Kembali
16
1
2024 Baitul 'Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 8 · 2 ISSN 2745-7559

Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah Menggunakan Teknik Membaca Ideovisual di Sekolah Luar Biasa YPAC Banda Aceh

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Abstrak

Teknik membaca ideovisual merupakan “Implementasi Teknik Membaca Ideovisual dalam Mendukung Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Luar Biasa B (SLB-B) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh”. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui implementasi membaca ideovisual pada siswa difabel rungu di SLB-B YPAC Banda Aceh dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan membaca ideovisual di SLB-B YPAC Banda Aceh. Subjek penelitian ini yaitu tiga guru SMALB di SLB-B YPAC Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca ideovisual diimplementasikan pada pembelajaran siswa difabel rungu di SLB-B YPAC Banda Aceh melalui tahapan aktivitas GLS yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam tahapan perencanaan, dilakukan penyesuaian materi dengan kebutuhan siswa dan perencanaan aktivitas gerakan literasi sekolah. Selanjutnya, tahapan pelaksanaan melibatkan penerapan membaca ideovisual, interaksi guru dan partisipasi siswa dalam gerakan literasi sekolah. Sedangkan dalam tahapan evaluasi, dilakukan penilaian terhadap konsistensi penggunaan media gambar dalam pembelajaran, intensitas penerapan literasi, variasi bahan bacaan, frekuensi peminjaman buku, serta penyajian informasi kepada siswa. Membaca ideovisual telah menjadi teknik bagi guru dalam menyampaikan materi sehingga meningkatkan kemampuan literasi siswa difabel rungu. Dalam penerapannya, membaca ideovisual di SLB-B YPAC Banda Aceh mengalami sedikit kendala yang meliputi kekurangan alat bantu, keterbatasan keterampilan guru dalam menggunakan media ideovisual dan perbedaan kurikulum belajar. Solusi mengatasi kendala tersebut ialah perlunya pengadaan peralatan oleh pihak sekolah dan pelatihan keterampilan guru dalam membaca ideovisual. Dengan demikian, implementasi media baca ideovisual dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan literasi siswa difabel rungu di SLB-B YPAC Banda Aceh.

Abstract

The ideovisual reading technique is the "Implementation of the Ideovisual Reading Technique to Support the School Literacy Movement in Special Schools for the Deaf (SLB-B) under the YPAC Foundation for Child Development (YPAC) Banda Aceh." The aim is to understand the implementation of ideovisual reading for deaf students in SLB-B YPAC Banda Aceh and identify the challenges faced in applying ideovisual reading at SLB-B YPAC Banda Aceh. The subjects of this study are three high school teachers from SLB-B YPAC Banda Aceh. This research employs a qualitative descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study show that ideovisual reading is implemented in teaching deaf students at SLB-B YPAC Banda Aceh through the stages of the School Literacy Movement (GLS), which consist of planning, implementation, and evaluation stages. In the planning stage, adjustments are made to materials according to students' needs and the planning of school literacy movement activities. The implementation stage involves applying ideovisual reading, teacher-student interactions, and student participation in the school literacy movement. In the evaluation stage, assessments are conducted on the consistency of using visual media in learning, the intensity of literacy application, the variety of reading materials, the frequency of book borrowing, and the presentation of information to students. Ideovisual reading has become a technique used by teachers to deliver materials, thus enhancing the literacy skills of deaf students. However, its application at SLB-B YPAC Banda Aceh faces minor challenges, including a lack of supporting tools, limited teacher skills in using ideovisual media, and differences in learning curricula. The solutions to these challenges include providing the necessary equipment by the school and training teachers in ideovisual reading skills. Thus, the implementation of ideovisual reading media can be further developed to support the literacy development of deaf students at SLB-B YPAC Banda Aceh.
Keywords: Ideovisual Reading · School Literacy Movement