DAMPAK RENDAHNYA PERPUSTAKAAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA SMPN 2 RAHA
Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo
Abstrak
Masalah yang dihadapi sekolah saat ini adalah masa pandemic covid 19 yang menghambat proses strategi perpustakaan sekolah hampir tidak ada yang menyangka, wajah Pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan Pimasa pandemi Covid-19 Pada Siswa SMPN 2 Raha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi Kualitatif, Informan dalam penelitian sebanyak lima orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak Rendah Pemanfaatan Perpustakaan Di Masa Pandemi Covid-19 Pada SMPN 2 Raha ada beberapa dampak sesuai dengan menurut Sutarno (2003). Dampak rendahnya pemanfaatan perpustakaan di masa pandemi Covid-19 ada 4 dampak yaitu Pemeliharaan bahan pustaka, Kebersihan perpustakaan, Kerapian koleksi, Penataan koleksi. Pengelola perpustakaan dan Pemustaka merasa tehalang dengan adanya Covid-19 sehingga mereka tidak bisa menata perpustakaan dengan baik dan pengunjung juga tidak bisa berkunjung ke perpustakaaan seperti biasanya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti topik yang berkaitan dengan DampakRendanya Pemanfaatan Perpustakaan Di Masa Pandemi Covid-19.
Abstract
The problem that schools are currently facing is the covid 19 pandemic which has hampered the school library strategy process Almost no one would have thought that the face of education would change drastically due to the covid 19 pandemic. This study aims to determine the impact of the low utilization of the Covid-19 pandemic Pimasa Library on students at SMPN 2 Raha. The research method used is a qualitative description, there are five informants in the study. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the Low Impact of Library Utilization During the Covid-19 Pandemic At SMPN 2 Raha there are several impacts according to Sutarno (2003). The impact of the low use of libraries during the Covid-19 pandemic has 4 impacts, namely maintenance of library materials, library cleanliness, neatness of collections, and arrangement of collections. Library managers and users feel hindered by the Covid-19 so that they cannot organize the library properly and visitors also cannot visit the library as usual. This research is expected to be a reference as information material for further researchers who will examine topics related to the impact of the low use of libraries during the Covid-19 pandemic.
Keywords:
Impact
· Low
· Utilization
· Libraries
· Covid-19
Introduction
Pada bulan desember 2019 telah terjadi pandemi berupa wabah corona virus yang begitu cepat mengakibatkan beribu-ribu orang meninggal dunia dan perkonomian terpuruk. Rumah sakit penuh sehingga tidak mampu menampung jumlah pasien yang sakit dan terus bertambah. Keadaan ini menyebabkan hampir semua negara yang terjangkit harus segera mengambil kebijakan yang cepat dan tepat . hal ini harus dilakukan dengan tujuan untuk memutus tali rantai penyebaran virus -covid 19 hampir setiap negara yang terjangkit wabah mengambil kebijakan baru seperti lock down, pembatasan social baik skala besar maupun kecil, social distancing( karantina social). Pada saat pandemi semua orang harus mematuhi aturan pemerintah dalam segala aktivitas dan kegiatannya. Aturan tentang protocol Kesehatan yang diosialisasikan kepada masyarakat diantaranya: tetap tenang, tidak usah panik dan waspada, menghindari keramayan atau kerumunan, menggunakan masker, menciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik,seperti membuka jendela,tidak menggunakan AC dan ruangan yang tertutup, menjaga kebersihan tangan menjaga jarak pada aktivitas sehari-hari. Adanya kebijakan baru ini menimbulkan perubahan yang sangat besar seperti sekolah