. Penelitian ini menunjukan pemanfaatan layanan sirkulasi untuk mahasiswa Kampus Merdeka, dinilai cukup dengan persentase di atas 30% atau lebih dari 15 orang memanfaatkan fasilitas Perpustakaan UNIKOM, sisanya memanfaatkan fasilitas lain dari program PMM-MBKM.

Abstract

The circulation service at the UNIKOM Library is a standard service for every library, namely providing services for accessing, reading and borrowing collections to take home. The Independent Campus Program, namely the 2nd Independent Student Exchange (PMM), gives students the opportunity to study at other universities outside the island where they live or where the university is located. The university you occupy must provide the same facilities, even if you only study for 1 (one) semester, in addition to the program set by the Merdeka Campus. Previous research mostly measured user perceptions or satisfaction from internal sources regarding circulation services. This research is to find out how the circulation service is for Merdeka Campus students who are students from other campuses. How many students utilize circulation service facilities (membership up, loan/return collection services and statistics). How do circulation services work according to 2nd PMM students? The method used is descriptive, quantitative. As a result, the UNIKOM Library has provided the same facilities, namely circulation services, to all Merdeka Campus students, who used 38.77% of visits (19 people) and borrowed 32.65% (16 people). The number of 2nd PMM students was 49 people, 19 of whom used the circulation service, this was based on the receipt of UNIKOM ID Cards after 2 months of college activities. This research shows that the use of circulation services for Merdeka Campus students is considered sufficient with a percentage above 30% or more than 15 people using UNIKOM Library facilities, the rest using other facilities from the PMM-MBKM program.
Keywords: Circulation Services · Merdeka Campus Students · Student Exchange · Interlibrary Loan

