Kembali
16
1
2022 Jurnal Pari Vol 8 · 1 ISSN 2549-0133

TEKNOLOGI DARING SEBAGAI SARANA KEGIATAN PUSTAKAWAN DALAM MASA PANDEMIC COVID-19

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Abstrak

Akibat dari adanya pandemic COVID-19 kegiatan masyarakat khususnya kegiatan pustakawan mengalami kendala. Untuk mengatasi hal tersebut pustakawan telah menggunakan teknologi yang dapat menjembatani permasalahan tersebut yaitu dilaksanakanya kegiatan pertemuan atau meeting dilakukan seraca daring. Ada berberapa aplikasi yang digunakan yaitu skype, zoom clude meeting, Cisco Webex Meetings, slack, dan Microsoft teams. Kelebihan dari kegiatan meeting secara daring antara lain Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan, Tidak Mengenal Batasan, Biaya Lebih Efisien, dan update teknologi sedangkan kekuranganya antara lain Jadwal yang tidak menentu, Koneksi internet rentan terganggu, Boros kuota, Kualitas video dan audio yang kurang bagus, Adaptasi dalam berkomunikasi, dan Tegang karena dilihat banyak orang beberpa contoh kegiatan daring perpustakaan antara lain Servant Leadership of School Librarian : Transformasi Perpu Sekolah Mewujudkan ekosistem Digital Nasional, FPKI membangun ekosistem digital dilingkungan Perpustakaan Khusus, Webinar Tips dan Trik Mengikuti Sertifikasi Profesi Pustakawan, Pelatihan Soft Skill Untuk Pustakawan, Tradisi Membaca dan Perkembangan Literasi di Era Digital, Sekolah Sinta, WORLD READ ALOUD DAY 2022: Menumbuhkan Budaya Literasi Bangsa Indonesia
Keywords: Seminar perpustakaan · daring · pustakawan · covid-19

Introduction

Pada masa pandemic covid-19 banyak kegiatan pertemuan seminar serta kegiatan pelatihan dilakukan menggunakan aplikasi webinar zoom. Salah satunya kegiatan perpustakaan yang hampir setiap hari diadakan oleh berbagai instansi ataupun perguruan tinggi dengan berbagai tema kekinian yang berhubungan dengan kegiatan perpustakaan. Beberapa instansi yang rutin mengadakan kegiatan webinar tentang perpustakaan adalah perpustakaan Nasional yang berkolaborasi dengan berbagai instansi baik instansi pemerintah maupun swasta serta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan melalui daring dan live streaming di kanal Youtube. Pesertanya juga diikuti dari berbagai kalangan khusunya pengelola perpustakaan sepereti perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan dinas propinsi kabupeten kota, serta beberapa pengelola perpustakaan lainya. Beberapa tema yang sering diangkat dalam kegiatan webinar bermacam-macam seperti mengenai teknologi informasi perpustakaan, pelayanan perpustakaan, pengembangan perpustakaan Seminar adalah pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang yang sedang melaksanakan tugasnya.[1] Seminar berasal dari kata Latin semin yang berarti benih atau dari kata seminarium, yang artinya tanah tempat menanam benih. Jadi, seminar memiliki arti tempat benih-benih kebijaksanaan. Kebijaksanaan yang dimaksud tentu didasari oleh pengajaran akademis, baik pada sebuah universitas atau organisasi komersial yang profesional pada suatu bidang tertentu. Seminar biasanya dilakukan untuk mensosialisasikan suatu produk atau suatu pengetahuan atau metode baru tentang suatu hal. Tidak terkecuali bidang perpustakaan yang saat ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Seorang pustakawan dituntut untuk dapat mengikuti serta menguasai perubahan tersebut. https:// id.wikipedia.org/wiki/Seminar sedangkan dalam jaringan (akronim: daring; bahasa Inggris: online) dan luar jaringan (akronim: luring; bahasa Inggris: offline) memiliki beberapa makna tertentu dalam bidang ilmu teknologi komputer dan telekomunikasi. Dalam istilah modern yang biasa merujuk pada koneksi atau sambungan internet dan jaringan komputer, ”daring” merujuk pada keadaan koneksi yang terhubung, sementara “luring” merujuk pada keadaan koneksi yang terputus. https:// i d . w i k i p e d i a . o r g / w i k i / Dalam_jaringan_dan_luar_jaringan istilah daring saat ini sering terdengar dalam berbagai bidang mulai dari kegiatan perkantoran, perkuliahan, pembelajaran, peribadahan dan lain sebagainya. Termasuk kegiatan perpustakaan juga tidak lepas dari kata daring tersebut. Sedangkan webinar adalah seminar yang dilakukan secara daring atau online.

