ANALISIS BIBLIOMETRIK DENGAN PENDEKATAN CO-WORD: MEMETAKAN TREND PENELITIAN ILMU PERPUSTAKAAN DI JURNAL PUSTAKALOKA
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
Science is developing rapidly, scientific developments can be seen from research conducted in scientific journals. The development of knowledge can be seen from the trend of research topics and trends at a certain time. Pustakaloka Journal is an accredited journal in the field of library and information science. This research was conducted to determine the trend of library and information scientific research. This study used library research with a bibliometric approach using Co-word analysis using VOSviewer. Based on the results of research in 2019-2022 in the last 4 years, it can be seen that there are 202 keywords and 35 clusters. The ten strongest keywords in the journal Pustakaloka: Journal of Library and Information Sciences are; Libraries (26), Library Services (20), Librarians (19), College Libraries (16), Information Needs (8), Information Literacy (8), Social Media (8), Literacy Skills (7), Literacy (6 ), Digital Literacy (6). Cluster 1 has the biggest keywords indicating the cluster theme absorbs more attention from writers in the Pustakaloka Journal. Then for related subjects are the subject of libraries, librarians, library services and college libraries
Keywords:
bibliometrics
· library
· co-word
· research trends
Introduction
Perkembangan suatu ilmu dapat dilihat dan diteliti melalui hubungan kedekatan antar kata-kata kunci dokumen. Publikasi peneliti atas kajian yang telah dilakukan dapat menggambarkan perkembangan suatu bidang ilmu pada kurun waktu tertentu.1 Bibliometrik merupakan salah satu alat untuk menggambarkan dan memetakan perkembangan ilmu pengetahuan. Bibliometrik adalah metode ilmiah yang digunakan untuk menganalisis dan mengukur publikasi ilmiah dan literatur ilmiah. Analisis bibliometrik menggunakan data kuantitatif dari publikasi ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan konferensi, untuk mengungkap pola, tren, dan hubungan di antara publikasi. Penggunaan analisis bibliometrik dalam kajian informasi dapat mengukur pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan secara kuantitatif. Kajian isi dokumen, antara lain difokuskan pada artikel yang terdapat dalam jurnal ilmiah atau penggunaan referensi dalam berbagai bentuk laporan penelitian. Penggunaan pengelolaan referensi seperti mendeley, zotero dan endnote dalam penulisan karya ilmiah menjadikan metadata yang dihasilkan lebih baik dan memudahkan dalam menemukan topik yang sedang trend. Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk berbagai disiplin keilmuan salah satunya keilmuan perpustakaan dan informasi, indikator dalam menganalisis bibliometrik adalah kata yang terkandung didalam dokumen, indikator yang terkandung dalam dokumen dapat dihitung dengan menggunakan frekuensi atau kekerapan kata dalam dokumen. Penghitungan frekuensi kata dalam dokumen dapat dihitung dengan menggunakan analisis Co-word. Co-word analysis adalah metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar kata dalam kelompok teks. Ini menghitung berapa kali dua kata dalam kelompok muncul dalam teks yang sama pada waktu yang sama, mencerminkan tingkat korelasi antara kata-kata ini dengan jumlah kemunculan bersama ini, dan kemudian menganalisis struktur topik dengan metode pengelompokan.2 Semakin tinggi intensitas co-word (berapa kali dua kata muncul dalam teks yang sama pada waktu yang sama), semakin dekat hubungan antara kedua kata tersebut. Jumlah kata bersama di antara kata kunci membentuk matriks kata bersama.3 Metode Co-word dapat digunakan untuk meringkas, menyaring, dan