Introduction

Layanan perpustakaan pada masa era digital, “Perpustakaan Digital” (Noprianto, 2018) tentu hal yang lebih mudah dilakukan, baik untuk melayani internal maupun untuk eksternal. Pelayanan perpustakaan kepada pihak eksternal masih didominasi oleh jenis perpustakaan umum atau yang dikelola oleh pemerintah seperti Perpustakaan Nasional RI atau perpustakaan daerah, “Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi” (Solihin et. al., 2019). Pelayanan dalam hal ini tidak hanya dapat diakses oleh umum namun mendapatkan layanan yang sama dengan pihak internal lembaga setempat. Seperti layanan sirkulasi (pinjam/kembali). Perpustakaan Perguruan Tinggi dibandingkan dengan jenis perpustakaan lainnya seperti sekolah atau khusus, lebih baik kemajuannya dari unsur manajemen (Rochmah, 2016), SDM dan penerapan teknologi. Sehingga layanan sirkulasi, beberapa perpustakaan perguruan tinggi sudah berbasiskan internet, minimal katalog online telah tersedia. Kekayaan data inventaris koleksi perpustakaan, saat ini sudah banyak terintegrasi dalam satu data. Namun untuk memberikan layanan sirkulasi antar perpustakaan belum dapat dilaksanakan oleh semua perpustakaan perguruan tinggi, atau diperlukan “kerja sama antarperpustakaan” (Rupadha, 2008) perlu diperhatikan yaitu kebijakan yang harus direncanakan dengan baik, peraturan dan standar serta teknis pelaksanaan (Brawijaya, n.d.). Kebijakan Kampus Merdeka dengan Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dapat menjadi kebijakan awal peminjaman antarperpustakaan perguruan tinggi, yaitu kedua belah pihak baik kampus yang menerima atau melepaskan mahasiswa telah saling berkomunikasi untuk dapat memberikan layanan yang sama sebagaimana amanat Program PMM tersebut. Program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi diantaranya tentang “Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM)” (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2023). Tujuan program tersebut: (1) mengeksplor & mempelajari keberagaman budaya nusantara, (2) Berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah, (3) Kesempatan belajar di kampus lain di Indonesia. Pelaksanaan program memasuki tahun ke-2 atau PMM-2. Program PMM di UNIKOM dikelola oleh Direktorat Pengembangan Akademik dan Sumber Data Pembelajaran (PASDP) dengan inti lini masa program kepada mahasiswanya (1) Pengenalan Dosen Nusantara, (2) Pengenalan Dosen Mata Kuliah, (3) Pengenalan linkungan tempat tinggal (4) Tour Kampus termasuk pengenalan fasilitas perpustakaan. Gambaran tersebut memiliki peluang bagi perpustakaan perguruan tinggi yang melaksanakan Kampus Merdeka-PMM. Layanan sirkulasi merupakan layanan dasar dari semua jenis perpustakaan. Layanan sirkulasi adalah satu jasa perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pemustaka untuk kegiatan peminjaman, pengembalian, pemungutan denda, pendaftaran keanggotaan, baca di tempat, penagihan, pembuatan statistik dan hubungan masyarakat (Qalyubi, 2003). Intinya perpustakaan memberikan pelayanan peminjaman serta pengembalian buku monograf dengan sistem administrasi pencatatannya. Jenis Perpustakaan Umum dalam layanan sirkulasi telah memberikan pelayanan kepada semua masyarakat. Namun untuk jenis perpustakaan lainnya seperti jenis perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi belum memberikan akses layanan sirkulasi kepada pihak eksternal, bahkan sistem interlibrary loan (ILL) belum semua melaksanakan. Posner memandang bahwa ILL dapat melayani dalam hal proses penelitian (Scholar Communication). Artinya perpustakaan memiliki sumber daya e-resources yang dapat diakses secara umum dengan teknologi internet. Kesempatan untuk memberikan layanan kepada mahasiswa Kampus Merdeka dinilai telah jelas kebijakan yaitu: (1) Ada yang bertanggung jawab di masing-masing perguruan tinggi setingkat rektorat; (2) Ada koleksi yang dapat dilayankan kepada pemustaka; (3) Ada peraturan layanan sirkulasi; (4) Batas waktu perkuliahan; (5) Ada administrasi bebas pustaka; (6) Sistem informasi dengan standar standar ISO 10160:1997 tentang Information and Documentation – Open Systems Interconnection – Interlibrary Loan Application Service Definition dan ISO 10161:1997 tentang Information and Documentation – Open Systems Interconnection – Interlibrary Loan Application Protocol Specification. Fungsi perpustakaan dapat lengkap dilaksanakan selain menerima kunjungan permustaka dari umum juga memberikan pelayanan yang sama yaitu layanan sirkulasi (pinjam/kembali). Penelitian terdahulu banyak yang mengukur persepsi, kepuasan dan bagaimana layanan untuk pemustaka setempat atau bukan dari pihak luar kampus seperti yang dilakukan UPT Perpustakaan UNSRAT (Bororing, 2016). Berdasarkan hal tersebut di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini tentang bagaimana peminjaman koleksi kepada peserta pertukaran mahasiswa merdeka di UNIKOM. Tujuan penelitian mengetahui peminjaman koleksi kepada peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka di UNIKOM Tahun 2022-2023.

Method

Metode yang digunakan pada penelitian ini kuantitatif, deskriptif. Studi kasus (Sinambela, 2021) mahasiswa Kampus Merdeka yang diterima di Universitas Komputer Indonesia dengan sampel PMM ke-2 di Universitas Komputer Indonesia Tahun 2022-2023 sebanyak 49 mahasiswa sebagai responden. Instrumen penelitian dengan menganalisa data-data primer tentang PMM ke-2 di UNIKOM dan layanan sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM.