atau kuliah dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah di rumah, pariwisata di tutup, pabrik di tutup. Masyarakat di minta tetap tinggal di rumah jika tidak sangat penting tidak boleh keluar rumah sampai batas waktu yang tidak di tentukan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di rumah, banyak pelayanan yang di lakukan secara online. Misalnya jual beli online, pelayanan berbagai jasa secara online, pelayanan administrasi secara online, pelayanan informasi secara online dan sebagainya. Berdasarkan data dari staf perpustakaan SMPN 2 Raha, pengunjung yang ada diperpustakaan tersebut mengalami penurunan, yang dimana pada tahun 2019 pengunjung berjumlah sebanyak 720 orang, sedangkan pada tahun 2020 tidak ada pengunjung dikarenakan adanya covid-19, kemudian pada tahun 2021 mengalami penurunan yang sangat besar dari jumlah 720 orang berkurang menjadi 58 orang pengunjung. Jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang mencapai 863 siswa, artinya dalam 3 tahun belakangan angka tertinggi yang kunjungan dalam satu tahun yang ada hanya sekitar 1,19 persen siswa SMPN 2 raha yang berkunjung keperpustakaan. Setiap tahunnya, sekitar 85% siswa SMPN 2 Raha enggan mengunjungi perpustakaan sekolah. Perpustakaan sebagai unsur penunjang dalam kegiatan Pendidikan dan pengajaran yang pada saat ini di lakukan secara online juga harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pemustakanya. Kebutuhan pemustaka pada masa pandemi ini adalah kebutuhan sumber informasi elektronik yang meliputi buku, jurnal, tugas akhir, laporan penelitian, majalah, dan lain-lain. Selain itu untuk kebutuhan administrasi seperti surat perpustakaan, pengecekan plagiasi tugas akhir, pembayaran denda juga di lakukan secara online. Oleh karena itu, perpustakaan harus mengubah layanan online. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian terus meningkat mengakibatkan terjadinya banyak perubahan diberbagai sector, terutama dalam sektor Pendidikan. Perhatian pemerintah terhadap Pendidikan khususnya dalam hal meningkatkan minat dan bakat dituangkan dalam UU RI No.20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan nasional pasal 12 ayat 1b adalah pendidik atau guru yang mampu mengembangkan minat dan bakat serta kemampuan peserta didik,fasilitas disediakan oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan satuan pendidik .hal tersebut mempunyai makna bahwa pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana pendikan, salah satunya adalah perpustakaan. Pendidikan adalah salah satu investasi jangka Panjang yang penting dikalangan manusia. Ciri Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang berkualitas dan dapat di terima serta bagi masyarakat selain itu juga tidak menyusahkan orang lain. Banyak kalangan mengakui Pendidikan adalah pembentuk calon guru dan orang-orang terkemuka dimasyarakat. ( Siti suprihatin,2015) Dalam mewujudkan suatu Pendidikan yang bermutu tentunya dibutuhkan suatu manajemen yang baik. Manajemen yang baik itu tentunya mengacuh pada fungsi-fungsi manajemen itu sendiri, dimana fungsi-fungsi yang dimaksudkan tidak lain adalah perencanaan ( planning), pengorganisasian ( organizing), pengawasan( controlling), serta evaluasi (evaluation), maka kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara terencana, sistematis, berkesinambungan yang sesuai dengan standar mutu Pendidikan. Masalah yang dihadapi sekolah saat ini adalah masa pandemic covid 19 yang menghambat proses strategi perpustakaan sekolah.hampir tidak ada yang menyangka, wajah Pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid 19. Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari Pendidikan formal dibangku sekolah menjadi belajar dirumah dengan sistem online, dalam skala nasional.