mengabstraksi topik untuk mengungkap struktur tema, topik hangat, dan trend perkembangan sampel.4 Analisis Co-word banyak digunakan untuk mengetahui meringkas, menyaring, dan mengabstraksi topik untuk mengungkap struktur tema, topik hangat, dan trend perkembangan salah satunya perkembangan keilmuan. Perkembangan keilmuan yang berkaitan dengan penelitian ilmiah salah satunya dapat diperoleh melalui jurnal, adapun kelebihan jurnal adalah penelitian ilmiah yang selalu mutakhir dan adanya kontrol dari mitra bestari (reviewer) dalam menjaga kualitas jurnal ilmiah supaya sesuai dengan focus and scope jurnal. Penulis merasa tertarik mengambil topik analisis Co-word jurnal Pustakaloka tahun 2019-2022 karena ingin mengetahui trend atau kecenderungan penelitian dibidang perpustakaan dan pemetaan keilmuan yang terdapat di jurnal pustakaloka
Method
Penelitian ini merupkan penelitian pustaka atau library research dengan menggunakan analisis bibliometrik. Bibliometrics merupakan ilmu yang mempelajari tentang hakikat dan perkembangan suatu disiplin ilmu melalui publikasi.11 Penelitian ini menggunakan analisis co-word untuk menganalisis isi, pola, dan kecenderungan (trend) dari kumpulan suatu dokumen dengan mengukur hubungan kekuatan istilah.12 Penulis menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis penelitian ini yaitu; menghitung frekuensi kata kunci, pemilihan kata kunci dengan frekuensi yang tinggi, pembuatan matrik co-occurrence, pengelompokan kata kunci, interpretasi struktur intelektual yang diwakili oleh analisis jaringan sosial.13 Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi kata kunci pada artikel-artikel ilmiah di Jurnal Pustakaloka: Jurnal Ilmu perpustakaan dan Informasi kurun waktu empat tahun yaitu pada tahun 2019-2022 Adapun jumlah artikel pada jurnal pustakaloka yaitu 63 artikel, kemudian kata kunci yang didapatkan dipetakan seperti tabel dibawah ini; Tabel 1. Kata Kunci Jurnal Pustakaloka Tahun 2019-2022 Tahun Terbit Kata Kunci 2022 Volume 14, No 2 sumber daya perpustakaan digital, perpustakaan, peneliti, produktivitas penelitian, kepuasan pengguna, perpustakaan universitas udayana, kualitas web, Semiotika Barthes; Film; Kepustakawanan, Literasi In formasi; Generasi Z; Kota Bandung; Kemampuan Literasi, pustakawan; citra diri; kepribadian yang baik, media sosial; teknologi, data visualiza tion; library service; social inclusion; economic development; big data Volume 14, No 1 identifikasi referensi RPS, metode checklist, ketercukupan koleksi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Peran Perpustakaan, Komunikasi Ilmiah, User Perception, Librarian Skills, Resources, menulis ilmiah, bibliometrik, vosviewer, Pertukaran Informasi, Personal Knowledge Management, Autobase Twitter, inovasi, pustakawan, content creator, perpustakaan tanpa dinding, layanan perpustakaan, peran pustakawan, layanan jarak jauh 2021 Volume 13, No 2 kolaborasi perpustakaan; perpustakaan perguruan tinggi; layanan perpustakaan; pustakawan public relations, SLiMS; plug-inSLiMS; komunitas SLiMS Kudus; model pengembangan open-source, Non Fungible Token; Blockchain; Arsip Digital; Objek Digital; Rekod Elektronik, tinjauan sistematis; media sosial; promosi; perpustakaan personal information management; dokumen; pengelolaan dokumen, Komik, Webtoon, Minat Baca, perencanaan strategis; perpustakaan, permainan rakyat,objek budaya,konten analisis,Garuda RISTEK-BRIN Volume 13, No 1 literasi, membaca, kebiasaan membaca, sikap membaca, indeks; sitasi; buku ilmiah; Google Scholar, pengembangan koleksi; perpustakaan perguruan tinggi; kebijakan, literasi informasi, kelas literasi informasi daring, pandemi covid-19, knowledge