Kembali
16
1
2022 Pustabiblia : Journal of Library and Information Science Vol 6 · 1 ISSN 2549-3868

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS DIPONEGORO DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PERKULIAHAN

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstract

This study aimed to find out how information seeking behavior of English Litera ture major students from Diponegoro University using internet to completing their college assignments. This study used qualitative method and purposive sampling in selecting informants with semi-structured interview as a data collection. The interview conducted on 12 undergraduate students from Diponegoro University’s English Literature major. This study used thematic analysis in analyzing the data. T he results of this study show that undergraduate students from Diponegoro Uni versity’s English Literature major need information that can help them completing their college assignments which can be found by conducting information seeking activities. Information seeking activities carried out by these students used internet with sources such as search engine Google, scientific journals sites, downloadable literary works sites, sites that provide information related to literary works, movie streaming apps and social media. Information seeking activities are carried out by determining the sources, seeking information, selecting information, evaluating information, checking the credibility of information, monitoring the development of information and applying it to their college assignments. The problem that stu dents experienced while doing information seeking activities is a certain kinds of information that are difficult to find.
Keywords: information seeking behavior · students · English Literature · internet

Introduction

Mahasiswa dalam melakukan perkuliahan, selalu membutuhkan informasi yang dapat mendukung kegiatan mereka dengan baik. Mahasiswa dari berbagai macam program studi dengan latar belakang ilmu yang berbeda, memiliki kebutuhan informasi yang tentunya berkaitan dengan latar belakang ilmu yang dimiliki. Contohnya seperti mahasiswa program studi kesehatan yang memiliki kebutuhan informasi mengenai deskripsi dan gejala dari suatu penyakit, informasi mengenai nutrisi yang ada pada makanan atau minuman, atau informasi kesehatan lainnya (Rantala, Enwald, and Zinn, 2019). Sama halnya dengan mahasiswa yang berasal dari latar belakang ilmu sastra, dimana mereka membutuhkan informasi yang bekaitan dengan ilmu sastra seperti mahasiswa Sastra Inggris yang membutuhkan informasi berupa karya sastra novel dari penulis pada era Victoria. dan mahasiswa Sastra Indonesia yang membutuhkan informasi berupa karya sastra yang bertemakan folklore nusantara. Mahasiswa yang mempunyai kebutuhan terhadap informasi tersebut, otomatis mempunyai dorongan untuk melakukan suatu kegiatan pencarian informasi agar kebutuhan informasi yang dimiliki dapat terpenuhi dengan baik (Sholehat, Rusmono, and Rullyana, 2016). Kegiatan pencarian informasi yang dilakukan disebut sebagai perilaku pencarian informasi (Sholehat, Rusmono, and Rullyana, 2016). Mahasiswa ketika melakukan kegiatan pencarian informasi harus melalui suatu media, dimana media tersebut merupakan tempat ditemukannya informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Namun, saat ini mahasiswa lebih memilih untuk menggunakan internet sebagai media pencarian informasi. Hal tersebut dikarenakan internet menawarkan cara pembelajaran baru dengan menggunakan sumber online yang berisi semua subjek ilmu yang dibutuhkan, yang mana hal tersebut membuat banyak mahasiswa menggunakan internet sebagai media untuk melakukan pencarian informasi (Almobarraz, 2019). Selain itu, internet merupakan salah satu media yang menyediakan berbagai macam jenis informasi yang mudah diakses oleh semua orang khususnya mahasiswa (Rantala, Enwald, dan Zinn, 2019). Hal tersebut juga dialami oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro, yang dibuktikan melalui wawancara awal oleh peneliti terhadap beberapa mahasiswa, dimana mahasiswa lebih memilih untuk menggunakan internet dalam melakukan kegiatan pencarian informasi. Contoh kegiatan pencarian informasi melalui internet yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Inggris yaitu saat mengikuti salah satu mata kuliah yaitu Victorian Prose yang mengharuskan untuk melakukan analisis terhadap suatu karya sastra berupa novel yang ditulis oleh penulis dari era Victoria, maka dari itu mahasiswa otomatis akan membutuhkan informasi yang berkaitan dengan mata kuliah Victorian Prose. Selain mata kuliah Victorian Prose, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro juga