Analisis Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang Analisis Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, dengan berfokus pada satu subjek permasalahan yaitu analisis pengadaan bahan pustaka. Pokok permasalahan tersebut dibagi kedalam beberapa rumusan masalah yaitu bagaimana Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan Bagaimana peran pustakawan dalam Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan Bagaimana peran pustakawan dalam Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang turun langsung melihat keadaan yang terjadi di lapangan. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Terakhir, melakukan pengolahan dan analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar memperoleh bahan pustaka dari tiga jenis pengadaan yaitu dengan menerima hadiah, menerima sumbangan dan melalui pembelian. Untuk peran pustakawan dalam Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar sendiri dibagai menjadi dua peran administratif dan peran analisis.
Abstract
This thesis examines the Analysis of Library Material Procurement at the UPT Library of UIN Alauddin Makassar, focusing on a single core issue: the procurement of library materials. This main issue is further broken down into specific research questions: How is the procurement of library materials conducted at the UPT Library of UIN Alauddin Makassar? and What is the role of librarians in the procurement of library materials at the UPT Library of UIN Alauddin Makassar? The objective of this research is to understand both the process of library material procurement and the role of librarians in the procurement process at the UPT Library of UIN Alauddin Makassar. This research employs a qualitative approach, involving direct field observations. The primary and secondary data sources were utilized. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. The data processing and analysis were carried out through three stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings of this study indicate that the procurement of library materials at the UPT Library of UIN Alauddin Makassar is carried out through three methods: donations, gifts, and purchases. Furthermore, the role of librarians in the procurement process is categorized into two aspects: administrative roles and analytical roles.
Keywords:
library materials
· procurement
· library resources
Introduction
Dari berbagai macam sumber daya yang ada di perpustakaan, keberadaan koleksi cetak merupakan hal yang mutlat harus ada di perpustakaan untuk masa sekarang ini. Keberadaan koleksi cetak seperti buku, memiliki fungsi yang penting demi memuaskan kebutuhan akan informasi dari pemustakanya. Sehingga perpustakaan yang memiliki fungsi sebagai wahana Pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa dapat tercapai. Pengadaan koleksi merupakan salah satu system kerja yang ada di dalam perpustakaan dengan tujuan memberikan dan menyediakan informasi sesuai dengan kebutuhan informasi pemustakanya. Koleksi perpustakaan harus terus-menerus dikembangkan dan terus ditambah dengan koleksi yang baru demi mencapai kemajuan manusia di segala macam bidang. Tujuan penyediaan koleksi perpustakaan adalah untuk menunjang pelaksanaan program lembaga induknya. Seperti perpustakaan Universitas, maka tujuan penyediaan koleksi perpustakaan adalah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta nilai dan sikap hidup peserta didik dan tenaga pendidik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Demi memuaskan kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pemustaka, perpustakaan tentunya harus memiliki metode yang memadai dalam proses pengadaan bahan pustakaanya. Bahan Pustaka yang dihadirkan haruslah disesuaikan dengan lingkungan tempat perpustakaan itu berada, jenis perpustakaan yang ada serta menyesuaikan dengan aturan yang ada di dalam instansi tempat perpustakaan berdiri. Sebagai contoh, keberadaan perpustakaan umum tentunya memiliki fungsi yang berbeda dengan perpustakaan sekolah. Perpustakaan umum seperti perpustakaan daerah atau perpustakaan provinsi memiliki cakupan pemustaka yang teramat luas, karna ia merupakan perpustakaan umum tentu dalam Proses pengadaan koleksinya tidak bisa hanya memikirkan kebutuhan satu golongan saja, maka koleksi yang diadakan harus menyesuaikan dengan melihat aspek sosial, antropologi bahkan aspek geografi tempat perpustakaan itu ada. Akan kurang elok jika perpustakan umum daerah yang berada dilingkungan pegunungan/dataran tinggi yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dengan budaya berbeda dengan masyarakat daerah pesisir disuguhkan bahan bacaan berbau agrarian dan kelautan begitupun sebaliknya. Perpustakaan Universitas juga demikian karna