Result & Discussion

Pada awal merebaknya pandemic covid-19 hampir semua lini kegiatan yang di masyarakat dihentikan baik secara bertahap maupun secara langsung. Seperti kegiatan perkantoran, belajarmengajar, pasar, kegiatan olah raga, kegiatan keagamaan dan masih banyak lagi. Tanpa kecuali kegiatan seminar dan pertemuan yang dilakukan oleh pustakawan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut munculah istilah daring. Semua kegiatanmasyarakat kemudian dilakukan secara daringmulai dari kegiatan perkantoran, belajar mengajar, keagamaan, juga kegiatan pengembangan pustakawan semua dilakukan secara daring. Kegiatan seminar, bimtek, pelatihan, bedah buku yang berkaitan dengan perpustakaan sekarang dilakukan secara daring. Kelebihan Kegiatan Dilaksanakan Secara Daring 1. Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan Dengan kegiatan dilakukan secara daring dapat mencegah kontak langsung antar peserta sehingga kegiatan lebih focus dan tidak was-was serta dapat memutus penularan covid-19 dengan demikian keselamatan dan kemanan peserta dapat terjamin. Bagi pustakawan aplikasi webinar sangat bermanfaat sekali untuk mengurangi penularan covid-19 karena di perpustakaan merupakan salah satu tempat bersosialisasinya petugas dan pengguna perpustakaan. 2. Tidak Mengenal Batasan Dengan dilakukan secara daring semua kalangan dapat ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan serta dapat dilaksanakan sambilmelakukan pekerjaan lain. Pustakawan atau petugas perpustakaan dalam kegiatan sehari-hari bisa dikatakan sangat sibuk apalagi yang dibagian pelayanan yang pengunjungnya lumayan rame serta dengan keterbatasan SDM kegiatan webinar secara daring sangat membantu pustakawan dalam memperoleh pengetahuan baru melalui webinar. 3. Biaya Lebih Efisien Dengan daring dapatmenghemat biaya akomodasi dan transportasi karena bisa dilakukan sesuai dengan keinginan kita seperti dirumah, di kantor atau di tempat hiburan seperti taman, caffe dan lain sebagainya. Bagi pustakawan apalagi bagi petugas perpustakaan di daerah-daerah seminar atau pelatihan melalui webinar ata secara daring akan sangat membantu mengemat pengeluaran. Karena bisa dilakukanmenggunakan smartphone. 4. Update teknologi Dengan adanya daring kita dipaksa untuk belajar mengikuti teknologi yang berkembang sekarang. Khususnya penguasaan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan daring. Selain itu bagi pustakawan juga harusmelakukan kerjasama dan komunikasi dengan pengelola teknologi informasi di kantor tempat pustakawan bekerja. Hal ini bertujuan untuk memperlancar kegiatan daring yang akan diikuti. Misalnya tentang bagaimana caramenampilkan video dan file document yang akan kita paparkan. Biasanya akses bagi peserta akan dibatasi oleh admin penyelenggara. Hal-hal seperti ini harus kita komunikasikan dengan orang yang sudah berpengalaman, biasanya bagian TI yang sudah berpengelamanmengenai teknis kegiatan daring. Beberapa kekurangan dari kegiatan meeting melalui daring https://uptown.id/id/2020/06/19/7 1. Jadwal Yang Tidak Menentu karena terlalu mudah untuk mentukan jadwal menjadikan kegiatan daring juga dapat berubahrubah waktunya, karena tidak terpengaruh oleh jarank dan waktu. Ada yang menunggu ada juga yang masih melakukan kegiatan lain. Karena kegiatan via daring dapat dikerjakan dengan pekerjaan lain. 2. Koneksi internet rentan terganggu Hal ini terjadi karena perbedaan jaringan antara peserta yang menggunakan jaringan dari kantor dengan pengguna jaringan sendiri dari rumah. Untuk pemngguna dari kantor biasanya jaringannya supercepat sedangkan yang dai rumah atau menggunakan paket data biasanya seringmengalami gangguan sinyal. 