membutuhkan informasi untuk menyelesaikan tugas pada kegiatan perkuliahan lainnya. Alasan peneliti memilih penelitian mengenai perilaku pencarian informasi menggunakan internet dari mahasiswa Sastra Inggris dalam mencari informasi yang berkaitan dengan tugas perkuliahan karena penelitian yang membahas mengenai hal tersebut belum pernah dilakukan khususnya terhadap mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Diponegoro. Berdasarkan observasi peneliti melalui situs Google Scholar, saat ini terdapat beberapa penelitian-penelitian yang memang membahas mengenai perilaku pencarian informasi dari mahasiswa sastra baik itu dari Sastra Inggris atau lingkup sastra lainnya. Namun penelitian yang tersedia dalam Google Scholar tersebut kebanyakan masih membahas mengenai perilaku pencarian mahasiswa dari Sastra Inggris dengan fokus utama bukan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan atau perilaku pencarian dengan fokus yang sama namun bukan berasal dari mahasiswa Sastra Inggris melainkan dari lingkup sastra lainnya. Maka dari itu perlu bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini untuk mengisi celah yang pada saat ini masih di dominasi oleh perilaku pencarian informasi mahasiswa dari lingkup Sastra lain ataupun perilaku pencarian dari mahasiswa Sastra Inggris dalam mencari informasi untuk keperluan lain selain untuk tugas perkuliahan. Selain itu berdasarkan wawancara awal yang telah dilakukan peneliti terhadap beberapa mahasiswa, menunjukkan bahwa mahasiswa dalam kegiatan pencarian informasi melalui internet menggunakan berbagai macam sumber. Hal ini juga disinggung oleh Cheng dan Tsai (2017) yang menjelaskan bahwa dalam kegiatan pencarian informasinya mahasiswa menggunakan berbagai macam sumber yang ada di dalam internet dimana terdapat beberapa perbedaan dalam perilaku pencarian informasi yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Selain itu Elgllab dan Shehata (2019) juga menjelaskan bahwa dengan adanya berbagai macam sumber yang saat ini digunakan oleh civitas akademik khususnya dalam melakukan pencarian informasi berkaitan dengan Sastra Inggris dapat memungkinkan untuk menghasilkan perilaku pencarian yang juga berbeda. (Khanum and Bashir 2021) juga menjelaskan bahwa perlu untuk lebih lanjut mengetahui bagaimana civitas akademik khususnya mahasiswa dengan latar belakang ilmu sastra ketika melakukan pencarian informasi agar dapat memahami perilaku yang dimiliki oleh mahasiswa ketika melakukan kegiatan pencarian informasi. Berdasarkan penjelasan diatas, maka diperlukan kajian lebih lanjut terkait dengan bagaimana perilaku pencarian informasi dari mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro saat mencari informasi yang berkaitan dengan tugas perkuliahannya dengan menggunakan internet

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena peneliti ingin melakukan eksplorasi lebih dalam lagi mengenai perilaku pencarian informasi melalui internet dalam menyelesaikan tugas perkuliahan dari subjek penelitian yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro. Penelitian ini dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam melakukan penentuan informan, peneliti menggunakan kriteria yaitu mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro yang sedang aktif mengikuti kegiatan perkuliahan dalam satu semester dan sedang melakukan pencarian informasi mengenai tugas perkuliahan dengan menggunakan internet. Penelitian ini dalam melakukan pengambilan data menggunakan metode berupa wawancara dan dokumentasi. Peneliti memilih untuk menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Selain itu peneliti juga menggunakan dokumentasi sebagai teknik pengambilan data dalam penelitian ini. Dokumentasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini merupakan dokumentasi dari situs, atau website, aplikasi, media sosial yang memuat informasi berkaitan dengan kebutuhan yang dimiliki oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Penelitian ini dalam melakukan analisis data menggunakan metode thematic analysis. Tahap-tahap tersebut yaitu: memahami data, menyusun kode dan mencari tema. Dalam penelitian ini diperoleh 70 kode dari hasil wawancara yang telah didapatkan. Kode yang memiliki topik sama tersebut digabungkan menjadi satu kelompok. Setelah melakukan pengelompokkan kode, diperoleh empat tema yang sesuai dengan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini yaitu bagaimana perilaku pencarian informasi melalui internet oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Selain itu dalam menjaga kualitas pada penelitian, dilakukan sebuah pengujian berdasarkan kriteria-kriteria yaitu: credibility, transferability, dependability dan confirmability.