cakupan lingkupnya untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa di universitas, tentu dalam pengadaan bahan pustakanya harus menyesuaikan dengan mata pelajaran yang diajarkan serta kurikulum yang sedang berjalan disekolah tersebut. Sehingga mampu menunjang proses belajar mahasiswanya. Dengan melihat hal di atas pengadaan bahan pustaka tidak bisa dilakukan secara asal-aslan, pihak-pihak terkait yang melakukan kegiatan ini seperti staf perpustakaan, pustakawan dan pimpinan perpustakaan perlu melihat kebutuhan seperti apa yang dibutuhkan oleh pemustakanya. UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu Universitas Negeri yang bertempat di Sulawesi Selatan. Sebagai sebuah Universitas kehadiran perpustakaan kampus di UIN Alauddin Makassar merupakan sebuah hal yang harus ada mengingat masyarakat kampus adalah masyarakat akademisi, masyarakat ilmiah dan masyarakat teoritis kehadiran perpustakaan akan menunjang kebutuhan informasi masyarakat kampus. Bahan Pustaka yang ada bisa menunjang berbagai hal seperti mengerjakan tugas, membantu penelitian mahasiswa dan guru besar dan masih banyak kegiatan akademis yang akan dilakukan di dalam perpustakaan. Perpustakaan yang hadir di lingkup kampus tentu memiliki jumlah dan topik bahan Pustaka yang lebih beragam. Biasanya bahan Pustaka yang disediakan suatu perpustakaan universitas mengikut pada jenis jurusan yang ada di dalam universitas, semisal universitas menghadirkan jurusan ilmu hukum di dalamnya maka perpustakaan universitasnya juga harus menghadirkan berbagai macam koleksi yang berkaitan dengan ilmu hukum sehingga perpustakaan mampu mengakomodir kebutuhan bahan bacaan dari mahasiswa, dosen dan guru beras dari jurusan ilmu hukum begitu pun dengan jurusan-jurusan lainnya. Sehinga pustakawan yang mengelolah perpustakaan harus membuat formulasi khusus dalam membuat draf untuk pengadaan bahan Pustaka agar bahan Pustaka yang dihadirkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka yang dilayani. Kesesuaian antara bahan pustaka dengan kebutuhan mahasiswa kadang menjadi polemik, hal ini biasanya diakibatkan pengadaan bahan pustaka yang tidak melihat pertimbangan seperti kurikulum, jurusan apa saja yang ada di lingkup Universitas serta masukan dari mahasiswa maupun tenaga pengajar. Kesesuaian bahan pustaka dengan kebutuhan pemustaka sangat penting adanya. Karna jika bahan pusataka tidak disesuaikan dengan kebutuhan pemustakanya maka akan sangat menyulitkan universitas sendiri. Bayangkan saja jika mahasiswa dari Universitas A, melakukan kunjungan perpustakaan ke Universitas B hanya karna bahan pustaka yang Ia butuhkan tidak ada di Universitasnya. Dengan melihat kondisi ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul analisis Proses pengadaan bahan Pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, untuk melihat bagaimana sebenarnya Proses pengadaan koleksi yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar apakah Proses yang digunakan menyesuaikan kebutuhan pemustaka atau area perpustakaan itu berada atau adakah Proses lain yang di gunakan dalam merumuskan sebuah Proses untuk mengadakan bahan Pustaka.
Method
Tesis ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research), dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar dan penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Menggunakan Jenis penelitian lapangan dengan Proses kualitatif deskriptif digunakan oleh peneliti supaya dapat mengamati dan berinteraksi secara langsung di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar serta dapat mendeskripsikan apa yang terjadi di lapangan sehingga data yang diperoleh tidak bersifat spekulatif. Adapun lokasi penelitian yang peneliti pilih dalam membuat tulisan ini, bertempat di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Alasan lokasi ini dipilih tidak lain dikarenakan pengalaman peneliti sendiri yang merupakan mahasiswa UIN Alauddin Makassar, sebagai pengguna perpustakaan peneliti merasa sajian bahan pustaka yang disediakan kurang vasiatif sehingga banyak referensi yang dibutuhakan tidak tersedia. Sehingga sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan tentu peneliti tertarik untuk melihat bagaimana Proses pengadaan bahan pustaka yang di terapkan oleh pihak perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Pengekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan Managerial atau lebih umum dengan istilah pendekatan manajemen adalah sebuah pendekatan yang bersifat sistematis, karena pengelolaanya yang teratur dalam melibatkan unsur-unsur yang terpadu didalam proses pengembangan literasi informasi. Pendekatan ilmu kepustakaan digunakan untuk memberikan penjelasan dalam penelitian ini memiliki dasar dan landasan yang kuat dengan mengacu pada Undang-Undang Perpustakaan Untuk sumber data sendiri penulis bagi menjadi dua yaitu Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. yang akan menjadi sumber data primer peneliti adalah kepala perpustakaan, pustakawan, pengelola perpustakaan dan mahasiswa UIN Alauddin Makassar, dan yang kedua adalah Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