mapping, ilmu perpustakaan, ilmu perpustakaan dan sains informasi, Kuasa Disiplin, Kepemimpinan Perpustakaan, Panoptisisme, Perpustakaan Islam, Perpustakaan UI, Kebijakan, Open Access, Repositori Institusi, Perilaku informasi; Koran dinding; Kebutuhan informasi,Koleksi referensi, Literasi penulisan, Pemanfaatan koleksi, Skripsi Tahun Terbit Kata Kunci 2020 Volume 12, No 2 Semiotika Barthes,e-poster,promosi perpustakaan, instagram, Kebu tuhan informasi, Perilaku Pencarian Informasi,UNTIRTA, delivery service, new normal, layanan perpustakaan, Dokter Pustaka, Inovasi, Layanan Perpustakaan, Pademi Covid-19, Pengguna Perpustakaan; Psikologi Perpustakaan, Pustakawan, efektivitas, pustakawan, pembe lajaran, manajemen informasi pribadi, perilaku informasi, bookmark manager, mahasiswa Volume 12, No 1 OPAC, evaluasi OPAC, Perpustakaan perguruan tinggi, Temu kembali Informasi, Pola perilaku pencarian informasi, sumber informasi dan perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan, disabilitas, Komnas Disabilitas, Literasi digital; mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan; e-resources; UIN Raden Fatah Palembang, diseminasi informasi; knowledge repository; HAKI; pustakawan, kompetensi, pustakawan, layanan perpustakaan, pemustaka 2019 Volume 11, No 2 literasi informasi, library instruction, sitasi, plagiat, Koleksi Ke pustakaan Islam, Pengembangan Koleksi, Perpustakaan PTKIN, analisis sitiran, karya ilmiah, bibliometrik, koleksi perpustakaan, Repository, Upload Mandiri, membaca, preferensi membaca, bahan bacaan aka demik, format cetak, format digital, faktor sosial, minat, perilaku, arsip, Google Custom Search, mesin pencari, perpustakaan, temu kembali informasi, Evaluasi Ketergunaan, Pustaka, Simpertan, Usability Test ing, Otomasi perpustakaan, Animasi 3 Dimensi, Muvizu, Pendidikan Pengguna Perpustakaan, Efektivitas, Precision, Online Public Access Catalog, QuickSearch,AdvancedSearch Volume 11, No 1 Institutional Repository, Perpustakaan ITS, Analisis Swot, Strategi Pengembangan, Eprints, literasi jaringan, manajemen privasi, infor masi pribadi, kemampuan literasi, pelajar sma, layanan perpustakaan; kualitas layanan, kepuasan pemustaka, collection, Availability, syllabus, library, Perpustakaan, Interior, Suasana, Fasilitas, Generasi Milenial, Digitalisasi, Koleksi Lokal, Layanan Informasi, Literasi, Literasi Digi tal, Gerakan Literasi, Tantangan Pendidikan, Refleksi Hadits, Kualitas Pelayanan, Layanan Referensi, Kebutuhan Informasi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, disrupsi, tantangan, perpustakaan perguruan tinggi, kepemimpinan, pustakawan, motivasi kerja Kemudian setelah memperoleh kata kunci langkah selanjutnya adalah import artikel ke manajemen referensi mendeley dan di verifikasi kata kunci dan abstrak, setelah selesai kemudian di eksport ke format ris, setelah itu di eksport kemudian di masukan ke software VosViewer dan UCInet untuk melihat pemetaan, hubungan kata kunci dan trends penelitian. Langkah dalam penelitian digambarkan pada diagram dibawah ini: Bagan 1 Tahapan Analisis Bibliometrik
Result
4.1. Analisis co-word Analisis co-word menggunakan program vosviewer untuk melihat hubungan antar kata kunci yang membentuk sebuah jaringan. Penulis mengumpulkan kata kunci jurnal pustakaloka terbitan tahun 2019 – 2022 dengan total 202 kata kunci yang berbeda di setiap artikel jurnal pustakaloka Dari 202 kata kunci yang saling terhubung satu dengan yang lain membentuk 376 link atau garis penghubung dan 35 cluster. Gambar 1 Visualisasi co-word Jurnal Pustakaloka tahu 2019-2022 Sumber: data primer vosviewer Dari gambar 1 di atas ukuran besar lingkaran mempengaruhi kemunculan kata kunci, jarak