Discussion

4.1 Informasi yang Dibutuhkan oleh Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam Menyelesaikan Tugas Perkuliahan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro membutuhkan informasi yang digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan tugas perkuliahan dari mata kuliah-mata kuliah yang sedang dijalani. Informasi tersebut merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan agar tugas perkuliahan yang dimiliki oleh mahasiswa dapat terselesaikan dengan baik. Contohnya ketika mahasiswa membutuhkan informasi berupa novel, dimana informasi tersebut dibutuhkan mahasiswa untuk membantu dalam menyelesaikan tugas perkuliahan yang berhubungan dengan novel seperti paper analisis terhadap tokoh-tokoh yang ada di dalam suatu novel. Jenis informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan salah satunya adalah informasi yang berhubungan dengan karya sastra. Informasi berupa karya sastra tersebut terdiri dari novel, film, skrip drama, puisi atau bentuk karya sastra lainnya. Informasi tersebut merupakan salah satu informasi yang sering dibutuhkan oleh mahasiswa. Mahasiswa juga membutuhkan informasi berupa unsur-unsur yang ada pada suatu karya sastra seperti sejarah, tema, latar belakang, analisis dan ke simpulan. Selain itu, mahasiswa juga membutuhkan informasi berupa penelitian-penelitian terdahulu seperti artikel pada jurnal ilmiah. Selain pene litian terdahulu, mahasiswa juga membutuhkan informasi pendukung yang bisa digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan tugas perkuliahan yang dimiliki. Informasi pendukung tersebut biasanya merupakan informasi seputar kegiatan perkuliahan seperti tips-tips dalam mencari jurnal ilmiah dengan mudah, daftar situs-situs berkaitan dengan perkuliahan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan informasi pendukung lainnya. Pada penelitian milik Makondo, Kanyengo, dan Kakana (2018) juga dijelaskan bahwa alasan utama mahasiswa membutuhkan informasi karena mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan harus mengerjakan tugas-tugas yang mana tugas tersebut pastinya membutuhkan informasi. Penelitian milik Makondo, Kanyengo, dan Kakana tersebut sejalan dengan penelitian ini dimana alasan utama mengapa mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro membutuhkan informasi karena mahasiswa memiliki tugas perkuliahan yang harus diselesaikan dimana tugas-tugas tersebut membutuhkan informasi. Adanya informasi yang dimiliki dapat menunjang mahasiswa dalam mengerjakan tugas perkuliahan agar bisa terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. 4.2 Sumber Informasi yang Digunakan oleh Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro untuk Melakukan Kegiatan Pencarian Informasi dalam Menyelesaikan Tugas Perkuliahan Dalam melakukan kegiatan pencarian informasi, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro menggunakan sumber informasi yang bisa diakses atau digunakan dengan melalui internet. Sumber informasi yang digunakan oleh mahasiswa bervariasi mulai dari mesin pencarian, situs jurnal ilmiah, media sosial, situs penyedia informasi yang berkaitan dengan ilmu sastra sampai dengan aplikasi berbagi video. Sumber informasi tersebut digunakan sesuai dengan jenis dari informasi yang sedang dibutuhkan mahasiswa. Sumber informasi yang selalu digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan pencarian informasi yang ada di internet merupakan mesin pencarian berupa Google. Google merupakan sumber yang paling sering digunakan oleh mahasiswa sebagai dalam mencari berbagai macam situs yang berisikan informasi yang dibutuhkan. Google juga merupakan mesin pencarian yang sudah cukup familiar dan sering digunakan oleh mahasiswa ketika melakukan kegiatan pencarian informasi. Sumber informasi kedua yang digunakan oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam melakukan kegiatan pencarian informasi melalui internet merupakan situs jurnal ilmiah yang tersedia secara online. situs jurnal ilmiah yang digunakan mahasiswa tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu situs yang dilanggan oleh universitas khusus untuk