Method
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Raha. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Staf perpustakaan dan Siswa yang berkunjung diperpustakaan SMPN 2 Raha sebanyak lima orang. Adapun jumlah informan yang diambil oleh penulis dalam penelitian ini adalah 5 orang yang terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 1 Pengelolah perpustakaan, 1 Guru dan 2 Siswa. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah menggunkan teknik observasi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, Wawancaradan Dokumentasi. Teknik analisis yang dipergunakan oleh peneliti adalah teknik analisis menurut miles dan huberman. Teknik ini digunakan untuk mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif. Terdapat tiga macam kegiatan dalam analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan drawing conclusion
Result & Discussion
Untuk mengetahui Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan di SMPN 2 Raha, penulis telah mendapatkan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara yang di lakukan dengan Kepala Sekolah dan staf perpustakaan SMPN 2 Raha yang bersangkutan dalam penelitian ini sebagai informan, kemudian penulis mendeskripsikan dan membahas tentang hasil temuan yang di temukan terkait dengan Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan Di SMPN 2 Raha berdasarrkan 4 indikator tentang Dampak Rendahnya perpustakaan Yaitu sarana dan prasarana,koleksi perpustakaan, pelayanan perpustakaan, pemeliharaan bahan pustaka, kebersihan bahan perpustakaan, kerapian koleksi, penataan koleksi. Sarana dan prasarana perpustakaan merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar agar berjalan secara efektif. Menurut H.M Joharis dan Haidir juga menjelaskan, sarana dan prasarana memabatu proses kegiatan berjalan lancar, teratur, efektif, serta efisien. Tujuan dari sarana dan prasarana untuk menciptakan kenyamanan, serta mempercepat proses kerja. Dalam proses pengadaan sarana dan prasarana sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjung seperti yang di katakan oleh bapak La Ngani,S.Pd.M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha, yaitu mengatakan sebagai berikut: “Ya Perpustakaan SMP 2 Raha saat ini dalam proses sarana dan prasarana berjalan dengan baik, namun masih banyak persoalan yang akan dihadapi.dari segi aspek atau sisi koleksi buku masi ada yang belum tertata karena kurangnya fasilitas seperti rakrak buku yang masi kurang sehingga masih banyak buku diletakan dilantai.” (wawancara 28 juni 2011). Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, proses sarana dan prasarana berjalan dengan baik, namun masih banyak persoalan yang alan dihadapi. Hal lain juga disampaikan oleh staf perpustakaan yaitu Ibu Wa Sia, S.Pd.,M.pd. selaku pustakawan di SMPN 2 Raha,yaitu sebagai berikut: “Keadaan sarana dan prasarana di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah mencukupi kebutuhan pemustaka layak pakai. Karena sudah di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas belajar seperti buku bacaan, majalah, buku paket, rak buku, kursi dan meja membaca. Namun dengan adanya virus covid-19 saya selaku pustakawan di SMPN 2 Raha mengubah aturan kunjungan siswa keperpustakan, yang tadinya siswa bisa berkunjung kapan saja selagi masih jam sekolah, sekarang proses aturannya di ubah menjadi sistem roling, yang berkunjung keperpustakaan tidak di izinkan untuk masuk secara bersamaan. Setiap yang ingin berkungjung atau ingin membaca Cuma di izinkan 6 arang saja yg bisa membaca di dalam selebihnya bisa meminjam dan membaca di ruang kelas masing-masing, dan buku yang dipinjam bisa di kembalikan besok atau sesuai waktu yang sudah di tentukan”. (wawancara 28 juni 2022) Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan diatas dapat dilihat bahwa yang ada diperpustakaan SMPN 2 Raha sudah memenuhi sarana dan prasarana, tetapi pada pemenuhan rak buku masi ada beberapa yang belum mencukupi. Dan hasil pengamatan peneliti, kelengkapan fasilitasnya layanan memang belum memadai tapi dari segi yang ada di SMPN 2 Raha sudah cukup banyak untuk menunjang proses pembelajaran. Koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang di himpun, diolah, dan di layankan. Koleksi tersedia untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. seperti yanng di katakan Ibu Wa Sia, S.Pd.,M.pd. selaku pustakawan di SMPN 2 Raha bahwa dalam proses pengadaan koleksi sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjung seperti yang di katakan selaku pustakawan di SMPN 2 Raha bahwa : “Koleksi yang ada diperpustakaan SMPN 2 Raha telah menyiapkan koleksi-koleksi sesuai dengan kebutuhan para siswa dan siswi di SMPN 2 Raha mulai dari Buku-buku pelajaran, Majalah, serta buku-buku cerita”. Dari pendapat yang disampaikan oleh Ibu Wa Sia, S.Pd.,M.Pd. Hal ini juga di sampaikan pada Ibu Nurfatima,A.Md selaku Guru di SMP 2 Raha mengatakan Bahwa: “ Bahwa Perpustakaan yang ada di SMPN 2 Raha telah menyiapkan koleksi dengan penyesuaian tingkat kelas dari kelas VII,VIII, dan IX. Siswa dan siswi pada SMPN 2 Raha diberikan waktu kunjungan untuk membaca buku disesuaikan dengan jam tertentu setelah proses pembelajaran atau biasanya jam istirahat dan siswa dan siswa di wajibakan ketika selesai membaca buku dapat mengembalikan buku tersebut pada tempat sesuai dengan koleksinya”. Dari hasil wawancara pada Ibu Wa Sia, S.Pd.,M.Pd. penulis dapat mengetahui bahwa pada Perpustakaan yang ada di SMPN 2 Raha telah menyiapkan koleksi-koleksi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan siswi berdasarkan tingkatan kelas. Layanan perpustakaan adalah bentuk layanan yang diberikan petugas kepada pengguna perpustakaan dalam memanfaatkan perpustakaan. Menurut Darmono ( 2007), layanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pemakai perpustakaan tentang hal-hal berikut yaitu segala bentuk informasi yang dibutuhkan pemakai perpustakaan,baik untuk dimanfaatkan ditempat ataupun untuk dibawa pulang untuk digunakan diluar ruang perpustakaanManfaat berbagai sarana penelusuran informasi yang tersedia diperpustakaan yang merujuk pada keberadaan sebuah informasi Seperti yang dikatakan ibu Wa Sia S.Pd.M.Pd mengatakan bahwa: “Pelayaan diperpustakaan SMPN 2 Raha yang kami terapkan dimasa pandemi Covid19, yang pertama dulu waktu masi mulai-mulainya pandemi kita tidak melayani peminjaman secara langsung, tetapi melalui via whatsapp, jadi siswa-siswi di SMPN 2 Raha tidak di wajibkan untuk meminjam buku secara langsung karena proses belajar mengajar juga di lakukan secara daring.” (wawancara, 28 juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara Ibu Wa Sia ,S.Pd,M.Pd dapat diketahui bahwa pelayanan di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah memiliki upaya untuk melayani siswa-siswi selama masa pandemic Covid-19 .selanjutnya menurut hasil wawancara dari bapak LA NGANI S.Pd.M.Pd menyatakan bahwa: “Pelayanan diperpustakaan ini saya selaku kepala sekolah memerintahkan kepada staf perpustakaan agar tidak melayani siswa-siswi secara langsung untuk peminjaman buku selama dimasa Pandemi covid-19”(wawancara, 28 juni 2022) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti maka proses pelayanan perpustakaaan SMPN 2 raha di masa Pandemi Covid-19 bahwa kepala sekolah tidak memberikan pelayanan secara langsung selama dimasa pandemi covid-19. Pemeliharaan merupakan kegiatan mengusahakan agar bahan pustaka yang kita kerjakan tidak mengalami kerusakan, awet, dan bisa dipakai lebih lama serta bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakaan. Menurut Sulistiyo Basuki (1993) pelestarian berkaitan dengan perencanaan serta kegistsn mengurangi kerusakan bahan pustaka. Kegiatan ini termasuk pemantauan pengawasan lingkungan pemasangan tirai kaca untuk menahan sinar ultra lambayong, pengembangan perencanaan kesiagaan terhadap kerusakan bahana pustaka, serta pelatihan bagi staf perpustakaan. Dalam proses pemeliharaan bahan pustaka sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjun g, seperti yang di katakan oleh bapak La Ngani,S.Pd.M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha yaitu mengatakan sebagai berikut: “Perpustakaan pada SMPN 2 Raha selama adanya Covid-19 kurang di pelihara oleh pustakawan, karena siswa tidak ada lagi yang berkunjung ke perpustakaan dan sekolah di liburkan di pindahkan secara online. ” (wawancara 28 juni 2011). Pernyataan informan tersebut menunjukan bahwa perpustakaan di SMPN 2 Raha kurang di perhatikan karena tdk ada pengunjung yang berkunjung di perpustakaan dan sekolah sedang di liburkan. Hal ini sesuai dengan keterangan salah satu informan Ibu yusdariba S.Pd. bahwa: “Sejak ada Covid-19 perpustakaan kurang di pelihara karena kami juga jarang datang dan pembelajaran semua di pindahkan secara online sehingga bagi siswa yang mau meminjam buku diperpustakaan kami juga memberikan peminjaman buku online bagi siswa.”