Kembali
16
1
2019 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 11 · 1 ISSN 2549-8606

PENERAPAN METODE CONSPECTUS UNTUK MELIHAT CAKUPAN BAHASA KOLEKSI BIDANG FARMASI DI UNIT PERPUSTAKAAN TERPADU POLTEKKES KEMENKES ACEH TAHUN 2016

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Abstrak

Penelitian berjudul penerapan metode conspectus untuk melihat cakupan bahasa koleksi Bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016 dilatarbelakangi oleh koleksi Bidang Farmasi yang lebih diminan oleh bahasa Indonesia. Rumusan masalah bagaimana penerapan metode conspectus untuk melihat cakupan bahasa koleksi bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan metode conspectus untuk melihat cakupan bahasa koleksi bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016. Jenis penelitian kegiatan evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan dari jumlah koleksi Bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016 yang berjumlah 84 Koleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dan wawancara dengan mencocokkan dengan daftar standar indikator cakupan bahasa dengan metode conspectus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode cakupan bahasa yang paling banyak ditempati oleh kode bahasa W yang berjenis Wide Selection Languange yaitu seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu, yaitu sebanyak 39 koleksi Bidang Farmasi, sedangkan 36 koleksi Bidang Farmasi ditempati oleh kode bahasa Y yang berjenis One-Non English Language yaitu bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris, dan yang paling sedikit di tempati oleh kode bahasa E yang berjenis English yaitu Bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali.
Keywords: Metode Conspectus · Koleksi · Cakupan Bahasa Koleksi Bidang Farmasi

Introduction

Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Perpustakaan harus memiliki sumber daya manusia sekurang- kurangnya seorang pustakawan, ruang atau tempat dan koleksi bahan pustaka yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis dan misi perpustakaan yang bersangkutan serta dikelola menurut sistem tertentu untuk keperluan pemustakanya.1 Untuk memenuhi keperluan pemustaka, perpustakaan harus menyediakan koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, agar perpustakaan dapat melayani pemustakanya. Pengembangan koleksi dilakukan sesuai dengan kondisi perpustakaan dan masyarakat yang akan dilayani. Hal ini selaras dengan pengertian yang dikemukakan Magrill dan Corbin.2 Bahwa pengembangan koleksi merupakan serangkaian proses atau kegiatan yang bertujuan mempertemukan pemustaka dengan rekaman informasi dalam lingkungan perpustakaan atau unit informasi. Kegiatan pengembangan koleksi mencakup penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan, pengadaan, penyiangan, serta evaluasi pendayagunaan koleksi. Pengembangan koleksi bertujuan untuk menentukan apakah koleksi perpustakaan memenuhi kebutuhan pengguna dan apakah tujuan pendidikan suatu lembaga harus dianggap sebagai bagian dari misi inti perpustakaan.3 1 Perpustakaan Nasional RI. Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan danAngka Kreditnya. (Jakarta: Perpustakan Nasional RI. 2005), hlm. 4. 2 Rose Mary Magrill and John Corbin, Acquisition Management Collections Development in Libraries (Chicago: American Library Association, 1989), 1. 3 Elizabeth Henry Rachel Longstaff Doris Van Kampen, (2008), "Collection analysis outcomes in an academic library", Collection Building, Vol. 27 Iss 3 pp. 113-117 dalam http://dx.doi.org/10.1108/01604950810886022 Diakses hari Senin, 16 Januari 2019. Pengembangan koleksi perpustakaan perlu disesuaikan dengan jumlah pemustaka dan kebutuhan pemustaka, karena koleksi perpustakaan menjadi salah satu aspek untuk menunjang tingkat proses belajar mengajar yang lebih baik. Tersedianya koleksi yang baik dan sesuai kebutuhan akan memberikan dampak yang baik bagi pemustaka yang membutuhankan informasi yang ada di perpustakaan, khususnya Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh. Dengan demikian perpustakaan menjadi ujung tombak untuk terlaksanya Tri Darma Perguruan Tinggi. Karena perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk memberikan layanan untuk memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu koleksi perpustakaan perguruan tinggi benar-benar diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan pelaksanaan Tri Dharma.4 Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi kesehatan di Aceh. Perpustakaan sebagai salah satu pusat pembelajaran dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa dan dosen dalam mencapai tujuan pendidikan. Perpustakaan Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh menyediakan koleksi perpustakaan seperti buku teks, jurnal, majalah, dan lainnya, serta menyediakan fasilitas penggunaan penelusuran informasi akses ke perpustakaan lain melalui fasilitas teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar mahasiswa di lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh khususnya untuk bidang Farmasi. Penelitian mengenai evaluasi koleksi dengan menggunakan metode conspectus belum pernah dilakukan di perpustakaan tersebut sehingga penulis memilih lokasi penelitian di Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh. Penelitian ini difokuskan pada koleksi bidang Farmasi karena belum ada peneliti sebelumnya yang melakukan penelitian evaluasi koleksi bidang Farmasi dengan menggunakan metode conspectus khususnya cakupan Bahasa pada masing- masing koleksi bidang Farmasi di Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh. Dengan demikian metode conspectus dapat digunakan untuk menilai koleksi baik itu kekuatan maupun kelemahan cakupan Bahasa koleksi bidang Farmasi. 4 Jonner Hasugian, Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Medan: USU Press, 2009), hlm. 80.