Result & Discussion
A. Pengadaan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Dalam tinjauan teori sebelumnya yang ada di bab II, peneliti telah memaparkan bahwa dalam proses pengadaan bahan pustaka ada jenis-jenis pengadaan yang bisa digunakan oleh sebuah perpustakaan. Jenis-jenis pengadaan yang dimaksud adalah dengan sumber hadiah, tukar menukar bahan pustaka, titipan bahan pustaka, dan pembelian. Sehingga hal tersebut menjadi patokan dalam membahas hasil informasi dari penelitian yang peneliti lakukan. Mengingat pada hasil penelitian yang peneliti paparkan pada pembahasan sebelumnya bahwa medode pengadaan bahan pustaka yang digunakan oleh UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar adalah memalalui hadiah, sumber titipan dan sumber pembelian, maka peneliti hanya akan membahas tiga jenis pengadaan tersebut agar pembahasan ini lebih terfokus. 1. Pengadaan bahan pustaka melalui hadiah Secara penjelasan pengadaan bahan pustaka melalui sumber hadiah adalah pengadaan bahan pustaka yang bersumber dari berbagai pihak. Pihak-pihak yang dimaksud bisa dari pemerintah, organisasi masyarkat, maupun sumbangan perseorangan. Di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar sendiri sumber hadiah menyumbang penambahan pahan pustaka paling signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, sumbangan yang diberikan kebanyakan melalui instansi atau dari sumbangan negara-negara yang berafiliasi dengan Indonesia. Contoh instansi yang dimaksud adalah perpustakaan nasional dan negara afiliasi yang dimaksud adalah kerajaan Saudi arabiah. Adapun langkah-langkah atau proses yang biasanya dilalui oleh Di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar saat akan melakukan pengadaan dari sumber hadiah adalah sebagai berikut: a) Mengidentifikasi sumber hadiah yang akan diterima. Pada tahapan ini, pihak perpustakaan melalui kepala prpustakaan melakukan rapat dengan pustakawan UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar mengenai sumbangan yang akan diterima, untuk memastikan sumber hadiah tersebut sehingga meminimalisir penipuan atau hal-hal yang tidak diinginkan. b) Melengkapi berkas/persyaratan untuk menerima hadiah. Setelah sumber hadiah sudah dipastikan tidak melanggar atuan apapun atau telah terkonfirmasi aman, maka pihak pustakawan melakukan pemenuhan berkas persyaratan demi menerima hadiah. Untuk proses ini biasanya dikondisikan karna tidak semua pihak pemberi hadiah meminta persyaratan atau dokumen sebelum menyerahkan hadiah. c) Proses melakukan verifikasi dari berkas yang akan ajukan kepada pihak pemberi sumbangan. Jika berkas/dokumen yang diminta pihak pemberi hadiah telah dikumpulkan, selanjutnya kepala perpustakaan akan menunjuk satu orang pegawai Di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, untuk melakukan verifikasi berkas (pegawai yang dipilih bisa pustakawan bisa juga operator perpustakaan). Sehingga berkas yang ada bisa dipastikan telah sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh pihak pemberi hadiah. d) Melakukan penyetoran berkas yang telah terverifikasi. Berkas yang telah terverifikasi kemudian disetor kepada pihak pemberi hadiah baik itu dikirim secara online memalui email, maupun diawa langsung dalam bentuk fisik oleh pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Dalam hal ini jika berkasnya disetor secara fisik, kepala perpustakaan biasanya yang terlibat langsung. e) Tahapan pengiriman hadiah dari pihak yang memberikan hadiah. Setelah berkas diterima oleh pihak yang memberikan hadiah, jika UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar memenuhi persyaratan yang telah ditentukan maka bahan pustaka kemudian akan dikirim oleh pihak pemberi hadiah dan pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar kemudian menentukan tempat dimana hadiah tersebut akan diterima. (hadiah biasanya diterima langsung ke gegung UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar) f) Bahan pustaka yang telah diterima kemudian diolah oleh pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Setelah bahan pustaka tiba, pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar kemudian melakukan pemeriksaan bahan pustaka yang diterima lalu diolah dan didata oleh pustakawan. g) Bahan pustaka siap dilayangkan. Bahan pustaka yang telah melalui proses pengolahan, dan telah didata dan diberi lebel katalog, kemudian disusun ke rak-rak buku berdasarkan nomor kelasifikasi dari bahan pustaka tersebut sehingga bisa digunakan oleh pemustaka. 