( wawancara 28 juni 2022) Pernyataan informan tersebut menunjukan bahwa perpustakaan di SMPN 2 Raha sejak adanya Covid-19 kurang di perhatikan karena pustakawan jarang berkunjung ke perpustakaan dan pembelajaran di pindahkan secara online. Hal ini juga sama seperti yang di katakan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd ,M.Pd sebagai pengelolah perpustakaan SMPN 2 Raha bahwa : “Semenjak adanya Covid-19 saya sudah jarang memperhatikan perpustakaan karena sekolah sedang di liburkan untuk sementara waktu yang tidak ditentukan untuk menghindari kerumunan bagi siswa/siswi.”( wawancara 28 juni 2022) Pernyataan informan tersebut menunjukan bahwa perpustakaan di SMPN 2 Raha semenjak ada Covid-19 perpustakaannya sudah jarang di perhatikan karena sekolah sedang di liburkan. Kebersihan merupakan hal yang utama agar siswa betah dan nyaman untuk membaca. Para siswa di harap untuk selalu menjaga kerapian serta kerbesihan rak buku, usai memilih buku bacaan yang mereka inginkan di perpustakaan. Menurut Arifin Hardiana (2018) kebersihan merupakan suatu keadaan yang tampak bersih, sehat dan indah. Lingkungan yang bersih merupakan hak dasar setiap manusia dalam memperoleh kesehatan dalam penghidupannya. Dalam proses kebersihan sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjung, seperti yang di katakan oleh Bapak La Ngani,S.Pd.M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha, mengatakan bahwa: “kebersihan di perpustakaan SMPN 2 Raha, pustakawan sudah jarang membersihkan setiap hari sejak adanya Covid-19 sehingga perpustakaannya tidak terlalu terawat banyak debu-debu yang menempel diberbgai rak-rak buku .” (wawancara, 28 juni 2022). Pernyataan informan tersebut menunjukan bahwa perpustakaan di SMPN 2 Raha sudah tidak di bersihkan setiap hari tetapi jadwal pembersihannya di ubah menjadi seminggu sekali oleh pengurus perpustakaan. Hal ini sesuai dengan keterangan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd,M.Pd “Dengan adanya Covid-19 kebersihan di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang di bersihkan setiap hari, karena sekolah sedang di liburkan sehingga kami selaku pustakawan diperpustakaan ini juga jarang berkunjung diperpustakaan karna kami mengikuti peraturan protokol yang diberikan pemerintah.”(wawancara, 28 juni 2022) Dari hasil pernyataan informan, hasil wawancara yang dilakukan peneliti, masa Pandemi Covid-19 perpustakaan sudah jarang di bersihkan karena sekolah sedangn diliburkan. Hal ini juga sama dengan keterangan salah satu informan Ibu yusdariba S.Pd. bahwa : “Dengan adanya virus covid-19 perpustakaan sudah jarang di bersihkan karena sudah tidaak ada pengunjung yang berkunjung semenjak Covid-19 dan sekolah sedang di liburkan.” (wawancara 28 juni 2022) Dari hasil pernyataan wawancara diatas yang dilakukan oleh peneliti, dapat dilihat bahwa perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang bersihkan setiap hari karena adanya virus Covid-19 Kerapian susunan bahan pustaka dirak akan sangat bergantung pada sistem layanan yang diterapkan oleh perpustakaan. Pada sistem pelayanan tertutup, dimana pengguna tidak diperbolehkan mengambil sendiri bahan pustaka yang dibutuhkannya dirak koleksi, kerpian susunan akan lebih mudah terjaga. Sedangkan pada sistem pelayanan terbuka, dimana pengguna diperbolehkan mengambil sendiri bahan pustaka yang dibutuhkannya dirak koleksi, menjaga kerapian susunan koleksi menjadi lebih sulit. Kerapian bahan pustaka sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjung, seperti yang di katakan salah satu informan oleh bapak La Ngani,S.Pd.M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha,yaitu mengatakan sebagai berikut: “bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha biasanya selalu di rapikan oleh pengelolah perpustakaan, tetapi setelah adanya Covid-19 sudah jarang di bersihkan karena sekolah juga sedang di liburkan.” (Wawancara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, perpustakaan