Method

Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperoleh rumusan masalah Bagaimana penerapan metode conspectus untuk melihat cakupan bahasa koleksi bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah Untuk mengetahui penerapan metode conspectus untuk melihat cakupan bahasa koleksi bidang Farmasi di unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016. D. Metode Penelitian Jenis penelitian kegiatan evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.5Sugiyono menegaskan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.6 Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).7 Dalam menentukan sampel peneliti menggunakan Teknik Sampling Jenuh yaitu teknik penentuan sampel dilakukan bila jumlah koleksi Ilmu Perpustakaan yang relatif kecil, kurang dari 100 koleksi pada tahun pengadaan 2016, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Namun, dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian populasi, dimana semua populasi dijadikan sampel. Maka yang dijadikan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan dari jumlah koleksi disiplin Ilmu Pepustakaan yang berjumlah 83 Koleksi Bidang Farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat cakupan bahasa koleksi Bidang Farmasi di unit perpustakaan terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2016 dengan metode conspectus. 5 Masyhuri, Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif, (Bandung: Refika Aditama, 2009), hlm. 171. 6 Masyhuri, Metodologi Penelitian Pendekatan..., hlm. 117. 7 Masyhuri, Metodologi Penelitian Pendekatan..., hlm. 117. 8 Sugiyono, Metode Penelitian, hlm. 124-125.