3. Boros kuota Bagi mereka yang tidak memiliki akses WiFi dirumahnya, hal ini akanmenjadimasalah karena pada saatmenampilkan video atau live streaming akan lebih banyak menguras kuota. Apalagi jika meeting online tersebut menggunakan aplikasi Zoom. Paket internet yang digunakan akan berkurang secara signifikan 4. Kualitas video dan audio yang kurang bagus Untuk yang sering meeting online menggunakan aplikasi zoom pasti sudah sering mengalami gangguan pada kualitas video atau audio sehingga menggangu dalampenyampaian informasi.Apalagi jika pesertanya lumayan banyak. Belum lagi ada yang lupamematikan tombolmute suara disekitar dapatmengganggu pertemuan tersebut. 5. Adaptasi dalam berkomunikasi Karena sering terjadi gangguan baik audiomaupun video kita harus lebih bersabar dalam menyikapinya. Terkadang perkataan yang keluar datangnya tidak bersamaan dengan gerak bibir peserta, sehingga butuh pemahaman yang lebih untuk mencerna informasi yang disampaikan. 6. Tegang karena dilihat banyak orang Setiap gerak-gerik atau kegiatan badan kita pada saat meeting bisa dilihat oleh semua peserta menjadikan kita seringmerasa tegang atauminder. Sebagian orang ada yangmematikan videonya dan menggantinya dengan gambar profil.Ditambah lagi disaat kitamenyampaikan pendapat kadang terjadi gangguan yang dapat membuat kita lebih grogi dan tegang. Hal ini bisa diatasi dengan adanya peran host dan co-host yang dapat membanc-up setiap peserta untuk mengurangi terjadinya gangguan. 7. Kurang aman Poin terakhir dan yangmenjadi kekurangan utama dari meeting online belakangan ini adalah kemungkinan bocornya data-data pengguna ke publik. Topik permasalahan ini muncul pertama kali akibat aplikasi Zoom Cloud Meeting yang kabarnya malah menyerbar-luaskan data-data sensitif para pengguna, seperti wajah, lokasi pengguna, hingga jamlogin pengunjung. Tak hanya itu saja, Zoomdisinyalir juga dapat denganmudah diakses oleh hacker dengan bantuan software tertentu. Tentunya inimenjadi sebuah kekurangan terbesar meeting online, terutama jika kamu menggunakan Zoom Cloud Meeting.(Uptown.id, 2020). Dalam daring perpustakaan biasanya pesertanya sudah saling mengenal apalagi penyelenggaranya masih satu lingkup sehingga jika ada kebocoran data dapat segera dilacak dan biasanya data-data yang di share dalam pertemuanmerupakan data yang sudah dapat diakses oleh public. Karena mudahnya informasi di dapat pada saat meeting secara daring banyak data-data dan informasi yang bocor ke publik Dilansir dari dailymail.co.uk (30/3) dalampantauan bulanannya, Microsoft mengungkapkan bahwa aplikasi video chat mereka (Skype) mengalami peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 70 persen terhitung semenjak bulan lalu, dan terpantau 40 juta orangmemanfaatkan jenis layanan ini setiap harinya. Tidak hanya untuk komunikasi personal, banyak orangmemanfaatkan aplikasi komunikasi video untuk rapat daring. Peningkatan jumlah pengguna juga dialami Cisco, Slack dan Zoom. Bagi anda yang bingung memilih aplikasi yang tepat, berikut kilasan mengenai beberapa aplikasi penunjang rapat daring: Skype Skype adalah solusi komunikasi jarak jauh yang layak dicoba untuk tim kecil. Aplikasi keluaran Microsoft ini mendukung panggilan video hingga 25 slot pengguna, dengam seluruh fasilitas yang gratis untuk semua pengguna. Zoom Cloud Meeting Zoom Cloud Meeting adalah opsi lain yang performanya cukup mumpuni. Zoom Cloud Meeting dapat menampung partisipan hingga 100 pengguna dalam single meeting. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan audio-only, video, dan text chatting. Namun versi gratis dari aplikasi ini hanya dapat digunakan selama 30 menit saja. Cisco Webex Meetings CiscoWebexMeetings jugamerupakan salah satu aplikasi yang cukup banyak dirujuk belakangan ini terutama oleh kalangan pebisnis. Aplikasi ini mempunyai sejumlah fiturmenarik, termasuk slot-slot meeting yang dapat diatur dalam sekali tapping, layout video yang dapat disesuaikan, serta pengguna juga dapat mengatur penjadwalan rapat melalui aplikasi ini. Slack Slack adalah aplikasi yang memiliki fitur komunikasi visual yang lengkap dan sangatmenarik. Aplikasi ini memiliki cara kerja yang cukup mudah, mirip seperti WhatsApp, karena pada dasarnya memiliki fungsi untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna lain melalui pesan instan, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan panggilan video berkelompok. Slack juga memiliki fitur Chat Group yang dilengkapi fitur pendukung percakapan lainnya.Melalui aplikasi ini pengguna dapatmelakukan kerja-kerja pengarsipan serta dapat berbagi file/ gambar/audio lebih terorganisir. Slack juga telah terintegrasi dengan layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive dan Dropbox. Microsoft Teams Merespon pemintaan terkait dengan kebutuhan aplikasi bisnis yang lebih ‘advance’ dari Skype, Microsoft mulai mempromosikan penggunaan Microsoft Teams untuk menjebatani berbagai agenda rapat dan pertemuan kerja. Microsoft Teams adalah aplikasi yang ditujukan untuk aktivitas pekerjaan kolaborasi digital. Sebagai wadah kerja kolaboratif, fitur perpesanan merupakan fitur utama yang ditawarkan oleh Microsoft Teams. Fitur ini juga telah terintegrasi dengan ragam perangkat lainnya. Sehingga pengguna dapat mengoptimalkan aneka ragam fitur pesan berbasis teks, audio, hingga audio visual via video call. Sumber: https:// mediaindonesia.com/weekend/300165/ini-deretanaplikasiuntuk-rapat-daring Beberapa contoh kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan secara daring antara lain: 1. Servant Leadership of School Librarian : Transformasi Perpu Sekolah Mewujudkan ekosistem Digital Nasional Gambar 1. Transformasi Perpustakaan Untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional 2. FPKI Membangun Ekosistem Digital Dilingkungan Perpustakaan Khusus Kegiatan seminar ini dilaksanakan pada tanggal 29-30 Maret 2022 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain: Sesi Kebijakan : 1. Ketua Komisi X DPR RI 2. Gubernur Propinsi Sulawesi Tenggara 3. Kepala Perpustakaan Nasional 4. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara 5. Plt. Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas 6. DirekturAnggaran Bidang PembangunanManusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan 3. Webinar Tips dan Trik Mengikuti Sertifikasi Profesi Pustakawan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2022 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika denganmelibatkan dua orang narasumber yaitu : 1. Dra. Arifah Sismita dengan judul materi Tata Cara Pendaftaran Sertifikasi Pustakawan Secara online dan Mekanisme Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Perpustakaan. 