kalangan civitas akademiknya dan situs yang bisa bebas diakses secara umum melalui mesin pencarian. Hal ini sejalan dengan penelitian milik Arshad dan Ameen (2021) yang menjelaskan bahwa dalam mencari informasi artikel jurnal ilmiah mahasiswa menggunakan dua situs, yang pertama yaitu situs jurnal yang dilanggan oleh universitas dan situs yang secara bebas dapat diakses dengan melalui internet. Situs jurnal ilmiah yang disediakan oleh universitas tersebut dapat diakses dengan menggunakan akun SSO (Single Sign-On) yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Situs yang digunakan oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro tersebut yaitu ScienceDirect, ProQuest, Jstor dan Cambridge Core. Terdapat beberapa mahasiswa yang memiliki kesamaan dalam hal situs yang digunakan dalam melakukan pencarian artikel jurnal ilmiah, namun ada juga mahasiswa yang memiliki preferensi sendiri terkait situs yang digunakan. Selain situs jurnal ilmiah yang dilanggan oleh universitas, terdapat juga mahasiswa yang menggunakan situs jurnal ilmiah yang bisa bebas diakses secara umum melalui mesin pencarian. Situs yang dimaksud yaitu Google Scholar dan Researchgate. Sumber ketiga yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan pencarian informasi yaitu situs penyedia informasi berupa buku yang dapat diunduh secara bebas dan gratis oleh pengguna. Situs yang digunakan oleh mahasiswa yaitu Library genesis dan Archive.org. Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro menggunakan kedua situs tersebut untuk mengunduh informasi berupa buku yang berisi teori-tori dari para ahli dan novel. Sumber keempat yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan pencarian informasi dalam menyelesaikan tugas perkuliahan merupakan situs yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan suatu karya sastra. Informasi yang dimaksud tersebut bisa berupa unsur-unsur yang dimiliki suatu karya sastra seperti sejarah, analisis latar belakang dari karya sastra, plot summary, analisis adegan atau scene dari suatu drama dan unsur unsur lainnya. Situs yang digunakan mahasiswa tersebut berupa sparknotes. com, enotes.com, litcharts.com dan britannica.com. Sumber kelima yang digunakan oleh mahasiswa dalam melakukan kegiatan pencarian informasi merupakan situs-situs yang menyediakan informasi berupa film. Situs yang digunakan oleh mahasiswa dalam melakukan pencarian film yaitu Netflix atau Iflix. Mahasiswa juga terkadang menggunakan aplikasi Youtube dalam mencari informasi berupa film tersebut. Sumber terakhir yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan pencarian informasi dalam menyelesaikan tugas perkuliahan merupakan media sosial. Media sosial yang digunakan oleh mahasiswa dalam mencari informasi mengenai tugas perkuliahan yaitu media sosial Twitter. Twitter digunakan mahasiswa untuk mencari informasi pendukung yang dibutuhkan dalam kegiatan perkuliahan seperti tips cara mencari artikel jurnal ilmiah dengan mudah, informasi mengenai situs jurnal ilmiah mana saja yang bisa digunakan dan informasi pendukung lainnya. Pada penelitian milik Shi dan Luo (2019) yang menjelaskan bahwa sumber-sumber informasi yang digunakan mahasiswa dalam melakukan kegiatan pencarian yang dalam hal tersebut merupakan informasi berkaitan dengan masalah kesehatan menggunakan mesin pencarian, media sosial dan situs dan aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan. Penelitian milik Shi dan Luo tersebut cukup sejalan dengan penelitian ini dimana mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro yang dalam hal ini mencari informasi untuk membantu dalam menyelesaikan tugas perkuliahan yang dimiliki juga sama-sama menggunakan sumber informasi berupa mesin pencarian, media sosial dan situs-situs serta aplikasi yang menyediakan informasi berkaitan dengan karya sastra. 