Result & Discussion

Hasil penelitian layanan sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM untuk program pertukaran mahasiswa merdeka Tahun 2022 yang diterima oleh UNIKOM sebanyak 49 orang dengan jumlah program studi 11 dari 21 perguruan tinggi 12 provinsi (Budiarti, 2022). Program studi asal terpilih 12 program studi berdasarkan sebaran pemilihan mata kuliah yaitu: (1) Sistem Informasi, (2) Teknik Informatika, (3) Manajemen, (4) Hubungan Internasional, (5) Desain Komunikasi Visual, (6) Ilmu Hukum, (7) Ilmu Komunikasi, (8) Ilmu Pemerintah, (9) Teknik Perencanaan Wilayah Kota, (10) Sastra Inggris, (11) Sastra Jepang, (12) Teknik Elektro. Adapun perguruan tinggi asal dari 49 orang mahasiswa tersebut berasal: (1) STMIK Amik Riau, (2) STMIK Kaputama, (3) Universitas Cokroaminoto Palopo, (4) Universitas Halu Oleo, (5) Universitas Islam Riau, (6) Universitas Labuanbatu, (7) Universitas Lambung Mangkurat, (8) Universitas Mahasaraswati Denpasar, (9) Universitas Malikussaleh, (10) Universitas Mataram, (11) Universitas Pasir Pengaraian, (12) Universitas Pendidikan Ganesha, (13) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, (14) Universitas Samudra, (15) Universitas Sari Mulia, (16) Universitas Sulawesi Barat, (17) Universitas Syiah Kuala, (18) Universitas Tadulako, (19) Universitas Tanjungpura, (20) Universitas Teknokrat Indonesia, (21) Universitas Victory Sorong. Inti Kegiatan PMM ke-2 di UNIKOM selain mengikuti mata kuliah sesuai prodi yang dipilih, juga mengikuti kegiatan “Modul Nusantara” yang dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu: (1) Nakula, (2) Bima, (3) Sadewa (Budiarti, 2022). Kegiatan “Modul Nusantara” berupa pengenalan budaya setempat yaitu Wilayah Bandung dan sekitarnya serta bakti sosial. Contohnya pengenalan “Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat” (BCC Admin, n.d.), bakti sosial “hibah donasi buku untuk perpustakaan mini di Desa Margamulya, Pengalengan Jawa Barat” (UNIKOM, n.d.). Pada Gambar 1. Mahasiswa PMM-2, mengajukan kerja sama untuk membangun perpustakaan mini di Desa Margamulya, Pengalengan, Jawa Barat, berupa permohonan koleksi yang sesuai dengan perpustakaan yang akan dibangun yaitu lebih kepada koleksi anak-anak dan popular. Hal ini satu bentuk kesetaraan layanan yang sering dilakukan oleh unit kegiatan mahasiswa di UNIKOM kepada perpustakaan. Aktivitas belajar Mahasiswa Merdeka agar dapat berjalan dengan baik dan lancar, diberikan fasilitas yang sama oleh UNIKOM terutama perpustakaan. Fasilitas yang diberikan UNIKOM berupa: (1) kartu identitas mahasiswa UNIKOM (RFID), (2) mengikuti unit kegiatan mahasiswa, (3) membuat program kegiatan. Untuk dapat menggunakan fasilitas perpustakaan, sama dengan mahasiswa baru diberikan sosialisasi secara tatap muka sebelum dimulainya perkuliahan. Pada Gambar 2 Menjelaskan bahwa mahasiswa baru, asing atau pun dari perguruan tinggi lain yang hadir dan belajar di UNIKOM, wajib mengenal fasilitas kampus yaitu Perpustakaan UNIKOM. Pengenalan berupa peraturan, layanan atau hak dan kewajiban perpustakaan kepada seluruh mahasiswa. Fasilitas yang diberikan oleh Perpustakaan UNIKOM, menjadi anggota perpustakaan dengan kategori umum (UNIKOM, n.d.). Keanggotaan umum yang disediakan oleh Perpustakaan UNIKOM adalah untuk fasilitas layanan kepada lembaga lain, yang telah berkerja sama berkaitan dengan pemanfaatan perpustakaan, baik interlibrary loan atau kunjungan dari masyarakat. Keanggotaan untuk perguruan tinggi lain menggunakan NIM, masyarakat dapat menggunakan NIK. Jumlah koleksi yang dipinjam sebanyak 10 koleksi dengan jangka waktu 90 hari dengan denda keterlambatan pengembalian Rp2000/eksemplar/hari. Fasilitas layanan sirkulasi diberikan untuk 1 (satu) semester atau sesuai peraturan Kampus Merdeka yang berlaku. Pada saat menjelang selesai kuliah di UNIKOM, mereka wajib melakukan administrasi bebas pustaka atau mengecek administrasi yang berkaitan dengan perpustakaan sebelum kembali ke perguruan tinggi masing-masing. Semua layanan sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM berbasiskan sistem yang dikembangkan sendiri yaitu LIBAS (Library Automation System) yang terintegrasi dengan sistem akademik UNIKOM. Pertukaran Mahasiswa Merdeka ke-2 di UNIKOM Tahun 2022 dilakukan secara luring, dengan kondisi endemi covid-19 yang sebelumnya PMM ke-1 Tahun 2021 dilakukan secara daring dengan kondisi pandemi covid-19. PMM ke-2 dimulai Bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2022. Jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 49 orang dari 21 perguruan tinggi 11 program studi (Budiarti, 2022). PMM ke-2 UNIKOM tetap dibawah tanggung jawab Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Rektor I) dengan PIC Direktorat Pengembangan Akademik dan Sumber Data Pembelajaran (Direktorat PASDP) UNIKOM. Berdasarkan Tabel 1 tentang jenis kelamin peserta PMM ke-2 yang memilih UNIKOM sebagai belajar selama 1 (satu) semester lebih dari 50% adalah perempuan yang mendominasi. Artinya peminatan pertukaran Mahasiswa Merdeka periode ke-2, banyak perempuan yang mengikuti program tersebut, berminat untuk menggali ilmu di luar perguruan tinggi asalnya. Tabel 2 tentang jumlah program studi dari perguruan tinggi asal PMM yang berminat d UNIKOM sebanyak 21 perguruan tinggi, dengan 11 program studi dan diterima di UNIKOM di 12 program studi. Perguruan tinggi asal dari: (1) STMIK Amik Riau, (2) STMIK Kaputama, (3) Universitas Cokroaminoto Palopo, (4) Universtias Halu Oleo, (5) Universitas Islam Riau, (6) Universitas Labuanbatu, (7) Universitas Lambung Mangkurat, (8) Universitas Mahasaraswati Denpasar, (9) Universitas Malikusslaeh, (10) Universitas Mataram, (11) Universitas Pasir Pengaraian, (12) Universitas Pendidikan Ganesha, (13) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, (14) Universitas Samudra, (15) Universitas Sari Mulia, (16) Universitas Sulawesi Barat, (17) Universitas Syiah Kuala, (18) Universitas Tadulako, (19) Universitas Tanjungpura, (20) Universitas Teknokrat Indonesia, (21) Universtias Victory Sorong. Program studi perguruan tinggi asal terdiri dari: (1) Hukum, (2) Ilmu Hubungan Internasional, (3) Ilmu Komputer, (4) Ilmu Komunikasi, (5) Manajemen, (6) Pendidikan Bahasa Inggris, (7) Perencanaan Wilayah dan Kota, (8) Sastra Inggris, (9) Sastra Jepang, (10) Sistem Informasi, (11) Teknik Informatika. Penempatan program studi di UNIKOM terdiri dari: (1) Sistem Informasi, (2) Teknik Informatika, (3) Manajemen, (4) Hubungan Internasional, (5) Desain Komunikasi Visual (DKV) , (6) Hukum, (7) Ilmu Komunikasi, (8) Ilmu Pemerintahan, (9) Teknik Perencanaan Wilayah Kota (PWK) , (10) Sastra Inggris, (11) Sastra Jepang, (12) Teknik Elektro. Hal ini menunjukkan bahwa kedua belas program studi di UNIKOM menjadi daya tarik, program studi favorit bagi mahasiswa PMM dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berasal dari luar pulau Jawa, dengan kesesuaian program studi dengan perguruan tinggi setempat. Tabel 3 tentang seberapa banyak dari 49 mahasiswa PMM ke-2 yang hadir dan mengakses secara luring Perpustakaan UNIKOM. Diperoleh data dari Bulan Januari – Februari 2023, mahasiwa yang berkunjung ke perpustakaan sebanyak 19 orang dengan aktivitas sebanyak 37 kali. Hal ini menunjukkan 19 orang mahasiswa tertarik dengan fasilitas UNIKOM yaitu perpustakaan. Data ini diambil setelah mahasiswa mendapatkan ID Card RFID dari UNIKOM. Jumlah 30 orang yang tidak terdata dengan sistem tersebut, bukan berarti tidak mengakses perpustakaan, karena pada awal mereka menggunakan ID visitor, yang terekam umum, karena ID Card UNIKOM baru diterima 2 bulan setelah perkuliahan. Setiap pemustaka yang hadir dari internal maupun eksternal menggunakan ID Card berupa KTM/RFID UNIKOM atau dari eksternal menyerahkan ID Card berlaku dengan kartu visitor, dengan memudahkan pendataan, kenyamanan dan keamanan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Akses perpustakaan secara luring dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari membaca, diskusi, belajar mandiri/kelompok, transaksi sirkulasi atau menggunakan fasilitas publik yang tersedia di area Perpustakaan UNIKOM. Jumlah mahasiswa PMM ke-2 yang melakukan transaksi sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM dari awal masuk sampai dengan selesai sebanyak 15 orang yang aktif dengan jumlah koleksi 67 eksemplar. Jumlah 15 orang yang aktif maksimal sudah meminjam 12 judul/eksemplar dan paling sedikit 1 judul/eksemplar. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa PMM ke-2 di UNIKOM tertarik dengan koleksi yang tesedia dan sisanya melakuan aktivitas lain di luar transaksi sirkulasi. Koleksi yang dipinjam dilihat dari rekaman transaksi sebagian besar meminjam koleksi fiksi atau novel-novel yang tersedia di Perpustakaan UNIKOM sisanya menggunakan koleksi yang mendukung proses belajar mereka.