antara dua kata kunci menunjukan kekuatan relatif dan kesamaan topik. Gambar 1 dapat diketahui bahwa kata kunci perpustakaan mempunyai hubungan terhadap pustakawan, media sosial, kepribadian yang baik, layanan perpustakaan, kolaborasi perpustakaan, perpustakaan perguruan tinggi dan kebutuhan informasi Gambar 2 Visuaiasi hubungan antar kata kunci Dari gambar 2 diatas dengan visualisasi dari UciNet dapat diketahui relasi hubungan antar kata kunci. Dari diagram di atas dapat dilihat kepadatan dan sentralitas atar kata kunci. Perpustakaan mempunyai kepadatan yang besar dan merupakan kata kunci yang mendominasi. Perpustakaan sebagai kata kunci yang mendominasi dengan kemunculan yang paling tinggi merupakan hal yang wajar karena Jurnal Pustakaloka merupakan Jurnal kajian dan informasi perpustakaan sehingga kata perpustakaan merupakan kata yang paling banyak muncul, kemudian hal yang menarik jika dilihat dari visualisasi hubungan antar kata kunci, perpustakaan merupakan sentralitas kata kunci yang menghubungkan antar topik besar seperti layanan perpustakaan, pustakawan, dan perpustakaan perguruan tinggi. Sedangkan kata kunci yang mempunyai tingkat kemunculan paling kecil adalah membaca, literasi dan literasi digital, kata kunci tersebut mempunyai kemunculan paling sedikit dari yang lain. Fenomena ini menggambarkan topik penelitian tersebut belum banyak dikaji di jurnal pustakaloka. Adapun kekuatan hubungan antar kata kunci dapat dikelompokan seperti tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Verifikasi kata kunci Jurnal Pustakaloka Tahun 2019-2022 Kata kunci Kemunculan Kekuatan Link Perpustakaan 8 26 Layanan Perpustakan 7 20 Pustakawan Perpustakaan Perguruan Tinggi Kebutuhan Informasi 7 19 6 16 3 8 Literasi Informasi 3 8 Media Sosial 2 8 Kemampuan Literasi 2 7 Membaca 2 7 Literasi 2 6 Literasi Digital 2 6 Dari tabel di atas berdasarkan hasil olah data menggunakan vosviewer dapat diketahui klaster perpustakaan mempunyai kemunculan 8 kali dan mempunyai kekuatan link 26 Kekuatan link, kata kunci layanan perpustakaan memiliki kemunculan 7 dan 10 kekuatan link, pustakawan memiliki 7 kemunculan dengan 19 kekuatan link, perpustakaan perguruan tinggi memiliki 6 kemunculan dengan 16 kekuatan link, dan kebutuhan informasi memiliki 3 kemunculan dengan 8 kekuatan link. 4.2. Pengelompokan Subjek (Subject Clustering) Analisis co-word tidak hanya menemukan kata kunci utama untuk subjek dari perspektif frekuensi kata. Analisis co-word juga menemukan hubungan antara kata-kata, dan kemudian menggabungkan metode analisis jejaring sosial dan analisis kluster untuk menemukan hotspot penelitian dan hukum evolusi subjek. 14 Setelah mengetahui kekuatan link kata kunci langkah selanjutnya yaitu mengelompokan kata kunci (subject clustering) pengelompokan dilakukan dengan menggunakan software vosviewer. Terbitan jurnal pustakaloka dari tahun 2019 – 2022 didapatkan 202 kata kunci dengan 35 klaster hasil dari pengelompokan ini akan menggambarkan topik penelitian di Jurnal Pustakaloka tahun 2019-2022. Tabel 3. Kalstering Jurnal Pustakaloka tahun 2019-2022 Klaster Jumlah Kata Kunci 1 16 2 14 3 12 4 12 Kata Kunci Terpilih Buku ilmiah, generasi z, google scholar, indeks, informasi pribadi, instruksi perpustakaan, kelas literasi informasi, kemampuan literasi, kota bandung, literasi informasi, literasi jaringan, manajemen privasi, pandemi covid-19, pelajar sma, penjiplakan, sitasi Bahan bacaan akademi, e-resources, format cetak, format digital, gerakan iterasi, kebiasaan membaca, literasi, literasi digital, mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, membaca, preferensi membaca, sikap membaca, tantangan pendidi kan, uin raden fatah palembang Disabilitas, ketersedian, koleksi, komnas disabilitas, manajemen strategis, peneliti, perencanaan strategis, perpustakaan, produktivitas penelitian, silabus, sumber daya perpustakaan, silabus, sumber daya perpustakaan, universitas gadjah mada Big data, delivery service, inklusi sosial, kepuasan pemus taka, kualitas layanan, layanan jarak jauh, layananan per pustakaan, new normal, peran pustakawan, perpustakaan tanpa dinding, pertumbuhan ekonomi, visualisasi data Klaster Jumlah Kata Kunci 5 11 6 10 7 10 8 7 9 7 10 6 Kata Kunci Terpilih Bookmark manager, kebutuhan informasi, koran dinding, kualitas pelayanan, layanan referensi, mahasiswa, manaje men informasi perpustakaan, perilaku informasi, perilaku pencarian informasi, refleksi daits, untirta Diseminasi informasi, haki, kepemimpinan, knowledge repository, kompentensi, motivasi kerja, pemustaka, peng guna perpustakaan, psikologi perpustakaan, pustakawan Disrupsi, evaluasi OPAC, kolaborasi perpustakaan, ko munikasi ilmiah, opac, peran perpustkaaan, perpustkaan perguruan tinggi, pustakawan publik relation, tantangan, temu kembali Arsip digital, blockchain, fungible token, non-fungible token, objek digital, rekod elektronik Citra diri, kepribadian yang baik, media sosial, promosi, teknologi, tinjauan sistematis Advanced serach, efektivitas, online public acess catalog, pembelajaran, precision, qucik search Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa klaster 1 mempunyai jumlah kata kunci paling banyak, yang mengindikasikan tema klaster 1 menjadi tema paling tersentralisasi 15. Dengan kata lain kata kunci pada klaster 1 lebih banyak diperhatikan pada bidang literasi informasi. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dari kata kunci ini, dapat ditemukan pada grafik visualisasi kerapatan pada Gambar.2. pada visualisasi kepadatan item, item ditunjukkan oleh labelnya dengan cara yang sama seperti dalam visualisasi jaringan. Setiap titik di peta memiliki warna yang bergantung pada kepadatan item di titik tersebut. Secara default, warna ini suatu tempat di antara merah dan biru. Semakin besar jumlah item di sekitar titik dan semakin tinggi bobot item yang berdekatan, semakin dekat warna titik tersebut menjadi merah. Sebaliknya, semakin kecil jumlah item di sekitar suatu titik dan semakin rendah bobot item yang berdekatan, semakin besar Dari data diatas dapat diketahui kata kunci yang paling banyak muncul pada Jurnal PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan berkaitan dengan subjek literasi baik literasi informasi, literasi digital, kelas literasi, literasi penulisan. Kemudian untuk subjek yang saling berkaitan adalah subjek perpustakaan, pustakawan, layanan perpustakaan dan perpustakaan perguruan tinggi.
Conclusion
Hasil anlisis co-word pada jurnal Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan dari tahun 2019-2022 yaitu dalam kurun waktu didapatkan 202 kata kunci dengan 35 klaster yang saling terhubung satu dengan yang lain dari 35 klaster dikelompokan lagi menjadi 11 kata kunci yang memiliki hubungan yang kuat antara lain; Perpustakaan (26), Layanan Perpustakan (20), Pustakawan (19), Perpustakaan Perguruan Tinggi (16), Kebutuhan Informasi (8), Literasi Informasi (8), Media Sosial (8), Kemampuan Literasi (7), Membaca (7), Literasi (6), Literasi Digital (6). Kecenderungan penelitian di jurnal Pustakaloka tahun 2019-2022 lebih kepada subjek perpustakaan. Kalster 1 mempunyai kata kunci terbesar menunjukkan tema klaster tersebut menyerap lebih banyak perhatian dari penulis di Jurnal Pustakaloka. Kemudian untuk subjek yang saling berkaitan adalah subjek perpustakaan, pustakawan, layanan perpustakaan dan perpustakaan perguruan tinggi