4.3 Perilaku Pencarian Informasi Melalui Internet oleh Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam Menyelesaikan Tugas Perkuliahan Perilaku pencarian informasi melalui internet oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro ini dimulai dengan menggunakan mesin pencarian Google sebagai tahap awal ketika ingin melakukan kegiatan pencarian informasi melalui situs-situs yang ada di internet. Hal ini dikarenakan untuk dapat mengakses situs-situs tersebut, mahasiswa terlebih dahulu harus mencari alamat situs yang akan digunakan dengan mencarinya melalui mesin pencarian Google. Namun, terdapat beberapa mahasiswa lainnya yang menggunakan Google bukan hanya sekedar sebagai tahapan awalnya saja. Beberapa mahasiswa tersebut menggunakan Google untuk melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan seperti artikel jurnal ilmiah. Tahapan yang dilakukan ketika mencari informasi menggunakan Google dimulai dengan memasukkan kata kunci ke dalam kolom pencarian. Kata kunci tersebut berasal dari informasi yang ingin dicari oleh mahasiswa. Setelah mengisi kata kunci dan menekan tombol pencarian, mahasiswa akan mendapatkan hasil pencarian lalu mulai menelusuri informasi dan memilih judul situs-situs yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan. Selain melalui mesin pencarian Google, mahasiswa juga menggunakan situs situs jurnal ilmiah yang disediakan oleh universitas terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu membuka situs yang akan digunakan dengan masuk ke dalam akun SSO milik mahasiswa di www.sso. undip.ac.id. Setelah berhasil masuk ke dalam situs jurnal yang telah dipilih sebelumnya, mahasiswa selanjutnya memasukkan kata kunci dari informasi yang ingin dicari pada kolom pencarian dalam situs tersebut. Kata kunci yang digunakan biasanya berupa tema atau topik dari artikel jurnal ilmiah yang dibutuhkan. Setelah itu mahasiswa mengumpulkan beberapa artikel bisa dua sampai lima artikel yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan dengan membaca dan memahami abstrak dari masing-masing artikel jurnal ilmiah yang sudah dikumpulkan karena dengan itu mahasiswa dapat mengetahui apakah artikel jurnal ilmiah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan ataukah tidak. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alhoori, Samaka, Furuta, and Fox (2019) yang menjelaskan bahwa mahasiswa terlebih dahulu membaca abstrak pada artikel jurnal ilmiah yang didapatkan sebelum menentukan apakah artikel tersebut benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan. Mahasiswa selanjutnya juga menggunakan informasi tersebut ke dalam tugas perkuliahan yang dikerjakan. Perilaku pencarian informasi menggunakan situs jurnal ilmiah yang dapat diakses secara umum memiliki satu tahapan yang berbeda dibandingkan dengan tahapan pada situs jurnal ilmiah yang dilanggan oleh universitas. Perbedaan tersebut terletak pada situs jurnal tersebut yang dicari dengan menggunakan mesin pencarian. Pada situs jurnal yang disediakan universitas, mahasiswa terlebih dahulu harus mencari dan mengakses akun SSO melalui situs resmi milik universitas. Namun pada situs yang bisa diakses secara bebas seperti Google Scholar dan Researchgate, mahasiswa dapat secara langsung mencarinya dengan menggunakan mesin pencarian tanpa harus masuk atau login terlebih dahulu ke akun-akun tertentu. Selain situs jurnal ilmiah, mahasiswa juga menggunakan situs Library Genesis dan Archive.org sebagai sumber dalam melakukan pencarian informasi berupa karya sastra. Perilaku pencarian terhadap informasi berupa karya sastra yang dilakukan melalui Library Genesis dan Archive. org tersebut terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu memasukkan kata kunci ke dalam kolom pencarian yang ada di dalam situs. Kata kunci yang dimasukkan ke dalam kolom pencarian berupa judul atau nama pengarang dari karya sastra yang akan dicari oleh mahasiswa. Setelah menemukan judul yang dibutuhkan, mahasiswa baru memilih link download yang digunakan untuk mengunduh karya sastra tersebut. Selanjutnya mahasiswa baru melakukan pengunduhan terhadap karya sastra yang sudah ditemukan. Selain itu mahasiswa juga melakukan evaluasi terhadap informasi yang didapatkan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan mengecek kelengkapan bab dengan mencocokkannya pada daftar isi dalam novel yang sudah didapatkan. Setelah dicek kelengkapan bab pada novel tersebut, mahasiswa baru menggunakannya ke dalam tugas perkuliahan yang dimiliki. Selain situs Library Genesis dan Archive.org, mahasiswa juga meng unakan situs sparknotes.com, enotes.com, litcharts.com dan britannica.com yang menyediakan informasi berkaitan dengan unsur-unsur dalam suatu karya sastra. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu memasukkan kata kunci pada kolom pencarian yang ada di dalam situs yang digunakan. Kata kunci tersebut dibuat sesuai dengan informasi yang dibutuhkan pencarian. Setelah mahasiswa menemukan summary dari chapter tertentu yang dibutuhkan, mahasiswa selanjutnya membaca informasi yang sudah didapatkan dan menilai apakah sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak. Selain situs dan aplikasi yang menyediakan informasi berkaitan dengan karya sastra, mahasiswa juga menggunakan aplikasi yang menyediakan informasi berupa film. Aplikasi yang dimaksud merupakan Netflix dan Iflix. Selain dua aplikasi tersebut mahasiswa juga terkadang menggunakan aplikasi YouTube dalam melakukan kegiatan pencarian informasi berupa f ilm. Perilaku pencarian informasi mahasiswa dengan menggunakan aplikasi Netflix, Iflix atau YouTube terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan pertama yang terlebih dahulu dilakukan adalah membuka aplikasi Netflix, Iflix atau YouTube yang sudah terunduh dalam smartphone milik mahasiswa. Setelah masuk ke dalam aplikasi yang akan digunakan baik itu Netflix ataupun Iflix, mahasiswa selanjutnya memasukkan kata kunci dari film yang akan dicari ke dalam kolom pencarian yang tersedia dalam aplikasi. Jika mahasiswa sudah menemukan judul film yang dibutuhkan maka langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu memutar film tersebut. Namun jika mahasiswa tidak menemukan judul film yang dibutuhkan maka mahasiswa bisa langsung mengulang pencarian film tersebut dengan menggunakan salah satu aplikasi lain selain yang sedang digunakan. Pada pencarian informasi dengan menggunakan Youtube, dilakukan evaluasi terhadap video-video yang didapatkan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan melihat sekilas preview dari video yang akan dilihat karena dengan melihat sekilas tersebut mahasiswa dapat menilai apakah video tersebut memuat informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Hal ini sejalan dengan penelitian milik Ying-Hsueh Cheng dan Chin-Chung Tsai (2017) dimana dalam penelitian tersebut dijelaskan beberapa kriteria yang digunakan dalam mengevaluasi informasi yaitu relevance (relevansi), recency (kebaruan), credibility (kredibilitas) dan authority (wewenang). Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro mengevaluasi video yang sudah didapatkan tersebut menggunakan kriteria relevance. Mahasiswa memeriksa apakah video yang didapat relevan dengan informasi yang dibutuhkan dengan melihat sekilas video yang ada. Selain tahapan-tahapan yang telah dijelaskan tersebut, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan kredibilitas dari informasi yang sudah didapatkan. Pemeriksaan kredibilitas tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah informasi yang didapatkan merupakan informasi yang kredibel. Dalam mendapatkan informasi yang tepat tersebut, mahasiswa melakukan pemeriksaan kredibilitas dengan beberapa cara. Cara pertama yaitu memeriksa apakah informasi yang didapatkan berasal dari situs yang legal, terpercaya dan memiliki asal-usul yang jelas. Selain itu, situs-situs yang memiliki alamat berupa .org dan .com dianggap kredibel oleh mahasiswa sehingga mahasiswa dapat menggunakan situs tersebut dalam menyelesaikan tugas perkuliahan yang dimiliki. Mahasiswa juga memastikan informasi yang didapatkan bukan merupakan informasi yang berasal dari situs-situs seperti blogspot atau blog-blog gratis lainnya. Selain itu, mahasiswa juga memastikan informasi yang didapatkan tidak berasal dari situs yang memiliki banyak iklan pop-up. Hal tersebut dikarenakan situs yang memiliki banyak iklan pop-up kemungkinan besar memiliki virus yang bisa membahayakan laptop atau smartphone yang digunakan oleh mahasiswa. Selain melakukan pemeriksaan kredibilitas dari informasi, mahasiswa juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan dari informasi yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diikuti. Mengetahui perkembangan terbaru dari informasi yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diikuti diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas perkuliahan yang dalam hal ini merupakan tugas berupa paper. Informasi yang dilakukan pemantauan tersebut merupakan informasi berupa artikel jurnal ilmiah yang memiliki tahun publikasi terbaru. Selain itu dosen juga memberikan instruksi kepada mahasiswa untuk menggunakan referensi dari artikel jurnal ilmiah dengan tahun publikasi terbaru sehingga mahasiswa otomatis melakukan pemantauan perkembangan informasi tersebut. Perilaku pencarian informasi melalui internet yang di perlihatkan oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro sejalan dengan model perilaku pencarian informasi melalui web menurut Choo, Detloff dan Turnbull (2000). Perilaku pencarian informasi oleh mahasiswa tersebut termasuk ke dalam Conditioned Viewing pada model perilaku pencarian informasi melalui web yang dimiliki oleh Choo, Detloff dan Turnbull. Pada Conditioned Viewing mahasiswa mengalami tahapan differentiating, browsing dan monitoring. Tahapan differentiating terlihat ketika mahasiswa melakukan pemilihan terhadap sumber-sumber yang akan digunakan dalam melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan. Mahasiswa dalam tahapan ini menggunakan sumber informasi yang biasa digunakan dan sesuai dengan jenis informasi yang dibutuhkan. Contohnya ketika mahasiswa membutuhkan informasi berupa karya sastra film, maka mahasiswa menggunakan aplikasi seperti Netflix. Hal tersebut di karenakan mahasiswa biasa menggunakan Netflix sebagai sumber dalam mencari film. Setelah mahasiswa memilih sumber yang akan digunakan dalam mencari informasi, selanjutnya mahasiswa melakukan tahapan browsing. Tahapan browsing tersebut terlihat ketika mahasiswa melakukan penelusuran mulai dari memasukkan kata kunci sampai dengan menelusuri dan memilih informasi pada hasil pencarian yang ada. Contohnya ketika mahasiswa melakukan penelusuran terhadap informasi berupa artikel jurnal pada situs jurnal ilmiah yang digunakan. Mahasiswa pertama-tama memasukkan kata kunci ke dalam kolom pencarian dan menelusuri judul judul artikel yang ada di dalam hasil pencarian tersebut. Setelah menelusuri hasil pencarian yang ada tersebut, mahasiswa selanjutnya memilih mana judul artikel yang sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki. Pada tahapan monitoring terlihat ketika mahasiswa memantau perkembangan dari informasi berupa artikel jurnal ilmiah dengan menggunakan sumber-sumber yang sebelumnya telah digunakan tersebut. Mahasiswa melakukan pencarian artikel jurnal terkini dengan menggunakan sumber berupa situs-situs jurnal ilmiah baik dari situs yang dilanggan oleh universitas atau yang bebas diakses secara umum melalui mesin pencarian. Situs-situs tersebut merupakan situs yang biasanya digunakan mahasiswa ketika melakukan kegiatan pencarian informasi. 4.4 Hambatan yang Dialami Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro Saat Melakukan Pencarian Informasi melalui Internet dalam Menyelesaikan Tugas Perkuliahan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro saat melakukan kegiatan pencarian informasi dengan menggunakan internet untuk mendukung dalam menyelesaikan tugas perkuliahan tidak selalu berjalan dengan baik dan lancar. Mahasiswa terkadang juga mengalami hambatan dalam melakukan kegiatan pencarian informasi yang dilakukan tersebut. Hambatan yang paling sering dialami oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro yaitu informasi yang dibutuhkan dalam membantu menyelesaikan tugas perkuliahan cukup sulit untuk dicari dengan menggunakan sumber-sumber informasi yang ada di internet. Hal ini sejalan dengan penelitian milik Makondo, Kanyengo dan Kakana (2018) dimana hambatan yang sering dialami oleh mahasiswa ketika melakukan pencarian informasi adalah tidak ditemukannya beberapa informasi tertentu yang dibutuhkan di situs manapun sehingga mahasiswa mengalami kesulitan dalam mencari