2. Opong Sumiati dengan judul materi Sertifikasi Kompetensi Pustakawan Indonesia Menurut Sumiati O, (2022), selaku Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan menyampaikan pentingnyamengikuti sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan serta convidency, baik untuk pustakawan sendiri maupun untuk instansi yang menaungi perpustakaan tersebut. “Ketika pustakawan sudah melakukan sertifikasi bisa meningkatkan tingkat convidency pustakawan dalam bekerja dan memberikan layanan karena sifat sertifikasi itu up to date sesuai dengan tuntutan zaman dan pengetahuan”. Selain memberikan convidency, adanya sertifikasi membantu pustakawan dalam memenuhi persyaratan regulasi, perencanaan karir, pengumpulan angka kredit bagi jabatan fungsional pustakawan,membantu promosi profesi pustakawan serta dapat meyakinkan kepada pemustaka dan perpustakaan bahwa dirinya kompeten dalambekerja. 4. Pelatihan Soft Skill Untuk Pustakawan Kegiatan ini diselenggarakan olehPengurus daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tanggal 24-25 Februari 2022 dengan nara sumber yaitu: 1. Endah Choiriyah, SIP., M.Si. dengan judul materi PEMANFAATAN GOOGLE DRIVE, AUTOCRAT, FORMMULE 2. PEMBUATAN FLAYER, VIDEO, TWIBBON 5. TradisiMembaca dan Perkembangan Literasi di Era Digital Dari banyaknya informasi yang di share di media sosial, minat baca kita seharusnya tinggi, sebagaimana perkembangan zaman. Menurut UNESCO, (2021) angkamelek huruf sekarang sudah tinggi sekitar 95 persen. Tingkat melek huruf kaum muda bahkan lebih mengesankan di 99,67 persen. Namun demikian, indikator pendidikanmasih sangat rendah. Positifnya, banyak dari remaja yang sebelumnyamalasmembaca buku, sekarang semua rajin membaca, meskipun melalui layar handphone mengenai info di whatsapp, berita online, blogger dll.Secara otomatis literasi meningkat. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah literasi pada zaman yang serba canggih era disrupsi ini bisa menjadi tolok ukur peningkatan literasi? Tentu tidak. Literasi tidak bernilai sedangkal itu. Literasi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. 6. Sekolah Publikasi Sinta Kegiatan ini diselenggarkan oleh RenoWikandaru dari Research.id Indonesia pada Tanggal 11-15 Februari 2022 Materi yang dibahas antara lain: 1. Mengapa Publikasi di Jurnal Terakreditasi Sinta 2. Tips mencari Jurnal Terakreditasi Sinta 3. Hards skill Publikasi:Menulis Naskah Jurnal yang Bagus 4. Softskills Publikasi: PDKT ke Editor 5. Merancang JudulArtikel 6. Menulis Abstrak Artikel 7. Menulis draft pendahuluan artikel 8. Finalisasi draf naskah jurnal 9. Submission draft naskah ke jurnal terakreditasi Sinta 7. WORLD READ ALOUD DAY 2022: Menumbuhkan Budaya Literasi Bangsa Indonesia

Conclusion

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi serta dengan adanya Pandemi COVID-19 mengharuskan kegiatan di perpustakaan tetap berjalan, disisi lain semua kegiatan tidak boleh dilaksanakan dengan kontak fisik langsung atau harus jaga jarak sehingga dirasa kurang nyaman serta ada ketakutan akan terjadinya penularan.Oleh karena itumuncul teknologi berupa aplikasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Teknologi tersebut berupa apikasi untuk kegiatan rapat atau seminar yang didapat dilakukan secara Daring atau melaluiWebinar. Ada berberapa aplikasi yang dapat digunakan yaitu skype, zoom cludemeeting, CiscoWebexMeetings, slack, dan Microsoft teams. Kelebihan dari kegiatan meeting secara daring antara lainMeningkatkan Keselamatan danKeamanan, TidakMengenalBatasan, Biaya Lebih Efisien, dan update teknologi, sedangkan kekuranganya antara lain Jadwal yang tidakmenentu, Koneksi internet rentan terganggu, Boros kuota, Kualitas video dan audio yang kurang bagus,Adaptasi dalam berkomunikasi, Tegang karena dilihat banyak orang.