INFORMASI BERBASIS MEDIA SOSIAL PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Abstrak
Informasi berbasis media sosial ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial yang sedang menarik dikalangan penikmat medsos. Ada pun penguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 277,7 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut naik 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga dapat dilihat dari platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial. Dimana perpustakaan khusus sebagai organisasi informasi pemerintahan yang bertugas mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan informasi kepada penguna dengan menekankan suatu koleksi sangat diperlukan untuk penyebaran informasi yang tepat. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan adanya keberadaan fungsi dari layanan perpustakaan khusus membuat pemustaka berinovasi dalam layanan baik melalui media sosial Twitter, youtube dan Instagram yang dapat berhubungan kepada penguna perpustakaan di generasi saat ini.
Abstract
This social media-based information aims to find out the use of social media that is currently interesting among social media connoisseurs. There are also active social media users in Indonesia reaching 277.7 million people in January 2022. This number is up 12.35% compared to the previous year. So that it can be seen from the media platform that focuses on the existence of users who facilitate them in their activities and collaboration. Therefore, social media can be seen as an online medium (facilitator) that strengthens the relationship between users as well as a social bond. Where a special library as a government information organization in charge of collecting, storing and disseminating information to users by emphasizing a collection is indispensable for the dissemination of appropriate information. This can be exploited by the existence of the function of special library services to make users innovate in services both through social media Twitter, YouTube and Instagram which can relate to library users in the current generation.
Keywords:
Information
· media social
· library
Introduction
Akses ialah hal krusial masyarakat untuk memperoleh informasi, terutama dalam membaca yang berbasis teknologi informasi bagi penguna dan menjadi tuntutan bagi pengelola perpustakaan. Terlebih penguna internet selalu naik di setiap tahunnya. Sehingga perkembangan teknologi informasi sangat memiliki kiprah yg baik dalam mencerdaskan masyarakat pada era keterbukaan berita kini. Penerapan perpustakaan digitalmemiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah tidak terbatasnya ruang danwaktu bagi pemustaka dimana perpustakaan digital dapat diakses dimana pun dan kapan pun, akses ganda yakni suatu koleksi perpustakaan digital dapat digunakan dan diakses secara bersamaan oleh pemustaka. Adapun kelemahan perpustakan digital diantaranyamembutuhkan perangkat teknologi yang memadai dalam penerapan perpustakaan digital, hal tersebut mengigatkan untuk perpustakaan dapat diakses terbuka oleh publik dimana pun dan kapan pun, biaya yang dibutuhkan dalam penerapan perpustakan digital sangat besar, sehingga perlunya pemelirahaan peralatan agar tidak tertinggal akan kemajuan teknologi. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekamsecara profesional dengan sistemyang baku gunamemenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 43 Tahun 2007). Sedangkan Perpustakaan Khusus merupakan institut/unit kerja pengelola karya tulis, karya tulis cetak, dan karya rekam yang dikelola secara professional berdasarkan sistem yang baku untuk mendukung kelancaran/keberhasilan pencapaian visi, misi dan tujuan instansi induk informasi yang menaunginya (Badan Standarisasi Nasional, 2009). Perpustakan khusus sebagai organisasi informasi pemerintahan yang bertugas mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan informasi kepada penguna dengan menekankan suatu koleksi. Berkembangnya teknologi informasi mempunyai dampak dalam pelayanan perpustakaan, hal ini dapat dimanfaatkan dengan adanya keberadaan fungsi dari layanan perpustakaan khusus membuat pemustaka berinovasi dalam layanan baik melalui media sosial Twitter, youtube dan Instagram yang dapat berhubungan kepada penguna perpustakaan di generasi saat ini. TINJAUAN PUSTAKA Informasi Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Media Sosial Media sosial adalah sebuahmedia online, dengan para pengunanya bisa denganmudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wikimerupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Pendapat lainmengatakanmedia sosialmengunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunkasi menjadi dialog interaktif. Perpustakaan Perpustakaan mempunyai arti sebagai suatu tempat yang didalamnya terdapat sebuah kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik secara tercetakmaupun terekamdalamberbagaimedia atau buku,majalah, surat kabar, film, kaset, tape recorder, video, komputer dan lainnya. Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengupulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanyamelalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Method
Metode yang digunakan adalah melalui studi pustaka melalui buku-buku, artikel jurnal online maupun artikel media cetak yang berkaitan dengan media sosial dan penggunaannya untuk perpustakaan.