2. Pengadaan bahan pustaka melalui titipan Pada proses pengadaan bahan pustaka melalui titipan, tidak ada mekanisme khusus yang disediakan oleh UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Namun bukan berarti UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tidak mewadahi jika ada yang ingin menitipkan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, ini dibuktikan dengan adanya 180 judul buku yang dititip/disumbangkan selama lima tahun terakhi oleh perseorangan. Ini memperlihatkan jika UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tetap membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menitipkan buku. Karna tahapannya tidak pasti, penerimaan titipan di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar hanya menginformasikan kepada pemustaka jika ingin menitipkan bisa langsung menghubungi/menemui pihak administrasi di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Tahapan yang ada hanyalah tahapan verifikasi terhadap titipan yang diberikan saat pihak penitip akan memberikan titipan berupa buku. Secara sederhana peneliti memberikan gambaran tahapannya sebagai berikut: a) Pihak penitip menghubungi pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Tahapan ini pihak penitip menghubungi operator atau bagian administrasi di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar untuk membicarakan hal-hal berupa kesepakatan dan aturan-aturan penitipan yang diberlakukan di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. b) Staf UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan verifikasi. Bahan pustaka yang telah melalui kesepakatan penitipan kemudian diverifikasi untuk didata demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. c) Koleksi yang diterima memasuki tahap pengolahan. Setelah melalui dua tahapan di atas, pustakawan kemudian melakukan pendataan dan mengolah bahan pustaka yang dititipkan sesuai dengan kesepakatan yang ada antara pihak penitip dan pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. d) Koleksi dilayangkan kepemustaka. Koleksi yang telah didata serta telah diberikan katalog kemudian disusun kedalam rak-rak buku berdasarkan kelasifikasi dari buku tersebut untuk dimanfaatkan oleh pemustaka sebanyak mungkin. 3. Pangadaan bahan pustaka melalui pembelian Tahapan pembelian biasanya menjadi metode yang banyak menyumbangkan bahan pustaka paling banyak disebuah perpustakaan, ini menjadikan pembelian menjadi senjata utama bagi perpustakaan untuk menambah jumlah koleksi secasa signifikan. Pengadaan bahan pustaka dengan cara pembelian adalah proses untuk memperoleh bahan pustaka yang paling umum, dengan proses ini pihak perpustakaan bisa menyesuaikan bahan pustaka yang diadakan sesuai dengan kebutuhan dari perpustakaan yang ada. Proses ini merupakan proses utama yang digunakan oleh perpustakaan dan telah masuk kedalam rencana jangka Panjang maupun jangka pendek disebuah perpustakaan. Di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar sendiri, mengingat pembelian tidak pernah dilakukan lagi selama lima tahun terakhir maka dari itu, peneliti tetap akan membahas pengadaan jenis pembelian dari sudut pandang informan pertama yang juga pernah terlibat dalam kerja-kerja pengadaan bahan pustaka melalui pembelian yang terakhir kali dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi: a) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar menerima informasi terkait informasi pembelian bahan pustaka. Tahapan dimulai ketika pihak rektoran menginformasikan bahwa dana yang akan digunakan untuk pembelian bahan pustaka diinformasikan kepada kepala UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Sehingga pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan persipakan untuk menyambut kegiatan tersebut. b) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan rapat kordinasi terkait pembelian bahan pustaka. Informasi yang telah diterima kemudian diramu kedalam sebuah rapat kordinasi oleh pegawai UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Dalam rapat ini, dibahaslah mengenai pembentukan tim untuk mengurusi pengadaan bahan pustaka, menentukan metode pembelian apa yang akan digunakan, mempertimbangan bahan-bahan pustaka apa saja yang akan diadakan serta melakukan pemetaan terhadap berkas-berkas apa yang perlu disiapkan. c) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melengkapi berkas-berkas dan dokumen yang dibutuhkan. Untuk tahapan ini, tentu terdapat berkas-berkas yang diperlukan saat akan melakukan pembelian. Mengingat dana pembelian yang digunakan bersumber dari dana belanja universitas sehingga