SMPN 2 Raha selalu di rapikan tetapi setelah adanya Covid-19 sudah jarang di rapikan. Hal ini sesuai dengan keterangan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd, M.Pd selaku pengelola perpustakaan SMPN 2 Raha mengatakan bahwa: “Perpustakaan SMPN 2 Raha selalu di perhatikan kerapiannya namun setelah adanya Covid-19 sudah jarang di perhatikan karena siswa dan guru-guru di sekolah ini sedang di liburkan dan pembelajaran juga di lakukan secara daring.” (Wawancara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, kerapian SMPN 2 Raha selalu di perhatikan namun setelah adanya Covid-9 sudah jarang di perhatikan karena siswa dan guru-guru sedang di liburkan dan pembelajaran di lakukan secara daring. Sama seperti yang di katakan salah satu informan Ibu Yusdariba S.pd mengatakan bahwa: “kerapian bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang di rapikan setelah adanya Covid-19 karena sekolah sedang di liburkan dan tidak ada yang siswa berkunjung ke perpustakaan.” (Wawancara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, kerapian bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang di nrapikan setelah adanya Covid-19 karena sekolah sedang di liburkan dan tidak ada yang siswa yang berkunjung ke perpustakaan. Penataan koleksi adalah suatu kegiatan dalam perpustakaan dimana buku-buku yang telah diolah ditata dengan rapi pada rak sesuai dengan nomor sesuai dengan klasifikasinya. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan pengunjung perpustakaan dalam menelusur dan mendapatkan buku yang dicari pada jajaran koleksi. Dalam proses penataan bahan pustaka sangat penting di lakukan untuk menciptakan kepuasan pengunjung, seperti yang di katakan oleh bapak La Ngani,S.Pd.M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha,yaitu mengatakan sebagai berikut: “Penataan bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah bagus karna di susun sesuai nomor klasifikasi buku tetapi masi banyak buku yang di letakan di lantai karena kekurangan rak buku.” (Wawancara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, penataan bahan pustaka sudah bagus namun masi banyak buku yang di simpan di lantai karna kurangnya rak buku. Hal ini sama seperti yang di kataka Ibu Wa Sia S.Pd,M.Pd selaku pustakawan SMPN 2 Raha mengatakan bahwa: “Penataan koleksi buku yang ada di perpustakaan SMPN 2 raha sudah di susun sesuai nomor klasifikasinya, tetapi masi banyak yang di simpan di lantai karena masi kekurangan rak buku sehingga buku yang tidak muat untuk disimpan dirak kami menyimpan sebagian digudang atau dilantai untuk sementara sampai kami dapat menambahkan rak-raknya.” (Wawancara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan hasil wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, penataan koleksi buku yang ada di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah di susun sesuai nomor klasifikasinya, tetapi masi ada buku yang di simpan di lantai karena kurannya rak buku. Hal ini juga sama seperti yang di katakan salah satu informan Ibu Yusdariba S.pd mengatakan bahwa: “Penataan buku di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah bagus, sudah susun sesuai nomor klasifikasinya, tetapi masi banyak buku yang di simpan di lantai karena kurangnya rak buku.” (Wawanacara 28 Juni 2022). Dari hasil pernyataan wawancara di atas yang di lakukan oleh peneliti, penataan buku di SMPN 2 Raha sudah bagus, sudah susun sesuai dengan nomor klasifikasinya, tetapi masi banyak buku yang di simpan di lantai karena kurannya rak buku Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Raha. Berdasarkan data yang sudah terkumpul pada hasil wawancara yang telah dipaparkan sebelumnya. Maka hasil pembahasan mengenai dampak rendahnya pemanfaatan di masa pandemi covid -19 pada siswa SMPN 2 Raha diuraikan sebgai berikut. Sesuai dengan rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yang menjadi landasan konsep dan acuan untuk menelah rumusan masalah adalah dengan menggunakan konsep dari Sutarno (2003) tentang dampak rendahnya pemanfaatan perpustakaan SMPN 2 Raha pada masapandemi Covid-19 yang di mana ada 7 bagian yaitu: sarana dan prasarana, koleksi perpustakaan, pelayanan perpustakaan, Pemeliharaan bahan pustaka, kebersihan perpustakaan, kerapian