URGENCY PENDIDIKAN PEMAKAI USER EDUCATION BAGI PEMUSTAKA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM: SEBUAH KONSEP PENERAPAN KAMPUS PERADABAN DI UIN ALAUDDIN MAKASAR
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Abstract
User education activities are expected to be held in any type of library,especially atthe college library (including UIN and IAIN). Due to thepresence of user education teaching can improve the function of librariesand librarians in supporting programs of Tri Dharma Universityinstitution. On the other hand, the basic for the importance of libraryuser education is also intended for library users and the entire academiccommunity (especially new students) to prepare them to be able toexplore their skill in the necessary resources and use them for education.The ability to search and to access to this information will be very usefulfor students to develop a career of life inside and outside the campus then.Library and their existences especially in higher education institutions touniversity of Islam is a civilization buffer, the libraryis a place ofpluralities of complex thinking of the dialectical process of creativethinkers who read the reality of plural. To answer the challenges of theconstantly changing life, the land will be fertile earth to foster plurality, ifthe library maintained its role in education is to educate the nation and asa pillar of civilization that honors independent thinking
Keywords:
Pendidikan pemakai
· Perpustakaan perguruan tinggi
Introduction
Pendidikan Pemakai di Perpustakaan :Pendidikan pemakai sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh para pustakawan telah berkembang dan dikenal di berbagai perpustakaan. Pendidikan pemakai sebagai suatu gejala di perpustakaan mulai tumbuh dan berkembang sekitar tahun 1960-an dan 1970-an yang banyak dipengaruhi oleh perubahan sosial yang melingkupinya. Pada saat itulah pustakawan telah mengajar dan mempresentasikan lokakarya dan konferensi, menulis artikel-artikel majalah, dan mengadakan survei serta memberikan pendidikan berkelanjutan dalam instruksi bibliografi. Kemajuan teknologi digital seperti komputer, telekomunikasi, internet, dan World Wide Web sangat berpotensi untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan perguruan tinggi terhadap pemakainya. Kecanggihan teknologi informasi yang telah diterapkan pada beberapa perpustakaan perguruan tinggi telah terbukti mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pemakainya. Namun demikian, beragam sumber informasi baik yang tercetak maupun yang non-cetak tersebut ternyata telah memunculkan beberapa keprihatinan lain bahwa pemakai perpustakaan di perguruan tinggi terjebak dengan banjirnya informasi. Mereka menghadapi era di mana pemakai dapat menggunakan ujung jarinya untuk mencari, mengklik, dan meng-copy paste informasi yang dibutuhkan. Pemakai harus lebih jeli untuk mendapatkan informasi secara efisien dan efektif. Mereka juga harus mempunyai keterampilan yang tidak hanya terbatas pada keterampilan mendapatkan informasi yang dibutuhkan, tetapi juga dapat mengevaluasi dan menganalisa informasi secara kritis. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi yang bersangkutan mencapai tujuannya, yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) (Sulistyo-Basuki, 1991). Untuk itu, tugas utama perpustakaan adalah menghimpun bahan pustaka baik yang berbentuk tercetak (printed materials) maupun dalam bentuk tidak tercetak (non-printed materials), mengolahnya, dan menyajikannya untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemakainya melalui berbagai jenis jasa layanan yang disediakan oleh perpustakaan. Para pemustaka perpustakaan berhak mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan efisien serta berhak menggunakan seluruh fasilitas dan sumber informasi yang ada dalam mendapatkan dan menelusur informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan studi, penelitian, dan pengembangan wawasannya. Namun di sisi lain, disadari atau tidak, bahwa para pemakai jasa perpustakaan tersebut, terutama mahasiswa baru, tidak semuanya memahami bagaimana cara memanfaatkan informasi dan fasilitas perpustakaan secara benar dan cepat. Mereka tidak dapat memanfaatkan secara maksimal karena belum memahami teknik dan strategi bagaimana cara menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien. Maka dari itu, mereka perlu diberikan pendidikan pemakai perpustakaan (user education), yaitu pendidikan tentang teknik dan strategi dalam memanfaatkan perpustakaan dengan tepat guna. Pendidikan pemakai ini menurut Fjallbrant merupakan satu bagian dari interaksi antara pemakai dengan perpustakaan (Fjallbrant, N. & Malley, I., 1984). Kegiatan pendidikan pemakai (user education) diharapkan dapat diselenggarakan di setiap jenis perpustakaan, terutama pada perpustakaan perguruan tinggi (termasuk UIN dan IAIN). Karena dengan adanya pendidikan pemakai dapat meningkatkan fungsi perpustakaan dan pustakawan dalam menunjang program Tri Dharma Perguruan Tinggi lembaga induknya. Di sisi lain, dasar pemikiran pentingnya pendidikan pemakai perpustakaan ini juga ditujukan bagi pemakai perpustakaan (terutama mahasiswa baru) untuk menyiapkan mereka agar dapat dengan terampil menggali sumber informasi yang diperlukan dan memanfaatkannya untuk pendidikannya. Kemampuan menelusur informasi ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk bekal mengembangkan karirnya dalam kehidupan di dalam dan di luar kampus nantinya. **Antara Perpustakaan, Lembaga Pendidikan, dan Informasi/Pengetahuan** Pemikiran yang ditangkap dalam proses transformasi pengetahuan dan konteks pendidikan dan pembelajaran, yang di dalamnya dijelaskan mengenai konsep pendidikan menurut pandangan Mortensen dan Schmuller, yang mendudukkan wilayah pembelajaran (instructional) sebagai bagian yang dominan, di samping bagian lainnya seperti wilayah manajerial atau kepemimpinan pendidikan, dan wilayah bimbingan pemakai dan bantuan dalam pendidikan. Proses pendidikan seperti ini berlaku hampir di semua lembaga pendidikan formal seperti sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan (Yusuf, P.M., 2012). Perpustakaan menurut fungsinya memposisikan diri sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi dari berbagai macam bidang subjek, baik
Conclusion
Urgensi Pengajaran Pendidikan Pemakai (User Education)Di lembaga perguruan tinggi, pengajaran pendidikan pemakai (user education) yang diprogramkan oleh perpustakaan sebagai unit penunjang perguruan tinggi yang menaunginya sangat penting untuk menciptakan civitas akademika yang mampu menguasai cara mengakses, menggunakan, dan mengevaluasi informasi dan pengetahuan yang telah disiapkan. Dengan membeludaknya informasi yang ada di era teknologi ini, penting untuk membendung agar tidak terjebak oleh informasi yang bisa menyesatkan. Dengan adanya keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, khususnya civitas akademika yang ada di perguruan tinggi sebagai masyarakat ilmiah, sudah sepatutnya mereka menjadi fasilitator dalam membangun peradaban. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih siap untuk terus belajar dalam kehidupannya, karena mereka akan menjadi manusia yang cerdas, bukan hanya intelektualnya saja, tetapi juga emosional dan spiritualnya.