Kembali
16
1
2016 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 8 · 2 ISSN 2549-8606

Urgensi Pengembangan Perpustakaan Madrasah Berbasis Elektronik di Kotamadya Banda Aceh

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Abstrak

Teknologi informasi saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan perkembangan dinamika sosial masyarakat. Perkembangan ini telah berdampak luas pada penggunaan teknologi berbasis elektronik dalam lembaga pendidikan, termasuk perpustakaan madrasah. Banyak perpustakaan madrasah yang berstatus negeri belum memiliki standar pengelolaan perpustakaan yang moderen dengan penggunaan sistem elektronik dalam pelayanannya. Kondisi tersebut juga terjadi pada 3 (tiga) perpustakaan madrasah negeri yang ada di Kotamadya Banda Aceh, yaitu Perpustakaan MAN Model, Perpustakaan MAN 2 dan Perpustakaan MAN Rukoh. Penelitian ini menganalisa urgensi pengembangan perpustakaan madrasah berbasis elektronik di Kotamadya Banda. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengambilan data secara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan perpustakaan berbasis elektronik di MAN Model, MAN 2, dan MAN Rukoh Banda Aceh telah melahirkan dampak positif bagi peningkatan kualitas perpustakaan yang lebih moderen. Dengan adanya otomasi perpustakaan, semua pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengelolaan anggota, statistik pengunjung, layanan sirkulasi dan penelusuran informasi atau koleksi yang ada di perpustakaan akan dengan mudah dan cepat dilakukan. Di samping itu, terbentuknya layanan koleksi digital di perpustakaan madrasah, dapat meringankan pengeluaran anggaran pembelian koleksi di perpustakaan, tidak memerlukan penambahan ruang dan rak-rak buku, menumbuhkan gaya baru membaca di perpustakaan madrasah, dan dapat memudahkan penulisan ilmiah siswa dengan aplikasi yang dapat ke dalam versi word sebagai aplikasi dalam pengetikan kata. Dengan adanya penggunaan teknologi di perpustakaan madrasah, juga terbentuk sebuah budaya baru dalam membaca koleksi di perpustakaan.
Keywords: Perpustakaan Madrasah · Otomasi Perpustakaan · Koleksi Elektronik

Introduction

Teknologi informasi saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan perkembangan dinamika sosial masyarakat. Perkembangan ini telah berdampak luas pada perubahan prilaku dan pola hidup sebagian besar masyarakat dalam memanfaatkan berbagai bentuk media teknologi dan sumber informasi yang tersedia. Salah-satu perubahan tersebut adalah penggunaan teknologi informasi dalam lembaga pendidikan sebagai usaha untuk menunjang terlaksananya aktifitas pendidikan dan pengajaran. Perpustakaan merupakan bagian inti dari sebuah lembaga pendidikan yang idealnya dijadikan sebagai pusat sumber informasi dan belajar siswa. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, menyatakan bahwa perpustakaan sekolah/madrasah merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah/madrasah.1 Perpustakaan yang pengelolaannya secara moderen dengan kelengkapan teknologi berbasis elektronik, merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan saat ini, termasuk perpustakaan yang berada di madrasah-madrasah. Di antara ciri dari perpustakaan moderen adalah penggunaan teknologi di perpustakaan. Penggunaan teknologi telah mulai sejak awal tahun 1970-an, banyak perpustakaan umum saat itu yang mulai menggunakan sistem otomasi di perpustakaan untuk meminjamkan koleksi buku kepada penggunanya. Dalam perkembangannya, teknologi ini juga digunakan di perpustakaan lainnya, termasuk perpustakaan sekolah.2 Perpustakaan madrasah yang memiliki manajemen baik dengan sistem elektroniknya akan memberikan pengaruh besar bagi para siswa dan guru dalam memanfaatkan berbagai koleksi dan informasi online yang tersedia di perpustakaan. Di samping itu, perpustakaan madrasah juga akan lebih optimal dalam memperbaharui koleksi dan informasinya kepada para pengguna di madrasah, sehingga wawasan keilmuan dan kekayaan informasi yang dimiliki para pengguna akan selalu baru dan bermutu. Namun kenyataan saat ini, banyak perpustakaan madrasah yang berstatus negeri belum memiliki standar pengelolaan perpustakaan yang moderen dengan penggunaan sistem elektronik dalam pelayanannya. Kondisi tersebut juga terjadi pada 3 (tiga) perpustakaan madrasah negeri yang ada di Kotamadya Banda Aceh, yaitu Perpustakaan MAN Model, Perpustakaan MAN 2 dan Perpustakaan MAN Rukoh. Ketiga madrasah aliyah ini, hanya Pepustakaan MAN Model yang telah memiliki aplikasi sistem temu balik informasi. Sementara kedua perpustakaan lainnya, belum memiliki perangkat teknologi elektronik dalam sistem pengelolaan dan layanan perpustakaannya. Ketiadaan aplikasi temu balik informasi menandakan bahwa perpustakaan madrasah masih belum berstandarisasi sebagai sebuah perpustakaan sekolah atau madrasah yang moderen. Pada tahun 2014, ketiga madrasah ini telah menjadi subjek dampingan dalam program pengabdian kepada masyarakat, khususnya peningkatan pendidikan keagamaan. Fokus dari program ini adalah pengembangan perpustakaan madrasah berbasis elektronik dengan mengupayakan instalasi otomasi perpustakaan ketiga madrasah ini dengan aplikasi Senayan Library Information Management System (SLIMS) dan aplikasi Calibre sebagai aplikasi baru untuk mengelola data elektronik atau e-book. Tulisan ini mengkaji bagaimana urgensitas pengembangan perpustakaan madrasah berbasis elektronik di Kotamadya Banda Aceh. Untuk menggali hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data secara observasi dan wawancara.