Conclusion

Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahap ke-2 di UNIKOM Tahun 2022, sebanyak 49 orang dari 21 perguruan tinggi yang berada di 12 provinsi Indonesia atau provinsi di luar Jawa, dengan jumlah program studi asal sebanyak 11 jurusan yang penempatan di UNIKOM pada 12 program studi. Selama kuliah di UNIKOM, diberikan fasilitas yang sama, dan melaksanakan program-program Kampus Merdeka yang telah ditetapkan DIKTI. Pemanfaatan fasilitas universitas yaitu Perpustakaan UNIKOM, diberikan pengenalan atau pendidikan pemustaka, atau fasilitas yang sama untuk internal yaitu layanan sirkulasi serta mendukung program kegiatan PMM seperti bakti sosial mendirikan perpustakaan mini di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Jawa Barat. Hasil dari pendidikan pemustaka kepada PMM ke-2 UNIKOM, jumlah mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas berkunjung 38.77% (19 orang) dan meminjam 32.65% (16 orang), Penelitian ini menunjukan pemanfaatan layanan sirkulasi untuk mahasiswa Kampus Merdeka, dinilai cukup dengan persentase di atas 30% atau lebih dari 15 orang memanfaatkan fasilitas Perpustakaan UNIKOM dalam kondisi pasca pandemi covid-19. Meskipun belum mencapai 50%, semua mahasiswa memanfaatkan fasilitas namun telah diketahui dan dimanfaatkan dengan baik untuk layanan sirkulasi. Memperoleh hasil yang lebih baik, perlu dilakukan evaluasi dan bagaimana mempersiapkan layanan kepada pemustaka di luar internal, yang memiliki ikatan perjanjian atau kerja sama, bahwa semua peserta wajib memanfaatkan fasilitas Perpustakaan UNIKOM. Menjelang akhir PMM ke-2, dari data statistik layanan sirkulasi yang diperoleh kemudian berdasarkan wawancara untuk menguatkan kesimpulan bahwa layanan sirkulasi di Perpustakaan UNIKOM bagi mereka memberikan kesan yang mendalam ketika hadir dan mendapatkan layanan Perpustakaan UNIKOM. Seperti rasa nyaman dan diperlakukan sama seperti mahasiswa UNIKOM seperti: (1) Mendapatkan KTM UNIKOM sebagai akses masuk ke Perpustakaan UNIKOM, (2) Peminjaman koleksi sebanyak 10 eksemplar, (3) Mengikuti kegiatan literasi di Perpustakaan UNIKOM, (4). Menggunakan fasilitas Ruang Rapat Perpustakaan dan area lainnya, (5). Mendapatkan fasilitas layanan lainnya. Mempertimbangkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat dilanjutkan dengan penelitian pemanfaatan layanan sirkulasi diperiode PMM berikutnya. Penelitian layanan sirkulasi di perpustakaan perguruan tinggi setempat untuk melihat kebiasaan pemustaka dengan kebiasaan mereka ketika menjadi mahasiswa Kampus Merdeka, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bahwa mudah untuk melakukan ILL yaitu adanya kerja sama, kebijakan dan tindak lanjut hal yang memungkinkan terjadi, berlandaskan kepercayaan yang tertuang dalam kerja sama, peraturan teknis dan sistem informasi perpustakaan, serta scholary communication (Posner, 2014).