Result & Discussion
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga informasi yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat luas dengan berbagai bahan koleksi yang tersedia di perpustakaan.Menurut Sulistyo Basuki (1993:3). Perpustakaan digital di era sekarang keterbukaan informasi sangat mempermudah pekerjaan. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasimemiliki peranan penting dalam penyampaian dan penyediaan informasi untuk pemustaka.Gambaran penerapan perpustakaan digital pada layanan di perpustakaan dapat dilihat pada layanan sirkulasi yang menjadi alternatif bagi pemustaka yangmembutuhkan sumber informasi atau sumber referensi. Perkembangan teknologi informasi di perpustakaan sudah semakin cepat. Oleh karena itu perpustakaan harus selalu berinovasi dengan era digital saat ini. Selain itu penguna perpustakaan sudah melek dengan teknologi.Untuk saat ini sudah banyak aplikasi sisteminformasi digunakan untukmenunjang perpustakaan seperti Senayan Library Managemen System (SLIMs) dan Digital Library. Perpustakaan digital menurut The Digital Federation (DFL, 2004) “Digital libraries are organizations that provide the resources, including the specialized staff, to select, structure, offer intellectual access to, interpret, distribute, preserve the integrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital works so that they are readily and economically available for use by a defined community or set of communities”. Menurut Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yangmemfokuskan pada eksistensi pengguna yangmemfasilitasimereka dalamberaktifitasmaupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubunganantarpenggunasekaligussebuahikatansosial. Berdasarkan www.kompasiana.comuntuk saat ini penguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 277,7 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut naik 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut ternyata 49,7%penduduk Indonesia adalah perempuan, sedangkan 50,3% penduduk adalah laki-laki. Dan saat ini usia rata-rata penduduk Indonesia yangmengunakanmedia sosial secara aktif adalah 30 tahun. Pengunaanmedia sosial ini adalah untuk penyebaran informasi dan layanan. Gamabr 1. Penguna intrnet aktif. Twittermerupakan salah satu jejaringmedia sosial yang popular digunakan masyarakat di Indonesia. Menurut laporan statisik, terdapat 18,45 juta penguna aplikasi yang didirikan oleh Jack Dorsey per Januari 2022. capaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara pengguna Twitter terbesar ke-5 di dunia. Adapun Twitter kini banyak digunakan oleh para politikus dalam negeri dan mancanegara untuk mempromosikan kebijakan dan berinteraksi dengan warga dan pejabat lainnya. Apalagi, sebagian besar pemimpin dunia dan kementerian luar negeri kini telah memiliki akun Twitter resmi. Ini bukti twitter menjadi tempat yang kaya dalam bersosialisasi dan penyampaian suatu informasi kepada penguna. Adapun kemudahan twitter dan segudang kelebihannya sangat menyedot perhatian penguna media tersebut: - Ringkas: memiliki keringkasan dalam keterbatasan 140 karakter untukmempublikasikan informasi. - Komunikasi: semua yang tergabung di media twitter tidakmempunyai pembatasan interaksi dan bersosialisasi. - Kebebasan Informasi: informasi yang disajikan oleh penguna twitter secara bebas dan apa adanya. - Data: dapat menampilkan data statistik sesuai dengan kebutuhan pembuat laporan, sehingga dapat membangun pola data yang menjadikan informasi. Berdasarkan hal tersebut dalammenyebarluaskan informasimelaluimedia sosial twitter sangat lah cepat, mudah dan mempunyai keterbatasan karakter akan tetapi kebebasanwaktu dalampenyampaian informasi yang dilakukan secara dominan.
Conclusion
Media sosial sudah semakinmelekat di kehidupan masyarakat era keterbukaan informasi sekarang ini, terlihat dengan semakin banyaknya masyarakat mengakses layanan media sosial dimanapun dan kapan pun. Adapun informasi berbasis media sosial twitter ini perlunya konsisten dari segi konten dan karakter penyebaran informasi, Sesusai dengan indentifikasi kebutuhan informasi pemustaka sumber pendukung, sehingga dapat mengoptimalkan media sosial secara efektif untukmemberikan pelayanan bagi pemustaka.