“SOCIAL SELLING” DAN PEMANFAATAN BAGI PERPUSTAKAAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Abstrak
Diera modern ini, iklim jual beli produk di masyarakat berubah dengan munculnya media sosial membuat batasan antara kehidupan profesional dan personal semakin kabur, sehingga mengubah cara pandang penguna berinteraksi dengan industri. Penjualan sosial memberikan langkah demi langkah untuk memanfaatkan keterampilan dan teknik dalam penyampaian sebuah strategi penyampaian informasi yang diperlukan
Abstract
In this modern era, the climate of buying and selling products in society changes with the advent of social media making the boundaries between professional and personal life increasingly blurred, thus changing the way users interact with industry. Social sales provide step by step to utilize the skills and techniques in delivering a required information delivery strategy
Keywords:
Sosial selling
· digital
· socialmedia
· communication
· promotion
· utilization
Introduction
Perpustakaan khusus merupakan institut/unit kerja pengelola karya tulis, karya tulis cetak, dan karya rekamyang dikelola secara professional berdasarkan sistem yang baku untuk mendukung kelancaran/ keberhasilan pencapaian visi,misi dan tujuan instasi induk informasi yang menaunginya (BSN, 2009). Perpustakaan khusus tentunya berbeda dengan perpustakan lainnya, seperti perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi.Perbedaan yang sangatmenonjol terlihat dari tupoksi perpustakaan tersebut dan kebutuhan informasi yang disampaikan ke pengguna. Dengan demikian pustakawan harus dapat menganalisis setiap kebutuhan informasi penguna. Perpustakaan khususmerupakan salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga (pemerintah/swasta).Menurut (Sulistyo Basuki, 1991 : 49). Perpustakaan khususmerupakan perpustakaan sebuah departemen, lembaga negara, organisasi massa, industri maupun perusahaan swasta. Mempunyai misi tertentu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan dan pelayanan informasi bahan pustaka dalam rangka untuk mendukung peningkatan fungsi dan tugas lembaga tersebut. Perpustakaan khusus tidak hanya sebagai tempat untuk penyimpanan koleksi akan tetapi perpustakaan khusus dapat memberikan layanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, memudahkan anggota perpustakaan mengakses sebuah informasi yang tersedia, sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan pemustaka. Perpustakan khusus berfungsi sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sehingga dapat memberikan jasa layanan informasi kbagi pemustaka yang inginmendapatkan informasi. Kemajuan media dan ilmu pengetahuan saat ini sangat berpengaruh terhadap teknologi informasi dan mediamassa. Perkembangan akan hal tersebut tidak dapat dipisahkan darimasalah pemasaran, sehingga membuat persaingan semakin sempit dalam menawarkan sebuah produk-produk sesuai dengan kebutuhan informasi penguna. Dalam penyampaian informasi, media promosi salah satu hal penting dalam keberlangsungan akan sebuah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan. Keberadaan fungsi dunia teknologi informasi dapat menciptakan persaingan secara jangka panjang dengan jaminan kualitas penyampaian informasi langsung dan sesuai dengan target penguna informasi tersebut.sehingga dapat memicu para pustakwan untuk lebih baik dalam memahami dan berinovasi dalam penyampaian sebuah informasi yang tepat sasaran. TINJAUAN PUSTAKA Social selling adalah seni dalam menggunakan jejaring sosial untuk menemukan, menghubungi, memahami, danmenjaga prospek penjualan.Dengan kata lain social selling merupakan caramodern untuk mengembangkanmakna hubungan dengan konsumen potensial yang menjaga brand dan bisnis Anda melekat pada benakmereka danmenjadi top ofmind. Social selling adalah metode penjualan yang memanfaatkanmedia sosial untukmenemukan calon konsumen potensial,membangun kepercayaan, dan pada akhirnya,menjual produk atau jasa. Di eramodern ini, iklim jual beli di masyarakat memang telah berubah. Media sosial membuat batas antara kehidupan profesional dan personal semakin kabur, dan pada akhirnya, mengubah juga cara konsumen berinteraksi dengan industri.Teknik penjualan ini memungkinkan generasi penjualan yang lebih baik dan proses pencarian calon penguna dan menghilangkan kebutuhan untuk panggilan diinginkan. Membangun danmemelihara hubungan lebihmudah dalam jaringan dan kepercayaan penguna. Perpustakaan adalah Institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekamsecara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka Media sosial adalah jasa dan alat komunikasi yang memfasilitasi hubungan antara satu dengan lainnya. Semakin berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini berdapak baik untuk perkembangan pelayanan suatu perpustakaan. Kemudahan dalam media sosial berdapak pada pelayanan ke pengguna pelayanan informasi yang dimaafaatkanmelaluiweb atau jejaring sosial lainnya. Promosi adalah suatu akitivitas komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau suatu perusahaan dengan masyarakat luas, dimana tujuannya adalah untukmemperkenalkan sesuatu (barang/ jasa/merek/ perusahaan) kepada masyarakat dan sekaligus mempengaruhi masyarakat luas agar membeli dan menggunakan produk tersebut.Menurut Tjiptono, arti promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk dan ataumengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses, alat, benda ataupun sumber lain untuk kepentingan tertentu.Apabila dikhususkanmengenai pemanfaatanmedia itu sendiri ialah penggunaan yang sistematis dari sumber. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran (Yusufhadi, 1994: 50).