harus dibuat setransparan mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. d) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan permintaan rekomendasi kepada pihak fakustas terkait bahan pustaka yang akan dibeli. Dikarenakan bahan pustaka yang akan dibeli akan dimanfaatkan oleh masyarakat UIN Alauddin Makassar, tentunya bahan pustaka yang dibeli harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa baik untuk membantu proses belajar maupun disesuaikan dengan kurikulum yang sedang diberlakukan. Untuk memudahkan hal itu, pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tentu membutuhkan bantuan fakultas-fakultas yang ada di UIN Alauddin Makassar agar bahan pustaka yang dibeli dapat mengakomodasi kebutuhan yang dimaksud. e) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan rapat kordinasi lanjutan. Dalam tahapan ini, seluruh langkah-langkah yang ada pada poin-poin sebelumnya telah dirampungkan sehingga rapat berfungsi untuk mengevaluasi semua tahapan yang telah dilalui sehingga jika ada hal-hal yang belum lengkapi atau ada sesuatu yang dirasa masih kurang pada tahapan sebelumnya, dapat segera ditutupi dan dilakukan pencarian solusi. f) Pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan pembelian bahan pustaka. Tahap ini dimulai dengan pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan proses penyeleksian vendor yang akan membantu/menyediakan bahanpustaka yang akan dibeli. Pada proses ini pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar melakukan survei ke beberapa pihak penerbit atau penyedia bahan pustaka untuk membicarakan mengenai bahan pustaka apa yang akan dibeli, jumlah eksamplar yang akan dibeli perjudul, biaya dalam pembelian serta kesepakatan kontrak pembelian (jika ada). g) Bahan pustaka yang telah dibeli, memasuki tahap pengolahan. Bahan pustaka yang telah dibeli kemudian diproses dan dilakukan tahap pengolahan untuk mendata semua bahan pustaka yang ada, dalam proses ini meliputi pengimputan buku melalui aplikasi, pemberian katalog, menentukan nomor klasifikasi dan semua tahapan pendataan yang diperlukan. Dalam tahapan ini juga dilakukan pemeriksaan jika saja ada bahan pustaka yang cacat secara fisik sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Bahan pustaka yang cacat tersebut kemudian didata dan dilakukan tindaklanjut sesuai kesepakatan pembelian. h) Bahan pustaka dilayangkan kepada pemustaka. Jika semua proses yang ada telah dilalui secaratematis, bahan pustaka kemudian susun ke rak-rak buku berdasarkan nomor klasifikasinya sehingga dapat dilayangkan kepada para pemustaka. B. Peran pustakawan dalam melakukan pengadaan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Pustakawan secara sederhana adalah orang yang melakukan kerja-kerja informasi disebuah perpustakaan namun dalam UU Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007, pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui Pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. selain itu pustakawan juga bisa diartikan sebagai orang yang berkecimpung dibidang perpustakaan atau ahli perpustakaan dan benar-benar mengerti ilmu perpustakaan. Dari penjelasan di atas, dapat dilihat jika pustakawan tidak dapat terhindar dari hal-hal yang bersifat teknis pelaksanaan di perpustakaan. Hal ini tidak terlepas juga dari pustakawa-pustakawan yang ada di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, peran-peran berupa pengolahan, registrasi masih menjadi tugas harian yang utamanya mereka lakukan setiap harinya termasuk dalam bidang pengadaan bahan pustaka. Pada bagian pengadaan bahanpustaka, berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan secara garis besar pustakawan UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar memiliki dia peranan yakni peranan teknis administrasi dan juga peranan analisis. 1. Peranan teknis administrasi Peranan teknis administrasi dalam pengadaan bahan pustaka, pustakawan UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar meliputi hal-hal berbau administrasi yang disiapkan untuk menunjang dokumen- dokumen yang dibutuhkan oleh sebuah perpustakaan guna melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan saat akan melakukan pengaadaan bahan pustaka. Sebagai gambaran, saat akan mengadakan bahan pustaka yang sumbernya dari hadiah. Pihak pemberi hadiah tidak akan Cuma-cuman memberikan bahan pustaka begi sebuah perpustakaan ada tahapan administratif yang harus dilalui. Pihak pemberi hadiah tentunya memberikan persyaratan- persyaratan tertentu kepada perpustakaan yang ingin menerima hadiah. Berdasarkan tahapan itu perpustakaan akan melakukan proses pemenuhan persyaratan berkas yang diminta dan pustakawan akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, sebagai