Result & Discussion

Pengembangan perpustakaan madrasah berbasis elektronik di 3 (tiga) lokasi Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kotamadya Banda Aceh, telah memberikan urgensitas bagi masa depan perpustakaan sekolah yang berstandar. Berjalannya aktivasi otomasi perpustakaan berbasis elektronik di ketiga madrasah, dengan menginstalasi aplikasi SLIMS (Senayan Library Information Management System), telah meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan tersebut. Pertama, pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengelolaan anggota, dan statistik pengunjung yang ada di perpustakaan tersebut akan mudah dilakukan. Kedua, penelusuran informasi atau koleksi yang ada di ketiga perpustakaan madrasah dapat dengan mudah dan cepat dilakukan, sehingga terjadi efesiensi waktu dalam mengambil koleksi di rak perpustakaan. Ketiga, layanan sirkulasi bahan pustaka di perpustakaan madrasah dapat dengan mudah dan cepat dilakukan oleh tenaga perpustakaan. Oleh karena itu, aktivasi sistem otomasi di ketiga perpustakaan madrasah menampakkan wajah modernisasi sistem perpustakaan madrasah, sehingga layanan perpustakaan, pengorganisasian koleksi, dan penelusuran informasi atau koleksi di perpustakaan, dapat secara mudah dan cepat dilakukan. Secara tidak langsung, intervensi teknologi ini akan berdampak pada minat kunjungan siswa ke perpustakaan madrasah di sela-sela waktu yang ada saat pembelajaran di madrasah berlangsung. Terbentuknya layanan koleksi digital dengan aplikasi Calibre, sebagai upaya dari pengembangan perpustakaan berbasis elektronik, melahirkan beberapa hal penting. Pertama, adanya layanan koleksi e-book dapat meringankan pengeluaran anggaran pembelian koleksi di perpustakan. Tersedianya sumber buku e-book di jaringan internet yang dapat diunduh oleh tenaga perpustakaan dan diperoleh dari unduhan siswa dan guru dapat memperkaya koleksi digital atau elektronik di pangkalan data perpustakaan. Kedua, adanya koleksi e-book tidak memerlukan penambahan ruang dan rak-rak buku, karena koleksi digital atau elektronik ini tersimpan di komputer dengan memanfaatkan aplikasi Calibre. Ketiga, menumbuhkan gaya baru membaca di perpustakaan madrasah dan menumbuh kembangkan budaya membaca baru di perpustakaan madrasah. Kelima, penggunaan e-book dapat digunakan dalam memudahkan penulisan ilmiah siswa, karena koleksi e-book dapat dengan mudah dikonversi ke dalam versi word sebagai aplikasi dalam pengetikan kata. Urgensi lainnya dari pengembangan perpustakaan madrasah berbasis elektronik adalah terbangunnya budaya minat baca baru di madrasah. Adanya aktivasi otomasi sistem temu balik informasi dan terbentuknya layanan koleksi digital di ketiga perpustakaan madrasah ini, telah terbangun budaya minat baca baru bagi siswa dalam mengunjungi perpustakaan. Berdasarkan observasi dan wawancara peneliti dengan tenaga perpustakaan dan siswa di ketiga madrasah ini, perubahan tata kerja layanan perpustakaan yang memiliki sistem otomasi dan layanan koleksi digital adalah pemicu utama dari meningkatnya budaya minat baca siswa di perpustakaan. Sistem otomasi dianggap oleh siswa dapat memudahkan dalam mencari buku-buku yang ada di perpustakaan secara cepat melalui komputer yang telah disediakan. Dari kata kunci yang diketikkan di sistem otomasi tersebut, maka nomor buku dan raknya dapat diketahui secara mudah, termasuk status buku yang tersedia di perpustakaan madrasah. Begitu pula dengan layanan koleksi digital, siswa merasakan pengalaman baru saat menggunakan aplikasi Calibre di komputer PC yang tersedia di perpustakaan madrasah. Dengan aplikasi tersebut, koleksi e-book yang tersedia dapat dibaca secara mudah dan dapat dicari secara cepat e-book yang ingin dibaca dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Conclusion

Pengembangan perpustakaan berbasis elektronik di MAN Model, MAN 2, dan MAN Rukoh Banda Aceh telah memberikan urgensitas bagi peningkatan kualitas perpustakaan yang lebih moderen. Dengan adanya otomasi perpustakaan, semua pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengelolaan anggota, statistik pengunjung, layanan sirkulasi dan penelusuran informasi atau koleksi yang ada di perpustakaan akan dengan mudah dan cepat dilakukan. Di samping itu, terbentuknya layanan koleksi digital di perpustakaan madrasah, dapat meringankan pengeluaran anggaran pembelian koleksi di perpustakaan, tidak memerlukan penambahan ruang dan rak-rak buku, menumbuhkan gaya baru membaca di perpustakaan madrasah, dan dapat memudahkan penulisan ilmiah siswa dengan aplikasi yang dapat ke dalam versi word sebagai aplikasi dalam pengetikan kata. Dengan adanya penggunaan teknologi di perpustakaan madrasah, juga terbentuk sebuah budaya baru dalam membaca koleksi di perpustaakan. Di masa yang akan datang, ketiga perpustakaan ini menjadi perpustakaan moderen yang berbasis elektronik dengan kualitas pengelolaan dan pelayanan yang berbasis teknologi, serta akan meningkatkan daya saing madrasah di tengah berdirinya sekolah-sekolah internasional dan sekolah-sekolah umum yang berbasis internasional di Kotamadya Banda Aceh.