informasi tersebut. Informasi yang cukup sulit dicari oleh mahasiswa Sastra Inggris tersebut biasanya merupakan informasi berupa penelitian-penelitian dalam bentuk artikel jurnal ilmiah dengan tema yang masih belum banyak dibahas oleh para peneliti sehingga mahasiswa merasa kesulitan untuk menemukan informasi tersebut. Tanpa adanya referensi dari penelitian-penelitian tersebut, tugas perkuliahan yang sedang diselesaikan oleh mahasiswa akan menjadi terhambat. Selain itu, sulitnya menemukan informasi yang berkaitan dengan unsur-unsur dalam suatu karya sastra seperti summary dari novel yang kurang dikenal atau yang jarang dibahas di internet juga merupakan hambatan yang dialami oleh mahasiswa ketika melakukan kegiatan pencarian informasi. Ketika mahasiswa mengalami hambatan seperti itu, solusi yang dilakukan adalah dengan mengganti kata kunci yang sebelumnya digunakan dalam melakukan kegiatan pencarian informasi. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Thindwa, Chawinga, and Dube (2019) dimana mahasiswa ketika tidak menemukan informasi yang didapatkan saat sedang melakukan pencarian informasi, hal selanjutnya yang dilakukan yaitu mengganti kata kunci yang ada di dalam kolom pencarian. Namun jika setelah mengganti kata kunci mahasiswa masih tetap tidak menemukan informasi yang dibutuhkan maka mahasiswa mencari alternatif lain dari informasi yang dibutuhkan tersebut. Alternatif informasi yang dimaksud merupakan informasi lain yang didapat dari sumber berbeda namun masih tetap memuat informasi yang relevan dengan kebutuhan dalam menyelesaikantugas perkuliahan milik mahasiswa tersebut. Selain itu, bertanya kepada teman mahasiswa lainnya terkait informasi yang dibutuhkan juga merupakan solusi yang dilakukan oleh mahasiswa ketika mengalami hambatan saat melakukan kegiatan pencarian informasi melalui internet.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis dari data dalam penelitian perilaku pencarian informasi melalui internet oleh Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro dalam menyelesaikan tugas perkuliahan, dapat disimpulkan bahwa perilaku pencarian informasi melalui internet yang dimiliki oleh mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro terdiri dari tahapan-tahapan yang sama dan juga berbeda antara sumber informasi yang satu dengan sumber informasi lainnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa perilaku pencarian informasi yang dimiliki bervariasi sesuai dengan sumber informasi yang sedang digunakan oleh mahasiswa. Terdapat beberapa tahapan perilaku pencarian yang ternyata memiliki kesamaan yaitu terletak pada awal tahapan dimana pada tahapan tersebut sama-sama dimulai dengan menentukan informasi yang dibutuhkan dan sumber informasi apa saja yang akan digunakan. Setelah itu, mahasiswa juga sama-sama mencari informasi menggunakan kolom pencarian yang mana dilanjutkan dengan tahapan memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Mahasiswa juga melakukan evaluasi dan mengeliminasi informasi yang sudah didapatkan tersebut. Selanjutnya mahasiswa sama-sama menerapkan atau menggunakan informasi ke dalam tugas perkuliahan yang sudah didapatkan melalui masing masing sumber yang digunakan oleh mahasiswa. Selain itu mahasiswa juga sama-sama memeriksa kredibilitas dari informasi yang telah didapatkan melalui masing-masing sumber yang digunakan. Tahapan – tahapan tersebut memiliki persamaan terlepas dari berbedanya sumber-sumber informasi yang digunakan oleh mahasiswa dalam melakukan kegiatan pencarian. Selain itu, terdapat satu perbedaan pada tahapan dari perilaku pencarian yang dilakukan oleh mahasiswa. Perbedaan tersebut terletak pada saat ketika mahasiswa melakukan pemantauan perkembangan terhadap informasi. Kegiatan pemantauan tersebut hanya dilakukan oleh mahasiswa ketika menggunakan sumber informasi yang menyediakan artikel jurnal ilmiah saja. Kegiatan pencarian informasi yang dilakukan mahasiswa tidak selalu berjalan dengan lancar dimana terkadang mahasiswa dapat mengalami beberapa hambatan. Hambatan tersebut diantaranya adalah informasi yang dibutuhkan ternyata cukup sulit untuk dicari oleh mahasiswa.