Method
Metode yang digunakan adalah melalui studi pustaka melalui buku-buku, artikel jurnal online maupun artikel media cetak yang berkaitan dengan media sosial dan penggunaannya untuk perpustakaan.
Result & Discussion
Perkembangan ilmu pengtahuan tidak terlepas dari perkembangan manusia di dunia, dengan ilmu pengetahuan teknologi tercipta. Pada era informasi saat ini, informasi menjadi sangat berharga dan menjadi tolak ukur perkembangan suatumasyarakat. Teknologi informasi pada era sekarangmenawarkan peluang bagi peningkatan dan kemudahaan efisiensi kerja. Media sosial mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum di internet, blog sosial, linked, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Media sosial adalah jaringan informasi baru dan teknologi informasi dengan menggunakan suatu bentuk interaktif dan user diproduksi, dan hubungan interpersonal diciptakan dan dipelihara. Layanan jaringanmedia sosial yang khas bisa berbagi kjonten kunitas web dan forum internet (anastokeskus, 2010; De La 2012). Intinya, menggunakanmedia sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding. Pemanfatan media sosial untuk menemukan penguna memang telah merubah, media sosial membuat batasan antara kehidupan profesional dan personal semakin kabur, dan dapatmerubah penguna menjadi berinteraksi dengan industri. Teknologimengubah perilaku penguna, social selling penting pada perubahan iklim tersebut. Penguna pada era ketergantungan terhadap pencarian informasi tentang produk atau layanan, sehinga pola perilaku seperti ini membuat taktik pemasaran dalam sebuat informasi model lama (seperti cold calling dan intrusive) jadi tidak relevan lagi. Mau tidak mau, perpustakaan selalu pelaku industri dituntut untuk berubah mengikuti perilaku baru ini. Bahkan merombak taktik dalam pemasaran informasi secara besar-besaran : · Menciptakan brand pada suatu konten informasi. Ini akan mendukung komunikasi dengan para penguna. · Fokus pada prospek yang tepat, melalui sosial selling kita dapat menemukan dan berikteraksi dengan penguna lebih tepat dengan mengindentifikasi berdasarkan kriteria tertentu. · Memberikan interasksi bermakna, penguna informasi pada saat ni lebihmemilih dengan konten yang relevan dan familier dengan insight atau opotunitas menarik sehingga dapat mengembangkan diri sesorang · Membagun kepercayaan, ketika berinteraksi dengan penguna kita harusmenerapkanmindset untuk membantu untuk pencarian. Penerapan dari sosial selling atau tidak itu tergantung dari banyak kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh penguna perpustakaan. Bila konsumenmembutuhkan informasi secara cepat bisa melakukan via media sosial. Bila penguna lebih senang dalam berkomunikasi lewat email, penuhi kebutuhan tersebut. Pemanfaatan social selling oleh perpustakaan tidak hanya menunjukkan pendekatan dengan pengunanya. Perpustakaan adalah sumber informasi dan penukaran informasi saja tidak hanya bersumber dari junal dan buku saja. Seiring dengan waktu kebutuhan konsumen bisa bergeser,danpenyediainformasiharus terusberadaptasi agar tidak terjebak dalamstrategi yang relevan. Gambar 1. Sosial media selling
Conclusion
Penerapan sosial selling sebagai edukasi kepada penguna. Demi memperkenalkan informasi spesifik sehinga dapat mempermudah pemustaka dalam pencarian informasi yang dibutuhkan. Sehingga perpustakaan dapat mengoptimalkan sosial selling sebagai media efektif untuk memberikan pelayanan bagi pemustaka.