Result & Discussion

a. Pengembangan Koleksi Koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk menyatakan bahan perpustakaan apa saja yang harus diadakan di perpustakaan. Sebelumnya muncul istilah seleksi buku, buku dalam pengertian yang lebih luas yang mencakup monografi, majalah, bahan mikro dan jenis bahan perpustakaan lainnya.9 Pengembangan koleksi adalah istilah yang lazim digunakan di dunia perpustakaan untuk menyatakan bahan pustaka apa saja harus disediakan oleh perpustakaan. Pengembangan bahan koleksi merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui penyediaan bahan perpustakaan yang mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat pemakai, perpustakaan harus mampu mengkaji/mengenali siapa masyarakat pemakainya dan informasi apa yang diperlukan, mengusahakan tersedianya jasa pada saat diperlukan, serta mendorong pemakai untuk menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan. Ukuran baik buruknya perpustakaan dikaitkan dengan jumlah bahan pustaka yang dimiliki atau besar kecilnya gedung atau ruangan perpustakaan.10 Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan merupakan cakupan dari kualitas layanan perpustakaan dalam memenuhi tersedianya kebutuhan informasi bagi pemustaka yang membutuhkan. Sehingga kebutuhan ini perlu dikaji dari tingkat pengembangan koleksi perpustakaan yang mampu menunjang sivitas akademika Jurusan Bidang Farmasi. b. Fungsi Kebijakan Pengembangan Koleksi Menurut Buku Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi pada umumnya Pengembangan koleksi meliputi rangkaian sebagai berikut: 9 Suharti, Pengembangan Koleksi Untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, dalam, https://journal.uii.ac.id/Buletin- Perpustakaan/article/download/9101/7589. Diakses pada tanggal 2 Februarai 2019. 10 NS, Sutarno. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Sagung Seto. 2006). hlm. 2. 1. Menentukan kebijakan umum pengembangan koleksi berdasarkan identifikasi kebutuhan pengguna. Kebijakan ini disusun bersama oleh sebuah tim yang dibentuk dengan keputusan rektor dan anggotanya yang terdiri atas unsur perpustakaan, fakultas atau jurusan, dan unit lain. 2. Menentukan kewenangan, tugas, dan tanggung jawab semua unsur yang terlibat dalam pengembangan koleksi. 3. Mengidentifikasi kebutuhan akan informasi dari semua anggota sivitas akademika yang dilayani. Hal ini dapat dilakukan dengan cara, antara lain: a) Mempelajari kurikulum setiap program studi. b) Member kesempatan sivitas akademika untuk memberikan usulan melalui berbagai media komunikasi. c) Menyediakan formulir usulan pengadaan buku, baik secara tercetak maupun maya. 4. Memilih dan mengadakan pustaka lewat pembelian, tukar-menukar, hadiah/sumbangan, dan penerbitan sendiri. 5. Merawat bahan pustaka.11 c. Koleksi Farmasi Adapun yang dimaksudkan dengan sediaan farmasi tanpa izin edar dalam Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Peraturan pemerintah No. 27 Tahun 1998 Tentang pemerintah No. 27 Tahun 1998 Tentang pengamanan sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik. Obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Sedangkan definisi yang lengkap, obat adalah bahan atau campuran yang digunakan untuk : 1. Pengobatan, peredaran, pencegahan atau diagnosa suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau hewan. 2. Dalam pemulihan, perbaikan atau pengubahan fungsi organik pada manusia atau hewan. 11 Perpustakaan Perguruan Tinggi. Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan 2004), hlm. 44. Bidang koleksi Farmasi yang dimaksud dalam penulisan ini ada bidang obat-obatan yang di pelajari untuk menunjang proses akademik di Poltekkes Kemenkes Aceh. Karena bidang Farmasi merupakan salah satu bidang yang spesifik bidang keilmuannya tentang pengotan yang ada di Poltekkes Kemenkes Aceh. Oleh sebab itu koleksi tentang Farmasi menjadi salah satu koleksi yang di butuhkan untuk meningkatkan lulusan dari jurusan Ilmu Farmasi yang berkualitas. d. Conspectus Sebagai Sebuah Pendekatan Evaluasi Metode Koleksi dengan Analisis Bahasa Analisa bahasa merupakan hasil penilaian dari evaluator untuk mengetahui bahasa apa paling dominan untuk koleksi yang