koleksi, penataan koleksi. Proses pemanfaatan sangat berpengaruh penting terhadap kepuasan pengunjung. Sesuai dengan hasil penelitian saya bahwa dampak rendahnya pemanfaatan perpustakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19 belum cukup memuaskan. ✓ Sarana dan Prasarana Perpustakaan Sarana dan Prasarana dapat dimanfaatkan oleh pustakawan dan pemustaka untuk mempermudah kegiatan diperpustakaan. Analisis dari pernyataan kepala sekolah sekaligus staf perpustakaan, SMPN 2 raha Sarana dan Prasarananya dapat berjalan dengan baik, namun daru segi aspek atau sisi koleksi buku masih ada yang belum tertata dikarenakan kurangnya fasilitas Koleksi Perpustakaan.jadi dampak yang terjadi pada sarana dan prasarana perpustakaan SMPN 2 Raha yaitu tidak tersedinya rak buku yang cukup untuk menata koleksi buku yang ada,sehingga banyak buku yang diletakan dilantai. ✓ Koleksi perpustakaan Semua koleksi yang ada diperpustakaan harus banyak dilengkapi.analisis pernyataan pengelola perpustakaan Di SMPN 2 Raha, koleksi yang ada diperpustakaan telah menyiapkan koleksi- koleksi sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi .perpustakaaan SMPN 2 Raha juga elah menyiapkan koleksi dengan penyesuaian tingkat kelas,kemudian .siswa-siswi diberikan waktu kunjung yang terbatas.jadi, untuk dibagian koleksi ini sudah sesuai dengan kebutuhan para siswa-siswi di SMPN 2 Raha ,naun yang menjadi dampaknya yaitu belu bisa d manfaatkan dengan baik karena adanya COVID -19 ✓ Layanan Perpustakaan Pelayanan diperpustakaan adalah bentuk layanan yang diberikan petugas kepada pengguna perpustakaan. Analisis pernyataan pengelolaan perpustakaan di SMPN 2 raha, pelayanan yang dditerapkan dimasa pandemi covid-19, perpustakaan SMPN 2 raha tidak melayani peminjaman secara langsung tetapi mereka melayani peminjaman secara online. Jadi dampak yang terjadi pada layanan perpustakaan SMPN 2 Raha yaitu kurangnya pengunjung yang berkunjumg diperpustakaan karena adanya COVID-19 guru melarang siswa untuk berkunjung diperpustaakn secara bersamaan denan tujuan menjalankan protokol kesehatan ✓ Pemeliharaan bahan pustaka Berdasarkan hasil wawancara pengelolah perpustakaan, guru, dan kepala sekolah mengenai Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19, Bapak La Ngani,S.Pd, M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha mengatakan Perpustakaan pada SMPN 2 Raha selama adanya Covid-19 kurang di perhatikan oleh pustakawan, karena siswa tidak ada lagi yang berkunjung ke perpustakaan dan sekolah di liburkan di pindahkan secara online. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan Ibu yusdariba S.Pd salah satu guru di SMPN 2 Raha menyatakan, sejak ada Covid-19 perpustakaan kurang di perhatikan karena kami juga jarang datang dan pembelajaran semua di pindahkan secara online. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan Ibu Wa Sia S.Pd, M.Pd sebagai pengelolah perpustakaan SMPN 2 Raha menyakatan, semenjak adanya Covid-19 sudah jarang memperhatikan perpustakaan karena sekolah sedang di liburkan. Hal pernyataan di atas sesuai dengan teori Sutarno yang mengatakan pemanfaatan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaaat. Hal ini juga di perkuat oleh perkuat oleh penelitian terdahulu Billy (2016) mengenai Analisis Faktor Rendahnya Pemanfaatan perpustakaan metode dalam penelitian menggunakan deskriptif kuantif. ✓ Kebersihan Bahan perpustakaan Berdasarkan hasil wawancara pengelolah perpustakaan, guru, dan kepala sekolah mengenai Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19, Bapak La Ngani,S.Pd, M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha mengatakan kebersihan di perpustakaan SMPN 2 Raha, pustakawan sudah jarang membersihkan setiap hari sejak Covid-19 ada. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd, M.Pd selaku pengelola perpustakaan SMPN 2 Raha mengatakan, perpustakaan SMPN 2 Raha selalu di perhatikan kerapiannya namun setelah adanya Covid-19 sudah jarang di perhatikan karena siswa dan guru-guru sedang di liburkan dan pembelajaran juga di lakukan secara daring. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Yusdariba S.pd menyatakan kerapian bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang di rapikan setelah adanya Covid-19. Hal pernyataan di atas sesuai dengan teori Sutarno yang mengatakan pemanfaatan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaaat. Hal ini juga di perkuat oleh penelitian terdahulu Sabilal (2016 ) dengan mengenai Faktor-faktor penyebab Rendahnya Minat Kunjung Siswa Ke perpustakaan SMAN 2 Mrangge metode dalam penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Hal pernyataan di atas sesuai dengan teori Sutarno (2003) yang mengatakan pemanfaatan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaat. Hal ini juga di perkuat oleh peneltian terdahulu Meidy Prasetyo (2013) mengenai Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Prasarana Belajar Siswa SMA Negeri 7 Pontianak. ✓ Kerapian Koleksi Berdasarkan hasil wawancara pengelolah perpustakaan, guru, dan kepala sekolah mengenai Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19, Bapak La Ngani,S.Pd, M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha mengatakan bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha selalu di rapikan oleh pengelolah perpustakaan, tetapi setelah adanya Covid-19 sudah jarang di bersihkan karena sekolah sedang di liburkan. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd, M.Pd selaku pengelola perpustakaan SMPN 2 Raha mengatakan perpustakaan SMPN 2 Raha selalu di perhatikan kerapiannya namun setelah adanya Covid-19 sudah jarang di perhatikan karena siswa dan guruguru di sekolah sedang di liburkan dan pembelajaran juga di lakukan secara daring. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Yusdariba S.pd mengatakan kerapian bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah jarang di rapikan setelah adanya Covid-19 karena sekolah sedang di liburkan dan tidak ada siswa berkunjung ke perpustakaan. Hal pernyataan di atas sesuai dengan teori Sutarno (2003) yang mengatakan pemanfaatan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaat. Hal ini juga di perkuat oleh penelitian terdahulu Nurul Ana Sulaikha (2017) mengenai Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Siswa Di Mi Ma’Arif Setono Jenangan Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017. ✓ Penataan Koleksi Berdasarkan hasil wawancara pengelolah perpustakaan, guru, dan kepala sekolah mengenai Dampak Rendahnya Pemanfaatan Perpustakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19, Bapak La Ngani,S.Pd, M.Pd selaku kepalah sekolah di SMPN 2 Raha mengatakan penataan bahan pustaka di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah bagus karna di susun sesuai nomor klasifikasi buku tetapi masi banyak buku yang di letakan di lantai karena kekurangan rak buku. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Wa Sia S.Pd, M.Pd selaku pengelola perpustakaan SMPN 2 Raha mengatakan penataan koleksi buku yang ada di perpustakaan SMPN 2 raha sudah di susun sesuai nomor klasifikasinya, tetapi masi banyak buku yang di simpan di lantai karena masi kekurangan rak buku. Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan salah satu informan Ibu Yusdariba S.Pd, penataan buku di perpustakaan SMPN 2 Raha sudah bagus, sudah susun sesuai nomor klasifikasinya, tetapi masi banyak buku yang di simpan di lantai karena kurangnya rak buku. Hal pernyataan di atas sesuai dengan teori Sutarno (2003) yang mengatakan pemanfaatan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaat. Hal ini juga di perkuat oleh penelitian terdahulu Satya Butomi (2016) mengenai Analisis Pemanfaatan Perpustakaan Oleh Mahasiswa Di Stikes Faletehan Serang Tahun 2016
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dampak dalam pemanfaatan perputakaan di SMPN 2 Raha pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan toeri sutarno (2003) yaitu dampak yang di dapatkan perpustakaan dengan adanya virus Covid-19 yaitu berdampak pada tidak adanaya pengujung perpustakaan SMPN 2 Raha di karenakan sekolah sedang di liburkan, kemudian berdampak juga pada kurangnya pemeliharaan bahan pustaka yang ada di perpustakaan SMPN 2 Raha, karena guru dan pengelolah perpustakaan di larang untuk datang ke sekolah, kemudian berdampak juga pada kebersihan bahan pustaka, kerapian koleksi dan penataan koleksi, kerena pegelolah sudah tidak berkunjung tiap hari ke perpustakaan di karenakan larangan dari pihak sekolah. Sehingga perpustakaan sudah jarang di perhatikan sejak adanya virus Covid-19.