penerima hadiah juga tidak luput dari tahapan ini. Sebut saja pada saat menerima hadiah dari Perpustakaan Nasional dan kerajaan Saudi Arabiah, UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar diberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pustakawan di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar kemudian melakukan pemenuhan terhadap persyaratan yang diminta oleh pihak pemberi hadiah. Pada pengadaan bahan pustaka melalui pembelian tahapan administrasi yang dilakukan perpustakaan lebih Panjang lagi. Mulai dari tahapan perencanaan pembelian, menentukan bahan pustaka apa saja yang akan dibeli sampai pada menyeleksi bahan-bahan pustaka yang disarankan dari fakultas- fakultas yang ada di UIN Alauddin Makassar. Semua tahapan itu untuk bisa dilalui dengan baik tentunya perlu proses administrasi yang baik pula sehingga peran pustakawan dalam hal ini tidak bisa luput dari peran teknis administrasi. 2. Peranan analisis Untuk peran alanisis, pengadaan dari sumber hadiah di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tidak melalui tahapan ini. Dikarenakan pihak UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tidak bisa memilih bahan pustaka apa yang akan diterima. Karna bersifat sumbangan, pihak penerima dalam hal ini UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar hanya sekedar menerima bahan pustaka yang diberikan. Jadi bisa dikatakan bahan pustaka apapun yang diterima oleh UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar itu tergantung dari pihak pemberi hadiah. Peran analisis biasanya digunakan oleh pustakawan di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Pada saat pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, pada tahapan pembelian pustakawan UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar tentu akan menganalisis bahan pustaka apa saja yang harus dibeli. mulai dari mengkaji kurikulum apa yang digunakan oleh setiap jurusan, melihat saran mahasiswa melalui kotak saran, bahkan saat fakultas telah menyetor rekomendasi bahan pustaka apa yang akan dibeli, sebelum dilakukan tahap akhir pustakawan UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar perlu melakukan analisis mendalam sehingga bahan pustaka yang dibeli bisa tepat pada sasaran sesuai kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan kurikulum yang berlaku. Peran analisis ini sangat penting, bayangkan saja jika pembelian dilakukan tanpa analisis mendalam, bisa jadi bahan pustaka yang dibeli tidak dimanfaatkan oleh pemustaka bisa jadi karna bahan pustaka kurang relevan dengan kebutuhan mahasiswa atau tidak relevan dengan kurikulum yang berlaku di UIN Alauddin Makassar.
Conclusion
Ada beberapa poin penting yang dapat penulis simpulkan dalam jurnal ini diantaranya; Peran teknis administrasi Pustakawan, Tahapan ini meliputi peran pustakawan dalam melakukan kerja-kerja teknis yang berhubungan dengan administrasi dalam pengadaan bahan pustaka. Peran analisis Pustakawan, Peran analisis dititik beratkan pada kekampuan analisis pustakawan dalam menyeleksi bahan-bahan pustaka yang akan dibeli pada jenis pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, sehingga bahan pustaka yang dibeli tepat guna sesuai kebutuhan pemustaka. Berdasarkan apa yang telah peneliti paparkan pada bab-bab sebelumnya terkait proses pengadaan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Peneliti akan menitik beratkan saran sesuai dengan rumusan masalah yang peneliti angkat yaitu bagaimana pengadaan bahan pustaka di bab sebelumnya terkait proses pengadaan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan peran pustakawan dalam proses pengadaan bahan pustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Pada proses pengadaan bahan pustaka terdapat banyak sumber pengadaan yang bisa diadakan oleh UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Pembelian harusnya menjadi senjata utama dalam mengadakan bahan pustaka, dikarenakan hanya melalui metode itu pihal perpustakaan bisa bebas memilih bahan pustaka apa saja yang akan diadakan. Untuk mendorong hal itu tentunya piha-pihak yang ada di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar perlu mendorong agar pengadaan melalui pembelian bisa dilakukan setiap tahun sehingga bahan pustaka yang dilayangkan bisa terus relevan dan ada unsur kebaharuan di dalamnya. Dari segi peran sendiri sebenarnya peneliti melihat bahwa hal ini akan bisa terlihat jika pengadaan dari sumber pembelian bisa dilakukan karna jika dari sumbangan dan titipan saja peran pustakawan tidak akan bisa terlihat dengan jelas dikarenakan pada jenis pengadaan tersebut lebih menitik beratkan pada kerja teknis administratif pustakawan, berbeda halnya jika pengadaan dari sumber pembelian.