dimiliki oleh UPT perpustakaan UIN Ar-Raniry.12 Dan dari hasil evaluasi yang kemudian evaluator menjelaskan ke dalam angka numerik kode bahasa metode conspectus. Cakupan bahasa sangat berkaitan erat dengan level koleksi. Selain itu, representasi bahan berbahasa Inggris dan bahasa lainnya merupakan salah satu dimensi penting dalam menjelaskan keadaan intensitas koleksi menurut kode bahasa, penjelasannya sebagai berikut: Tabel 1 Indikator Cakupan Bahasa Kode Jenis Penjelasan E English Bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali. F Selected non- English Languages Bahan literatur yang bukan berbahasa Inggris tersedia secara terseleksi untuk melengkapi bahan lieratur berbahasa Inggris. 12Nilam Badriyah,"Penerapan Metode Conspectus Untuk Mengukur Intensitas Koleksi Monograf Perpustakaan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Pengadaan Tahun 2003", Skripsi, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2007), hal. 56-61. Diakses melalui: http//digilib.uin-suka.ac.id/18662/. Selasa, 14 Maret 2017: 11.12 WIB. Kode Jenis Penjelasan W Wide Selection Language Seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu. Y One-Non English Language Bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris. Dalam indikator conspectus juga dikenal dengan analisis cakupan bahasa, cakupan bahasa inilah yang dari awal digunakan dalam menentukan aras koleksi berdasarkan level conspectus.13 Berdasarkan hasil evaluasi konten (isi) d iatas, maka penulis dan evaluator mendeskripsikan hasil analisis bahasa bahasa kedalam tabel berikut: Tabel 2 Analisis Cakupan Bahasa Koleksi Bidang Farmasi No. Judul Buku Kode Jenis Penjelasan 1 The hands on guide to klinikal pharmakologi 2 Critical care medicine at a glance 3 Clinikal laboratory medicine 4 Fondamentals of pharmatocognosy and pgytoterapy E English Bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali 5 Esensial of Pharmacologi fot dentidticy 6 Stokleys drug internation seventh edition 7 Klinikal pharmasy and theurapetics 13 Ratnaningsih,"Evaluasi Koleksi Jurnal Elektronik EBSCO Menggunakan Metode Conspectus di Perpustakaan IPB”, Tesis, (Bogor: Institut Pertanian Bogor, 2012), hal. 8-19. Diakses melalui: repository.ipb.ac.id>jspui>bitstream. Kamis 16 Maret 2017, 11.00 WIB. 8 Hand book on enjek table drugs 9 At a glance Farmatology Molekuler Ed. 5 Analisis cakupan bahasa diatas penulis dapatkan berdasarkan penilaian kedalaman isi koleksi Bidang Farmasi dari tabel 2 melalui hasil analisis evaluator. Dari hasil penilaian di atas, dapat langsung terlihat 9 koleksi Bidang Farmasi menempati kode bahasa E yang berjenis English dengan yaitu bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Tabel 3 Analisis Cakupan Bahasa Koleksi Bidang Farmasi No. Judul Buku Kode Jenis Penjelasan 1 812 resep untuk mengobati 236 penyakit 2 Biofarmasetik dan farmakokinetik klinik medis veteriner 3 Buku ajar farmakologi efek samping obat 4 Buku saku radio farmasi 5 Dasar farmakologi terapi volume 1, ED.10 Y One-Non English Language Bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris. 6 DOI (data obat di Indonesia Ed. 2) 7 Farmakognosis dan fitoterapi 8 Farmakologi dan toksikologi 9 Farmakologi kebidanan 10 Farmakologi pendekatan proses keperawatan 11 Farmakologi ulasan bergambar, Ed.2 12 Farmasi forensik dan toxikologi penerapannya dalam penyidik kasus tindakan pidana kejahatan 13 Farmasi klinik teori dan penerapan 14 Farmasi rumah sakit teori dan penerapan 15 Ilmu resep 16 ISO (informasi spesialite obat) indonesia vol 44 17 Kalkulasi farmasetik panduan untuk apotekker 18 Kembali dalam khasiat dan manfaat tanaman berkhasiat obat 19 Manajemen farmasi No. Judul Buku Kode Jenis Penjelasan 20 MED - Math Perhitungan dosis, preparat, dan cara pemberian obat 21 Menggempur gangguan pada mata dengan tanaman obat 22 Mikrobiologi farmasi 23 Panduan obat aman untuk kehamilan Y One-Non English Language Bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris. 24 Pedoman obat buku saku bidan 25 Pedoman obat pediatri & implikasi keperawatan 26 Pelayanan informasi obat teori dan praktik 27 Pengantar bentuk sediaan farmasi, Ed.4 28 Pengantar kimia farmasi analis volumetri & grafimetri 29 Ramuan tradisional untuk pengobatan darah tinggi 30 RamuanTradisional untuk pelangsing tubuh 31 Rujukan cepat obat dan pemberian obat pediatric 32 Segudang khasiat ragam tanaman ajaib untuk kesehatan, kecantikan dan kecerdasan 33 Sirih merah itu obat dahsyat 34 Teori dan praktek farmasi industri 35 Tip membuka usaha farmasi dan alat- alat kesehatan 36 Tumbuhan obat dan khasiatnya Analisis cakupan bahasa diatas penulis dapatkan berdasarkan penilaian kedalaman isi koleksi Bidang Farmasi dari tabel 3 melalui hasil analisis evaluator. Dari hasil penilaian di atas, dapat langsung terlihat 36 koleksi Bidang Farmasi menempati kode bahasa Y yang berjenis One-Non English Language dengan yaitu bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris. Tabel 4 Analisis Cakupan Bahasa Koleksi Bidang Farmasi No. Judul Buku Kode Jenis Penjelasan 1 Buku ajar analisis hayati W Wide Selection Language Seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu 2 Buku pedoman kuliah kerja lapangan (KKL) terpadu mahasiswa poltekkes kemenkes Aceh tahun akademik 2014-2015 3 Etika farmasi dalam Islam 4 Farmakologi dan terapi 5 Farmakologi dan terapi Edisi 4 6 Farmasetika dasar dan hitungan farmasi 7 Ilmu meracik obat teori dan praktik 8 Khasiat dan manfaat daun dewa dan sambungan nyawa 9 Kromatografi untuk analisis obat 10 Panduan praktikum kimia dasar 11 Panduan praktikum kimia organik 12 Panduan praktis penggunaan klinis obat psikotropik 13 Pedoman pengelolaan obat di puskesmas 14 Pengantar Farmakologi molekuler 15 pengembangan kultur tanaman berkhasiat obat 16 Penuntun praktikum farmakognosi I makroskopis & mikroskopis 17 Penuntun praktikum farmakolgi II 18 Penuntun praktikum fisika farmasi 19 Penuntun praktikum fitokimia No. Judul Buku Kode Jenis Penjelasan 20 Penuntun praktikum kimia farmasi I W Wide Selection Language Seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu 21 Penuntun praktikum kimia farmasi II 22 Penuntun praktikum mikrobiologi dan parasitologi 23 Penuntun praktikum morfologi dan fisiologi tumbuhan 24 Penuntun praktikum tehnologi sediaansteril 25 Penuntun praktikum tek.sediaan solid 26 Penuntun praktis peresapan obat 27 Ramuan tradisional untuk pengobatan Hepatitis 28 Ramuan tradisional untuk pengobatan kanker 29 Sistem informasi manajemen obat 30 Standardisasi bahan obat alam 31 Statistik farmasi 32 Tanaman hias berkhasiat obat 33 Tanaman obat dan ramuan tradisional mengenai demam berdarah dengue 34 Tanaman obat di indonesia, Buku 1 35 Tanaman obat di Indonesia, Buku 2 36 Tehnologi sediaan Farmasi 37 Tumbuhan obat dan khasiatnya 38 Undur- undur obat ampuh diabetes plus beragam kemanfaatan lainnya bagi kesehatan 39 Farmasi/Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes NAD Analisis cakupan bahasa diatas penulis dapatkan berdasarkan penilaian kedalaman isi koleksi Bidang Farmasi dari tabel 4 melalui hasil analisis evaluator. Dari hasil penilaian di atas, dapat langsung terlihat 39 koleksi Bidang Farmasi menempati kode bahasa W yang berjenis Wide Selection Languange dengan yaitu Seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu. Dari koleksi Bidang Farmasi di lihat dari cakupan bahasa ditempati untuk kode bahasa E, Y dan W, ada 9 koleksi Bidang Farmasi yang menempati kode bahasa E bagi literatur yang berjenis English, selanjutnya ada 36 koleksi Bidang Farmasi menempati kode Y diperuntukkan bagi literatur yang berjenis One-Non English Language dan 39 koleksi Bidang Farmasi yang menempati kode W yang berjenis Wide Selection Languange.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa kode cakupan bahasa yang paling banyak ditempati oleh kode bahasa W yang berjenis Wide Selection Languange yaitu seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa dan tidak ada kebijakan membatasi bahan literatur berdasarkan bahasa tertentu, yaitu sebanyak 39 koleksi Bidang Farmasi, sedangkan 36 koleksi Bidang Farmasi ditempati oleh kode bahasa Y yang berjenis One-Non English Language yaitu bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris, dan yang paling sedikit di tempati oleh kode bahasa E yang berjenis English yaitu Bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali.